Category Archives: Warta UT

WISUDA PERDANA UT TAHUN 2015

Upacara Wisuda Periode 1 Tahun 2015. Foto : Aminudin Zuhairi

Selasa 31 Maret 2015 yang lalu Universitas Terbuka menggelar upacara wisuda perdana di tahun 2015. Dari 13.406 lulusan pada periode ini, 1.150 lulusan mendapat kesempatan mengikuti wisuda di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC). Upacara wisuda tersebut diawali dengan proses registrasi ulang dari tanggal 27 Maret – 29 Maret 2015, serta seminar dan talkshow pada tanggal 30 Maret 2015. Adapun tema yang diusung adalah “Penguatan Daya Saing Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri”.

Peresmian Rumah Alumni Universitas Terbuka

_MG_3998

_MG_3998

 

Rektor Universitas Terbuka Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D meresmikan rumah alumni Universitas Terbuka bersama Ketua Umum Alumni Universitas Terbuka Linda Amalia Gumelar di Universitas Terbuka, Pamulang, Tangerang Selatan(4/2) pada rabu siang.

Selamat Datang Alumni Baru 2014.4

nov23

Sabtu dan Minggu 8-9/11/2014 di halaman gedung BAAPM perkantoran UT Pondok Cabe para pengurus IKAUT Pusat hadir guna menyambut para calon wisudawan dari UPBJJ berbagai pelosok tanah air. Para Pengurus yang hadir antara lain adalah :
Sri Sumiati SE.MM (Ketua I), Hadijaya MPd (Ketua II), Bea Larasati Iskandar S.IKom (Wakil Bendahara), Ir.Goklas Siahaan , MM (Kabid Kelembagaan & Keanggotaan), Yayat Arif Hidayat S.IP (Kasubid Pelayanan Keanggotaan), Dra. Herawati (Kasubid Peyelenggaraan Seminar), dan Panti Prihartini M.Pd (Kasubid Pelatihan).

Wisuda 20114.4 kali ini dihadiri oleh mahasiswa utusan dari sejumlah daerah antara lain : JAKARTA, BANDA ACEH, BANDAR LAMPUNG, BANDUNG, BATAM, BENGKULU, BOGOR, JAMBI, MEDAN, PADANG, PALEMBANG, PANGKAL PINANG, PEKANBARU, PURWOKERTO, SERANGBANTEN, dan SORONG.
Tujuan awal dari kehadiran Pengurus IKAUT ke Pondok Cabe adalah selain melayani registrasi anggota juga untuk menjalin persahabatan serta persatuan dengan Alumni baru. Itulah manifestasi dari niat luhur dibentuknya wadah Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA-UT).
Dasar tujuan IKAUT tersebut dapat dimaklumi karena pola belajar jarak jauh yang diterapkan UT sehingga ribuan jumlah anggota yang tersebar diseluruh pelosok tanah air suatu saat perlu bertemu atau bertatap muka.
Selain wadah komunikasi dan silaturahmi antar alumni, juga dalam rangka merancang kesiapan langkah kedepan untuk membantu sosialisasi program-program UT ke masyarakat dan juga sebagai wahana peningkatan profesional pengurus IKAUT.
Untuk menjalin silaturahmi dan komunikasi antar alumni, Pengurus IKAUT Pusat mulai melakukan pendekatan internal yaitu kepada alumni baru yang notabene kelak akan menjadi Pengurus IKAUT Wilayah dan Daerah di 19 perwakilan IKAUT di tanah air.

Beragam kegiatan telah dilaksanakan IKAUT dan kegiatan itu tidak sekadar temu kangen antar alumni, tetapi banyak kegiatan yang juga bermanfaat bagi orang lain. Seperti belum lama ini, IKAUT memberikan pelatihan kepada masyarakat sekitar Cilangkap dengan keterampilan membatik dan aplikasi Internet. Kedepan IKA UT juga akan sangat concern terhadap profesi guru. Seorang guru tidak boleh ketinggalan akan pemanfaatan kecanggihan teknologi. Jadi guru juga harus mampu mengembangkan kompetensinya, tidak hanya mahir dalam mengajar saja, tetapi juga harus mahir dalam berbagai aspek lainnya, termasuk penguasaan pemanfaatan teknologi Informasi. Itulah langkah pendekatan melalui silaturrahmi yang mulai dilakukan para Pengurus IKAUT Pusat kepada para alumni baru utusan berbagai daerah. Pada pertemuan hari Sabtu dan Minggu tersebut pertemuan menjadi lebih akrab dengan berfoto bersama. Menurut rencana keesokan harinya yaitu Senin 10 November 2014 Pengurus IKAUT melakukan sosialisasi kepada calon wisudawan yang disampaikan langsung oleh Hadijaya [Gway]

Serah Terima Risalah – Hikmah Iedul Adha 1435 H Di Masjid Baitul ‘Ulum UT Pondok Cabe

Foto-0050

Ahad, 5 Oktober 2014 bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1435 H ba’da subuh saya meluncur dari Serpong menuju Pondok Cabe dengan sepeda motor. Situasi jalan sepanjang Pamulang raya sangat lengang, ditepi jalan tampak kaum muslim dan muslimah berjalan menuju ke arah masjid Baitul Ulum di Kawasan Perkantoran UT Pondok Cabe. Sayup-sayup terdengar kumandang takbir dari speaker masjid dari berbagai penjuru Pondok Cabe. Pada hari itu ummat Islam datang untuk menunaikan ibadah sholat Iedul Adha.

Perjalanan menuju masjid Baitul ‘Ulum lancar dan jam 06.00 wib saya masuk halaman parkir dibelakang gedung Pelayanan Publik, sepeda motor saya standarkan disudut agar mudah dijangkau saat pulang ied. Masyarakat sekitar pun datang berbondong-bondong entah dari mana, kemungkinan besar mereka adalah karyawan UT juga karena cukup banyak mobil yang memasuki pintu gerbang kawasan UT, bahkan tempat parkir barupun kini telah siap menampung puluhan kendaraan.
Tepat pukul 06.45 wib Ketua Panita Penyelenggara Ied menuju mimbar lalu menyampaikan sepatah kata sambutan, mengingatkan kepada jama’ah tentang tata cara takbiratul ikhrom dan memperkenalkan Khatib Ied saat itu adalah Prof. Dr. H. Nasrun Haroen, MA. Beliau adalah Ketua Majelis Ulama Sumatera Barat. Sedangkan yang bertindak selaku Imam adalah H. Ahmad Ubaydinur, SQ. Diumumkan pula bahwa Masjid Baitul Ulum UT menerima hewan qurban sebanyak 3 ekor sapi dan 3 ekor kambing yang akan disembelih pada jam 08.30 wib. Selanjutnya sholat ied dimulai dengan penuh hidmat dan setelah salam dilanjutkan dengan khotbah Iedul Adha.

Prof. Dr. H. Nasrun Haroen, MA dalam khutbah yang berjudul : “Serah Terima Risalah” mengawali dengan takbir, tahlil dan tahmid sambil mengajak jama’ah untuk membesarkan asma Allah serta mensyukuir segala nikmat yang telah diturunkan-Nya serta ikut mendo’akan saudara-saudara yang tengah menunaikan ibadah haji, semoga mereka selamat pergi dan pulang dengan memperoleh predikat sebagai haji yang mabrur : “hajjan mabruran wa sa’yan masykuran wa zanban maghfuran” yang arti doa tersebut adalah semoga hajinya mabrur, sa’inya masykur dan dosa-dosanya diampuni Allah SWT.
Selanjutnya Khatib menguraikan kronologis pelaksanaan haji wada’nya Rasulullah SAW yang amat bersejarah karena Rasulullah sebagai pengemban amanah dari Allah telah menjalankan amanah itu dengan baik dan kaum muslimin menjadi saksinya. Dalam peristiwa itu Rasulullah berkhutbah untuk yang terakhir kalinya maka tercatat dalam sejarah Islam sebagai khutbah perpisahan (Khutbatul Wada’).
Intisari dari khutbatul wada’ bahwa Rasulullah secara tegas menyatakan kewajiban setiap muslim untuk menghormati keamanan jiwa dan hak milik orang lain, jiwa dan hak milik suatu bangsa, sebagai landasan utama terpeliharanya perdamaian dan ketentraman. Menyatakan kewajiban menyempurnakan amanah, baik berupa materi maupun tugas dan janji. Menyatakan ketentuan tentang penghapusan riba yang memeras kaum lemah. Penegasan hak dan kewajiban kaum wanita serta hak dan kewajiban timbal balik antara suami dan isteri. Menyampaikan tentang pemeliharaan tali ukhuwah islamiyah antara sesama muslimin serta persamaan hak dan martabat tanpa memandang bangsa dan warna kulit. Rasulullah SAW bersabda : “Camkanlah perkataanku ini, wahai manusia !. Sesungguhnya telah kusampaikan kepadamu dan sesungguhnya aku sudah tinggalkan sesuatu yang apabila kamu berpegang-teguh kepadanya pasti kamu tidak akan tersesat selamanya, yaitu Kitabullah (Al Qur’an) dan Sunnah Nabi-Nya”. Pada momentum itu detik-detik sejarah timbang-terima tugas dakwah telah disampaikan Rasulullah dan untuk itu merupakan kewajiban umat Islam meneruskan risalah dakwah yang terus berlangsung dari abad kea bad dan dari generasi ke generasi secara silih berganti sampai kini. Kitapun wajib melanjutkan perjuangan Beliau dalam menegakkan Islam dan menyadari firman Allah : “Kamu adalah sebaik-baik ummat, dilahirkan untuk kemaslahatan manusia, kamu mengajak kepada kebajikan dan kamu mencegah kemungkaran serta kamu beriman kepada Allah”. Dakwah amar ma’ruf nahyi munkar menjadi kewajiban kita semua, bukanlah semata-mata tugas para ulama dan cendekiawan. Sebagai khairu ummah maka lapangan beramal dan berdakwah harus kita isi tanpa boleh ada suatu kekosongan dalam sektor apapun juga.
Diantara ajaran Nabi Muhammad SAW yang diturunkan Allah melalui Nabi Ibrahim AS adalah “ajaran berqurban”, bagi umat Islam yang memiliki kemampuan berqurban maka hendaklah ia berqurban sebagai perwujudan dari rasa syukur kehadirat Ilahi Rabbi. Makna qurban adalah bagaimana seorang muslim mematuhi dan menjalankan perintah Allah tanpa harus mempertanyakan ada apa dibalik perintah tersebut, kalau Allah sudah perintahkan kepada kita untuk melakukan suatu kewajiban maka kita harus melaksanakannya dan semoga kita mendapatkan ridha dari Allah SWT.
Khutbah ditutup oleh Prof. Dr. H. Nasrun Haroen, MA dengan do’a, selanjutnya para jama’ah saling bersalam-salaman sambil bersalawat bersama.

Saya merogoh saku baju dan celana, kunci motorku hilang. Saya segera menuju halaman parkir dan menemui Satpam yang berjaga disana : “bang !, yang dipojok itu motor saya tapi kunci kontaknya hilang !”
Satpam yang bernama Danil pun menjawab : “Oh motor bapak ya ?!, kuncinya tadi masih nempel lalu saya cabut dan saya taruh di posko, silahkan ambil disana pak !”. Kunci motor akhirnya saya dapatkan kembali, perparkiran kendaraan di kawasan perkantor UT Pondok Cabe terbukti aman, Alhamdulillah. [Gway]

Dies Natalis UT Ke 30 dan Pelantikan Pengurus Pusat IKA-UT 2014-2019

ikaut2A

Kamis, 4 September 2014 adalah acara Puncak Dies Natalis UT. Universitas Terbuka pada usianya yang ke 30 telah melewati serangkaian kegiatan dalam rangka menjalin keakraban antara Civitas Akademika (Karyawan dan Alumni). Acara berlangsung di Universitas Terbuka Convention Centre (UTCC), dihadiri Pimpinan UT, Menteri Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak Indonesia, Deputi Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Para Mantan Rektor UT, Mantan Pejabat, para karyawan UT dan para personil Pengurus Ikatan Alumni UT (IKAUT) Pusat.
Rektor UT, Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D dalam sambutannya mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada seluruh Mantan Rektor, Mantan Pejabat dan para karyawan UT yang telah membawa UT sampai ke usianya yang ke 30 Tahun. Tidak lupa ucapan terimakasih juga diberikan kepada seluruh pendukung acara, termasuk panitia Dies Natalis UT tahun ini yang telah menyelenggarakan rangkaian acara dies dengan sukses dan lancar, para sponsor dan seluruh mitra kerja UT yang telah membantu dalam penyelenggaraan acara. Rektor memaparkan bahwa pada Perayaaan acara puncak Dies Natalis UT kali ini dilakukan pula pengukuhan Pelantikan Pengurus Ikatan alumni (IKAUT) Pusat. Rektor mengucapkan terimakasih dan mengucapkan selamat melaksanakan amanat Munas 3 IKA-UT yll kepada Pengurus IKAUT Pusat terpilih untuk periode 2014-2019.
Linda Amalia Sari Gumelar, S.IP. alumnus Universitas Terbuka (UT) tahun 1997, selaku alumni Fakultas Ilmu Sosial Politik, Jurusan Administrasi Negara yang dilantik menjadi menjadi Ketua Umum dalam sambutannya menyatakan : suatu kebanggaan tersendiri bisa mengemban amanat sebagai Ketua Umum IKA-UT, dengan tulus kepercayaan Munas 3 IKAUT tersebut diterima sebagai wujud pengabdian kepada almamater. Linda menyampaikan bahwa pada saat ini dan masa yang akan datang adalah era globalisasi yang penuh persaingan dan tantangan namun juga masih ada peluang, sehingga kualitas Sumber Daya Manusia (perempuan, laki-laki, anak perempuan dan anak laki-laki) menjadi kata kunci keberhasilan suatu Negara. Lebih dari 1.000.000 alumni UT tersebar diseluruh pelosok tanah air, bahkan banyak dari mereka yang bekerja di luar negeri, mereka-pun tersebar diberbagai jalur profesi, baik kalangan birokrat, pemerintah pusat sipil, pemerintah daerah, kalangan swasta, dunia bisnis, politisi, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan lainnya. Sehingga dapat dibayangkan bila lebih dari 1.000.000 alumni UT, berperan aktif dan bersinergi dalam pembangunan nasional dengan membawa citra UT di masyarakat mudah-mudahan akan menjadi kekuatan besar yang ikut menopang kemajuan bangsa Indonesia dimasa kini dan yang akan datang. Salah satu hambatan dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia saat ini adalah kesibukan dan keterbatasan waktu, namun hal ini bisa disiasati (menjadi alternatif/pilihan) karena telah terbiasa dengan pengalaman mengikuti kuliah jarak jauh yang diselenggarakan UT selama ini dan menjadi bukti betapa pentingnya keberadaan UT selama ini. Dalam sambutan tersebut Bu Linda menghimbau para civitas akademika khususnya para Pengurus Ikatan Alumni UT baik dilevel Pusat maupun daerah, agar membaktikan diri secara maksimal dan memberikan sumbangsih serta pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Banggalah bahwa kita menjadi Alumnus Universitas Terbuka, demikian Bu Linda mengakhiri sambutannya.
Susunan Pengurus IKAUT Pusat, terdiri dari :
Ketua Umum : Linda Amalia Sari Gumelar, S.IP
Sekjen : Drs. Leles Sudarmanto, MM
Ketua I : Sri Sumiati, SE, MM
Ketua II : Hadijaya, BSc, SPd, MPd
Ketua III : DR. Hanif Nurcholis, MSi
Wakil Sekjen : Titien Pamuji, S.IP
Sekretaris : Muhammad Firmansyah, S.Sos
Bendahara : Sundari S.IKom
Wakil Bendahara : Larasati Iskandar, S.IKom
Humas : Yohana Venesa, S.IKom
Kabid Kelembagaan & Keanggotaan : Ir. Goklas Siahaan , MM
Kasubid Pelayanan Keanggotaan : Yayat Arif Hidayat, S.IP
Kasubid Kelembagaan & Advokasi : Cindy Silviahadi, S.IP, MM
Kabid Pengembangan Tekhnologi & Informasi : DR. Robi Nurhadi, S.IP, MSi
Kasubid Tekhnologi : Suswanto, SE
Kabid Pengabdian Masyarakat : Padang Sudarmo S.Sos
Kasubid Sosialisasi Promosi UT : Purnomo, SE
Kasubid Sosialisasi Kemahasiswaan : Juwarsyah Nuruldin, SE
Kabid Penelitian : Sunarno SA, SE,SAP,SIP,SSos, MSi
Kasubid Teknologi Tepatguna : Parulian Siagian, SE
Kasubid Ilmiah Alumni : Sri Winanti, S.IP
Kabid SDM : DR Tabitha, MM
Kasubid Pelatihan : Panti Prihartini, MPd
Kasubid Peyelenggaraan Seminar : Dra. Herawati
Kabid Hubungan Luar Negeri : Drs. Khayatun, M.Si
Kasubid Pameran Internasional : DR. Ir Indra Tjahjani, SS,MLA,MMSI
Acara Puncak Dies Natalis UT ke 30 diselingi dengan sejumlah hiburan antara lain pembagian hadiah bagi pemenang UT award dan Rektor Award. Hadirnya bintang tamu Wali Band yang menghibur seluruh undangan tentu saja menjadi kesan tersendiri. Seluruh civitas akademika UT membaur jadi satu memenuhi panggung acara dengan suka cita.

Selesai pelantikan tersebut para pengurus langsung melakukan rapat koordinasi membahas rencana penyelenggaraan Rakernas dan Seminar yang akan berlangsung pada 8 Oktober 2014 mendatang. Rakernas akan diikuti ± 70 orang peserta (37 Perwakilan Pengurus Wilayah dan Pengurus IKA UT Pusat). Kesiapan penyelenggaraan dibawah koordinasi Ketua I, Sri Sumiati, SE, MM sudah sampai pada tahap penyempurnaan proposal yang segera diajukan kepada Rektorat.[Gway]

Hikmah Ilmiah Idul Fithri 1435 H di Masjid Baitul ‘Ulum UT Pondok Cabe

Masjid UT

Lebaran kali ini kami tidak mudik ke Palembang, saya dan keluarga merayakannya di Tangerang saja. Oleh sebab itu setelah mendengar pengumuman melalui televisi bahwa Senin, 28 Juli 2014 adalah sebagai 1 Syawal 1435H maka saya merencanakan untuk ber-shalat Ied di Masjid Baitul ‘Ulum UT Pondok Cabe yang berjarak hanya 30 menit perjalanan dengan sepeda motor dari tempat tinggal saya di “Perumahan Batan Indah” Serpong.
Ba’da Shubuh saya mulai beranjak dari rumah. Sepanjang perjalanan mulai dari Serpong hingga Pondok Cabe tampak kaum muslimin beriringan dikiri-kanan jalan menuju masjid-masjid terdekat. Cuaca pagi itu tidak mendung dan cukup sejuk, sesejuk hati dalam menyambut hari kemenangan.
Setiba di halaman Masjid Baitul ‘Ulum di Kompleks Perkatoran UT Pondok Cabe, kaum muslimin dan muslimat nampak mulai berdatangan. Kaum muslimat (wanita) menempati ruang dalam masjid dan kaum muslimin (pria) ditempatkan di pelataran parkir samping masjid.
Security UT terlihat sibuk mengatur parkir kendaraan di area belakang Gedung Pelayanan Publik dan ternyata tidak sedikit dari orang-orang itu yang datang dari tempat yang relatif jauh sehingga banyak yang menggunakan kendaraan mobil maupun sepeda motor.
Mendekati saat pelaksanaan ibadah shalat ied, Pengurus Masjid Baitul ‘Ulum menyampaikan pengumuman antara lain bahwa mereka telah menghimpun penerimaan zakat dalam bentuk uang lebih dari 38 juta rupiah yang meliputi zakat fitrah, zakat mal, zakat profesi, infaq, shadaqoh, pembayaran fidyah serta sekitar 37 Kg beras yang disalurkan kepada para mustahiq (penerima zakat).
Selanjutnya Pengurus Masjid mengingatkan kembali mengenai tata cara pelaksanaan shalat Ied.
Imam dan khatib adalah Ustadz DR. Hasani Achmad Said, MA dosen Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Jakarta.
Khutbah Iedul Fithri 1435 H kali ini dengan judul : “Meraih Kemenangan Hakiki Menggapai Piala Ramadhan di Hari Yang Fithri”. Setelah shalat Ied dilaksanakan, DR. Hasani memulai khotbahnya yang secara panjang lebar menguraikan mengenai hikmah Iedul Fithri. Sebagian pesan khatib yang sempat saya catat antara lain bahwa :
Dalam bulan Ramadhan yang baru kita lalui terkandung pelajaran yang begitu penting dan hikmah yang banyak, sehingga ketika seseorang memahaminya maka boleh jadi mereka berharap agar bulan-bulan lainnya dalam satu tahun dijadikan bulan Ramadhan, begitulah yang pernah disabdakan oleh Rasulullah Saw :
“Sekiranya manusia mengetahui kebaikan-kebaikan yang ada dalam bulan Ramadhan maka pasti mereka akan berharap satu tahun penuh dijadikan Ramadhan seluruhnya”.
Idul fitri pada hakikatnya merupakan kembalinya jati diri manusia menuju fitrahnya yang dicintai Allah dan dicinta manusia, karena itulah sebelum merayakannya, setiap jiwa yang mampu wajib mengeluarkan zakat fitrah sebagai symbol kepedulian sosial. Ketika idul fitri dirayakan, takbir, tahmid, tasbih, dan tahlil dikumandangkan sebagai tanda syukur maka peneladanan sifat-sifat ketuhanan mengharuskan manusia berperilaku rendah hati, tidak sombong, empati, serta senantiasa mengingat Allah (QS Al-Baqarah 185).
Manifestasi dari sikap dan sifat moral yang luhur di hari raya adalah kesediaan meminta maaf dan memaafkan kesalahan orang lain. Maaf dan memaafkan adalah lambang kembalinya jatidiri manusia, dan terajutnya tali silaturahmi. Silaturahmi di hari fitri idealnya dapat ditindak-lanjuti dengan silatulqalbi (kesamaan hati), silatulfikri (kesamaan pemikiran), kemudian silatul amali (kesamaan aksi). Sesama Muslim seringkali hanya baru berjabat tangan, tapi belum berjabat hati, pemikiran dan perbuatan, sehingga satu sama lain masih diliputi rasa curiga dan tidak saling percaya. Sehingga energy umat Islam belum diwujudkan dalam menampilkan Islam sebagai Rahmatan lil’alamin.
Hakikat idul fitri bukanlah mudik dari kota ke desa, tapi mudik dari perbudakan nafsu menuju penyucian diri (tazkiyatun nafsi). Kendaraan mudiknya bukan pesawat, kapal, bus atau kereta api, tapi kesucian hati, ketulusan memberi (zakat fitrah dan harta), keterbukaan sikap dalam meminta maaf dan memaafkan orang lain, dan kejujuran untuk mewujudkan kedamaian dan keadilan sosial. Bahan bakarnya juga bukan bensin atau solar, tapi keikhlasan, kejujuran, kesabaran, kejernihan pikiran, kesungguhan berdoa dan beri’tikaf. Sementara jalan yang dilaluinya bukan jalan tol, tapi jalan istiqamah (konsistensi) menuju pakaian kemenangan taqwa.
Pesan moral lainnya dari idul fitri adalah penyadaran manusia terhadap pentingnya kembali kepada eksistensinya yang paling asasi, yaitu sebagai makhluk religius yang selalu memihak kepada nilai-nilai kebaikan dan kebenaran (QS. Rum 30). Salah satu bentuk komitmen dan aktualisasi nilai-nilai kebaikan dan kebenaran adalah mengembangkan hubungan cinta kasih terhadap sesama, baik melalui “mudik fisik” (pulang kampung untuk bersilahturahmi dan berbagi) maupun “mudik mental spiritual” (memulangkan kesucian jiwa dan pikiran menuju persaudaraan sejati).
Hujjatul Islam, Abu Hamid al-Ghazali berkata bahwa pada diri manusia terdapat sifat-sifat yang berpotensi untuk mecelakakan manusia, dan sifat yang berpotensi mengantarkan manusia menuju pintu kebahagiaan. Pertama, sifat kebinatangan (bahimah): tanda-tandanya menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan tanpa rasa malu. Kedua, sifat buas (sab’iyah) : tanda-tandanya banyaknya kezhaliman dan sedikit keadilan. Dan ketiga adalah sifat rububiyah : ditandai dengan keimanan, ketakwaan dan kesabaran yang telah kita bina bersama-sama sepanjang bulan Ramadhan.
Orang yang dapat mengoptimalkan dengan baik sifat rububiyah didalam jiwanya niscaya jalan hidupnya disinari oleh cahaya Al Qur’an, perilakunya dihiasi budi pekerti yang luhur (akhlaqul karimah). Selanjutnya, ia akan menjadi insan muttaqin yang menjadi harapan setiap orang. Insan yang dalam hari raya ini menampakkan tiga hal sebagai pakaiannya yaitu mengendalikan hawa nafsu (menahan amarah), memberi ma’af dan berbuat baik pada sesama manusia sebagaimana firman Allah dalam QS. Ali Imran 134 yang artinya : “…dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”… dst.
Khotbah ditutup dengan pembacaan do’a bagi kebaikan diri jama’ah ied dan keluarga, doa kemenangan bagi para mujahidin Palestina, Afganistan, Kasymir, Irak, Chechnya dan negeri-negeri kaum muslimin seluruh dunia. Setelah khutbah selesai, semua kaum muslimin saling berjabat tangan. Tampak wajah yang berseri-seri dari semua yang hadir, mereka merasakan kemenangan setelah ditempa menahan hawa nafsu serta lapar dan dahaga selama sebulan lalu. Semoga ibadah puasa kita dibulan Ramadhan yang lalu diridho’i Allah Subhanahu Wata’ala dan kita diberikan panjang umur agar dapat kembali melaksanakan ibadah dibulan Ramadhan tahun berikutnya, amien. [Hadijaya]

Mahasiswi UT Juara 1 Lomba Karya Tulis 2014 Cikal Harapan

des5

Dessy Hardiyanti adalah seorang mahasiswi UT yang kini memasuki semester 7 pada Jurusan PG-Paud dari UPBJJ Jakarta. Dessy bergabung dalam tutorial di SMPN 11 BSD Tangerang Selatan yang dilaksanakan setiap hari sabtu.
Dessy sudah lama saya kenal karena dia berteman dengan Irhamullah anak saya yang pernah beberapa kali menjadi juara karya ilmiah se Jabodetabek yang diselenggarakan oleh sebuah Universitas Swasta di Jakarta Selatan. Setelah kuliah di UT, Dessy ternyata juga menjadi juara 1 lomba karya tulis. Berikut ini bincang-bincang yang kami lakukan melalui media Face Book.

Hadijaya : Lomba karyatulis itu siapa penyelenggaranya des ?

Dessy : Dari Yayasan penyelenggara sekolah Islam Cikal Harapan tempat Dessy kerja. Lomba karya tulis itu menjadi suatu acara rutin yang diadakan setiap tahun oleh Yayasan Permata Sari,

Hadijaya : Pesertanya dari mana saja ?

Dessy : Pesertanya adalah seluruh guru dan karyawan Sekolah Cikal Harapan dari TK – SMA dan dari semua Cabang Sekolah Cikal Harapan yaitu dari BSD, Jonggol, Percetakan Negara dan Depok.

Hadijaya : Ohh gitu … sudah berapa tahun Dessy bekerja di Cikal dan sebagai apa ?

Dessy : Bulan Juli nanti tepat 4 tahun om, Dessy di Cikal sebagai guru Taman Kanak-kanak.

Hadijaya : Apa tema lomba karya tulis ini des ?
Dessy : Tahun ini tema karya tulisnya “sekolah yang wow”. Lomba karya tulis ini merupakan salah satu kegiatan dalam acara pemilihan teacher of the year.

Hadijaya : Hadiah yang diterima Dessy apa saja ?
Dessy : Dapat sertifikat dan uang tunai 3 juta om !

Hadijaya : Wow…. rejeki nomplok ya des, bagaimana perasaanmu ketika mendengar pengumuman bahwa Dessy adalah Juara 1 ?
Dessy : Iya om alhamdulillah. Dessy juga gak nyangka akan menang karena sekian banyak guru mulai dari TK s/d SMA menurut perkiraan Dessy sebetulnya mereka itu berpengalaman dalam membuat karya tulis yang baik.

Hadijaya : Kapan, dimana dan siapa yang membagikan hadiah tersebut ?.
Dessy : Penerimaan hadiahnya kemarin tanggal 27 Mei 2014 di Bali, berhubung itu acara rutin tahunan “dari kita untuk kita” maka pengumumannya dilakukan pada saat studi wisata ke Bali dalam event teacher of the year 2014. Pembagian hadiah disampaikan oleh ibu Ida Ismail Nasution selaku yang mewakili Pimpinan Yayasan Permata Sari.
Hadijaya : Apa judul karya tulismu des ?
Dessy : Judulnya strategi pengembangan sekolah unggulan.

Hadijaya : Apa saja strategi yang Dessy kemukakan agar suatu satuan pendidikan bisa menjadi sekolah wow atau sekolah unggulan ?
Dessy : Dessy membahas tentang strategi manajemen sekolah yang baik, meliputi layanan siswa, dukungan terhadap bakat dan minat siswa, adanya dukungan terhadap suasana lingkungan belajar serta sarana prasarana agar tercapai suasana yang kondusif.

Hadijaya : Ok des, bincang-bincangnya cukup sekian dulu ya, kami dari Pengurus Ikatan Alumni UT ikut bangga dan gembira atas kemenangan Dessy meraih peringkat juara 1 dalam lomba karya tulis ini. Kami ucapkan selamat dan terimakasih atas semua informasinya, Oom akan memuat obrolan ini ke website alumni UT.
Dessy : Iya om.. sama-sama, nanti Dessy boleh baca ya om ?

Hadijaya : iya dong, tentu saja boleh des…. hehehe

100 Universitas Terbaik Di Indonesia Tahun 2014

ut_pusat

 

Dunia Pendidikan di Indonesia khususnya perguruan tinggi terus menunjukkan kemajuan dan perkembangannya. Perguruan Tinggi di Indonesia kini kualitasnya sudah semakin baik dan siap bersaing di dunia Internasional.

Alumni UT Sangat Mandiri

735

Dramaga | Sekolah sebagai pusat peradaban, kini benar-benar dimanage dan disempurnakan oleh guru dan alumni Universitas Terbuka (UT) yang tersebar di seantero Nusantara, termasuk Bogor yang hari ini, Rabu (26/3) mewisuda sekitar 1.500 mahasiswa/i dari berbagai jurusan di Graha Widya Wisuda di IPB Dramaga, Kabupaten Bogor.

Penanaman 40 ribu Pohon Oleh Universitas Terbuka

bogor1

Tanggal 24 Oktober 2013, Ketua, Sekretaris dan beberapa Alumni UT Bogor mengikuti kegiatan Penanaman 40 Ribu Pohon sebagai Pengabdian UT Pusat yang dihadiri oleh Rektor UT dan staf serta Kepala UPBJJ UT Bogor dan staf di Telagawarna Puncak Bogor. Penghijauan ini guna menunjang ekosistem elang jawa, oa jawa dll.