Pengurus Pusat IKAUT Bersama Wisudawan UT Periode II Tahun 2017 Di Pondok Cabe

Informasi yang kami peroleh dari rektorat bahwa jumlah wisudawan UT periode II tahun 2017 adalah 20.506 orang. Pelaksanaan wisuda dibagi menjadi dua wilayah yaitu ;
a.Periode II Wilayah 1 pelaksanaan wisuda di UT Pusat tanggal 09 Mei 2017 (panitia Pelaksana FKIP) terdiri atas UPBJJ-UT Sorong, Banda Aceh, Medan, Batam, Padang, Pangkal Pinang, Pekan Baru, Jambi, Palembang, Bengkulu, Bandar Lampung, Jakarta, Bogor, Serang, Bandung dan Purwokerto.
b.Periode II Wilayah 2 pelaksanaan wisuda di UT Pusat tanggal 16 Mei 2017 (panitia Pelaksana FISIP) terdiri atas UPBJJ-UT Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Pontianak. Banjarmasin, Samarinda, Surabaya, Malang, Jember, Denpasar, Mataram, Kupang, Makasar, Palangkaraya, Majene, Palu, Kendari, Manado, Gorontalo, Ambon, Tarakan, Jayapura ,Ternate dan UPBJJ Luar Negeri.
Dari jumlah tersebut peserta yang mendapat kuota untuk wisuda di UTCC Pondok Cabe pada 9 Mei 2017 kurang lebih 10%, selebihnya mengikuti UPI (Upacara Penyerahan Ijazah) di UPBJJ wilayah masing-masing.
Sejak hari Jum’at 5 Mei 2017 calon wisudawan sudah mulai berdatangan ke Pondok Cabe mencari tempat menginap terdekat dengan tempat pelaksanaan wisuda.
wis_sri

wis_tin

Pengurus IKAUTPUS juga telah berkemas-kemas menyambut kedatangan calon wisudawan lalu menyiapkan semua berkas registrasi keanggotaan dalam organisasi Ikatan Alumni Universitas Terbuka.
Pengurus pusat yang hadir di tenda pendaftaran yaitu di halaman Gedung BAAPM pada Sabtu dan Minggu antara lain ibu Dra. Sri Sumiati, MM (Ketua I), Ibu Dra. Ajeng Sundari (Bendahara) dan bapak Purnomo, SE (Kabid Pelayanan Keanggotaan). Pengurus pusat menberikan KTA setelah anggota baru memberikan iuran keanggotaan.
Pada acara seminar 8 Mei 2017 pengurus yang bertindak selaku penyaji Sosialisasi keorganisasian adalah bapak Drs. Leles Sudarmanto, MM (Sekjen). Dalam orasinya Sekjen menyampaikan mengenai pentingnya peran pendidik dalam menanamkan pemahaman kepada siswa mengenai makna keberagaman universal mulai diruang kelas. Hal tersebut dipandang penting mengingat Indonesia sangat beragam dan berwarna dalam agama, suku bangsa, bahasa, pilihan politik, dan kelas sosial. Mengingkari keberagaman berarti mengingkari keindonesiaan itu sendiri. Keragaman Indonesia mulai dari Suku, Agama, Status Sosial, Bahasa dan sebagainya.
wis_leleslindaGambaran dari hal tersebut sudah cukup menampilkan keberagaman yang ada di Indonesia. Jika kita saling mengasihi dan menguatkan maka kebhinekaan negeri ini akan lestari. Indonesia akan jadi bangsa yang besar jika saling bersatu. Beberapa kasus yang terjadi yaitu masih ada beberapa pihak yang tak sepakat dengan Indonesia yang beragam. Persatuan bangsa seolah terus diuji. Hanya karena berbeda pilihan politik atau pemahaman keagamaan orang dengan mudah bertengkar dan saling membenci. Kita mudah sekali marah dan terprovokasi karena perbedaan pendapat. Saat ini sedang banyak terjadi pertempuran virtual di media sosial. Beragam ujaran tentang kebencian, hasutan, dan fitnah/ hoax menyebar viral setiap saat di gawai dan membuat pusing. Perhatian terhadap keadaan tersebut yang cukup efektif adalah melalui dunia pendidikan. Dunia pendidikan merupakan salah satu pihak yang bertanggungjawab dalam mengkonstruksi pemahaman siswa mengenai keberagaman dan kebangsaan. Hal ini perlu digaris bawahi mengingat lembaga pendidikan bisa lalai dalam menguatkan pemahaman tentang kedua hal tersebut. Para alumni UT yang tersebar dalam berbagai karier khususnya para tenaga pendidik (guru) diharapkan ikut berperan dalam penyadaran akan keberagaman tersebut yaitu menyadarkan peserta didik dan lingkungan masyarakat sekitar melalui pembiasaan bermusyawarah, berlapang-dada/ legowo dan saling menghargai pendapat orang. Pembiasaan berdialog di ruang kelas misalnya belum menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Guru harus memberikan ruang yang leluasa terhadap beragam diskursus yang terjadi selama proses pembelajaran. Hal yang juga penting adalah mengenalkan siswa dengan realitas sosial yang ada di masyarakat. Mereka harus dikenalkan secara langsung dengan masyarakat Indonesia yang beragam. Dengan begitu mereka dapat mempelajari secara langsung beragam corak kehidupan di masyarakat. Jangan sampai dunia pendidikan asik dengan beragam pembelajaran yang canggih dan lupa mengenalkan mereka pada realitas keseharian
wis_tian
wis_aminKeesokan harinya yaitu Selasa, 9 Mei 2017 Rektor Universitas Terbuka Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D membuka acara Wisuda Periode II Wilayah 1 Tahun 2017. Acara yang penuh hidmat tersebut berlangsung sejak jam 8 pagi hingga jam 11.45 wib. Setelah ditutup dengan doa bersama lalu diakhiri dengan penyerahan alumni baru oleh Rektor UT kepada IKAUTPUS yang diwakili oleh Hadijaya, MPd (Ketua II). Pada wisuda 16 Mei 2017 penerimaan alumni baru langsung disampaikan rektor UT kepada ibu Linda Agum Gumelar, S.Mn (Ketua Umum).
wsd15no16
wis_pur

Usai mengikuti prosesi wisuda, Ketua II IKAUTPUS segera keluar gedung UTCC dan disambut oleh bapak Drs. H.Syaiful Sedung, MM yang notabene adalah Ketua Pokjar Baturaja Timur Kabupaten OKU UPBJJ Palembang. Syaiful adalah Pengawas SMP Dikbud OKU. Ketua pokjar ini ingin mengemukakan sesuatu. Menurut penuturan Syaiful, pokjar BTA Timur berdiri sejak tahun 2001. Sampai kini telah menghasilkan lulusan : 61 orang S1 PAUD + 140 orang S1 PGSD + 52 orang D-II Perpustakaan dan yang saat ini datang ke Pondok Cabe 19 orang lagi wisudawan dari pokjar yang dipimpinnya.
bta4Hadijaya menyarankan agar alumni UT di Baturaja Timur segera membentuk IKAUT Daerah. Kumpulkan mereka, beri arahan untuk membentuk kepengurusan lalu susunan pengurus terpilih segera disampaikan ke IKAUT Wilayah Palembang dengan memberi salinan tembusan kepada Kepala UPBJJ UT Palembang. Pengurus IKAUT Wilayah Palembang akan melakukan acara pelantikan.
Pada bincang-bincang dibawah terik matahari tersebut, Syaiful sempat pula memperkenalkan seorang anggota rombongan wisudawan BTA Timur yang menjadi kebanggaannya, yaitu Mita Selviana, SPd. Mita adalah peserta termuda dari pokjar tersebut yang memperoleh IPK 3,54 dari FKIP PGPAUD dan telah menyelesaikan masa kuliah sekitar 4,5 tahun. Mita bekerja sebagai Guru PAUD di Taman Kanak-kanak ABA Gunung Liwat Baturaja. Berikut ini sedikit bincang-bincang kami.
Hadijaya: Apa kesan-kesan Mita sejak mendapat kabar akan wisuda di Pondok Cabe dan apa saja yang menarik hatimu setelah tiba disini ?
bta1Mita Selviana : Mita nggak bisa berkata-kata pak, sangat tidak menyangka saya bisa ikut andil untuk mengikuti wisuda di Pondok Cabe, saking hikmatnya acara upacara wisuda tangis haru mengiringi selama acara berlangsung, acara belum mulai tapi make-up saya sudah luntur duluan kena air mata saking harunya. Awalnya mita minder, malu, karena tiap kali mita bilang mita kuliah di UT semua orang meremehkan, bahkan ada yang bilang kalau mita nggak akan maju kalau kuliah disana, pergaulannya sama emak-emak sedangkan mita otaknya masih fresh sayang kalau harus kuliah di UT. Mental Mita pernah down, semester ke 4 pengen berhenti saja tapi berkat support orang tua, mita sampai hari ini bisa bertahan.
bta3Pertama kali liat kampus UT dipondok cabe mita nggak nyangka, mita bangga kuliah di UT, mita bakal ceritain kesemua orang kalau UT itu nggak kalah bersaing sama Universitas lain bahkan lebih baik dari Universitas yang mereka sarankan. Mita sudah fotoin semua gedung-gedung di UT Pondok Cabe buat kasih liat ke mereka yang dulu meremehkan mita. Sekali lagi mita mau bilang kalau mita bangga pernah kuliah di UT, insyaallah kalo ada rezeki mita mau lanjut ambil S2 di UT juga. UT sukseeeeeesssssss…
Hadijaya: UT itu Universitas Negeri yang terbesar dan terbanyak lulusannya yang ada di Indonesia. Dalam wisuda bulan Mei 2017 ini saja lulusannya 20.506 orang.
Mita Selviana: Terharu pak, Alhamdulilah meskipun wisudanya nggak dihadiri keluarga besar karena jarak, tapi support mereka luar biasa, bahkan tante mita mau ngundang orang buat marawisan buat menyambut mita pak.
bta2Hadijaya: waaahh… sesampai di Baturaja nanti rumahmu bakal meriah ya hehehe. Apa cita-citamu setelah berhasil S1
Mita Selviana: Iya pak..saya bangga pak, sangat bangga, bahkan temen mita yang kuliah di Unsri takjub dengar kalau UT juga ada diluar negeri. Mita mau cari uang dulu pak, mita mau kuliah ambil S2, Mita mau jadi dosen pak. Mau ambil di UT juga, tolong infonya ya pak kalau ada beasiswa S2 di UT. Mita mau mengabdikan diri di UT, sebagai bentuk terima kasih mita untuk UT. Kalau S1 nggak mungkin bisa jadi dosen tapi untuk khusus PGPAUD belum ada yang S2 jadi sembari menabung mita mau mantapin dulu mau ambil jurusan apa.
Hadijaya: Mita pilih saja program S2 yang sudah tersedia di UT saat ini. Oke ya selamat dan sukses untukmu,  untuk pak Syaiful dan untuk ayahmu juga (sambil berjabat-tangan).

Ayahnya Mita yang turut hadir mengantar ke UTCC Pondok Cabe tampak haru mendengar penuturan putrinya sehingga tak berkata sepatahpun saat kusalami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *