Pembuatan Unit Pengaduk Logam Cair

aaahjdHadijaya, Alumni Prodi Pendidikan Kimia FKIP UT UPBJJ Jakarta; Pensiunan PNS pada Jabfung Litkayasa BATAN PUSPIPTEK Serpong Banten, HP/WA : 08128727937

Pendahuluan

Pada proses pembuatan logam paduan dengan metode casting (peleburan dan penuangan), antara unsur utama dan unsur tambahan mengalami pencampuran. Pencampuran akan sempuma atau terjadi homogenitas yang baik pada produk tuang apabila unsur tambahan dapat terdistribusi secara merata sehingga semua unsur yang ada tamasuk juga unsur pengotor memiliki ikatan intermetalik yang baik. Pencampuran unsur-unsur secara kimiawi dalam suatu komposisi paduan logam akan memberikan pengaruh tertentu terhadap perilaku fisis dan mekanis dari produk tuang seperti kekuatan, keuletan dan kekerasan.
Dalam kondisi dimana unsur tambahan (serbuk Mg) akan ditambahkan kedalam cairan logam (AlMg2) pada suhu diatas 700°C, beberapa kendala yang kemungkinan besar dapat terjadi adalah serbuk Mg tidak segera larut dalam logam cair aluminium karena adanya perbedaan masa jenis. Masa jenis Mg (1.74 g/m) lebih kecil dari pada masa jenis Al (2.78 g/m) sehingga serbuk Mg mengambang diatas cairan aluminium. Disamping itu juga disebabkan karena adanya perbedaan fasa dimana pada saat pencampuran dilakukan, Mg masih dalam fasa padat sedangkan Al dalam fasa cair. Casting dengan perlakuan tertentu memungkinkan pencampuran tersebut terjadi dengan sempurna mengingat bahwa titik leleh Mg (650°C) lebih rendah dari pada titik leleh A1 (660°C). Untuk memperoleh produk tuang dalam pencampuran unsur yang sempurna maka salah satu cara perlakuannya adalah melalui metode mixed casting (peleburan disertai pengadukan).
Sehubungan dengan masalah tersebut telah dibuat satu unit pengaduk logam cair yang digunakan sebagai sarana dukung pada proses pembuatan logam paduan khususnya logam paduan Aluminium (AlMg2 atau AlMgSi) dengan cara casting. Tujuan rancangbangun alat aduk logam cair ini adalah untuk meningkatkan homogenitas pada penambahan unsur paduan dengan unsur utama dari logam produk tuang dengan cara pengadukan.

Bahan :
1.Plat besi ukuran 100 cm x l00 cm. sebanyak 1 lembar
2.Plat SS ukuran 50 cm x 50 cm. scbanyak l lembar
3.Pipa SS ukuran 100 cm, diameter 4 cm. sebanyak l batang
4.Pipa pejal SS ukuran 75 cm, diameter 0.5 cm, sebanyak 2 batang
5.Kabel power, sebanyak 1 roll (150 cm)
6.Kabel serabut halus, sebanyak 1 roll (200 cm)
7.Kawat las 1 dus (isi 100 batang)
8.Soket kecil l buah
9.Terminal kabel 1 buah
10.Dinamo 40 Watt, 50 – 150 Rpm sebanyak 1 buah
11.Lampu indikator warna kuning I buah
12.Mur/ baut 1 box isi 25, masing-masing terdiri dari 0.3″, 0.7″ dan 1.2″
13.Cat meni dan cat pilox masing-masing l kaleng

Alat :
1.Mesin potong plat
2.Gergaji besi
3.Mesin las
4.Gerinda
5.Mesin tekuk plat
6.Mesin bor

Rancang bangun alat aduk logam cair dilakukan secara bertahap yang dimulai dari pembuatan gambar disain selanjutnya menginventarisasi bahan dan peralatan yang diperlukan. Pekerjaan pembuatan alat aduk ini  dibagi menjadi 2 (dua) tahap yaitu pekerjaan mekanik yang merupakan pekerjaan awal dan pekerjaan instalasi elektrikal. Pekerjaan awal yang dilakukan adalah memotong plat besi dan membuat lubang-lubang untuk casing dengan ukuran sesuai gambar disain. Selanjutnya plat ditekuk untuk memberi bentuk bagian muka casing lalu dilakukan penyambungan bagian potongan plat dengan pengelasan. Casing harus disanggah oleh sebuah stager agar dapat berdiri tegak lurus keatas. Stager terdiri dari sebatang pipa SS yang salah satu ujungnya disambungkan ke selembar plat SS sebagai dudukan dengan cara dilas. Casing dicat warna krem sedangkan stager dari bahan SS cukup di-polish sehingga berkilau. Pekerjaan elektrikal dimulai dengan memasang terminal kabel, memasang kabel power yang berhubungan dengan lampu indikator maupun dinamo, menempatkan lampu indikator, menempatkan tombol-tombol ON-OFF dan tombol pengatur kecepatan aduk dan yang terakhir adalah menempatkan dinamo serta memasang pemegang tangkai aduk.

gamb1Dalam menentukan model atau bentuk alat aduk (Gambar-1), perancang menyesuaikan dengan keadaan melting furnace (tungku lebur) dimana unit alat aduk akan ditempatkan. Melting furnace memiliki sebuah krusibel grafit atau cawan lebur yang kedudukannya vertikal. Krusibel grafit adalah tempat bahan logam yang akan dilelehkan. Bagian bibir krusibel merupakan area mendatar terdiri dari susunan batu tahan api yang memungkinkan alat aduk dapat berdiri tegak (Gambar-2). Sesuai menurut keadaan melting furnace tersebut maka alat aduk harus dirancang dengan arah vertikal terhadap krusibel. Faktor lainnya yang harus disesuaikan dengan keadaan melting furnace adalah pengaruh uap panas terhadap keselamatan dinamo yang terdapat di dalam casing (rumahan) alat aduk. Pada proses peleburan bahan logam paduan AlMg2 diperlukan setting suhu melting furnace antara 700-800°C. Jarak alat aduk tahadap krusibel perlu disesuaikan agar dinamo tidak lekas rusak karena serangan uap panas. Altematif yang dilakukan adalah dengan cara memasang stager atau tiang penopang casing. Tiang dari bahan SS tersebut berdiri pada plat SS dimana plat SS juga berfungsi sebagai tutup krusibel. Bagian tengah plat SS diberi lubang kecil untuk pelumasan tangkai aduk.

gamb2Dimensi casing ditentukan dengan mempertimbangkan volume dinamo yang berbentuk silinder dengan ukuran diameter 9 cm dan tingginya 12 cm. Dinamo akan ditempatkan dibagian tengah ruang casing, untuk itu ruang casing harus cukup longgar sehingga memudahkan pemasangan terminal kabel yang menghubungkan power supply dengan dinamo serta lampu indikator. Dimensi casing yang ideal diperkirakan antara 60-70% lebih besar dari dimensi dinamo. Bentuk bagian dan dimensi casing sangat tergantung pada susunan benda-benda didalamnya dan dapat divariasi sesuai imajinasi perancang. Untuk diameter dinamo 9 cm, maka lebar ideal casing diperkirakan 14,4 cm -15,3 cm. Sedangkan tinggi ideal casing diperkirakan 19,2 cm – 20,4 cm. Bagian dasar casing harus diberi lubang yang proporsional berdiameter 7 cm untuk melewatkan as/ poros pada dinamo yang akan dihubungkan dengan sudu aduk. Pada persilangan diagonal lubang as (bagian dasar casing) juga diberi tempat lubang untuk mur/ baut agar duduknya dinamo lebih kokoh. Pelubangan lainnya pada casing yang cukup penting diantaranya untuk lintasan kabel power supply 1 cm, pelubangan untuk bagian-bagian tombol dalam bentuk lubang persegi empat berukuran 7 cm x 2,5 cm, lubang untuk lampu indikator berdiameter 1 cm serta lubang untuk ventilasi berdiameter 7 cm.

melting furnaceGambar 3. Tungku peleburan logam Aluminium (A dan B)

Pada pelaksanaan uji fungsi, alat aduk yang selesai dibuat kemudian dipasang atau ditempatkan diatas bilik pemanas tungku (Gambar-2 dan 3B) sehingga sudu-sudu pengaduk berada didalam krusibel tungku (cawan lebur). Cawan lebur diisi skrap AlMg2 (unsur utama) sebanyak 1000 gram dan serbuk Mg sebagai unsur tambahan sebanyak 20 gram. Tungku dioperasikan pada suhu 750°C dan alat aduk djjalankan selama 2 menit setelah skrap logam paduan AlMg2 mencair atau meleleh.

Tingkat homogenitas produk tuang dari uji fungsi yang dilakukan dikaji setelah produk tuang dianalisis komposisinya dengan metoda AAS. Pada percobaan peleburan logam paduan AlMg2 yang pernah dilakukan sebelumnya dipelajari bahwa proses peleburan pada suhu diatas 700°C dapat mengakibatkan terjadinya penurunan unsur Mg logam produk tuang sebagai pengaruh oksidasi. Komposisi unsur Mg pada skrap AlMg2 yang belum dilebur mecapai 2,4% akan tetapi setelah dilakukan peleburan dalam waktu 2 jam, unsur Mg hanya tersisa 0,8% hal ini tentu saja akan berdampak pada menurunnya mechanical properties logam tuang. Setelah dilakukan analisis komposisi dengan metode AAS ternyata unsur Mg yang terdapat didalam logam produk tuang AlMg2 menjadi 2,0%. Apabila pencampuran tersebut berlangsung sempurna, setidaknya unsur Mg pada logam tuang menjadi 2,8% bukan 2,0%. Pada uji fungsi penggunaan alat aduk hasil rancang-bangun selama 2 menit atau 120 detik tingkat homogenitas produk tuang AlMg2 mencapai 71,43% dan dengan waktu aduk 600 detik diperoleh tingkat homogenitas mencapai 85,35% (lihat Tabel-l).

Tabel-1. Data Pengaruh Waktu Aduk Terhadap Tingkat Homogenitas Logam AlMg2

tabel aduk

gamb3Hal ini menunjukkan kecenderungan bahwa panjangnya waktu aduk berpengaruh terhadap kenaikan tingkat homogenitas logam cor (Gambar-4). Beberapa faktor yang kiranya cukup mempengaruhi homogenitas antara lain metode penambahan unsur Mg dan lamanya waktu pengadukan, karena waktu pengadukan yang lebih panjang akan memberikan kesempatan serbuk Mg terdistribusi secara lebih merata. Namun demikian proses pemulihan unsur Mg pada logam produk tuang dapat dikatakan masih memenuhi jangkauan komposisi yang ditargetkan karena berdasarkan standar DIN 1725 part 1 edition 1967 dijelaskan bahwa kandungan Mg pada logam paduan AlMg2 berkisar antara l,7% sampai 2,4%.

Penutup

Alat aduk logam cor dapat beroperasi dengan baik dan cukup membantu pelaksanaan homogenitas logam cair khususnya bagi percobaan pembuatan logam paduan aluminium (AlMg2 atau AlMgSi). Tingkat homogenitas sebesar 71% untuk waktu aduk 2 menit dapat terus dinaikkan dengan memperpanjang waktu aduk. Unsur Mg sehanyak 20 gram (untuk mengkonpensasi kehilangan akibat oksidasi ) yang ditambahkan pada 1000 gram skrap AlMg2, menghasilkan produk tuang AlMg2 dengan kandungan Mg 2% memenuhi standar DIN 1725 tetapi masih perlu diteliti lebih jauh lagi mengenai keberadaan kandungan Mg pada logam produk tuang apakah dalam fasa padat atau fasa cair karena berpengaruh pada keuletannya.[Gway]

gwy

Teknologi Pangan Pada Pembuatan Permen Terong

Terong ialah tumbuhan pangan yang ditanam untuk buahnya. Ukuran buah terong berbeda-beda antara kecil hingga besar, bergantung kepada hasil budidaya. Buah terong mempunyai berbagai warna : ungu, hijau, dan putih. Buahnya biasa digunakan sebagai sayur untuk masakan.
Manfaat dari percobaan ini adalah untuk menyumbangkan informasi ilmu pengetahuan tentang teknologi pengolahan permen terong menjadi suatu pangan yang bernilai tambah serta disukai khalayak.
1. Alat yang digunakan :
– Pisau
– Baskom
– Kompor dan peralatan dapur
– Plastik tipis untuk pembungkus produk

2. Bahan
– Terong ungu 1 kg (pilih yang kecil kecil)
– Gula pasir 0,5 kg
– Vanila 1 bungkus
– Air bersih

terong1Bahan Baku Permen Terong

3.Cara pengolahan
– Siapkan 1 kg terong yang cukup muda lalu dipotong dan dibelah dadu
– Cuci dan rendam dalam air bersih
– Didihkan 4 liter air lalu larutkan 0,5 kg gula pasir, 1 bungkus vanili, dan masukkan terong yang telah disiapkan
– Proses perebusan dilakukan selama 45 menit atau sampai volume cairan gula mengering
– Selama perebusan tersebut diaduk terus secara merata
– Terong manis didinginkan dan siap dihidangkan atau dikemas dengan plastik tipis sebagai permen.

terong3 Diagram Alir Pengolahan Permen Terong

Dalam pembuatan permen terong, pemilihan buah terong yang segar merupakan faktor yang tak kalah pentingnya. Terong yang dipilih harus relatif muda berwarna ungu dan hal ini dapat diketahui dari warnanya yang belum begitu gelap. Terong yang warna ungunya agak pekat menandakan usianya sudah tua. Terong tua memiliki biji-biji yang cukup besar dan dapat mempengaruhi cita rasa saat dikunyah terlalu liat beda dengan terong muda.
Pemakaian gula pasir, hendaknya menggunakan gula produksi dalam negeri tipe SHS-1 (Super Head Sugar) yang memiliki butir relatif besar. Gula dalam negeri memiliki perbedaan dengan gula impor. Kelebihan gula dalam negeri adalah memiliki warna agak kekuningan dibanding gula impor. Warna kekuningan tersebut ikut mempengaruhi pembentukan karamel terutama pada saat berikatan dengan zat warna yang dikeluarkan oleh kulit terong. Hal ini sengaja dilakukan agar kesan warna coklat kehitaman pada produk terong benar-benar menyerupai tekstur warna korma tua yang telah banyak dikenal khalayak.

terong2Permen Terong siap dikemas/ dibungkus setelah dikeringkan

Pada proses pemasakan, terjadi peristiwa difusi dimana larutan glukosa dan vanili masuk kedalam daging terong sehingga mempengaruhi rasa serta kekenyalan yang mantap. Makin berkurang kadar airnya maka akan menghasilkan rasa manis yang tinggi pula sehingga menyerupai manisnya buah korma. Hal yang unik dari proses pengolahan permen terong yaitu pada proses pemasakan, dimana terjadi perisitiwa difusi larutan glukosa dan vanili masuk kedalam daging terong sehingga mempengaruhi rasa serta kekenyalan yang mantap
Disarankan agar penelitian dilanjutkan pada uji kadar gula, nilai gizi, kadar zat warna karoten serta antisipasi kemungkingan pertumbuhan mikroba.[Gway]

troongterrung

teerongteronng

Laporan Kegiatan Aktivasi Alumni UT per Juli 2018

Kegiatan aktivasi anggota baru Ikatan Alumni UT di Kawasan Perkantoran UT Pusat terasa agak berbeda suasananya dibanding dengan kegiatan aktivasi yang pernah berkali-kali dilakukan sebelumnya. Alasan pertama adalah hari Minggu 1 Juli 2018 masih dalam suasana halal bi halal karena masih bulan Syawal sehingga antara rekan-rekan pengurus satu sama lain saat bersalaman sambil mengucapkan kata : “maaf lahir batin yaa !”.
Alasan yang kedua dan terasa berkesan adalah dengan kehadiran Rektor UT secara non formal soalnya bertepatan dengan libur hari Sabtu. Baru kali ini tenda tempat pendaftaran calon alumni UT dikunjungi Rektor. Tampak ada rona ceria di wajah rekan-rekan pengurus IKAUTPUS dengan kehadiran orang nomor satu UT ini. Kehadiran pak Rektor langsung dimanfaatkan rekan-rekan untuk berfoto selfy, … pokoknya mantap dah.

wisudawan12wisudawan13wisuda6Lalu yang ketiga kami juga melakukan bincang-bincang dengan calon wisudawan, kali ini dengan wisudawan dari Pokjar – Balikpapan, berikut cuplikannya :

Hadijaya : Selamat siang bu, mari silahkan duduk dan kalau tak keberatan sambil memperkenalkan diri dengan kami pengurus pusat Ikatan Alumni UT.
Sri Wahyuningsih : Terimakasih bapak dan juga ibu-ibu, nama saya Sri Wahyuningsih, kami rombongan semuanya 8 orang sama-sama guru SD dari Balikpapan. Asal UPBJJ-nya Samarinda. Saya sendiri bekerja sebagai Guru Honorer di SDN 009 Kecamatan Balikpapan Utara – Kaltim. Saya pertama kali menjadi guru tahun 2011 pak, lalu mendaftar sebagai Mahasiswa UT mulai tahun 2013.

wisudawan00Hadijaya : Sekarang ibu mulai lega ya bu bisa hadir ke UT Pusat untuk mengikuti prosesi wisuda. Coba ibu ceritakan hal yang menyedihkan pada saat masih sebagai Mahasiswa UT.
Sri Wahyuningsih : Hal menyedihkan yang pernah saya alami adalah banyaknya tugas–tugas kuliah sementara anak saya sedang sakit, sedangkan saya tidak bisa mengurus anak saya yang sakit karena tugas kuliah yang harus segera dikumpulkan. Sebagai ibu tentunya saya sangat mengkhawatirkan anak saya dilain sisi sebagai mahasiswa saya harus konsisten menyelesaikan tugas dari dosen tepat waktu. Pada akhirnya saya harus menyelesaikan tugas dengan bermacam pekerjaan rumah tangga dan sambil mengajar pula, walaupun sering diliputi kekhawatiran sambil terus mengurus anak yang sakit saya tetap selesaikan tugas dari dosen. Alhamdulilah akhirnya saya dapat menyelesaikan tugas tepat waktu.

wisudawan11Hadijaya : Bagaimana kisahnya kok ibu bisa kuliah di UT, ibu dapat info darimana tentang UT ?
Sri Wahyuningsih : Saya pilih kuliah di UT setelah dapat info dari teman. Sebelumnya saya pernah kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta di Balikpapan namun tidak saya selesaikan pak lalu beralih ke Universitas Terbuka. Sebetulnya Perguruan Tinggi Swasta tersebut didominasi oleh banyak guru SMP, sedangkan saya  guru SD.

Hadijaya : Saya sebelumnya dapat info dari ibu Danella Cerelia, SPd, MM – Tutor dari Kaltim yang juga Ketua II IKAUT KALTIM bahwa seorang diantara calon wisudawan dari Pokjar – Balikpapan ini ada yang berhasil meraih IPK cukup tinggi (3,5) yaitu bu Sri Wahyuningsih sendiri, nah saya mau tanya apa kiat-kiat yang ibu lakukan sehingga dapat menyelesaikan kuliah di UT tepat waktu ?
Sri Wahyuningsih : Kiat–kiat saya bisa menyelesaikan kuliah adalah …
Yang pertama karena adanya peran dari dosen-dosen saya yang baik dan membimbing saya dari semester 1 sampai semester 10, saya selalu bertemu dengan dosen yang baik terhadap kami mahasiswanya. Dosen selalu datang setiap pertemuan dan selalu memberi kami tugas–tugas agar kami senantiasa membuka modul yang diberikan dari UT. Dosen–dosen kami itu tanggung jawab sekali dengan selalu datang setiap kali pertemuan.
Yang kedua, peran dosen/ tutor sangat membantu sekali dalam mengantarkan dan membukakan wawasan saya. Apabila ada hal-hal yang saya kurang paham saya tanyakan ke dosen/ tutor, trik yang biasa tutor berikan agar mahasiswanya menguasai materi adalah dengan memberi kami tugas-tugas agar kami mau mempelajari modul yang sudah diberikan. Selalu membaca modul apabila ada kesempatan/ waktu jauh–jauh hari sebelum ujian.

Hadijaya : Apa nilai tambah yang ibu rasakan setelah menyelesaikan kuliah di UT ?
Sri Wahyuningsih : Sebelum mengajar di SD, saya pernah mengajar di PAUD selama 4 tahun dari 2007 sampai 2011. Saat ada lowongan pencarian guru SD, saya mencoba mendaftar jadi guru SD walau hanya dengan ijazah SMA. Tahun 2011 saya menjadi guru SD, saya harus meningkatkan profesionalisme saya sebagai guru maka sayapun mengikuti kuliah di UT. Setelah kuliah di UT, Alhamdulilah saya yang tadinya “buta sama sekali” tentang pendidikan, tentang menghadapi peserta didik, tentang kesiapan media dan modul pendidikan, kini saya merasa sudah memiliki pengetahuan itu dan makin bertambah wawasan dan pengetahuan saya.

Hadijaya : Apa cita-cita dan harapan ibu setelah diwisuda besok dan meraih predikat S1 ?
Sri Wahyuningsih : Harapan saya setelah meraih S1 adalah bisa menjadi PNS karena sekarang saya masih honorer pak.

ipitUsai mewawancara calon wisudawan terbaik dari Kaltim tersebut kami langsung menghubungi Tutor untuk para mahasiswa UT Kaltim yaitu ibu Danella Cerelia, SPd, MM dan menanyakan langsung kunci sukses mengikuti kuliah jarak jauh yang diselenggarakan oleh UT. Beliau menjelaskan bahwa belajar mandiri dalam banyak hal adalah dengan pandai-pandai mengatur waktu secara efisien; rajin membaca modul; percaya diri dan berupaya untuk menerapkan strategi belajar CERDAS, yang maksudnya adalah :
C-cerdik menggunakan strategi belajar;
E-efektif menggunakan waktu belajar;
R-realistis merencanakan belajar;
D-dapat mencapai target belajar;
A-akurat merencanakan belajar;
S-spesifik dalam menetapkan tujuan/ target belajar. Maksudnya bahwa belajar di UT tujuannya bisa bermacam macam, misal untuk mengembangkan kemampuan diri, mendukung karier atau kemampuan profesional, memperoleh kompetensi/ kualifikasi pendidikan sebagai persyaratan, mengubah dan memperbaiki masa depan.
Demikian ibu Danella Cerelia, SPd, MM menambahkan penjelasan pada saat kami konfirmasi via telephon seluler.
Sebetulnya masih banyak lagi wisudawan UT dengan IPK tinggi (>3,5) namun pada kesempatan ini ibu Sri Wahyuningsih yang kami wawancarai karena secara kebetulan bertemu dengan kami pada saat kegiatan aktivasi alumni.

kaltim4Calon wisudawan yang berdatangan dari berbagai UPBJJ UT ke Wilayah Perkantoran UT Pusat mencapai sekitar 1250 orang. Sebagian telah hadir lebih awal di Pondok Cabe yaitu hari Sabtu, 30 Juni 2018. Mereka menginap diberbagai tempat seperti Wisma UT, Kos-kosan dan Penginapan baik di Pamulang maupun di sekitar UT Pondok Cabe. Kegiatan aktivasi alumni baru berlangsung dari hari Sabtu, Minggu dan Senin. Pada hari Senin diberikan Sosialisasi guna memperkenalkan organisasi alumni UT dengan nama IKA-UT. Acara sosialisasi disampaikan langsung di Gedung UTCC pada hari Senin, 2 Juli 2018 oleh Hadijaya, MPd selaku Ketua II- IKAUTPUS.

wisuda8Pada kesempatan tersebut Hadijaya menyampaikan mengenai pentingnya peran alumni baru dalam mendukung dana beasiswa bagi mahasiswa UT yang berprestasi namun secara financial kurang mampu. Cukup ringan, calon alumni cukup membayar uang Rp. 35.000,- (Tiga puluh lima ribu rupiah) hanya sekali bayar untuk seumur hidup. Uang tersebut bernilai sodaqoh jariah karena sebagiannya untuk digunakan membantu adik-adik mahasiswa UT sendiri yang telah diseleksi dan dinyatakan layak menerima beasiswa. Gerakan beasiswa tersebut telah menjadi program IKAUT baik di Pusat maupun Daerah.
Adapun penyerahan daftar nama calon alumni dilakukan pada hari Selasa, 3 Juli 2018 dan disampaikan usai prosesi wisuda oleh Rektor UT kepada Drs. Leles Sudarmanto MM (Sekjen IKAUTPUS). Demikian sekilas info kami laporkan dari Kawasan UT Pondok Cabe Pamulang BANTEN.[Gway]

Pelunakan Logam Paduan AlMgSi Melalui Annealing

aneHadijaya, Alumni Prodi Pendidikan Kimia FKIP UT UPBJJ Jakarta

Abstrak
Telah dilakukan pelunakan AlMgSi melalui proses perlakuan panas atau Annealing (anil) dengan maksud agar AlMgSi dapat dimanfaatkan sebagai pengganti AlMg2. Penelitian dilakukan dengan batasan pengujian kekerasan mikro terhadap AlMgSi sebelum anil maupun setelah anil. Kekerasan mikro AlMg2 adalah 46,36 HVN atau lebih lunak dari pada AlMgSi sebelum mendapat perlakuan (80,98 HVN). AlMgSi hasil anil dikomparasi terhadap kekerasan AlMg2. Parameter anil adalah pemanasan pada suhu 400C, 500C, dan 600C dengan waktu 60 menit, 180 menit, dan 300 menit serta diikuti dengan solidifikasi secara atmosferik maupun solidifikasi di dalam tungku. Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa anil selama 60 menit pada suhu 500C diikuti pendinginan atmosferik ternyata menghasilkan pelunakan mencapai 43,06 HVN atau setara dengan 46,82% softening dan merupakan parameter yang paling sesuai untuk pelunakan AlMgSi agar mendekati kekerasan AlMg2. Parameter lain yang memungkinkan agar AlMgSi dapat dilunakkan sehingga kekerasannya setara dengan AlMg2 adalah jika anil dilakukan selama 60 menit pada suhu 525C; atau selama 180 menit pada suhu 547C; atau selama 300 menit pada suhu 536C.
Kata kunci : Paduan AlMgSi dan AlMg2, Annealing (Anil), Pelunakan, Kekerasan mikro

Pendahuluan
Kelongsong bahan bakar nuklir harus memenuhi persyaratan khusus seperti sifat mekanik yang baik, ketahanan korosi sifat fisis dan kimia yang memadai serta mempunyai sifat penyerap neutron yang rendah[1]. Sifat thermal kapasitas panas merupakan parameter penting sebagai persyaratan untuk bahan kelongsong.
Paduan AlMg memiliki ketahanan korosi yang sangat baik, dan sejak dulu dikenal dengan sebutan Hidronalium. Adanya Cu dan Fe memberi dampak negatif pada ketahanan korosi sehingga perlu pencegahan terhadap tercampurnya unsur pengotor pada saat proses pembuatan. Paduan dengan 2-3% Mg memiliki sifat mudah ditempa, dirol dan ekstruksi. Paduan AlMg yang dikenal misalnya paduan 5052, paduan 5056 dan paduan 5083.
Paduan Al-Mg-Si dikenal sebagai paduan 5053, paduan 6063 dan paduan 6061. Kelebihan dari paduan ini yaitu: sangat liat, mampu dibentuk dengan penempaan pada temperatur biasa, mampu dibentuk dengan baik melalui ekstrusi serta tahan terhadap korosi. Paduan dalam sistem ini mempunyai kekuatan yang baik namun tanpa hantaran listrik, maka cocok pula digunakan sebagai bahan kabel rumah tangga. Oleh karena itu pada saat proses pembuatan AlMgSi perlu dihindari tercampurnya unsur Cu, Fe dan Mn karena unsure-unsur ini menyebabkan tahanan listrik menjadi tinggi.
Paduan aluminium merupakan logam ringan yang umum digunakan dalam bidang konstruksi dan trasnportasi. Paduan aluminium juga digunakan dalam industri nuklir sebagai bahan komponen struktur dan kelongsong elemen bakar nuklir. Kelongsong berfungsi sebagai pembungkus bahan bakar yang harus memiliki kekuatan dan ketahanan yang memadai untuk mengungkung bahan bakar dan produk fisi. Penggunaan paduan alumunium didasari pada sifat-sifat yang dimilikinya memenuhi persyaratan sebagai bahan kelongsong, seperti sifat neutronik, sifat fisik, sifat termal, sifat mekanik dan densitas yang relative tinggi akan meningkatkan burn-up yang tinggi pula[2].
Saat ini sebagai bahan kelongsong yang digunakan dalam industri nuklir di Indonesia untuk elemen bahar di RSG-GA Siwabessy adalah AlMg2 dan AlMgSi1 dengan angka muat uranium 2,96 mg/cm3, sedangkan dalam perkembangannya diperlukan penelitian bahan kelongsong untuk bahan bakar dengan tingkat muat tinggi. Kelongsong elemen bakar nuklir berfungsi untuk mengungkung keluarnya bahan nuklir dan hasil fisi ke pendingin primer yang terjadi saat reaksi nuklir di reaktor.
Pembentukan Kristal logam agar sel satuan memiliki orientasi yang mendekati arah tertentu dapat dilakukan dengan cara deformasi, misalnya paduan AlMgSi dianil pada waktu dan suhu tertentu. Sebagai bahan struktur yang memiliki kekuatan mekanik lebih tinggi dari AlMg2 maka pada percobaan ini AlMgSi dikenai proses anil guna menurunkan kekerasannya hingga menyamai kekerasan AlMg2. Inisiatif dilakukan guna dapat memanfaatkan AlMgSi yang cadangannya masih sangat banyak sebagai pengganti AlMg2 yang semakin berkurang agar kelangkaan tersebut teratasi.
Penelitian ini dilakukan dengan batasan pengujian kekerasan mikro terhadap AlMgSi dan AlMg2 sebelum perlakuan maupun setelah perlakuan. Percobaan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kemungkinan softening (pelunakan) melalui proses anil sehingga AlMgSi dapat dimanfaatkan sebagai pengganti AlMg2.

Tinjauan Teori
Aluminium adalah logam lunak dan ulet dengan struktur kubus pusat muka (FCC) yang mempunyai sifat tahan korosi, sifat penghantar listrik dan panas yang baik[3]. Paduan aluminium memiliki kekuatan yang memadai dan sifat termal yang baik. Kekuatan tersebut merupakan hasil pembentukan larutan padat substitusional yang menggantikan kedudukan atom Al oleh atom Mg dan Si. Pembentukan larutan padat menimbulkan medan tegangan di sekitar atom yang tersubstitusi[4].
Orientasi setiap butir berbeda dengan yang lain, orientasi bidang slip pada butir-butir juga akan berbeda-beda. Sebagai akibatnya pergerakan dislokasi akan terhambat. Gerakan dislokasi yang akan menyebrangi batas butir memerlukan tegangan yang lebih besar sehingga dengan dmeikian batas butir akan menjadi penghalang dan penghambat gerakan dislokasi. Butir yang semakin cenderung akan semakin memperbanyak batas butir. Batas butir yang banyak akan mengakibatkan gerakan dislokasi semakin sukar karena semakin banyak rintangan.
Pengerasan presipitasi ini akan menurun kekuatannya bila mengalami suhu overaging. Penguatan logam tanpa pengaruh suhu overaging dapat dilakukan dengan metode dispersi. Distribusi presipitat dalam bentuk partikel endapan fasa kedua ini menimbulkan tegangan Dalam (internal Stress). Tegangan yang ditimbulkan semakin besar sehingga mengakibatkan semakin meningkatnya kekuatan atau kekerasan.
Penguatan dan pengerasan paduan aluminium dapat pula diperoleh dengan cara strain hardening (pengerasan akibat regangan) melalui perolan. Perolan panas yang dilakukan pada suhu diatas level rekristalisasi akan menyebabkan deformasi yang disertai dengan peristiwa pelunakan dalam mekanisme recovery, rekristalisasi dan pertumbuhan butir[5]. Besarnya pelunakan dari masing-masing mekanisme itu tergantung pada jenis paduan aluminium, suhu dan laju peregangan.
Aluminium mempunyai stacking fault energy (energi salah tumpuk), dila di-deformasi pada suhu tinggi akan mengalami rekristalisasi dinamik. Energi salah tumpuk pada aluminium cukup tinggi yaitu sekitar 200 erg/cm2 sedangkan pada SS-304 sebesar 20 erg/cm2. Meskipun demikian sifat aluminium cukup lunak karena peningkatan kekerasannya relatif kecil. Mekanisme recovery dinamik cukup berperan pada proses pelunakan aluminium.

Tata Kerja
1. Bahan yang digunakan meliputi :
AlMgSi dan AlMg2 masing-masing dalam bentuk pelat. AlMg2 digunakan sebagai pembanding sedangkan AlMgSi adalah material yang akan diturunkan kekerasannya.
Bahan kimia untuk preparasi sampel analisis metalografi terdiri dari :
-Resin, adalah suatu polimer yang agak kental digunakan untuk mengungkung potongan sampel agar mudah dipegang saat di-grinding dan di-polishing.
-Cairan acrylic, adalah bahan peroksida yang berfungsi sebagai pengeras (hardener)
-Pasta dengan merk AP-D suspension 1 µm alumina, deagglomerated yang digunakan untuk melumas permukaan sampel agar mengkilap dengan baik saat di-polishing.

2. Alat yang digunakan antara lain :
-Neraca analitis jenis Mettler Toledo Al 204, adalah alat untuk menimbang bahan baku serbuk logam.
-Heat treatment furnace Tmax 1200C N41/H Naberterm, adalah alat untuk memanaskan logam.
-Accutom kecepatan 600 rpm, adalah alat atau mesin potong logam.
-Grinder/polisher jenis Struers kecepatan putar 1000 rpm, adalah alat untuk menghaluskan/memoles permukaan
sampel.
-Dryer box Tmax 300C jenis Struers, adalah alat pengering untuk sampel.
-Micro hardness tester Leitz Jenis Vicker’s magnifikasi 50x, adalah alat untuk menguji kekerasan mikro logam.

3. Langkah kerja
Paduan AlMg2 dan AlMgSi masing-masing dipreparasi dengan cara dipotong dengan ukuran 1×1 cm untuk sampel uji keras. Khusus paduan AlMgSi diberikan perlakuan anil :
-Selama 300 menit pada suhu 400C, 500C dan 600C dilanjutkan dengan solidifikasi (pendinginan) dalam tungku.
-Selama 60-300 menit pada suhu 400C, 500C dan 600C dilanjutkan dengan solidifikasi atmosferik (pendinginan di udara terbuka).
Spesimen AlMgSi dari hasil proses anil yang akan diuji kekerasan mikronya terlebih dahulu dipotong, digerinda dan dipoles sampai diperoleh permukaan yang rata, halus dan mengkilap. Selanjutnya spesimen di-indentasi menggunakan alat Microhardness tester guna memperoleh diagonal jejakan d1 dan d2 yang kemudian dihitung d rata-ratanya. Nilai diagonal rata tersebut diproyeksikan pada tabel standar Microhardness Vicker’s dari pabrikan alat sehingga kekerasan mikro dalam satuan HVN (Hardness Vicker’s Number) dapat diketahui.

Hasil dan Pembahasan
Data hasil uji kekerasan AlMg2 maupun AlMgSi sebelum dianil seperti pada Tabel 1 dimana menunjukan bahwa kekerasan AlMg2 adalah 46,36 HVN atau lebih lunak dari pada AlMgSi (80,98 HVN). Perbedaan kekerasan kedua jenis paduan aluminium tersebut adalah merupakan hasil perolan saat difabrikasi. Perolan merupakan proses deformasi yang menyebabkan aluminium mengalami pengerasan akibat regangan (strain hardening). Peningkatan kekerasan paduan AlMg2 memang berbeda dengan peningkatan kekerasan AlMgSi karena adanya perbedaan komposisi unsur paduan. Perolan yang dilakukan pada saat pabrikasi mengakibatkan terjadinya peningkatan energi salah tumpuk (stacking fault energy). Pada kondisi tersebut paduan aluminium mengalami rekristalisasi. Adanya unsur Si dalam paduan menyebabkan AlMgSi lebih keras dibandingkan dengan paduan AlMg2. Oleh sebab itu agar cadangan AlMgSi memiliki daya guna sebagaimana AlMg2 bagi keperluan pembuatan elemen bakar nuklir maka paduan AlMgSi perlu dilunakkan melalui perlakuan panas (dianil).
Pada penelitian ini dilakukan suatu trial and error yaitu AlMgSi dianil selama 300 menit pada suhu 400C, 500C dan 600C dilanjutkan solidifikasi dalam tungku. Data pengaruh anil dengan solidifikasi dalam tungku terhadap kekerasan mikro AlMgSi seperti pada tabel 2a. Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa anil dengan waktu yang sama maka paduan AlMgSi akan semakin lunak jika suhu anil relatif lebih tinggi. Efek anil pada suhu rendah (400C) menyebabkan kekerasan mikro yang semula 80,98 HVN turun menjadi 29,52 HVN (=68,21% softening) sedangkan anil pada suhu yang lebih tinggi (600C) menghasilkan kekerasan yang lebih rendah lagi yaitu 25,74 HVN (=63,47% softening). Anil selama 300 menit tersebut menghasilkan efek pelunakan diluar target yang diharapkan atau dengan kata lain bahwa proses anil selama 300 menit pada suhu 400C, 500C dan 600C mengalami error. Efek anil menghasilkan pelunakan dalam range : 68.21% – 63,47% (Gambar 1). Sedangkan reduksi kekerasan mikro AlMgSi yang diharapkan adalah dalam kisaran 42,75% softening atau setara kekerasan sampel acuan (AlMg2) yaitu 46,36 HVN.

agb1Gambar 1. Hubungan suhu anil selama 300 menit terhadap kekerasan mikro
AlMgSi berdasarkan perbedaan kondisi solidifikasi

Oleh sebab itu dilakukan pula penelitian lanjut yaitu AlMgSi dianil selama 300 menit pada suhu 400C, 500C dan 600C tetapi solidifikasi dilakukan secara atmosferik. Data pengaruh anil dengan solidifikasi secara atmosferik terhadap kekerasan mikro AlMgSi seperti pada Tabel 2b. Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa anil dengan waktu yang sama (300 menit) maka paduan AlMgSi akan melunak jika suhu anil relatif lebih rendah (Gambar 1). Anil pada suhu 4000C menghasilkan pelunakan 31,74 HVN (=39,19% softening) sedangkan anil pada suhu yang lebih tinggi (600C) menghasilkan pelunakkan 66,5 HVN (=82,11% softening). Anil selama 300 menit yang dilanjutkan dengan pendinginan secara atmosferik dapat menghasilkan pelunakan dengan kekerasan akhir yang mendekati nilai 46,36 HVN dan hasil pelunakan berada dalam range : 39,19% – 82,11%.
Pada Gambar 1, tampak bahwa pengaruh anil selama 300 menit yang dilakukan dalam range suhu 400-600C menunjukan perbedaan karena pengaruh pendinginan (solidifikasi). Solidifikasi dalam tungku dilakukan dengan cara mendiamkan spesimen setelah dipanaskan pada suhu tertentu agar kembali ke suhu kamar seiring dengan turunnya suhu tungku, sehingga laju pendinginan berjalan lebih lambat ketimbang pendinginan pada udara terbuka atau solidifikasi atmosferik. Oleh sebab itu pelunakan dengan metode solidifikasi dalam tungku menghasilkan kekerasan yang makin rendah. Laju pendinginan yang lambat mengakibatkan mekanisme recovery berperan sangat dominan dalam pelunakan sehingga menyebabkan paduan AlMgSi mengalami deformasi sehingga menjadi sangat lunak dibandingkan dengan anil pada suhu yang sama namun dilanjutkan dengan pendinginan secara atmosferik.
Penelitian dilakukan berdasarkan range waktu 60 sampai 300 menit pada suhu 400C, 500C dan 600C dengan solidifikasi atmosferik. Data pengaruh anil selama 60 sampai 300 menit pada suhu 400C, 500C dan 600C terhadap kekerasan mikro AlMgSi pada Tabel 3.

agb2a
Gambar 2a. Hubungan suhu anil terhadap kekerasan mikro AlMgSi
diikuti solidifikasi atmosferik.

Berdasarkan penelitian anil dengan solidifikasi atmosferik yang dilakukan pada parameter tersebut seperti Gambar 2a dimana dapat diketahui bahwa akibat pemanasan selama 60 menit pada suhu relatif rendah (400C) dari suhu rekristalisasi maka AlMgSi dapat dilunakkan kekerasannya yang semula 80,98 HVN menjadi 32,3 HVN (60,11%). Hasil pemanasan selama 60 menit pada suhu lebih tinggi yaitu 500C maka kekerasan AlMgSi menjadi 43,06 HVN (46,82%) atau hampir mendekati kekerasan AlMg2 original. Sedangkan hasil pemanasan selama 60 menit pada suhu tertinggi yaitu 600C maka kekerasan AlMgSi menjadi 63,48 HVN (21,61%).
Anil dengan solidifikasi atmosferik yang dilakukan dengan masa 180 menit pada suhu relatif rendah (400C) dari suhu rekristalisasi maka AlMgSi dapat dilunakkan kekerasannya yang semula 80,98 HVN menjadi 37,16 HVN (54,11%). Pada pemanasan selama 180 menit dengan suhu yang lenih tinggi yaitu 500C maka AlMgSi dapat dilunakkan kekerasannya yang semula 80,98 HVN menjadi 39,46 HVN (51,27%). Sedangkan hasil pemanasan selama 180 menit pada suhu 600C menyebabkan kekerasan AlMgSi menjadi 58,37 HVN (27,92%).
Selanjutnya, eksperimen anil dengan solidifikasi atmosferik yang dilakukan dengan masa lebih lama yaitu 300 menit pada suhu relatif rendah (400C) dari suhu rekristalisasi maka AlMgSi dapat dilunakkan kekerasannya yang semula 80,98 HVN menjadi 31,74 HVN (60,80%). Pada pemanasan selama 300 menit dengan yang suhu lebih tinggi yaitu 500C maka AlMgSi dapat dilunakkan kekerasannya yang semula 80,98 HVN menjadi 38,68 HVN (52,23%). Sedangkan hasil pemanasan selama 300 menit pada suhu 600C menyebabkan kekerasan AlMgSi yang semula 80,98 HVN turun mnenjadi 66,5 HVN (17,88%).
Proses anil dengan solidifikasi atmosferik menunjukkan bahwa prosentase pelunakan makin rendah dengan makin tingginya suhu anil. Peran pelunakan oleh mekanisme recovery masih dominan khususnya recovery dynamic. Pada deformasi yang lebih tinggi yaitu pada suhu 600C selama 300 menit kekerasan paduan AlMg2 terlihat mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan karena pada deformasi yang lebih besar butir-butir hasil deformasi memiliki energi dalam yang tinggi disebabkan oleh tingginya kerapatan dislokasi itu. Kerapatan dislokasi pada tingkat deformasi menyebabkan makin banyak batas butir yang merupakan rintangan terhadap gerakan dislokasi. Disamping itu pembentukan fasa kedua menjadi dipercepat dengan makin besarnya derajad deformasi sebagai efek dari solidifikasi atmosferik. Hal ini berarti ikut menghambat gerakan dislokasi sehingga memberikan kontribusi pada pelunakan sehingga sifat kekerasan AlMgSi cenderung lebih tinggi pada anil 600C dibandingkan dengan anil 400C.
Grafik pada Gambar 2a menunjukan bahwa anil AlMgSi diatas suhu 400C sampai 600C dalam solidifikasi atmosferik memiliki kecenderungan peningkatan kekerasan, sehingga dapat diketahui hasil pelunakan terendah dan tertinggi. Parameter anil selama 60 menit pada suhu 500C ternyata menghasilkan pelunakan mencapai 43,06 HVN atau setara dengan 46,82% softening dan merupakan parameter yang paling sesuai untuk pelunakan agar kekerasan AlMgSi yang dihasilkan sesuai dengan kekerasan AlMg2.
Guna mengetahui parameter anil secara solidifikasi atmosferik yang sesuai range pelunakan AlMgSi yang diharapkan (46,36 HVN) maka dengan menggunakan cartesien graph Gambar 2a ditarik garis sejajar sumbu absis (kekerasan mikro 46,36 HVN) hingga memotong garis hubungan waktu anil lalu diproyeksikan sejajar sumbu ordinat sehingga suhu anil dapat terbaca seperti ditunjukan pada gambar 2b.

agb2b
Gambar 2b. Prediksi suhu anil AlMgSi diikuti solidifikasi atmosferik yang dapat
diterapkan jika target kekerasan mikro AlMg2 = 46,36 HVN.

Untuk melunakkan AlMgSi agar mencapai kekerasan setara AlMg2 original maka anil dapat dilakukan selama 60 menit pada suhu 525C ; atau selama 180 menit pada suhu 547C; atau selama 300 menit pada suhu 536C.

Kesimpulan
Kekerasan mikro AlMg2 adalah 46,36 HVN atau lebih lunak dari pada AlMgSi sebelum mendapat perlakuan (80,98 HVN). Setelah AlMgSi hasil anil dikomparasi terhadap kekerasan AlMg2 disimpulkan bahwa anil selama 60 menit pada suhu 500C diikuti pendinginan secara atmosferik ternyata menghasilkan pelunakan mencapai 43,06 HVN atau setara dengan 46,82% softening dan merupakan parameter yang paling sesuai untuk pelunakan AlMgSi agar mendekati kekerasan AlMg2.
Saran
Disarankan agar dapat melanjutkan ke eksperimen lanjut dengan mengaplikasikan anil dengan parameter lain yang memungkinkan agar AlMgSi dapat dilunakkan sehingga kekerasannya setara dengan AlMg2. Parameter lain adalah anil dilakukan selama 60 menit pada suhu 525C; atau selama 180 menit pada suhu 547C; atau selama 300 menit pada suhu 536C pada solidifikasi secara atmosferik serta dilengkapi dengan analisis struktur mikro.

pns1

labmetal

Teknologi Pembuatan Mie Berbahan Dasar Pisang

Masyarakat Indonesia sudah banyak mengolah buah pisang menjadi kripik pisang, sale pisang, pisang molen. Mengingat bahwa pengolahan pisang menjadi mie masih belum dikenal luas oleh masyarakat dan terbilang baru, maka perlu kiranya diperkenalkan pula.

punti6 Gambar 1. Percobaan Pembuatan Mie Pisang

Penelitian dan percobaan pengolahan pisang ini dilakukan untuk memanfaatkan buah pisang menjadi mie yang bercita rasa sehingga dapat menyumbangkan perbendaharaan pangan yang bermanfaat bagi masyarakat. Penelitian dilakukan untuk menambah pengetahuan pengolahan sehingga menjadi lebih berguna bagi masyarakat dan dapat juga menambah perekonomian bila hasilnya dapat diperdagangkan.

Pisang merupakan tanaman yang dikenal oleh semua lapisan masyarakat Indonesia. Di dunia internasional pun telah menjadi komoditas ekspor dalam bentuk buah-buah segar, keripik pisang maupun tepung pisang. Selain mengandung karbohidrat pisang juga banyak mengandung nutrisi yang diperlukan tubuh kita, seperti vitamin A dan B serta mengandung nilai energi yang tinggi. Pisang adalah tanaman yang peyebarannya sangat luas di dunia. Penyebaran pisang meluas dari dataran rendah sampai dataran tinggi, baik yang di budidayakan maupun yang di tanam sembarang di kebun atau di halaman. Komering Ulu Palembang hingga daerah Lampung merupakan penghasil pisang cukup banyak diwilayah Sumatera bagian Selatan.

Di daerah dengan hujan merata setiap tahun, produksi pisang dapat berlangsung tanpa mengenal musim.Indonesia, Kepulauan Pasifik, negara-negara Amerika Tengah dan Brasil dikenal sebagai negara utama pengekspor pisang. Masyarakat di negara-negara Afrika dan Amerika Latin dikenal sangat tinggi mengonsumsi pisang setiap tahunnya. Pisang juga menjadi komoditas ekspor terutama untuk golongan Cavendish dalam bentuk buah-buah segar, keripik pisang atau juga tepung pisang. Golongan plantain group yang beberapa jenisnya terdapat di Indonesia juga di jadikan komoditas ekspor tetapi bukan dalam bentuk olahan tepung pisang. Untuk menjadi bahan komoditas ekspor, selain jumlah hasil cukup besar, juga harus memenuhi standar yang di tentukan.

punti1

Gambar 2. Pisang Kepok

Berdasarkan cara konsumsi buahnya, pisang dikelompokkan dalam dua golongan, yaitu pisang meja (Dessert Banana) dan pisang olah (plantain, Cooking Banana). Pisang meja dikomsumsi dalam bentuk segar setelah buah matang, sepeti pisang ambon, susu, raja, seribu dan sunripe. Pisang olahan dikomsumsi setelah digoreng, direbus, dibakar atau dikolak, seperti pisang kepok, siam, kapas, tanduk dan uli. Buah pisang diolah menjadi berbagai produk, seperti sale, kue. Selain memberikan kontrribusi gizi lebih tinggi tinggi dari pada apel, pisang juga dapat menyediakan cadangan energi dengan cepat bila dibutuhkan. Termasuk ketika otak mengalami keletihan.

Nilai energi pisang sekitar 136 kalori untuk setiap 100 gram, yang secara keseluruhan berasal dari karbohidrat. Nilai energi pisang dua kali lipat lebih tinggi dari pada apel. Apel dengan sama (100 gram) hanya mengandung 54 kalor. Karbohidrat pisang merupakan energi sedikit lebih lambat dibandingkan dengan gula pasir dan sirup, tetapi lebih cepat dari nasi, biscuit dan sejenis roti.

Kandungan energi pisang merupakan energi instan, yang mudah tersedia dalam waktu singkat, sehingga bermanfaat dalam menyediakan kebutuhan kalori sesaat. Karbohidrat pisang merupakan karbohidrat kompleks tingkat sedang dan tersedia secara bertahap, sehingga dapat menyediakan energi dalam waktu tidak terlalu cepat. Karbohidrat pisang merupakan cadangan energi yang sangat baik digunakan bagi tubuh.

Gula pisang merupakan gula buah, yaitu terdiri dari fruktosa yang mempunyai indek glikemic lebih rendah dibandingkan dengan glukosa, sehingga cukup baik sebagai penyimpanan energi karena sedikit lebih lambat dimetabolisme. Sehabis bekerja keras atau berpikir, selalu timbul kantuk. Keadaan ini merupakan tanda-tanda otak kekurangan energi, sehingga aktivitas secara biologis juga menurun. Glukosa tersebut terutama diperoleh dari sirkulasi darah otak karena glikogen sebagai cadangan glukosa sangat terbatas keberadaannya. Glukosa darah terutama didapat dari asupan makanan sumber korbohidrat. Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, kalsium dan besi. Bila dibandingkan dengan jenis makanan nabati lain, mineral pisangf, khususnya besi, hampir seluruhnya (100 persen) dapat diserap tubuh.

Berdasarkan berat kering, kadar besi pisang mencapai 2 miligram per 100 gram dan seng 0,8 mg. bandingkan dengan apel, yang hanya mengandung 0,2 mg besi dan 0,1 mg seng untuk berat 100 gram. Kandungan vitaminnya sangat tinggi, terutama provitamin A, yaitu betakaroten, sebesar 45 mg per 100 gram berat kering, sedangkan pada apel hanya 15 mg. pisang juga mengandung vitamin B, yaitu tiamin, riboflavin, niasin dan vitamin B6 (piridoxin). Kandungan vitamin B6 pisang cukup tinggi, yaitu 8 seesar 0,5 mg per 100 gram. Selain berfungsi sebagai koenzim untuk beberapa reaksi dalam metabolisme protein, khususnya serotonin. Serotonin diyakini berperan aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak. Vitamin B6 juga berperan dalam metabolisme energi yang berasal dari karbohidrat. Peran vitamin B6 ini mendukung ketersediaan energi bagi otak untuk aktivitas sehari-hari. Namun, kandungan protein dan lemak pisang kurang bagus dan sangat rendah, yaitu hanya 2,3 persen. Meski demikian, kandungan lemak dan pisang masih lebih tinggi dari apel, yang hanya 0,3 persen.

Dalam pembuatan panganan atau makanan dari pisang, jenis pisang perlu diperhatikan karena setiap jenis pisang memiliki rasa, aroma dan kadar air yang berbeda. Contoh pada pembuatan keripik pisang, pisang yang digunakan pisang Ambon, dan pisang jenis Plantain, seperti pisang tanduk dan kepok. Pisang jenis ini lebih dipilih untuk digunakan karena kadar air yang dikandungnya lebih sedikit yakni 66,4% per 10 gram sedangkan pisang-pisang golongan Acuminata mengandung air 75,7% per 100 gram.
Membuat mie dengan memanfaatkan pisang sebagai bahan baku. Perbandingan terigu dengan pisang yang optimal adalah 2:1. Rasa mie cukup gurih, jika pisang kepok yang digunakan cukup masak dan masa garam yang ditambahkan dalam adonan proporsional. Mie pisang yang dimasak (rebus) akan memiliki tekstur kenyal. Mie pisang dikeringkan dalam microwave sebagai mie instan. Mie yang dikeringkan dapat disimpan sampai 2 pekan. Pisang memang dapat diolah menjadi mie dan baik untuk dikomsumsi.

punti8

Gambar 3. Praktek Memasak Mie goreng

Bahan, terdiri dari :
Pisang kepok; Tepung terigu; Minyak goreng; Telur ayam; Garam dapur; Kunyit; Jahe, Serai, Ketumbar dan Air secukupnya
Alat, terdiri dari :
Blender; Penggiling mie;
Pisau; Oven/microwave; Timbangan; Panci; Wadah/ Baskom; Peralatan memasak, dll.

punti2

Gambar 4. Adonan mie pisang yang sudah kalis (homogen)

Cara kerja
Pembuatan mie pisang ini menggunakan bahan dasar tepung terigu dan pisang kepok masak dengan perbandingan 2:1. Pisang yang digunakan terlebih dahulu direbus hingga lunak dan dapat dihaluskan atau dapat pula dilakukan dengan cara menghaluskan buah pisang menjadi bubur dengan menggunakan blender. Bubur pisang dimasukkan kedalam baskom kemudian dicampur dengan terigu, telur dan kunyit. Terus diaduk hingga tercampur rata dan menjadi adonan yang kenyal dan tidak lengket, selanjutnya lakukan penggilingan secara bertahap hingga adonan berbentuk mie. Jika minyak goreng dalam komposisi tersebut tidak optimal maka adonan mie yang dihasilkan sangat lengket, permukaannya tidak licin dan sulit digiling atau dicetak. Hanya dengan minyak yang cukup akan diperoleh hasil lebih baik.
punti3

Gambar 5. Menggiling Mie basah

punti4Gambar 6. Mie pisang yang masih basah baru selesai digiling

Mie basah tersebut boleh dikeringkan dalam oven jika menginginkan untuk disimpan beberapa hari atau langsung direbus jika ingin segera dikonsumsi. Setelah direbus lalu ditiriskan dan tempatkan dalam mangkuk.
Selanjutnya sediakan bumbu-bumbu untuk menambah citarasa. Bumbu terdiri dari minyak sayur, jahe, serai, merica, ketumbar dan garam yang kesemuanya itu dihaluskan dulu.
punti5

Gambar 7. Mie Pisang (ditumis) siap disantap

Untuk membuat mie goreng maka bumbu bersama minyak sayur tersebut dipanaskan diatas wajan hingga terasa aromanya lalu masukkan mie pisang sambil diaduk beberapa lama sampai bumbu benar-benar meresap. Jika menginginkan mie kuah dapat menambahkan air secukupnya. Mie pisang nikmatnya begitu terasa.
punti9

Gambar 8. Memblender pisang untuk menyiapkan adonan

Catatan :
Untuk mengikuti Pelatihan silahkan menghubungi Hadijaya melalui HP/ WA : 08128727937

Teknologi Pembuatan Saos Durian

saus2durenGambar 1. Kegiatan Pelatihan Program Bidang Pengembangan Teknologi Ikatan Alumni UT Pusat di Cilangkap Jakarta.

Saos durian adalah saos yang dibuat dari buah durian, merupakan salah satu penyedap masakan atau bumbu pelengkap campuran sambal, bumbu pepes ikan atau bumbu gulai ikan yang memiliki cita rasa yang lezat yang disukai masyarakat. Produk saos durian belum dikenal secara luas, sehingga diharapkan hasil penelitian ini menjadikan saos durian lebih dikenal masyarakat. Rasa asam pada produk saos durian menjadi ciri khas yang dikendalikan oleh jumlah garam yang diberikan serta masa inkubasi yang optimum. Dalam percobaan ini metode yang digunakan adalah hidrolisis garam, yaitu penambahan garam pada durian dan inkubasi selama 7 hari. Garam yang digunakan adalah garam halus yang masanya bervariasi yaitu 25 gram, 30 gram, dan 35 gram untuk 1000 gram daging buah durian . Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan masa garam yang menghasilkan saos durian dengan cita rasa yang baik adalah 30 gram garam dengan inkubasi selama 5 hari.

Durian adalah nama tumbuhan tropic yang berasal dari Asia Tenggara, nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Varian namanya yang juga popular adalah duren. Orang sunda menyebutnya dengan kadu. Tanaman durian termasuk marga (genus) durio, dari species durio zibethinus. Warna buahnya berbeda-beda dari hijau kekuning-kuningan, dan mempunyai bentuk dari bujur hingga bundar. Kulit buahnya berserabut dan permukaannya dipenuhi sudut tajam (duri). Buah durian memiliki rasa yang lezat dan baunya yang khas. Buah durian memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi karena harganya tidak pernah terpengaruh dengan jenis buah yang lainnya. Setiap panen tiba harga buah durian selalu naik, pemasaran buah durian umumnya sudah melalui mata rantai yang agak panjang sehingga mengakibatkan harga durian ditingkat konsumen menjadi sangat tinggi.

saus4durensaus5durenGambar 2. Buah Durian lokal

Di Indonesia, tanaman durian terdapat diseluruh pelosok Jawa dan Sumatra sedangkan di Kalimantan dan di Irian Jaya umumnya hanya terdapat dihutan, disepanjang aliran sungai. Di dunia tanaman durian tersebar keseluruh Asia Tenggara dan Sri Langka, India Selatan hingga New Guenea. Khusus di Asia Tenggara, durian diusahakan dalam bentuk pohon yang dipelihara intensif oleh Negara. Jumlah produksi durian di Filipina adalah 16.700 ton (2.030 ha), di Malaysia 262.000 (42.000 ha) dan di Thailand 444.500 ton (84.700 ha) pada tahun 1987 – 1988. Di Indonesia pada tahun yang sama mengahasilkan 199.361 ton (41.284 ha) dan pada tahun 1990 menghasilkan 275.717 ton (45.327 ha).
Tanaman durian termasuk family Bombaceae sebangsa pohon kapuk – kapukan dan yang lazim disebut durian adalah tumbuhan dari marga (genus) Durio, Nesia, Boschia, Coelostegia. Macam Variates durian yang tersebar di Nusantara antara lain adalah : Duren Sukun (Jawa Tengah), Petruk (Jawa Tengah), Sitokong (Betawi), Simas (Bogor) Sunan (Jepara), Kani (Thailand), Sidodol (Kalimantan Selatan), Tembaga (Komering Palembang) dan Sihijau (Kalimantan Selatan).

Durian merupakan buah yang mengandung berbagai protein, zat pati atau karbohidrat, zat gula buah dan lain – lain dimana pada proses pembusukan atau penguraian menimbulkan alkohol dan saos – saos amino misalnya aminomium asetat [CH3COONH] yang kurang disukai sebagian orang karena baunya sangat menyengat. Durian mengandung sejumlah karbohidrat dan juga banyak protein. Hal ini berarti buah durian mengandung banyak enzim dan komponen tambahan yang non protein sebagai aktivitas katalis, enzim semacam ini disebut Holoenzim. Bagian protein dari enzim disebut Apoenzim dan bagian nonprotein disebut Koenzim. Adanya aktivitas enzim pada buah durian menyebabkan proses pembusukan durian menimbulkan gas, daging buah menjadi saos dan timbul bau yang menyengat, aktivitas enzim dapat dihambat dengan menambahkan garam pada arilus atau daging buah durian sekaligus memberinya citarasa asam dan asin.

Pada bagian buah yang berwarna kekuning-kuningan terdapat senyawa dengan aroma paling tajam yaitu propanthiol defuthioter serta senyawa-senyawa lain yang menentukan rasa enak daging buahnya. Buah durian yang matang pada umumnya dikonsumsi dalam keadaan segar. Selain dapat diolah menjadi kue durian, es krim durian, atau di olah menjadi dodol durian, buah durian juga dapat dijadikan sebagai campuran sambal, bumbu pepes ikan ataupun bumbu gulai ikan dengan terlebih dulu mengolahnya menjadi saos durian.
Dari hasil percobaan ini diharapkan masyarakat luas dapat lebih mengenal pemanfaatan durian sebagai penyedap masakan atau saos durian sehingga menambah khasanah masakan asli Indonesia. Penelitian dan percobaan pembuatan saos durian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari pengaruh garam pada daging buah agar dapat dihasilkan saos durian yang mempunyai cita rasa sedap.

Manfaat dari penelitian adalah untuk menambah pengetahuan dibidang pangan khususnya pembuatan saos durian, dengan harapan dapat ikut dinikmati dan dikembangkan oleh masyarakat luas.

Dalam percobaan ini, dihipotesakan bahwa : keasaman pada arilus (daging buah durian) dipengaruhi oleh sedikit atau banyaknya massa garam yang ditambahkan serta lamanya masa penyimpanan (inkubasi).

Pada percobaan ini pengolahan saos durian menggunakan garam yang berfungsi untuk menghambat penguraian protein menjadi senyawa amino sehingga menjadi rasa saos. Pengamatan fenomena perubahan keasaman saos durian adalah bedasarkan variabel masa garam yang ditambahkan. Pengambilan data dilakukan melalui pengukuran pH (derajat keasaman) dan uji organoleptik (uji cita rasa)

1.Bahan bahan
-Buah Durian : 388,12 Kg
-Garam : 30 gram
-Bawang merah : 12,14 gr
-Cabe merah : 30.3 gr
-Kunyit : 8 gr

2.Alat – alat
Pisau, Toples, Timbangan, Blender, Sendok dan Kantong plastik

3. Cara kerja
1. Buah durian dibelah dengan pisau dan diambil isinya.
2. Dipisahkan daging dari bijinya dengan sendok , bijinya dibuang dan daging buah diambil.
3. Dibuat 3 (tiga) sample penelitian dengan massa garam yang bervariasi, yaitu 25 gram; 30 gram dan 35 gram.
4. Ketiga sample tersebut kemudian dicampur dengan cabe dan kunyit yang telah dihaluskan serta dibungkus dengan plastic lalu dimasukan ke dalam toples dan ditutup rapat. Kemudian di inkubasi (simpan) sampai 1 minggu.
5. Setelah pengingkubasian selesai, kemudian dilakukan uji organoleptik.
6. Saos durian yang sudah jadi dapat dibuat sambal atau sebagai campuran masakan lainnya yang sesuai selera.

Diagram_DurianGambar 3. Diagram alir percobaan

Pada percobaan ini, daging buah durian yang telah dipisahkan dari bijinya dibagi menjadi 3 variabel dengan jumlah yang sama banyaknya. Ketiga variabel tersebut kemudian diberi bumbu masing-masing dengan cabe dan kunyit yang telah dihancurkan dengan ukuran yang sama akan tetapi dengan jumlah garam yang berbeda. Setelah ketiga variabel dibungkus dengan plastik dengan rapat kemudian diinkubasi selama 1 minggu (7 hari). Pembungkusan ini dimaksudkan agar sample tidak terkontaminasi dengan udara luar yang memungkinkan masuknya bakteri atau jamur yang akan mempengaruhi hasil inkubasi.

saus durenGambar 4. Produk akhir percobaan yaitu Saos Durian

Hasil inkubasi selama 7 hari tersebut dapat dilihat pada Tabel 1, bahwa semakin banyak garam yang diberikan maka tingkat keasaman (pH) saos durian semakin tinggi. Apabila diuji secara organoleptik (cita rasa) ternyata cita rasa dan aroma yang cukup baik ketika diberikan garam dengan massa 30 gram. Pengaruh banyak atau sedikitnya garam dapat dilhat pada Grafik 1, jika semakin banyak garam diberikan maka tingkat keasaman semakin rendah.

Tabel -1. Cita Rasa Saos Durian setelah 7 hari

MassaGaram_pH

pH_Massa_garam_KIR_IKAUT

Gambar 5. Hubungan Lama Inkubasi terhadap tingkat keasaman (pH)

Setelah diperoleh sampel saos yang cukup baik yaitu dengan massa garam 30 gram maka dilanjutkan dengan pengujian masa inkubasi terhadap cita rasa saos durian. Berdasarkan Tabel 2, dapat dilihat bahwa pada masa inkubasi selama 5 hari memberikan hasil yang cukup baik yang ditandai dengan aroma yang harum sekali.

Tabel-2. Pengaruh lamanya inkubasi terhadap keasaman saos durian untuk 30 gr garam dalam 388,12 gr arilus

Inkubasi_pH

 

pH_Inkubasi_KIR_IKAUT

Gambar 6. Hubungan massa (jumlah) garam yang ditambahkan terhadap perubahan keasaman (pH).

Untuk mengetahui hasil yang baik atau tidaknya dapat kita amati selama inkubasi melalui aroma tingkat keasamannya. Penambahan jumlah garam yang banyak pada arilus dapat menghambat terjadinya pembusukan akan tetapi berakibat saos durian kurang enak karena terlalu asin. Sebaliknya sedikit garam berakibat saos durian sangat asam karena aktivitas enzim tidak sepenuhnya dapat dihambat bedasarkan percobaan maka saos durian yang memiliki cita rasa terbaik adalah variabel 2 dengan masa inkubasi 5 hari.

Dalam penelitian pengolahan pengolahan saos sambal durian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa :
-Banyak sedikitnya garam memberikan pengaruh terhadap tingkat keasaman saos durian. Semakin banyak garam yang diberikan semakin tinggi tingkat keasaman saos durian. Sedangkan dilihat dari segi cita rasa, pada percobaan ini saos durian yang memiliki cita rasa yang baik/ harum sekali adalah dengan penambahan garam sebanyak 30 gram.
-Keasaman saos durian juga dipengaruhi oleh lamanya massa penyimpanan (inkubasi). Semakin lama masa inkubasi semakin rendah tingkat keasaman saos durian. Pada percobaan ini masa inkubasi yang optimal diperoleh pada hari kelima dengan cita rasa yang baik/harum sekali.
-Saos durian dapat menjadi ramuan sambal atau bumbu pepes ikan yang lezat cita rasanya sehingga menambah khazanah perbendaharaan masakan tradisional Indonesia.

saus1durenGambar 7. Kegiatan Pelatihan Di Cilangkap Jakarta

Catatan :
Untuk kegiatan Pelatihan silahkan hubungi Hadijaya via HP/ WA : 08128727937

Teknologi Pembuatan Starter Pupuk Organik Cair

New Picture
Tanaman membutuhkan zat makanan atau unsur hara dalam jumlah yang berimbang jika tidak terpenuhi maka pertumbuhan tanaman menjadi tidak normal dan produktivitasnya tidak optimal. Pupuk merupakan komponen yang sangat penting untuk meningkatkan produksi pertanian. Pupuk kimia (pupuk non organik) menjadi pemicu revolusi hijau bidang pertanian. Penggunaan pupuk kimia seperti Urea, ZA, TSP dan KCL di Indonesia mampu meningkatkan hasil pertanian namun tanpa disadari penggunaan pupuk kimia secara terus menerus tentu merugikan. Pemakaian pupuk kimia dalam jangka waktu lama dapat merusak sifat fisik, kimia dan biologi tanah sehingga kemampuan tanah untuk mendukung ketersediaan air, hara dan kehidupan mikro organisme menurun.
Pupuk kimia adalah pupuk yang dibuat melalui penggunaan bahan kimia. Pupuk kimia terdiri dari pupuk kimia tunggal dan pupuk kimia majemuk. Pupuk kimia tunggal hanya memiliki satu macam hara, sedangkan pupuk kimia majemuk memiliki kandungan hara lengkap. Pupuk kimia yang banyak digunakan antara lain Urea dan ZA untuk hara N; pupuk TSP, DSP, dan SP-26 untuk hara P, KCl atau MOP untuk hara K. Sedangkan pupuk majemuk biasanya dibuat dengan mencampurkan pupuk-pupuk tunggal. Komposisi haranya bermacam-macam, tergantung produsen dan komoditasnya.
Pemanfaatan pupuk organik mulai dilakukan oleh petani di Indonesia seiring dengan pola manusia cenderung back to nature oleh karena itu pemakaian pupuk organik semakin meningkat. Berdasarkan kenyataan tersebut, maka perlu upaya meningkatkan kualitas hidup dengan melaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat misalnya jalur Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa, Pelatihan Ilmiah Remaja/ Pemuda ataupun melalui media penyuluhan bagi masyarakat.
hjd

M3361S-3034

Pupuk organik dibuat dari bahan-bahan organik atau dengan proses alami. Bahan-bahan yang termasuk pupuk organik antara lain adalah pupuk kandang, kompos, kascing, gambut, rumput laut dan guano. Berdasarkan bentuknya pupuk organik dapat dikelompokkan menjadi pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Dikenal juga pengelompokan pupuk-pupuk yang ditambang seperti dolomit, fosfat alam, kiserit, dan juga abu kedalam golongan pupuk organik. Beberapa pupuk organik yang diolah dipabrik misalnya adalah tepung darah, tepung tulang, dan tepung ikan. Pupuk organik cair antara lain adalah compost tea, ekstrak tumbuh-tumbuhan, cairan fermentasi limbah cair peternakan, fermentasi tumbuhan-tumbuhan, dan lain-lain. Pupuk organik memiliki kandungan hara yang lengkap. Bahkan di dalam pupuk organik juga terdapat senyawa-senyawa organik lain yang bermanfaat bagi tanaman, seperti asam humik, asam fulvat, dan senyawa-senyawa organik lain namun kandungan haranya rendah. Penggunaan pupuk yang aman bagi tanaman dan tanah, diantara jenisnya adalah pupuk organik.
Kondisi tanah pertanian perlu dilindungi agar tidak terjadi pemberian pupuk kimia dan biologi tidak seimbang yang dikemudian hari akan mengganggu kesuburan tanah. Pemberian pupuk yang seimbang dapat dilakukan dengan membuat kompos. Hasil analisis pupuk kompos dari bahan sampah menunjukkan bahwa setiap ton (1000 kg) pupuk kompos memberikan tambahan 12.2 kg(1,22%) N; 3.5 kg(0,35%) P; dan 12.1 kg(1,21%) K.
Cara sederhana menguji pupuk adalah dengan menempatkan empat pot tanaman yang masing-masing diberi perlakuan berbeda. (A) kontrol, tanpa pemupukan sama sekali, tanaman terlihat sangat merana. (B) Diberi pupuk kimia, tanaman tetap merana meskipun tumbuh lebih baik. (C) Diberi kompos hasilnya jauh lebih baik. (D) Diberi pupuk organic tumbuhnya paling baik.
Kandungan senyawa-senyawa organik didalam kompos memiliki peranan yang lebih penting dari pada peranan hara saja. Misalnya, asam humik dan asam fulvat yang memiliki peranan seperti hormon yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Kompos diketahui dapat meningkatkan nilai KTK (kapasitas tukar kation) tanah. Artinya tanaman akan lebih mudah menyerap unsur hara. Tanah yang diberi kompos juga menjadi lebih gembur dan aerasi tanah menjadi lebih baik. Tanah yang diberi kompos lebih banyak menyimpan air dan tidak mudah kering. Jika diamati lebih jauh, aktivitas mikroba pada tanah yang diberi kompos akan lebih tinggi daripada tanah yang tidak diberi kompos. Mikroba-mikroba ini memiliki peranan dalam penyerapan unsur hara oleh tanaman. Kompos dapat memperbaiki sifat kimia, sifat fisik, dan sifat biologi tanah. Pada umumnya dosis pupuk organik/ kompos ditentukan secara empiric melalui penelitian dan ujicoba berdasarkan pengalaman petani selama bertahun-tahun.
Dalam kondisi tertentu, pupuk organik/ kompos dapat diberikan tanpa menambahkan pupuk kimia sama sekali. Cara ini dipraktekkan dalam budidaya pertanian organik. Namun yang lebih sering dilakukan adalah mengkombinasikan antara pupuk organik dengan pupuk kimia. Sebagian kebutuhan hara tanaman disubstitusi antara pupuk kimia dan pupuk organik. Caranya dengan menghitung berapa kombinasi yang paling ekonomis, baik dilihat dari sisi biaya maupun hasilnya. Patokan yang sering dipakai adalah 50% dosis pupuk kimia diganti dengan sejumlah pupuk organik. Dosisnya bisa 1 – 2 kg atau bahkan hingga 30 kg/pokok. Untuk mendapatkan dosis yang paling tepat dilakukan dengan ujicoba di rumah kaca dan di lapang dalam skala yang cukup luas.
Penggunaan pupuk organik meningkat tajam beberapa tahun terakhir ini, tidak hanya Pupuk Organik Granul (POG) tetapi juga Pupuk Organik Cair (POC). POC memiliki manfaat sinergistik dengan POG. Aplikasi POG sendiri tanpa aplikasi POC biasanya kurang memberikan hasil yang memuaskan. Dengan apliasi POG yang dibarengkan dengan aplikasi POC, hasil tanaman lebih terlihat nyata dan bisa dilakukan full organik, tanpa penambahan pupuk kimia sama sekali.
POC memiliki fungsi yang sedikit berbeda dengan POG. POG lebih berperan di tanah: memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. POC berperan langsung pada tanamannya. POC disemprotkan ke daun dan akan langsung masuk ke sistem metabolisme tanaman. Kandungan hara yang ada di dalam POC akan langsung diserap oleh tanaman. Demikian pula kandungan hormon tanaman juga akan langsung berfungsi begitu memasuki sistem metabolisme tanaman. POC bisa diaplikasikan untuk semua jenis tanaman. Selain dikombinasikan dengan POG, aplikasi POC juga bisa dikombinasikan dengan pupuk kimia.
Ada banyak sekali metode dan resep pembuatan POC yang sudah dilakukan oleh banyak orang. Umumnya resep dan metode ini adalah ‘rahasia perusahaan’ masing-masing. Paling tidak ada dua kelompok metode pembuatan yaitu metode pemasakan atau ekstraksi dan metode fermentasi. Metode fermentasi adalah yang paling banyak digunakan. Sebagai contoh, fermentasi urin di peternakan sapi, fermentasi ekstrak tanaman, dan lain-lain.
Perbedaan kualitas satu POC dengan POC yang lain umumnya terletak pada komposisi dan jenis bahan yang digunakan. Oleh karena itu, kerahasiaan resep ini sangat dijaga, karena menjadi penentu daya saing POC itu di pasaran. Resep pembuatan POC bisa sangat beragam dan kadang-kadang agak ‘aneh-aneh’. Misalnya, saja dengan meramu berbagai macam kencing binatang. Mulai dari kecing sapi, kencing domba, sampai kencing kelinci. Ada yang menambahkan madu, royal jelly, dan berbagai ramuan herbal lainnya.

Foto-48_e1

Membuat POC sendiri membutuhkan pengetahuan tentang resep dan metode pembuatan. Tidak jarang kita perlu melakukan ekperimen sebelum mendapatkan formula POC yang benar-benar unggul. Ini membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Ada cara yang lebih mudah untuk memulai usaha POC, yaitu dengan menggunakan biang POC. Biang POC bisa dibeli dan bisa diolah menjadi POC kita sendiri. POC yang dibuat dengan biang POC sudah memenuhi dengan kualitas standard. Keuntungan pembuatan POC dengan biang POC antara lain:
1.Cepat, karena tidak memerlukan proses pembuatan terlebih dahulu, hanya perlu mengencerkan dengan dosis tertentu.
2.Murah dan mudah, karena tidak memerlukan investasi peralatan dan prosesnya juga singkat dan sederhana.
3.Customisable. POC yang dibuat bisa disesuaikan dengan kebutuhan, jenis tanaman, tempat, komoditi dan lain-lain. POC bisa diperkaya dengan beberapa bahan tambahan (disampaikan kemudian).

New Picture (5)

POC yang dibuat dengan biang POC memiliki kualitas standard. Meskipun begitu POC ini sudah bisa dijual atau dipakai sendiri dengan hasil yang cukup memuaskan. Namun, di dunia bisnis sebuah produk harus memiliki keunggulan dan keunikan agar bisa menang dalam persaingan. Pembuatan POC dengan biang POC adalah customisable, artinya bisa diubah-suai dengan keinginan kita. Agar sebuah POC memiliki keunggulan dan keunikan, POC perlu diberi ‘suplemen’. Suplemen ini dipasaran bisa bermacam-macam, kita bebas memilih sesuai kebutuhan.

Bahan yang diperlukan :
1.Isi perut ikan 3 gelas
2.Nasi dingin 1 gelas
3.Tetes atau gula 1 gelas
4.Air 3 liter

Alat yang digunakan :
1.Baskom
2.Ember
3.Kantong plastic
4.Pisau/ parang

Cara pembuatan :
1.Nasi diremas dengan telapak tangan lalu dicampurkan dengan isi perut ikan (tidak perlu dicuci) dan taburkan gula/ tetes.
2.Tambahkan air dan aduk hingga rata
3.Simpan dalam kantung plastic (di inkubasi) selama 7-10 hari
4.Hasilnya adalah starter
5.Jika ingin membuat pupuk organic cair (POC), maka starter tersebut dipasteurisasi dulu dengan cara dimasukkan dalam botol bertutup lalu direbus (80 oC). Untuk dapat digunakan sebagai POC maka diencerkan dulu dengan 10 liter air.
6.Jika ingin membuat pupuk organic granule (POG), maka starter tersebut dicampuri dedak lalu dikepal bulat-bulat dengan tangan. POG siap digunakan setelah 3×24 jam.
New Picture (1)
New Picture (4)
Demikian disampaikan melalui Bidang Pengembangan Teknologi dan Informasi – Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Terbuka Pondok Cabe Jakarta, semoga bermanfaat bagi semua.
Catatan :
Untuk kegiatan pelatihan silahkan hubungi Hadijaya Nope/ WA : 08128727937

DSC00099

DSC00100

DSC00096

DSC00094

DSC00097

????????????????????????????????????

Kunjungan Kasih untuk Ibu Ruri Wahyuni (Alumni PGSD UT)

20638261_1516271221765365_1568565437609349230_n

 

Sabtu, 5 Agustus 2017 beredar kabar di WA Group mengenai Alumni UT yang dikabarkan meninggal dunia dalam musibah kebakaran di Jati Pulo-Jakarta Pusat pada Jumat, 4 Agustus 2017.

Mendengar kabar tersebut Pengurus Pusat IKA UT melakukan pencarian informasi mengenai kebenaran berita tersebut. Berbekal alamat dari Media Online Nasional, IKA UT mendatangi TKP.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari tetangga dan anak pemilik rumah diketahui bahwa yang menjadi korban meninggal adalah pemilik rumah dan ketiga anaknya dimana Ibu Ruri (Alumni UT) mengontrak. Beliau bukanlah korban meninggal sebagaimana pemberitaan salah satu stasiun TV Nasional. Dari mereka juga diketahui bahwa Ibu Ruri adalah Guru di SDN 09 Pagi Cideng.

Selasa, 8 Agustus 2017 salah satu pengurus IKA UT berkunjung ke SD tempat Ibu Ruri mengajar untuk mengkonfirmasi informasi yang diterima. Dan akhirnya hari ini 9 Agustus 2017, IKA UT menyerahkan sejumlah donasi hasil ‘urunan’ pengurus.

Donasi diserahkan kepada Ibu Ruri oleh Bapak Purnomo selaku bidang Pengabdian Masyarakat IKA UT Pusat di dampingi Ibu Herawati dan Saudari Yohana sebagai perwakilan IKA UT Pusat. Penyerahan donasi disaksikan oleh Wakil Kepala Sekolah dan para Guru SDN 09 Pagi Cideng.

Setelah penyerahan donasi, Pengurus mengunjungi tempat tinggal baru Ibu Ruri tidak jauh dari Sekolah Beliau mengajar.

Semoga Ibu Ruri dan keluarga cepat pulih dari trauma, sehat dan dalam perlindunganNya selalu. Amin.

 

20663771_1516271481765339_4946215829501413419_n 20638912_1516272878431866_5878777079486956812_n

Rapat Pengurus Pusat IKA-UT & Silaturahim Bersama Pimpinan UT

juli1

 

Pada hari Minggu, 30 Juli 2017 bertempat di Kasmaran Guest House, Condet-Jakarta Timur, Pengurus Pusat IKA-UT menyelenggarakan rapat pengurus guna koordinasi, evaluasi dan persiapan pelaksanaan program kerja yang segera akan digulirkan dalam tahun 2017 ini.

Beberapa topik yang dibahas antara lain laporan Sekjen IKA-UT terkait pelantikan IKA-UT Bengkulu, Beasiswa IKA UT,  masalah teknis Seminar Nasional kerja sama FE UT-IKA UT, Rapat Koordinasi Nasional IKA UT, serta rencana Seminar Bela Negara.

 

20431760_794903514021132_4453669079316124241_n

 

 

Usai rapat pengurus dilanjutkan Halal Bihalal IKA-UT yang dihadiri oleh Dewan Pembina IKA-UT, yaitu Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D  (Rektor UT Periode 2013-2017), Prof. Drs. Odjat Darojat, M.Bus., PhD (Rektor UT Periode 2017-2021) dan Dr. Aminudin Zuhairi, M.Ed. (Purek III UT). Halal Bihalal juga dimeriahkan oleh perwakilan pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), yakni Manika UT dan Menwa UT.
Dalam sambutannya Prof. Tian menyatakan kegembiraannya atas partisipasi pemberian beasiswa bagi mahasiswa UT dari IKA-UT yang mulai dilaksanakan selama periode kepemimpinan beliau sebagai Rektor UT. “Mudah-mudahan bantuan beasiswa bagi mahasiswa UT potensial yang kekurangan secara finansial dapat terus berlangsung dan akan terus didukung Rektor Ojat dan Purek III agar IKA-UT dapat terus berdaya hingga masa yang akan datang baik kepada UT maupun kepada bangsa dan Negara kita tercinta ini.”
juli2

juli4

 

Terkait dengan eksistensi para alumni UT yang tersebar diseluruh penjuru tanah air, Prof. Ojat mengharapkan para mahasiswa terutama yang tinggal di wilayah perbatasan RI-Malaysia dan pulau-pulau terdepan agar kehadiran alumni UT di wilayah tersebut mampu berperan sebagai pendidik maupun sebagai kaum intelektual dan diharapkan agar mahasiswa yang menetap di daerah perbatasan serta pulau terpencil mampu menyelesaikan pendidikan di UT tepat waktu dengan hasil yang baik.

 

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan hiburan yang diawali Shalat Magrib berjamaah yang dipimpin oleh Rektor UT.


juli3

20431714_794902290687921_1825599975066041054_n

20476529_1405971672830239_904421972662062399_n

Pengurus Pusat IKAUT Bersama Wisudawan UT Periode II Tahun 2017 Di Pondok Cabe

Informasi yang kami peroleh dari rektorat bahwa jumlah wisudawan UT periode II tahun 2017 adalah 20.506 orang. Pelaksanaan wisuda dibagi menjadi dua wilayah yaitu ;
a.Periode II Wilayah 1 pelaksanaan wisuda di UT Pusat tanggal 09 Mei 2017 (panitia Pelaksana FKIP) terdiri atas UPBJJ-UT Sorong, Banda Aceh, Medan, Batam, Padang, Pangkal Pinang, Pekan Baru, Jambi, Palembang, Bengkulu, Bandar Lampung, Jakarta, Bogor, Serang, Bandung dan Purwokerto.
b.Periode II Wilayah 2 pelaksanaan wisuda di UT Pusat tanggal 16 Mei 2017 (panitia Pelaksana FISIP) terdiri atas UPBJJ-UT Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Pontianak. Banjarmasin, Samarinda, Surabaya, Malang, Jember, Denpasar, Mataram, Kupang, Makasar, Palangkaraya, Majene, Palu, Kendari, Manado, Gorontalo, Ambon, Tarakan, Jayapura ,Ternate dan UPBJJ Luar Negeri.
Dari jumlah tersebut peserta yang mendapat kuota untuk wisuda di UTCC Pondok Cabe pada 9 Mei 2017 kurang lebih 10%, selebihnya mengikuti UPI (Upacara Penyerahan Ijazah) di UPBJJ wilayah masing-masing.
Sejak hari Jum’at 5 Mei 2017 calon wisudawan sudah mulai berdatangan ke Pondok Cabe mencari tempat menginap terdekat dengan tempat pelaksanaan wisuda.
wis_sri

wis_tin

Pengurus IKAUTPUS juga telah berkemas-kemas menyambut kedatangan calon wisudawan lalu menyiapkan semua berkas registrasi keanggotaan dalam organisasi Ikatan Alumni Universitas Terbuka.
Pengurus pusat yang hadir di tenda pendaftaran yaitu di halaman Gedung BAAPM pada Sabtu dan Minggu antara lain ibu Dra. Sri Sumiati, MM (Ketua I), Ibu Dra. Ajeng Sundari (Bendahara) dan bapak Purnomo, SE (Kabid Pelayanan Keanggotaan). Pengurus pusat menberikan KTA setelah anggota baru memberikan iuran keanggotaan.
Pada acara seminar 8 Mei 2017 pengurus yang bertindak selaku penyaji Sosialisasi keorganisasian adalah bapak Drs. Leles Sudarmanto, MM (Sekjen). Dalam orasinya Sekjen menyampaikan mengenai pentingnya peran pendidik dalam menanamkan pemahaman kepada siswa mengenai makna keberagaman universal mulai diruang kelas. Hal tersebut dipandang penting mengingat Indonesia sangat beragam dan berwarna dalam agama, suku bangsa, bahasa, pilihan politik, dan kelas sosial. Mengingkari keberagaman berarti mengingkari keindonesiaan itu sendiri. Keragaman Indonesia mulai dari Suku, Agama, Status Sosial, Bahasa dan sebagainya.
wis_leleslindaGambaran dari hal tersebut sudah cukup menampilkan keberagaman yang ada di Indonesia. Jika kita saling mengasihi dan menguatkan maka kebhinekaan negeri ini akan lestari. Indonesia akan jadi bangsa yang besar jika saling bersatu. Beberapa kasus yang terjadi yaitu masih ada beberapa pihak yang tak sepakat dengan Indonesia yang beragam. Persatuan bangsa seolah terus diuji. Hanya karena berbeda pilihan politik atau pemahaman keagamaan orang dengan mudah bertengkar dan saling membenci. Kita mudah sekali marah dan terprovokasi karena perbedaan pendapat. Saat ini sedang banyak terjadi pertempuran virtual di media sosial. Beragam ujaran tentang kebencian, hasutan, dan fitnah/ hoax menyebar viral setiap saat di gawai dan membuat pusing. Perhatian terhadap keadaan tersebut yang cukup efektif adalah melalui dunia pendidikan. Dunia pendidikan merupakan salah satu pihak yang bertanggungjawab dalam mengkonstruksi pemahaman siswa mengenai keberagaman dan kebangsaan. Hal ini perlu digaris bawahi mengingat lembaga pendidikan bisa lalai dalam menguatkan pemahaman tentang kedua hal tersebut. Para alumni UT yang tersebar dalam berbagai karier khususnya para tenaga pendidik (guru) diharapkan ikut berperan dalam penyadaran akan keberagaman tersebut yaitu menyadarkan peserta didik dan lingkungan masyarakat sekitar melalui pembiasaan bermusyawarah, berlapang-dada/ legowo dan saling menghargai pendapat orang. Pembiasaan berdialog di ruang kelas misalnya belum menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Guru harus memberikan ruang yang leluasa terhadap beragam diskursus yang terjadi selama proses pembelajaran. Hal yang juga penting adalah mengenalkan siswa dengan realitas sosial yang ada di masyarakat. Mereka harus dikenalkan secara langsung dengan masyarakat Indonesia yang beragam. Dengan begitu mereka dapat mempelajari secara langsung beragam corak kehidupan di masyarakat. Jangan sampai dunia pendidikan asik dengan beragam pembelajaran yang canggih dan lupa mengenalkan mereka pada realitas keseharian
wis_tian
wis_aminKeesokan harinya yaitu Selasa, 9 Mei 2017 Rektor Universitas Terbuka Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D membuka acara Wisuda Periode II Wilayah 1 Tahun 2017. Acara yang penuh hidmat tersebut berlangsung sejak jam 8 pagi hingga jam 11.45 wib. Setelah ditutup dengan doa bersama lalu diakhiri dengan penyerahan alumni baru oleh Rektor UT kepada IKAUTPUS yang diwakili oleh Hadijaya, MPd (Ketua II). Pada wisuda 16 Mei 2017 penerimaan alumni baru langsung disampaikan rektor UT kepada ibu Linda Agum Gumelar, S.Mn (Ketua Umum).
wsd15no16
wis_pur

Usai mengikuti prosesi wisuda, Ketua II IKAUTPUS segera keluar gedung UTCC dan disambut oleh bapak Drs. H.Syaiful Sedung, MM yang notabene adalah Ketua Pokjar Baturaja Timur Kabupaten OKU UPBJJ Palembang. Syaiful adalah Pengawas SMP Dikbud OKU. Ketua pokjar ini ingin mengemukakan sesuatu. Menurut penuturan Syaiful, pokjar BTA Timur berdiri sejak tahun 2001. Sampai kini telah menghasilkan lulusan : 61 orang S1 PAUD + 140 orang S1 PGSD + 52 orang D-II Perpustakaan dan yang saat ini datang ke Pondok Cabe 19 orang lagi wisudawan dari pokjar yang dipimpinnya.
bta4Hadijaya menyarankan agar alumni UT di Baturaja Timur segera membentuk IKAUT Daerah. Kumpulkan mereka, beri arahan untuk membentuk kepengurusan lalu susunan pengurus terpilih segera disampaikan ke IKAUT Wilayah Palembang dengan memberi salinan tembusan kepada Kepala UPBJJ UT Palembang. Pengurus IKAUT Wilayah Palembang akan melakukan acara pelantikan.
Pada bincang-bincang dibawah terik matahari tersebut, Syaiful sempat pula memperkenalkan seorang anggota rombongan wisudawan BTA Timur yang menjadi kebanggaannya, yaitu Mita Selviana, SPd. Mita adalah peserta termuda dari pokjar tersebut yang memperoleh IPK 3,54 dari FKIP PGPAUD dan telah menyelesaikan masa kuliah sekitar 4,5 tahun. Mita bekerja sebagai Guru PAUD di Taman Kanak-kanak ABA Gunung Liwat Baturaja. Berikut ini sedikit bincang-bincang kami.
Hadijaya: Apa kesan-kesan Mita sejak mendapat kabar akan wisuda di Pondok Cabe dan apa saja yang menarik hatimu setelah tiba disini ?
bta1Mita Selviana : Mita nggak bisa berkata-kata pak, sangat tidak menyangka saya bisa ikut andil untuk mengikuti wisuda di Pondok Cabe, saking hikmatnya acara upacara wisuda tangis haru mengiringi selama acara berlangsung, acara belum mulai tapi make-up saya sudah luntur duluan kena air mata saking harunya. Awalnya mita minder, malu, karena tiap kali mita bilang mita kuliah di UT semua orang meremehkan, bahkan ada yang bilang kalau mita nggak akan maju kalau kuliah disana, pergaulannya sama emak-emak sedangkan mita otaknya masih fresh sayang kalau harus kuliah di UT. Mental Mita pernah down, semester ke 4 pengen berhenti saja tapi berkat support orang tua, mita sampai hari ini bisa bertahan.
bta3Pertama kali liat kampus UT dipondok cabe mita nggak nyangka, mita bangga kuliah di UT, mita bakal ceritain kesemua orang kalau UT itu nggak kalah bersaing sama Universitas lain bahkan lebih baik dari Universitas yang mereka sarankan. Mita sudah fotoin semua gedung-gedung di UT Pondok Cabe buat kasih liat ke mereka yang dulu meremehkan mita. Sekali lagi mita mau bilang kalau mita bangga pernah kuliah di UT, insyaallah kalo ada rezeki mita mau lanjut ambil S2 di UT juga. UT sukseeeeeesssssss…
Hadijaya: UT itu Universitas Negeri yang terbesar dan terbanyak lulusannya yang ada di Indonesia. Dalam wisuda bulan Mei 2017 ini saja lulusannya 20.506 orang.
Mita Selviana: Terharu pak, Alhamdulilah meskipun wisudanya nggak dihadiri keluarga besar karena jarak, tapi support mereka luar biasa, bahkan tante mita mau ngundang orang buat marawisan buat menyambut mita pak.
bta2Hadijaya: waaahh… sesampai di Baturaja nanti rumahmu bakal meriah ya hehehe. Apa cita-citamu setelah berhasil S1
Mita Selviana: Iya pak..saya bangga pak, sangat bangga, bahkan temen mita yang kuliah di Unsri takjub dengar kalau UT juga ada diluar negeri. Mita mau cari uang dulu pak, mita mau kuliah ambil S2, Mita mau jadi dosen pak. Mau ambil di UT juga, tolong infonya ya pak kalau ada beasiswa S2 di UT. Mita mau mengabdikan diri di UT, sebagai bentuk terima kasih mita untuk UT. Kalau S1 nggak mungkin bisa jadi dosen tapi untuk khusus PGPAUD belum ada yang S2 jadi sembari menabung mita mau mantapin dulu mau ambil jurusan apa.
Hadijaya: Mita pilih saja program S2 yang sudah tersedia di UT saat ini. Oke ya selamat dan sukses untukmu,  untuk pak Syaiful dan untuk ayahmu juga (sambil berjabat-tangan).

Ayahnya Mita yang turut hadir mengantar ke UTCC Pondok Cabe tampak haru mendengar penuturan putrinya sehingga tak berkata sepatahpun saat kusalami.