Upacara Penyerahan Ijasah Alumni UT Hongkong Angkatan Pertama

Foto Bersama Wisudawati, Konjen KJRI, Rektor UT, Purek I UT

Hari Pendidikan Nasional tahun ini merupakan hari yang berkesan untuk 9 orang wisudawati UT yang berdomisili di Hongkong. Hal ini dikarenakan usaha dan tekad mereka untuk menjadi pribadi yg lebih baik akhirnya berbuah manis dengan dilaksanakannya Upacara Penyerahan Ijazah (UPI).

Untuk pertama kalinya Universitas Terbuka (UT) menggelar upacara penyerahan ijazah (UPI) di Luar Negeri yakni di UPBJJ Layanan Luar Negeri – Hong Kong. UPI tersebut diselenggarakan dan difasilitasi oleh KJRI Hongkong.

Bertempat di ruang Ramayana- Gedung KJRI Hong Kong, acara yang dimulai jam 10.00 pagi waktu Hong Kong. Dihadiri oleh Rektor UT, Prof. Ir. Tian Belawati. M.Ed., Dr Yuni Tri Hewindati (Pembantu Rektor 1 UT), Chalief Akbar (Konjen RI di Hong Kong), tamu undangan, PPI Hong Kong, media, wali mahasiswa, dan juga mahasiswa UT.

Sesuai dengan keputusan Rektor UT nomer 651/UN31/KEP/2015, tanggal 25 Januari 2015, 9 mahasiswi dinyatakan telah menyelesaikan progran sarjana (S1) program studi Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemahan pada fakultas ilmu sosial dan ilmu politik (FISIP). Kesembilan mahasiswi tersebut adalah, Mariyana, Nunuk Susiana, Mahmudah, Ida royani, Sri Kusasi, Wartini, Suwarti,Tutik Lestari, dan Disah. Mahasiswi UT Hongkong angkatan pertama ini merupakan tenaga kerja Indonesia di Hong Kong yang bekerja sambil kuliah, dan berhasil menyelesaikan pedidikan dalam kurun waktu 4 tahun.

Tema yang diusung dalam UPI Perdana UPBJJ LLN UT ini adalah “Bekerja dan belajar merupakan wujud nyata TKI Hongkong Berpartisipasi Dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa.”

Konjen RI Hongkong, Chalief Akbar saat memberikan sambutan. (Foto: UTHK Mandiri)

Konjen RI Hongkong, Chalief Akbar saat memberikan sambutan. (Foto: UTHK Mandiri)

Dalam sambutan singkatnya, Chalief Akbar (Konjen RI – Hong Kong) mengungkapkan rasa bangganya kepada warga negara Indonesia (WNI) terutamanya para tenaga kerja Indonesia yang telah gigih belajar dan menyelesaikan pendidikan tinggi. “Hari ini sangat sepesial sekali, karena hari ini, 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati hari Pendidikan Nasional. Semoga ilmunya bermanfaat untuk bekal pulang ke Tanah Air dan kembali ke Hong Kong sebagai turis!” harap Chalief.

 

Dalam sambutannya, Rektor UT, Tian Belawati, mengungkapkan rasa bangga dan mengucapkan selamat kepada para wisudawati. “Baju Kebesaran (Toga) yang kalian pakai hari ini, bukan baju sembarang yang bisa kalian beli di Causeway Hongkong. Baju ini merupakan suatu simbol dari keberhasilan anda semua yang sudah begitu gigih penuh komitmen dan disiplin untuk melaksanakan proses belajar selama mengikuti perkuliahan di UT. Apalagi dilakukan oleh teman2 yang bekerja di luar negri. Saya kira itu adalah penghargaan yang harus berlipat-lipat ganda kita berikan kepada teman-teman semua.” ucap Rektor UT.

 

Rektor UT juga memberikan gambaran, “di Indonesia ada sekitar 3200 Perguruan Tinggi. Dari 250 juta rakyat Indonesia, jumlah mahasiswa seluruh Indonesia sekitar 6 juta orang, dan 500 ribu diantaranya adalah mahasiswa UT. Anda termasuk 1 diantara 6 juta orang tersebut. Bayangkanlah betapa privilage anda.”

 

“Hal ini harus disebarluaskan untuk memberi harapan kepada mereka yang tidak bisa kuliah tatap muka atau dari SMA langsung kuliah yg mungkin disebabkan oleh ekonomi, jarak yang jauh. Tapi kedudukan anda di Hongkong bisa ternihilkan semua kendala yang sekarang dijadikan alasan orang untuk tidak kuliah. Karna anda berada di luar negri, anda bekerja, anda lulus. Dan sekarang asal mau saja tidak ada alasan untuk tidak kuliah. Anda telah membuktikan itu.” tegas Tian.

 

Tian Belawati menambahkan, “Saya juga berterima kasih kepada anda karna menjadi “Leading Example” kepada yang lain. Saya kira ini merupakan suatu jawaban untuk kesenjangan layanan pendidikan yang bisa disediakan oleh pemerintah. Jadi jangan mengatakan Pemerintah tidak memperhatikan. UT itu Perguruan Tinggi Negri. UT itu punya pemerintah. Kalau anda menikmati layanan UT, anda menikmati layanan pemerintah. UT difasilitasi oleh KJRI. KJRI itu kantor perwakilan pemerintah Indonesia. Jadi sebarkan itu kepada segenap masyarakat Indonesia.”

 

Diakhir sambutannya Tian Belawati berujar para Wisudawati yang kini memiliki keahlian berbahasa Cantonese dan Bahasa Inggris kini memiliki pilihan. Apakah ingin bekerja sebagai Buruh Migran, kembali ke dalam negri dan bekerja atau wirausaha, atau bekerja di Hongkong sebagai Professional. Sekarang kesempatan terbuka lebar.

 

Setelah penyerahan ijazah, acara ditutup dengan doa oleh H. Yolvis Sahardi (PENSOSBUD KJRI) kemudian dilanjutkan dengan acara syukuran makan bersama. (IR/YV)

Acara ramah tamah diawali dengan pemotongan tumpeng oleh Rektor UT,  Tian Belawati.

Acara ramah tamah diawali dengan pemotongan tumpeng oleh Rektor UT, Tian Belawati.

 

FB_IMG_1430761035505

 

IKA UT-Hong Kong

Para wisudawati berinisiatif membentuk pengurus IKA-UT Hong Kong. Terpilih sebagai ketua IKA –UT Hong Kong adalah Nunuk Susiana, S.S., sekretaris adalah Ida Royani, S.S., bendahara adalah Mahmudah, S.S.

 

Oleh karenanya usai upacara penyerahan ijazah, berita acara, surat permohonan pembentukan IKA UT Hong Kong, dan surat permohonan agar KJRI Hong Kong berkenan menjadi pembina yang semuanya telah ditandatangani para wisudawati diserahkan kepada Rektor UT dan Konsul PENSOSBUD KJRI.

“Terima kasih nanti filenya kami akan teruskan ke pimpinan IKA–UT Pusat,” ucap Tian saat berdiskusi dengan penggagas IKA-UT Hong Kong.

 

Helena Vera Tuanakota (Konsul PENSOSBUD KJRI) ketika ditemui di ruang kerjanya menyambut baik niat para alumni UT di Hong Kong.

“IKA UT itu organisasi besar, proposalnya saya terima, akan kami pelajari dan nanti akan kami informasikan selanjutnya,” tandas Helena. Diharapkan nantinya para alumni UT bisa berkontribusi terhadap bangsa Indonesia.

 

Pada UAS UT 2015.1 yang berlangsung pada 3,10 Mei 2015, 4 pengurus IKA-UT turut menjadi pengawas UAS. Mereka adalah Nunuk susiana, Zunaedah, Suwarti, dan Ida Royani. “Ini merupakan salah satu bentuk kontribusi dan pengabdian kami kepada masyarakat,” tutur Zunaedah. (IR)

 

Suasana UAS 2015.1 di Hongkong

Suasana UAS 2015.1 di Hongkong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *