Laporan Kegiatan Aktivasi Alumni UT per Juli 2018

Kegiatan aktivasi anggota baru Ikatan Alumni UT di Kawasan Perkantoran UT Pusat terasa agak berbeda suasananya dibanding dengan kegiatan aktivasi yang pernah berkali-kali dilakukan sebelumnya. Alasan pertama adalah hari Minggu 1 Juli 2018 masih dalam suasana halal bi halal karena masih bulan Syawal sehingga antara rekan-rekan pengurus satu sama lain saat bersalaman sambil mengucapkan kata : “maaf lahir batin yaa !”.
Alasan yang kedua dan terasa berkesan adalah dengan kehadiran Rektor UT secara non formal soalnya bertepatan dengan libur hari Sabtu. Baru kali ini tenda tempat pendaftaran calon alumni UT dikunjungi Rektor. Tampak ada rona ceria di wajah rekan-rekan pengurus IKAUTPUS dengan kehadiran orang nomor satu UT ini. Kehadiran pak Rektor langsung dimanfaatkan rekan-rekan untuk berfoto selfy, … pokoknya mantap dah.

wisudawan12wisudawan13wisuda6Lalu yang ketiga kami juga melakukan bincang-bincang dengan calon wisudawan, kali ini dengan wisudawan dari Pokjar – Balikpapan, berikut cuplikannya :

Hadijaya : Selamat siang bu, mari silahkan duduk dan kalau tak keberatan sambil memperkenalkan diri dengan kami pengurus pusat Ikatan Alumni UT.
Sri Wahyuningsih : Terimakasih bapak dan juga ibu-ibu, nama saya Sri Wahyuningsih, kami rombongan semuanya 8 orang sama-sama guru SD dari Balikpapan. Asal UPBJJ-nya Samarinda. Saya sendiri bekerja sebagai Guru Honorer di SDN 009 Kecamatan Balikpapan Utara – Kaltim. Saya pertama kali menjadi guru tahun 2011 pak, lalu mendaftar sebagai Mahasiswa UT mulai tahun 2013.

wisudawan00Hadijaya : Sekarang ibu mulai lega ya bu bisa hadir ke UT Pusat untuk mengikuti prosesi wisuda. Coba ibu ceritakan hal yang menyedihkan pada saat masih sebagai Mahasiswa UT.
Sri Wahyuningsih : Hal menyedihkan yang pernah saya alami adalah banyaknya tugas–tugas kuliah sementara anak saya sedang sakit, sedangkan saya tidak bisa mengurus anak saya yang sakit karena tugas kuliah yang harus segera dikumpulkan. Sebagai ibu tentunya saya sangat mengkhawatirkan anak saya dilain sisi sebagai mahasiswa saya harus konsisten menyelesaikan tugas dari dosen tepat waktu. Pada akhirnya saya harus menyelesaikan tugas dengan bermacam pekerjaan rumah tangga dan sambil mengajar pula, walaupun sering diliputi kekhawatiran sambil terus mengurus anak yang sakit saya tetap selesaikan tugas dari dosen. Alhamdulilah akhirnya saya dapat menyelesaikan tugas tepat waktu.

wisudawan11Hadijaya : Bagaimana kisahnya kok ibu bisa kuliah di UT, ibu dapat info darimana tentang UT ?
Sri Wahyuningsih : Saya pilih kuliah di UT setelah dapat info dari teman. Sebelumnya saya pernah kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta di Balikpapan namun tidak saya selesaikan pak lalu beralih ke Universitas Terbuka. Sebetulnya Perguruan Tinggi Swasta tersebut didominasi oleh banyak guru SMP, sedangkan saya  guru SD.

Hadijaya : Saya sebelumnya dapat info dari ibu Danella Cerelia, SPd, MM – Tutor dari Kaltim yang juga Ketua II IKAUT KALTIM bahwa seorang diantara calon wisudawan dari Pokjar – Balikpapan ini ada yang berhasil meraih IPK cukup tinggi (3,5) yaitu bu Sri Wahyuningsih sendiri, nah saya mau tanya apa kiat-kiat yang ibu lakukan sehingga dapat menyelesaikan kuliah di UT tepat waktu ?
Sri Wahyuningsih : Kiat–kiat saya bisa menyelesaikan kuliah adalah …
Yang pertama karena adanya peran dari dosen-dosen saya yang baik dan membimbing saya dari semester 1 sampai semester 10, saya selalu bertemu dengan dosen yang baik terhadap kami mahasiswanya. Dosen selalu datang setiap pertemuan dan selalu memberi kami tugas–tugas agar kami senantiasa membuka modul yang diberikan dari UT. Dosen–dosen kami itu tanggung jawab sekali dengan selalu datang setiap kali pertemuan.
Yang kedua, peran dosen/ tutor sangat membantu sekali dalam mengantarkan dan membukakan wawasan saya. Apabila ada hal-hal yang saya kurang paham saya tanyakan ke dosen/ tutor, trik yang biasa tutor berikan agar mahasiswanya menguasai materi adalah dengan memberi kami tugas-tugas agar kami mau mempelajari modul yang sudah diberikan. Selalu membaca modul apabila ada kesempatan/ waktu jauh–jauh hari sebelum ujian.

Hadijaya : Apa nilai tambah yang ibu rasakan setelah menyelesaikan kuliah di UT ?
Sri Wahyuningsih : Sebelum mengajar di SD, saya pernah mengajar di PAUD selama 4 tahun dari 2007 sampai 2011. Saat ada lowongan pencarian guru SD, saya mencoba mendaftar jadi guru SD walau hanya dengan ijazah SMA. Tahun 2011 saya menjadi guru SD, saya harus meningkatkan profesionalisme saya sebagai guru maka sayapun mengikuti kuliah di UT. Setelah kuliah di UT, Alhamdulilah saya yang tadinya “buta sama sekali” tentang pendidikan, tentang menghadapi peserta didik, tentang kesiapan media dan modul pendidikan, kini saya merasa sudah memiliki pengetahuan itu dan makin bertambah wawasan dan pengetahuan saya.

Hadijaya : Apa cita-cita dan harapan ibu setelah diwisuda besok dan meraih predikat S1 ?
Sri Wahyuningsih : Harapan saya setelah meraih S1 adalah bisa menjadi PNS karena sekarang saya masih honorer pak.

ipitUsai mewawancara calon wisudawan terbaik dari Kaltim tersebut kami langsung menghubungi Tutor untuk para mahasiswa UT Kaltim yaitu ibu Danella Cerelia, SPd, MM dan menanyakan langsung kunci sukses mengikuti kuliah jarak jauh yang diselenggarakan oleh UT. Beliau menjelaskan bahwa belajar mandiri dalam banyak hal adalah dengan pandai-pandai mengatur waktu secara efisien; rajin membaca modul; percaya diri dan berupaya untuk menerapkan strategi belajar CERDAS, yang maksudnya adalah :
C-cerdik menggunakan strategi belajar;
E-efektif menggunakan waktu belajar;
R-realistis merencanakan belajar;
D-dapat mencapai target belajar;
A-akurat merencanakan belajar;
S-spesifik dalam menetapkan tujuan/ target belajar. Maksudnya bahwa belajar di UT tujuannya bisa bermacam macam, misal untuk mengembangkan kemampuan diri, mendukung karier atau kemampuan profesional, memperoleh kompetensi/ kualifikasi pendidikan sebagai persyaratan, mengubah dan memperbaiki masa depan.
Demikian ibu Danella Cerelia, SPd, MM menambahkan penjelasan pada saat kami konfirmasi via telephon seluler.
Sebetulnya masih banyak lagi wisudawan UT dengan IPK tinggi (>3,5) namun pada kesempatan ini ibu Sri Wahyuningsih yang kami wawancarai karena secara kebetulan bertemu dengan kami pada saat kegiatan aktivasi alumni.

kaltim4Calon wisudawan yang berdatangan dari berbagai UPBJJ UT ke Wilayah Perkantoran UT Pusat mencapai sekitar 1250 orang. Sebagian telah hadir lebih awal di Pondok Cabe yaitu hari Sabtu, 30 Juni 2018. Mereka menginap diberbagai tempat seperti Wisma UT, Kos-kosan dan Penginapan baik di Pamulang maupun di sekitar UT Pondok Cabe. Kegiatan aktivasi alumni baru berlangsung dari hari Sabtu, Minggu dan Senin. Pada hari Senin diberikan Sosialisasi guna memperkenalkan organisasi alumni UT dengan nama IKA-UT. Acara sosialisasi disampaikan langsung di Gedung UTCC pada hari Senin, 2 Juli 2018 oleh Hadijaya, MPd selaku Ketua II- IKAUTPUS.

wisuda8Pada kesempatan tersebut Hadijaya menyampaikan mengenai pentingnya peran alumni baru dalam mendukung dana beasiswa bagi mahasiswa UT yang berprestasi namun secara financial kurang mampu. Cukup ringan, calon alumni cukup membayar uang Rp. 35.000,- (Tiga puluh lima ribu rupiah) hanya sekali bayar untuk seumur hidup. Uang tersebut bernilai sodaqoh jariah karena sebagiannya untuk digunakan membantu adik-adik mahasiswa UT sendiri yang telah diseleksi dan dinyatakan layak menerima beasiswa. Gerakan beasiswa tersebut telah menjadi program IKAUT baik di Pusat maupun Daerah.
Adapun penyerahan daftar nama calon alumni dilakukan pada hari Selasa, 3 Juli 2018 dan disampaikan usai prosesi wisuda oleh Rektor UT kepada Drs. Leles Sudarmanto MM (Sekjen IKAUTPUS). Demikian sekilas info kami laporkan dari Kawasan UT Pondok Cabe Pamulang BANTEN.[Gway]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *