Blusukan Online Mencari Tau Keberadaan Mahasiswa UT di Korea dan Taiwan

pageblusukan


Wawancara 5 Januari 2014 jam 22:13, kali ini dilakukan oleh Hadijaya selaku Kepala Bidang Pengembangan IT IKAUT Pusat bersama mahasiswa UT yang notabene bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di Taiwan dan Korea. Mereka yang dijumpai langsung melalui jejaring face book antara lain : Rita Sugianti (TKI Taiwan); Dikka Hermansyah dan Petrus Palembangan (TKI Korea), berikut ini cuplikannya :

1.Dikka Hermansyah (Mahasiswa UT-Korea)
—————————————
Hadijaya : halo Dikka…
Dikka : ya Pak Hadi, senang bertemu dengan Bapak.

Hadijaya : Dikka asal daerah mana ?
Dikka : saya dari Bima NTB pak !

Hadijaya : Dikka sdh berapa kali ikut UAS UT Korea ?
Dikka : Saya sekarang masuk semester 7 Pak di jurusan Ilmu komunikasi angkatan pertama 2011.1 UT Korea Selatan.

Hadijaya : wah mantap ya !
Dikka : Alhamdulillah pak, tidak terasa sudah 3 tahun di UT.

Hadijaya : gimana riwayatnya kok Dikka bisa datang ke Korea dan masuk UT disana ?
Dikka : Alhamdulillah sebelum UT buka cabang di Korea hari-hari saya hanya kerja dan kerja dan jarang pergi kemana-mana, hanya menghabiskan waktu dengan hal yang tidak berguna alhasil saya dulu kalau libur minggu di tempat kerja sambil part time dikonter HP, setelah ada program UT hari minggu libur kerja saya bisa fokus belajar di UT.

Hadijaya : anda bekerja di perusahaan apa ?
Dikka : saya kerja diperusahaan Textile Printing.

Hadijaya : sebelumnya dapat info tentang UT dari mana ?
Dikka : Dikka ambil jurusan Ilmu komunikasi karna dikka senang di dunia broadcasting dan di Korea juga dikka sudah banyak malang-melintang didunia intertainment Korea sebagai MC, MODEL dan main figuran drama Korea. Nah !… waktu itu saya sudah dapat info tentang UT dari pegawai KBRI Seoul sejak tahun 2010, tapi karena ketika itu belum ada yang bisa menanggani maka program studi UT ini terselenggara tahun 2011. Ditahun tersebut ada kabar tentang UT melalui teman-teman PERPIKA (Persatuan Pelajar Indonesia di Korea). Waktu itupun langsung saya membantu mas Hadi Yudistira dan teman-temannya untuk menyebarkan info tentang UT ini dan alhamdulillah teman-teman WNI di Korea banyak sekali yang minat dan waktu itu saya juga datang diacara sosialisasi UT yang dilaksanakan di Wisma KBRI Seouldengan Pembicara Pak Gorky Sembiring. Teman-teman yang hadir disosialisasi pak Gorky itu lebih dari 50 orang calon mahasiswa UT.

Hadijaya : biaya kuliahnya di UT Korea sama ngga dengan UT di Indonesia ?
Dikka : tidak sama pak, kami biayanya mahal karena harus bayar kampus untuk kami TTM dan biaya-biaya lainnya.
Hadijaya : cara membayar uang kuliah langsung atau transfer bank ?
Dikka : iya kita bayarnya melalui nomor rekening bendahara UT Korea pak.

Hadijaya : jumlah yang anda bayar per semester berapa ?
Dikka : rata-rata sekitar 4 juta rupiah, sekarang kenanya per-semester 420.000 won, itu total semuanya untuk SPP dan biaya operasionalnya (biaya pengiriman modul, sewa kelas untuk TTM dan lain-lainnya). Bayar tutor dan bayar sewa Kampus Seoul University buat kegiatan belajar mengajar, bisa tembus menyewa Kampus itu karena dulu kampusnya mas Hadi Teguh Yudistira dan dengan bantuan administrasi melalui surat-menyurat oleh KBRI Seoul pak, sehingga kami dapat ijin untuk belajar di kampus itu walaupun harus bayar mahal, namun kami merasakan kenyaman dalam belajar.

Hadijaya : apa suka duka sebagai mahasiswa UT disana ?
Dikka : banyak Pak, yang paling berat membagi waktu untuk belajar dan bekerja karena sistim kerja di Korea jam kerjanya panjang. Sukanya saya, banyak saudara-saudara baru di UT, banyak ilmu-ilmu baru yang saya dapat yang tadinya nggak tahu menjadi tahu dan tentunya ilmu yang saya dapatkan luar biasa.

Hadijaya : misalnya ilmu apa..?
Dikka : Ilmu Broadcasting, publik speaking dan banyak sekali ilmu-ilmu yang saya dapatkan, tadinya saya otodidak sebagai seorang MC lalu sekarang saya banyak belajar dan cocok dengan Ilmu komunikasi jurusan yang saya ambil, jadi kesimpulannya saya mencintai study ini karena sesuai dengan karakter saya.

Hadijaya : apakah ilmu tersebut bisa diterapkan dengan pekerjaan diperusahaan ?
Dikka : bisa pak, jadi kita bisa berdialog dengan baik pada sesama karyawan yang notabene orang-orang asli Korea.

Hadijaya : apakah tutor disana menggunakan bahasa Korea saat mengajar TTM ?
Dikka : tidak pak, kami tetap dilayani bahasa Indonesia dan Inggris.

Hadijaya : Dikka pernahkah mengikuti tutorial secara online di www.ut.ac.id ??
Dikka : tiap semester wajib ikut pak, karena 3 dari kelebihan matkul yang di TTM di Korea kita wajib ikut tutorial online.

Hadijaya : adakah kendala perkuliahan disana ?
Dikka : kendalanya malah sebaliknya pak pelayanan dari UT Online untuk kami, kalau di Korea pelayanannya sangat bagus.

Hadijaya : masalah UT Online seperti apa ?
Dikka : misalkan matkul yang ada di UT onlinenya nggak ada tutor yang aktif memberikan kami materi kuliah dan biasanya materi yang ada itu malah yang sudah ada dari tahun-tahun sebelumnya sehingga kami harus menerima IPK yang sangat standar karena tidak ada nilai tambahan dari tugas-tugas jadi hanya mengandalkan nilai UAS saja.

Hadijaya : sekarang Dikka domisili di Seoul ya ?, tinggal di mess perusahaan atau ngontrak rumah/ kost ??
Dikka : saya tepatnya di daerah Kyunggido Ansan satu jam dari kota Seoul dan saya tinggalnya di asrama perusahaan pak.

Hadijaya : kampus UT ada di Seoul ya, dari Kyunggido ke kampus UT Seoul naik apa ?
Dikka : subwey pak berangkat jam 8 pagi karena kelas kami mulai dari jam 10 pagi sampai jam 6 sore dengan 3 mata kuliah yang di TTM-kan di kampus kami.

Hadijaya : makan siang di kampus UT ya ?
Dikka : iya pak, semua mahasiswa makan disana karena ada yang koordinir catring makan siangnya dari ibu-ibu pengajian di Seoul, kami tinggal bayar dan diantarin ke kampus juga, serta ruang ibadah sholatpun dikasih satu ruangan buat kami melaksanakan ibadah sholat dzuhur dan ashar.

Hadijaya : oh iya … maaf apakah Dikka sudah berkeluarga atau belum ?
Dikka : saya belum pak, dulu pernah pacaran sama orang Korea hanya bertahan 6 bulan hehehehe….tetapi mikirnya dia non muslim saya nggak melanjutkan hubungan kami dan menjadi sahabat yang baik saja.

Hadijaya : mahasiswa UT Korea punya jaket alma mater juga khan… sering dipakai ngga ?
Dikka : iya kami punya dengan design sendiri hanya warnanya yang tidak sama dengan UT Jakarta dan ya setiap ke kampus kami pakai.

Hadijaya : ok, apa pesan Dikka untuk teman-teman mahasiswa UT yang berada di Korea, Taiwan, S’pore dan juga yang di Indonesia ??
Dikka : pesan saya, tetap semangat meraih impian dan cita cita kita dan tuntutlah ilmu setinggi langit walau dinegeri seberang karena hidup tanpa ilmu bagaikan sayur tanpa garam dan mari kita bulatkan niat dan tekad kita untuk menjadi generasi penerus bangsa Indonesia tercinta yang berpotensi dan berkualitas sesuai dengan motto UT Korea : “Berkarya dan Berpendidikan”.
Yuuuk guys … stay tune on UT Korea Radio to Night, yaach !… ada DJ Dikka Hermansyah malam ini yang bakal enjoy bersama lagu-lagu kesayangan anda semua sobat dengar UT Korea radio … bisa kirim-kirim salam dan request lagu-lagu bagus dimana lagi kalau bukan di www.utkorearadio.com, ….ok pak trimakasih dan selamat istirahat.

Hadijaya : ckckckck… mantap.
Dikka : hehehehe …. koq ketawa pak…..lucu ya ?

Hadijaya : Dikka memang MC yang hebat,… hehehe. Oke kita cukupkan dulu bincang-bincang dengan Dikka, saya ucapkan terimakasih atas waktunya.
Dikka : Aamin semoga saya salah satu mahasiswa yang bisa membanggakan UT umumnya dan menjadi penyemangat teman-teman yang lain, terimakasih pak sudah meluangkan waktunya bersama Dikka dan salam semangat, wassalam

Hadijaya : ya… wa’alaikumsalam.

2. Rita Sugianti (Mahasiswi UT-Taiwan)
————————————–
Hadijaya : met malem dik Rita ..
Rita : Selamat malam pak… salam kenal terima kasih atas konfirmasinya.

Hadijaya : apakah Rita kuliah di UT Korea ?
Rita : saya kuliah di UT Taiwan pak, cuma satu team di radio UT Korea

Hadijaya : namamu yang terdaftar di UT siapa ?
Rita : Rita Sugianti.

Hadijaya : ohh.., kalau UAS dimana ? Korea atau Taiwan ?
Rita : UAS di Taiwan, kalau kegiatan radio online bareng teman-teman yang di Korea yaitu mas Iwak, mas Sopian, mas Suharno, mas Fitoh, mas Dikka dkk

Hadijaya : di Taiwan ada berapa banyak temanmu yang mahasiswa UT ?
Rita : banyak pak, silahkan di add FB-nya Nano Ken, kami berdua Mahasiswa UT Taiwan yang masuk dalam kepengurusan PPI Taiwan. Pengalaman tahun kemaren pengurus PPI-Taiwan (Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan) bidang sosial budaya dan kreatifitas Dj. di UT Korea Radio dan saat ini sedang bantu-bantu siaran di Radio PPI Dunia di acara Terajana bersama Dj Firman mahasiswa yang study di Pakistan (mahasiswa S2).

Hadijaya : ambil program studi apa dan sudah semester berapa sekarang ?
Rita : saya menejement semester-5.

Hadijaya : Rita kerja di perusahaan apa ?
Rita : saya bekerja di Rumah Sakit

Hadijaya : apa nama rumah sakit tempatmu bekerja ?
Rita : Zhong Xiao Hospital kota Taipei

Hadijaya : jadi Rita kost di Taipei ? atau nginap di mess ?
Rita : ada mess khusus di sediakan oleh Rumah Sakit

Hadijaya : kampus UT Taiwan jauh atau dekat dengan mess Rita ?
Rita : lumayan jauh, saya naik kereta.

Hadijaya : berapa jam ?
Rita : kurang lebih 30 menit

Hadijaya : UT Taiwan alamatnya dimana ? jalan apa ?
Rita : UT Taiwan masih menyewa … namanya yang tepat saya lupa, … disebuah kampus di Taipei Power Building, … tapi dulunya di gedung KDEI.

Hadijaya : Rita mengenal keberadaan UT di Taiwan dapat infonya dari mana ?

Rita : info dari sebuah majalah

Hadijaya : apa nama majalah itu ?
Rita : majalah berbahasa Indonesia yang ada di Taiwan (Intai).

Hadijaya : asal daerahmu dari Surabaya bukan ?
Rita : bukan saya dari Sumatra, Bengkulu !

Hadijaya : ohh… jeme mannak ?
Rita : jeme manna !

Hadijaya : hobimu pastilah makan mpek-mpek
Rita : bokap jawa hobi makan duren…. wkwkwkwk…

Hadijaya : duren pas lagi musim nikh.
Rita : aih jadi pingin duren pak

Hadijaya : di Taiwan khan banyak duren
Rita : iya banyak tapi tak selezat duren Sumatera

Hadijaya : masa sih, pilih duren montong yang kuning dong.
Rita : pokoknya I Love Indonesia, iya .. kebanyakan karbitan yang asli itu sedikit dan muahalnya luar biasa.

Hadijaya : enak ya di Taiwan… disana ada bakso gak ?
Rita : enak gak enak pak di syukuri… bakso ? ada tapi alakadarnya tidak selezat di Indonesia

Hadijaya : makanan apa yang enak disana ?
Rita : banyak pak hehehe… khas Taiwan : Cho Taufu, Chen Chu Nai Cha dll.

Hadijaya : wew… aku belum pernah nyoba, bahannya ikan semua ya, apa daging juga ??
Rita : banyak pak, cho taufu itu tahu bau khas Taiwan … uenak banget , Chencu Naicha itu minuman khas juga… oh iya pak untuk cerita yang di UT sebeitulnya saya malu mau cerita tapi yang jelas saya itu punya cita-cita yang tinggi sejak SMP, bapak sudah baca status FB saya malam ini ? Dulu saya siswa berprestasi, tapi sayang….. kurang info, juga gak ada dukungan dari berbagai aspek.

Hadijaya : wah… Rita punya bakat nih, digosok terus saja sampai mengkilat… pasti bisa.
Rita : saya nantinya pingin S2 juga insyaAllah.

Hadijaya : amien…. sebagai pekerja rumah sakit, apa suka duka yang dirasakan Rita ?
Rita : Alhamdullilah saya kerja ndak pernah ada dukanya… suka terus.

Hadijaya : wew… mantap !
Rita : karena saya cinta apa yang saya kerjakan, saya bekerja dengan hati

Hadijaya : betah di Taiwan dong… apa ngga kangen dengan keluarga di Indonesia ?
Rita : Alhamdullilah betah dan kerasan … kangen keluarga ?!… tidak pak, karena sejak kecil saya sudah di tinggal orang tua saya, kalau kangen ya saya do’akan orang tua saya komunikasi lewat do’a, saya tipe krasan dimanapun berada hehehe….

Hadijaya : ya kirimi do’a dan fatihah untuk beliau.
Rita : iya..InsyaAllah always, … met malam

Hadijaya : terimakasih Rita…. selamat malam.

3. Petrus Palembangan (Mahasiswa UT-Korea)
——————————————
Hadijaya : halo Petrus apa kabar ?
Petrus : terimakasih pak atas konfirmasinya kabar baik ni pak semoga Bapak Hadijaya juga demikian, oh ya langsung saja saya sudah baca tentang wawancara bapak dengan alumnus UT S’pore dan sangat menarik bahkan boleh dikata sangat sangat luarbiasa memberi pembelajaran dan motivasi buat kami. Perkenalkan nama saya : Petrus Palembangan, saya semester 4 jurusan bahasa inggris minat penerjamah di UT Korea salam kenal Pak Hadijaya…

Hadijaya : Petrus ini hebat ya !
Petrus : sangat luar biasa…

Hadijaya : anda bekerja di perusahaan apa ?
Petrus : saya kerja di perusahaan perakitan frame/ bingkai pintu dan jendela dari Aluminium.

Hadijaya : kok Petrus akhirnya bisa masuk kuliah sebagai mahasiswa UT, bagaimana kisahnya ?
Petrus : ceritanya cukup panjang dari dulu sebenarnya pengen kuliah tapi karena terkendala masalah ekonomi, orang tua tidak mampu membiayai maklum kami keluarga besar selesai sampai tingkat SLTA saja sudah sangat bersyukur. Singkat cerita saya dapat kesempatan kerja jadi TKI Korea lewat Depnaker melalui BNP2TKI dan dari dulu saya selalu bercita-cita semoga ada kesempatan bisa melanjutkan study entah kapan dan dimana itu selalu dalam benak saya dan akhirnya lewat teman teman yang sudah duluan masuk di UT Korea, saya dapat informasi tentang UT dan saya tidak sia-siakan untuk bergabung sebagai mahasiswa UT, itulah sedikit kisahnya trimakasih.

Hadijaya : apakah Petrus ni wong Palembang ya ?
Petrus : bukan Pak !… itu nama marga, saya asalnya dari Tana Toraja Sulawesi Selatan.

Hadijaya : apa nama asli anda yang terdaftar di UT ?
Petrus : iya betul sekali pak nama asli terdaftar di UT tapi sepertinya ada kesalahan penulisan di UT Pusat saat saya tuton yang muncul adalah abjad yang ketukar tapi saya sudah laporkan.
Oh ya berhubung di Korea sudah jam menjelang jam 1 malam dan besok pagi harus beraktivitas kerja seperti biasa saya mohon pamit dulu lain kali saya akan dengan senang hati bisa mengobrol lagi.

Hadijaya : ok gak apa-apa besok kita lanjut ya, selamet malam.
Petrus: ok Pak trimakasih met malam.

Demikian sekilas wawancara dengan mahasiswa UT di Korea dan Taiwan hasil blusukan Bidang Pengembangan IT Pengurus Pusat IKA-UT semoga bermanfaat guna membangkitkan semangat para mahasiswa UT dalam menempuh pendidikan dalam rangka menyongsong kehidupan dimasa mendatang agar menjadi lebih baik lagi. Selamat dan sukses untuk semua mahasiswa UT dimana saja berada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *