PERAN SERTA DALAM PENYELEKSIAN PEMUDA PELOPOR DKI 2011

iptekpemuda

Pemanfaatan dan penguasaan IPTEK mutlak diperlukan untuk mencapai kesejahteraan bangsa. Visi dan misi IPTEK dirumuskan sebagai panduan untuk mengoptimalkan setiap sumber daya IPTEK yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, Undang-Undang No. 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang telah diberlakukan sejak 29 Juli 2002, merupakan penjabaran dari visi dan misi IPTEK sebagaimana termaksud dalam UUD 1945 Amandemen pasal 31 ayat 5, agar dapat dilaksanakan oleh pemerintah beserta seluruh rakyat dengan sebaik-baiknya. Selain itu pula perkembangan IPTEK di berbagai bidang ditengah perkembangan zaman yang semakin pesat tentu saja diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM. Sehingga dihasilkan umpan balik pemikiran serius dan mantap mengenai penemuan baru.
Pemuda merupakan bagian dari sosok yang masih mencari bentuk dan format ideal untuk menjadi manusia paripurna memerlukan dukungan yang maksimal dari lingkungan. Para pemuda harus mendapat kesempatan seluas-luasnya untuk berkembang secara optimal sehingga diperlukan sarana dan prasarana yang diharapkan dapat membimbing ke arah yang positif tersebut. Iklim yang kondusif bagi perkembangan mentalitas menjadi prasyarat agar pemuda dapat lebih optimal dalam peran sertanya mengembangkan IPTEK di tanah air.

Oleh sebab itu Kemenpora cq Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan “SELEKSI PEMUDA PELOPOR DKI 2011 pada tanggal 27 dan 28 Juni 2011 bertempat di Wisma Prabu Cisarua Bogor. Event tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi DKI.

Seleksi berbagai Karya Kreatif Inovatif bagi para kandidat Pemuda Pelopor dilaksanakan dengan mensyaratkan 5 (lima) standar antara lain :
1. Renewable (terbarukan) adalah aspek penilaian alat yang akan di daur ulang dan dimanfaatkan kembali belum pernah ditampilkan ke masyarakat umum atau dipublikasikan oleh badan penelitian/ instansi pemerintahan. Sehingga alat yang diciptakan merupakan alat yang benar – benar baru dikenal masyarakat.
2. Utilitas (kegunaan) adalah aspek penilaian yang menitikberatkan pada fungsi bagi masyarakat luas sehingga masyarakat luas merasa terbantu dengan munculnya alat tersebut serta kegunannya.
3. Kreativitas adalah aspek penilaian yang memperhatikan sisi kreativitas pemuda dalam menciptakan sebuah alat yang baru.
4. Originalitas (keabsahan) adalah aspek penilaian yang memperhatikan alat daur ulang dan dimanfaatkan kembali bagi masyarakat luas tidak dimiliki oleh suatu badan peneliti ataupun instansi pemerintahan (independen).
5. Legitimate (mengikuti persyaratan) adalah aspek penilaian yang memperhatikan hasil alat yang diciptakan telah mengikuti syarat yang dicantumkan sehingga nantinya dapat menghasilkan alat yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Dewan Juri yang melakukan penseleksian tersebut berjumlah 10 orang berasal dari berbagai unsur seperti praktisi pendidikan, tokoh pemuda teladan dan dari lembaga ristek yang dalam hal ini diwakili Hadijaya, MPd (Kabid IT IKAUT).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *