Pantun Anak Negeri

IMG_8279

Pantun melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum diungkapkan. Suatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lain. Pantun memiliki fungsi pergaulan yang kuat oleh sebab itu disukai dan digunakan hingga kini. Dengan berpantun seseorang akan berfikir dan bermain-main dengan kata… yuk kita berpantun untuk menjalin ikatan batin sesama alumni UT.

Bila tak punya buah ketimun.
Baiklah merujak mangga muda.
Dari pada duduk melamun.
Marilah kita berpantun ria

Ayang-ayang buah kepayang
Dimakan mabuk dibuang sayang
Bila bepantun menjelang petang
Semoga pikiran menjadi terang

Anak perawan berlaku santun.
Menjadi idaman para pemuda.
Bila enggan membalas pantun.
Komenlah saja apa adanya.

Kentang dipanggang dalam situn,
Dihidangkan panas diatas meja,
Bila dikau tlah pandai berpantun,
Ajaklah teman meramaikan pula

Anak perawan disarang penyamun
Sedang di-incar para pendekar
Apalah sulitnya dalam berpantun
Asal ceplos saja krn msh belajar

Lamalah sudah tidak ke kebun.
Tanaman habis dimakan rusa.
Bukan adik tak bisa berpantun.
Hanyalah karena belum biasa.

Rasa tak sanggup mendaki bukit.
Lebih baik naik dipunggung kuda.
Belajar berpantun tidaklah sulit.
Lebih sulit belajar naik sepeda.

Hiburan menonton layar tancap.
Baru pulang kerumah dipagi buta.
Nyatakan cinta tak mesti diucap.
Cukuplah dengan kerlingan mata.

Jangan sering-sering merujak mangga
Sekali-sekali makan lah pisang tembatu
Gara-gara mengerling ke janda muda
Pulang kerumah dihadiahi palang pintu

Suara beduk dialun-alun
Bawalah obor mulai berjaga
Masuk fesbuk hampir 3 tahun
Tp bang mandor blom laku juga

Bang mandor pergi sejak pagi
Hendak menghalau kereta api
Sarapan dg semangkuk bakmi
Ibunya senyum haru dihati

Manis rasa si buah duku
Banyak dijual di tengah kota
Bang mandor bukan tak laku
Banyak syarat buat wanita

Duku Oku beli di Bogor
Sepuluh ribu dapat sebokor
Bang mandor tak mau tekor
Inginkan calon yg blom kendor

Bila suka di jalan terjal
Pake kerudung bewarna merah
Bila ingin cepat terjual
Tawarkan saja harga yg murah

Jalan-jalan ke pasar anyar
Beli es kopyor minum berdua
Silahkan saja dinda menawar
Bang mandor tentu menerima

Naik bajay keliling kota
Singgah dulu diwarung padang
Walau bang mandor sudah duda
Tapi perawan banyak yg senang

Makan rendang diwarung padang
Terasa pedas sambal balado
Walau perawan banyak yg senang
Tapi bang mandor milih yg jando

Minum es kopyor hanya berdua
Duduk disawah sambil ketawa
Kalau saja bang mandor suka
Jandanya itu beranak lima

Es kopyor manis diberi gula
Dihidangkan dg roti mentega
Bila si janda beranak lima
Bang mandor jd garuk2 kepala

Dodol garut berasa duren
Dibungkus rapi seperti permen
Dia cemberut dari kemaren
Berharap kamu kembali online

Tempoyak dibuat dari buah duren
Baju dia sobek dari kemaren
Tahukah teman istilahnya “duren”
Duren artinya adalah Duda Keren

Ikan belanak berenang-renang
Burung merpati membuat sarang
Makan tak enak tidur tak tenang
Teringat pada dinda seorang

Ikan belanak berenang-renang
Burung merpati terbang melayang
Makannya enak tidur tak tenang
Banyak makan perutku kenyang

Burung merpati nelor di kandang
Gadis nan elok makai selendang
Makan soremu terasa kenyang
Modal fb-an sampai subuh datang

Burung merpati nelor di kandang
Gadis nan elok makai selendang
Kalau memang siap menantang
Ayolah berpantun sampai petang

Pergi memancing ikan seluang
Umpannya blatung di daun pisang
Kalau bepantun sampai besok siang
Badan ‘kan loyo dan sakit pinggang

Berkurun lama pergi menjauh
Wajah ku lihat di dalam mimpi,
Kalau dah kasih sesama sungguh
Kering lautan tetap ku nanti,

Surat ku layang untuk berkata
Penyampai hasrat kata di hati,
Kalaulah sungguh kasihkan saya
jangan dibuang sampai ke mati.

Burung merbah bewarna putih
Bertengger diatas pohon duku
Kalau sudah sama berkasih
Cepatlah pula temui penghulu.

Hujan lebat di kampung hulu
Basah kuyup gadis berkebaya
Maksud hati ke rumah penghulu
Penghulunya pergi ke Surabaya

Beli rotan di potong lima
Untuk memagar mawar nan biru
Menyemat janji penuh setia
Di depan penghulu mereka bertemu

Hujan lebat di kampung panjalu
Banjirpun datang dihalaman istana
Hatiku pilu menunggu penghulu
Akad nikah kutunggu masih lama

Semangka non biji ada dipasar
Warnanya merah begitu segar
Aku ucapkan halo apa kabar ?
Dia diam seolah tak dengar.

Dari Bandung ke Majalengka
Naik saja bis Po. Merdeka
Kalau dinda pengen semangka
Datang saja ke Sekretariat kita

Jalan-jalan ke talang semut
Bawalah bambu dengan grobak
Jika pikiranmu sedang kusut
Cobalah dulu makan martabak

Jemput nenek di Stasiun Senen
Bawa karung berisi duren
Bila ada salah yg kemaren
Maafkanlah aku wahai my friend.

Pergi mancing ikan seluang
Umpannya blatung di daun pisang
Kalau adik balas pantun abang
Bang galih tentu bertambah sayang

Ikan seluang ramai berenang
Mencari makan disore hari
Hati adik tentulah senang
Ada bang galih yg pandai berperi

Ikan seluang dapat serantang
Beroleh mancing di batang ari
Adik gembira CekFendi pun senang
Menyambut maghrib sebentar lagi

Duduk mancing tak bersuara
Sambil meneguk air kelapa
Hati senang selalu gembira
Banyak dulur suka menyapa

Minum dogan si kelapa muda
Diteguk siang kantukpun datang
Kak galih tak segan menyapa yg muda
Bepantun senang tak ingat utang

Rasa asam buah mengkudu
Buat bahan pembuat jamu
Semakin lama hatiku rindu
Bilakah kita dapat bertemu

Buah mengkudu di buat jamu
Batang jati di buat kursi
Kalau rindu ingin bertemu
Ayolah datang ke grup alumni

Bau masak buah mengkudu
Dicampur gula serta es batu
Bila saatnya bermalam minggu
Abang Leles ga’ mau diganggu

Terdengar nyaring suara gendang
Diiring irama gambus melayu
Jangan bersedih wahai mbak Endang
Kang Leles tersayang tetap milikmu

Paling enak sambal terasi
Sama enaknya rasa kuwaci
Besok kita pergi ke Bekasi
Nantikan aku di Karawaci

Kutaruh kuwaci didalam laci
Buat sangu apel ke Bekasi
Nanti kutunggu di Karawaci
’Kan kusiapkan sebuah taksi

Berpacaran sambil makan kuwaci
Jalan terjalpun akan kudaki
Sebelum diriku tiba di Karawaci
Janganlah engkau mendahului

Naik pesawat dari talang betutu
Sampai di Suta setengah satu
Tentu kutunggu tepat waktu
Tapi bawakanlah aku cerutu

Kalau tuan pergi ke kota
Naiklah delman ataupun ojek
Kalau nanti tuan ke jakarta
Jangan lupa bawa mpek-mpek

Kuda hebat ada di pulau sumbawa
Indramayu menghasilkan mangga
Bukan hanya empek2 ’kan kubawa
Tekwan dan model tentulah juga

Hendak kupetik si asam kandis
Tak ada kawan, naik sendiri
Pantun disusun buat sang gadis
Supaya bisa menjaga diri

Duduk bersila para bangsawan
Kopiah tapis, berlipat tajung
Disapa abang tampan rupawan
Adik manis langsung tersanjung

Satu purnama kasih terajut
Si abang belum tampak belangnya
Tak perlu sembah tak perlu sujud
Si gadis sudah lengket hatinya

Riuh rendah budak tertawa
Beradu gasing ditengah laman
Kemana mana slalu berdua
Bagaikan benang dengan sulaman

Pisang batu si-pisang kelat
Makanan monyet ditengah hutan
Hati sang gadis sudah terpikat
Rasa nak mati ditangan tuan

Harum semerbak wangi kenanga
Taruh sekuntum didalam kamar
Hati sang gadis berbunga-bunga
Si abang tampan datang melamar

Angkat gelas Raja bersulang
Minum anggur berwarna merah
Pengantin senang bukan kepalang
Hajad sepekan meriah sudah

Kayuh sampan hingga kehulu
Hendak menuju ke Indragiri
Sembilan pekan sudah berlalu
Tahunya abang sudah ber-istri

Tebang buluh di pulau panggung
Buluh ulung sudahlah tua
Minta cerai kepalang tanggung
Si gadis sudah berbadan dua

Rebana – gendang, indah dipukul
Tari sembah lalu tampilkan
Alangkah berat beban di pikul
Sudahlah nasip dikandung badan

Aduhai kasihan si gadis manis
Dulu dipuja, kini di hina
Siang malam hati menangis
Sesali badan tiada berguna

Dari medan menuju jawa
Singgah sejenak di raja basa
Pesan untuk adik semua
Jaga diri, sebelum binasa

Si mata empat mencabut pedang
Karna serunting tantang berlaga
Harta dan rupa boleh dipandang
Akhlak dan budi, teliti juga

Sungguhlah nikmat labu perigi
Di campur gula santan kelapa
Kemana badan dibawa pergi
Nasihat bunda, jangan dilupa

Basahlah badan karena peluh
Sapu tangan, tolong ambilkan
Tersusun rapi jari sepuluh
Ada salah mohon maafkan.

4 Responses to Pantun Anak Negeri

  1. ijin share di dinding fb saya admin :) thank u

  2. Terim akasih, bermanfaat sekali.. Adakah tips dlm membuat pantun dgn mudah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *