Mengenal Korps Resimen Mahasiswa UT

pageUTjak

hjdaHadijaya MPd, Personil Ikatan Alumni Menwa Pusat

Menwa baret ungu adalah unsur rakyat terlatih yang dipersiapkan untuk bela Negara. Jauh sebelumnya kita kenal nama Walawa (Wajib Latih Mahasiswa) ketika itu memakai baret kuning, kemudian berdasarkan keputusan bersama tiga menteri yaitu Menteri Pertahanan Keamanan/ Panglima Angkatan Bersenjata (Nomor : KEP/39/XI/1975), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Nomor : 0246 a/u/1975) serta Menteri Dalam Negeri (Nomor : 247 Tahun 1975) maka pada tanggal 11 Nopember 1975 telah ditetapkan pembinaan organisasi Resimen Mahasiswa dalam rangka mengikutsertakan rakyat dalam Pembelaan Negara.
Sejak itu rektor diberbagai perguruan tinggi mulai mengirimkan mahasiswa sebagai utusan untuk mengikuti latihan dasar militer, penyertaan mahasiswa dalam Latsar atau Diksar berlangsung hampir setiap tahun sehingga jumlah Menwa makin banyak. Disetiap perguruan tinggi terdapat pos komando menwa yang merupakan kantor untuk memudahkan koordinasi kegiatan. Pos Komando Menwa dinamai sebagai Batalyon atau Satmenwa (Satuan Resimen Mahasiswa).
menwa1
Saya-pun ketika menjadi mahasiswa di Yogyakarta tahun 1980, pernah pula diikutsertakan dalam latihan dasar militer di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Klaten dan Wonosari selama 3 minggu. Saya pernah menjabat sebagai Kasi Personil, lalu sebagai Kasi Intel dan pernah pula sebagai Kastaf Yon-V hingga tahun 1983. Banyak pengalaman yang diperoleh dalam latihan dasar militer tersebut terutama tumbuhnya rasa cinta dan tekad untuk bela Negara.
menwa4
Universitas Terbuka adalah MEGA UNIVERSITY dengan 458 ribu mahasiswa (hasil registrasi semester genap 2008) atau lebih dari 650 ribu orang mahasiswa redundent yang tersebar di seluruh Indonesia, adalah asset terbesar dari bangsa Indonesia. Resimen Mahasiswa (Menwa) UT yang tergabung dalam Satmenwa UT Jakarta juga merupakan asset yang penting dalam pembelaan Negara. Andaikata dari 1000 Mahasiswa UT terdapat 1 orang sebagai Menwa betapa hebatnya sumbangsih UT bagi pembelaan NKRI dimasa mendatang. Namun ini semua terpulang pada kewenangan Rektor untuk mengelola dengan penuh bijaksana sesuai dengan situasi dan kondisi masa kini dan yang akan datang.
menwa5Untuk mengenal secara dekat eksistensi Menwa UT, maka kali ini Hadijaya Kabid Pengembangan IT IKAUT Pusat melakukan Blusukan Online sejak Sabtu malam 8 Februari 2014 menjumpai Komandan dan beberapa staf Satuan Resimen Mahasiswa UT (Satmenwa UT) Jakarta, dan lainnya. Para Menwa yang notabene mahasiswa UT sebanyak 6 orang tersambung dengan Hadijaya dijejaring social Face book bersama dalam satu inbox antara lain : Sutarno TL (Dansatmenwa UT Jakarta), Hasanudin (Wadansatmenwa UT Jakarta) beserta staf lainnya yaitu Saut Panggabean, serta Enggal, dan Septi (Kasmenwa Bengkulu) … mari simak bincang-bincangnya berikut ini :
menwa8Hadijaya : Selamat malem… saya alumni menwa mahakarta dan alumni UT mau gabung dengan Satmenwa UT Jakarta… bagaimana prosedurnya pak ?
Hasanudin : malem pak, datang ke Skomenwa Jayakarta ya pak ? Jl Pulo mas barat VI/28 Jaktim, kita ketemu disana.

Hadijaya : ya sama-sama pak.. saat ini Satmenwa UT sedang sibuk Giat OSMB ya ?, sukses acaranya pak ?… adakah foto-fotonya ?
Hasanudin : lancar pak, dapat 12 calon, photonya ga punya, gak ada yang punya kamera, ada dari teman UKM yang lain, nanti kalo dah dapat di upload.

Hadijaya : Satmenwa UT ini belum banyak diketahui mahasiswa UT, saya harap agar satuan ini dikenal semua mahasiswa UT, oleh sebab itu Satmenwa UT perlu diekspose melalui website : alumni-ut.com…. bagaimana bung, sediakah bincang-bincang dengan saya Hadijaya, Bidang Pengembangan IT Pengurus Pusat IKAUT ?
Hasanudin : siap pak,… kunjungilah : http://www.jakarta.ut.ac.id/index.php/berita-upbjj-ut-jakarta/77-abdimas-pembuatan-biopori.html….

Hadijaya : Oke itu diantara kegiatan menwa UT yang nanti akan saya lihat, tapi sebelumnya saya ingin mengenal dulu admin FB Satmenwa UT Jakarta ini, namanya siapa ?
Hasanudin : Hasanudin, pak

Hadijaya : ohh… ternyata adminnya adalah Hasanudin ya…, kupanggil bung Hasan saja ya… apakah masih sebagai mahasiswa UT atau sudah alumni ?
Hasanudin : masih, pak. dikit lagi…

Hadijaya : bung Hasan dari prodi dan fakultas apa ?
Hasanudin : Fisip Adne pak…

Hadijaya : lalu di Satmenwa UT memegang jabatan apa ?
Hasanudin : Wadansat sedangkan Dansatnya Sutarno TL

Hadijaya : tolong sebutkan juga yang lain…, nama Kasie 1, Kasi II dst, sekalian Dan propos.
Hasanudin : lagi minus personil pak, Kaur Diklat dan Provos, Risky; Kaurmin Linda LN; anggota Enggal, ada juga senior Mahawarman pak.

Hadijaya : sambil bekerja dimana bung Hasan ini ?
Hasanudin : sekitar 6 bln yang lalu habis kontrak pak, lalu sekarang jadi relawan di penanggulangan bencana.

Hadijaya : dulu ikut Latsar di Puslatpur mana bung ?, lalu Universitas mana saja yang aktif Menwanya ?
Hasanudin : di Rindam Jaya Ciampea, Gunung Putri, semua dari Jayakarta, ada sekitar 30-an Universitas.

Hadijaya : pelaksaaan Latsar itu apakah ada setiap tahun ya ?
Hasanudin : ya setiap tahun ada pak, tapi pernah juga tidak dilakukan rekruiting,… saya lupa tahunnya.

Hadijaya : pada tahun 2014 ini mahasiswa UT ada berapa yang ikut mendaftar sebagai camen ?
Hasanudin : tadi siang yang mendaftar ada 12 orang.

Hadijaya : Alhamdulillah, lumayan lalu yang mendanai kegiatan pelatihan mereka nanti pihak mana itu ?
Hasanudin : untuk Diksar-nya dari Skomen, untuk perlengkapan biasanya dipinjamkan dari senior seperti saya dan Rizki serta teman yang lainnya, tapi andaikata banyak yang mendaftar kami bingung juga dalam mengatasi masalah koperlap-nya.

Hadijaya : Apa pesan-pesan bung Hasan selaku Wadansat untuk mahasiswa UT dimanapun berada ?
Hasanudin : pesan saya ? … mungkin sebagai mahasiswa UT jangan lupa akan kehormatan pembelaan negara disegala bidang, termasuk seperti yang kami lakukan selama hampir 1 bulan aktif dalam penanggulangan bencana banjir di Jakarta.

Hadijaya : apa saja aktifitas yang dilakukan saat penanggulangan bencana banjir di Jakarta itu ?
Hasanudin : secara keseluruhan yaitu pengelolaan posko pengungsian di GOR Otista, menyebarkan personil di 23 titik Posko Penanggulangan Bencana, tidak termasuk perwira penghubung/ adm di BPBD (saya) dan BNPB (Rizki).

Hadijaya : koordinasi kegiatan tersebut apakah tersambung dengan Skomen Jakarta ya ?
Hasanudin : betul pak, komando ada di Skomenwa Jayakarta, adapun Giat diposko adalah Administrasi Posko, distribusi dan penerimaan bantuan, dll.

Hadijaya : Satmenwa UT menyalurkan bantuan, dari mana sumbernya ?
Hasanudin : Menwa UT tergabung dengan Satgas Menwa Jayakarta pak, bantuan berasal dari berbagai lembaga dan induvidu.

Hadijaya : posko bung Hasan saat penanggulangan banjir ada dimana di jalan apa ?
Hasanudin : perwira penghubung di BPBD DKI Jakarta, Pusdalops BPBD DKI Jakarta, Jl. Medan Merdeka Selatan.

Hadijaya : tolong beri saya email Satmenwa UT, mungkin diperlukan nanti
Hasanudin : satmenwa.ut@gmail.com
http://menwa-ut.blogspot.com/2013/11/pendaftaran-online-calon-anggota.html
-Pendaftaran Online Calon Anggota Satmenwa UT Jakarta Resimen Mahasiswa Jayakarta -Satmenwa UT, -menwa-ut.blogspot.com

(Dan Satmenwa UT Jakarta menambahkan Sutarno TL, menambahkan Enggal, menambahkan Saut Pangabean ke inbox).

Sutarno : kenalkan anggota baru Menwa UT yang baru selesai pendidikan di Marinir : Enggal.
Hadijaya : iya bung Tarno, saya mau memuat berita mengenai eksistensi Satmenwa UT di web alumni-ut.com. Silahkan tinjau dulu : www.alumni-ut.com
Sutarno : blog menwa ut http://menwa-ut.blogspot.com

Hadijaya : ok.. nanti kulihat blognya Menwa, kalau ada youtube-nya juga nanti mau saya link ke website alumni UT.
Sutarno : siap pak, belum punya videonya pak, terima kasih, saya sangat berharap dukungan senior-senior untuk melanjutkan perjuangan kita di MENWA

Sutarno TL : Siap komandan perlu diketahui saya sama Hasanudin sebenarnya adik leting pak Rudi, saya Diksar 1995 dan pak Hasanudin 1996, karena kecintaan kami terhadap UT maka kami turun gunung untuk melanjutkan apa yang pak Saut, pak Rudi rintis dari 1993 di UT Jakarta, karena setelah generasi pak Hasanudin kesininya kosong dan alhamdulillah kita sudah melahirkan dua angkatan dan Enggal ini adik kita yang baru.

Hadijaya : mantap sekali…. saya jadi terharu dengan perjuangan kalian, bagaimana dengan kondisi Posko ? … punyakah ?
Sutarno : izin pak untuk Posko masih numpang sama Skomen. Siap senior kita sudah sampaikan ke Ka.UPBJJ UT Jakarta melalui surat dan Proposal untuk pengajuan Mako tidak di acc, karena menurut beliau UT tidak sama dengan Universitas lain, maksudnya pengajuan Markas komando masih mentah seperti dahulu… tidak di acc.

Hadijaya : mari kita mulai dengan UT baru, saya yakin bu Rektor merespon dengan baik.
Saut Panggabean : Siaapp !!, … siap senior yang jauh disana…selamat siang Ndan, salam kenal dan selamat malam Pak Hadi dan juga selamat malam komandan Satmenwa UT Sutarno atau Wadansat Hasanudin yang sedang online malam ini.
Sutarno : malam bang !

Hadijaya : oh bung Saut datang …
Sutarno : izin pak, saya memandang perlu untuk segera melaksanakan sertijab Dansat guna mempermudah masalah koordinasi di UT Pusat, karena jika melakukan koordinasi ke UT Pusat maupun UT Jakarta pasti dicek dulu aktivasi kemahasiswaannya jangan sampai pihak Rektorat berpikir kami mau aktif di Menwa karena ada sesuatu yang lain.

Hadijaya : betul itu Dansat Sutarno… perlu direncanakan dengan baik untuk ke UT Pusat.
Saut Panggabean : Bang Hadi.. tertib administrasi semua tentang Menwa UT memang perlu tetap dijalankan. Laporan dengan tembusan ke Rektor itu harus, apalagi sertijab Dansat dulu rutin kami kirim ke Pondok Cabe tentang segala hal kegiatan Menwa, termasuk Laporan Purna Tugas (Lapnagas Satgas XIII Menwa ke Timor Timur dengan lampiran beberapa foto dihalaman belakang) yang saya ikuti, kami datang menghadap Purek III Prof. DR. Asmawi Zainul, M.A kami (2 org) diterima, lapnagas diterima dan didisposisikan. Belakangan kami main lagi ke Pondok Cabe, Lapnagas kami sudah berjejer dideretan buku-buku Perpustakaan UT. Demikian juga Lapnagas 1 orang lagi pada Satgas XV a.n. Rudi Hartono beliau serahkan dan ada di Perpustakaan UT.

Sutarno : Siap pak hadi terimakasih atas masukannya … tapi untuk aktifitas terdekat kita sebagai bagian dari UPBJJ UT Jakarta sepertinya perlu juga markas komando di UPBJJ UT Jakarta.

Hadijaya : oke… mudah-mudahan dari tampilan info kegiatan Menwa UT Jakarta, mahasiswa UT di S’pore, Korea, Hongkong, Malaysia juga kepengen jadi menwa UT, tapi mungkinkah itu bung ?
Sutarno : ndan saya sependapat dengan wadan, rencana kita akan siapkan adik-adik kita untuk jadi generasi penerus kita, supaya mereka bisa maju tidak jenuh ditingkat anggota saja, kemarin ada mahasiswa UT Hongkong juga respons dengan menwa ndan..

Hadijaya : lanjut… Bung Saut bagaimana pendapat anda mengenai Satmenwa UT dimasa yad ?
Saut Panggabean : Baru kali ini saya merasakan ada sesuatu yang baru, meskipun perjuangan Satmenwa UT untuk bisa mendapatkan Posko saya kira tidak mudah, tapi berkat kepedulian para senior-senior saya yang kini ada “didalam institusi UT, Senior Pak Hadi dan Ibu Septi, besar harapan saya sebagai Alumni Menwa UT mengenai segala upaya yang dulu kami coba ajukan terutama agar memiliki sebuah Posko untuk adik-adik berkoordinasi kiranya kedepan dapat terrealisir, semoga. Terima kasih atas kepedulian Pak Hadi dan Ibu Septi serta Bapak/ Ibu yang lainnya.

Hadijaya : bung Saut … horas !, anda banyak tau perkembangan korps menwa UT, saya senang mendengar uraian bung Saut Panggabean.
Saut Panggabean : Siaap Senior@Bang Hadi…. , saya pernah kirim via inbox ini atas permintaan Wadansat Hasanudin ketika beliau sendirian memikul beban berat eksistensi satuan, ditinggal Dansat Sdr. Tony Irawan yang akan bekerja/ tinggal di Cirebon, belum tersambung komunikasi waktu itu saya dengan Dansat Sutarno, saya juga merasakan duka yang mendalam, masa iya Satmenwa UT akan tenggelam ? Saya kirim waktu itu Nama, sebagian NBP yang saya ingat, dari seluruh angkatan (Angktan I atau saya dan 16 rekan lainnya) serta Nama-nama anggota Satmenwa UT setelah angkatan saya, sampai yang terakhir angkatan yang saya ketahui sebelum saya jadi Alumni). Demikian Bang Hadi.. mungkin bisa dilengkapi lagi oleh Komandan Sutarno (kemarin sudah share di inbox kita ini urutan angkatan/ tahun/ jumlah personel) tapi tidak mencantumkan Nama-nama Personel. Edit jika kiriman saya ke Wadansat Hasanudin kurang lengkap nama-nama angkatan tahun kemarin dan angkatan yang baru-baru ini, lalu copy paste dan segera kirimkan ke Pak Hadi sebagai bahan untuk referensi ke UT Pusat.
Sutarno : Siap komandan itu juga yang menjadi kendala kita untuk komunikasi dengan pihak UT, karena kita belum memiliki pembina dari pihak UT.

(Satmenwa UT Jakarta menambahkan Septi Verawati ke inbox)

Hadijaya : saya belum kenalan dengan bu Septi, siapakah beliau sebenarnya?
Sutarno : beliau adalah Kasmen Bengkulu pak, mahasiswa Fisip UT, baru saja lulus TAP.

Hadijaya : oh… dik Septi bisa diajak gabung ya, mudah-mudahan dia mau memberikan informasi mengenai betapa pentingnya eksistensi Menwa UT.
Saut Panggabean : Siaap Pak, Horas juga… hehehe sama-sama Dansat Sutarno, Pak Hadi kalau boleh sedikit bercerita, dulu kami sudah sering menghadap Purek III dan segala tembusan-pun tentu sampai ke Rektor, mengenai SKB 3 Menteri yang menjadi pedoman Menwa Indonesia hingga saat ini sudah kami berikan pada Rektor sekalian kami memohon sebuah Posko, dan kepada Purek III pada saat itu kami katakan tidak masalah Posko didirikan di UT Pusat Pondok Cabe yang penting kami ada sebuah tempat untuk kami bisa berkoordinasi dan melatih adik-adik calon Menwa. Tapi itu dulu Pak, tentu sekarang Rektor dan Purek sudah ber-kali ganti.
Terima kasih Bang atas dukungan dan perhatiannya. Memang perlu kita dorong adik-adik di Satmewa UT Jakarta yang ada sekarang untuk setiap kegiatan yang diikuti agar mendokumentasikannya guna keperluan bukti otentik guna keperluan publikasi dan sebagai bahan menghadap pejabat di UT Pusat. Dulu sewaktu kami tinggalkan semua telah lengkap baik administrasi pembukuan, struktur organisasi, piala/ piagam, vandal, dari dokumentasi kegiatan yang diikuti dan dari penghargaan dari satuan Menwa yang ada di Jakarta. Berhubung ketiadaan posko maka kami dulu menumpang/ memakai 1 ruangan kecil bersama PKBM-UT disamping kantor UPBJJ Jakarta.

Hadijaya : Silahkan bung Sutarno Dan Satmenwa UT menyampaikan pesan-pesan untuk mahasiswa UT.
Sutarno : Pesan Komandan Satuan Resimen Mahasiswa Jayakarta Satuan Universitas Terbuka UPBJJ UT Jakarta untuk mahasiswa UT dimana saja berada : teruskan perjuangan kami setapak langkahmu menentukan masa depan bangsa, jangan ragu !!! “Mari bergabung, siapkan diri dan yakinlah akan masa depanmu”.
Satmenwa UT Jakarta adalah laboratorium pembentukan “national character building” untuk menjadi pemimpin masa depan dalam kepeloporan disegala bidang dengan penyempurnaan ilmu pengetahuan dan ilmu keprajuritan.

Hadijaya : oke Dansat… saya catat itu.
Sutarno : Siap pak, perlu dilaporkan untuk masa jabatan saya ini, untuk angkatan pertama rintisan 2012 kita mempunyai adik Rizki dan Linda, jadi menurut rencana kita akan menyelenggarakan Rakomsat untuk memilih Dansat dari angkatan mereka dan mereka sudah mempunyai adik leting yaitu Enggal, dibawah Enggal ada satu camen yaitu Suswanto, mudah-mudahan hasil OSMB bisa menambah camen lagi.
Mahasiswa UT Hongkong Fb (Vita Ciasing) minat dengan Menwa, ya itu tadi kita sampaikan bahwa kita itu beda dengan UKM lain, masuk Menwa harus ikut Diksar dulu, makanya bisa jadi Menwa kalau mau pulang ke RI untuk ikut Diksar hehehe…

Hadijaya : betul bung Sutarno, jika dikonfirmasi tentu ada 1 atau 2 mahasiswa TKI yang pas berlibur bisa ikut Diksar, kita perlu segera melangkah dengan langkah tegap maju jalan.
Sutarno : siap komandan, kalau kita pertahankan nanti ade-ade kita keburu kabur, regenerasi tidak berjalan. Rizki sudah dipersiapkan dan dia sudah ikut PKBN tingkat nasional, itu foto anggota menwa UT 4 orang mengikuti pelatihan kader bela negara dari menhan.

Hadijaya : ok… terimakasih atas infonya
Sutarno : izin pak hadi kalau diperkenankan masukan, anggota menwa UT Jakarta itu dari 1993 sudah banyak, mungkin kalau bapak tulis dalam web IKAUT mereka membaca, berharap mereka bisa bersatu dalam satu wadah ikatan Alumni Resimen Mahasiswa UT.

Hadijaya : oh iya.. tentu semua informasi ini akan saya muat di web IKAUT. Bung Sutarno andaikata pendataan para alumni menwa UT itu ada di Sekretariat, tentu semua akan jadi tau bahwa Satmenwa UT sebetulnya memiliki banyak personil.
Sutarno : siap komandan mungkin dengan bergabung beliau bisa memberikan masukan dan suport untuk melanjutkan keberadaan menwa di UT yang kita cintai ini, karena perlu diketahui juga kita beda dengan kampus lain, seperti yang disampaikan kepala UPBJJ bahwa beliau mengizinkan ada menwa. Selanjutnya kami berjalan menggunakan dana swadaya atau dari kantong Dansat dan Wadan.

Hadijaya : sebetulnya kalau semua menyadari, bahwa Rektor adalah Pembina Menwa ditiap satuan (Universitas).
Sutarno TL : mungkin dengan berjalannya waktu akan segera ada perubahan dan sepertinya itu sudah dimulai pada saat kita mengadakan kegiatan lubang biopori, silahkan lihat di :
http://www.jakarta.ut.ac.id/index.php/berita-upbjj-ut-jakarta/77-abdimas-pembuatan-biopori.html

Septi Verawati : Malam pak
Hadijaya : selamat malam dik Septi, salam dari saya Bidang Pengembangan IT IKAUT Pusat, saya juga mantan menwa mahakarta 1980.

Septi Verawati : Malam pak, saya dari Menwa Bengkulu salam kenal
Sutarno : sekalian izin Kasmen, saya juga memperkenalkan diri, saya Sutarno Dansat UT Jakarta Diksar 95, saat ini dipercaya sebagai Aslog Kasmen Jaya.

Hadijaya : apa kabar menwa Bengkulu ?
Septi Verawati : Saya, Diksar tahun 2000 pak, kabar Bengkulu bagus pak, rencana kami di Bengkulu mau bikin Menwa di UT sini lalu bagaimana mekanismenya ya ?, kalau di Bengkulu namanya Skomen Mahadwiyudha pak

Hadijaya : ide yang bagus, kita lakukan langkah awal dulu yaitu sosialisasi menwa untuk civitas akademika UT.
Septi Verawati : Bagus banget itu pak biar mahasiswa UT yang di Provinsi lain juga tau kalau di UT juga ada Menwa.
Sutarno TL : ini foto Diksar anggota Satmenwa UT Jakarta 2013 di Bumi Marinir Cilandak ndan dulunya kita tergabung dalam Batalyon 21.

Hadijaya : ya makasih, mohon ijin nantinya saya akan download foto-foto kegiatan menwa dari album Satmenwa UT
Sutarno : siap nDan, kalau ini foto saya dan rekan dengan pejabat Pemprop DKI pa Jokowi dan Ahok

Hadijaya : apakah Septi pernah mengusulkan pembentukan menwa UT Bengkulu kepada kepala UPBJJ Bengkulu ?
Septi Verawati : Kita sudah masukkan surat audiensi tapi sampai sekarang belum ada tanggapan mungkin karena peralihan pimpinan di UPBJJ Bengkulu kemarin.

Hadijaya : di Bengkulu Septi aktif di kampus yll atau menjabat di Skomenwa Mahadwiyuda ?
Septi Verawati : Saya Kasmen (Kepala Staf Resimen) di Mahadwiyudha pak

Hadijaya : wow… mantap ya, Kepala Staf Resimen adalah pejabat yang merupakan staf Komandan Kodim Bengkulu, masa jabatannya / periodenya … kapan sampai kapan ?
Septi Verawati : Masa jabatan 2012 s/ 2014, akhir tahun nanti berakhirnya pak

Hadijaya : Bung Sutarno, Satmenwa UT Jakarta sampai saat ini sudah berapa kali mengalami peralihan Komandan ?
Sutarno TL : PROFIL SATUAN. Terbentuk : 28 Oktober 1993 1. Angkatan I/Seroja 1993 : 17 Orang 2. Angkatan II/Pasopati 1994 : 18 Orang 3. Angkatan III/Bima 1995 : 13 Orang 4. Angkatan IV/Arjuna 1996 : 10 Orang 5. Angkatan V/Yudhistira 1997 : 6 Orang 6. Angkatan VI/Nakula sadewa 1998 : 3 Orang 7. Angkatan VII/ 1999 : 2 0rang 8. Angkatan VIII/Jayawangi 2001 : 1 Orang 9. Angkatan IX/ 2004 : 1 Orang 10. Angkatan X/ Wira Chandra 2012 : 2 Orang 11. Angakatan XI/2013 : 1 orang Susunan Pengurus 2012-2013 Komandan Satuan : Sutarno NBP: 95750724123 Wakil Komandan Satuan : Hasanudin NBP: 96780724505 Kaur Diklat : M. Rizky Ardyan NBP: 12940735101 Kaur Minlog : Linda Lestari N. NBP: 12760735102 Partisipasi yang pernah dilakukan: 1. Satgas Dharma Bakti Timor Timur/ Operasi Seroja 1994 – 1997 2. Bakti Sosial Kebersihan Banjir Kp. Melayu 1995 3. Operasi Batara (BaktiTunggal Abri dan Rakyat) KODAM JAYA 1997 4. Operasi Kemanusian Tanggap Darurat Tsunami Aceh 2004 5. Donor Darah tingkat satuan maupun tingkat skomenwa. 6. Gelar Relawan BNPB 2012 7. Operasi Tanggap Darurat Banjir Jakarta 2013/2014

Hadijaya : info yg sangat berguna bung, terimakasih
Sutarno : siap ndan ini latsar yang terakhir 2013 nama angkatannya Samudra Jaya Sena kita hanya bisa kirim 1 orang yaitu Enggal.
DANMENBANPUR-2 MAR BUKA PENDIDIKAN BELA NEGARA MENWA JAYAKARTA Dispen Kormar (Jakarta). Komandan Resimen Bantuan Tempur-2 Marinir (Danmenbanpur-2 Mar) Kolonel Marinir Tri Subandriyana memimpin upacara pembukaan Pendidikan Bela Negara Resimen Mahasiswa Jayakarta tahun 2013 di lapangan Brigif-2 Mar, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta selatan, Rabu (27/11/2013). Dalam upacara pembukaan tersebut dihadiri oleh Wadan Menbanpur-2 Mar, Danyonkes-2 Mar, Danyonprov-2 Mar, Para Perwira Staf Menbanpur-2 Mar, Danmenwa Jayakarta Lukman Hakim,SE., serta para siswa-siswi peserta pendidikan yang seluruhnya berjumlah 182 orang.

Hadijaya : oke bung Sutarno, sebagai Komandan Menwa UT Jakarta, apa komentar anda sehubungan dengan polemik penamaan KRI Usman-Harun yang ditentang oleh PM S’pore beberapa waktu yll… ?
Sutarno : Hak pemerintah Indonesia untuk memilih nama KRI Usman Harun karena mereka adalah pahlawan nasional yang berjasa kepada bangsa ini.

Hadijaya : lalu bagaimana pandangan menwa terhadap sikap pemerintah S’pore itu ?
Enggal : Usman dan Harun adalah pahlawan yang melakukan tugas negara. Mereka seusia kami anggota Menwa. Namun telah membuktikan rasa nasionalisme mereka. Sikap Singapura terlalu berlebihan, karena ketika perang orang yang dianggap pahlawan di negara kita menjadi musuh bagi negara lain. Seharusnya mereka tidak usah mengungkit hal ini. Situasi dulu dan sekarang berbeda. Mereka bukan teroris yang sengaja melakukan teror. Mereka adalah pejuang yang mempertahankan kedaulatan NKRI.

Septi Verawati : Indonesia negara yang berdaulat yang mempunyai hak penuh memberi nama apapun untuk KRInya, pemerintah S’pore ngak usah terlalu membesar-besarkan, masalah NKRI adalah harga mati.

Hadijaya : jadi menwa tetap mendukung penggunaan nama Usman Harun pada KRI yang baru tsb ?
Enggal : Siap….Saya pribadi sangat mendukung. Walaupun saya belum lahir di tahun 1968. Tetapi membaca kisah mereka membuat hati saya bergetar dan kagum atas dedikasi mereka. Mereka masih sangat muda dan rela mempertaruhkan nyawa demi bangsa. Mereka gugur dengan kepala tegak dan terhormat.
Septi Verawati : Pasti, bagi Indonesia Usman Harun adalah pahlawan, peduli amat ama sikap pemerintah Singapore

Hadijaya : oh… jadi agaknya pemerintah S’pore itu cuma merengek ketakutan kalau nama Usman Harun dikibarkan, mereka mungkin takut semangat juang tersebut kembali berkobar dan S’pore direbut Indonesia.
Septi Verawati : bisa jadi, ketakutan yang tidak beralasan
Enggal : Inilah saatnya membangkitkan kesadaran rakyat Indonesia tentang cinta tanah air. Mungkin ada sesuatu yang lebih dari itu. Mereka adalah negara persemakmuran, jadi ada kepentingan lain.

Hadijaya : Rakyat Indonesia sudah sadar sejak dulu, rakyat Indonesia perlu dibekali lagi dengan kekuatan sistim pertahanan dan keamanan. Kira-kira apakah menwa yang bekerja di sebuah Instansi siap menerima tugas pertahanan diperbatasan, meninggalkan kantor dan keluarganya… ?
Enggal : Siap…. apabila memang kita dibutuhkan negara. Jangan harta benda, jiwa raga siap kita korbankan. Menwa sudah dididik untuk bela negara. Perintah komando harus dilaksanakan, demi kemajuan bangsa.
Septi Verawati : Kalau memang dibutuhkan saya siap !

Enggal : Izin senior. Kita sedang Pradik anggota baru, Siswa Suswanto dan M.Adam. Besok berangkat Diksar di Mahabanten.

Hadijaya : ok … salam buat teman-teman yang Pradik semoga sukses

Yudi Ism : selamat siang senior menwa, mohon izin saya yudi ism mahasiswa UT smt 6 Admin Negara dari UPBJJ Purwokerto, di perguruan tinggi sebelumnya saya mengikuti diksarmil tahun 99 dan aktif dimenwa,….. di UT dari smt 2 lalu saya ingin sekali aktif kembali menjadi anggota menwa disela sela kesibukan saya. minimal ada yang bisa saya lakukan diakhir Smt saya di UT untuk menwa, saya berkomunikasi dengan pak Diki yang senantiasa memberikan bimbingan tetapi masih belum maksimal, terketuk rasanya jiwa saya tatkala menlihat dan mendengar banyaknya bencana alam disekitar saya tapi sedih rasanga tatkala saya tidak bisa berbuat apa-apa, kabar berita tentang gunung kelud yang debunya sampai tempat saya, mohon petunjuk para senior apa yg harus saya lakukan minimal di UPBJJ Purwokerto terbentuk dulu satmenwa terimakasih sebelumnya

Hadijaya : salam kenal bung Yudi, pernah bergabung di Menwa ya, apa nama kesatuannya th 99 itu ?
Yudi Ism : salam kenal kembali Hadijaya saya gabung di MAHADIPA Sat 933 saya berharap ada yang bisa saya lakukan diakhir semester saya di UT untuk MENWA UPBJJ Purwokerto pada khususnya mohon petunjuk senior.
Saut Panggabean : Ijin senior Bang Hadi, sedikit menanggapi untuk Yudi Ism, baik sekali keinginannya yang masih besar untuk mengabdi dibidang sosial apalagi pernah menjadi anggota Menwa sebelumnya. Tak ada batas di perguruan tinggi (perti) manapun termasuk di UT mewujudkan salah satu fungsi Menwa menanggulangi akibat bencana alam (SKB 3 Menteri thn 2000 ttg pembinaan Menwa), apakah satuan menwa UT UPBJJ Purwokerto belum terbentuk ? Kalau belum, coba cari beberapa rekan sesama mahasiswa UT Purwokerto yang kira-kira berminat jadi Menwa dan rekan Yudi Ism sebagai Senior membuat rencana lalu mengadakan pendekatan ke Binmawa atau langsung ke Ka. UPBJJ UT Purwokerto untuk membicarakan niat pembentukan satuan ini tentunya disertai proposal pengajuan, setelah langkah kedalam dilakukan, adakan pendekatan dengan Komandan Satuan atau Dan Yon Kala Yudha Univ. Jend. Soedirman (Unsoed), apalagi UT Upbjj Purwokerto juga berada dibawah pembinaan PTN ini, bicarakan maksud niat baik ini, setelah OK dan dari UT UPBJJ juga OK, Dansat atau DanYon Menwa Unsoed pasti tahu apa yang perlu dilakukan, sambil mempersiapkan calon yang berminat. Dari awal ini sudah bisa dibuat team kepanitiaan diantara sesama calon yang diketuai Senior Yudi Ism tentunya, persiapkan fisik dan perbekalan lain hingga menunggu bergabung Pradiksar Kampus bersama dengan Calon Resimen Mahasiswa Satuan Unsoed, dan jika nanti waktunya Diksarmil langsung menyatu dibawah Komando Yon/Satmenwa Unsoed ke Rindam IV / Diponegoro. Yudi tentunya diharap sangat berperan besar dalam pendampingan siswa semenjak pradiksar Kampus sampai Diklatsarmil, setiap langkah yang akan ditempuh harus disertai tertib administrasi, surat-surat tembusan atau diketahui langsung Ka UPBJJ atau minimal Binmawa UPBJJ UT Purwokerto, dokumentasikan semua kegiatan yang diikuti, datang menghadap sebelum dan sesudah menjalankan suatu kegiatan. Lalu setelah terbentuk beberapa orang anggota menwa, lakukan pendekatan ke Skomen. Antara UPBJJ dan Skomen paralel dan berkoordinasi dengan DanYon/sat Menwa Unsoed harus tetap terjalin. Semoga semua bisa berjalan jika diniatkan melalui prosedur yang benar dan hal ini pula yang dulu kami jalankan dalam perekrutan minat mahasiswa, pembinaan / pradiksar kampus yang bergabung dengan Batalyon 3 Menwa IKIP Jakarta (sekarang UNJ) dan komunikasi ke dalam UPBJJ, Skomen dan Satuan-satuan Mewa di Perti lain se Jayakarta untuk pembentukan Menwa di UPBJJ Jakarta dengan nama awalnya adalah Batalyon Gab 21/UT, dimana walau baru terbentuk dengan 17 personil, Satuan Menwa UPBJJ UT Jkt sebagai Markas Besar (walau tidak memiliki Mako, tetapi tetap bisa disesuaikan dengan Rencana dan perintah yang ada) UT yang adalah PTN, otomatis Menwa UT pun ditunjuk sebagai pusat/ markas dan pembinaan bagi 4 satuan Menwa dari Perti swasta lain yang sewilayah Jkt Timur yang ditetapkan oleh Danmenwa Jayakarta sekaligus jabatan Aster Kodam Jaya waktu itu.
Jika sekarang telah bergabung dengan kita senior-senior alumni Menwa yang ada di UT Pusat, itu adalah yang patut kita syukuri bersama, mohon petunjuk dan komando dari senior-senior kita seperti Pak Hadi dkk untuk melakukan koordinasi dengan petinggi di UT Pusat dan komunikasi dengan Dansat/Wadansat yang lebih senior di Satmenwa UT UPBJJ Jakarta.

Hadijaya : baiklah, sudah jelas ya bung Yudi, rekan menwa semuanya kita cukupkan bincang-bincang ini saya mengucapkan terimakasih atas waktu luang rekan semuanya, selamat malam sampai jumpa.

4 Responses to Mengenal Korps Resimen Mahasiswa UT

  1. Ricky Putra Rachmawan says:

    bagaimana dengan mahasiswa baru yang ingin menjadi anggota menwa satuan ut ?

    mahasiswa ut komunikasi upbjj ut surabaya

    Terimakasih

    • Hadijaya says:

      Caranya dg menghubungi Satuan Induk di Posko Batalyon Menwa ITS, mengisi formulir pendaftaran disana

  2. ZUHAIR AKBAR says:

    sangat bangga terhadap tni kita tetap semangat dan tetap berjuang untuk menjaga bangsa indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *