Category Archives: PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT

Peleburan Aluminium Foil Eks Kemasan Obat dan Minuman Instan

FURNACE


Sampah eks kemasan minuman instan bersama sampah plastik lainnya seringkali menjadi penyebab banjir karena tersumbatnya aliran air. Diantara sampah eks kemasan minuman instan itu ada yang mengandung aluminium foil (lapisan tipis dibagian dalam bungkus) dan bisa didaur ulang untuk dipungut unsur Aluminiumnya melalui cara peleburan. Unsur Aluminium pada bungkus minuman instan termasuk juga bekas kemasan obat dipungut karena bernilai jual.

Upaya pemungutan limbah plastik tersebut disamping untuk memanfaatkan aluminium sebagai material berguna agar tidak mubazir juga cukup membantu upaya penanggulangan banjir akibat sampah plastik yang acapkali menyumbat saluran air.
Aluminium merupakan bahan logam yang banyak digunakan dalam berbagai keperluan seperti untuk melapisi badan pesawat terbang, untuk perabot rumah tangga, untuk kaleng minuman karena mampu memberikan kekuatan mekanik yang baik, tahan korosi, serta memiliki mampu-cor yang baik.
Teknologi proses peleburan dapat dilakukan dengan cara konvensional yaitu dengan teknologi sederhana namun efektif dalam memperoleh aluminium batangan.
Bahan-bahan yang diperlukan pada proses daur ulang ini meliputi bahan utama dan bahan pendukung. Bahan utama adalah bahan baku yang terdiri dari sampah bungkus minuman instan atau bungkus obat yang mengandung aluminium foil dan jika ada ditambah anfalan (barang rongsokan) seperti kaleng minuman, potongan plat atau pipa aluminium.
Bahan pendukungnya berupa greyhon, dibutuhkan pada saat menyalakan api.

Adapun alat peleburan terdiri sebuah tungku peleburan berupa drum yang bagian dalamnya dilapis bata tahan api, besi pengaduk untuk meratakan nyala api, centong untuk menuangkan cairan aluminium, dan cetakan terbuat dari baja untuk membekukan cairan aluminium.
Tungku termasuk semua peralatan yang masih terbelakang ini sengaja diciptakan untuk menghemat biaya produksi. Tungku yang dipakai berjumlah 9 buah ini kalau dioperasikan secara maksimal akan menghasilkan 10 batang alumunium atau kalau bahan bakunya cukup baik akan menghasilkan ±1 kwintal logam aluminium perhari.
Pada proses peleburan, mula-mula sampah kemasan aluminium foil dimasukkan secara bertahap yaitu kira-kira 50% dari kapasitas tungku. Selanjutnya masukkan greyhon (bahan bakar) yang dibungkus dengan grenjeng (kertas timah rokok) dan dinyalakan apinya. Ketika api mulai menyala greyhon terus ditambahkan hingga api membesar.
Setelah itu semua bahan utama dan anfalan (barang rongsokan) aluminium dimasukkan sampai tungku penuh. Bungkus aluminium foil terus diaduk dan ditekan untuk membantu mempercepat pencairan.

Apabila telah terjadi pencairan logam aluminium kemudian kotoran yang mengapung dalam bentuk terak dibuang memakai centong. Penuangan logam cair Aluminium ke cetakan baja juga dilakukan menggunakan centong. Pembekuan logam cair dengan udara terbuka sampai menjadi dingin dan aman dipegang berlangsung selama 10-12 jam. Setelah beberapa saat logam cair membeku (disebut coran) yang selanjutnya dikeluarkan dari dalam cetakan. Coran tersebut kemudian dipreparasi untuk dianalisa mikrostrukturnya menggunakan alat mikroskop optik atau diuji kekerasannya menggunakan alat micro hardness tester.
Mutu hasil proses peleburan logam aluminium dapat diketahui dengan cara menganalisa mikrostrukturnya yaitu melalui teknik metalografi atau mikroskopi. Keadaan mikrostruktur, dalam hal ini grain size (ukuran butir) sangat berpengaruh terhadap sifat mekanis logam. Pengerjaan metalografi terhadap coran logam akan menampilkan mikrostruktur yang membantu interpretasi kualitatif maupun kuantitatif.
Tahapan pekerjaan yang dilakukan untuk menganalisa mikrostruktur coran logam seperti paduan Aluminium meliputi Sampling-cutting sectioning (pencuplikan), coarse grinding (pengasahan kasar), mounting (penanaman), fine grinding (pengasahan halus), rough polishing (pemolesan kasar), pemolesan akhir, selanjutnya coran Aluminium dietsa dengan reagen dari campuran beberapa bahan kimia antara lain: 10 mL HCl + 30 mL HN03 + 5 gr FeCl3 + 20 ml H2O.
Beberapa metode pengetsaan yang umum dilakukan antara lain adalah metode optik, elektrokimia (kimia), dan fisika. Etching dengan metode kimia kiranya yang paling praktis dan dilakukan dalam percobaan ini. Dalam teknik etching larutan pengetsa bereaksi dengan permukaan cuplikan tanpa menggunakan arus listrik. Peristiwa etching metode ini berlangsung oleh adanya pelarutan selektif sesuai dengan karakteristik elektrokimia yang dimiliki oleh masing-masing area permukaan bahan. Selama pengetsaan, ion-ion positif dari logam meninggalkan permukaan bahan uji lalu berdifusi kedalam elektrolit ekivalen dengan sejumlah elektron yang terdapat dalam bahan tersebut. Dalam proses etching secara langsung, apabila ion metal tersebut meninggalkan permukaan bahan lalu bereaksi dengan ion-ion non logam dalam elektrolit sehingga membentuk senyawa tak larut, maka lapisan presipitasi akan terbentuk menempel pada permukaan bahan dengan berbagai jenis ketebalan. Ketebalan lapisan ini sebagai fungsi dari komposisi dan orientasi struktur mikro yang lepas kedalam larutan. Lapisan ini dapat menampilkan interferensi corak warna disebabkan karena variasi ketebalan lapisan dan ditentukan oleh mikrostruktur logam yang ada dibawahnya.

Cuplikan yang merupakan potongan-potongan bagian dalam aluminium hasil tuang diamati dengan Optical Microscopy lalu dilakukan pemotretan. Pengamatan pada foto mikrostruktur, secara umum memperlihatkan adanya bentuk matrik induk yang bewarna terang dan partikel-partikel bewarna gelap yang mengarah kebatas butir. Jumlah partikel yang bewarna gelap pada benda hasil tuang umumnya tergantung pada kecepatan laju pendinginan. Semakin cepat laju pendinginan, maka kecepatan pertumbuhan butir akan lebih rendah dari pada kecepatan nukleasi, sehingga butir yang diha¬silkan menjadi halus sehingga kekerasan dan kekuatan tarik akan tinggi.
Berdasarkan pengalaman teknis metalografi maka untuk mendapatkan tampilan permukaan logam yang kontras khususnya batas antar butir, faktor yang menentukan pada prinsipnya adalah keterampilan teknisi dalam preparasi sampel mulai dari Pencuplikan sampai Pemolesan. Selanjutnya, pada saat pengetsaan maka faktor yang menentukan keberhasilan adalah pengetahuan dalam memilih formula etsa berikut metodenya yang tepat. Faktor lain yang juga cukup penting adalah kemampuan dalam mengaplikasikan mikroskop terutama teknik pengaturan cahaya serta fokus gambar batas antar butir logam. [Hadijaya].

Note :
Bidang Pengembangan Teknologi IKAUT Pusat juga melayani konsultasi usaha :
1. Pengujian material (logam dan non logam)
2. Kursus/ Pelatihan Peleburan Aluminum foil (minimal 10 peserta)
3. Pembuatan starter pupuk organik cair
4. Pelatihan Karya Ilmiah Remaja

Hubungi kami di HP : 08128727937;
Informasi kerjasama, konsultasi uji material dll dapat juga menghubungi face book : Kusuka Iptek.

Mengenal Korps Resimen Mahasiswa UT

pageUTjak

hjda
Menwa baret ungu adalah unsur rakyat terlatih yang dipersiapkan untuk bela Negara. Jauh sebelumnya kita kenal nama Walawa (Wajib Latih Mahasiswa) ketika itu memakai baret kuning, kemudian berdasarkan keputusan bersama tiga menteri yaitu Menteri Pertahanan Keamanan/ Panglima Angkatan Bersenjata (Nomor : KEP/39/XI/1975), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Nomor : 0246 a/u/1975) serta Menteri Dalam Negeri (Nomor : 247 Tahun 1975) maka pada tanggal 11 Nopember 1975 telah ditetapkan pembinaan organisasi Resimen Mahasiswa dalam rangka mengikutsertakan rakyat dalam Pembelaan Negara.
Sejak itu rektor diberbagai perguruan tinggi mulai mengirimkan mahasiswa sebagai utusan untuk mengikuti latihan dasar militer, penyertaan mahasiswa dalam Latsar atau Diksar berlangsung hampir setiap tahun sehingga jumlah Menwa makin banyak. Disetiap perguruan tinggi terdapat pos komando menwa yang merupakan kantor untuk memudahkan koordinasi kegiatan. Pos Komando Menwa dinamai sebagai Batalyon atau Satmenwa (Satuan Resimen Mahasiswa).
menwa1
Saya-pun ketika menjadi mahasiswa di Yogyakarta tahun 1980, pernah pula diikutsertakan dalam latihan dasar militer di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Klaten dan Wonosari selama 3 minggu. Saya pernah menjabat sebagai Kasi Personil, lalu sebagai Kasi Intel dan pernah pula sebagai Kastaf Yon-V hingga tahun 1983. Banyak pengalaman yang diperoleh dalam latihan dasar militer tersebut terutama tumbuhnya rasa cinta dan tekad untuk bela Negara.
menwa4
Universitas Terbuka adalah MEGA UNIVERSITY dengan 458 ribu mahasiswa (hasil registrasi semester genap 2008) atau lebih dari 650 ribu orang mahasiswa redundent yang tersebar di seluruh Indonesia, adalah asset terbesar dari bangsa Indonesia. Resimen Mahasiswa (Menwa) UT yang tergabung dalam Satmenwa UT Jakarta juga merupakan asset yang penting dalam pembelaan Negara. Andaikata dari 1000 Mahasiswa UT terdapat 1 orang sebagai Menwa betapa hebatnya sumbangsih UT bagi pembelaan NKRI dimasa mendatang. Namun ini semua terpulang pada kewenangan Rektor untuk mengelola dengan penuh bijaksana sesuai dengan situasi dan kondisi masa kini dan yang akan datang.
menwa5Untuk mengenal secara dekat eksistensi Menwa UT, maka kali ini Hadijaya Kabid Pengembangan IT IKAUT Pusat melakukan Blusukan Online sejak Sabtu malam 8 Februari 2014 menjumpai Komandan dan beberapa staf Satuan Resimen Mahasiswa UT (Satmenwa UT) Jakarta, dan lainnya. Para Menwa yang notabene mahasiswa UT sebanyak 6 orang tersambung dengan Hadijaya dijejaring social Face book bersama dalam satu inbox antara lain : Sutarno TL (Dansatmenwa UT Jakarta), Hasanudin (Wadansatmenwa UT Jakarta) beserta staf lainnya yaitu Saut Panggabean, serta Enggal, dan Septi (Kasmenwa Bengkulu) … mari simak bincang-bincangnya berikut ini :
menwa8Hadijaya : Selamat malem… saya alumni menwa mahakarta dan alumni UT mau gabung dengan Satmenwa UT Jakarta… bagaimana prosedurnya pak ?
Hasanudin : malem pak, datang ke Skomenwa Jayakarta ya pak ? Jl Pulo mas barat VI/28 Jaktim, kita ketemu disana.

Hadijaya : ya sama-sama pak.. saat ini Satmenwa UT sedang sibuk Giat OSMB ya ?, sukses acaranya pak ?… adakah foto-fotonya ?
Hasanudin : lancar pak, dapat 12 calon, photonya ga punya, gak ada yang punya kamera, ada dari teman UKM yang lain, nanti kalo dah dapat di upload.

Hadijaya : Satmenwa UT ini belum banyak diketahui mahasiswa UT, saya harap agar satuan ini dikenal semua mahasiswa UT, oleh sebab itu Satmenwa UT perlu diekspose melalui website : alumni-ut.com…. bagaimana bung, sediakah bincang-bincang dengan saya Hadijaya, Bidang Pengembangan IT Pengurus Pusat IKAUT ?
Hasanudin : siap pak,… kunjungilah : http://www.jakarta.ut.ac.id/index.php/berita-upbjj-ut-jakarta/77-abdimas-pembuatan-biopori.html….

Hadijaya : Oke itu diantara kegiatan menwa UT yang nanti akan saya lihat, tapi sebelumnya saya ingin mengenal dulu admin FB Satmenwa UT Jakarta ini, namanya siapa ?
Hasanudin : Hasanudin, pak

Hadijaya : ohh… ternyata adminnya adalah Hasanudin ya…, kupanggil bung Hasan saja ya… apakah masih sebagai mahasiswa UT atau sudah alumni ?
Hasanudin : masih, pak. dikit lagi…

Hadijaya : bung Hasan dari prodi dan fakultas apa ?
Hasanudin : Fisip Adne pak…

Hadijaya : lalu di Satmenwa UT memegang jabatan apa ?
Hasanudin : Wadansat sedangkan Dansatnya Sutarno TL

Hadijaya : tolong sebutkan juga yang lain…, nama Kasie 1, Kasi II dst, sekalian Dan propos.
Hasanudin : lagi minus personil pak, Kaur Diklat dan Provos, Risky; Kaurmin Linda LN; anggota Enggal, ada juga senior Mahawarman pak.

Hadijaya : sambil bekerja dimana bung Hasan ini ?
Hasanudin : sekitar 6 bln yang lalu habis kontrak pak, lalu sekarang jadi relawan di penanggulangan bencana.

Hadijaya : dulu ikut Latsar di Puslatpur mana bung ?, lalu Universitas mana saja yang aktif Menwanya ?
Hasanudin : di Rindam Jaya Ciampea, Gunung Putri, semua dari Jayakarta, ada sekitar 30-an Universitas.

Hadijaya : pelaksaaan Latsar itu apakah ada setiap tahun ya ?
Hasanudin : ya setiap tahun ada pak, tapi pernah juga tidak dilakukan rekruiting,… saya lupa tahunnya.

Hadijaya : pada tahun 2014 ini mahasiswa UT ada berapa yang ikut mendaftar sebagai camen ?
Hasanudin : tadi siang yang mendaftar ada 12 orang.

Hadijaya : Alhamdulillah, lumayan lalu yang mendanai kegiatan pelatihan mereka nanti pihak mana itu ?
Hasanudin : untuk Diksar-nya dari Skomen, untuk perlengkapan biasanya dipinjamkan dari senior seperti saya dan Rizki serta teman yang lainnya, tapi andaikata banyak yang mendaftar kami bingung juga dalam mengatasi masalah koperlap-nya.

Hadijaya : Apa pesan-pesan bung Hasan selaku Wadansat untuk mahasiswa UT dimanapun berada ?
Hasanudin : pesan saya ? … mungkin sebagai mahasiswa UT jangan lupa akan kehormatan pembelaan negara disegala bidang, termasuk seperti yang kami lakukan selama hampir 1 bulan aktif dalam penanggulangan bencana banjir di Jakarta.

Hadijaya : apa saja aktifitas yang dilakukan saat penanggulangan bencana banjir di Jakarta itu ?
Hasanudin : secara keseluruhan yaitu pengelolaan posko pengungsian di GOR Otista, menyebarkan personil di 23 titik Posko Penanggulangan Bencana, tidak termasuk perwira penghubung/ adm di BPBD (saya) dan BNPB (Rizki).

Hadijaya : koordinasi kegiatan tersebut apakah tersambung dengan Skomen Jakarta ya ?
Hasanudin : betul pak, komando ada di Skomenwa Jayakarta, adapun Giat diposko adalah Administrasi Posko, distribusi dan penerimaan bantuan, dll.

Hadijaya : Satmenwa UT menyalurkan bantuan, dari mana sumbernya ?
Hasanudin : Menwa UT tergabung dengan Satgas Menwa Jayakarta pak, bantuan berasal dari berbagai lembaga dan induvidu.

Hadijaya : posko bung Hasan saat penanggulangan banjir ada dimana di jalan apa ?
Hasanudin : perwira penghubung di BPBD DKI Jakarta, Pusdalops BPBD DKI Jakarta, Jl. Medan Merdeka Selatan.

Hadijaya : tolong beri saya email Satmenwa UT, mungkin diperlukan nanti
Hasanudin : satmenwa.ut@gmail.com
http://menwa-ut.blogspot.com/2013/11/pendaftaran-online-calon-anggota.html
-Pendaftaran Online Calon Anggota Satmenwa UT Jakarta Resimen Mahasiswa Jayakarta -Satmenwa UT, -menwa-ut.blogspot.com

(Dan Satmenwa UT Jakarta menambahkan Sutarno TL, menambahkan Enggal, menambahkan Saut Pangabean ke inbox).

Sutarno : kenalkan anggota baru Menwa UT yang baru selesai pendidikan di Marinir : Enggal.
Hadijaya : iya bung Tarno, saya mau memuat berita mengenai eksistensi Satmenwa UT di web alumni-ut.com. Silahkan tinjau dulu : www.alumni-ut.com
Sutarno : blog menwa ut http://menwa-ut.blogspot.com

Hadijaya : ok.. nanti kulihat blognya Menwa, kalau ada youtube-nya juga nanti mau saya link ke website alumni UT.
Sutarno : siap pak, belum punya videonya pak, terima kasih, saya sangat berharap dukungan senior-senior untuk melanjutkan perjuangan kita di MENWA

Sutarno TL : Siap komandan perlu diketahui saya sama Hasanudin sebenarnya adik leting pak Rudi, saya Diksar 1995 dan pak Hasanudin 1996, karena kecintaan kami terhadap UT maka kami turun gunung untuk melanjutkan apa yang pak Saut, pak Rudi rintis dari 1993 di UT Jakarta, karena setelah generasi pak Hasanudin kesininya kosong dan alhamdulillah kita sudah melahirkan dua angkatan dan Enggal ini adik kita yang baru.

Hadijaya : mantap sekali…. saya jadi terharu dengan perjuangan kalian, bagaimana dengan kondisi Posko ? … punyakah ?
Sutarno : izin pak untuk Posko masih numpang sama Skomen. Siap senior kita sudah sampaikan ke Ka.UPBJJ UT Jakarta melalui surat dan Proposal untuk pengajuan Mako tidak di acc, karena menurut beliau UT tidak sama dengan Universitas lain, maksudnya pengajuan Markas komando masih mentah seperti dahulu… tidak di acc.

Hadijaya : mari kita mulai dengan UT baru, saya yakin bu Rektor merespon dengan baik.
Saut Panggabean : Siaapp !!, … siap senior yang jauh disana…selamat siang Ndan, salam kenal dan selamat malam Pak Hadi dan juga selamat malam komandan Satmenwa UT Sutarno atau Wadansat Hasanudin yang sedang online malam ini.
Sutarno : malam bang !

Hadijaya : oh bung Saut datang …
Sutarno : izin pak, saya memandang perlu untuk segera melaksanakan sertijab Dansat guna mempermudah masalah koordinasi di UT Pusat, karena jika melakukan koordinasi ke UT Pusat maupun UT Jakarta pasti dicek dulu aktivasi kemahasiswaannya jangan sampai pihak Rektorat berpikir kami mau aktif di Menwa karena ada sesuatu yang lain.

Hadijaya : betul itu Dansat Sutarno… perlu direncanakan dengan baik untuk ke UT Pusat.
Saut Panggabean : Bang Hadi.. tertib administrasi semua tentang Menwa UT memang perlu tetap dijalankan. Laporan dengan tembusan ke Rektor itu harus, apalagi sertijab Dansat dulu rutin kami kirim ke Pondok Cabe tentang segala hal kegiatan Menwa, termasuk Laporan Purna Tugas (Lapnagas Satgas XIII Menwa ke Timor Timur dengan lampiran beberapa foto dihalaman belakang) yang saya ikuti, kami datang menghadap Purek III Prof. DR. Asmawi Zainul, M.A kami (2 org) diterima, lapnagas diterima dan didisposisikan. Belakangan kami main lagi ke Pondok Cabe, Lapnagas kami sudah berjejer dideretan buku-buku Perpustakaan UT. Demikian juga Lapnagas 1 orang lagi pada Satgas XV a.n. Rudi Hartono beliau serahkan dan ada di Perpustakaan UT.

Sutarno : Siap pak hadi terimakasih atas masukannya … tapi untuk aktifitas terdekat kita sebagai bagian dari UPBJJ UT Jakarta sepertinya perlu juga markas komando di UPBJJ UT Jakarta.

Hadijaya : oke… mudah-mudahan dari tampilan info kegiatan Menwa UT Jakarta, mahasiswa UT di S’pore, Korea, Hongkong, Malaysia juga kepengen jadi menwa UT, tapi mungkinkah itu bung ?
Sutarno : ndan saya sependapat dengan wadan, rencana kita akan siapkan adik-adik kita untuk jadi generasi penerus kita, supaya mereka bisa maju tidak jenuh ditingkat anggota saja, kemarin ada mahasiswa UT Hongkong juga respons dengan menwa ndan..

Hadijaya : lanjut… Bung Saut bagaimana pendapat anda mengenai Satmenwa UT dimasa yad ?
Saut Panggabean : Baru kali ini saya merasakan ada sesuatu yang baru, meskipun perjuangan Satmenwa UT untuk bisa mendapatkan Posko saya kira tidak mudah, tapi berkat kepedulian para senior-senior saya yang kini ada “didalam institusi UT, Senior Pak Hadi dan Ibu Septi, besar harapan saya sebagai Alumni Menwa UT mengenai segala upaya yang dulu kami coba ajukan terutama agar memiliki sebuah Posko untuk adik-adik berkoordinasi kiranya kedepan dapat terrealisir, semoga. Terima kasih atas kepedulian Pak Hadi dan Ibu Septi serta Bapak/ Ibu yang lainnya.

Hadijaya : bung Saut … horas !, anda banyak tau perkembangan korps menwa UT, saya senang mendengar uraian bung Saut Panggabean.
Saut Panggabean : Siaap Senior@Bang Hadi…. , saya pernah kirim via inbox ini atas permintaan Wadansat Hasanudin ketika beliau sendirian memikul beban berat eksistensi satuan, ditinggal Dansat Sdr. Tony Irawan yang akan bekerja/ tinggal di Cirebon, belum tersambung komunikasi waktu itu saya dengan Dansat Sutarno, saya juga merasakan duka yang mendalam, masa iya Satmenwa UT akan tenggelam ? Saya kirim waktu itu Nama, sebagian NBP yang saya ingat, dari seluruh angkatan (Angktan I atau saya dan 16 rekan lainnya) serta Nama-nama anggota Satmenwa UT setelah angkatan saya, sampai yang terakhir angkatan yang saya ketahui sebelum saya jadi Alumni). Demikian Bang Hadi.. mungkin bisa dilengkapi lagi oleh Komandan Sutarno (kemarin sudah share di inbox kita ini urutan angkatan/ tahun/ jumlah personel) tapi tidak mencantumkan Nama-nama Personel. Edit jika kiriman saya ke Wadansat Hasanudin kurang lengkap nama-nama angkatan tahun kemarin dan angkatan yang baru-baru ini, lalu copy paste dan segera kirimkan ke Pak Hadi sebagai bahan untuk referensi ke UT Pusat.
Sutarno : Siap komandan itu juga yang menjadi kendala kita untuk komunikasi dengan pihak UT, karena kita belum memiliki pembina dari pihak UT.

(Satmenwa UT Jakarta menambahkan Septi Verawati ke inbox)

Hadijaya : saya belum kenalan dengan bu Septi, siapakah beliau sebenarnya?
Sutarno : beliau adalah Kasmen Bengkulu pak, mahasiswa Fisip UT, baru saja lulus TAP.

Hadijaya : oh… dik Septi bisa diajak gabung ya, mudah-mudahan dia mau memberikan informasi mengenai betapa pentingnya eksistensi Menwa UT.
Saut Panggabean : Siaap Pak, Horas juga… hehehe sama-sama Dansat Sutarno, Pak Hadi kalau boleh sedikit bercerita, dulu kami sudah sering menghadap Purek III dan segala tembusan-pun tentu sampai ke Rektor, mengenai SKB 3 Menteri yang menjadi pedoman Menwa Indonesia hingga saat ini sudah kami berikan pada Rektor sekalian kami memohon sebuah Posko, dan kepada Purek III pada saat itu kami katakan tidak masalah Posko didirikan di UT Pusat Pondok Cabe yang penting kami ada sebuah tempat untuk kami bisa berkoordinasi dan melatih adik-adik calon Menwa. Tapi itu dulu Pak, tentu sekarang Rektor dan Purek sudah ber-kali ganti.
Terima kasih Bang atas dukungan dan perhatiannya. Memang perlu kita dorong adik-adik di Satmewa UT Jakarta yang ada sekarang untuk setiap kegiatan yang diikuti agar mendokumentasikannya guna keperluan bukti otentik guna keperluan publikasi dan sebagai bahan menghadap pejabat di UT Pusat. Dulu sewaktu kami tinggalkan semua telah lengkap baik administrasi pembukuan, struktur organisasi, piala/ piagam, vandal, dari dokumentasi kegiatan yang diikuti dan dari penghargaan dari satuan Menwa yang ada di Jakarta. Berhubung ketiadaan posko maka kami dulu menumpang/ memakai 1 ruangan kecil bersama PKBM-UT disamping kantor UPBJJ Jakarta.

Hadijaya : Silahkan bung Sutarno Dan Satmenwa UT menyampaikan pesan-pesan untuk mahasiswa UT.
Sutarno : Pesan Komandan Satuan Resimen Mahasiswa Jayakarta Satuan Universitas Terbuka UPBJJ UT Jakarta untuk mahasiswa UT dimana saja berada : teruskan perjuangan kami setapak langkahmu menentukan masa depan bangsa, jangan ragu !!! “Mari bergabung, siapkan diri dan yakinlah akan masa depanmu”.
Satmenwa UT Jakarta adalah laboratorium pembentukan “national character building” untuk menjadi pemimpin masa depan dalam kepeloporan disegala bidang dengan penyempurnaan ilmu pengetahuan dan ilmu keprajuritan.

Hadijaya : oke Dansat… saya catat itu.
Sutarno : Siap pak, perlu dilaporkan untuk masa jabatan saya ini, untuk angkatan pertama rintisan 2012 kita mempunyai adik Rizki dan Linda, jadi menurut rencana kita akan menyelenggarakan Rakomsat untuk memilih Dansat dari angkatan mereka dan mereka sudah mempunyai adik leting yaitu Enggal, dibawah Enggal ada satu camen yaitu Suswanto, mudah-mudahan hasil OSMB bisa menambah camen lagi.
Mahasiswa UT Hongkong Fb (Vita Ciasing) minat dengan Menwa, ya itu tadi kita sampaikan bahwa kita itu beda dengan UKM lain, masuk Menwa harus ikut Diksar dulu, makanya bisa jadi Menwa kalau mau pulang ke RI untuk ikut Diksar hehehe…

Hadijaya : betul bung Sutarno, jika dikonfirmasi tentu ada 1 atau 2 mahasiswa TKI yang pas berlibur bisa ikut Diksar, kita perlu segera melangkah dengan langkah tegap maju jalan.
Sutarno : siap komandan, kalau kita pertahankan nanti ade-ade kita keburu kabur, regenerasi tidak berjalan. Rizki sudah dipersiapkan dan dia sudah ikut PKBN tingkat nasional, itu foto anggota menwa UT 4 orang mengikuti pelatihan kader bela negara dari menhan.

Hadijaya : ok… terimakasih atas infonya
Sutarno : izin pak hadi kalau diperkenankan masukan, anggota menwa UT Jakarta itu dari 1993 sudah banyak, mungkin kalau bapak tulis dalam web IKAUT mereka membaca, berharap mereka bisa bersatu dalam satu wadah ikatan Alumni Resimen Mahasiswa UT.

Hadijaya : oh iya.. tentu semua informasi ini akan saya muat di web IKAUT. Bung Sutarno andaikata pendataan para alumni menwa UT itu ada di Sekretariat, tentu semua akan jadi tau bahwa Satmenwa UT sebetulnya memiliki banyak personil.
Sutarno : siap komandan mungkin dengan bergabung beliau bisa memberikan masukan dan suport untuk melanjutkan keberadaan menwa di UT yang kita cintai ini, karena perlu diketahui juga kita beda dengan kampus lain, seperti yang disampaikan kepala UPBJJ bahwa beliau mengizinkan ada menwa. Selanjutnya kami berjalan menggunakan dana swadaya atau dari kantong Dansat dan Wadan.

Hadijaya : sebetulnya kalau semua menyadari, bahwa Rektor adalah Pembina Menwa ditiap satuan (Universitas).
Sutarno TL : mungkin dengan berjalannya waktu akan segera ada perubahan dan sepertinya itu sudah dimulai pada saat kita mengadakan kegiatan lubang biopori, silahkan lihat di :
http://www.jakarta.ut.ac.id/index.php/berita-upbjj-ut-jakarta/77-abdimas-pembuatan-biopori.html

Septi Verawati : Malam pak
Hadijaya : selamat malam dik Septi, salam dari saya Bidang Pengembangan IT IKAUT Pusat, saya juga mantan menwa mahakarta 1980.

Septi Verawati : Malam pak, saya dari Menwa Bengkulu salam kenal
Sutarno : sekalian izin Kasmen, saya juga memperkenalkan diri, saya Sutarno Dansat UT Jakarta Diksar 95, saat ini dipercaya sebagai Aslog Kasmen Jaya.

Hadijaya : apa kabar menwa Bengkulu ?
Septi Verawati : Saya, Diksar tahun 2000 pak, kabar Bengkulu bagus pak, rencana kami di Bengkulu mau bikin Menwa di UT sini lalu bagaimana mekanismenya ya ?, kalau di Bengkulu namanya Skomen Mahadwiyudha pak

Hadijaya : ide yang bagus, kita lakukan langkah awal dulu yaitu sosialisasi menwa untuk civitas akademika UT.
Septi Verawati : Bagus banget itu pak biar mahasiswa UT yang di Provinsi lain juga tau kalau di UT juga ada Menwa.
Sutarno TL : ini foto Diksar anggota Satmenwa UT Jakarta 2013 di Bumi Marinir Cilandak ndan dulunya kita tergabung dalam Batalyon 21.

Hadijaya : ya makasih, mohon ijin nantinya saya akan download foto-foto kegiatan menwa dari album Satmenwa UT
Sutarno : siap nDan, kalau ini foto saya dan rekan dengan pejabat Pemprop DKI pa Jokowi dan Ahok

Hadijaya : apakah Septi pernah mengusulkan pembentukan menwa UT Bengkulu kepada kepala UPBJJ Bengkulu ?
Septi Verawati : Kita sudah masukkan surat audiensi tapi sampai sekarang belum ada tanggapan mungkin karena peralihan pimpinan di UPBJJ Bengkulu kemarin.

Hadijaya : di Bengkulu Septi aktif di kampus yll atau menjabat di Skomenwa Mahadwiyuda ?
Septi Verawati : Saya Kasmen (Kepala Staf Resimen) di Mahadwiyudha pak

Hadijaya : wow… mantap ya, Kepala Staf Resimen adalah pejabat yang merupakan staf Komandan Kodim Bengkulu, masa jabatannya / periodenya … kapan sampai kapan ?
Septi Verawati : Masa jabatan 2012 s/ 2014, akhir tahun nanti berakhirnya pak

Hadijaya : Bung Sutarno, Satmenwa UT Jakarta sampai saat ini sudah berapa kali mengalami peralihan Komandan ?
Sutarno TL : PROFIL SATUAN. Terbentuk : 28 Oktober 1993 1. Angkatan I/Seroja 1993 : 17 Orang 2. Angkatan II/Pasopati 1994 : 18 Orang 3. Angkatan III/Bima 1995 : 13 Orang 4. Angkatan IV/Arjuna 1996 : 10 Orang 5. Angkatan V/Yudhistira 1997 : 6 Orang 6. Angkatan VI/Nakula sadewa 1998 : 3 Orang 7. Angkatan VII/ 1999 : 2 0rang 8. Angkatan VIII/Jayawangi 2001 : 1 Orang 9. Angkatan IX/ 2004 : 1 Orang 10. Angkatan X/ Wira Chandra 2012 : 2 Orang 11. Angakatan XI/2013 : 1 orang Susunan Pengurus 2012-2013 Komandan Satuan : Sutarno NBP: 95750724123 Wakil Komandan Satuan : Hasanudin NBP: 96780724505 Kaur Diklat : M. Rizky Ardyan NBP: 12940735101 Kaur Minlog : Linda Lestari N. NBP: 12760735102 Partisipasi yang pernah dilakukan: 1. Satgas Dharma Bakti Timor Timur/ Operasi Seroja 1994 – 1997 2. Bakti Sosial Kebersihan Banjir Kp. Melayu 1995 3. Operasi Batara (BaktiTunggal Abri dan Rakyat) KODAM JAYA 1997 4. Operasi Kemanusian Tanggap Darurat Tsunami Aceh 2004 5. Donor Darah tingkat satuan maupun tingkat skomenwa. 6. Gelar Relawan BNPB 2012 7. Operasi Tanggap Darurat Banjir Jakarta 2013/2014

Hadijaya : info yg sangat berguna bung, terimakasih
Sutarno : siap ndan ini latsar yang terakhir 2013 nama angkatannya Samudra Jaya Sena kita hanya bisa kirim 1 orang yaitu Enggal.
DANMENBANPUR-2 MAR BUKA PENDIDIKAN BELA NEGARA MENWA JAYAKARTA Dispen Kormar (Jakarta). Komandan Resimen Bantuan Tempur-2 Marinir (Danmenbanpur-2 Mar) Kolonel Marinir Tri Subandriyana memimpin upacara pembukaan Pendidikan Bela Negara Resimen Mahasiswa Jayakarta tahun 2013 di lapangan Brigif-2 Mar, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta selatan, Rabu (27/11/2013). Dalam upacara pembukaan tersebut dihadiri oleh Wadan Menbanpur-2 Mar, Danyonkes-2 Mar, Danyonprov-2 Mar, Para Perwira Staf Menbanpur-2 Mar, Danmenwa Jayakarta Lukman Hakim,SE., serta para siswa-siswi peserta pendidikan yang seluruhnya berjumlah 182 orang.

Hadijaya : oke bung Sutarno, sebagai Komandan Menwa UT Jakarta, apa komentar anda sehubungan dengan polemik penamaan KRI Usman-Harun yang ditentang oleh PM S’pore beberapa waktu yll… ?
Sutarno : Hak pemerintah Indonesia untuk memilih nama KRI Usman Harun karena mereka adalah pahlawan nasional yang berjasa kepada bangsa ini.

Hadijaya : lalu bagaimana pandangan menwa terhadap sikap pemerintah S’pore itu ?
Enggal : Usman dan Harun adalah pahlawan yang melakukan tugas negara. Mereka seusia kami anggota Menwa. Namun telah membuktikan rasa nasionalisme mereka. Sikap Singapura terlalu berlebihan, karena ketika perang orang yang dianggap pahlawan di negara kita menjadi musuh bagi negara lain. Seharusnya mereka tidak usah mengungkit hal ini. Situasi dulu dan sekarang berbeda. Mereka bukan teroris yang sengaja melakukan teror. Mereka adalah pejuang yang mempertahankan kedaulatan NKRI.

Septi Verawati : Indonesia negara yang berdaulat yang mempunyai hak penuh memberi nama apapun untuk KRInya, pemerintah S’pore ngak usah terlalu membesar-besarkan, masalah NKRI adalah harga mati.

Hadijaya : jadi menwa tetap mendukung penggunaan nama Usman Harun pada KRI yang baru tsb ?
Enggal : Siap….Saya pribadi sangat mendukung. Walaupun saya belum lahir di tahun 1968. Tetapi membaca kisah mereka membuat hati saya bergetar dan kagum atas dedikasi mereka. Mereka masih sangat muda dan rela mempertaruhkan nyawa demi bangsa. Mereka gugur dengan kepala tegak dan terhormat.
Septi Verawati : Pasti, bagi Indonesia Usman Harun adalah pahlawan, peduli amat ama sikap pemerintah Singapore

Hadijaya : oh… jadi agaknya pemerintah S’pore itu cuma merengek ketakutan kalau nama Usman Harun dikibarkan, mereka mungkin takut semangat juang tersebut kembali berkobar dan S’pore direbut Indonesia.
Septi Verawati : bisa jadi, ketakutan yang tidak beralasan
Enggal : Inilah saatnya membangkitkan kesadaran rakyat Indonesia tentang cinta tanah air. Mungkin ada sesuatu yang lebih dari itu. Mereka adalah negara persemakmuran, jadi ada kepentingan lain.

Hadijaya : Rakyat Indonesia sudah sadar sejak dulu, rakyat Indonesia perlu dibekali lagi dengan kekuatan sistim pertahanan dan keamanan. Kira-kira apakah menwa yang bekerja di sebuah Instansi siap menerima tugas pertahanan diperbatasan, meninggalkan kantor dan keluarganya… ?
Enggal : Siap…. apabila memang kita dibutuhkan negara. Jangan harta benda, jiwa raga siap kita korbankan. Menwa sudah dididik untuk bela negara. Perintah komando harus dilaksanakan, demi kemajuan bangsa.
Septi Verawati : Kalau memang dibutuhkan saya siap !

Enggal : Izin senior. Kita sedang Pradik anggota baru, Siswa Suswanto dan M.Adam. Besok berangkat Diksar di Mahabanten.

Hadijaya : ok … salam buat teman-teman yang Pradik semoga sukses

Yudi Ism : selamat siang senior menwa, mohon izin saya yudi ism mahasiswa UT smt 6 Admin Negara dari UPBJJ Purwokerto, di perguruan tinggi sebelumnya saya mengikuti diksarmil tahun 99 dan aktif dimenwa,….. di UT dari smt 2 lalu saya ingin sekali aktif kembali menjadi anggota menwa disela sela kesibukan saya. minimal ada yang bisa saya lakukan diakhir Smt saya di UT untuk menwa, saya berkomunikasi dengan pak Diki yang senantiasa memberikan bimbingan tetapi masih belum maksimal, terketuk rasanya jiwa saya tatkala menlihat dan mendengar banyaknya bencana alam disekitar saya tapi sedih rasanga tatkala saya tidak bisa berbuat apa-apa, kabar berita tentang gunung kelud yang debunya sampai tempat saya, mohon petunjuk para senior apa yg harus saya lakukan minimal di UPBJJ Purwokerto terbentuk dulu satmenwa terimakasih sebelumnya

Hadijaya : salam kenal bung Yudi, pernah bergabung di Menwa ya, apa nama kesatuannya th 99 itu ?
Yudi Ism : salam kenal kembali Hadijaya saya gabung di MAHADIPA Sat 933 saya berharap ada yang bisa saya lakukan diakhir semester saya di UT untuk MENWA UPBJJ Purwokerto pada khususnya mohon petunjuk senior.
Saut Panggabean : Ijin senior Bang Hadi, sedikit menanggapi untuk Yudi Ism, baik sekali keinginannya yang masih besar untuk mengabdi dibidang sosial apalagi pernah menjadi anggota Menwa sebelumnya. Tak ada batas di perguruan tinggi (perti) manapun termasuk di UT mewujudkan salah satu fungsi Menwa menanggulangi akibat bencana alam (SKB 3 Menteri thn 2000 ttg pembinaan Menwa), apakah satuan menwa UT UPBJJ Purwokerto belum terbentuk ? Kalau belum, coba cari beberapa rekan sesama mahasiswa UT Purwokerto yang kira-kira berminat jadi Menwa dan rekan Yudi Ism sebagai Senior membuat rencana lalu mengadakan pendekatan ke Binmawa atau langsung ke Ka. UPBJJ UT Purwokerto untuk membicarakan niat pembentukan satuan ini tentunya disertai proposal pengajuan, setelah langkah kedalam dilakukan, adakan pendekatan dengan Komandan Satuan atau Dan Yon Kala Yudha Univ. Jend. Soedirman (Unsoed), apalagi UT Upbjj Purwokerto juga berada dibawah pembinaan PTN ini, bicarakan maksud niat baik ini, setelah OK dan dari UT UPBJJ juga OK, Dansat atau DanYon Menwa Unsoed pasti tahu apa yang perlu dilakukan, sambil mempersiapkan calon yang berminat. Dari awal ini sudah bisa dibuat team kepanitiaan diantara sesama calon yang diketuai Senior Yudi Ism tentunya, persiapkan fisik dan perbekalan lain hingga menunggu bergabung Pradiksar Kampus bersama dengan Calon Resimen Mahasiswa Satuan Unsoed, dan jika nanti waktunya Diksarmil langsung menyatu dibawah Komando Yon/Satmenwa Unsoed ke Rindam IV / Diponegoro. Yudi tentunya diharap sangat berperan besar dalam pendampingan siswa semenjak pradiksar Kampus sampai Diklatsarmil, setiap langkah yang akan ditempuh harus disertai tertib administrasi, surat-surat tembusan atau diketahui langsung Ka UPBJJ atau minimal Binmawa UPBJJ UT Purwokerto, dokumentasikan semua kegiatan yang diikuti, datang menghadap sebelum dan sesudah menjalankan suatu kegiatan. Lalu setelah terbentuk beberapa orang anggota menwa, lakukan pendekatan ke Skomen. Antara UPBJJ dan Skomen paralel dan berkoordinasi dengan DanYon/sat Menwa Unsoed harus tetap terjalin. Semoga semua bisa berjalan jika diniatkan melalui prosedur yang benar dan hal ini pula yang dulu kami jalankan dalam perekrutan minat mahasiswa, pembinaan / pradiksar kampus yang bergabung dengan Batalyon 3 Menwa IKIP Jakarta (sekarang UNJ) dan komunikasi ke dalam UPBJJ, Skomen dan Satuan-satuan Mewa di Perti lain se Jayakarta untuk pembentukan Menwa di UPBJJ Jakarta dengan nama awalnya adalah Batalyon Gab 21/UT, dimana walau baru terbentuk dengan 17 personil, Satuan Menwa UPBJJ UT Jkt sebagai Markas Besar (walau tidak memiliki Mako, tetapi tetap bisa disesuaikan dengan Rencana dan perintah yang ada) UT yang adalah PTN, otomatis Menwa UT pun ditunjuk sebagai pusat/ markas dan pembinaan bagi 4 satuan Menwa dari Perti swasta lain yang sewilayah Jkt Timur yang ditetapkan oleh Danmenwa Jayakarta sekaligus jabatan Aster Kodam Jaya waktu itu.
Jika sekarang telah bergabung dengan kita senior-senior alumni Menwa yang ada di UT Pusat, itu adalah yang patut kita syukuri bersama, mohon petunjuk dan komando dari senior-senior kita seperti Pak Hadi dkk untuk melakukan koordinasi dengan petinggi di UT Pusat dan komunikasi dengan Dansat/Wadansat yang lebih senior di Satmenwa UT UPBJJ Jakarta.

Hadijaya : baiklah, sudah jelas ya bung Yudi, rekan menwa semuanya kita cukupkan bincang-bincang ini saya mengucapkan terimakasih atas waktu luang rekan semuanya, selamat malam sampai jumpa.

Blusukan Online Mengenal Para Aktifis Mahasiswa UT Dalam dan Luar Negeri

page1aktfisUT

Blusukan Online, kali ini dilakukan oleh Hadijaya, Bidang Pengembangan IT IKAUT Pusat dengan beberapa Aktifis Mahasiswa UT baik yang domisili di Jakarta maupun mahasiswa UT yang bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di Korea, Singapura dan Kuala Lumpur. Aktifis mahasiswa UT sebanyak 6 orang yang berjumpa dengan Hadijaya melalui jejaring Face book antara lain : Nurman dan Aep Azzuhri (Korea); Astri Agustina (Singapura), Yayat Panca Putra (Jakarta); Mohammad Asbulloh dan Machfudz Tejani (Kuala Lumpur Malaysia) simak bincang-bincang mereka berikut ini :

1. Nurman (Mahasiswa UT-Korea)
==============================
Nurman : terimakasih atas confirmasinya, salam kenal pak Hadi. Nurman senang berkenalan dengan bapak Hadijaya.
Hadijaya : ya… sama-sama Nurman, salam kenal, anda berada dimana sekarang ?
Nurman : Nurman saat ini ada di Korea pak.

Hadijaya : oh anda temannya Dikka ya ?
Nurman : iya pak saya adik tingkatnya mas Dikka yang kuliah di UT Korea.

Hadijaya : Nurman asalnya darimana ?
Nurman : Nurman asal dari Lampung pak.

Hadijaya : Lampungnya daerah mana ?
Nurman : Kali Balangan, Kota Bumi, Lampung Utara.

Hadijaya : kalau saya berasal dari Komering Ulu, Palembang, Sumatera Selatan. Sudah taukah
Forum FB Mahasiswa UT Lampung, silahkan Nurman ikutan gabung disitu.
Nurman : iya pak nanti Nurman mau gabung, sebelumnya nggak tau kalau ada Forum FB UT Lampung, terimakasih informasinya.

Hadijaya : itu forum FB mahasiswa UT UPBJJ Lampung, padahal Nurman UPBJJ Jakarta ya khan..
Nurman : betul pak, Nurman masuknya dari UPBJJ Jakarta, maksudnya nanti kalau kuliah saya nggak selesai di Korea, rencana dilanjutin di UPBJJ Lampung.

Hadijaya : bisa sekali … itu suatu pertimbangan yang bagus !
Nurman : apakah bapak Hadi pengajar di UT Lampung…?

Hadijaya : tidak !, saya bekerja sebagai staf penelitian dan perekayasaan (Litkayasa) di Badan Tenaga Nuklir Nasional. Coba ceritakan kisah awalmu bekerja di Korea, lalu ikut kuliah di UT… silahkan Nurman.
Nurman : awal bekerja di Korea setelah pulang bekerja dari Jepang magang, saya tidak memiliki pekerjaan atau usaha di kampung halaman dan mengingat keuangan semakin menyusut mulailah saya mencari informasi-informasi untuk bekerja di luar negeri melalui media facebook, akhirnya saya mendapatkan informasi dari teman yang sudah berkerja di Korea dan dia memberikan alamat lembaga tempat pendidikan bahasa serta yang membantu hingga transfortasi penerbangan ke Korea Selatan yaitu lembaga ” YOBOSEYO JAKARTA dan alhamdulillah dengan semangat dan kerja keras saya diberikan kelancaran dalam belajar bahasa dan mengikuti tes KLPT dari awal proses hingga penerbangan dalam waktu 7 bulan. Mengenai ikut kuliah di UT Korea, … suatu hari saya membuka facebook teman dan membaca postingannya mengenai UT Korea, karena rasa penasaran saya bertanya mengenai UT Korea lalu dia menjelaskan hal itu. Saat itu baru akan ada pembukaan pendaftaran semester ganjil 2012.1 bulan Desember 2011. Saya langsung mendaftarkan diri, saat ini saya sudah memasuki semester 5 Prodi Ilmu Komunikasi. Saya sangat senang dengan adanya UT Korea, karena disinilah kita bisa menggali banyak ilmu yang insya’allah akan berguna dimasa depan. Sebelum masuk UT Korea, bila hari libur tiba tak sekalipun terlewatkan untuk keluar bermain, bertemu dengan teman-teman, shopping dan lainnya namun saat ini aktifitas demikian itu sudah berkurang dan tergantikan dengan fokus belajar. Inilah sedikit cerita dari perjalanan Nurman, terimakasih.

Hadijaya : apakah Nurman sering ikut juga dalam kegiatan organisasi mahasiswa UT Korea ?
Nurman : iya pak, Nurman sering mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan UT Korea, karena Nurman juga tergabung dalam BEM UT Korea yang disebut KOUSA (Korea Open University Student Association), seperti menjadi panitia OSMB dan DIES NATALIS UT Korea dalam 2th terakhir. Alhamdulillah dengan adanya kegiatan- kegiatan UT Korea bisa menambah pengalaman dan ikatan silaturahmi diantara teman-teman mahasiswa UT.

Hadijaya : apakah Nurman sbg pengurus BEM Kousa juga ?
Nurman : untuk 2 periode yang lalu saya bergabung di bem kousa sebagai sekertaris, dan untuk periode thn ini saya tidak tergabung di bem kousa lagi, karena memberi kesempatan kepada adik tingkat untuk bergabung di organisasi. namun nurman tetap berkontribusi sepenuhnya untuk semua kegiatan-kegiatan yang diadakan Kousa.

Hadijaya : oh begitu, berarti punya pengalaman sbg aktifis BEM ya ?
Nurman : alhamdulillah… banyak pengalaman yg didapat setelah masuk di organisasi kousa dan ini belum pernah Nurman dapatkan sebelumnya.

Hadijaya : itu buat modal dasar terjun di masyarakat nantinya, lalu apa saja pengalaman yang cukup berarti saat aktif di BEM ?
Nurman : benar sekali pak hadi… semua pengalaman yang didapat menjadi modal awal untuk bersosialisai kepada masyarakat… saat aktif di bem kousa, pengalaman yang sangat berarti adalah dimana saya mampu berperan aktif menjalankan tugas yg di berikan dan berkerja sama dengan semua anggota / panitia seperti di OSMB UT Korea, tanggal 23 Februari 2014 ini akan di adakan OSMB UT Korea di Universitas Daejon.

Hadijaya : bagaimana realisasi kegiatan yg dijalankan saat anda masih aktif, maksud saya kegiatan yang pernah Nurman laksanakan ?
Nurman : yang terrealisasikan saat itu, kegiatan bidang IT ” KOMPUTER”, Olah Raga ” UT Korea FC, dan Penyiaran ” UT Korea Radio”.

Hadijaya : kegiatan bidang IT itu sangat bagus, apa saja materi yang didapat tentang IT dan prakteknya seperti apa ?
Nurman : materi didapat banyak, seperti pembuatan website dan blog, alhamdulillah prakteknya lumayan membuat semangat, saya sempat belajar menulis melalui blog wordpress.com :
(http://utkoreanews.wordpress.com)

Hadijaya : apakah di Korea kalian juga bermain sky saat musim salju ?
Nurman : tahun ini diadakan sky tour bersama UT Korea Radio, namun Nurman tidak jadi ikut dalam acara tersebut karena ada keperluan dengan saudara.

Hadijaya : Nurman punya berapa saudara di Korea ?
Nurman : ada 2 saudara pak.

Hadijaya : saudara-saudaramu itu apakah bekerja dalam satu perusahaan dengan Nurman ?
Nurman : tidak !, kami beda perusahaan meskipun begitu kami sering ketemuan di daerah Seoul 2 kali dalam 1 bulan.

Hadijaya : bagaimana cara belajar yang efektif untuk seorang pekerja seperti Nurman ini ?
Nurman : disela kesibukan bekerja, cara yang efektif untuk membagi waktu belajar adalah dengan banyak membaca dan merangkum hal-hal yang penting dari setiap modul. Prinsipnya tiada hari tanpa membaca, memang sejak awal harus dapat membagi waktu dan itu sangat berat, namun karena sering dilakukan akhirnya terbiasa. Di perusahaan saya bekerja tidak begitu berat pekerjaanya, sehingga bekerja sambil kuliah tidak menjadi beban malah merupakan tantangan bagi saya.

Hadijaya : apakah kuliah Nurman sesuai dengan pekerjaan yang sekarang ?
Nurman : Tidak pak, pekerjaan Nurman adalah teknisi pembuatan ” pintu ” di sebuah perusahaan mebel sementara kuliah mengambil jurusan ilmu komunikasi.
Hadijaya : Nurman … test KLPT itu apa maksudnya ?, anda bekerja sebagai apa dan apa nama perusahaannya ?
Nurman : test KLPT adalah tes bahasa Korea, ini merupakan syarat utama untuk bekerja di Korea program G to G dan bila lulus ujian, sertifikat kelulusan ini yang diajukan untuk pengiriman data ke HRD Korea. Disaat liburan Nurman gunakan untuk belajar bahasa Korea untuk memperlancar bahasa yang sudah dikuasai, kemarin sempat ikut tes bahasa Korea dan hasilnya lulus 90%, dan sekarang ada rencana ikut tes tingkat atasnya dikorea dalam 1 tahun diadakan 4 kali tes bahasa Korea, insya’Allah Nurman tetap semangat. Sekarang ini Nurman bekerja di perusahaan CO. SAMHYUN CHEMIKAL, sebuah perusahaan mebel pembuatan pintu, saya dibagian pengepakan.

Hadijaya : wah… mantap, sesuai dugaan saya, Nurman tentu sudah merancang masa depan yang bagus.
Nurman : alhamdulillah… insya’Allah disaat Nurman pulang nanti, berharap bisa bertemu dengan bapak Hadi, bimbingan serta ilmu dari bapak Hadi selalu Nurman harapkan guna memperluas pengalaman untuk menghadapi era saat ini.

Hadijaya : kapan Nurman mau pulang ke Indonesia ?
Nurman : masih lama kira-kira 3 tahun lagi.

Hadijaya : yah… semoga kuliahmu lancar dan dalam bekerja juga sukses. Kiranya cukup sekian dulu bincang-bincangnya ya, terimakasih untuk waktu yang diberikan… selamat sore.
Nurman : amiinnn… terimakasih kembali bapak Hadijaya, senang bisa mengenal anda, selamat sore juga.

2. Aep Azzuhri (Mahasiswa UT-Korea)
===================================
Aep : terima kasih pak Hadi atas konfirmnya

Hadijaya : ya sama-sama, Aep… asalnya dari mana ?
Aep : saya dari Cirebon pak, maaf pak sebentar ini lagi koordinasi sama UT Perduli Taiwan dan Malaysia buat membantu temen-teman UT dari Semarang.

Hadijaya : teman-teman UT Semarang kenapa ?
Aep : katanya warga disana kena bencana, jadi saya koordinasikan sama temen-teman untuk bisa membantu kesana pak, alhamdulillah walau alakadarnya kemarin indramayu sudah dapet dari UT Taiwan Perduli.

Hadijaya : bencana banjir ya ?
Aep : iya pak

Hadijaya : di Jakarta juga banjir, di Medan gunung Sinabung meletus
Aep : iya pak, selain kita membantu kita juga bisa memperkenalkan UT terhadap warga pak dengan UT PERDULI.

Hadijaya : apakah ada teman yang akan mudik ke Semarang dalam waktu dekat ini ?
Aep : belum tau pak, biasanya masalah bantuan nanti ditransfer dan uangnya di belikan sembako.

Hadijaya : lalu yang akan dikirim ke Indramayu wujutnya apa ?
Aep : transfer uang dan orang yang dipercaya untuk nyalurin kemudian dibelikan sembako pak, ini lagi saya coba koordinasi sama UT Perduli dari Taiwan, Hongkong dan Malaysia.

Hadijaya : apa nama organisasi Aep di Korea itu ?
Aep : saya dari UT PERDULI aja pak

Hadijaya : susunan pengurusnya dan orang-orangnya bagaimana ?
Aep : untuk pengurus di bawah naungan BEM pak

Hadijaya : Aep di BEM Kousa sebagai apa ?
Aep : wakil ketua 2 wilayah selatan Korea.

Hadijaya : pekerjaanmu di Korea sebagai apa ?
Aep : pabrik pak, operator selain itu saya sebagai admin dari grup UT Mendunia Bersatu.

Hadijaya : apa nama pabriknya ?
Aep : pabrik peralatan mobil dongwoo breke

Hadijaya : tugasmu dibagian apa ?
Aep : tadinya bagian CNC, sekarang pindah ke pengeleman rem

Hadijaya : itu semua khan pekerjaan keteknikan, apakah sesuai dengan kuliah yang sedang ditempuh di UT ?
Aep : tidak pak.

Hadijaya : lalu kalau sudah wisuda nanti gimana menggunakan ijazahmu ?
Aep : kebetulan saya ngambil manajemen disini, saya ingin mengumpulkan modal dan kelak ingin punya usaha ketika pulang ke Indonesia

Hadijaya : mungkin sebaiknya Aep mantapkan juga bahasa Korea dengan cara ikut kursus supaya nanti bisa mengajukan ke perusahaan untuk penyesuaian job dari teknik pindah ke bagian manajemen,… tapi mungkin gak itu ??
Aep : untuk disini seperti itu kecil sekali kemungkinannya pak, karena setiap TKI di sini kebanyakan diperuntukkan sebagai operator lalu bagian manajemen dan kantor itu diisi oleh orang-orang Korea.

Hadijaya : ohh bgitu, bagian CNC dan bagian pengeleman rem, mana yang istimewa dan ringan ?
Aep : kalo yang istimewa CNC pak, saya ada pengalaman CNC, di Indonesia keahlian tersebut banyak dibutuhkan pak

Hadijaya : CNC itu mesin bubut ya
Aep : Iya pak

Hadijaya : kalo pengeleman apakah dilakukan dengan mesin atau hanya manual saja ?
Aep : Manual pak

Hadijaya : berarti anda harus menggunakan masker karena lem itu berbau zat pelarut
Aep : Iya pak, Perusahaan sudah menyediakan.

Aep : Amiinn.. oh ya pak nanti bapak saya jadikan salah satu admin di grup UT Mendunia ya pak… boleh gak pak ?

Hadijaya : boleh… boleh tapi sebaiknya UT Mendunia punya web khusus
Aep : ok.mksh pak, ohhh gitu ya…

Hadijaya : iya segeralah bikin web UT MENDUNIA… nanti banyak artikel yang kita muat dan sumbangan artikel dari teman-teman akan membuat web itu tampil dengan nilai lebih.
Aep : itu di grup UT berbagai negara dan berbagai daerah dari Sumatra sampe Papua

Hadijaya : iya sedunia juga namanya saya maklum deh …
Aep : iya minta bantuan untuk web-nya hehehe…

Hadijaya : coba konfirmasikan dan bicarakan lagi secara internal dengan teman-temanmu mungkin ada ide yang bagus dari mereka ep.
Aep : iya pak, o ya pak mau istirahat dulu pak…insya Alloh ntar disambung lagi.

Hadijaya : Ok terimakasih ep, titip salam buat teman-teman di Korea

3. Astri Agustina (Alumni baru UT-Singapura)
============================================
Astri Agustina : Thank you

Hadijaya : sama-sama… apa kabar dik ?
Astri Agustina : Alhamdulillah sehat.

Hadijaya : salam buat teman-teman di S’pore
Astri Agustina : Siiipp …met dinihari, kalau saya tak lupa, kayaknya pak Hadijaya pernah kasihtahu bahwa sebagai Pengurus IKA UT ?

Hadijaya : iya IKAUT Pusat, Astri sedang mengerjakan apa ?
Astri Agustina : lagi bikin Laporan Keuangan tutup tahun

Hadijaya : keuangan siapa ?
Astri Agustina : Punya PMUT(Perhimpunan Mahasiswa UT Pokjar Singapura. Insya Allah besok alumni di Pokjar Singapura akan membentuk IKA UT Pokjar Singapura.

Hadijaya : wah baguslah… semoga banyak yg hadir
Astri Agustina : Alumni di Pokjar Singapura masih sdikit ,tapi tak apa kami akan merintis dr sedikit dulu. Apakah kira2 harus under UPBJJ UT Batam, atau Pokjar Singapura ?
Hadijaya : iya sih… maju saja terus bikin gebrakan yang hebat buat dijadikan contoh bagi wilayah luar negeri lainnya.
Astri Agustina : Insya Allah

Hadijaya : namamu yang sesuai ijazah siapa ?
Astri : nama sesuai ijazah dan juga pemberian orangtua saya : Tulastri yang artinya “Tulas”, karena saya lahir tanggal 17, dalam bahasa jawa pitulas = tujuhbelas, dan “tri” karena saya anak nomor 3.

Hadijaya : oh ortu yg kreatif ya…
Astri : nama FB saya pakai Astri Agustina, “Astri” saya ambil dari penggalan bagian belakang nama saya, “Agustina” karena saya lahir bulan Agustus, intinya saya lahir tanggal 17 Agustus. Jadi setiap kali HUT RI juga HUT Astri Agustina. Setelah wisuda dan dapet ijazah, katanya saya udah boleh pakai embel-embel S.Akt dibelakang nama saya.

Hadijaya : owh…. jadi nama lengkap embel-embel : Tulastri Agustina S.Akt, hmmm krenn ya.
Sekarang ni bayi lahir pas 17 agustus maka direktur rumah sakit ngasih kado/ hadiah.
Astri : gitu ya Pak ? enak donk, maksudnya good, ada surprise nya gitu.

Hadijaya : seharusnya Astri dapat hadiah dari rumah bersalin, tapi Asri lahirnya mungkin sama dukun kampung ya ?
Astri : teman sekampung saya dulu dapat hadiah katanya darimana gitu karena katanya didaftarkan, tapi saya tidak didaftarkan, juga memang dukun kampung, maunya yang tradisional dan tulen.

Hadijaya : kalo lahirnya sama dukun kampung, paling dapat hadiah jamu beras kencur…. wkwkwkwk
Astri : wakwkwkwk … sekalian kunyit asam Pak.

Hadijaya : Astri, saya tu guyon jangan masukin kehati ya
Astri : tau Pak, saya orangnya juga suka becanda, nontonnya aja OVJ

Hadijaya : saya ikut gembira, mahasiswa UT yang cewek-ceweknya malah lebih bersemangat
Astri Agustina : semangat 2014, masih fresh

Hadijaya : tahun kuda… ayo lari yg kencang !
Astri Agustina : Siiiiiiiaaaaaappp Graaakk !!

Hadijaya : lantaran UT punya Rektor cewek, semangat kalian jadi ikutan menghebat ya …. hehehe
Astri Agustina : aku cinta UT … pakai BANGEEETT

Hadijaya : hmmm… masa sih, harus dibuktikan dong
Astri Agustina : Insya Allah, mohon bimbingannya Semester kemarin sebenarnya saya mengajukan Penundaan Kelulusan, tapi suratnya lambat, Yudisium dah keburu turun, sebenarnya saya belum mau lulus, masih mau kuliah.

Hadijaya : ohh… nanti kuliah saja lagi di S2, begitu.
Astri Agustina : Insya Allah.

Hadijaya : Astri apa saja yg pernah dilakukan PMUT ?
Astri : PMUT (Perhimpunan Mahasiswa Universitas Terbuka) merupakan wadah yang dibentuk dengan tujuan utama untuk mempererat tali silaturahmi sesama mahasiswa di Pokjar Singapura. Selain itu yang tak kalah pentingnya adalah sebagai wadah kegiatan belajar bersama sesama mahasiswa untuk meningkatkan prestasi bagi mahasiswa. Melalui kegiatan belajar bersama, diharapkan jika ada mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi di modul, dapat didiskusikan bersama dan menyelesaikan permasalahan yang dialami tersebut dengan teman-teman yang lain. Kegiatan rutin per semester, membantu pihak Pokjar dalam pelaksanaan OSMB yaitu menjadi panitia pelaksana OSMB dimana tugas-tugas dilaksanakan oleh anggota dan pengurus PMUT. Kegiatan rutin mingguan yang lain yaitu Olah Raga (Volley Ball, Badminton), IT Class, Beauty Class, Art and Craft Class, dan Belajar Kelompok.

Hadijaya : Beauty Class, Art and Craft Class seperti apa itu ?
Selain itu, juga PMUT mengadakan peringatan hari-hari besar Indonesia seperti HUT RI, HUT Kartini, HUT Batik, dan HUT PMUT sendiri. Kegiatan Outing Fun and Game setiap semester habis UAS untuk me-rilex-kan pikiran sekaligus mempererat tali persahabatan sesama mahasiswa dengan mengadakan permainan games. Kegiatan tahunan, seperti mengadakan kunjungan ke KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Singapura dalam rangka buka bersama puasa Ramadhan. Pengumpulan zakat fitrah. Sharing pengetahuan dan pengalaman dari mahasiswa senior tentang Ujian Laboratorium (bagi yg ambil Prodi Akuntansi) , SUO, TAP dan Karya Ilmiah dengan mahasiswa junior, agar yang junior tidak merasa khawatir dengan bayangan sulitnya pelaksanaan ujian Lab., SUO, TAP dan Karil.

Hadijaya : makan apa yg paling enak di S’pore ?, … mpek2 ada gak disana ?
Astri : selama ini saya belum menemukan/ merasakan yang paling enak Pak, yang katanya masakan asli Indonesia aja disini rasanya udah gak asli, bahan-bahannya dan prosesnya mungkin yang bukan tradisional lagi, jadi menghilangkan keaslian rasanya. Saya kalau mau makan yang menurut saya sesuai selera Indonesia saya pergi Batam, hunting Indonesian Food. Tak tau saya Pak ada mpek2 atau enggak disini.

Hadijaya : sering masak sendiri ya ?
Astri : iyups… tukang masak Pak saya, tapi bukan masakan Indonesia. Boss saya Chinnese tapi makanannya makanan orang bule, jadi ya Panggang2, Pasta, Salad. Semacam itulah Pak masakan saya.

Hadijaya : ohh… enak juga, apakah masakanmu sesuai selera mereka ?
Astri : Alhamdulillah mereka menikmati masakan saya, kadang-kadang rasanya gak sesuai dengan yang mereka inginkan, ya saya cakap : “maaf selera kita beda !, menurut saya udah enak, tapi kalau menurut anda belum enak ya harap maklum” … hikhikhik

Hadijaya : boss pernah ngomelin dirimu gak ?
Astri : Saya terima dari segi positif Pak, mereka bukan ngomelin tapi mencoba mengingatkan dan mengarahkan saya kalau saya ada salah atau misunderstand dengan mereka. Tapi ya itu, selama saya gak salah walau mereka ngomel ya saya gak minta maaf, tapi saya coba meng-explain kepada mereka biar jelas dan sama-sama enak dihati, istilahnya kata orang tu cari suasana win-win, bukan loss-win.

Hadijaya : mereka pasti bangga memiliki Astri sebagai pekerja yang sarjana akutansi… hebat, sejak wisuda yll harusnya minta naik gaji.
Astri : Alhamdulillah kalau tentang gaji udah agak-agak otomatis ada tambahan tiap tahun Pak, walau dikit tapi syukur itu rezeki Pak.

Hadijaya : apakah mereka tau bahwa Astri sudah menjadi sarjana ?
Astri : ya tahu Pak, saya kuliah karena support mereka, mereka ijinkan saya pakai fasilitas belajar lengkap dirumah, share internet for free, perlu laptop untuk Tuton juga boss saya yang bantu belikan Pak, Alhamdulillah mereka tahu saya exam tiap 6 bln sekali karena selalu saya kasihtau, walau kadang-kadang ada hambatan tapi Alhamdulillah tetap lancar. Waktu ikut SUO dan TAP juga harus ke Batam mereka kasih ijin. Waktu wisuda juga mereka tau karena saya harus minta ijin pergi ke Batam nginap 2 hari 2 malam.

Hadijaya : kemampuan akutansi terapanmu kasih kenal kepada boss supaya terpakai dilingkungan rumah tangga tersebut.
Astri : ya mudah-mudahan Pak, saya baru pakai sedikit, kebetulan saya jadi Bendahara Perhimpunan Mahasiswa disini, dan baru ritired.

Hadijaya : ohh… Astri aktifis UT S’pore ya ?, sumber keuangan organisasi itu didapat dari mana ?
Astri : kebetulan mereka mempercayakan ke saya Pak, kami PMUT Pokjar Singapura (Perhimpunan Mahasiswa Universitas Terbuka Pokjar Singapura) tu mandiri Pak. Sumber keuangan dari kami sendiri yang dari pembayaran pendaftaran keanggotaan PMUT, ada laba penjualan Kaos dan Batik seragam PMUT, Laba penjualan Modul secondhand, Koran Kampus, ataupun kadang kalau ada yang donasi. Jadi intinya dana dari kita oleh kita dan untuk kita.

Hadijaya : dulu tu teman-temanmu mau bikin Ikaut S’pore… sudah terbentuk blum, kok gak ada kabar lagi ?
Astri : Belum Pak, itu hari waktu akan meeting, teman-teman gak ada yang bisa datang, saya datang tapi diberi tugas oleh pengelola Pokjar untuk membantu menangani registrasi ulang mahasiswa disini. Jadi sampai sekarang blum dibentuk Pak.

Hadijaya : Munas Ikaut akan dilaksanakan di Pondok Cabe bulan depan, makanya segeralah bentuk supaya bisa diumumkan nanti saat hari H Munas.
Astri : Insya Allah Pak

Hadijaya : ok deh… salam buat teman semua disana, bye..
Astri : bye Pak, thank you… Good night

4. Yayat Panca Putra (Mahasiswa UT Jakarta Pokjar Lebak Bulus)
==============================================================
Yayat Panca Putra : Siang pa…Gimana kabarnya..?

Hadijaya : kabar baik mas !
Yayat Panca Putra : Tinggal dimana pa…?

Hadijaya : saya di BSD Tangerang BANTEN…. mas Yayat dimana ?
Yayat Panca Putra : Saya di Pamulang, dekat Ciputat, pa…lagi ngapain..?

Hadijaya : … ya lagi ngobrol dengan kamu.
Yayat Panca Putra : hahaha…si bapa bisa aja, pa… ada jadwal kegiatan apa di UT Pusat yang bisa melibatkan mahasiswa ?, kemaren IKA UT habis rakor ya..?

Hadijaya : … iya kok tau ?, kenapa Yayat ngga datang ?
Yayat Panca Putra : khan ga ada undangannya, saya khan masih mahasiswa, ajak-ajak kegiatan alumni UT dong.

Hadijaya : owh… anda mahasiswa ?.
Yayat Panca Putra : iya, pengen supaya mahasiswa-alumni bisa gaul bersama.

Hadijaya : lha iya… sebaiknya memang demikian.
Yayat Panca Putra : kami ga punya contak buat ke alumni, ingin supaya bisa mengadakan acara bersama.

Hadijaya : lewat saya insya Allah bisa
Yayat Panca Putra : bisa minta no tlp nya ?

Hadijaya : 081287279xxx
-email : ikaut.alumni.ut@gmail.com;
-website : www.alumni-ut.com;
-blogger : kusuka-iptek.blogspot.com
Yayat Panca Putra : ok..makasih pa.

Hadijaya : sama-sama, kirim kabar kalau ada kegiatan yang bagus
Yayat Panca Putra : siap pak bos, kalo alumni juga ngadain acara ajak-ajak kami dong.

Hadijaya : oke… untuk kegiatan yang akan datang, kalau bisa justru kita rencanakan saja dulu mau bikin acara apa, nanti saya teruskan ke organisasi alumni. Umpama bikin program pelatihan atau pemberdayaan masyarakat. Utamakan program yg bersifat mencerdaskan masyarakat mas… karena kita merupakan duta dunia pendidikan.
Yayat Panca Putra : justru itu susah dapat idenya pa, makanya kami butuh bantuaan dari para alumni, besok minggu kami rencana mau kunjungan ke panti asuhan.

Hadijaya : rencanakan kegiatan misalnya kedesa-desa dalam rangka memberi penyuluhan tentang internet (IT).
Yayat Panca Putra : kami terbentur dengan jadwal teman-teman yang bekerja, ya kalo alumni ngadain acara seperti itu tolong di-share ke kami.

Hadijaya : ya itu masalah kita semua karena kita karyawan
Yayat Panca Putra : ‘siapa tau kami bisa ikut berpartisifasi dan bisa ikut menyumbang ide..

Hadijaya : apa saja yang positif dan bisa kita jalankan ya lakukan itu, saya pernah memberi penyuluhan pada pemberdayaan Guru IT Wilayah Kepulauan seribu.
Yayat Panca Putra : waaah mantap tuh… itu atas nama UT ya..?

Hadijaya : atas nama Hadijaya pribadi karena seorang kenalan mengusulkan pribadi Hadijaya sebagai nara sumber, namun saya hadir disana dengan memperkenalkan diri sebagai alumni UT.
Yayat Panca Putra : penyelenggaranya itu LSM ya….?

Hadijaya : bukan… Dewan Guru Pulau Seribu, contoh lain lagi ya saya juga diminta oleh Dinas Kemenpora menjadi juri Lomba Pemuda Pelopor DKI 2011.
Yayat Panca Putra : wah..wah wah.. pak bos ternyata orang penting juga tooh, gak salah dah kenal sama pak bos.

Hadijaya : ya monggo Yayat hubungi deh lembaga apa keq yang akan menangani pemberdayaan masyarakat, nanti saya mewakili alumni UT datang sebagai nara sumber IT atau Iptek Terapan.
Yayat Panca Putra : agak susah ya…

Hadijaya : mudah saja itu, asalkan sudah tiba saatnya nanti.
Yayat Panca Putra : siap pak… kita agak susah juga untuk akses ke UT Pusat… gak punya kenalan disana yang bisa kita hubungi.

Hadijaya : tancapkan dulu niat untuk pengabdian diri, nanti Allah yang membukakan jalan.
Yayat Panca Putra : iya pa… bapa tangerangnya dimana ?

Hadijaya : hmmm… sudah dibilangin tinggal di BSD, tuh yang dekat Taman Techno.
Yayat Panca Putra : oohhh….agak jauh ya, coba deket kita bisa tukar pikiran secara langsung.

Hadijaya : tiap sabtu saya ke SMAN Pamulang, kita bisa ketemuan disana.
Yayat Panca Putra : ngajar ya pa..?

Hadijaya : iya jam 10-12…. ngajar ekskul KIR.
Yayat Panca Putra : ooh…. kami tiap hari minggu ada pertemuan pokjar di daerah Lebak Bulus, kebetulan saya sekarang lagi jadi Ketua Pokjar dan kami lagi sepi banget… karena tidak ada tutorial… makanya saya lagi nyari cara supaya ada kegiatan yang bisa menarik minat temen-teman.

Hadijaya : pokjar harus bikin acara kunjungan ke lembaga riset atau ke industri… supaya fresh
Yayat Panca Putra : pengennya sih begitu, tapi kami belum nemu aksesnya pa.

Hadijaya : dirembug dulu dengan teman-temanmu nanti juga nemu solusi
Yayat Panca Putra : iya pa…. kalo kunjungan begitu apakah kita harus minta pengantar dari UT Pusat ya..?

Hadijaya : iya betul harus koordinasikan dengan Purek Kemahasiswaan
Yayat Panca Putra : makasih pa atas sharingnya… kapan ada acara wisuda UT Pondok Cabe, ajak aja kami membantu segala kesibukan pak…hehehe

Hadijaya : ya sama-sama mas, silahkan membantu kami… alumni UT tentu dengan senang hati.
Yayat Panca Putra : semoga bermanfaat dan bisa mempererat hubungan antara mahasiswa dan alumni UT…. siiip, nanti kalo ada apa-apa, saya hubungi bapa, bisa curhat….hehehe

Hadijaya : oke mangga… ngga usah sungkan-sungkan.
Yayat Panca Putra : oooh…. makasih pa.

5. Muhammad Asbulloh, (Mahasiswa UT di Kuala Lumpur Malaysia)
=============================================================
Muhammad A : selamat pagi, terimakasih sebab pak Hadijaya sudah approve.
Hadijaya : ya… sama sama
Muhammad A: pak Hadi saya mau tanya untuk lulusan master yang bukan MPd, apakah bisa mengajar.
Hadijaya : bisa dong…
Muhammad A : kalo time S1 tidak disiplin ilmu / di luar SPd, kalo ingin mengajar bermakna dianjurkan sambung master ?, ada tantangan tersendiri dalam gabung kuliah di UT tapi yang sangat mendasar yaitu susah mengontrol nilai.
Hadijaya : saat ini pengajar (guru) banyak yang bertitel MSi, MT, MHum, Ir, ST, SSi, BSc, BA dll… memang itu ngga pas tapi kenyataannya ada, mungkin kedepan akan makin disempurnakan oleh pemerintah bahwa guru harus SPd atau MPd. Nilai UAS bisa dikontrol via UT Online, tapi anda harus login dulu.
Bagaimana, siapkah wawancara online sekarang?
Muhammad A : saya baru balik kerja, ok insya Allah siap, sekarang ini saya lagi menyusun proposal untuk kegiatan donor darah.
Hadijaya : kerja ship malam ya ?
Muhammad A : iya masuk ship malam..
Hadijaya : kerja diperusahaan apa dik ?
Muhammad A : spare parts motor

Hadijaya : ohh… sudah kerja berapa tahun di perusahaan spare parts tsb ?
Muhammad A : first datang saya tahun 2010 bermakan sekarang menginjak tahun ke 4 bulan 3 saya genap 4 th.

Hadijaya : dalam masa tersebut sudah berapa kali ganti perusahaan ?
Muhammad A : masa kontrak kerja di Malaysia sendiri 3 th, dalam perusahaan yang sama, namun saya menambah kontrak kerja 1 tahun di perusahaan yang sama dengan beberapa alasan.

Hadijaya : bagus ya, job/ keahlian dik Muh dalam bidang apa ?
Muhammad A : quality qontrol

Hadijaya : wah… spesifik sekali dan memegang peranan penting, emang kuliah di UT sesuai gak dengan job tersebut ?
Muhammad A : secara langsung pasti ada, apa lagi di UT sendiri lebih mengandalkan IT dalam pembelajaran, jadi untuk para mahasiswa yang kuliah di UT sudah tidak gagap lagi dengan namanya IT… hehhehe

Hadijaya : dik Muh di UT ambil program study apa ?
Muhammad A : saya ambil prodi ILMU ADMINISTRASI NEGARA.

Hadijaya : wah mantap sekali, di UT-KLsudah semester berapa ?
Muhammad A : saya baru menginjak semester 5
Hadijaya : apakah mahasiswa UT di Kuala Lumpur itu banyak ?, kira-kira semua berapa orang ?
Muhammad A : berkisar kurang lebih 200 mahasiswa, namun antusias kawan-kawan join UT-KL cukup tinggi terbukti dari tiap kali pendaftaran mahasiswa baru mengalami peningkatan yang significan, tahun 2014.1 jumlah mahasiswa “baru” yang mendaftar kurang lebih 100, itu karena sosialisasinya makin mantap, disini mahasiswa cukup aktif dalam kegiatan UT.

Hadijaya : dik Muh menetap di wilayah mana ?, lalu kalau ke kampus naik apa ?
Muhammad A : saya sekarang ni tinggal di Nilai, masuk dalam kawasan negeri Sembilan, sedangkan tempat kuliah di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, masuk negeri Selangor (negeri = kurang lebih seperti Provinsi). Time pergi kuliah saya naik Kereta Api dengan jarak 15 station.

Hadijaya : berapa jam perjalanan naik kereta itu ?
Muhammad A : bisa mencapai satu setengah jam.
Hadijaya : apakah kereta api disana penumpangnya berjubel dan ada yang berdiri ?
Muhammad A : infrastructure di Malaysia cukup baik, jadual keberangkatan kerata api di Malaysia cukup consistent sehingga kesesakan penumpang relatif sedikit, mengenai berjubel-jubel penumpang terkadang ada namun tidak selalu, hanya pada waktu- waktu tertentu seperti saat hari libur misalnya.

Hadijaya : ok… dik Muh tinggal di mess perusahaan atau kontrak rumah ?
Muhammad A : saya tinggal di hostel / facilities perusahan jadi free.
Hadijaya : di hostel ada berapa orang yang mahasiswa UT juga ?
Muhammad A : ada 2 org

Hadijaya : kapasitas hostel untuk berapa orang ?, lalu apakah pekerja Indonesia diberikan hostel yang terpisah dengan pekerja dari negara lain ?
Muhammad A : hostel disini cukup besar jadi kapasitasnya sampai 10 orang, tiap tiap pekerja ditempatkan dirumah yang sama sesuai dengan kewarganegaraan masing masing.

Hadijaya : warga negara mana saja yang bekerja disana ?
Muhammad A : kewarganegaraan yang bekerja disini antara lain, Myanmar, Vietnam, Kamboja, Thailand, Nepal, Pakistan, Banglades, India, Philipina, dari sekian negara itu yang dominan adalah warga negara Indonesia.

Hadijaya : mayoritas pekerja adalah orang Indonesia, begitu ya ?, lalu ketika ngobrol dengan orang Pakistan misalnya, pakai bahasa Melayu atau Inggris ?
Muhammad A : ya benar sekali, dalam berkomunikasi dengan warga negara lain kita dituntut mengunakan bahasa Inggris, namun warga asing demikian lambat menyesuaikan dengan bahasa Melayu, mengingat orang Melayu sendiri tidak semuanya faseh dalam berbahasa inggris.

Hadijaya : kira-kira adakah orang pribumi Malaysia yang juga kuliah di UT Kuala Lumpur ?
Muhammad A : pada pendaftaran mahasiswa baru tahun 2014.1 ada satu mahasiswa dengan kewarganegaran Malaysia join Kuliah di UT.

Hadijaya : wahh… itu baru kejutan hehehe. Dik Muh sering pulang ke Jawa, asalnya Pekalongan ya ?
Muhammad A : sama sekali belum pulang kampung, bila rindu famili cuma memanfaatkan fasilitas technology yang ada seperti webcam.. ya saya asal kota Pekalongan, kota yang sejuk dan tenang.

Hadijaya : wis duwe bojo dik Muh ??
Muhammad A : dereng gadah, sekarang ni saya sedang focus kerja sambil kuliah.
Hadijaya : oh ya… harus sukses dulu kuliahnya ya tapi gak ada salah bersiap-siap mulai sekarang supaya punya calon isteri. Dik Muh ni jadi panitia donor darah ya ?
Muhammad A : untuk calon Alhamdulillah sudah ada, ya memang semua itu harus jalan beriringan biar tidak menyesal kemudian hari. Kebetulan kawan-kawan tahun ini mempercayakan saya sebagai Ketua panitia donor darah.

Hadijaya : ok… para donor itu diberi konpensasi nggak ?, misalnya dapat piagam, dapat makan, minum susu, dapat emas bagi yang sudah ikut 50x. ?
Muhammad Muh : untuk panitia sendiri menyediakan konsumsi snack berupa minuman, dan makanan ringan juga cindera mata dan untuk Pusat Darah Negara Malaysia (PMI istilah indonesia) mereka menyediakan konsumsi, certificate, sama buku kecil yang fungsinya untuk record beberapa kali peserta donor.

Hadijaya : dana kegiatan didapat dari mana dik ?
Muhammad A : sumber dana kegiatan kita dapat sebagian dari pemberian pengurus UT KL dan sebagian lagi usaha kami mencari sponsor yang pastinya bermodalkan proposal.

Hadijaya : dik Muh apakah di UT-KL juga sudah banyak alumninya ?
Muhammad A : ya pak.. saya tengah menyusun proposal alhamdulillah dah selesai, untuk di Malaysia sendiri sebetulnya ada tiga pokjar, yaitu, UT pokjar JOHOR, UT pokjar PENANG dan UT pokjar KUALA LUMPUR. UT pokjar JOHOR itu sudah lebih lama berdiri dan mungkin tahun ini ada yang ikut TAP, sedangkan UT pokjar Kuala Lumpur dalam naungan KBRI angkatan pertama baru menginjak semester lima, adapun mahasiswa yang ikut TAP itupun pindahan dari UT pokjar JOHOR.

Hadijaya : tolong rekomendasikan 1 orang dari pokjar Johor dan 1 dari pokjar Penang buat saya wawancarai juga untuk meramaikan.
Muhammad A : sebentar saya masukan akun anda dalam group UT-POKJAR PENANG

Hadijaya : iya makasih, yang Johor juga dong
Muhammad A : sebentar saya cari, ukhti.zahra2, salah satu mahasiswa UT-PENANG yg aktif FB, lalu ini link kegiatan donor darah UT-KL yang pertama, untuk bulan februari nanti berati yang kegiatan donor darah yang kedua dan insya Allah kegiatan donor darah akan menjadi kegiatan wajib tahunan untuk UT-KL, info lengkap bisa dikunjungi di www.ppi-utkl.org
Hadijaya : baik dik Muh, terimakasih ya atas berbagai infonya.

6. Muhamnad Mahfud Arifin (Mahasiswa UT di Kuala Lumpur Malaysia)
=================================================================
Mahfudz : Assalamu’alaikum….
Hadijaya : Wa’alaikum salam, halo Mahfudz anda rupanya bersedia ngobrol dengan saya, Pengurus Ikatan Alumni UT Pusat di Jakarta.
Mahfudz : Siap pak

Hadijaya : bagus, apakah anda mahasiswa atau sudah alumni ?
Mahfudz : Mahasiswa, lagi menginjak Semester 5
Hadijaya : apa program studynya ?
Mahfudz : Ilmu Komunikasi Fisip

Hadijaya : nama anda yg terdaftar di UT ?
Mahfudz : Muhamnad Mahfud Arifin

Hadijaya : asal daerahnya mana ?
Mahfudz : Pamekasan Jawa Timur

Hadijaya : ohh… orang Madura ya, sama seperti mantan Rektor UT Prof. Dr. M. Atwi Suparman… hehehe
Mahfudz : Ya betul MA = Madura Asli

Hadijaya : satenya terkenal, adakah yang jual sate Madura di Kuala Lumpur sana ?
Mahfudz : Banyak pak Hehehe…

Hadijaya : di Jakarta 1 porsi sate Madura 25 rb, disana berapa ringgit ?
Mahfudz : RM9 untuk sepuluh tusuk sate.
Hadijaya : Mahfudz bekerja diperusahaan apa ?
Mahfudz : Kuli batu pak, Bangunan !

Hadijaya : ohh… kerja kontrak atau mingguan ?
Mahfudz : Kerja kontrak dengan gaji per hari, tapi diberikan per bulan

Hadijaya : sejak tahun berapa kerja disana ?
Mahfudz : 1998, 4 bulan setelah pak Harto lengser, jadi diperpanjang kontraknya terus oleh pemborong, langsung oleh perusahaan.
Hadijaya : wow… sudah lama ya, berapa banyak tenaga buruh bangunan yang berteman dengan Mahfudz ?
Mahfudz : Maksudnya di dumay apa realitanya ?

Hadijaya : realita dilapangan, kira-kira saja berapa orang semuanya yang satu perusahaan ?
Mahfudz : Ada sekitar 100-an pekerja. Campur-campur ada yang dari Bangladesh dan Nepal, dari Indonesia 23 orang.

Hadijaya : ohh.. begitu, dapat tempat tinggal atau tempat menginap yang disediakan perusahaan ya ? atau Mahfudz nyewa rumah ?
Mahfudz : Sebagian ada yang tinggal di rumah yang disewa perusahaan, sebahagian lagi ada yang sewa rumah sendiri.

Hadijaya : Mahfudz domisili dikota apa ?
Mahfudz : Kuala Lumpur
Hadijaya : kampus UT Kuala Lumpur terletak di jalan apa ya.. ?
Mahfudz : No 1 lorong Tun Ismail KL Sebelah stesen KTM

Hadijaya : ke kampus naik bus atau sepeda motor ?
Mahfudz : Sepeda motor

Hadijaya : Mahfudz sebagai panitia donor darah ya ?, bagaimana persiapan yang sudah dilakukan untuk kegiatan donor darah yad ?
Mahfudz : Persiapan sudah disusun, kegiatan dan buat proposal, perizinan dari KBRI dan PDN sudah siap.

Hadijaya : sudah sering mengadakan acara seperti ini ya ?
Mahfudz : Untuk donor darah memasuki tahun ke 2
Hadijaya : saat tahun 1 ada berapa peserta yg ikut ?
Mahfudz : Sekitar 150-an termasuk mahasiswa UT dan para WNI sekitar KL

Hadijaya : oke terimakasih, malam besok kita sambung lagi ya
Mahfudz : oke pak

Pengembangan Ubijalar Sebagai Pangan Darurat Perang Guna Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

mie_ubi.page

Industri hasil pertanian di negara kita memegang peranan yang sangat penting dalam menggalang kebutuhan pangan nasional. Indonesia sudah saatnya mengurangi impor bahan pangan mengingat bahwa di tanah air potensi sumber daya petani dan ketersedian lahan pertanian yang luas serta masih banyak tanah-tanah kosong sebetulnya dapat didayagunakan untuk kelangsungan suatu industri pertanian.
Kita perlu memperkuat komitmen sebagai suatu negara agraris yang kelak tidak lagi bergantung pada negara lain. Lantaran ingin makan tempe atau tahu saja kedelenya harus impor, beras impor. Apakah jagung, ubi dan gadung juga harus kita impor ? mudah-mudah tidak. Jagung dan ubi itu mudah tumbuh, apalagi gadung mudah ditanam dilahan-lahan yang masih nganggur. Jagung dan ubi tidak boleh impor, tanaman ubi terutama perlu disebar sebanyak-banyaknya karena tidak memerlukan pupuk dan perawatannya pun mudah, cukup dengan menyiangi rerumputan disekitarnya saja maka ubi sudah bisa tumbuh dan dalam masa kurang dari 6 bulan siap untuk dipanen.
Belajar dari pengalaman hidup di-era tahun 1967-1968, disaat negara mengalami krisis pangan, ketika itu kami yang masih duduk dibangku sekolah dasar, terpaksa makan bulgur yang merupakan ransum pegawai pengganti beras yang diterima bapak kami. Bulgur di negara barat adalah makanan kuda namun karena bahan dasarnya dari serpihan jagung kering maka bisa pula sebagai makanan manusia ”kere” dan tentu saja rasanya tidak enak jika tak pandai mengolahnya. Bulgur harus diberi bumbu tertentu agar memiliki cita-rasa yang baik. Ketidak-siapan masyarakat dalam mengolah bulgur ketika itu tentu saja memprihatinkan karena pangan tersebut menjadi sangat membosankan. Orang yang biasa makan nasi lalu terpaksa makan bulgur tanpa citarasa yang nikmat pasti akan mengalami frustasi.
Upaya pemerintah dalam hal ini semua lembaga litbang pangan adalah melakukan kajian guna meningkatkan cita rasa suatu pangan yang semula asing, tidak enak dan membosankan sehingga menjadi suatu produk pangan yang disukai. Hasil kajian itu harus terus menerus disosialisasikan kepada masyarakat, bukan malah tersimpan dan terkubur sebagai makalah ilmiah disudut gudang perpustakaan.
Kita bisa belajar dari pengalaman nenek moyang dulu disaat dalam masa paceklik karena penjajahan Belanda dan Jepang, saat itu beras sulit didapat, tanaman ubi jumlahnya juga sedikit. Kakek moyang kita dulu kreatif dalam mengolah umbi-umbian lainnya seperti talas, ganyong bahkan gadung. Gadung itu tanaman beracun jika tak pandai mengolahnya bisa menjadi pangan yang mematikan. Namun jika umbi gadung itu telah ditreatment sedemikian rupa mulai dari pencincangan, pencucian, perendaman dialiran air, pemberian abu, pembilasan dan penjemuran maka pada akhirnya gadung dapat dimasak dengan aman dan disantap bersama kelapa parut, rasanya cukup nikmat. Dalam situasi survive itu orang masih dapat melanjutkan kelangsungan hidupnya, serta mampu bertahan dalam menghadapi suasana perang.
Perang antar negara kadang-kadang tak dapat dihindari karena konflik yang tak terselesaikan. Dalam menghadapi itu tentu saja bangsa kita sudah siap karena pernah mengalaminya. Persiapan perang bukan hanya siap dalam hal persenjataan dengan berbagai jenisnya, namun yang tak kalah penting adalah kesiapan dalam bidang pangan. Suatu negara bisa kalah perang jika pertahanan pangannya jebol. Namun jika pertahanan pangannya kuat maka kemenangan dalam peperang lebih memungkinkan apalagi jika diperkuat pula dengan sistim persenjataan yang memadai dan strategi perang yang mantap. Oleh sebab itu pengembangan pangan darurat perlu makin digalakkan guna menunjang terciptanya ketahanan pangan nasional yang bersifat merata dan menyeluruh baik diperkotaan maupun daerah pedesaan serta disosialisaikan pula keberbagai kalangan baik masyarakat sipil maupun militer.
Dalam pelaksanaan peningkatan mutu pangan tanpa bahan pengawet dan menambah nilai harga pangan yang selama ini sedang digalakkan pemerintah, maka upaya untuk melaksanakan riset dibidang pangan ditujukan untuk meningkatkan nilai jual pangan tersebut sehingga dapat membantu bangkitnya perekonomian nasional kita.

Dalam situasi darurat setidaknya Indonesia dapat mengolah ubijalar sebagai salah satu andalan bahan baku untuk membuat berbagai produk pangan. Ubi Jalar merupakan bahan pokok yang sering digunakan masyarakat sebagai panganan yang diolah sederhana (direbus atau digoreng saja) pengelolaannya belum maksimal. Bahkan bahan pokok ini di Indonesia belum diolah menjadi produk industri. Padahal Ubi Jalar merupakan bahan pangan yang mengandung karbohidrat cukup tinggi dan dapat digunakan sebagai bahan baku mie instan karena ubi jalar memiliki warna tersendiri sehingga kita tidak perlu menambahkan zat warna. Mie ubi jalar yang setelah dikeringkan direbus lalu dicampur dengan formula bumbu tentu rasanya lezat karena nutrisi yang sudah ditambahkan (telur dan minyak) ikut meningkatkan rasa yang tidak kalah dengan mie instant lainnya.
Perlu dilakukan penelitian mengenai proses teknologi pembuatan mie ubi jalar. Seperti kita maklumi bahwa keberadaan ubi disekitar kita sekalipun bermanfaat sebagai pangan darurat namun pengembangannya agar menjadi pangan bercitarasa yang enak sampai saat ini belum terlaksana. Disisi lain bahwa mie ubi jalar merupakan terobosan baru guna menjembatani kejenuhan masyarakat dalam mengkonsumsi berbagai mie instan yang mengandung zat aditiif dan merugikan kesehatan.
Mie ubi dibuat dari ubijalar yang telah direbus atau pati ubijalar yang telah dimurnikan lalu dipadukan dengan terigu. Teknologi pembuatan mie instan tersebut menggunakan metode sheeting yaitu adonan digiling awal berbentuk lembaran lalu digiling lanjut menjadi bentuk helai-helai mie .
Penelitian dan pengembangan dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi mengenai teknologi proses pengembangan mie ubi jalar mulai dari pembuatan adonan hingga parameter pengeringan yang tepat agar produk mie ubi jalar kering yang dihasilkan cukup berkualitas.
Pembuatan mie ini menggunakan ubi jalar merah sebagai bahan dasar karena ubi jalar merah dapat memberikan warna kuning kemerahan. Proses drying mie ubi jalar menggunakan oven listrik yang di setting pada suhu 100C, 125C dan 150C. Berat mie basah divariasikan 50 gram, 100 gram dan 150 gram selama 20 menit. Produk mie instan dibandingkan berat keringnya dan dilakukan uji organoleptik (cita rasa).
Kualitas pati tergantung pada kualitas ubijalar, proses ekstraksi dan kondisi pengolahan. Kualitas ubijalar terkait dengan kandungan bahan padat (dry matter) dan cara pembentukan pati. Pada pembuatan mie berbahan pati umumnya disukai yang berkadar amilosa tinggi. Pati yang cocok untuk dijadikan bahan mie ialah yang memiliki pasta-panas yang stabil (tidak ada viskositas puncak) dan bervikositas konstan atau meningkat selama pemanasan.
Ubijalar dapat menghasilkan karakteristik pasta yang berbeda yang mempengaruhi mutu mie. Bisa digunakan larutan asam untuk meningkatkan keputihan dan kemurnian pati. Setelah purifikasi, pati dikeringkan. Pengeringan cake pati dengan kadar air antara 35-40% dapat dilakukan dengan suhu tinggi agar viskositas pasta-panas dan rasio stabilitas pati (karbohidrat) lebih bagus.
Manusia memperoleh karbohidrat dengan memakan bagian tumbuh-tumbuhan yang mengandung karbohidrat, terutama bagian biji atau umbi, misalnya padi, kentang, gandum, singkong, jagung, sagu, ubi jalar dan sebagainya. Disamping merupakan sumber energi bagi makhluk hidup, senyawa-senyawa karbohidrat memiliki kegunaan yang luas dalam bidang industri, misalnya pembuatan serat pakaian, kertas, film, industri fermentasi, dan sebagainya. Maltosa jarang dijumpai di alam namun dapat diperoleh dari hidrolisis parsial (sebagian) dari karbohidrat.
Zat gizi pada ubi jalar banyak mengandung vitamin, mineral, fitokimia (antioksidan), dan serat (pektin, selulosa, hemiselulosa). Kandungan gizi ubi jalar- bukan yang berbentuk tepung. Dalam 100 gr terdapat 76 kalori yang terdiri dari karbohidrat 17,6 g, protein, 1,57 g, lemak, 0,05 g, serat 3 g, kalsium 30 mg, zat besi 0,61 mg, magnesium 25 mg, seng 0,30 mg, selenium 0,6 mcg, kalium 337 mg, Vitamin C 22,7 mg, dan juga terdapat Vit A, E, B-6 dan K dan tidak mengandung kolesterol.

a. Membuat mie :
-Cuci dahulu Ubi jalar tersebut kemudian rebus hingga matang
-Setelah itu, kita kupas kulit ubi hingga bersih
-Buat adonan mie dengan melumatkan ubi, masukkan garam, telor, minyak kelapa dan terigu sedikit demi sedikit.
-Setelah menjadi adonan, kita giling dengan Ampia sesuai bentuk mie.
Jika ingin langsung dikonsumsi maka mie ubi jalar direbus bersama bumbu yang telah disediakan selama 20 menit.
Jika ingin diawetkan menjadi mie instant maka dkeringkan dalam oven paling lama 20 menit.

b. Membuat kuah :
-Siapkan alat munthu lalu lumatkan cabe, bawang merah dan bawang putih, merica, cabe rawit dan garam.
-Siapkan wajan penggorengan, masukkan minyak kelapa lalu bumbu tersebut ditumis hingga tercium aromanya.
-Tambahkan air 500 cc dan mie ubi jalar basah, biarkan hingga mendidih.
-Angkat dan siap dihidangkan.

Untuk mendapatkan tekstur mie yang baik (kekenyalan dan kemudahan proses pencetakan mie) telah dicoba berbagai perbandingan (bobot ubijalar : terigu = 1:1, 1:1,5 dan 1:2). Ternyata perbandingan terbaik adalah 1:2 karena adonan yang diperoleh cukup liat dan ketika dicetak hasil keluaranannya memiliki tekstur mie yang proposional.
Semakin tinggi suhu maka akan mempengaruhi berat mie dan kekeringannya. Semakin kering mie tersebut maka durasi mie ubi jalar atau daya tahan simpannya akan lebih lama. Mengingat bahwa tingginya kadar air pada suatu bahan pangan jika disimpan lama berakibat akan mengundang tumbuhnya jamur tertentu yang bewarna kehitaman sehingga mie ubi jalar menjadi rusak bahkan akan beracun. Oleh sebab itu kadar air bahan pangan perlu ditekan seminimal mungkin namun pada praktek drying yang dilakukan ternyata setting suhu oven yang relatif tinggi dalam waktu 20 menit berakibat mie yang berbobot basah 50 gram menjadi gosong. Sebaliknya drying pada suhu rendah dalam waktu 20 menit membawa akibat mie ubi jalar yang berbobot basah 150 gram masih elastis dan beresiko ditumbuhi jamur. Ciri mie ubi jalar yang proses drying-nya tepat adalah sedikit rapuh atau getas namun warna khas merah kekuningan dari ubi jalar tidak berubah. Parameter yang tepat dapat diketahui setelah riset ini dilakukan adalah proses drying untuk selama 20 menit untuk mie dengan berat basah 50 gram adalah pada suhu 100 oC; untuk mie dengan berat basah 100 gram adalah pada suhu 125 oC; sedangkan untuk mie dengan berat basah 150 gram adalah pada suhu 150 oC.

Pada Uji Organoleptik (cita rasa), Mie ubi jalar yang setelah dikeringkan direbus lalu dicampur dengan formula bumbu ternyata rasanya lezat karena nutrisi yang sudah ditambahkan (telur dan minyak) ikut meningkatkan rasa yang tidak kalah dengan mie instant lainnya. Kelebihan mie ubi jalar ini adalah ketika dicoba didiamkan lama didalam kuah dari formula bumbu, mie tersebut tidak mekar sehingga rasanya tidak berubah sedangkan mie instant lainnya yang sering kita jumpai di toko-toko apabila direndam dalam kuah dan didiamkan lama mie instant tersebut akan mekar sehingga mie intanst tersebut menjadi lembek dan rasanya kurang enak karena daya serapnya terhadap cairan kuah terlalu tinggi.
Berdasarkan percobaan pembuatan mie ubijalar yang telah dilakukan ternyata semakin tinggi suhu pengeringan maka akan mempengaruhi berat mie dan teksturnya sehingga mempengaruhi lamanya penyimpanan mie atau ketahan mie ubi jalar.
Pada Uji Organoleptik (cita rasa), Mie ubi jalar yang setelah dikeringkan rasanya enak karena nutrisi yang sudah ditambahkan(telur dan minyak) ikut meningkatkan rasa dan tidak kalah dengan mie instant lainnya. Kelebihan mie ubi jalar ini adalah tidak mekar ketika didiamkan didalam cairan formula bumbu. Rasanya tidak berubah sedangkan mie instant lainnya apabila direndam dalam cairan formula bumbu dan didiamkan lama mie instant tersebut akan mekar sehingga mie intanst tersebut menjadi lembek dan rasanya kurang enak. Mie ubi Jalar mengandung Karbohidrat yang tinggi dan tambahan zat gizi lainnya. Secara umum massa mie ubi jalar tidak memiliki perbedaan yang menonjol setelah dilakukan pemanasan.
Mengingat bahwa cita rasa dan tekstur mie ubi jalar cukup baik dan dapat diandalkan, maka disarankan kepada kalangan masyarakat dan industri agar dapat memanfaatkan ubi jalar sebagai bahan dasar campuran mie yang diharapkan dapat melengkapi khasanah perbendaharaan pangan nasional, sehingga dapat membantu program pemerintah dalam upaya penganeka-ragaman pangan di Indonesia serta terjaminnya ketersediaan pangan darurat jika suatu saat Indonesia berada dalam situasi perang.[Gway]

IKA-UT Cabang Wonogiri Gelar Pelatihan Teknologi Tepat Guna dan Teknologi Informasi

Pelatihan

Hari Minggu, 19 Mei 2013, tepat pada Hari Jadi Wonogiri, Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA-UT) Cabang Wonogiri menggelar acara Pelatihan Teknologi Tepat Guna dan Teknologi Informasi.

Ketua IKA-UT Cabang Wonogiri, Giyarto, mengungkapkan, acara ini terselenggara atas kerja sama IKA-UT Cabang Wonogiri dan Pengurus Pusat IKA-UT. Menurutnya, acara ini dimaksudkan untuk memberikan tambahan ilmu teknologi tepat guna dan ilmu teknologi informasi bagi para alumni UT di wilayah Kabupaten Wonogiri.

Acara ini dihadiri juga oleh Sekretaris Jenderal IKA-UT Pusat, Drs. H. Sudarmanto, MM (Leles) yang juga berasal dari Wonogiri. Dalam sambutannya, Sudarmanto mengungkapkan, Alumni Universitas Terbuka diharapkan dapat memberikan pengaruh positif dan sumbangan ilmu yang bermanfaat bagi lingkungannya. Lebih lanjut Sudarmanto berharap masyarakat Wonogiri khususnya Alumni UT bisa mengembangkan dan memaksimalkan apa yang ada di sekitarnya.  Mengingat bahwa Wonogiri menyimpan banyak potensi yang selama ini belum maksimal pengelolaannya. Sehingga sosialisasi ini diharapkan menjadi salah satu cara untuk mengoptimalkan potensi yang ada. IKA-UT Pusat siap memberikan bantuan berupa tenaga pengajar dan pelatih untuk acara-acara serupa. Diharapkan nantinya acara seperti ini dapat dilaksanakan di tingkat kecamatan sehingga seluruh Alumni UT mendapatkan tambahan ilmu.

Pelatihan sehari yang dilaksanankan di Brumbung, Wonogiri ini diisi dua materi. Materi pertama, tentang teknologi tepat guna, disampaikan oleh Hadijaya, S.Pd, M.Pd, Kepala Bidang IT IKA-UT Pusat, yang notabene adalah fungsional Penelitian dan Perekayasaan (Litkayasa) di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Kawasan Pusat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong Banten.

Materi kedua, tentang Pengenalan Teknologi Internet, yang disampaikan oleh salah satu aktivis internet, yang juga merupakan kru GGLink Radio Online, Eko Prih Hartanto.

Acara yang dihadiri sekitar 50 anggota IKA-UT Wonogiri ini berakhir pada pukul 14.00 WIB. Salah satu peserta dari Batuwarno, Sutarti  mengungkapkan, merasa sangat bersyukur bisa mengikuti pelatihan ini karena menambah pengetahuan. Dia berharap, acara ini dapat sering-sering diadakan, dengan jumlah peserta yang lebih banyak lagi.

“ Saya sangat terkesan dengan kegiatan ini, karena menambah wawasan dan ilmu saya. Sepulang dari sini saya akan mencoba menerapkan Terong Kurma, terong mudah di dapat dari petani di daerah timur Wonogiri, dan semoga ilmu yang saya dapat ini bisa berguna untuk saya pribadi dan masyarakat  Wonogiri pada umumnya” ungkap Tedy, peserta asal Purwantoro.

Pengujian Kekerasan Mikro Logam dan Keramik

HVN1


// Oleh : Hadijaya
(Pelaksana Uji Kekerasan Logam dan Keramik).//

Kekerasan merupakan ukuran ketahanan bahan terhadap deformasi tekan. Deformasi yang terjadi dapat berupa kombinasi perilaku elastis dan plastis. Pada permukaan dari dua komponen yang saling bersinggungan dan bergerak satu terhadap lainnya akan terjadi deformasi elastis maupun plastis. Deformasi elastis kemungkinan terjadi pada permukaan yang keras, sedangkan deformasi plastis terjadi pada permukaan yang lebih lunak. Pengaruh deformasi bergantung pada kekerasan permukaan bahan (logam). Nilai kekerasan berkaitan dengan kekuatan luluh atau tarik logam, karena selama indentasi (penjejakan) logam mengalami deformasi sehingga terjadi regangan dengan persentase tertentu. Nilai kekerasan Vickers didefinisikan sama dengan beban dibagi luas jejak piramida (indentor) dalam kg/mm2 dan besarnya kurang lebih tiga kali besar tegangan luluh untuk logam-logam yang tidak mengalami pengerjaan pengerasan cukup berarti. Keras-lunak permukaan bahan logam di setiap lokasi penjejakan akan berbeda-beda karena faktor kehalusan permukaan, porositas, jenis perlakuan maupun perbedaan unsur-unsur paduan. Diagonal jejakan (d) yang lebih panjang pada suatu bahan uji memberikan pengertian bahwa nilai kekerasan bahan rendah, sebaliknya diagonal jejakan lebih pendek memberikan pengertian bahwa nilai kekerasan bahan tinggi. Makin besar beban, diagonal indentasi (d) makin besar pula di sisi lain makin besar diagonal indentasi maka nilai kekerasan makin rendah. Hal ini tentu saja terkait dengan ketahanan bahan terhadap deformasi yang dilakukan indentor.

Pengaruh bahan etsa
Proses etsa pada prinsipnya merupakan peristiwa korosi logam yang terkendali, namun tetap mengakibatkan porositas dipermukaan bahan uji yang mempengaruhi kekerasan mikro. Hasil pengujian kekerasan mikro bahan sebelum dan sesudah dietsa kemungkinan akan berbeda. Demikian pula perbedaan hasil uji yang kemungkinan terjadi pada pengunaan wax (malam).
Peningkatan kekerasan atau penurunan kekerasan mungkin saja terjadi setelah logam terkena bahan kimia yaitu material mengalami Stress Corrosion Cracking (SCC) oleh adanya bahan kimia etsa yang berdampak pada meningkatnya nilai kekerasan. Misalnya pada AlMg2 non-etsa, menunjukkan kekerasan mikro = 61.76 HVN, sedangkan AlMg2 yang di-etsa menghasilkan kekerasan = 45.6 HVN. Hal ini berarti terjadi penurunan kekerasan setelah logam terkena bahan kimia etsa yang menimbulkan pori-pori (porositas) dipermukaan bahan sehingga pada saat indentor dijejakkan, diagonal indentasi makin melebar dan berarti terjadi penurunan kekerasan. Etching sampel logam hanya diperlukan untuk proses metalografi, sedangkan etching sampel logam pada pengujian kekerasan mikro tidak diperlukan. Hal ini dapat menghasilkan penyimpangan data uji.
Pengaruh penggunaan wax
Kondisi bahan uji yang proporsional dalam arti permukaan sampel halus dan rata demikian pula bagian punggung sampel, tentu saja akan memudahkan proses penjejakan. Namun sering pula dijumpai keadaan sampel yang tidak sempurna hasil preparasinya (mounting dan grinding) sehingga memaksa operator micro hardness tester untuk menggunakan bahan pengganjal sampel yang dinamakan malam (wax).
Karakteristik micro hardness tester akan menunjukkan perbedaan yang cukup berarti ketika beban indentor yang digunakan makin berat. Sifat elastisitas wax seakan mengakibatkan peningkatan kekerasan material jika wax yang digunakan makin tebal. Penggunaan wax sedapat-mungkin dihindari karena memberikan pengaruh pada saat berlangsungnya indentasi. Penggunaan wax hanya diperkenankan jika permukaan sampel tidak rata/ miring.

Syarat Keberterimaan Bahan Uji
Bahan yang akan diuji kekerasannya harus memenuhi syarat tertentu yaitu dapat diletakkan dimeja uji dengan posisi rata (horisontal). Seringkali dijumpai beberapa sampel yang tidak rata sehingga perlu dipreparasi ulang khususnya grinding.

Berdasarkan gambar dapat dijelaskan beberapa kondisi bahan uji sebagai berikut :
1. Kondisi bahan uji buram karena permukaannya ter-oksidasi baik oleh bahan kimia etsa maupun udara sekitar, bahan uji tak memenuhi keberterimaan.
2. Kondisi bahan uji mengkilap dengan permukaan yang halus, memenuhi keberterimaan.
3. Kondisi bahan uji dengan permukaan yang rata (horisontal), memenuhi keberterimaan.
4. Kondisi bahan uji yang miring (kegagalan proses grinding), bahan uji tak memenuhi keberterimaan.
5. Kondisi bahan uji yang bulat (sebelum di-grinding), bahan uji tak memenuhi keberterimaan.
6. Kondisi bahan uji bulat tetapi telah diratakan, memenuhi keberterimaan.

Pelaksanaan Uji Kekerasan Mikro
Dalam melakukan pengujian bahan diperhatikan pula kesiapan alat uji dengan cara melakukan kalibrasi antara menggunakan bahan uji Steel Standard yaitu suatu jenis baja nomor MP. A. 35375.888; 599 HV 0,015 sebagai standar uji kelaikan alat yang ditetapkan oleh pabrik pembuat Leitz Micro Hardness Tester dengan nomor MP. A. 37056.189. Steel Standard digunakan untuk mengetahui karakteristik instrumentasi tersebut atau sebagai material kalibrasi antara.
Kaji ulang kegiatan pengujian bertujuan untuk memastikan apakah penggunaan wax dan sampel logam yang di-etsa membawa pengaruh yang berarti pada saat diuji kekerasannya sehingga diperoleh informasi yang berguna bagi peningkatan mutu pelayanan uji kekerasan mikro di lingkungan Laboratorium Uji Bahan. Bahan yang digunakan terdiri dari Steel Standard dan bahan struktur logam paduan Alfeni hasil cor yang telah dipreparasi dan dietsa. Preparasi cuplikan menggunakan bahan-bahan seperti Diamond paste Struers, Grinding paper, Polishing wool dan bahan-bahan kimia untuk membuat formula (reagen) proses etsa 10 cc Asam Klorida 60% + 30 cc Asam Nitrat 60% + 5 gram FeCl3 dalam 100 cc Air selanjutnya sampel dioles dengan formula tersebut (Swab etching).

Steel Standard yang berbentuk segitiga sebelum di-indentasi, di-poles hingga mengkilap seperti cermin. Material logam paduan Alfeni dipotong dengan alat potong Acuttom sehingga diperoleh cuplikan berukuran 1cm x 1 cm. Cuplikan tersebut dicuci dengan alkohol dan dikeringkan kemudian ditanam dalam resin (di-mounting). Selanjutnya dilakukan grinding menggunakan kertas ampelas ukuran kasar dan halus (grid 320 sampai grid 1200), lalu dipoles hingga mengkilap seperti cermin dan siap untuk diindentasi[5]. Semua tahapan preparasi tersebut menghendaki kecermatan dan keterampilan yang seksama agar kondisi sampel bahan struktur memenuhi keberterimaan pada uji kekerasan mikro.
Masing-masing bahan struktur yang telah ditanam dalam resin dan dipreparasi sampai pada tahap polishing langsung diuji kekerasan mikronya dengan variasi beban 100p, 200p dan 300p untuk mendapatkan data kekerasan mikro sampel non-etsa.
Setelah itu dilakukan proses etching (etsa) bahan struktur lalu diuji kekerasan mikronya dengan variasi beban 100p, 200p dan 300p untuk mendapatkan data kekerasan mikro sampel ter-etsa.
Data kekerasan mikro dicari dari tabel berdasarkan ukuran rata-rata diagonal identasi seperti pada gambar berikut ini.

Steel standard yang telah dipolishing sampai mengkilap langsung ditempatkan dibawah indentor dan diindentasi tanpa menggunakan wax (malam) dengan variasi beban 100p, 200p dan 300p.
Pada percobaan pengujian kekerasan Steel Standard (baja nomor MP. A. 35375.888; 599 HV 0,015) untuk mengetahui pengaruh penggunaan wax (malam) pada pemakaian alat uji kekerasan mikro model Leitz Micro Hardness Tester digunakan wax (malam) setebal 1 mm dan 3 mm serta tanpa menggunakan wax (malam) pada variasi beban indentor 100p, 300p dan 500p. Karakteristik mikro hardness tester menunjukkan perbedaan ketika beban indentor yang digunakan makin berat (200p dan 300p). Sifat elastisitas wax akan mempengaruhi hasil uji (mengakibatkan peningkatan kekerasan) jika wax yang digunakan makin tebal. Oleh sebab itu preparasi sampel (mounting dan grinding) memerlukan kecermatan agar dapat menghasilkan sampel uji yang rata permukaannya. Mengingat bahwa wax memberikan pengaruh pada saat berlangsungnya indentasi maka bagi sampel yang permukaannya rata wax sebaiknya tidak digunakan. Wax hanya digunakan untuk mengganjal sampel yang permukaannya miring dan pemakaiannya-pun agar sedikit mungkin dengan beban indentor kurang dari 100p.
Dalam melakukan pengecekan antara, beban indentor yang dianggap ideal adalah satu beban yang mampu menghasilkan nilai kekerasan yang sama atau mendekati nilai kekerasan Steel Standard (MP. A. 37056.189). Pemilihan beban ideal seyogyanya dilakukan pada setiap alat akan dioperasikan sebagai tindakan preventif agar dapat mengetahui apakah terjadi penyimpangan pada instrumen sehingga kesalahan pengukuran dapat diperkecil. Etching sampel logam hanya diperlukan untuk proses metalografi, sedangkan etching sampel logam pada pengujian kekerasan mikro tidak diperlukan. Masalah lain yang dapat menimbulkan penyimpangan data uji yaitu penggunaan wax (malam) sebagai pengganjal sampel, karakteristik micro hardness tester menunjukkan perbedaan yang cukup berarti ketika beban indentor yang digunakan makin berat. Sifat elastisitas wax dapat mengakibatkan peningkatan kekerasan jika wax yang digunakan makin tebal.

Analisis Ketahanan Korosi Logam Paduan Extra Super Duralumin

korosi_Al7075

Logam paduan aluminum AlMgZnCu dikenal sebagai Extra Super Duralumin merupakan perpaduan aluminium (Al) sebagai base alloy dengan beberapa unsur seperti Magnesium (Mg), Zinc (Zn) dan Tembaga (Cu). Extra Super Duralumin digunakan juga pada industri pesawat terbang karena ringan serta memiliki kekuatan tertinggi setara baja tegangan tinggi (high tensile steel). Kombinasi antara zinc dan magnesium membuat paduan tersebut dapat dikeraskan dengan perlakuan pemanasan (heat-treatable).

Paduan aluminum khususnya Extra Super Duralumin (ESD) merupakan logam ringan yang umum digunakan dalam bidang kontruksi dan transportasi. Sedangkan dalam industri nuklir, paduan aluminium digunakan sebagai bahan komponen struktur dan kelongsong. Penggunaan aluminium didasari pada sifat-sifat yang dimilikinya memenuhi persyaratan sebagai bahan kelongsong seperti sifat neutronik, sifat fisik, sifat termal dan sifat mekanik.

Kelongsong berfungsi sebagai pembungkus bahan bahan bakar nuklir yang harus memiliki kekuatan dan ketahanan yang memadai untuk mengungkung produk fisi. Penggunaan bahan bakar densitas yang relatif tinggi akan meningkatkan burn-up yang tinggi pula lalu akan menghasilkan peningkatan produk fisi. Ketika produk fisi meningkat, tekanan terhadap kelongsong bahan bakar juga meningkat. Berkenaan dengan kondisi ini maka perlu dilakukan desain material paduan aluminium dengan sifat mekanik yang tinggi terutama dalam hal kekuatan, kekerasan dan ketahanannya terhadap serangan korosi.

Umumnya problem korosi disebabkan oleh air tetapi ada beberapa faktor selain air yang mempengaruhi laju korosi diantaranya faktor gas terlarut, faktor pH dan faktor suhu. Oksigen yang terlarut akan menyebabkan korosi pada metal seperti laju korosi pada mild stell alloys akan bertambah dengan meningkatnya kandungan oksigen.

Kelarutan oksigen dalam air merupakan fungsi dari tekanan, temperatur dan kandungan klorida. Untuk tekanan 1 atm dan temperatur kamar, kelarutan oksigen adalah 10 ppm dan kelarutannya akan berkurang dengan bertambahnya temperatur dan konsentrasi garam. Sedangkan kandungan oksigen dalam kandungan minyak/air yang dapat mengahambat timbulnya korosi adalah < 0,05 ppm. Karbondioksida (CO2), jika kardondioksida dilarutkan dalam air maka akan terbentuk asam karbonat (H2CO2) yang dapat menurunkan pH air dan meningkatkan korosifitas. Penambahan suhu umumnya menambah laju korosi walaupun kenyataannya kelarutan oksigen berkurang dengan meningkatnya suhu. Apabila metal mengalami panas pada suhu yang tidak seragam maka akan mengalami korosi. pH < 7 bersifat asam dan korosif, sedangkan untuk pH > 7 bersifat basa juga korosif. Tetapi untuk besi, laju korosi rendah pada pH antara 7 sampai 13. Laju korosi akan meningkat pada pH < 7 dan pada pH > 13.

Paduan Extra super-duralumin atau yang dikenal sebagai AlMgZnCu dibuat dengan memadukan lebih dari 90%W Aluminium bersama Zink sebanyak 5,0-6,0 %W, Magnesium sebanyak 2,0-3,0 %W dan Tembaga sebanyak 1,0-2,0%W. Paduan AlMgZnCu dikenai perlakuan panas pada suhu bervariasi lalu direndam dalam larutan garam dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemanasan terhadap ketahanan korosi paduan tersebut.

Adanya sejumlah unsur paduan dan pengotor akan meningkatkan kekuatan tegang (tensile strength). Unsur paduan adalah bahan-bahan logam yang sengaja ditambahkan pada Aluminium murni seperti Magnesium (Mg); Seng (Zn) dan Tembaga (Cu) untuk mendapatkan karakteristik tertentu sedangkan unsur pengotor adalah bahan-bahan yang tanpa sengaja ikut terpadu didalamnya antara lain Chromium (Cr); Mangan (Mn); Besi (Fe); Titanium (Ti); Silikon (Si) dan lain lain dalam jumlah relative kecil. Setiap unsur paduan tersebut masing-masing memberikan pengaruh terhadap logam dasar (Aluminium), sehingga logam paduan AlMgZnCu menjadi tahan korosi. Ketahanan Al-Mg-Zn-Cu tergolong sangat baik jika pengikisan permukaan yang dialami relatif lebih kecil/ sedikit. Sebaliknya kualitas material adalah jelek jika mengalami korosi yang lebih besar/ banyak.

Logam AlMgZnCu dibuat dengan memadukan logam Al sebagai base alloy dengan unsur-unsur serbuk Zn, Cu dan Mg melalui metode peleburan. Pemaduan logam memberikan dampak peningkatan sifat paduan terutama sifat mekanik. Proses deformasi dilakukan dengan teknik pemanasan (annealing) untuk meningkatkan kerapatan dislokasi sehingga sifat mekanik AlMgZnCu cenderung meningkat.

Paduan AlMgZnCu dianalisis untuk mengetahui, densitas dan ketahanan korosi akibat perlakuan panas pada variasi suhu 100 C; 250 C; 400 C; dan 550 C. Ingot paduan AlMgZnCu terlebih dahulu ditimbang berat awal kemudian direndam dalam larutan garam Natrium Klorida 15%. Dilakukan penimbangan berikutnya setelah masa perendaman selama masing-masing 100 Jam, 150 Jam dan 200 Jam. Selisih berat awal dengan berat akhir (∆W) diidentifikasi sebagai ratio ketahanan terhadap korosi. Makin rendah ∆W menunjukkan bahwa material makin baik ketahanannya terhadap korosi. Selanjutnya dilakukan metalografi untuk mengamati tebal lapisan oksida pada AlMgZnCu.
Tofografi oksida layer sebagai efek korosi paduan AlMgZnCu yang dianil pada suhu 400 C dengan perbandingan masa perendaman dalam larutan NaCl 15% (Magnif.50x).

Secara umum AlMgZnCu makin lama berada dalam larutan garam akan semakin terkorosi, hal ini nampak pada grafik berdasarkan lama waktu perendaman.
Semua AlMgZnCu dengan masa perendaman 200 Jam lebih banyak terkorosi dibandingkan dengan AlMgZnCu yang terendam hanya selama 100 Jam. Ketahanan korosi paling baik adalah untuk paduan AlMgZnCu yang mengalami pemanasan pada suhu kurang dari 400 C.
Pemanasan logam pada suhu 250 C menyebabkan terbentuknya lapisan oksida (Al2O3) dipermukaan aluminium yang justru akan melindungi dirinya terhadap serangan korosi.

Ketika lapisan oksida menjadi semakin rapuh oleh pengaruh pemanasan suhu tinggi maka logam menjadi kurang tahanan terhadap serangan larutan garam dan logam akan terus terkikis sepanjang waktu kontak dengan larutan garam ataupun larutan elektrolit lainnya.
Peningkatan unsur-unsur pengotor yang ikut larut bersama logam cair akan menurunkan sifat mekanis material. Penambahan unsur-unsur pengotor Si dan Fe pada hasil tuang cukup dominan. Kemungkinan asal-mula pengotor Si tersebut adalah karena chamber yang digunakan terkontaminasi bahan lainnya. Sedangkan penambahan unsur pengotor Fe kemungkinan disebabkan oleh adanya difusi unsur-unsur Fe yang berasal dari alat-alat peleburannya, seperti cetakan logam, pengaduk dan plunger karena pelapisannya dengan isomol kurang sempurna.

AlMgZnCu yang mengalami perlakuan panas kurang dari suhu 400 C relatif lebih tahan korosi dibandingkan dengan AlMgZnCu yang mendapat perlakuan panas lebih tinggi.

Hadijaya, Kabid Pengembangan IT IKAUT Pusat

Pemanfaatan Pumice Sebagai Split Pada Pembuatan Beton Ringan

DSC00255

Sejak peradaban membangun dimulai, manusia mencari sejenis semen untuk mengikat batu-batuan menjadi massa yang terbentuk dan utuh. Belum diketahui siapa yang berusaha membuat beton untuk pertama kalinya. Namun yang jelas, baik semen maupun beton, sebagaiman pula umumnya banyak bahan bangunan yang lain, bukan lah penemuan yang secara tiba-tiba muncul begitu saja, tapi berkembang secara berangsur dari berbagai upaya trial and error selama beberapa abad.
Dalam millenium yang ketiga ini manusia tidak pernah jauh dari bangunan yang terbuat dari beton. Beton merupakan materi bangunan yang paling banyak digunakan di bumi ini. Dengan beton dibangun bendungan, pipa saluran, fondasi dan basement, bangunan gedung pencakar langit, maupun jalan raya.
Kata beton dalam bahasa Indonesia berasal dari kata yang sama dalam bahasa Belanda. Kata concrete dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa Latin concretus yang berarti tumbuh bersama atau menggabungkan menjadi satu. Dalam bahasa Jepang digunakan kata kotau-zai, yang arti harfiahnya material-material seperti tulang ; mungkin karena agregat mirip tulang-tulang hewan.
Beton adalah material komposit yang rumit. Beton dapat dibuat dengan mudah bahkan oleh mereka yang tidak punya pengertian sama sekali tentang beton teknologi, tetapi pengertian yang salah dari kesederhanaan ini sering menghasilkan persoalan pada produk, antara lain reputasi jelek dari beton sebagai materi bangunan.
Beton mempunyai kekuatan yang tinggi terhadap tekan, tetapi sebaliknya mempunyai kekuatan relative sangat rendah terhadap tarik. Beton tidak selamanya bekerja secara efektif didalam penampang-penampang struktur beton bertulang, hanya bagian tertekan saja yang efektif bekerja, sedangkan bagian beton yang retak dibagian yang tertarik tidak bekerja efektif dan hanya merupakan beban mati yang tidak bermanfaat. Hal inilah yang menyebabkan tidak dapatnya diciptakan srtuktur-struktur beton bertulang dengan bentang yang panjang secara ekonomis, karena terlalu banyak beban mati yang tidak efektif. Di sampimg itu, retak-retak disekitar baja tulangan bisa berbahaya bagi struktur karena merupakan tempat meresapnya air dan udara luar kedalam baja tulangan sehingga terjadi karatan. Putusnya baja tulangan akibat karatan fatal akibatnya bagi struktur.
Dengan kekurangan-kekurangan yang dirasakan pada struktur beton bertulang seperti diuraikan diatas, timbullah gagasan untuk menggunakan kombinasi-kombinasi bahan beton secara lain, yaitu dengan memberikan pratekanan pada beton melalui kabel baja (tendon) yang ditarik atau biasa disebut beton pratekan. Beton pratekan pertama kali ditemukan oleh EUGENE FREYSSINET seorang insinyur Perancis. Ia mengemukakan bahwa untuk mengatasi rangkak, relaksasi dan slip pada jangkar kawat atau pada kabel maka digunakan beton dan baja yang bermutu tinggi. Disamping itu ia juga telah menciptakan suatu system panjang kawat dan system penarikan yang baik, yang hingga kini masih dipakai dan terkenal dengan system FREYSSINET. Dengan demikian, Freyssinet telah berhasil menciptakan suatu jenis struktur baru sebagai tandingan dari strktur beton bertulang. Karena penampang beton tidak pernah tertarik, maka seluruh beban dapat dimanfaatkan seluruhnya dan dengan system ini dimungkinkanlah penciptaan struktur-struktur yang langsing dan bentang-bentang yang panjang.
Beton pratekan untuk pertama kalinya dilaksanakan besar-besaran dengan sukses oleh Freyssinet pada tahun 1933 di Gare Maritime pelabuhan LeHavre (Perancis). Freyssenet sebagai bapak beton pratekan segera diikuti jejaknya oleh para ahli lain dalam mengembangkan lebih lanjut jenis struktur ini. Tujuan pemberian gaya pratekan adalah timbul tegangan-tegangan awal yang berlawanan dengan tegangan- tegangan yang oleh beban-beban kerja. Dengan demikian konstruksi dapat memikul beban yang lebih besar tanpa merubah mutu betonnya.
Sebagai material komposit, sifat beton sangat tergantung pada sifat unsur masing-masing serta interaksi mereka. Ada 3 sistem umum yang melibatkan semen, yaitu pata semen, mortar dan beton. Unsur terurai dari beton terdiri dari semen, air agregat halus dan agregat kasar. Contoh agregat halus adalah pasir, sedangkan contoh agregat kasar adalah split (batu belah dengan ukurannya 5 – 10 mm).
Dalam upaya melakukan terobosan baru melalui litbang beton, maka perlu dilakukan upaya pemanfaatan Pumice atau batu apung sebagai agregat kasar pengganti split karena batu apung memiliki bobot yang cukup ringan dibandingkan dengan split.
Batu apung (pumice) adalah jenis batuan yang berwarna terang, mengandung buih yang terbuat dari gelembung berdinding gelas, dan biasanya disebut juga sebagai batuan gelas volkanik silikat. Batuan ini terbentuk dari magma asam oleh aksi letusan gunungapi yang mengeluarkan materialnya ke udara, kemudian mengalami transportasi secara horizontal dan terakumulasi sebagai batuan piroklastik. Batu apung mempunyai sifat vesicular yang tinggi, mengandung jumlah sel yang banyak (berstruktur selular) akibat ekspansi buih gas alam yang terkandung di dalamnya, dan pada umumnya terdapat sebagai bahan lepas atau fragmen-fragmen dalam breksi gunungapi. Sedangkan mineral-mineral yang terdapat dalam batu apung adalah feldspar, kuarsa, obsidian, kristobalit, dan tridimit.
Keberadaan Batu apung selalu berkaitan dengan rangkaian gunungapi berumur Kuarter sampai Tersier. Penyebaran meliputi daerah Serang, Sukabumi, Pulau Lombok, dan Pulau Ternate.
Jenis batuan lainnya yang memiliki struktur fisika dan asal terbentuknya sama dengan batu apung adalah pumicit, volkanik cinter, dan scoria. Didasarkan pada cara pembentukan, distribusi ukuran partikel (fragmen), dan material asalnya, batu apung diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu: sub-areal, sub-aqueous, new ardante, dan hasil endapan ulang (redeposit).
Sifat kimia dan fisika batu apung antara lain, yaitu: mengandung oksida SiO2, Al2O3, Fe2O3, Na2O, K2O, MgO, CaO, TiO2, SO3, dan Cl, hilang pijar (Loss of Ignition) 6%, pH 5, bobot isi ruah 480 – 960 kg/cm3, peresapan air (water absorption) 16,67%, berat jenis 0,8 gr/cm3, hantaran suara (sound transmission) rendah, rasio kuat tekan terhadap beban tinggi, konduktifitas panas (thermal conductivity) rendah, dan ketahanan terhadap api sampai dengan 6 jam.
Berdasarkan spsesifikasi batu apung dengan rasio kuat tekan terhadap beban tinggi, konduktifitas panas rendah, dan ketahanan terhadap api tidak tertutup kemungkinan untuk dapat ditingkatkan segi manfaatnya misalnya diolah menjadi bata ringan, mengingat selama ini stock batu apung yang banyak diperoleh dipasaran hanya untuk keperluan menggosok panci atau pelengkap pot bunga saja.

Percobaan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik campuran adukan semen terhadap kekuatan batako sehingga dapat diperoleh informasi awal mengenai pemanfaatan pumice dalam pembuatan batako ringan. Komponen bahan-bahan (semen, pasir, air, dan batu apung) diaduk sehingga homogen, dicetak menggunakan  cetakan sehingga diperoleh sampel batako dalam variasi massa pumice. Sampel batako tersebut dibuat bervariasi. Selanjutnya sampel batako diuji kekuatan tekan (Strength) dengan menggunakan mesin press beton. Pada percobaan ini dihipotesakan bahwa semen, pasir, dan air ataupun campuran adukan apabila diberi tambahan pumice maka akan mengurangi bobot beton dan berpengaruh terhadap kekuatan beton. Batako akan stabil setelah 28 hari. Sebelumnya, batako direndam terlebih dahulu dalam waktu + 10 Jam agar susunannya stabil. Berdasarkan percobaan dapat diketahui bahwa bobot teringan (4900 gram) terdiri dari campuran pumice 1000 gr. Kekuatannya terhadap pembebanan (173,95 Kg/Cm2). Peristiwa yang terjadi akibat penambahan pumice kedalam adukan adalah penyusun batako menjadi lebih ringan karena densitas pumice lebih rendah. Dari percobaan tersebut dapat ditarik  kesimpulan bahwa pumice dapat digunakan sebagai agregat dalam pembuatan batako dapat membuat batako menjadi lebih ringan. Informasi hasil penelitian diharapkan dapat dimanfaatkan  para arsitek dalam perencanaan pembangunan gedung bertingkat yang membutuhkan bobot material ringan. Memanfaatkan pumice untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan, baik dari segi kuantitas maupun mutunya. Memberikan kontribusi kepada produsen material bangunan.

Manfaat dari percobaan ini adalah untuk menambah pengetahuan teknik dan pemanfaatan batu apung dalam pembuatan beton sehingga dapat memberikan sumbangsih pengetahuan tentang bahan tambahan yang dapat mengefektifkan dan mengefisiensikan pembuatan beton, karena dengan bobot beton yang relatif ringan maka pemanfaatannya untuk bahan bangunan khususnya bagi apartemen atau gedung bertingkat akan mendukung kekuatan konstruksi.
(Sumber : http://kusuka-iptek.blogspot.com/2009_04_01_archive.html)

IKAUT PUSAT Mensosialisasikan Teknologi Pembuatan Pupuk Organik Kepada Kelompok Tani Desa Sukajadi Bogor

skjd 2

Pupuk organik mulai digunakan orang terutama oleh para petani sayur-mayur, seperti terong, timun, cabe, tomat dan juga oleh para penggemar budidaya tanaman bunga seiring dengan pola manusia untuk kembali kepada produk-produk yang bersifat alami.
Pupuk merupakan komponen yang sangat penting untuk meningkatkan produksi pertanian. Pupuk organik memiliki kandungan hara yang bermanfaat seperti asam humik, asam fulvat, dan senyawa-senyawa organik lain. Sekalipun sudah ada pupuk non organik (pupuk kimia) seperti Urea, ZA, TSP dan KCL yang terbukti mampu meningkatkan hasil pertanian namun penggunaan pupuk kimia secara terus menerus dalam jangka waktu lama dapat merusak sifat fisik, kimia dan biologi tanah sehingga kemampuan tanah untuk mendukung ketersediaan air, hara dan kehidupan mikro organisme menurun. Oleh sebab itu penggunaan pupuk organik merupakan solusi yang baik dalam mengimbangi penggunaan pupuk kimia.
Bahan-bahan yang termasuk pupuk organik antara lain adalah pupuk kandang, kompos, gambut, rumput laut dan guano. Jenis pupuk organik cair (POC) antara lain adalah kompos teh, ekstrak tumbuh-tumbuhan, cairan hasil fermentasi limbah ternak dan lain-lain.
Pada dasarnya cukup banyak metode dan formula pembuatan POC namun dirahasiakan pembuatnya. Pembuatan POC ada dua macam yaitu metode ekstraksi (perebusan) dan metode fermentasi (peragian). Contoh metode fermentasi adalah pengolahan urine (air kencing sapi, kambing, kelinci), fermentasi ekstrak daun teh atau dedaunan dari tanaman lain-lainnya.
Sejumlah pupuk organik tersebut banyak kita jumpai dipasaran akan tetapi masih sedikit masyarakat atau petani yang mengetahui cara membuatnya. Ada juga beberapa orang yang menguasai teknologi pengolahan pupuk organic tersebut namun merahasiakan cara pembuatannya. Perbedaan kualitas satu POC dengan POC yang lain umumnya terletak pada komposisi dan jenis bahan yang digunakan. Formula sebuah POC tentu sangat dijaga karena menjadi penentu daya saing di pasaran.
Disisi lain kita melihat bahwa para petani sangat membutuhkan informasi pengetahuan mengenai teknologi pengolahan pupuk organik. Memang para petani selama ini banyak yang sudah mengetahui teknik pengolahan kompos dedaunan dan penggunaan kotoran ternak. Namun cara ataupun metode pengolahan pupuk organik cair maupun granule melalui proses fermentasi belum banyak yang tau. Di-era yang “serba duit” saat ini, petani jangan sampai menjadi konsumtif tanpa dapat menciptakan sendiri pupuk organic cair dengan kata lain petani perlu diberikan pembekalan.


Menyadari akan hal itu maka Hadijaya MPd, Kabid Pengembangan Informasi dan Teknologi IKAUT Pusat pada hari Minggu, 8 Juli 2012 lalu melakukan turba (turun kebawah) ke Desa Sukajadi Kecamatan Tamansari Bogor. Kehadirannya adalah sebagai nara sumber guna memenuhi permintaan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang tengah melakukan kegiatan kuliah kerja nyata di desa Sukajadi. Pada acara tersebut Hadijaya mempresentasikan mengenai metode pengolahan starter pupuk organik cair dengan memanfaatkan limbah ikan (isi perut ikan) dilanjutkan dengan praktik bersama para anggota kelompok tani serta mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah di Balai Desa Sukajadi.

Bahan dasar yang digunakan adalah isi perut ikan kemudian diberi nasi dan tetes atau gula. Campuran ini disimpan selama 7-10 hari dalam wadah bertutup agar terjadi fermentasi. Cairan hasil penyaringan  disebut starter sedangkan sisa endapan diberi gula/ tetes lagi dan dibiarkan 5 hari. Dalam masa tersebut sisa limbah ikan akan habis diurai oleh mikroba.
Belasan kantung starter pupuk cair hasil fermentasi telah dibagikan kepada para petani, tak ketinggalan Bapak Alan Sumarna selaku Kepala Desa Sukajadi yang juga hadir dalam pertemuan ikut menerima starter pupuk organik cair berbasis limbah ikan tersebut. Starter POC dalam kantung plastic 500 cc perlu diencerkan 7x sebelum digunakan menyemprot tanaman.
Selaku alumni Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Terbuka, Hadijaya berharap agar hasil pembekalan mengenai teknologi pembuatan pupuk organik ini menjadikan para petani memiliki kemandirian dalam mendapatkan solusi bagi pemeliharaan tanaman sayur-mayur mereka. Pupuk organik tidak usah beli dipasar tapi cukup bikin sendiri dengan cara memfermentasi limbah ikan atau limbah ternak dengan metode yang mudah, bahan bakunya gratis dan mudah didapat. [Gway]

Bidang PIT – IKAUT Pusat Membudidayakan Jamur Kombucha

foto2

-HADIJAYA-

Pada pertengahan tahun duapuluhan, suatu jenis jamur teh terdistribusikan secara luas dengan berbagai nama seperti : Mo-Gu, Fungojapon, Volga, Kvas atau Kombucha. Jamur teh Kombucha selain sebagai minuman segar juga digunakan sebagai obat pencahar (sembelit). Kehadiran kombucha tea di Indonesia kemungkinan dibawa bersama serdadu Jepang saat masa penjajahan lalu. Ketika itu kombucha tea digunakan sebagai anti sembelit guna memperlancar buang air besar.

Teh kombucha merupakan produk minuman tradisional hasil fermentasi ekstrak teh yang diberi gula dengan menggunakan starter mikroba kombucha (Acetobacter xylinum dan beberapa jenis khamir) dengan masa inkubasi selama 7-10 hari.

Jamur kombucha atau kombucha tea terdiri dari gelatinoids serta membrane jamur yang kenyal dan berbentuk lempengan bulat serta hidup dalam lingkungan nustrisi teh-manis. Kombucha tea akan tumbuh secara berulang sehingga membentuk lapis-lapisan. Kombucha tea selain bisa digunakan sebagai minuman penyegar, bisa pula digunakan sebagai obat penyembuh penyakit. Kombucha tea merupakan sejenis suplemen dan bukan obat.
Beberapa asam organik yang dihasilkan oleh Kombucha tea yang dapat meningkatkan bifidobakteri yang kemudian dapat membantu proses pemulihan keseimbangan kesehatan dengan bakteroides, diantaranya adalah :
1. Asam asetat, yang merupakan antiseptic dan inhibitor pada bakteri pathogen.
2. Asam laktat, yang penting bagi pencernaan dan untuk menambah energi yang dihasilkan oleh liver.

Berdasarkan berbagai informasi diketahui bahwa asam organik yang diproduksi Kombucha tea mempunyai pengaruh langsung terhadap organ tubuh, asam organic tersebut antara lain adalah :
1. Asam glokuronat, biasanya diproduksi oleh hati, yang merupakan suatu detoksifier dan dapat diubah menjadi glucosamines, penyangga system kerangka manusia.
2. Asam usnic, memiliki kualitas antibiotik yang dapat menonaktifkan virus.
3. Asam sitrat, merupakan antiaskorbik.
4. Asam oksalat, mendorong pembentukanenergi.
5. Asam malat, dapat membantu hati melakukan detoksifikasi.
6. Asam glukonat, merupakan penghasil gula yang dapat menghancurkan asam kaprilat untuk bekerja secara simbiosis dengan asam butirat (dihasilkan oleh ragi), yang dapat melindungi membrane sel dan bersama dengan asam glukonat yang dihasilkan oleh bakteri, memperkuat dinding usus agar dapat melawan infeksi seperti candida, dan asam nukleat, seperti asam ribonukleat (RNA) dan asam dinukleat (DNA), yang mentransformasikan informasi kepada sel tentang bagaimana bekerja yang baik dan melakukan regenarasi.

Berbagai penelitian mengenai Kombucha telah dilaksanakan serta dibicarakan efektivitas penyembuhannya yang berbasiskan pada asam glukonat serta glucoronic-acid, lactic-acid, acetic acid, serta berbagai macam vitamin C dan kelompok vitamin B yang sangat mujarab untuk menunjang kesehatan.

Sebagaimana telah dibuktikan oleh para peneliti di Rusia, bahwa banyak komponennya mengandung zat-zat yang memiliki sifat antibiotik serta penawar racun, dimana zat-zat tersebut mempunyai peranan penting dalam proses biokimia tubuh manusia. Minuman teh Kombucha efektif untuk kegiatan perut serta usus, khususnya pada bagian pembuangan.

Mereka yang pernah mencobanya menyatakan bahwa jamur ini bisa menyembuhkan pusing kepala, tetapi yang lain juga menyatakan  bahwa “jamur ini sangat berguna dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Beberapa pakar melaporkan bahwa jamur ini kebanyakan digunakan sebagai pengatur (regulator) atau untuk penyembuh aktivitas organ pencernaan yang kurang baik jalannya. Demikian juga halnya dengan pembengkakan disekitar dubur atau anus dapat disembuhkan seperti wasir atau ambein.
Jamur ini adalah obat untuk encok atau rematik pada persendian  dapat digunakan sebagai obat penyembuh berbagai penyakit, terutama sembelit.
Jamur tersebut mempunyai pengaruh kuat dalam pembentukan dinding-dinding sel baru pada proses regenerasi sel dan merupakan alat penyembuh yang sangat baik bagi arteriosclerosis atau pengerasan pembuluh darah yang disebabkan oleh endapan cholesterol maupun kapur.
Penyebaran secara ekstensif untuk memproduksi Tee-Kwass sebagai penyembuh terhadap gangguan pencernaan, akan sangat disukai oleh berbagai macam lapisan masyarakat.
Rasa segar dari teh-jamur ini sangat menyenangkan dan efeknya juga akan sangat menguntungkan bagai para pemakainya. Rasa dari teh yang sudah terfermentasi oleh jamur Kombucha ini, sungguh sangat nikmat. Efeknya terhadap tubuh akan terasa dengan sangat cepat. Jamur kombucha bekerja terutama membersihkan darah dan sebagai pembersih racun didalam sel-sel tubuh, sehingga dikatakan sebagai obat yang mujarab bagi kebersihan kulit wajah (jerawat).

Kombucha tea sangat baik bagi penyembuh sakit kepala yang kontinu atau menahun, nyeri-nyeri pada anggota badan, penyakit encok yang menyebabkan sendi-sendi tangan membengkak karena adanya endapan kristal asam urea, rematik tulang serta masalah-masalah lanjut usia lainnya.
Terlebih jauh, maka Kombucha tea akan meningkatkan metabolisme tubuh secara meyakinkan dan dengan demikian membersihkan tubuh melalui jalan a.l. membuang segala macam racun penyakit didalam tubuh yang merongrong kesehatan. Bisa dikatakan bahwa cairan Kombucha tea adalah pencegah yang sangat bagus terhadap diabetes.
Kombucha tea dapat membantu untuk mengatasi migrant, pencernaan, masalah kulit, penyakit insomnia, remisi selulosa, ashma, kurang energi, mengurangi kerutan, mempertahankan warna rambut, mempertahankan daya ingat, meningkatkan kemampuan seks, mengatasi cellulite, menurunkan berat badan, alergi, sakit kepala, rematik, encok, bronchitis dan lain-lain.

Cara Membiakkan Kombucha tea sebagai berikut :
1. Lakukan ekstraksi daun teh, yaitu 10 gr daun teh hijau/ hitam dimasukan ke dalam 1 liter air panas/ mendidih lalu biarkan sampai dingin.
2. Lakukan Penyaringan dengan tujuan untuk memisahkan ekstrak teh dari ampasnya.
3. Mencampurkan ekstrak teh dengan 10 sendok gula pasir dan diaduk rata sampai gula larut semuanya.
4. Masukkan potongan Kombucha gel seukuran kuku jempol kedalam ekstrak the manis, aduk sebentar lalu tutup dengan rapat agar tikus, semut, lalat dan kecoa ataupun debu serta pollutan lainnya tidak bisa masuk. Selanjutnya disimpan pada suhu kamar selama 7-10 hari.
5. Lapisan gel yang terbentuk setelah melampaui masa seminggu itu dipisahkan dan cairan hasil fermentasi dan disimpan dalam toples lainnya. Cairan hasil fermentasi disaring supaya bersih dari residu dan diperoleh cairan kombucha tea yang siap dikonsumsi akan lebih nikmat bila diminum bersama batu es. Cairan kombucha tea sebaiknya diminum segelas tiga kali sehari.
6. Setiap kali selesai fermentasi pada saat pemisahan selalu disisakan 10%  untuk keperluan pembuatan Kombucha tea berikutnya dan usahakan diperbanyak dengan menyedian sejumlah toples.
Perlu dimaklumi bahwa keberadaan jamur kombucha hanya dari tangan ke tangan dan sulit diperoleh secara luas. Di toko obat sekalipun, masih jarang ditemukan. Menyadari hal itu maka Penelitian dan pengamatan pertumbuhan jamur kombucha tea mulai dilakukan oleh Bidang Pengembangan Teknologi IKAUT Pusat sejak 4 tahun lalu melalui jalur pembinaan Komunitas Ilmiah Remaja di wilayah Kota Tangerang dan Bogor. 

Hingga kini Kepala Bidang Pengembangan Informasi dan Teknologi (Bidang PIT) IKAUT masih membudidayakan jamur kombucha tersebut. Penelitian yang pernah dilakukan adalah untuk memperdalam pengetahuan dan menguasai teknologi pembiakan jamur kombucha dengan mengkaji pengaruh penambahan gula terhadap pertumbuhan jamur kombucha. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk dapat membiakkan jamur kombucha tersebut dan menyimpannya dalam waktu yang lama. Mengingat berbagai khasiat yang terkandung didalamnya maka kombucha tea ini perlu diperkenalkan pada masyarakat. Harganya relatif murah hanya lima puluh ribu rupiah per-toples (untuk luar Jabodetabek ditambah ongkos kirim, silahkan kontak Bidang Pengembangan Teknologi IKAUT Pusat melalui E-mail : ikaut.alumni.ut@gmail.com).
Untuk Pelatihan bagi siswa sekolah atau kelompok kegiatan kepemudaan, silahkan kontak kami di HP/WA : 08128727937