Wasek IKAUT Pusat Kini Menjabat Eselon 2 di Kupang NTT

kayatun4


Menjelang perhelatan akbar “Munas IKAUT ke 3” yang hanya beberapa pekan lagi, para panitia penyelenggara secara rutin melakukan rapat persiapan guna mendukung suksesnya acara. Namun dalam beberapa kali pertemuan baik di Sekretariat Condet maupun rapat di Kebayoran lama Wakil Sekretaris IKAUT yaitu bapak Drs. Khayatun, MSi tak juga hadir. Padahal kami ketahui selama ini beliau itu paling aktif di IKAUT Pusat, bahkan setiap akan mengadakan rapat pengurus pak Khayatun selalu ngirim undangan via sms. Menyadari hal tersebut maka pada hari Sabtu malam, 22 Februari 2014, sayapun mencoba mengintai beliau dari balik tirai face book dan Alhamdulillah kebetulan pula beliau sedang online maka saya-pun menyapanya….

Hadijaya : assalamu’alaikum pak Wasek Ikaut ? sekarang posisi bapak lagi dimana nih ?
Khayatun : walaikum salam wr.wb, posisi saya ditempat tugas NTT_Kupang pak…

Hadijaya : owh jauhnya pak, … saya ingin mengetahui beberapa hal dan juga mungkin ingin diketahui rekan-rekan pengurus Ikaut di daerah. Nampaknya pak Khayatun saat ini menduduki suatu jabatan penting di Kupang NTT, apakah jabatan yang bapak pikul tersebut ?
Khayatun : berbekal pengalaman ujian multiple choice di UT dan pengalaman berorganisasi di IKA-UT, saya lulus ujian CAT dengan nilai tertinggi dibanding para kandidat Eselon II, maka jadilah saya diangkat sebagai Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM sebagai orang nomor dua setelah Kepala Kantor Wilayah.

Hadijaya : sebelumnya menjabat sebagai apa dan dimana pak ?
Khayatun : sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit dengan rekor tidak pernah dirolling selama 10 tahun, sementara yang lain setiap 6 bulan sekali dirolling.

Hadijaya : apakah ketika dulu sebagai Kasubdit masih dalam Divisi Pelayanan Hukum dan HAM di Jakarta pak ?
Khayatun : tidak pak !, itu lain satker di kantor pusat, dan saya dipromosi. Divisi hanya ada di tingkat Wilayah.

Hadijaya : baik pak, selaku sesama alumni UT kami ikut gembira dengan terpilihnya pak Khayatun sebagai Eselon II di Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kupang NTT, namun kami ingin mengetahui pula bagaimanakah back ground pendidikan bapak ?
Khayatun : Pendidikan saya S1 Administrasi Negara di UT, S2 Administrasi Publik di UI, lalu S3 Manajemen Pendidikan di UNJ dan sekarang saya kuliah lagi ambil S1 Ilmu Hukum di UT.

Hadijaya : wah… mantap sekali bapak ni, pernah lulus S1 Adne di UT lalu menjadi alumni UT tapi kini balik lagi ke UT ambil Ilmu Hukum. Pak Khayatun, seperti apakah contoh permasalahan HAM yang pernah bapak tangani ?
Khayatun : 1001 masalah pak, antara lain KDRT, perselingkuhan, pemecatan, sengketa pengurus yayasan, pengasuhan anak, traficking, birokrat dzolim, sengketa parpol, perizinan gereja, umat didzolimi pendeta, kenakalan polisi, perda yang tidak pro HAM, dll.

Hadijaya : cukup pelik juga rupanya ya. Apakah keluarga bapak ikut diboyong ke Kupang NTT ? Khayatun : keluarga tidak ikut, karena selain jabatan Kadiv biasanya tidak lama akan dirolling ke propinsi lain juga mengenai anak kalau pindah kuliah dan sekolah serta istri yang bekerja kalau ikut pindah repot mengurus pindahnya.

Hadijaya : jadi di Kupang … bujangan nih, masak-nyuci sendiri ya pak…. hehe
Khayatun : loundry, resto, dan warung banyak pak tapi memang harus hati-hati memilih yang sesuai.

Hadijaya : oh ya pak, pada tanggal 7-8 Maret 2014 yad Ikaut menyelenggarakan Munas ke 3, bagaimanakah prosfek Ikaut dimasa yad pak ?

Khayatun : Prospek IKAUT sangat baik kalau MUNAS 3 yad bisa memilih pengurus yang qualified, para alumni bersatu bahu membahu dan regulasi dari UT kondusif.

Hadijaya : baiklah pak bincang-bincang cukup dulu, saya ucapkan terimakasih atas waktu yang bapak berikan, selamat berakhir pekan, semoga sukses selalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *