Category Archives: Warta IKA-UT

Kunjungan Kasih untuk Ibu Ruri Wahyuni (Alumni PGSD UT)

20638261_1516271221765365_1568565437609349230_n

 

Sabtu, 5 Agustus 2017 beredar kabar di WA Group mengenai Alumni UT yang dikabarkan meninggal dunia dalam musibah kebakaran di Jati Pulo-Jakarta Pusat pada Jumat, 4 Agustus 2017.

Mendengar kabar tersebut Pengurus Pusat IKA UT melakukan pencarian informasi mengenai kebenaran berita tersebut. Berbekal alamat dari Media Online Nasional, IKA UT mendatangi TKP.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari tetangga dan anak pemilik rumah diketahui bahwa yang menjadi korban meninggal adalah pemilik rumah dan ketiga anaknya dimana Ibu Ruri (Alumni UT) mengontrak. Beliau bukanlah korban meninggal sebagaimana pemberitaan salah satu stasiun TV Nasional. Dari mereka juga diketahui bahwa Ibu Ruri adalah Guru di SDN 09 Pagi Cideng.

Selasa, 8 Agustus 2017 salah satu pengurus IKA UT berkunjung ke SD tempat Ibu Ruri mengajar untuk mengkonfirmasi informasi yang diterima. Dan akhirnya hari ini 9 Agustus 2017, IKA UT menyerahkan sejumlah donasi hasil ‘urunan’ pengurus.

Donasi diserahkan kepada Ibu Ruri oleh Bapak Purnomo selaku bidang Pengabdian Masyarakat IKA UT Pusat di dampingi Ibu Herawati dan Saudari Yohana sebagai perwakilan IKA UT Pusat. Penyerahan donasi disaksikan oleh Wakil Kepala Sekolah dan para Guru SDN 09 Pagi Cideng.

Setelah penyerahan donasi, Pengurus mengunjungi tempat tinggal baru Ibu Ruri tidak jauh dari Sekolah Beliau mengajar.

Semoga Ibu Ruri dan keluarga cepat pulih dari trauma, sehat dan dalam perlindunganNya selalu. Amin.

 

20663771_1516271481765339_4946215829501413419_n 20638912_1516272878431866_5878777079486956812_n

Rapat Pengurus Pusat IKA-UT & Silaturahim Bersama Pimpinan UT

juli1

 

Pada hari Minggu, 30 Juli 2017 bertempat di Kasmaran Guest House, Condet-Jakarta Timur, Pengurus Pusat IKA-UT menyelenggarakan rapat pengurus guna koordinasi, evaluasi dan persiapan pelaksanaan program kerja yang segera akan digulirkan dalam tahun 2017 ini.

Beberapa topik yang dibahas antara lain laporan Sekjen IKA-UT terkait pelantikan IKA-UT Bengkulu, Beasiswa IKA UT,  masalah teknis Seminar Nasional kerja sama FE UT-IKA UT, Rapat Koordinasi Nasional IKA UT, serta rencana Seminar Bela Negara.

 

20431760_794903514021132_4453669079316124241_n

 

 

Usai rapat pengurus dilanjutkan Halal Bihalal IKA-UT yang dihadiri oleh Dewan Pembina IKA-UT, yaitu Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D  (Rektor UT Periode 2013-2017), Prof. Drs. Odjat Darojat, M.Bus., PhD (Rektor UT Periode 2017-2021) dan Dr. Aminudin Zuhairi, M.Ed. (Purek III UT). Halal Bihalal juga dimeriahkan oleh perwakilan pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), yakni Manika UT dan Menwa UT.
Dalam sambutannya Prof. Tian menyatakan kegembiraannya atas partisipasi pemberian beasiswa bagi mahasiswa UT dari IKA-UT yang mulai dilaksanakan selama periode kepemimpinan beliau sebagai Rektor UT. “Mudah-mudahan bantuan beasiswa bagi mahasiswa UT potensial yang kekurangan secara finansial dapat terus berlangsung dan akan terus didukung Rektor Ojat dan Purek III agar IKA-UT dapat terus berdaya hingga masa yang akan datang baik kepada UT maupun kepada bangsa dan Negara kita tercinta ini.”
juli2

juli4

 

Terkait dengan eksistensi para alumni UT yang tersebar diseluruh penjuru tanah air, Prof. Ojat mengharapkan para mahasiswa terutama yang tinggal di wilayah perbatasan RI-Malaysia dan pulau-pulau terdepan agar kehadiran alumni UT di wilayah tersebut mampu berperan sebagai pendidik maupun sebagai kaum intelektual dan diharapkan agar mahasiswa yang menetap di daerah perbatasan serta pulau terpencil mampu menyelesaikan pendidikan di UT tepat waktu dengan hasil yang baik.

 

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan hiburan yang diawali Shalat Magrib berjamaah yang dipimpin oleh Rektor UT.


juli3

20431714_794902290687921_1825599975066041054_n

20476529_1405971672830239_904421972662062399_n

Pengurus Pusat IKAUT Bersama Wisudawan UT Periode II Tahun 2017 Di Pondok Cabe

Informasi yang kami peroleh dari rektorat bahwa jumlah wisudawan UT periode II tahun 2017 adalah 20.506 orang. Pelaksanaan wisuda dibagi menjadi dua wilayah yaitu ;
a.Periode II Wilayah 1 pelaksanaan wisuda di UT Pusat tanggal 09 Mei 2017 (panitia Pelaksana FKIP) terdiri atas UPBJJ-UT Sorong, Banda Aceh, Medan, Batam, Padang, Pangkal Pinang, Pekan Baru, Jambi, Palembang, Bengkulu, Bandar Lampung, Jakarta, Bogor, Serang, Bandung dan Purwokerto.
b.Periode II Wilayah 2 pelaksanaan wisuda di UT Pusat tanggal 16 Mei 2017 (panitia Pelaksana FISIP) terdiri atas UPBJJ-UT Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Pontianak. Banjarmasin, Samarinda, Surabaya, Malang, Jember, Denpasar, Mataram, Kupang, Makasar, Palangkaraya, Majene, Palu, Kendari, Manado, Gorontalo, Ambon, Tarakan, Jayapura ,Ternate dan UPBJJ Luar Negeri.
Dari jumlah tersebut peserta yang mendapat kuota untuk wisuda di UTCC Pondok Cabe pada 9 Mei 2017 kurang lebih 10%, selebihnya mengikuti UPI (Upacara Penyerahan Ijazah) di UPBJJ wilayah masing-masing.
Sejak hari Jum’at 5 Mei 2017 calon wisudawan sudah mulai berdatangan ke Pondok Cabe mencari tempat menginap terdekat dengan tempat pelaksanaan wisuda.
wis_sri

wis_tin

Pengurus IKAUTPUS juga telah berkemas-kemas menyambut kedatangan calon wisudawan lalu menyiapkan semua berkas registrasi keanggotaan dalam organisasi Ikatan Alumni Universitas Terbuka.
Pengurus pusat yang hadir di tenda pendaftaran yaitu di halaman Gedung BAAPM pada Sabtu dan Minggu antara lain ibu Dra. Sri Sumiati, MM (Ketua I), Ibu Dra. Ajeng Sundari (Bendahara) dan bapak Purnomo, SE (Kabid Pelayanan Keanggotaan). Pengurus pusat menberikan KTA setelah anggota baru memberikan iuran keanggotaan.
Pada acara seminar 8 Mei 2017 pengurus yang bertindak selaku penyaji Sosialisasi keorganisasian adalah bapak Drs. Leles Sudarmanto, MM (Sekjen). Dalam orasinya Sekjen menyampaikan mengenai pentingnya peran pendidik dalam menanamkan pemahaman kepada siswa mengenai makna keberagaman universal mulai diruang kelas. Hal tersebut dipandang penting mengingat Indonesia sangat beragam dan berwarna dalam agama, suku bangsa, bahasa, pilihan politik, dan kelas sosial. Mengingkari keberagaman berarti mengingkari keindonesiaan itu sendiri. Keragaman Indonesia mulai dari Suku, Agama, Status Sosial, Bahasa dan sebagainya.
wis_leleslindaGambaran dari hal tersebut sudah cukup menampilkan keberagaman yang ada di Indonesia. Jika kita saling mengasihi dan menguatkan maka kebhinekaan negeri ini akan lestari. Indonesia akan jadi bangsa yang besar jika saling bersatu. Beberapa kasus yang terjadi yaitu masih ada beberapa pihak yang tak sepakat dengan Indonesia yang beragam. Persatuan bangsa seolah terus diuji. Hanya karena berbeda pilihan politik atau pemahaman keagamaan orang dengan mudah bertengkar dan saling membenci. Kita mudah sekali marah dan terprovokasi karena perbedaan pendapat. Saat ini sedang banyak terjadi pertempuran virtual di media sosial. Beragam ujaran tentang kebencian, hasutan, dan fitnah/ hoax menyebar viral setiap saat di gawai dan membuat pusing. Perhatian terhadap keadaan tersebut yang cukup efektif adalah melalui dunia pendidikan. Dunia pendidikan merupakan salah satu pihak yang bertanggungjawab dalam mengkonstruksi pemahaman siswa mengenai keberagaman dan kebangsaan. Hal ini perlu digaris bawahi mengingat lembaga pendidikan bisa lalai dalam menguatkan pemahaman tentang kedua hal tersebut. Para alumni UT yang tersebar dalam berbagai karier khususnya para tenaga pendidik (guru) diharapkan ikut berperan dalam penyadaran akan keberagaman tersebut yaitu menyadarkan peserta didik dan lingkungan masyarakat sekitar melalui pembiasaan bermusyawarah, berlapang-dada/ legowo dan saling menghargai pendapat orang. Pembiasaan berdialog di ruang kelas misalnya belum menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Guru harus memberikan ruang yang leluasa terhadap beragam diskursus yang terjadi selama proses pembelajaran. Hal yang juga penting adalah mengenalkan siswa dengan realitas sosial yang ada di masyarakat. Mereka harus dikenalkan secara langsung dengan masyarakat Indonesia yang beragam. Dengan begitu mereka dapat mempelajari secara langsung beragam corak kehidupan di masyarakat. Jangan sampai dunia pendidikan asik dengan beragam pembelajaran yang canggih dan lupa mengenalkan mereka pada realitas keseharian
wis_tian
wis_aminKeesokan harinya yaitu Selasa, 9 Mei 2017 Rektor Universitas Terbuka Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D membuka acara Wisuda Periode II Wilayah 1 Tahun 2017. Acara yang penuh hidmat tersebut berlangsung sejak jam 8 pagi hingga jam 11.45 wib. Setelah ditutup dengan doa bersama lalu diakhiri dengan penyerahan alumni baru oleh Rektor UT kepada IKAUTPUS yang diwakili oleh Hadijaya, MPd (Ketua II). Pada wisuda 16 Mei 2017 penerimaan alumni baru langsung disampaikan rektor UT kepada ibu Linda Agum Gumelar, S.Mn (Ketua Umum).
wsd15no16
wis_pur

Usai mengikuti prosesi wisuda, Ketua II IKAUTPUS segera keluar gedung UTCC dan disambut oleh bapak Drs. H.Syaiful Sedung, MM yang notabene adalah Ketua Pokjar Baturaja Timur Kabupaten OKU UPBJJ Palembang. Syaiful adalah Pengawas SMP Dikbud OKU. Ketua pokjar ini ingin mengemukakan sesuatu. Menurut penuturan Syaiful, pokjar BTA Timur berdiri sejak tahun 2001. Sampai kini telah menghasilkan lulusan : 61 orang S1 PAUD + 140 orang S1 PGSD + 52 orang D-II Perpustakaan dan yang saat ini datang ke Pondok Cabe 19 orang lagi wisudawan dari pokjar yang dipimpinnya.
bta4Hadijaya menyarankan agar alumni UT di Baturaja Timur segera membentuk IKAUT Daerah. Kumpulkan mereka, beri arahan untuk membentuk kepengurusan lalu susunan pengurus terpilih segera disampaikan ke IKAUT Wilayah Palembang dengan memberi salinan tembusan kepada Kepala UPBJJ UT Palembang. Pengurus IKAUT Wilayah Palembang akan melakukan acara pelantikan.
Pada bincang-bincang dibawah terik matahari tersebut, Syaiful sempat pula memperkenalkan seorang anggota rombongan wisudawan BTA Timur yang menjadi kebanggaannya, yaitu Mita Selviana, SPd. Mita adalah peserta termuda dari pokjar tersebut yang memperoleh IPK 3,54 dari FKIP PGPAUD dan telah menyelesaikan masa kuliah sekitar 4,5 tahun. Mita bekerja sebagai Guru PAUD di Taman Kanak-kanak ABA Gunung Liwat Baturaja. Berikut ini sedikit bincang-bincang kami.
Hadijaya: Apa kesan-kesan Mita sejak mendapat kabar akan wisuda di Pondok Cabe dan apa saja yang menarik hatimu setelah tiba disini ?
bta1Mita Selviana : Mita nggak bisa berkata-kata pak, sangat tidak menyangka saya bisa ikut andil untuk mengikuti wisuda di Pondok Cabe, saking hikmatnya acara upacara wisuda tangis haru mengiringi selama acara berlangsung, acara belum mulai tapi make-up saya sudah luntur duluan kena air mata saking harunya. Awalnya mita minder, malu, karena tiap kali mita bilang mita kuliah di UT semua orang meremehkan, bahkan ada yang bilang kalau mita nggak akan maju kalau kuliah disana, pergaulannya sama emak-emak sedangkan mita otaknya masih fresh sayang kalau harus kuliah di UT. Mental Mita pernah down, semester ke 4 pengen berhenti saja tapi berkat support orang tua, mita sampai hari ini bisa bertahan.
bta3Pertama kali liat kampus UT dipondok cabe mita nggak nyangka, mita bangga kuliah di UT, mita bakal ceritain kesemua orang kalau UT itu nggak kalah bersaing sama Universitas lain bahkan lebih baik dari Universitas yang mereka sarankan. Mita sudah fotoin semua gedung-gedung di UT Pondok Cabe buat kasih liat ke mereka yang dulu meremehkan mita. Sekali lagi mita mau bilang kalau mita bangga pernah kuliah di UT, insyaallah kalo ada rezeki mita mau lanjut ambil S2 di UT juga. UT sukseeeeeesssssss…
Hadijaya: UT itu Universitas Negeri yang terbesar dan terbanyak lulusannya yang ada di Indonesia. Dalam wisuda bulan Mei 2017 ini saja lulusannya 20.506 orang.
Mita Selviana: Terharu pak, Alhamdulilah meskipun wisudanya nggak dihadiri keluarga besar karena jarak, tapi support mereka luar biasa, bahkan tante mita mau ngundang orang buat marawisan buat menyambut mita pak.
bta2Hadijaya: waaahh… sesampai di Baturaja nanti rumahmu bakal meriah ya hehehe. Apa cita-citamu setelah berhasil S1
Mita Selviana: Iya pak..saya bangga pak, sangat bangga, bahkan temen mita yang kuliah di Unsri takjub dengar kalau UT juga ada diluar negeri. Mita mau cari uang dulu pak, mita mau kuliah ambil S2, Mita mau jadi dosen pak. Mau ambil di UT juga, tolong infonya ya pak kalau ada beasiswa S2 di UT. Mita mau mengabdikan diri di UT, sebagai bentuk terima kasih mita untuk UT. Kalau S1 nggak mungkin bisa jadi dosen tapi untuk khusus PGPAUD belum ada yang S2 jadi sembari menabung mita mau mantapin dulu mau ambil jurusan apa.
Hadijaya: Mita pilih saja program S2 yang sudah tersedia di UT saat ini. Oke ya selamat dan sukses untukmu,  untuk pak Syaiful dan untuk ayahmu juga (sambil berjabat-tangan).

Ayahnya Mita yang turut hadir mengantar ke UTCC Pondok Cabe tampak haru mendengar penuturan putrinya sehingga tak berkata sepatahpun saat kusalami.

Silaturahim Mahasiswa UT Singapura

Kerinduan akan tanah air dan kecintaan pada almamater, meneguhkan keinginan sekelompok mahasiswa dan alumni UT, yang berdomisili di Singapura, untuk study tour ke Jakarta dan Kantor Pusat Universitas Terbuka.

Study tour yang diadakan 3 hari mulai dari 25 -27 November 2016 diawali dengan berdialog dengan Bapak Gorky Sembiring, Kepala UPBJJ UT Layanan Luar Negeri, bertempat di Wisma 3 Universitas Terbuka Pondok Cabe. Dalam sambutannya Pak Gorky menyatakan apresiasinya atas kegigihan teman-teman mahasiswa UT Singapura yang bertekad untuk melanjutkan pendidikan sambil bekerja di negeri orang. “Pulang bawa uang itu sudah biasa, pulang bawa uang dan ijazah itu baru luar biasa.” pesannya.

Kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi Pusat Komputer (Puskom), Danau UT, Pusat Layanan Bahan Ajar (Puslaba), dan koperasi Karunika untuk membeli souvenir.

Study tour hari pertama ditutup dengan makan malam dan ramah tamah di kediaman Ketua Umum IKA-UT, Linda Agum Gumelar.

 

Bersama Kepala UPBJJ Layanan Luar Negeri

 

 

 

 

 

Syawal, Sebuah Awal Di Tahun Baru

Bulan Ramadhan sudah berlalu, berganti bulan Syawal sebuah awal di tahun baru Hijriah.

Masih dengan semangat Hari Raya Idul Fitri, Pengurus Pusat maupun Pengurus Wilayah IKA-UT di berbagai daerah mengadakan acara Halal Bihalal sederhana namun hangat. Padatnya aktifitas masing-masing membuat pengurus tidak memiliki banyak waktu untuk dapat berkumpul bersama. Halal Bihalal ini juga menjadi momentum untuk sharing seputar UT dan IKA-UT. Berikut ini adalah foto-foto kebersamaan Pengurus Pusat IKA-UT dan Pengurus Wilayah Palembang dalam acara Halal Bihalal yang diadakan di Jakarta dan Palembang.

 

Halal Bihalal Pengurus Pusat IKA-UT

 

 

 

Halal Bihalal Pengurus Wilayah IKA UT Palembang

 

Kepala UPBJJ UT Palembang & Ketua Pengurus Wilayah IKA UT Palembang

 

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1437H

 

Pelantikan Pengurus Wilayah IKA-UT Jambi

Ikatan Alumni Universitas Terbuka adalah organisasi yang menaungi alumni Universitas Terbuka seluruh nusantara bahkan sampai mancanegara dalam melakukan managemen organisasi melibatkan jenjang kepengurusan dari tingkat pusat wilayah dan cabang.

Bertepatan dengan diselenggarakannya Upacara Penyerahan Ijasah (UPI) UPBJJ-UT Jambi, Senin 23 Maret 2016, Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni UT (IKA-UT), Drs. H. Leles Sudarmanto, MM melantik pengurus wilayah IKA-UT Jambi periode 2016-2021. Pelantikan yang diadakan di GOR Kota Jambi ini dihadiri oleh Walikota Jambi, Kepala Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) Jambi dan para wisudawan-wisudawati Universitas Terbuka. (Hms/YV)

Selamat mengemban amanat baru Pengurus Wilayah IKA UT Jambi!

 

 

PENGURUS WILAYAH IKATAN ALUMNI UNIVERSITAS TERBUKA JAMBI

SUSUNAN PERSONALIA

Masa Bhakti 2016-2021

Dewan Pembina

Ketua : Dra. HARTINAWATI

Sekretaris : Drs. JON RIZAL

Anggota : Drs. ANDRIANTY AMIR; Ir. MAHA PUTRA

 

Pengurus Harian

Ketua : A. HOLIDI, SIP, M.AP

Wakil Ketua : SETIA WAHYUNI, S.IP, M.Pd

Sekretaris : ROBIATUL ADAWIYAH, S.PKP

Wakil Sekretaris : YUSMALIDA, S.IP, MM

Bendahara : SUWARNO, S.Pd

Wakil Bendahara : ABDUL SOMAD, S.AP

Koord. Seksi Organisasi dan Kelembagaan : SYAHRUL, S.Pd, MM

Koord. Seksi Humas, Informasi dan Publikasi : DIWARNI, S.Pd

Koord. Seksi Advokasi dan Sosialisasi : ROZALI, SE

Koord. Seksi Pengembangan SDM : ZAINUDDIN, S.Pd, MM

Koord. Seksi Teknologi Informasi : WAGIMIN , S.Pd., MM

Koord. Seksi Pengabdian Masyarakat : ROSMALINA, S.KM

 

 

 

Video dapat di lihat di sini

Sekilas Kabar dari Banjarmasin

Gubernur Kalsel dalam UT banjarmasin hari ini…berkenan memberikan sambutan dan memberikan dana kepada 3 lulusan terbaik @ Rp. 5 juta.

IKA UT Pekanbaru Berpartisipasi Dalam Rakorda UPBJJ Pekanbaru

Rapat Koordinasi Daerah UPBJJ UT Pekanbaru dilaksanakan pada 22-24 April 2016. Tema Rakorda kali ini adalah “Menyonsong Visi Universitas Terbuka 2021 Melalui Kemandirian Siswa.” Dalam kesempatan ini, Pengurus Wilayah IKA-UT Pekanbaru pada tanggal 23 April 2016 turut diundang bersama dengan 98 peserta terdiri dari 49 pokjar yg ada di Riau.

Dalam sambutannya Kepala UPBJJ UT Pekanbaru, Drs. Djahruddin, M.Si, mengajak agar civitas akademi UT untuk dapat merubah image di luar yang mengatakan UT hanya untuk guru. “UT mempunyai fakultas yang bisa dimasuki oleh tamatan SMA dan SMK. Kuliah di UT adalah mendapatkan ilmu mandiri.” tutur Djahruddin.

Pada acara ini di perkenalkan cara merekrut mahasiswa melalui sosprom (sosialisasi promosi), pembinaan mahasiswa melalui pokjar dan peran serta IKA-UT. Acara berlansung dengan lancar dan penuh kekeluargaan.

Pada acara ramah tamah, Ketua 1 Pengurus Wilayah IKA-UT, Bapak Nazaruddin Margolang, MM,  diberi kesempatan untuk presentasi mengenai IKA UT. Bapak Nazaruddin memohon bantuan pengurus pokjar untuk mengarahkan peserta UPI agar melakukan aktifasi keanggotaan IKA-UT. Beliau juga menghimbau para alumni UT untuk membentuk IKA-UT cabang di kabupaten tempat tinggalnya.

Acara di tutup dengan hiburan organ tunggal panitia dan peserta menampilkan suara merdu mereka, penuh ceria dan keakraban. (DM/HMS)

 

 

Lulusan UT Dikukuhkan Jadi Guru Besar

Prof. Hanif saat memberikan Orasi Ilmiah

 

BERTEPATAN dengan wisuda Universitas Terbuka (UT) periode I/2016, Selasa (5/4), dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang juga merupakan alumni UT Chanif Nurkholis dikukuhkan menjadi guru besar di kampus tersebut.

Dedikasi dan kecintaannya terhadap dunia pendidikan memang sudah tidak diragukan lagi. Sebelum menempuh pendidikan strata 1 (S1) FISIP UT 1984, Chanif telah lebih dulu mengabdi sebagai guru SD.

“Saya yang tadinya hanya guru, tapi dengan kerja keras dan kemauan yang kuat siapapun bisa mewujudkan harapan. Apalagi sekarang orang bisa belajar dengan media apapun,” ucapnya.

Dalam orasi ilmiah pengukuhan guru besarnya, doktor di bidang pemerintahan daerah itu pun mengusulkan agar sistem pemerintahan daerah di Indonesia berjalan sesuai otonomi yang diatur dalam UUD 1945.

Menurut dia, sistem pemerintahan yang ada saat ini belum mampu meningkatkan kapasitas sumber daya daerah. Padahal, di era masyarakat ekonomi Asean (MEA) mestinya sudah menerapkan sistem pemerintahan daerah berbasis kota.

“Kuncinya ada pada pelayanan publik. Di sektor pendidikan misalnya, kurikulum saja sampai sekarang belum jelas maunya bagaimana,” cetusnya.

Melihat rumitnya birokrasi yang hampir terjadi di semua sektor, menurut Chanif, pemerintah baik di pusat maupun daerah harus berbenah. Untuk itu, pengawasan terhadap kinerja dinas kabupaten/kota sangat penting dilakukan oleh aparatur kementerian terkait.

Rektor UT Tian Belawati menilai usulan tersebut sangat relevan dengan kondisi di Tanah Air. Tidak hanya bermanfaat untuk mengoreksi sistem pemerintahan yang ada, tetapi sekaligus menunjukkan kualitas lulusan UT.

“Kami juga ingin buktikan kalau lulusan UT bisa memberikan kontribusi bagi negeri ini. Anggapan kalau sekolah di UT itu sulit jadi guru besar terbukti bisa,” ucapnya.

Ke depan, lanjut Tian, tidak menutup kemungkinan UT akan membuka program doktor. Saat ini pihaknya masih mengupayakan proses peningkatan status akreditasi untuk program S2 agar kelak bisa menghasilkan doktor sendiri. (MI)

 

Pesan Prof. Chanif Nurcholis untuk para alumni UT, mahasiswa UT dan masyarakat.

Setamat sekolah pendidikan guru (SPG), Beliau mengabdi menjadi guru. Lokasi rumah yang jauh dari perguruan tinggi membuatnya tidak langsung melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana.

Kesempatan melanjutkan pendidikan baru terbuka ketika Universitas Terbuka berdiri. Beliau adalah salah satu diantara mahasiswa angkatan pertama di Universitas Terbuka.

2 tahun setelah lulus dari UT, Beliau diangkat menjadi dosen tetap di FISIP UT. September 2015 Menristekdikti mengangkat Beliau sebagai Professor/Guru Besar tetap pada FISIP UT bidang ilmu Administrasi Pemerintah Daerah. Pada 5 April 2016 bertepatan dengan Wisuda Periode 1 yang lalu Beliau di kukuhkan menjadi Guru Besar. Dengan demikian Beliau adalah Guru Besar pertama di UT yang merupakan alumni UT.

Beliau berpesan, “jika sudah Diploma, S1 jangan berhenti di situ dan cepat puas. Karrna kalau berhenti kita tidak berkembang. Kita harus berpikir bahwa lulus S1 adalah langkah awal, lulus S2 adalah langkah awal, lulus S3 adalah langkah awal untuk mengembangkan diri menjadi profesional competence. Dengan begitu, Belajar sepanjang hayat adalah praktek bukan jargon. Dengan begitu orang akan semakin maju dan pasti akan bisa mencapai puncak karir tertingginya.” (YV)

Perwakilan Pengurus Pusat & Wilayah Bersama Prof. Hanif