Category Archives: PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT

Kunjungan Kasih untuk Ibu Ruri Wahyuni (Alumni PGSD UT)

20638261_1516271221765365_1568565437609349230_n

 

Sabtu, 5 Agustus 2017 beredar kabar di WA Group mengenai Alumni UT yang dikabarkan meninggal dunia dalam musibah kebakaran di Jati Pulo-Jakarta Pusat pada Jumat, 4 Agustus 2017.

Mendengar kabar tersebut Pengurus Pusat IKA UT melakukan pencarian informasi mengenai kebenaran berita tersebut. Berbekal alamat dari Media Online Nasional, IKA UT mendatangi TKP.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari tetangga dan anak pemilik rumah diketahui bahwa yang menjadi korban meninggal adalah pemilik rumah dan ketiga anaknya dimana Ibu Ruri (Alumni UT) mengontrak. Beliau bukanlah korban meninggal sebagaimana pemberitaan salah satu stasiun TV Nasional. Dari mereka juga diketahui bahwa Ibu Ruri adalah Guru di SDN 09 Pagi Cideng.

Selasa, 8 Agustus 2017 salah satu pengurus IKA UT berkunjung ke SD tempat Ibu Ruri mengajar untuk mengkonfirmasi informasi yang diterima. Dan akhirnya hari ini 9 Agustus 2017, IKA UT menyerahkan sejumlah donasi hasil ‘urunan’ pengurus.

Donasi diserahkan kepada Ibu Ruri oleh Bapak Purnomo selaku bidang Pengabdian Masyarakat IKA UT Pusat di dampingi Ibu Herawati dan Saudari Yohana sebagai perwakilan IKA UT Pusat. Penyerahan donasi disaksikan oleh Wakil Kepala Sekolah dan para Guru SDN 09 Pagi Cideng.

Setelah penyerahan donasi, Pengurus mengunjungi tempat tinggal baru Ibu Ruri tidak jauh dari Sekolah Beliau mengajar.

Semoga Ibu Ruri dan keluarga cepat pulih dari trauma, sehat dan dalam perlindunganNya selalu. Amin.

 

20663771_1516271481765339_4946215829501413419_n 20638912_1516272878431866_5878777079486956812_n

Seminar Sehari Pemanfaatan IT Bagi Pemuda Pelajar

it1c
Sabtu, 31 Desember 2016 dipenghujung tahun IKAUT Pusat menyelenggarakan seminar sehari bertajuk Pemanfaatan IT dalam menunjang kapabilitas sumber daya manusia. Seminar dilaksanakan di Bilberry Resto Jl. Mabes Hankam 101 Cilangkap Jakarta Timur.
Dra. Herawaty Sampurna selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan realisasi program kerja IKAUT Pusat yang baru sempat terlaksana dipenghujung tahun karena berbagai kesibukan pengurus. Seminar ini terlaksana dengan didukung beberapa personal pengurus dalam sebuah tim seperti Agung Suyono SE sebagai MC, dan Purnomo SE yang melayani registrasi peserta sejak pukul 09.00 Wib.
it3b
Acara dibuka oleh Sekjen IKAUTPUS Drs. Leles Sudarmanto, MM selaku yang mewakili Ketua Umum. Dalam sambutannya Leles mengatakan bahwa Seminar Pemanfaat IT ini penting untuk diikuti kalangan muda mengingat bahwa kemajuan jaman terus berkembang jika tidak disikapi dengan cermat maka akan tertinggal. Oleh sebab itu seminar semacam ini akan terus digulirkan oleh pengurus Ikatan Alumni Universitas Terbuka Pusat (IKAUTPUS) dan menjadi agenda tetap organisasi agar masyarakat dapat dibantu ditingkatkan kecerdasannya melalui kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan IKAUTPUS.
it3a
Selanjutnya Hadijaya, BSc, SPd, MPd sebagai nara sumber menerangkan bahwa di era globalisasi ini, jika generasi mudanya tidak menguasai IT maka itu identik dengan buta huruf. Padahal perkembangan di bidang IT berpengaruh terhadap kemajuan negara. Oleh karena itu, pemanfaatan IT harus diperkenalkan kepada generasi muda agar mereka mempunyai bekal pengetahuan dan pengalaman yang memadai untuk bisa menerapkan dan menggunakannya dalam kegiatan belajar, bekerja serta berbagai aspek kehidupan sehari-hari dan juga bersaing dalam lingkup global. Sumber  Daya Manusia yang handal ditunjang dengan penggunaan teknologi informasi, maka efektivitas dapat dicapai dalam waktu yang relatif singkat.
it2ait3
Hadijaya menjelaskan lebih jauh mengenai makna Informasi Teknologi atau IT yaitu seperangkat alat yang membantu kita bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi, merupakan teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi kecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video.
Informasi Teknologi (IT) tidak hanya pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan mencakup teknologi komunikasi untuk mengirim atau menyebarluaskan informasi.
Dalam seminar tersebut Hadijaya menguraikan materi IT secara panjang lebar serta menyajikan praktik budidaya jamur kombucha untuk suplemen kesehatan pencernaan dan praktik pengolahan saus durian untuk bumbu masakan.
kommb
Pengambilan gambar kegiatan praktik serta rekaman video merupakan teknis pengumpulan materi untuk memuat informasi pada blogger peserta, hal ini dimaksudkan sebagai metode penampilan sebuah blogger yang menawarkan produk home industry yang bermanfaat jika ingin mengembangkan usaha jamur kombucha maupun usaha penjualan produk bumbu masak berbahan dasar durian.
it6it8
Hadijaya lebih lanjut mengatakan bahwa Sumber Daya Manusia yang handal ditunjang dengan penggunaan teknologi informasi, maka efektivitas dapat dicapai dalam waktu yang relatif singkat. Kemajuan teknologi komunikasi yang cepat dapat mempermudah komunikasi antara suatu tempat dan tempat yang lain. Semakin maraknya penggunaan Teknologi Informasi akan semakin membuka lapangan pekerjaan. Bisnis yang berbasis Teknologi Informasi atau yang biasa disebut e-commerce dapat mempermudah transaksi-traansaksi bisnis suatu perusahaan atau perorangan. Dengan memanfaatkan teknologi informasi di bidang bisnis akan memberikan dampak positif yang besar untuk jalannya bisnis yang kita bangun. Munculnya peluang bisnis baru (E-business), dengan semakin majunya teknologi dan informasi maka akan mendorong orang untuk menciptakan beberapa peluang yang sangat menguntungkan dan sebagai modal dasar bisnis yang sangat menguntungkan.

Seminar diselingi dengan diskusi (tanya-jawab) dan berakhir pukul 14.30 Wib. Semua peserta diberikan Sertifikat yang ditandatangani oleh Ketua Umum IKAUTPUS, yaitu Linda Agum Gumelar, S.IP. (info gway)

IKAUT Pusat Berpartisipasi Sebagai Dewan Juri OPSI 2015 Disdik Bogor

Dewan juri

Pada hari Senin, 27 April 2015 hingga Rabu, 29 April 2015 telah berlangsung seleksi karya tulis peneliti remaja dalam ajang OPSI 2015 (Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia) di wilayah Kabupaten Bogor. Dalam penilaian karya tulis tersebut Ketua II IKAUT Pusat, Hadijaya MPd ikut berperan sebagai Ketua Dewan Juri.

Pemanfaatan Kelapa Ijo Sebagai Minyak Urut dan Desinfectan Luka Patah Tulang

dogan


Kelapa merupakan salah satu komoditas perkebunan potensial yang telah lama dikenal dan banyak ditanam di seluruh Indonesia. Kebanyakan pemanfaatan buah kelapa hanya untuk memenuhi kebutuhan minuman es kelapa muda dan minyak goreng. Sekalipun kemana kita melangkah selalu menjumpai pepohonan kelapa, namun masih jarang masyarakat mengolah minyak kelapa tersebut menjadi minyak urut khusus patah tulang. Dari berbagai jenis buah kelapa yang banyak kita jumpai, hanya jenis kelapa ijo saja yang lazim diolah untuk minyak urut.
Kandungan minyak pada daging buah kelapa sekitar 43%, minyak kelapa merupakan ester dari gliserol dan asam lemak. Minyak kelapa digolongkan kedalam asam laurat karena kandung asam lauratnya paling besar jika dibandingkan dengan asam lemak lainnya. Sifat fisika dan kimia minyak kelapa meliputi kandungan air, asam lemak bebas, warna, bilangan iod, bilangan penyabunan dan bilangan peroksida. Asam lemak senyawa alifatik dengan gugus karboksil banyak dijumpai dalam minyak goreng. Bersama-sama dengan gliserol asam lemak merupakan salah satu bahan baku untuk semua lipida pada makhluk hidup. Secara alami, asam lemak bisa berbentuk bebas maupun terikat dengan gliserida. Berbagai turunan asam lemak seperti : amida asam lemak, alkohol asam lemak dan metil ester asam lemak dapat diubah kedalam berbagai turunannya melalui amidasi, klorinasi, hidrogenasi, sulfasi, sulfonasi dan reaksi lainnya. Biasanya asam lemak tidak jenuh terdapat dalam bentuk cis dan trans karena molekulnya akan bengkok pada ikatan rangkap. Asam lemak dengan atom karbon lebih dari dua belas tidak dapat larut dalam air dingin maupun air panas sedangkan untuk asam lemak dari C4, C6, C8 dan C10 dapat menguap. Ini disebabkan karena garam-garam dari asam lemak yang mempunyai berat molekul rendah dan tidak jenuh lebih mudah larut dalam alkohol daripada garam-garam dari asam lemak yang mempunyai berat molekul tingkat jenuh.
Amida asam lemak merupakan suatu senyawa kimia organik yang khas, dimana merupakan bahan padat yang memiliki aktivitas permukaan yang tinggi. Senyawa ini pada umumnya memiliki titik lebur yang tinggi, kestabilan yang baik dan paling menarik adalah memiliki kelarutan yang rendah dalam berbagai jenis pelarut. Amida asam lemak juga banyak digunakan dalam bidang pengobatan yaitu dapat digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit infeksi antara lain disentri basiler yang akut, radang usus dan untuk mengobati infeksi yang telah resisten terhadap antibiotik. Selain itu senyawa amida dapat digunakan sebagai surfaktan dan anti mikroba.
Buah kelapa ijo dapat dimanfaatkan menjadi minyak untuk media pengobatan patah tulang maupun keseleo atau terkilir. Dalam dunia pengobatan patah tulang dikenal istilah sangkal putung atau pengobatan patah tulang tanpa menggunakan gips dan hanya dengan pemijatan menggunakan minyak urut. Penggunaan minyak kelapa sebagai minyak urut yaitu diramu dengan rempah-rempah tertentu misalnya bawang merah atau putih terutama untuk urut yang menghilangkan lelah, pegal atau masuk angin. Tapi bagi penderita patah tulang atau keseleo, minyak urut yang digunakan biasanya spesial yaitu dibuat dari minyak kelapa ijo atau kelapa hijau. Satu hal yang unik dari kelapa ijo tersebut adalah warnanya yang tidak begitu hijau bahkan cenderung bewarna agak kuning. Orang mengenal satu ciri khas kelapa ijo setelah mengiris kulit dibagian tangkai lalu melihat getah yang bewarna ungu, itulah ciri khas dari jenis kelapa ijo.
Untuk menghasilkan efek terbaik tak jarang para ahli pengobatan patah tulang mencampur minyak kelapa ijo itu dengan air tebu andong yaitu jenis tebu yang batangnya bewarna kuning.
Bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan minyak urut antara lain adalah kelapa ijo, air bersih serta tebu andong. Alat-alat yang diperlukan diantaranya baskom, ember, kantong plastik, alat parut, mesin peras, saringan, mangkok dll.
Cara Pembuatan Minyak Kelapa ijo :
Daging buah kelapa ijo diparut, kemudian ditambah air dan diperas sehingga mengeluarkan santan (campuran minyak dan air). Setelah itu dilakukan pemisahan air pada santan sehingga didapat santal kental. Tebu andong dikupas kulitnya lalu digiling supaya cairannya keluar. Santan dan air tebu dicampurkan dalam panci selanjutnya dilakukan pemanasan hingga mendidih. Akibat pemanasan, maka airnya menguap dan padatan akan mengerak. Gumpalan padatan ini disebut blondo. Minyak dipisahkan dari blondo dengan cara penyaringan. Blondo hasil samping pengolahan minyak murni dapat dinikmati dan enak dimakan.
Tukang urut atau paraji biasanya memasak santan tersebut sampai matang, minyak yang dihasilkan berwarna kecoklatan. Minyak urut tersebut diberi campuran air tebu. Air tebu berfungsi untuk membantu penyerapan minyak pada pori-pori kulit. Air tebu yang digunakan adalah berasal dari tebu khusus yang dinamakan tebu andong. Ciri-ciri dari tebu andong yaitu kulitnya berwarna kuning dan terdapat garis-garis kehijauan. Tebu andong termasuk golongan tanaman pekarangan.
Jika ada penderita patah tulang atau keseleo juga mengalami luka maka luka tersebut akan cepat kering dan tidak menimbulkan bekas jika diolesi dengan minyak kelapa ijo sangkal putung. Minyak kelapa ijo dipakai sebagai desinfektan karena dapat mencegah terjadinya infeksi dengan membunuh jasad renik (bakterisid), terutama pada permukaan kulit yang terluka. Faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas desinfektan yang digunakan untuk membunuh jasad renik adalah ukuran dan komposisi populasi jasad renik, konsentrasi zat antimikroba, lama paparan, temperatur, dan lingkungan sekitar. Bekas luka pada permukaan kulit akan memburuk jika selalu basah atau berair. Sebab ditempat yang basah tersebut bakteri mudah berkembang-biak. Sedangkan sifat minyak kelapa ijo sulit bercampur dengan air dan mengusir air sehingga perkembangan bakteri dapat dihambat dan luka akan cepat kering dan sembuh. Membran sel berguna sebagai penghalang selektif terhadap zat terlarut dan menahan zat yang tidak larut. Beberapa zat diangkut secara aktif melalui membran, sehingga konsentrasinya dalam sel tinggi.
Senyawa kation aktif seperti klorheksidin dapat berinteraksi dengan gugus-gugus yang bermuatan negatif pada dinding sel bakteri. Interaksi ini menyebabkan netralisasi muatan yang memfasilitasi adsorpsi zat aktif sehingga terjadi kerusakan dinding sel bakteri. Selain itu, klorheksidin juga menyebabkan presipitasi protein plasma sel bakteri.
Zat-zat yang terkonsentrasi pada permukaan sel akan mengubah sifat-sifat fisiknya sehingga membunuh dan menghambat sel. Perubahan permeabilitas membran sel bakteri merupakan mekanisme kerja fenol, dan senyawa amonium kuartener. Terjadinya perubahan permeabilitas membran sel menyebabkan kebocoran kostituen sel yang esensial sehingga bakteri mengalami kematian.
Minyak kelapa ijo memenuhi kriteria sebagai suatu desinfektan yang ideal karena mampu bekerja dengan cepat untuk menginaktivasi mikroorganisme pada suhu kamar, berspektrum luas, aktivitasnya tidak dipengaruhi oleh bahan organik, pH, temperatur, dan kelembaban, tidak toksik pada manusia, tidak bersifat korosif, bersifat biodegradable, memiliki kemampuan menghilangkan bau yang kurang sedap, tidak meninggalkan noda, stabil, mudah digunakan, dan ekonomis.
Paraji yang melakukan pengobatan patah tulang ilmunya berasal turun-temurun dari sesepuh atau leluhur. Namun ada juga yang bukan keturunan, ia mempelajari selama beberapa tahun karena banyak hal yang harus dipahami mengenai tulang dan persendian. Biasanya terapi penyembuhan dilakukan seminggu dua kali. Jika penderita mengalami patah tulang maka bagian yang patah harus diperban. Kalau disangkal putung menggunakan telur ayam kampung sebagai pengeras agar perbannya membeku sedangkan di rumah sakit media pengerasnya menggunakan gips. Telur dikocok dan dicampurkan dengan minyak kelapa ijo lalu dioleskan kepada penderita. Penderita patah tulang biasanya merasakan panas dibagian yang cedera maka minyak tersebut juga dapat berfungsi sebagai penyejuk agar penderita merasakan kenyamanan. Disamping itu minyak urut kelapa ijo yang dipadu dengan atsiri tertentu akan berguna mengatasi “kram kaki pada ibu dan anak”.

Harga minyak urut patah tulang per liter Rp. 500.000,-. Bagi yang berminat silahkan pesan dengan menghubungi Hadijaya di nope : 08128727937.

Asal Muasal Bubaban Dan Tarian Tigol – Sepenggal Kisah Muda Mudi Buay Tumi Yang Tercecer

dsn cmpk


Dahulu kala seorang keturunan dari Sekala Brak Hindu adalah juga pendiri Dinasti Sriwijaya, dia bernama Dapunta Hyang Sri Jayanaga. Negeri dari Dinasti Sriwijaya awal ketika itu berpusat di Minanga Komering Ulu. Warahan dan Sejarah yang disusun didalam Tambo, menyatakan bahwa masyarakat Sekala Brak tersebut merupakan etnis atau suku-bangsa Tumi (Buay Tumi). Namun dari perjalanan masa yang begitu panjang, lambat laun ketenaran nama Buay Tumi makin senyap dan nyaris tak terdengar bahkan terlupakan.
Adanya pengkotak-kotakan (peta-comply) wilayah jajahan oleh Belanda di Sumatera Bagian Selatan dimasa lalu, menyebabkan nama Buay Tumi tereliminir dan tau-tau nama yang dilembagakan hingga kini adalah Komering. Konon katanya nama Komering itu mencatut nama seorang Hindi (India) pengumpul rempah-rempah yaitu mister Komring Singh yang dikenali Belanda sebagai manusia rakit yang sering dijumpai berlalu-lalang di sungai Komring hingga pedalaman, maka dinamailah sungai itu dengan nama sungai Komring atau Kumoring atau Komering. Bagian Wilayah Sumatera Selatan yang kita kenali hingga saat ini adalah Kabupaten OKU Timur dan OKU Selatan. OKU adalah singkatan dari Ogan Komering Ulu yang terletak diantara dua Provinsi yaitu Provinsi Sumatera Selatan (Palembang) dan Provinsi Lampung.

Karya sastra fiksi etnis Buay Tumi ini kami sajikan dalam rangka menyambut Dies Natalis Ke 30 UT yang mengusung tema “30 Tahun UT Melayani Bangsa” bersamaan dengan Pelantikan Pengurus IKAUT Pusat Periode 2014-2019 pada 4 September 2014 yad. Hadijaya, alumni UT mewakili komunitas Buay Tumi (Admin Grup FB OKU Komering Palembang : 5.005 anggota), kali ini menyajikan kisah adat pergaulan bujang gadis etnis Buay Tumi di Komering Palembang yang masih berlaku hingga kini. Sebuah budaya persembahan barang atau suatu benda dari seorang pemuda untuk gadis pujaannya atau yang lazim dikenal oleh bujang-gadis Komering dengan istilah “Bubaban”. Begitu pula halnya mengenai asal muasal “Tarian Tigol” yaitu suatu Tarian Perang yang digelar pada sesi pertemuan Kabayan (kedua mempelai pengantin) di Pokon Lambahan (halaman rumah) mempelai wanita.

Karya sastra fiksi tulisan Hadijaya ini, diperkenalkan kepada khalayak sebagai sebuah perbendaharaan adat budaya Buay Tumi di Komering yang belum pernah dimuat dimedia masa. Sekalipun begitu budaya “Bubaban” serta “Tarian Tigol” masih berlangsung hingga kini di bumi Komering khususnya di dusun Cempaka OKU Timur. Inilah awal mula kisahnya :
Konon dimasa Buay Tumi doeloe itoe, ada tiga orang pemuda kembar dengan wajah dan perawakan yang sangat mirip sekali. Mereka masing-masing bernama Baban, Babin dan Babun. Karakter, gaya dan penampilan anak kembar yang sangat mirip itu sehingga warga Tumi cukup sulit mengenali mana yang Baban, mana yang Babin dan mana pula yang bernama Babun.
Sejak kecil mereka selalu seiya-sekata, bermain bersama bahkan kegiatan berburu hewan Menjangan di hutan atau menangkap ikan di sungai Komering dengan menggunakan Serampang juga menjadi kegemaran yang sama. Setelah beranjak dewasa (bujang) mereka mulai menyukai wanita (gadis). Mereka mendatangi dan bertamu kerumah belasan gadis di sejumlah dusun mulai dari Minanga sampai Kayu Agung. Namun hanya ada satu gadis anggun, hidung rancut (mancung), ramah dan cantik mempesona yang membuat ketiga saudara kembar tersebut mabuk kepayang. Gadis itu bernama Mauli dia adalah seorang gadis Buay Tumi yang sedang mekar dan berdiam di dusun Cempaka.

Gadis yang putih mulus semata wayang (anak tunggal), sehat sintal dan tubuhnya terawat dengan baik, rambutnya ikal mayang terpelihara. Makan minum yang disantapnya higienis. Mauli juga rajin mandi dengan air bunga 7 rupa, sehingga badannya segar mewangi. Mauli hanya mandi dirumah, tak seperti kebanyakan teman sepermainannya yang mandi di Pangkalan Bay (area pemandian wanita) dipinggir sungai. Sehingga Mauli lebih aman dari intipan pemuda bermata liar. Oleh sebab demikian ketiga saudara kembar itu : Baban, Babin dan Babun mulai terpikat dan sama-sama ingin memiliki Mauli. Mereka berharap suatu saat dapat mempersunting Mauli sebagai isteri atau pendamping hidup cikal bakal penurun generasi.
Ketiga pemuda tersebut selalu datang bersama-sama hanya untuk bertamu kerumah Mauli saja. Hubungan Mauli dengan ketiga pemuda kembar itu makin lama makin erat dan tanpa disadari ternyata Mauli pun menyukai mereka bertiga sekaligus. Hingga suatu hari orang tua Mauli mulai mencurigai keadaan ini dan mengantisipasi kemungkinan polyandry yang bakal terjadi. Anak gadis kesayangan keluarga Cempaka itu tak diperkenankan adat jika menikah dengan 3 pria sekaligus, maka Mauli diharuskan memilih hanya satu saja dari ketiga pemuda kembar yang paling dia sukai.
Suatu malam Ibunda si Mauli dititahkan Ayahanda untuk menanyakan pilihan hati putri mereka. “Mauli anakku ! … kini saatnya dikau tentukan satu saja dari ketiga pemuda kembar itu : Baban, Babin ataukah Babun saja sebagai calon suamimu !, … pilihlah satu nak, mana yang paling kau cintai !” kata ibunya lirih.
“Mauli bingung mak !, mereka bertiga itu sama daya tariknya, sama gantengnya, sama perangai dan sopan santunnya, … ananda tak tahu mana yang terbaik dari mereka untuk mendampingi hidupku kelak mak !” jawab Mauli dengan nada sedih sambil menutupkan wajah ke bantal.
Menyadari hal itu, ayah si Mauli lalu ikut sumbang saran dan berkata : “Bagaimana jika kita lakukan saja sayembara supaya ananda dapat menentukan mana diantara mereka yang terbaik !. Carilah ilham mulai malam ini nak, apalah kiranya macam sayembara yang akan kita buka untuk mereka bertiga itu nanti !”
Beberapa hari kemudian disaat ketiga pemuda kembar tersebut kembali berkunjung, Mauli disembunyikan keluarga dikamar. Ayah dan Ibunya secara langsung menyambut kedatangan tiga pemuda ganteng itu, mempersilahkan mereka duduk, lalu menyajikan “Bingka Taboh” yaitu penganan khas Buay Tumi berupa adonan Punti Taboh (Pisang Kepok) dan tepung beras yang dikukus lalu dipanggang hingga kering. Minumannya berupa “Way Kabung” yaitu cairan manis dari bonggol pohon aren bahan dasar pembuatan gula merah. Keluarga gadis dusun Cempaka itu sudah menyiapkan sebuah sayembara sederhana guna menyeleksi pemuda pilihan untuk anak gadis mereka yang kini mencapai masa duduk di pelaminan.
Ayah si Mauli mengawali pembicaraan dengan mengkonfirmasi terlebih dahulu maksud tujuan ketiga pemuda yang selalu ingin jumpa dengan Mauli. Setelah semuanya jelas bahwa mereka sebenarnya memiliki harapan yang sama untuk mempersunting Mauli, maka isi sayembara itupun disebutkan. Mauli mendengar semua pembicaraan dan mengintip dari celah bilik papan kamarnya dengan hati berdegup tak menentu.
Ayah si Mauli melanjutkan wejangan : “Begini nak !, sebenarnya kalian bertiga juga sama-sama disukai Mauli anakku, namun tentu saja yang akan menjadi suami Mauli hanya satu saja dari antara kalian, ini aturan adat yang harus dijunjung tinggi. Oleh karenanya kami buka sebuah sayembara untuk kalian dan hasil sayembara itu nanti biar Mauli yang akan menilainya sendiri !”.
Ketiga pemuda kembar tertunduk sambil menunggu apa yang hendak diucapkan oleh sang calon mertua perihal tema sayembara itu.
“Mauli berkeinginan agar kalian menyajikan “Cara Mengatasi Gangguan Nyamuk”. Datanglah kembali ke gubuk kami pekan depan lalu tunjukkan kepada Mauli gadisku, macam upaya apa yang paling baik menurut kalian masing-masing !” lanjut ayah Mauli seraya mempersilahkan tetamunya menyantap Bingka dan Way Kabung yang telah dihidangkan.
Setelah pamit pulang, ketiga pemuda kembar mulai berpikir serius untuk dapat menyajikan cara atau metode mengatasi gangguan nyamuk yang paling menarik , efektif, aman dan disukai Mauli. Mereka merenung dirumah sampai akhirnya masing-masing menemukan ide cemerlang.
Baban menemukan ide terbaik untuk mengatasi nyamuk yaitu memakai “Kelambu”. Mauli sebaiknya masuk Kelambu saja supaya tak digigit nyamuk, demikian pikirnya. Oleh sebab itu Baban mulai menenun kain halus lalu dijahitnya dengan tangan menjadi sebuah Kelambu berbentuk kubus dengan dimensi (p x l x t) kurang lebih : 1,5 Meter x 2 Meter x 2 Meter. Keempat sudut atap masing-masing diberi tali sepanjang 1 Meter, lalu diberinya pula aksesori berupa kain sulaman pada bibir pintu Kelambu sehingga kelambu yang dia kerjakan hampir seminggu lamanya itu terlihat unik dan menarik. Setelah selesai dikerjakan lalu Kelambu itu dia lipat dengan rapih siap untuk dipersembahkan kepada sang kekasih.
Babin menemukan ide terbaik untuk mengatasi nyamuk yaitu dengan cara melakukan “pengasapan (fumigasi)”. Nyamuk disekitar bilik rumah Mauli akan kuusir dengan asap supaya nyamuk-nyamuk menjauh dan tak menggigit kekasih hatiku, begitu pikirnya. Maka mulailah Babin mengumpulkan Babal (rontokan buah nangka yang kecil) yang dipungutnya dari bawah pohon Belasa Kepampang (pohon Nangka hutan). Babal-babal itu dia jemur dibawah terik matahari selama hampir sepekan agar benar-benar kering dan mudah dibakar. Sebakul babal kering sudah Babin siapkan untuk dibawa kehadapan Mauli sang kekasih.
Adapun Babun menemukan ide terbaik untuk mengatasi nyamuk yaitu dengan secara rutin mengusapkan “ekstrak Hantawali (Brotowali)”. Jika Mauli rajin membasahi tubuhnya dengan cairan Hantawali yang pahit itu maka kulitnya menjadi pahit pula dan nyamuk-nyamuk tak akan sudi menempel dikulit kekasihku, demikian gumamnya dalam hati. Oleh sebab itu selama beberapa hari Babun menyambangi semak-semak belukar dan bahkan masuk hutan untuk mendapatkan tanaman Hantawali. Setelah terkumpul 3 Kg Hantawali, lalu semua dicincang halus dan direbus dengan seember air hujan hingga mendidih. Ekstrak Hantawali yang telah disaring dengan baik dia masukkan dalam Bumbung (ruas bambu) dan siap dipersembahkan untuk Mauli sang kekasih.Sepekan pasca pemberitahuan mengenai sayembara itu, ketiga pemuda berangkat bersama menjumpai Mauli dirumahnya sambil membawakan masing-masing produk inovasi penangkal gangguan nyamuk. Mauli beserta ayah bundanya menyambut kedatangan mereka itu dengan antusias. Setelah mempersilahkan duduk, ayah Mauli segera membuka pembicaraan.
“Ananda bertiga tentu sudah siap mengikuti sayembara ini !, silahkan kalian secara bergilir menjelaskan temuan seperti apa yang cukup baik dalam mengatasi gangguan nyamuk” kata ayah Mauli sambil melirik masing-masing bawaan tetamunya dengan penuh rasa ingin tahu.
Baban lebih dahulu mendapat giliran untuk mempresentasikan kelambu hasil inovasinya. Sambil tersenyum hormat, si Baban berkata : “Yang Mulia Ayahanda !, ijinkan saya menyerahkan benda ini kepada adinda Mauli, sebuah Kelambu yang dapat digunakan malam hari pada saat adinda Mauli akan tidur. Adinda bersembunyi saja dalam Kelambu ini supaya nyamuk terhalang untuk mendekati dan adinda Mauli akan terhindar dari gigitan nyamuk. Cara memasangnya cukup mudah, ikatkan tali-temali Kelambu ini disudut kamar agar Kelambu membentang. Masuklah kedalam melalui bagian pintunya lalu rapatkan bagian bibir Kelambu dibawah kasur”.
“Bagus !… bagus !, giliran peserta kedua : ananda Babin, silahkan tunjukkan kepada kami, kiranya macam apa barang yang akan kau persembahkan buat Mauli ?” kata ayah Mauli sambil menerima persembahan Kelambu dari si Baban.
Babin bergeser tempat duduk agar lebih dekat jaraknya dengan si calon mertua sambil menenteng bakul berisi Babal kering dia pun berkata : “Perkenankan ananda menyajikan sebakul Babal kering ini sebagai pengusir nyamuk. Babal ini saya kumpulkan dari bawah pohon Belasa Kepampang, kemudian saya keringkan dengan cara dijemur dibawah panas matahari. Cara pemakaiannya, siapkan talam dan sebuah pemantik (korek api), lalu bakar pangkal Babal kering ini sampai mengeluarkan asap. Tempatkan talam pengasapan itu disudut kamar tempat tidur menjelang malam supaya nyamuk terusir dan tak mampu mendekati adinda Mauli”, kata si Babin penuh semangat.
“Wah … hebat ya !, sekarang giliran peserta ketiga atau yang terakhir yaitu ananda Babun. Silahkan tunjukkan kepada kami, kiranya macam apa barang yang akan kau persembahkan buat anak gadisku ?” kata ayah Mauli sambil menerima persembahan Babal Belasa Kepampang dari si Babin.
Babun dengan rasa penuh harap agar berhasil menjadi pemenang sayembara segera memberikan penjelasan. “Ayahanda yang saya hormati !, terimalah produk inovasi saya ini yaitu ekstrak Hantawali. Kita semua maklum bahwa cairan Hantawali ini rasanya pahit, dan justru hal itu akan menyebabkan disetiap lubang pori-pori kulit kita terkandung partikel air atau keringat pahit yang tak disukai nyamuk. Oleh sebab itu sudilah kiranya adinda Mauli nanti mengusapkan cairan ini disekujur tubuhnya”, kata si Babun sambil menyerahkan Bumbung berisi cairan Hantawali kepada ayah Mauli.
“Ide yang bagus sekali !, baiklah semua produk inovasi yang kalian sajikan ini saya sampaikan kepada Mauli untuk diuji-cobanya sendiri”, kata si calon mertua sambil memanggil anak gadisnya agar hadir dan duduk bersama diruang tamu.
Mauli pun keluar dari kamar diiringi ibunya, kini mereka sudah berkumpul semua. Ayah Mauli memberikan penjelasan bahwa Mauli harus mencoba produk inovasi yang disayembarakan ini, setelah itu dia harus memilih satu yang terbaik. Produk yang dinyatakan terbaik oleh Mauli akan diterimanya sebagai persembahan cinta sejati lalu sebagai konsekwensinya adalah Mauli harus bersedia dinikahi oleh si Pencipta Produk Anti Gangguan Nyamuk itu. Mauli setuju dan sepakat dengan aturan tersebut, demikian pula ibunya. Pemenang sayembara akan diumumkan ayah Mauli pekan berikutnya.

Selesai serah terima produk inovasi yang disayembarakan itu, ketiga pemuda pamit pulang. Didepan pintu rumahnya Mauli membagi-bagikan sebakul Lopot yaitu penganan dari bahan ketan campur kelapa parut yang dibungkus dengan daun kelapa kemudian dikukus sampai matang. Lopot itu dibuatnya sendiri dan sengaja dipersiapkan beberapa saat sebelum pertemuan.
Keesokan harinya Mauli mulai mencoba semua produk inovasi anti gangguan nyamuk satu-persatu. Menjelang malam, Mauli dibantu ibunya memasang Kelambu lalu Mauli bersama ibunda tidur dalam kelambu buatan si Baban. Cukup memuaskan, selama tidur malam itu mereka berdua aman dari gangguan nyamuk. Mauli bangun tidur dengan senyum ceria karena berhasil tidur nyenyak semalaman tanpa terusik seekor nyamukpun.
Dihari kedua Mauli mencoba mengatasi nyamuk dengan metode pengasapan. Ayahanda membantu Mauli membakar selusin Babal kering hingga berasap, kemudian mereka taruh dikamar serta ruang tamu. Asap ngebul memenuhi kedua ruang itu membuat nyamuk-nyamuk berlarian keluar rumah. Selama beberapa jam mereka bebas dari gangguan nyamuk namun tak lama kemudian terdengar suara batuk bersahut-sahutan. Rupanya ayah dan ibu Mauli yang sudah cukup tua itu tak tahan dengan bau asap yang begitu menyesakkan dada sehingga penyakit bengek mereka kambuh. Sambil geleng-geleng kepala Mauli segera memadamkan asap dari pembakaran Babal produk si Babin.
Dimalam ketiga, Mauli pun mencoba produk anti nyamuk buatan Babun. Cairan itu dia oleskan kesekujur badan ketika menjelang tidur. Mauli memang tak digigiti nyamuk selama beberapa saat namun jari tangannya menggaruk-garuk wajah serta bagian tubuh lainnya karena alergi. Rupanya cairan hantawali tak cocok dengan kulitnya yang begitu halus dan sensitif. Akibatnya Mauli tak dapat tidur nyenyak, ibunda menyuruh mandi lagi dimalam itu untuk membilas bekas cairan Hantawali dari tubuhnya. Mauli kapok dan tak ingin menggunakan cairan Hantawali itu lagi.
Ayah Mauli akhirnya memberitahukan nama pemenang sayembara itu, dia adalah Baban yang mempersembahkan sebuah Kelambu. Baban sangat bergembira karena dengan kemenangan dalam sayembara itu berarti cintanya direstui Mauli dan seluruh keluarga. Baban mulai merencanakan hari pernikahan dengan Mauli disaat bulan purnama nanti.

Namun lain halnya dengan Babin dan Babun yang gagal dalam sayembara itu, mereka berdua tak ingin menyaksikan pesta perkawinan Baban dan Mauli. Oleh sebab itu mereka berdua sepakat untuk pergi merantau jauh dari dusun Cempaka. Babin merantau ke ilir yaitu ke daerah Kayu Agung mengembangkan usaha Tembikar sedangkan Babun merantau ke ulu yaitu ke daerah Abung mengembangkan Tanaman Damar.
Pasangan suami isteri Baban-Mauli menetap di dusun Cempaka sambil mengembangkan usaha tanaman Duku dan Durian. Namun perkawinan tersebut tak berlangsung lama, Baban meninggal dunia dalam usia perkawinan mereka yang belum mencapai setahun. Berita mengenai kematian Baban baru diketahui Babin dan Babun 3 bulan kemudian, maklum ketika itu sistim informasi belum begitu canggih sehingga penyampaian berita memerlukan waktu relatif lama.
Rasa cinta Babin kepada Mauli rupanya belum padam, oleh sebab itu Babin yang menetap di Kayu Agung ingin pulang kampung untuk mempersunting Mauli yang sudah berstatus janda. Babun pun ternyata memiliki hasrat yang sama seperti Babin yaitu ingin menikahi Mauli sang janda kembang yang konon makin bersinar kecantikannya setelah 3 bulan menjanda. Oleh sebab itu Babun mengutus rombongan yang merupakan teman dan kerabatnya dari Abung untuk meminang Mauli. Namun sesampai didusun Cempaka rombongan tersebut baru tau bahwa si janda sudah sepekan lalu diperistri oleh Babin.
Rombongan Abung itu murka dan melakukan aksi makar untuk merebut kembali Mauli dan membawanya secara paksa kepada Babun di Abung. Peristiwa itu dikenang masyarakat Buay Tumi sebagai Perang Abung-Cempaka yang menyebabkan Babin terbunuh secara kejam. Babun sungguh menyesalkan peristiwa itu karena yang menjadi korban adalah saudara kembarnya sendiri yaitu Babin yang seminggu lebih cepat memperistri Mauli sang janda kembang. Adapun pimpinan rombongan Abung juga tak mengetahui bahwa antara Babin dan Babun sebetulnya masih bersaudara kembar.

Dengan perjalanan waktu dari masa ke masa nama Buay Tumi makin senyap, namun kenangan atas peristiwa itu disikapi masyarakat Komering masa kini dengan penuh hikmah dan diambil pelajaran berharga bahwa perkawinan antar insan bersifat sakral. Adat budaya yang hingga kini masih berlaku dilingkungan muda-mudi Komering intinya adalah menyerahkan souvenir kepada seorang gadis untuk mengungkapkan kesungguhan hati bahwa kelak si bujang akan meminang si gadis. Souvenir yang diberikan wujutnya macam-macam, bisa saja sebuah Kelambu, kain sarung, bahan pakaian, kelapa, beras ketan, gula, atau sembako dan sejenisnya. Benda-benda yang hendak diberikan bujang kepada gadis ini dinamakan dengan istilah “Baban”. Aktifitas yang dilakukan namanya “Bubaban”. Biasanya para gadis Komering membalas pemberian itu dengan penganan misalnya kue bolu atau jenis penganan lainnya hasil karya si gadis.
Aksi makar atau peperangan yang terjadi dalam memperebutkan mempelai wanita, kini di-ejawantahkan dalam bentuk tarian dengan nama “Tari Tigol”. Konon Tigol mengambil kata dasar “tigolgol” ataupun “tibagol” yaitu suatu perbuatan makar atau penganiyayaan. Namun karena etika moral dalam seni budaya mengutamakan dan menjunjung tinggi norma kebaikan maka nama tarian agak diplesetkan dikit dari tigolgol menjadi tigol saja. Tari Tigol biasanya dilakonkan oleh dua kelompok ahli pencak silat yang masing-masing menghunus parang panjang. Mereka bersilat dalam gaya tarian seakan-akan berperang untuk memperebutkan mempelai wanita.
Budaya Baban maupun Tari Tigol kini menjadi khasanah budaya lokal yang masih berlaku di wilayah Komering khususnya di dusun Cempaka dan perlu disosialisasikan kepada khalayak bukan hanya masyarakat Buay Tumi yang bermukim di Komering namun juga untuk para perantau Buay Tumi di seluruh penjuru tanah air. Biarlah sejarah masa lalu bergulir sedemikian adanya, namun perlu dilakukan sinkronisasi supaya cara pandang masyarakat menjadi pas : “Komering adalah nomenklatur Wilayah” sedangkan “Tumi adalah nomenklatur Suku”. Dalam catatan sejarah yang proporsional bahwa “Suku Tumi” sebenarnya tidak punah sebagaimana yang disinyalir orang selama ini, mereka masih ada hingga kini, mereka adalah “Wong Komring” atau “Jolma Kumoring” yang masih eksis dalam berbagai aspek kehidupan dibumi pertiwi.
Suku Tumi generasi terkini tentu saja sudah jauh lebih maju dalam hal peradaban, pendidikan maupun ketauhidannya. Masyarakat suku Tumi menyukai ilmu pengetahuan dan teknologi, mengenyam pendidikan tinggi bahkan peningkatan ketakwaan melalui ilmu tasauf. [Hadijaya Prabu Galihway]

Mahasiswi UT Juara 1 Lomba Karya Tulis 2014 Cikal Harapan

des5

Dessy Hardiyanti adalah seorang mahasiswi UT yang kini memasuki semester 7 pada Jurusan PG-Paud dari UPBJJ Jakarta. Dessy bergabung dalam tutorial di SMPN 11 BSD Tangerang Selatan yang dilaksanakan setiap hari sabtu.
Dessy sudah lama saya kenal karena dia berteman dengan Irhamullah anak saya yang pernah beberapa kali menjadi juara karya ilmiah se Jabodetabek yang diselenggarakan oleh sebuah Universitas Swasta di Jakarta Selatan. Setelah kuliah di UT, Dessy ternyata juga menjadi juara 1 lomba karya tulis. Berikut ini bincang-bincang yang kami lakukan melalui media Face Book.

Hadijaya : Lomba karyatulis itu siapa penyelenggaranya des ?

Dessy : Dari Yayasan penyelenggara sekolah Islam Cikal Harapan tempat Dessy kerja. Lomba karya tulis itu menjadi suatu acara rutin yang diadakan setiap tahun oleh Yayasan Permata Sari,

Hadijaya : Pesertanya dari mana saja ?

Dessy : Pesertanya adalah seluruh guru dan karyawan Sekolah Cikal Harapan dari TK – SMA dan dari semua Cabang Sekolah Cikal Harapan yaitu dari BSD, Jonggol, Percetakan Negara dan Depok.

Hadijaya : Ohh gitu … sudah berapa tahun Dessy bekerja di Cikal dan sebagai apa ?

Dessy : Bulan Juli nanti tepat 4 tahun om, Dessy di Cikal sebagai guru Taman Kanak-kanak.

Hadijaya : Apa tema lomba karya tulis ini des ?
Dessy : Tahun ini tema karya tulisnya “sekolah yang wow”. Lomba karya tulis ini merupakan salah satu kegiatan dalam acara pemilihan teacher of the year.

Hadijaya : Hadiah yang diterima Dessy apa saja ?
Dessy : Dapat sertifikat dan uang tunai 3 juta om !

Hadijaya : Wow…. rejeki nomplok ya des, bagaimana perasaanmu ketika mendengar pengumuman bahwa Dessy adalah Juara 1 ?
Dessy : Iya om alhamdulillah. Dessy juga gak nyangka akan menang karena sekian banyak guru mulai dari TK s/d SMA menurut perkiraan Dessy sebetulnya mereka itu berpengalaman dalam membuat karya tulis yang baik.

Hadijaya : Kapan, dimana dan siapa yang membagikan hadiah tersebut ?.
Dessy : Penerimaan hadiahnya kemarin tanggal 27 Mei 2014 di Bali, berhubung itu acara rutin tahunan “dari kita untuk kita” maka pengumumannya dilakukan pada saat studi wisata ke Bali dalam event teacher of the year 2014. Pembagian hadiah disampaikan oleh ibu Ida Ismail Nasution selaku yang mewakili Pimpinan Yayasan Permata Sari.
Hadijaya : Apa judul karya tulismu des ?
Dessy : Judulnya strategi pengembangan sekolah unggulan.

Hadijaya : Apa saja strategi yang Dessy kemukakan agar suatu satuan pendidikan bisa menjadi sekolah wow atau sekolah unggulan ?
Dessy : Dessy membahas tentang strategi manajemen sekolah yang baik, meliputi layanan siswa, dukungan terhadap bakat dan minat siswa, adanya dukungan terhadap suasana lingkungan belajar serta sarana prasarana agar tercapai suasana yang kondusif.

Hadijaya : Ok des, bincang-bincangnya cukup sekian dulu ya, kami dari Pengurus Ikatan Alumni UT ikut bangga dan gembira atas kemenangan Dessy meraih peringkat juara 1 dalam lomba karya tulis ini. Kami ucapkan selamat dan terimakasih atas semua informasinya, Oom akan memuat obrolan ini ke website alumni UT.
Dessy : Iya om.. sama-sama, nanti Dessy boleh baca ya om ?

Hadijaya : iya dong, tentu saja boleh des…. hehehe

Bakti Sosial IKA-UT Surabaya Untuk Bencana Alam Gunung Kelud

pageO

Laporan Drs. Fatchur Rachman MS
Sekretaris IKA-UT Wilayah Surabaya

Peristiwa meletusnya Gunung Kelud pada tanggal 14 Februari 2014, menyebabkan begitu banyak kerusakan di daerah sekitar. Daerah Kediri, Malang, Blitar dan sekitarnya merasakan dampak yang luar biasa bahkan sampai daerah Jawa Barat. Hujan abu beserta pasir dan kerikil menyebabkan banyak rumah warga yang rusak. Kawasan pemukiman yang berjarak 10 Km dari puncak gunung Kelud dinyatakan awas atau tertutup, para penduduk pun dihimbau untuk mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman.

Peristiwa meletusnya gunung Kelud ini menggerakkan hati para pengurus Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA-UT) Pusat dan Wilayah Surabaya untuk mengadakan bakti sosial. Kegiatan ini pun disambut baik oleh anggota IKA-UT Wilayah Surabaya beserta mahasiswa, sampai dengan hari minggu tanggal 23 Februari 2014 bantuan yang terkumpul selain berupa barang juga berupa uang lebih dari Rp. 10 juta.

Bapak Drs. Fatchur Rachman MS selaku Sekretaris IKA-UT Wilayah Surabaya ditunjuk sebagai koordinator dan pelaksana penyaluran bantuan tersebut ke daerah yang membutuhkan. Beserta para pengurus IKA-UT wilayah Surabaya, Beliau menyiapkan bantuan berupa sembako seperti beras, gula, mie instan, air mineral, kopi dan susu untuk anak-anak. Selain itu bantuan juga berupa obat-obatan, pakaian dewasa dan anak-anak, perlengkapan mandi dan mencuci, celana dalam dewasa dan anak-anak, jarit, mukenah, jilbab, handuk, pembalut wanita, popok bayi dan sandal japit. Menyadari bahwa di pengungsian juga banyak anak-anak, maka pengurus berinisiatif memberikan 100 bingkisan untuk anak-anak yang masing-masing terdiri dari buku mewarna, buku cerita, pensil warna, mainan, susu dan snack (gambar 1 dan 2).

Pada hari minggu tanggal 23 Februari 2014 rombongan berangkat dari Surabaya pukul 08.00 WIB menuju Kediri (gambar 3). Dalam perjalanan rombongan berkoordinasi dengan Posko Bencana Kelud di Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri, dari petugas posko tersebut di dapatkan informasi bahwa para pengungsi di sekitar Kediri sudah kembali ke rumah masing-masing karena sudah dinyatakan aman & bantuan juga sudah banyak diterima.

Kemudian rombongan disarankan ke Posko Kelud di Pasar Ngantang-Pujon daerah Kabupaten Malang karena daerah tersebut masih memerlukan banyak bantuan maka rombongan IKAUT pun menuju ke daerah tersebut.
Selama perjalanan banyak terlihat rumah-rumah yang atapnya roboh dan sepanjang jalan terdapat gundukan-gundukan pasir (gambar 4).
Tampak terlihat pula banyak sukarelawan beserta tentara dan polisi membersihkan jalan-jalan supaya mudah dilalui oleh kendaraan. Sesampai di Posko tersebut rombongan disarankan ke posko yang terdekat dengan tempat pengungsian yaitu di area wisata Bendungan Selorejo. Para pengungsi sementara ini berada di cottage atau hotel di dalam area wisata tersebut. Posko ini merupakan posko terdekat dengan daerah yang terkena bencana, sehingga masih tampak larangan memasuki area tersebut (gambar 5).

Rombongan sampai di daerah wisata Bendungan Selorejo pukul 12.30 WIB, sesampainya disana rombongan juga bertemu dengan artis Dorce Gamala beserta rombogannya dari Jakarta. Di posko tersebut bantuan berupa sembako oleh Bapak Drs. Fatchur Rachman MS beserta dengan perwakilan pengurus IKA-UT wilayah Surabaya diserahkan kepada Bapak H.Umar Said selaku koordinator posko penampungan bantuan (gambar 6-12).

Bantuan tersebut akan di salurkan langsung kepada para pengungsi yang daerahnya masih terisolasi karena akses jalan seperti jembatan telah putus terkena aliran lahar dingin. “Terima kasih Kami ucapkan kepada seluruh pengurus IKA-UT Pusat dan wilayah Surabaya atas bantuan yang telah diberikan, insyaAllah amanah ini akan langsung kami salurkan kepada warga”, demikian ungkapan terima kasih Bapak H.Umar Said.
Selain itu bantuan berupa 100 bingkisan untuk anak-anak dan susu diserahkan oleh Bapak Drs. Fatchur Rachman MS beserta dengan perwakilan pengurus IKA-UT wilayah Surabaya kepada Ibu Hj. Umi Kulsum selaku kepala sekolah PAUD dan TK di desa Pandansari serta Bapak H.Drs Nanang selaku kepala sekolah SDN di desa Pandansari. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih sekali kepada seluruh donatur karena di saat bencana seperti anak-anak masih mendapatkan perhatian, terima kasih atas bingkisan yang telah diberikan”, tutur Ibu Hj. Umi Kulsum. Begitu juga dengan Bapak H.Drs Nanang “semoga segala amal donatur di balas oleh Allah SWT” (gambar 13-15).
Setelah menyerahkan seluruh bantuan, pukul 15.00 WIB rombongan berpamitan dan bergegas kembali ke Surabaya diiringi cuaca mendung menandakan akan turun hujan. Demikian kisah perjalanan rombongan perwakilan pengurus Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA-UT) Wilayah Surabaya menuju ke posko bencana gunung kelud.

Peleburan Aluminium Foil Eks Kemasan Obat dan Minuman Instan

FURNACE


Sampah eks kemasan minuman instan bersama sampah plastik lainnya seringkali menjadi penyebab banjir karena tersumbatnya aliran air. Diantara sampah eks kemasan minuman instan itu ada yang mengandung aluminium foil (lapisan tipis dibagian dalam bungkus) dan bisa didaur ulang untuk dipungut unsur Aluminiumnya melalui cara peleburan. Unsur Aluminium pada bungkus minuman instan termasuk juga bekas kemasan obat dipungut karena bernilai jual.

Upaya pemungutan limbah plastik tersebut disamping untuk memanfaatkan aluminium sebagai material berguna agar tidak mubazir juga cukup membantu upaya penanggulangan banjir akibat sampah plastik yang acapkali menyumbat saluran air.
Aluminium merupakan bahan logam yang banyak digunakan dalam berbagai keperluan seperti untuk melapisi badan pesawat terbang, untuk perabot rumah tangga, untuk kaleng minuman karena mampu memberikan kekuatan mekanik yang baik, tahan korosi, serta memiliki mampu-cor yang baik.
Teknologi proses peleburan dapat dilakukan dengan cara konvensional yaitu dengan teknologi sederhana namun efektif dalam memperoleh aluminium batangan.
Bahan-bahan yang diperlukan pada proses daur ulang ini meliputi bahan utama dan bahan pendukung. Bahan utama adalah bahan baku yang terdiri dari sampah bungkus minuman instan atau bungkus obat yang mengandung aluminium foil dan jika ada ditambah anfalan (barang rongsokan) seperti kaleng minuman, potongan plat atau pipa aluminium.
Bahan pendukungnya berupa greyhon, dibutuhkan pada saat menyalakan api.

Adapun alat peleburan terdiri sebuah tungku peleburan berupa drum yang bagian dalamnya dilapis bata tahan api, besi pengaduk untuk meratakan nyala api, centong untuk menuangkan cairan aluminium, dan cetakan terbuat dari baja untuk membekukan cairan aluminium.
Tungku termasuk semua peralatan yang masih terbelakang ini sengaja diciptakan untuk menghemat biaya produksi. Tungku yang dipakai berjumlah 9 buah ini kalau dioperasikan secara maksimal akan menghasilkan 10 batang alumunium atau kalau bahan bakunya cukup baik akan menghasilkan ±1 kwintal logam aluminium perhari.
Pada proses peleburan, mula-mula sampah kemasan aluminium foil dimasukkan secara bertahap yaitu kira-kira 50% dari kapasitas tungku. Selanjutnya masukkan greyhon (bahan bakar) yang dibungkus dengan grenjeng (kertas timah rokok) dan dinyalakan apinya. Ketika api mulai menyala greyhon terus ditambahkan hingga api membesar.
Setelah itu semua bahan utama dan anfalan (barang rongsokan) aluminium dimasukkan sampai tungku penuh. Bungkus aluminium foil terus diaduk dan ditekan untuk membantu mempercepat pencairan.

Apabila telah terjadi pencairan logam aluminium kemudian kotoran yang mengapung dalam bentuk terak dibuang memakai centong. Penuangan logam cair Aluminium ke cetakan baja juga dilakukan menggunakan centong. Pembekuan logam cair dengan udara terbuka sampai menjadi dingin dan aman dipegang berlangsung selama 10-12 jam. Setelah beberapa saat logam cair membeku (disebut coran) yang selanjutnya dikeluarkan dari dalam cetakan. Coran tersebut kemudian dipreparasi untuk dianalisa mikrostrukturnya menggunakan alat mikroskop optik atau diuji kekerasannya menggunakan alat micro hardness tester.
Mutu hasil proses peleburan logam aluminium dapat diketahui dengan cara menganalisa mikrostrukturnya yaitu melalui teknik metalografi atau mikroskopi. Keadaan mikrostruktur, dalam hal ini grain size (ukuran butir) sangat berpengaruh terhadap sifat mekanis logam. Pengerjaan metalografi terhadap coran logam akan menampilkan mikrostruktur yang membantu interpretasi kualitatif maupun kuantitatif.
Tahapan pekerjaan yang dilakukan untuk menganalisa mikrostruktur coran logam seperti paduan Aluminium meliputi Sampling-cutting sectioning (pencuplikan), coarse grinding (pengasahan kasar), mounting (penanaman), fine grinding (pengasahan halus), rough polishing (pemolesan kasar), pemolesan akhir, selanjutnya coran Aluminium dietsa dengan reagen dari campuran beberapa bahan kimia antara lain: 10 mL HCl + 30 mL HN03 + 5 gr FeCl3 + 20 ml H2O.
Beberapa metode pengetsaan yang umum dilakukan antara lain adalah metode optik, elektrokimia (kimia), dan fisika. Etching dengan metode kimia kiranya yang paling praktis dan dilakukan dalam percobaan ini. Dalam teknik etching larutan pengetsa bereaksi dengan permukaan cuplikan tanpa menggunakan arus listrik. Peristiwa etching metode ini berlangsung oleh adanya pelarutan selektif sesuai dengan karakteristik elektrokimia yang dimiliki oleh masing-masing area permukaan bahan. Selama pengetsaan, ion-ion positif dari logam meninggalkan permukaan bahan uji lalu berdifusi kedalam elektrolit ekivalen dengan sejumlah elektron yang terdapat dalam bahan tersebut. Dalam proses etching secara langsung, apabila ion metal tersebut meninggalkan permukaan bahan lalu bereaksi dengan ion-ion non logam dalam elektrolit sehingga membentuk senyawa tak larut, maka lapisan presipitasi akan terbentuk menempel pada permukaan bahan dengan berbagai jenis ketebalan. Ketebalan lapisan ini sebagai fungsi dari komposisi dan orientasi struktur mikro yang lepas kedalam larutan. Lapisan ini dapat menampilkan interferensi corak warna disebabkan karena variasi ketebalan lapisan dan ditentukan oleh mikrostruktur logam yang ada dibawahnya.

Cuplikan yang merupakan potongan-potongan bagian dalam aluminium hasil tuang diamati dengan Optical Microscopy lalu dilakukan pemotretan. Pengamatan pada foto mikrostruktur, secara umum memperlihatkan adanya bentuk matrik induk yang bewarna terang dan partikel-partikel bewarna gelap yang mengarah kebatas butir. Jumlah partikel yang bewarna gelap pada benda hasil tuang umumnya tergantung pada kecepatan laju pendinginan. Semakin cepat laju pendinginan, maka kecepatan pertumbuhan butir akan lebih rendah dari pada kecepatan nukleasi, sehingga butir yang diha¬silkan menjadi halus sehingga kekerasan dan kekuatan tarik akan tinggi.
Berdasarkan pengalaman teknis metalografi maka untuk mendapatkan tampilan permukaan logam yang kontras khususnya batas antar butir, faktor yang menentukan pada prinsipnya adalah keterampilan teknisi dalam preparasi sampel mulai dari Pencuplikan sampai Pemolesan. Selanjutnya, pada saat pengetsaan maka faktor yang menentukan keberhasilan adalah pengetahuan dalam memilih formula etsa berikut metodenya yang tepat. Faktor lain yang juga cukup penting adalah kemampuan dalam mengaplikasikan mikroskop terutama teknik pengaturan cahaya serta fokus gambar batas antar butir logam. [Hadijaya].

Note :
Bidang Pengembangan Teknologi IKAUT Pusat juga melayani konsultasi usaha :
1. Pengujian material (logam dan non logam)
2. Kursus/ Pelatihan Peleburan Aluminum foil (minimal 10 peserta)
3. Pembuatan starter pupuk organik cair
4. Pelatihan Karya Ilmiah Remaja

Hubungi kami di HP : 08128727937;
Informasi kerjasama, konsultasi uji material dll dapat juga menghubungi face book : Kusuka Iptek.

Mengenal Korps Resimen Mahasiswa UT

pageUTjak

hjda
Menwa baret ungu adalah unsur rakyat terlatih yang dipersiapkan untuk bela Negara. Jauh sebelumnya kita kenal nama Walawa (Wajib Latih Mahasiswa) ketika itu memakai baret kuning, kemudian berdasarkan keputusan bersama tiga menteri yaitu Menteri Pertahanan Keamanan/ Panglima Angkatan Bersenjata (Nomor : KEP/39/XI/1975), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Nomor : 0246 a/u/1975) serta Menteri Dalam Negeri (Nomor : 247 Tahun 1975) maka pada tanggal 11 Nopember 1975 telah ditetapkan pembinaan organisasi Resimen Mahasiswa dalam rangka mengikutsertakan rakyat dalam Pembelaan Negara.
Sejak itu rektor diberbagai perguruan tinggi mulai mengirimkan mahasiswa sebagai utusan untuk mengikuti latihan dasar militer, penyertaan mahasiswa dalam Latsar atau Diksar berlangsung hampir setiap tahun sehingga jumlah Menwa makin banyak. Disetiap perguruan tinggi terdapat pos komando menwa yang merupakan kantor untuk memudahkan koordinasi kegiatan. Pos Komando Menwa dinamai sebagai Batalyon atau Satmenwa (Satuan Resimen Mahasiswa).
menwa1
Saya-pun ketika menjadi mahasiswa di Yogyakarta tahun 1980, pernah pula diikutsertakan dalam latihan dasar militer di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Klaten dan Wonosari selama 3 minggu. Saya pernah menjabat sebagai Kasi Personil, lalu sebagai Kasi Intel dan pernah pula sebagai Kastaf Yon-V hingga tahun 1983. Banyak pengalaman yang diperoleh dalam latihan dasar militer tersebut terutama tumbuhnya rasa cinta dan tekad untuk bela Negara.
menwa4
Universitas Terbuka adalah MEGA UNIVERSITY dengan 458 ribu mahasiswa (hasil registrasi semester genap 2008) atau lebih dari 650 ribu orang mahasiswa redundent yang tersebar di seluruh Indonesia, adalah asset terbesar dari bangsa Indonesia. Resimen Mahasiswa (Menwa) UT yang tergabung dalam Satmenwa UT Jakarta juga merupakan asset yang penting dalam pembelaan Negara. Andaikata dari 1000 Mahasiswa UT terdapat 1 orang sebagai Menwa betapa hebatnya sumbangsih UT bagi pembelaan NKRI dimasa mendatang. Namun ini semua terpulang pada kewenangan Rektor untuk mengelola dengan penuh bijaksana sesuai dengan situasi dan kondisi masa kini dan yang akan datang.
menwa5Untuk mengenal secara dekat eksistensi Menwa UT, maka kali ini Hadijaya Kabid Pengembangan IT IKAUT Pusat melakukan Blusukan Online sejak Sabtu malam 8 Februari 2014 menjumpai Komandan dan beberapa staf Satuan Resimen Mahasiswa UT (Satmenwa UT) Jakarta, dan lainnya. Para Menwa yang notabene mahasiswa UT sebanyak 6 orang tersambung dengan Hadijaya dijejaring social Face book bersama dalam satu inbox antara lain : Sutarno TL (Dansatmenwa UT Jakarta), Hasanudin (Wadansatmenwa UT Jakarta) beserta staf lainnya yaitu Saut Panggabean, serta Enggal, dan Septi (Kasmenwa Bengkulu) … mari simak bincang-bincangnya berikut ini :
menwa8Hadijaya : Selamat malem… saya alumni menwa mahakarta dan alumni UT mau gabung dengan Satmenwa UT Jakarta… bagaimana prosedurnya pak ?
Hasanudin : malem pak, datang ke Skomenwa Jayakarta ya pak ? Jl Pulo mas barat VI/28 Jaktim, kita ketemu disana.

Hadijaya : ya sama-sama pak.. saat ini Satmenwa UT sedang sibuk Giat OSMB ya ?, sukses acaranya pak ?… adakah foto-fotonya ?
Hasanudin : lancar pak, dapat 12 calon, photonya ga punya, gak ada yang punya kamera, ada dari teman UKM yang lain, nanti kalo dah dapat di upload.

Hadijaya : Satmenwa UT ini belum banyak diketahui mahasiswa UT, saya harap agar satuan ini dikenal semua mahasiswa UT, oleh sebab itu Satmenwa UT perlu diekspose melalui website : alumni-ut.com…. bagaimana bung, sediakah bincang-bincang dengan saya Hadijaya, Bidang Pengembangan IT Pengurus Pusat IKAUT ?
Hasanudin : siap pak,… kunjungilah : http://www.jakarta.ut.ac.id/index.php/berita-upbjj-ut-jakarta/77-abdimas-pembuatan-biopori.html….

Hadijaya : Oke itu diantara kegiatan menwa UT yang nanti akan saya lihat, tapi sebelumnya saya ingin mengenal dulu admin FB Satmenwa UT Jakarta ini, namanya siapa ?
Hasanudin : Hasanudin, pak

Hadijaya : ohh… ternyata adminnya adalah Hasanudin ya…, kupanggil bung Hasan saja ya… apakah masih sebagai mahasiswa UT atau sudah alumni ?
Hasanudin : masih, pak. dikit lagi…

Hadijaya : bung Hasan dari prodi dan fakultas apa ?
Hasanudin : Fisip Adne pak…

Hadijaya : lalu di Satmenwa UT memegang jabatan apa ?
Hasanudin : Wadansat sedangkan Dansatnya Sutarno TL

Hadijaya : tolong sebutkan juga yang lain…, nama Kasie 1, Kasi II dst, sekalian Dan propos.
Hasanudin : lagi minus personil pak, Kaur Diklat dan Provos, Risky; Kaurmin Linda LN; anggota Enggal, ada juga senior Mahawarman pak.

Hadijaya : sambil bekerja dimana bung Hasan ini ?
Hasanudin : sekitar 6 bln yang lalu habis kontrak pak, lalu sekarang jadi relawan di penanggulangan bencana.

Hadijaya : dulu ikut Latsar di Puslatpur mana bung ?, lalu Universitas mana saja yang aktif Menwanya ?
Hasanudin : di Rindam Jaya Ciampea, Gunung Putri, semua dari Jayakarta, ada sekitar 30-an Universitas.

Hadijaya : pelaksaaan Latsar itu apakah ada setiap tahun ya ?
Hasanudin : ya setiap tahun ada pak, tapi pernah juga tidak dilakukan rekruiting,… saya lupa tahunnya.

Hadijaya : pada tahun 2014 ini mahasiswa UT ada berapa yang ikut mendaftar sebagai camen ?
Hasanudin : tadi siang yang mendaftar ada 12 orang.

Hadijaya : Alhamdulillah, lumayan lalu yang mendanai kegiatan pelatihan mereka nanti pihak mana itu ?
Hasanudin : untuk Diksar-nya dari Skomen, untuk perlengkapan biasanya dipinjamkan dari senior seperti saya dan Rizki serta teman yang lainnya, tapi andaikata banyak yang mendaftar kami bingung juga dalam mengatasi masalah koperlap-nya.

Hadijaya : Apa pesan-pesan bung Hasan selaku Wadansat untuk mahasiswa UT dimanapun berada ?
Hasanudin : pesan saya ? … mungkin sebagai mahasiswa UT jangan lupa akan kehormatan pembelaan negara disegala bidang, termasuk seperti yang kami lakukan selama hampir 1 bulan aktif dalam penanggulangan bencana banjir di Jakarta.

Hadijaya : apa saja aktifitas yang dilakukan saat penanggulangan bencana banjir di Jakarta itu ?
Hasanudin : secara keseluruhan yaitu pengelolaan posko pengungsian di GOR Otista, menyebarkan personil di 23 titik Posko Penanggulangan Bencana, tidak termasuk perwira penghubung/ adm di BPBD (saya) dan BNPB (Rizki).

Hadijaya : koordinasi kegiatan tersebut apakah tersambung dengan Skomen Jakarta ya ?
Hasanudin : betul pak, komando ada di Skomenwa Jayakarta, adapun Giat diposko adalah Administrasi Posko, distribusi dan penerimaan bantuan, dll.

Hadijaya : Satmenwa UT menyalurkan bantuan, dari mana sumbernya ?
Hasanudin : Menwa UT tergabung dengan Satgas Menwa Jayakarta pak, bantuan berasal dari berbagai lembaga dan induvidu.

Hadijaya : posko bung Hasan saat penanggulangan banjir ada dimana di jalan apa ?
Hasanudin : perwira penghubung di BPBD DKI Jakarta, Pusdalops BPBD DKI Jakarta, Jl. Medan Merdeka Selatan.

Hadijaya : tolong beri saya email Satmenwa UT, mungkin diperlukan nanti
Hasanudin : satmenwa.ut@gmail.com
http://menwa-ut.blogspot.com/2013/11/pendaftaran-online-calon-anggota.html
-Pendaftaran Online Calon Anggota Satmenwa UT Jakarta Resimen Mahasiswa Jayakarta -Satmenwa UT, -menwa-ut.blogspot.com

(Dan Satmenwa UT Jakarta menambahkan Sutarno TL, menambahkan Enggal, menambahkan Saut Pangabean ke inbox).

Sutarno : kenalkan anggota baru Menwa UT yang baru selesai pendidikan di Marinir : Enggal.
Hadijaya : iya bung Tarno, saya mau memuat berita mengenai eksistensi Satmenwa UT di web alumni-ut.com. Silahkan tinjau dulu : www.alumni-ut.com
Sutarno : blog menwa ut http://menwa-ut.blogspot.com

Hadijaya : ok.. nanti kulihat blognya Menwa, kalau ada youtube-nya juga nanti mau saya link ke website alumni UT.
Sutarno : siap pak, belum punya videonya pak, terima kasih, saya sangat berharap dukungan senior-senior untuk melanjutkan perjuangan kita di MENWA

Sutarno TL : Siap komandan perlu diketahui saya sama Hasanudin sebenarnya adik leting pak Rudi, saya Diksar 1995 dan pak Hasanudin 1996, karena kecintaan kami terhadap UT maka kami turun gunung untuk melanjutkan apa yang pak Saut, pak Rudi rintis dari 1993 di UT Jakarta, karena setelah generasi pak Hasanudin kesininya kosong dan alhamdulillah kita sudah melahirkan dua angkatan dan Enggal ini adik kita yang baru.

Hadijaya : mantap sekali…. saya jadi terharu dengan perjuangan kalian, bagaimana dengan kondisi Posko ? … punyakah ?
Sutarno : izin pak untuk Posko masih numpang sama Skomen. Siap senior kita sudah sampaikan ke Ka.UPBJJ UT Jakarta melalui surat dan Proposal untuk pengajuan Mako tidak di acc, karena menurut beliau UT tidak sama dengan Universitas lain, maksudnya pengajuan Markas komando masih mentah seperti dahulu… tidak di acc.

Hadijaya : mari kita mulai dengan UT baru, saya yakin bu Rektor merespon dengan baik.
Saut Panggabean : Siaapp !!, … siap senior yang jauh disana…selamat siang Ndan, salam kenal dan selamat malam Pak Hadi dan juga selamat malam komandan Satmenwa UT Sutarno atau Wadansat Hasanudin yang sedang online malam ini.
Sutarno : malam bang !

Hadijaya : oh bung Saut datang …
Sutarno : izin pak, saya memandang perlu untuk segera melaksanakan sertijab Dansat guna mempermudah masalah koordinasi di UT Pusat, karena jika melakukan koordinasi ke UT Pusat maupun UT Jakarta pasti dicek dulu aktivasi kemahasiswaannya jangan sampai pihak Rektorat berpikir kami mau aktif di Menwa karena ada sesuatu yang lain.

Hadijaya : betul itu Dansat Sutarno… perlu direncanakan dengan baik untuk ke UT Pusat.
Saut Panggabean : Bang Hadi.. tertib administrasi semua tentang Menwa UT memang perlu tetap dijalankan. Laporan dengan tembusan ke Rektor itu harus, apalagi sertijab Dansat dulu rutin kami kirim ke Pondok Cabe tentang segala hal kegiatan Menwa, termasuk Laporan Purna Tugas (Lapnagas Satgas XIII Menwa ke Timor Timur dengan lampiran beberapa foto dihalaman belakang) yang saya ikuti, kami datang menghadap Purek III Prof. DR. Asmawi Zainul, M.A kami (2 org) diterima, lapnagas diterima dan didisposisikan. Belakangan kami main lagi ke Pondok Cabe, Lapnagas kami sudah berjejer dideretan buku-buku Perpustakaan UT. Demikian juga Lapnagas 1 orang lagi pada Satgas XV a.n. Rudi Hartono beliau serahkan dan ada di Perpustakaan UT.

Sutarno : Siap pak hadi terimakasih atas masukannya … tapi untuk aktifitas terdekat kita sebagai bagian dari UPBJJ UT Jakarta sepertinya perlu juga markas komando di UPBJJ UT Jakarta.

Hadijaya : oke… mudah-mudahan dari tampilan info kegiatan Menwa UT Jakarta, mahasiswa UT di S’pore, Korea, Hongkong, Malaysia juga kepengen jadi menwa UT, tapi mungkinkah itu bung ?
Sutarno : ndan saya sependapat dengan wadan, rencana kita akan siapkan adik-adik kita untuk jadi generasi penerus kita, supaya mereka bisa maju tidak jenuh ditingkat anggota saja, kemarin ada mahasiswa UT Hongkong juga respons dengan menwa ndan..

Hadijaya : lanjut… Bung Saut bagaimana pendapat anda mengenai Satmenwa UT dimasa yad ?
Saut Panggabean : Baru kali ini saya merasakan ada sesuatu yang baru, meskipun perjuangan Satmenwa UT untuk bisa mendapatkan Posko saya kira tidak mudah, tapi berkat kepedulian para senior-senior saya yang kini ada “didalam institusi UT, Senior Pak Hadi dan Ibu Septi, besar harapan saya sebagai Alumni Menwa UT mengenai segala upaya yang dulu kami coba ajukan terutama agar memiliki sebuah Posko untuk adik-adik berkoordinasi kiranya kedepan dapat terrealisir, semoga. Terima kasih atas kepedulian Pak Hadi dan Ibu Septi serta Bapak/ Ibu yang lainnya.

Hadijaya : bung Saut … horas !, anda banyak tau perkembangan korps menwa UT, saya senang mendengar uraian bung Saut Panggabean.
Saut Panggabean : Siaap Senior@Bang Hadi…. , saya pernah kirim via inbox ini atas permintaan Wadansat Hasanudin ketika beliau sendirian memikul beban berat eksistensi satuan, ditinggal Dansat Sdr. Tony Irawan yang akan bekerja/ tinggal di Cirebon, belum tersambung komunikasi waktu itu saya dengan Dansat Sutarno, saya juga merasakan duka yang mendalam, masa iya Satmenwa UT akan tenggelam ? Saya kirim waktu itu Nama, sebagian NBP yang saya ingat, dari seluruh angkatan (Angktan I atau saya dan 16 rekan lainnya) serta Nama-nama anggota Satmenwa UT setelah angkatan saya, sampai yang terakhir angkatan yang saya ketahui sebelum saya jadi Alumni). Demikian Bang Hadi.. mungkin bisa dilengkapi lagi oleh Komandan Sutarno (kemarin sudah share di inbox kita ini urutan angkatan/ tahun/ jumlah personel) tapi tidak mencantumkan Nama-nama Personel. Edit jika kiriman saya ke Wadansat Hasanudin kurang lengkap nama-nama angkatan tahun kemarin dan angkatan yang baru-baru ini, lalu copy paste dan segera kirimkan ke Pak Hadi sebagai bahan untuk referensi ke UT Pusat.
Sutarno : Siap komandan itu juga yang menjadi kendala kita untuk komunikasi dengan pihak UT, karena kita belum memiliki pembina dari pihak UT.

(Satmenwa UT Jakarta menambahkan Septi Verawati ke inbox)

Hadijaya : saya belum kenalan dengan bu Septi, siapakah beliau sebenarnya?
Sutarno : beliau adalah Kasmen Bengkulu pak, mahasiswa Fisip UT, baru saja lulus TAP.

Hadijaya : oh… dik Septi bisa diajak gabung ya, mudah-mudahan dia mau memberikan informasi mengenai betapa pentingnya eksistensi Menwa UT.
Saut Panggabean : Siaap Pak, Horas juga… hehehe sama-sama Dansat Sutarno, Pak Hadi kalau boleh sedikit bercerita, dulu kami sudah sering menghadap Purek III dan segala tembusan-pun tentu sampai ke Rektor, mengenai SKB 3 Menteri yang menjadi pedoman Menwa Indonesia hingga saat ini sudah kami berikan pada Rektor sekalian kami memohon sebuah Posko, dan kepada Purek III pada saat itu kami katakan tidak masalah Posko didirikan di UT Pusat Pondok Cabe yang penting kami ada sebuah tempat untuk kami bisa berkoordinasi dan melatih adik-adik calon Menwa. Tapi itu dulu Pak, tentu sekarang Rektor dan Purek sudah ber-kali ganti.
Terima kasih Bang atas dukungan dan perhatiannya. Memang perlu kita dorong adik-adik di Satmewa UT Jakarta yang ada sekarang untuk setiap kegiatan yang diikuti agar mendokumentasikannya guna keperluan bukti otentik guna keperluan publikasi dan sebagai bahan menghadap pejabat di UT Pusat. Dulu sewaktu kami tinggalkan semua telah lengkap baik administrasi pembukuan, struktur organisasi, piala/ piagam, vandal, dari dokumentasi kegiatan yang diikuti dan dari penghargaan dari satuan Menwa yang ada di Jakarta. Berhubung ketiadaan posko maka kami dulu menumpang/ memakai 1 ruangan kecil bersama PKBM-UT disamping kantor UPBJJ Jakarta.

Hadijaya : Silahkan bung Sutarno Dan Satmenwa UT menyampaikan pesan-pesan untuk mahasiswa UT.
Sutarno : Pesan Komandan Satuan Resimen Mahasiswa Jayakarta Satuan Universitas Terbuka UPBJJ UT Jakarta untuk mahasiswa UT dimana saja berada : teruskan perjuangan kami setapak langkahmu menentukan masa depan bangsa, jangan ragu !!! “Mari bergabung, siapkan diri dan yakinlah akan masa depanmu”.
Satmenwa UT Jakarta adalah laboratorium pembentukan “national character building” untuk menjadi pemimpin masa depan dalam kepeloporan disegala bidang dengan penyempurnaan ilmu pengetahuan dan ilmu keprajuritan.

Hadijaya : oke Dansat… saya catat itu.
Sutarno : Siap pak, perlu dilaporkan untuk masa jabatan saya ini, untuk angkatan pertama rintisan 2012 kita mempunyai adik Rizki dan Linda, jadi menurut rencana kita akan menyelenggarakan Rakomsat untuk memilih Dansat dari angkatan mereka dan mereka sudah mempunyai adik leting yaitu Enggal, dibawah Enggal ada satu camen yaitu Suswanto, mudah-mudahan hasil OSMB bisa menambah camen lagi.
Mahasiswa UT Hongkong Fb (Vita Ciasing) minat dengan Menwa, ya itu tadi kita sampaikan bahwa kita itu beda dengan UKM lain, masuk Menwa harus ikut Diksar dulu, makanya bisa jadi Menwa kalau mau pulang ke RI untuk ikut Diksar hehehe…

Hadijaya : betul bung Sutarno, jika dikonfirmasi tentu ada 1 atau 2 mahasiswa TKI yang pas berlibur bisa ikut Diksar, kita perlu segera melangkah dengan langkah tegap maju jalan.
Sutarno : siap komandan, kalau kita pertahankan nanti ade-ade kita keburu kabur, regenerasi tidak berjalan. Rizki sudah dipersiapkan dan dia sudah ikut PKBN tingkat nasional, itu foto anggota menwa UT 4 orang mengikuti pelatihan kader bela negara dari menhan.

Hadijaya : ok… terimakasih atas infonya
Sutarno : izin pak hadi kalau diperkenankan masukan, anggota menwa UT Jakarta itu dari 1993 sudah banyak, mungkin kalau bapak tulis dalam web IKAUT mereka membaca, berharap mereka bisa bersatu dalam satu wadah ikatan Alumni Resimen Mahasiswa UT.

Hadijaya : oh iya.. tentu semua informasi ini akan saya muat di web IKAUT. Bung Sutarno andaikata pendataan para alumni menwa UT itu ada di Sekretariat, tentu semua akan jadi tau bahwa Satmenwa UT sebetulnya memiliki banyak personil.
Sutarno : siap komandan mungkin dengan bergabung beliau bisa memberikan masukan dan suport untuk melanjutkan keberadaan menwa di UT yang kita cintai ini, karena perlu diketahui juga kita beda dengan kampus lain, seperti yang disampaikan kepala UPBJJ bahwa beliau mengizinkan ada menwa. Selanjutnya kami berjalan menggunakan dana swadaya atau dari kantong Dansat dan Wadan.

Hadijaya : sebetulnya kalau semua menyadari, bahwa Rektor adalah Pembina Menwa ditiap satuan (Universitas).
Sutarno TL : mungkin dengan berjalannya waktu akan segera ada perubahan dan sepertinya itu sudah dimulai pada saat kita mengadakan kegiatan lubang biopori, silahkan lihat di :
http://www.jakarta.ut.ac.id/index.php/berita-upbjj-ut-jakarta/77-abdimas-pembuatan-biopori.html

Septi Verawati : Malam pak
Hadijaya : selamat malam dik Septi, salam dari saya Bidang Pengembangan IT IKAUT Pusat, saya juga mantan menwa mahakarta 1980.

Septi Verawati : Malam pak, saya dari Menwa Bengkulu salam kenal
Sutarno : sekalian izin Kasmen, saya juga memperkenalkan diri, saya Sutarno Dansat UT Jakarta Diksar 95, saat ini dipercaya sebagai Aslog Kasmen Jaya.

Hadijaya : apa kabar menwa Bengkulu ?
Septi Verawati : Saya, Diksar tahun 2000 pak, kabar Bengkulu bagus pak, rencana kami di Bengkulu mau bikin Menwa di UT sini lalu bagaimana mekanismenya ya ?, kalau di Bengkulu namanya Skomen Mahadwiyudha pak

Hadijaya : ide yang bagus, kita lakukan langkah awal dulu yaitu sosialisasi menwa untuk civitas akademika UT.
Septi Verawati : Bagus banget itu pak biar mahasiswa UT yang di Provinsi lain juga tau kalau di UT juga ada Menwa.
Sutarno TL : ini foto Diksar anggota Satmenwa UT Jakarta 2013 di Bumi Marinir Cilandak ndan dulunya kita tergabung dalam Batalyon 21.

Hadijaya : ya makasih, mohon ijin nantinya saya akan download foto-foto kegiatan menwa dari album Satmenwa UT
Sutarno : siap nDan, kalau ini foto saya dan rekan dengan pejabat Pemprop DKI pa Jokowi dan Ahok

Hadijaya : apakah Septi pernah mengusulkan pembentukan menwa UT Bengkulu kepada kepala UPBJJ Bengkulu ?
Septi Verawati : Kita sudah masukkan surat audiensi tapi sampai sekarang belum ada tanggapan mungkin karena peralihan pimpinan di UPBJJ Bengkulu kemarin.

Hadijaya : di Bengkulu Septi aktif di kampus yll atau menjabat di Skomenwa Mahadwiyuda ?
Septi Verawati : Saya Kasmen (Kepala Staf Resimen) di Mahadwiyudha pak

Hadijaya : wow… mantap ya, Kepala Staf Resimen adalah pejabat yang merupakan staf Komandan Kodim Bengkulu, masa jabatannya / periodenya … kapan sampai kapan ?
Septi Verawati : Masa jabatan 2012 s/ 2014, akhir tahun nanti berakhirnya pak

Hadijaya : Bung Sutarno, Satmenwa UT Jakarta sampai saat ini sudah berapa kali mengalami peralihan Komandan ?
Sutarno TL : PROFIL SATUAN. Terbentuk : 28 Oktober 1993 1. Angkatan I/Seroja 1993 : 17 Orang 2. Angkatan II/Pasopati 1994 : 18 Orang 3. Angkatan III/Bima 1995 : 13 Orang 4. Angkatan IV/Arjuna 1996 : 10 Orang 5. Angkatan V/Yudhistira 1997 : 6 Orang 6. Angkatan VI/Nakula sadewa 1998 : 3 Orang 7. Angkatan VII/ 1999 : 2 0rang 8. Angkatan VIII/Jayawangi 2001 : 1 Orang 9. Angkatan IX/ 2004 : 1 Orang 10. Angkatan X/ Wira Chandra 2012 : 2 Orang 11. Angakatan XI/2013 : 1 orang Susunan Pengurus 2012-2013 Komandan Satuan : Sutarno NBP: 95750724123 Wakil Komandan Satuan : Hasanudin NBP: 96780724505 Kaur Diklat : M. Rizky Ardyan NBP: 12940735101 Kaur Minlog : Linda Lestari N. NBP: 12760735102 Partisipasi yang pernah dilakukan: 1. Satgas Dharma Bakti Timor Timur/ Operasi Seroja 1994 – 1997 2. Bakti Sosial Kebersihan Banjir Kp. Melayu 1995 3. Operasi Batara (BaktiTunggal Abri dan Rakyat) KODAM JAYA 1997 4. Operasi Kemanusian Tanggap Darurat Tsunami Aceh 2004 5. Donor Darah tingkat satuan maupun tingkat skomenwa. 6. Gelar Relawan BNPB 2012 7. Operasi Tanggap Darurat Banjir Jakarta 2013/2014

Hadijaya : info yg sangat berguna bung, terimakasih
Sutarno : siap ndan ini latsar yang terakhir 2013 nama angkatannya Samudra Jaya Sena kita hanya bisa kirim 1 orang yaitu Enggal.
DANMENBANPUR-2 MAR BUKA PENDIDIKAN BELA NEGARA MENWA JAYAKARTA Dispen Kormar (Jakarta). Komandan Resimen Bantuan Tempur-2 Marinir (Danmenbanpur-2 Mar) Kolonel Marinir Tri Subandriyana memimpin upacara pembukaan Pendidikan Bela Negara Resimen Mahasiswa Jayakarta tahun 2013 di lapangan Brigif-2 Mar, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta selatan, Rabu (27/11/2013). Dalam upacara pembukaan tersebut dihadiri oleh Wadan Menbanpur-2 Mar, Danyonkes-2 Mar, Danyonprov-2 Mar, Para Perwira Staf Menbanpur-2 Mar, Danmenwa Jayakarta Lukman Hakim,SE., serta para siswa-siswi peserta pendidikan yang seluruhnya berjumlah 182 orang.

Hadijaya : oke bung Sutarno, sebagai Komandan Menwa UT Jakarta, apa komentar anda sehubungan dengan polemik penamaan KRI Usman-Harun yang ditentang oleh PM S’pore beberapa waktu yll… ?
Sutarno : Hak pemerintah Indonesia untuk memilih nama KRI Usman Harun karena mereka adalah pahlawan nasional yang berjasa kepada bangsa ini.

Hadijaya : lalu bagaimana pandangan menwa terhadap sikap pemerintah S’pore itu ?
Enggal : Usman dan Harun adalah pahlawan yang melakukan tugas negara. Mereka seusia kami anggota Menwa. Namun telah membuktikan rasa nasionalisme mereka. Sikap Singapura terlalu berlebihan, karena ketika perang orang yang dianggap pahlawan di negara kita menjadi musuh bagi negara lain. Seharusnya mereka tidak usah mengungkit hal ini. Situasi dulu dan sekarang berbeda. Mereka bukan teroris yang sengaja melakukan teror. Mereka adalah pejuang yang mempertahankan kedaulatan NKRI.

Septi Verawati : Indonesia negara yang berdaulat yang mempunyai hak penuh memberi nama apapun untuk KRInya, pemerintah S’pore ngak usah terlalu membesar-besarkan, masalah NKRI adalah harga mati.

Hadijaya : jadi menwa tetap mendukung penggunaan nama Usman Harun pada KRI yang baru tsb ?
Enggal : Siap….Saya pribadi sangat mendukung. Walaupun saya belum lahir di tahun 1968. Tetapi membaca kisah mereka membuat hati saya bergetar dan kagum atas dedikasi mereka. Mereka masih sangat muda dan rela mempertaruhkan nyawa demi bangsa. Mereka gugur dengan kepala tegak dan terhormat.
Septi Verawati : Pasti, bagi Indonesia Usman Harun adalah pahlawan, peduli amat ama sikap pemerintah Singapore

Hadijaya : oh… jadi agaknya pemerintah S’pore itu cuma merengek ketakutan kalau nama Usman Harun dikibarkan, mereka mungkin takut semangat juang tersebut kembali berkobar dan S’pore direbut Indonesia.
Septi Verawati : bisa jadi, ketakutan yang tidak beralasan
Enggal : Inilah saatnya membangkitkan kesadaran rakyat Indonesia tentang cinta tanah air. Mungkin ada sesuatu yang lebih dari itu. Mereka adalah negara persemakmuran, jadi ada kepentingan lain.

Hadijaya : Rakyat Indonesia sudah sadar sejak dulu, rakyat Indonesia perlu dibekali lagi dengan kekuatan sistim pertahanan dan keamanan. Kira-kira apakah menwa yang bekerja di sebuah Instansi siap menerima tugas pertahanan diperbatasan, meninggalkan kantor dan keluarganya… ?
Enggal : Siap…. apabila memang kita dibutuhkan negara. Jangan harta benda, jiwa raga siap kita korbankan. Menwa sudah dididik untuk bela negara. Perintah komando harus dilaksanakan, demi kemajuan bangsa.
Septi Verawati : Kalau memang dibutuhkan saya siap !

Enggal : Izin senior. Kita sedang Pradik anggota baru, Siswa Suswanto dan M.Adam. Besok berangkat Diksar di Mahabanten.

Hadijaya : ok … salam buat teman-teman yang Pradik semoga sukses

Yudi Ism : selamat siang senior menwa, mohon izin saya yudi ism mahasiswa UT smt 6 Admin Negara dari UPBJJ Purwokerto, di perguruan tinggi sebelumnya saya mengikuti diksarmil tahun 99 dan aktif dimenwa,….. di UT dari smt 2 lalu saya ingin sekali aktif kembali menjadi anggota menwa disela sela kesibukan saya. minimal ada yang bisa saya lakukan diakhir Smt saya di UT untuk menwa, saya berkomunikasi dengan pak Diki yang senantiasa memberikan bimbingan tetapi masih belum maksimal, terketuk rasanya jiwa saya tatkala menlihat dan mendengar banyaknya bencana alam disekitar saya tapi sedih rasanga tatkala saya tidak bisa berbuat apa-apa, kabar berita tentang gunung kelud yang debunya sampai tempat saya, mohon petunjuk para senior apa yg harus saya lakukan minimal di UPBJJ Purwokerto terbentuk dulu satmenwa terimakasih sebelumnya

Hadijaya : salam kenal bung Yudi, pernah bergabung di Menwa ya, apa nama kesatuannya th 99 itu ?
Yudi Ism : salam kenal kembali Hadijaya saya gabung di MAHADIPA Sat 933 saya berharap ada yang bisa saya lakukan diakhir semester saya di UT untuk MENWA UPBJJ Purwokerto pada khususnya mohon petunjuk senior.
Saut Panggabean : Ijin senior Bang Hadi, sedikit menanggapi untuk Yudi Ism, baik sekali keinginannya yang masih besar untuk mengabdi dibidang sosial apalagi pernah menjadi anggota Menwa sebelumnya. Tak ada batas di perguruan tinggi (perti) manapun termasuk di UT mewujudkan salah satu fungsi Menwa menanggulangi akibat bencana alam (SKB 3 Menteri thn 2000 ttg pembinaan Menwa), apakah satuan menwa UT UPBJJ Purwokerto belum terbentuk ? Kalau belum, coba cari beberapa rekan sesama mahasiswa UT Purwokerto yang kira-kira berminat jadi Menwa dan rekan Yudi Ism sebagai Senior membuat rencana lalu mengadakan pendekatan ke Binmawa atau langsung ke Ka. UPBJJ UT Purwokerto untuk membicarakan niat pembentukan satuan ini tentunya disertai proposal pengajuan, setelah langkah kedalam dilakukan, adakan pendekatan dengan Komandan Satuan atau Dan Yon Kala Yudha Univ. Jend. Soedirman (Unsoed), apalagi UT Upbjj Purwokerto juga berada dibawah pembinaan PTN ini, bicarakan maksud niat baik ini, setelah OK dan dari UT UPBJJ juga OK, Dansat atau DanYon Menwa Unsoed pasti tahu apa yang perlu dilakukan, sambil mempersiapkan calon yang berminat. Dari awal ini sudah bisa dibuat team kepanitiaan diantara sesama calon yang diketuai Senior Yudi Ism tentunya, persiapkan fisik dan perbekalan lain hingga menunggu bergabung Pradiksar Kampus bersama dengan Calon Resimen Mahasiswa Satuan Unsoed, dan jika nanti waktunya Diksarmil langsung menyatu dibawah Komando Yon/Satmenwa Unsoed ke Rindam IV / Diponegoro. Yudi tentunya diharap sangat berperan besar dalam pendampingan siswa semenjak pradiksar Kampus sampai Diklatsarmil, setiap langkah yang akan ditempuh harus disertai tertib administrasi, surat-surat tembusan atau diketahui langsung Ka UPBJJ atau minimal Binmawa UPBJJ UT Purwokerto, dokumentasikan semua kegiatan yang diikuti, datang menghadap sebelum dan sesudah menjalankan suatu kegiatan. Lalu setelah terbentuk beberapa orang anggota menwa, lakukan pendekatan ke Skomen. Antara UPBJJ dan Skomen paralel dan berkoordinasi dengan DanYon/sat Menwa Unsoed harus tetap terjalin. Semoga semua bisa berjalan jika diniatkan melalui prosedur yang benar dan hal ini pula yang dulu kami jalankan dalam perekrutan minat mahasiswa, pembinaan / pradiksar kampus yang bergabung dengan Batalyon 3 Menwa IKIP Jakarta (sekarang UNJ) dan komunikasi ke dalam UPBJJ, Skomen dan Satuan-satuan Mewa di Perti lain se Jayakarta untuk pembentukan Menwa di UPBJJ Jakarta dengan nama awalnya adalah Batalyon Gab 21/UT, dimana walau baru terbentuk dengan 17 personil, Satuan Menwa UPBJJ UT Jkt sebagai Markas Besar (walau tidak memiliki Mako, tetapi tetap bisa disesuaikan dengan Rencana dan perintah yang ada) UT yang adalah PTN, otomatis Menwa UT pun ditunjuk sebagai pusat/ markas dan pembinaan bagi 4 satuan Menwa dari Perti swasta lain yang sewilayah Jkt Timur yang ditetapkan oleh Danmenwa Jayakarta sekaligus jabatan Aster Kodam Jaya waktu itu.
Jika sekarang telah bergabung dengan kita senior-senior alumni Menwa yang ada di UT Pusat, itu adalah yang patut kita syukuri bersama, mohon petunjuk dan komando dari senior-senior kita seperti Pak Hadi dkk untuk melakukan koordinasi dengan petinggi di UT Pusat dan komunikasi dengan Dansat/Wadansat yang lebih senior di Satmenwa UT UPBJJ Jakarta.

Hadijaya : baiklah, sudah jelas ya bung Yudi, rekan menwa semuanya kita cukupkan bincang-bincang ini saya mengucapkan terimakasih atas waktu luang rekan semuanya, selamat malam sampai jumpa.

Blusukan Online Mengenal Para Aktifis Mahasiswa UT Dalam dan Luar Negeri

page1aktfisUT

Blusukan Online, kali ini dilakukan oleh Hadijaya, Bidang Pengembangan IT IKAUT Pusat dengan beberapa Aktifis Mahasiswa UT baik yang domisili di Jakarta maupun mahasiswa UT yang bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di Korea, Singapura dan Kuala Lumpur. Aktifis mahasiswa UT sebanyak 6 orang yang berjumpa dengan Hadijaya melalui jejaring Face book antara lain : Nurman dan Aep Azzuhri (Korea); Astri Agustina (Singapura), Yayat Panca Putra (Jakarta); Mohammad Asbulloh dan Machfudz Tejani (Kuala Lumpur Malaysia) simak bincang-bincang mereka berikut ini :

1. Nurman (Mahasiswa UT-Korea)
==============================
Nurman : terimakasih atas confirmasinya, salam kenal pak Hadi. Nurman senang berkenalan dengan bapak Hadijaya.
Hadijaya : ya… sama-sama Nurman, salam kenal, anda berada dimana sekarang ?
Nurman : Nurman saat ini ada di Korea pak.

Hadijaya : oh anda temannya Dikka ya ?
Nurman : iya pak saya adik tingkatnya mas Dikka yang kuliah di UT Korea.

Hadijaya : Nurman asalnya darimana ?
Nurman : Nurman asal dari Lampung pak.

Hadijaya : Lampungnya daerah mana ?
Nurman : Kali Balangan, Kota Bumi, Lampung Utara.

Hadijaya : kalau saya berasal dari Komering Ulu, Palembang, Sumatera Selatan. Sudah taukah
Forum FB Mahasiswa UT Lampung, silahkan Nurman ikutan gabung disitu.
Nurman : iya pak nanti Nurman mau gabung, sebelumnya nggak tau kalau ada Forum FB UT Lampung, terimakasih informasinya.

Hadijaya : itu forum FB mahasiswa UT UPBJJ Lampung, padahal Nurman UPBJJ Jakarta ya khan..
Nurman : betul pak, Nurman masuknya dari UPBJJ Jakarta, maksudnya nanti kalau kuliah saya nggak selesai di Korea, rencana dilanjutin di UPBJJ Lampung.

Hadijaya : bisa sekali … itu suatu pertimbangan yang bagus !
Nurman : apakah bapak Hadi pengajar di UT Lampung…?

Hadijaya : tidak !, saya bekerja sebagai staf penelitian dan perekayasaan (Litkayasa) di Badan Tenaga Nuklir Nasional. Coba ceritakan kisah awalmu bekerja di Korea, lalu ikut kuliah di UT… silahkan Nurman.
Nurman : awal bekerja di Korea setelah pulang bekerja dari Jepang magang, saya tidak memiliki pekerjaan atau usaha di kampung halaman dan mengingat keuangan semakin menyusut mulailah saya mencari informasi-informasi untuk bekerja di luar negeri melalui media facebook, akhirnya saya mendapatkan informasi dari teman yang sudah berkerja di Korea dan dia memberikan alamat lembaga tempat pendidikan bahasa serta yang membantu hingga transfortasi penerbangan ke Korea Selatan yaitu lembaga ” YOBOSEYO JAKARTA dan alhamdulillah dengan semangat dan kerja keras saya diberikan kelancaran dalam belajar bahasa dan mengikuti tes KLPT dari awal proses hingga penerbangan dalam waktu 7 bulan. Mengenai ikut kuliah di UT Korea, … suatu hari saya membuka facebook teman dan membaca postingannya mengenai UT Korea, karena rasa penasaran saya bertanya mengenai UT Korea lalu dia menjelaskan hal itu. Saat itu baru akan ada pembukaan pendaftaran semester ganjil 2012.1 bulan Desember 2011. Saya langsung mendaftarkan diri, saat ini saya sudah memasuki semester 5 Prodi Ilmu Komunikasi. Saya sangat senang dengan adanya UT Korea, karena disinilah kita bisa menggali banyak ilmu yang insya’allah akan berguna dimasa depan. Sebelum masuk UT Korea, bila hari libur tiba tak sekalipun terlewatkan untuk keluar bermain, bertemu dengan teman-teman, shopping dan lainnya namun saat ini aktifitas demikian itu sudah berkurang dan tergantikan dengan fokus belajar. Inilah sedikit cerita dari perjalanan Nurman, terimakasih.

Hadijaya : apakah Nurman sering ikut juga dalam kegiatan organisasi mahasiswa UT Korea ?
Nurman : iya pak, Nurman sering mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan UT Korea, karena Nurman juga tergabung dalam BEM UT Korea yang disebut KOUSA (Korea Open University Student Association), seperti menjadi panitia OSMB dan DIES NATALIS UT Korea dalam 2th terakhir. Alhamdulillah dengan adanya kegiatan- kegiatan UT Korea bisa menambah pengalaman dan ikatan silaturahmi diantara teman-teman mahasiswa UT.

Hadijaya : apakah Nurman sbg pengurus BEM Kousa juga ?
Nurman : untuk 2 periode yang lalu saya bergabung di bem kousa sebagai sekertaris, dan untuk periode thn ini saya tidak tergabung di bem kousa lagi, karena memberi kesempatan kepada adik tingkat untuk bergabung di organisasi. namun nurman tetap berkontribusi sepenuhnya untuk semua kegiatan-kegiatan yang diadakan Kousa.

Hadijaya : oh begitu, berarti punya pengalaman sbg aktifis BEM ya ?
Nurman : alhamdulillah… banyak pengalaman yg didapat setelah masuk di organisasi kousa dan ini belum pernah Nurman dapatkan sebelumnya.

Hadijaya : itu buat modal dasar terjun di masyarakat nantinya, lalu apa saja pengalaman yang cukup berarti saat aktif di BEM ?
Nurman : benar sekali pak hadi… semua pengalaman yang didapat menjadi modal awal untuk bersosialisai kepada masyarakat… saat aktif di bem kousa, pengalaman yang sangat berarti adalah dimana saya mampu berperan aktif menjalankan tugas yg di berikan dan berkerja sama dengan semua anggota / panitia seperti di OSMB UT Korea, tanggal 23 Februari 2014 ini akan di adakan OSMB UT Korea di Universitas Daejon.

Hadijaya : bagaimana realisasi kegiatan yg dijalankan saat anda masih aktif, maksud saya kegiatan yang pernah Nurman laksanakan ?
Nurman : yang terrealisasikan saat itu, kegiatan bidang IT ” KOMPUTER”, Olah Raga ” UT Korea FC, dan Penyiaran ” UT Korea Radio”.

Hadijaya : kegiatan bidang IT itu sangat bagus, apa saja materi yang didapat tentang IT dan prakteknya seperti apa ?
Nurman : materi didapat banyak, seperti pembuatan website dan blog, alhamdulillah prakteknya lumayan membuat semangat, saya sempat belajar menulis melalui blog wordpress.com :
(http://utkoreanews.wordpress.com)

Hadijaya : apakah di Korea kalian juga bermain sky saat musim salju ?
Nurman : tahun ini diadakan sky tour bersama UT Korea Radio, namun Nurman tidak jadi ikut dalam acara tersebut karena ada keperluan dengan saudara.

Hadijaya : Nurman punya berapa saudara di Korea ?
Nurman : ada 2 saudara pak.

Hadijaya : saudara-saudaramu itu apakah bekerja dalam satu perusahaan dengan Nurman ?
Nurman : tidak !, kami beda perusahaan meskipun begitu kami sering ketemuan di daerah Seoul 2 kali dalam 1 bulan.

Hadijaya : bagaimana cara belajar yang efektif untuk seorang pekerja seperti Nurman ini ?
Nurman : disela kesibukan bekerja, cara yang efektif untuk membagi waktu belajar adalah dengan banyak membaca dan merangkum hal-hal yang penting dari setiap modul. Prinsipnya tiada hari tanpa membaca, memang sejak awal harus dapat membagi waktu dan itu sangat berat, namun karena sering dilakukan akhirnya terbiasa. Di perusahaan saya bekerja tidak begitu berat pekerjaanya, sehingga bekerja sambil kuliah tidak menjadi beban malah merupakan tantangan bagi saya.

Hadijaya : apakah kuliah Nurman sesuai dengan pekerjaan yang sekarang ?
Nurman : Tidak pak, pekerjaan Nurman adalah teknisi pembuatan ” pintu ” di sebuah perusahaan mebel sementara kuliah mengambil jurusan ilmu komunikasi.
Hadijaya : Nurman … test KLPT itu apa maksudnya ?, anda bekerja sebagai apa dan apa nama perusahaannya ?
Nurman : test KLPT adalah tes bahasa Korea, ini merupakan syarat utama untuk bekerja di Korea program G to G dan bila lulus ujian, sertifikat kelulusan ini yang diajukan untuk pengiriman data ke HRD Korea. Disaat liburan Nurman gunakan untuk belajar bahasa Korea untuk memperlancar bahasa yang sudah dikuasai, kemarin sempat ikut tes bahasa Korea dan hasilnya lulus 90%, dan sekarang ada rencana ikut tes tingkat atasnya dikorea dalam 1 tahun diadakan 4 kali tes bahasa Korea, insya’Allah Nurman tetap semangat. Sekarang ini Nurman bekerja di perusahaan CO. SAMHYUN CHEMIKAL, sebuah perusahaan mebel pembuatan pintu, saya dibagian pengepakan.

Hadijaya : wah… mantap, sesuai dugaan saya, Nurman tentu sudah merancang masa depan yang bagus.
Nurman : alhamdulillah… insya’Allah disaat Nurman pulang nanti, berharap bisa bertemu dengan bapak Hadi, bimbingan serta ilmu dari bapak Hadi selalu Nurman harapkan guna memperluas pengalaman untuk menghadapi era saat ini.

Hadijaya : kapan Nurman mau pulang ke Indonesia ?
Nurman : masih lama kira-kira 3 tahun lagi.

Hadijaya : yah… semoga kuliahmu lancar dan dalam bekerja juga sukses. Kiranya cukup sekian dulu bincang-bincangnya ya, terimakasih untuk waktu yang diberikan… selamat sore.
Nurman : amiinnn… terimakasih kembali bapak Hadijaya, senang bisa mengenal anda, selamat sore juga.

2. Aep Azzuhri (Mahasiswa UT-Korea)
===================================
Aep : terima kasih pak Hadi atas konfirmnya

Hadijaya : ya sama-sama, Aep… asalnya dari mana ?
Aep : saya dari Cirebon pak, maaf pak sebentar ini lagi koordinasi sama UT Perduli Taiwan dan Malaysia buat membantu temen-teman UT dari Semarang.

Hadijaya : teman-teman UT Semarang kenapa ?
Aep : katanya warga disana kena bencana, jadi saya koordinasikan sama temen-teman untuk bisa membantu kesana pak, alhamdulillah walau alakadarnya kemarin indramayu sudah dapet dari UT Taiwan Perduli.

Hadijaya : bencana banjir ya ?
Aep : iya pak

Hadijaya : di Jakarta juga banjir, di Medan gunung Sinabung meletus
Aep : iya pak, selain kita membantu kita juga bisa memperkenalkan UT terhadap warga pak dengan UT PERDULI.

Hadijaya : apakah ada teman yang akan mudik ke Semarang dalam waktu dekat ini ?
Aep : belum tau pak, biasanya masalah bantuan nanti ditransfer dan uangnya di belikan sembako.

Hadijaya : lalu yang akan dikirim ke Indramayu wujutnya apa ?
Aep : transfer uang dan orang yang dipercaya untuk nyalurin kemudian dibelikan sembako pak, ini lagi saya coba koordinasi sama UT Perduli dari Taiwan, Hongkong dan Malaysia.

Hadijaya : apa nama organisasi Aep di Korea itu ?
Aep : saya dari UT PERDULI aja pak

Hadijaya : susunan pengurusnya dan orang-orangnya bagaimana ?
Aep : untuk pengurus di bawah naungan BEM pak

Hadijaya : Aep di BEM Kousa sebagai apa ?
Aep : wakil ketua 2 wilayah selatan Korea.

Hadijaya : pekerjaanmu di Korea sebagai apa ?
Aep : pabrik pak, operator selain itu saya sebagai admin dari grup UT Mendunia Bersatu.

Hadijaya : apa nama pabriknya ?
Aep : pabrik peralatan mobil dongwoo breke

Hadijaya : tugasmu dibagian apa ?
Aep : tadinya bagian CNC, sekarang pindah ke pengeleman rem

Hadijaya : itu semua khan pekerjaan keteknikan, apakah sesuai dengan kuliah yang sedang ditempuh di UT ?
Aep : tidak pak.

Hadijaya : lalu kalau sudah wisuda nanti gimana menggunakan ijazahmu ?
Aep : kebetulan saya ngambil manajemen disini, saya ingin mengumpulkan modal dan kelak ingin punya usaha ketika pulang ke Indonesia

Hadijaya : mungkin sebaiknya Aep mantapkan juga bahasa Korea dengan cara ikut kursus supaya nanti bisa mengajukan ke perusahaan untuk penyesuaian job dari teknik pindah ke bagian manajemen,… tapi mungkin gak itu ??
Aep : untuk disini seperti itu kecil sekali kemungkinannya pak, karena setiap TKI di sini kebanyakan diperuntukkan sebagai operator lalu bagian manajemen dan kantor itu diisi oleh orang-orang Korea.

Hadijaya : ohh bgitu, bagian CNC dan bagian pengeleman rem, mana yang istimewa dan ringan ?
Aep : kalo yang istimewa CNC pak, saya ada pengalaman CNC, di Indonesia keahlian tersebut banyak dibutuhkan pak

Hadijaya : CNC itu mesin bubut ya
Aep : Iya pak

Hadijaya : kalo pengeleman apakah dilakukan dengan mesin atau hanya manual saja ?
Aep : Manual pak

Hadijaya : berarti anda harus menggunakan masker karena lem itu berbau zat pelarut
Aep : Iya pak, Perusahaan sudah menyediakan.

Aep : Amiinn.. oh ya pak nanti bapak saya jadikan salah satu admin di grup UT Mendunia ya pak… boleh gak pak ?

Hadijaya : boleh… boleh tapi sebaiknya UT Mendunia punya web khusus
Aep : ok.mksh pak, ohhh gitu ya…

Hadijaya : iya segeralah bikin web UT MENDUNIA… nanti banyak artikel yang kita muat dan sumbangan artikel dari teman-teman akan membuat web itu tampil dengan nilai lebih.
Aep : itu di grup UT berbagai negara dan berbagai daerah dari Sumatra sampe Papua

Hadijaya : iya sedunia juga namanya saya maklum deh …
Aep : iya minta bantuan untuk web-nya hehehe…

Hadijaya : coba konfirmasikan dan bicarakan lagi secara internal dengan teman-temanmu mungkin ada ide yang bagus dari mereka ep.
Aep : iya pak, o ya pak mau istirahat dulu pak…insya Alloh ntar disambung lagi.

Hadijaya : Ok terimakasih ep, titip salam buat teman-teman di Korea

3. Astri Agustina (Alumni baru UT-Singapura)
============================================
Astri Agustina : Thank you

Hadijaya : sama-sama… apa kabar dik ?
Astri Agustina : Alhamdulillah sehat.

Hadijaya : salam buat teman-teman di S’pore
Astri Agustina : Siiipp …met dinihari, kalau saya tak lupa, kayaknya pak Hadijaya pernah kasihtahu bahwa sebagai Pengurus IKA UT ?

Hadijaya : iya IKAUT Pusat, Astri sedang mengerjakan apa ?
Astri Agustina : lagi bikin Laporan Keuangan tutup tahun

Hadijaya : keuangan siapa ?
Astri Agustina : Punya PMUT(Perhimpunan Mahasiswa UT Pokjar Singapura. Insya Allah besok alumni di Pokjar Singapura akan membentuk IKA UT Pokjar Singapura.

Hadijaya : wah baguslah… semoga banyak yg hadir
Astri Agustina : Alumni di Pokjar Singapura masih sdikit ,tapi tak apa kami akan merintis dr sedikit dulu. Apakah kira2 harus under UPBJJ UT Batam, atau Pokjar Singapura ?
Hadijaya : iya sih… maju saja terus bikin gebrakan yang hebat buat dijadikan contoh bagi wilayah luar negeri lainnya.
Astri Agustina : Insya Allah

Hadijaya : namamu yang sesuai ijazah siapa ?
Astri : nama sesuai ijazah dan juga pemberian orangtua saya : Tulastri yang artinya “Tulas”, karena saya lahir tanggal 17, dalam bahasa jawa pitulas = tujuhbelas, dan “tri” karena saya anak nomor 3.

Hadijaya : oh ortu yg kreatif ya…
Astri : nama FB saya pakai Astri Agustina, “Astri” saya ambil dari penggalan bagian belakang nama saya, “Agustina” karena saya lahir bulan Agustus, intinya saya lahir tanggal 17 Agustus. Jadi setiap kali HUT RI juga HUT Astri Agustina. Setelah wisuda dan dapet ijazah, katanya saya udah boleh pakai embel-embel S.Akt dibelakang nama saya.

Hadijaya : owh…. jadi nama lengkap embel-embel : Tulastri Agustina S.Akt, hmmm krenn ya.
Sekarang ni bayi lahir pas 17 agustus maka direktur rumah sakit ngasih kado/ hadiah.
Astri : gitu ya Pak ? enak donk, maksudnya good, ada surprise nya gitu.

Hadijaya : seharusnya Astri dapat hadiah dari rumah bersalin, tapi Asri lahirnya mungkin sama dukun kampung ya ?
Astri : teman sekampung saya dulu dapat hadiah katanya darimana gitu karena katanya didaftarkan, tapi saya tidak didaftarkan, juga memang dukun kampung, maunya yang tradisional dan tulen.

Hadijaya : kalo lahirnya sama dukun kampung, paling dapat hadiah jamu beras kencur…. wkwkwkwk
Astri : wakwkwkwk … sekalian kunyit asam Pak.

Hadijaya : Astri, saya tu guyon jangan masukin kehati ya
Astri : tau Pak, saya orangnya juga suka becanda, nontonnya aja OVJ

Hadijaya : saya ikut gembira, mahasiswa UT yang cewek-ceweknya malah lebih bersemangat
Astri Agustina : semangat 2014, masih fresh

Hadijaya : tahun kuda… ayo lari yg kencang !
Astri Agustina : Siiiiiiiaaaaaappp Graaakk !!

Hadijaya : lantaran UT punya Rektor cewek, semangat kalian jadi ikutan menghebat ya …. hehehe
Astri Agustina : aku cinta UT … pakai BANGEEETT

Hadijaya : hmmm… masa sih, harus dibuktikan dong
Astri Agustina : Insya Allah, mohon bimbingannya Semester kemarin sebenarnya saya mengajukan Penundaan Kelulusan, tapi suratnya lambat, Yudisium dah keburu turun, sebenarnya saya belum mau lulus, masih mau kuliah.

Hadijaya : ohh… nanti kuliah saja lagi di S2, begitu.
Astri Agustina : Insya Allah.

Hadijaya : Astri apa saja yg pernah dilakukan PMUT ?
Astri : PMUT (Perhimpunan Mahasiswa Universitas Terbuka) merupakan wadah yang dibentuk dengan tujuan utama untuk mempererat tali silaturahmi sesama mahasiswa di Pokjar Singapura. Selain itu yang tak kalah pentingnya adalah sebagai wadah kegiatan belajar bersama sesama mahasiswa untuk meningkatkan prestasi bagi mahasiswa. Melalui kegiatan belajar bersama, diharapkan jika ada mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi di modul, dapat didiskusikan bersama dan menyelesaikan permasalahan yang dialami tersebut dengan teman-teman yang lain. Kegiatan rutin per semester, membantu pihak Pokjar dalam pelaksanaan OSMB yaitu menjadi panitia pelaksana OSMB dimana tugas-tugas dilaksanakan oleh anggota dan pengurus PMUT. Kegiatan rutin mingguan yang lain yaitu Olah Raga (Volley Ball, Badminton), IT Class, Beauty Class, Art and Craft Class, dan Belajar Kelompok.

Hadijaya : Beauty Class, Art and Craft Class seperti apa itu ?
Selain itu, juga PMUT mengadakan peringatan hari-hari besar Indonesia seperti HUT RI, HUT Kartini, HUT Batik, dan HUT PMUT sendiri. Kegiatan Outing Fun and Game setiap semester habis UAS untuk me-rilex-kan pikiran sekaligus mempererat tali persahabatan sesama mahasiswa dengan mengadakan permainan games. Kegiatan tahunan, seperti mengadakan kunjungan ke KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Singapura dalam rangka buka bersama puasa Ramadhan. Pengumpulan zakat fitrah. Sharing pengetahuan dan pengalaman dari mahasiswa senior tentang Ujian Laboratorium (bagi yg ambil Prodi Akuntansi) , SUO, TAP dan Karya Ilmiah dengan mahasiswa junior, agar yang junior tidak merasa khawatir dengan bayangan sulitnya pelaksanaan ujian Lab., SUO, TAP dan Karil.

Hadijaya : makan apa yg paling enak di S’pore ?, … mpek2 ada gak disana ?
Astri : selama ini saya belum menemukan/ merasakan yang paling enak Pak, yang katanya masakan asli Indonesia aja disini rasanya udah gak asli, bahan-bahannya dan prosesnya mungkin yang bukan tradisional lagi, jadi menghilangkan keaslian rasanya. Saya kalau mau makan yang menurut saya sesuai selera Indonesia saya pergi Batam, hunting Indonesian Food. Tak tau saya Pak ada mpek2 atau enggak disini.

Hadijaya : sering masak sendiri ya ?
Astri : iyups… tukang masak Pak saya, tapi bukan masakan Indonesia. Boss saya Chinnese tapi makanannya makanan orang bule, jadi ya Panggang2, Pasta, Salad. Semacam itulah Pak masakan saya.

Hadijaya : ohh… enak juga, apakah masakanmu sesuai selera mereka ?
Astri : Alhamdulillah mereka menikmati masakan saya, kadang-kadang rasanya gak sesuai dengan yang mereka inginkan, ya saya cakap : “maaf selera kita beda !, menurut saya udah enak, tapi kalau menurut anda belum enak ya harap maklum” … hikhikhik

Hadijaya : boss pernah ngomelin dirimu gak ?
Astri : Saya terima dari segi positif Pak, mereka bukan ngomelin tapi mencoba mengingatkan dan mengarahkan saya kalau saya ada salah atau misunderstand dengan mereka. Tapi ya itu, selama saya gak salah walau mereka ngomel ya saya gak minta maaf, tapi saya coba meng-explain kepada mereka biar jelas dan sama-sama enak dihati, istilahnya kata orang tu cari suasana win-win, bukan loss-win.

Hadijaya : mereka pasti bangga memiliki Astri sebagai pekerja yang sarjana akutansi… hebat, sejak wisuda yll harusnya minta naik gaji.
Astri : Alhamdulillah kalau tentang gaji udah agak-agak otomatis ada tambahan tiap tahun Pak, walau dikit tapi syukur itu rezeki Pak.

Hadijaya : apakah mereka tau bahwa Astri sudah menjadi sarjana ?
Astri : ya tahu Pak, saya kuliah karena support mereka, mereka ijinkan saya pakai fasilitas belajar lengkap dirumah, share internet for free, perlu laptop untuk Tuton juga boss saya yang bantu belikan Pak, Alhamdulillah mereka tahu saya exam tiap 6 bln sekali karena selalu saya kasihtau, walau kadang-kadang ada hambatan tapi Alhamdulillah tetap lancar. Waktu ikut SUO dan TAP juga harus ke Batam mereka kasih ijin. Waktu wisuda juga mereka tau karena saya harus minta ijin pergi ke Batam nginap 2 hari 2 malam.

Hadijaya : kemampuan akutansi terapanmu kasih kenal kepada boss supaya terpakai dilingkungan rumah tangga tersebut.
Astri : ya mudah-mudahan Pak, saya baru pakai sedikit, kebetulan saya jadi Bendahara Perhimpunan Mahasiswa disini, dan baru ritired.

Hadijaya : ohh… Astri aktifis UT S’pore ya ?, sumber keuangan organisasi itu didapat dari mana ?
Astri : kebetulan mereka mempercayakan ke saya Pak, kami PMUT Pokjar Singapura (Perhimpunan Mahasiswa Universitas Terbuka Pokjar Singapura) tu mandiri Pak. Sumber keuangan dari kami sendiri yang dari pembayaran pendaftaran keanggotaan PMUT, ada laba penjualan Kaos dan Batik seragam PMUT, Laba penjualan Modul secondhand, Koran Kampus, ataupun kadang kalau ada yang donasi. Jadi intinya dana dari kita oleh kita dan untuk kita.

Hadijaya : dulu tu teman-temanmu mau bikin Ikaut S’pore… sudah terbentuk blum, kok gak ada kabar lagi ?
Astri : Belum Pak, itu hari waktu akan meeting, teman-teman gak ada yang bisa datang, saya datang tapi diberi tugas oleh pengelola Pokjar untuk membantu menangani registrasi ulang mahasiswa disini. Jadi sampai sekarang blum dibentuk Pak.

Hadijaya : Munas Ikaut akan dilaksanakan di Pondok Cabe bulan depan, makanya segeralah bentuk supaya bisa diumumkan nanti saat hari H Munas.
Astri : Insya Allah Pak

Hadijaya : ok deh… salam buat teman semua disana, bye..
Astri : bye Pak, thank you… Good night

4. Yayat Panca Putra (Mahasiswa UT Jakarta Pokjar Lebak Bulus)
==============================================================
Yayat Panca Putra : Siang pa…Gimana kabarnya..?

Hadijaya : kabar baik mas !
Yayat Panca Putra : Tinggal dimana pa…?

Hadijaya : saya di BSD Tangerang BANTEN…. mas Yayat dimana ?
Yayat Panca Putra : Saya di Pamulang, dekat Ciputat, pa…lagi ngapain..?

Hadijaya : … ya lagi ngobrol dengan kamu.
Yayat Panca Putra : hahaha…si bapa bisa aja, pa… ada jadwal kegiatan apa di UT Pusat yang bisa melibatkan mahasiswa ?, kemaren IKA UT habis rakor ya..?

Hadijaya : … iya kok tau ?, kenapa Yayat ngga datang ?
Yayat Panca Putra : khan ga ada undangannya, saya khan masih mahasiswa, ajak-ajak kegiatan alumni UT dong.

Hadijaya : owh… anda mahasiswa ?.
Yayat Panca Putra : iya, pengen supaya mahasiswa-alumni bisa gaul bersama.

Hadijaya : lha iya… sebaiknya memang demikian.
Yayat Panca Putra : kami ga punya contak buat ke alumni, ingin supaya bisa mengadakan acara bersama.

Hadijaya : lewat saya insya Allah bisa
Yayat Panca Putra : bisa minta no tlp nya ?

Hadijaya : 081287279xxx
-email : ikaut.alumni.ut@gmail.com;
-website : www.alumni-ut.com;
-blogger : kusuka-iptek.blogspot.com
Yayat Panca Putra : ok..makasih pa.

Hadijaya : sama-sama, kirim kabar kalau ada kegiatan yang bagus
Yayat Panca Putra : siap pak bos, kalo alumni juga ngadain acara ajak-ajak kami dong.

Hadijaya : oke… untuk kegiatan yang akan datang, kalau bisa justru kita rencanakan saja dulu mau bikin acara apa, nanti saya teruskan ke organisasi alumni. Umpama bikin program pelatihan atau pemberdayaan masyarakat. Utamakan program yg bersifat mencerdaskan masyarakat mas… karena kita merupakan duta dunia pendidikan.
Yayat Panca Putra : justru itu susah dapat idenya pa, makanya kami butuh bantuaan dari para alumni, besok minggu kami rencana mau kunjungan ke panti asuhan.

Hadijaya : rencanakan kegiatan misalnya kedesa-desa dalam rangka memberi penyuluhan tentang internet (IT).
Yayat Panca Putra : kami terbentur dengan jadwal teman-teman yang bekerja, ya kalo alumni ngadain acara seperti itu tolong di-share ke kami.

Hadijaya : ya itu masalah kita semua karena kita karyawan
Yayat Panca Putra : ‘siapa tau kami bisa ikut berpartisifasi dan bisa ikut menyumbang ide..

Hadijaya : apa saja yang positif dan bisa kita jalankan ya lakukan itu, saya pernah memberi penyuluhan pada pemberdayaan Guru IT Wilayah Kepulauan seribu.
Yayat Panca Putra : waaah mantap tuh… itu atas nama UT ya..?

Hadijaya : atas nama Hadijaya pribadi karena seorang kenalan mengusulkan pribadi Hadijaya sebagai nara sumber, namun saya hadir disana dengan memperkenalkan diri sebagai alumni UT.
Yayat Panca Putra : penyelenggaranya itu LSM ya….?

Hadijaya : bukan… Dewan Guru Pulau Seribu, contoh lain lagi ya saya juga diminta oleh Dinas Kemenpora menjadi juri Lomba Pemuda Pelopor DKI 2011.
Yayat Panca Putra : wah..wah wah.. pak bos ternyata orang penting juga tooh, gak salah dah kenal sama pak bos.

Hadijaya : ya monggo Yayat hubungi deh lembaga apa keq yang akan menangani pemberdayaan masyarakat, nanti saya mewakili alumni UT datang sebagai nara sumber IT atau Iptek Terapan.
Yayat Panca Putra : agak susah ya…

Hadijaya : mudah saja itu, asalkan sudah tiba saatnya nanti.
Yayat Panca Putra : siap pak… kita agak susah juga untuk akses ke UT Pusat… gak punya kenalan disana yang bisa kita hubungi.

Hadijaya : tancapkan dulu niat untuk pengabdian diri, nanti Allah yang membukakan jalan.
Yayat Panca Putra : iya pa… bapa tangerangnya dimana ?

Hadijaya : hmmm… sudah dibilangin tinggal di BSD, tuh yang dekat Taman Techno.
Yayat Panca Putra : oohhh….agak jauh ya, coba deket kita bisa tukar pikiran secara langsung.

Hadijaya : tiap sabtu saya ke SMAN Pamulang, kita bisa ketemuan disana.
Yayat Panca Putra : ngajar ya pa..?

Hadijaya : iya jam 10-12…. ngajar ekskul KIR.
Yayat Panca Putra : ooh…. kami tiap hari minggu ada pertemuan pokjar di daerah Lebak Bulus, kebetulan saya sekarang lagi jadi Ketua Pokjar dan kami lagi sepi banget… karena tidak ada tutorial… makanya saya lagi nyari cara supaya ada kegiatan yang bisa menarik minat temen-teman.

Hadijaya : pokjar harus bikin acara kunjungan ke lembaga riset atau ke industri… supaya fresh
Yayat Panca Putra : pengennya sih begitu, tapi kami belum nemu aksesnya pa.

Hadijaya : dirembug dulu dengan teman-temanmu nanti juga nemu solusi
Yayat Panca Putra : iya pa…. kalo kunjungan begitu apakah kita harus minta pengantar dari UT Pusat ya..?

Hadijaya : iya betul harus koordinasikan dengan Purek Kemahasiswaan
Yayat Panca Putra : makasih pa atas sharingnya… kapan ada acara wisuda UT Pondok Cabe, ajak aja kami membantu segala kesibukan pak…hehehe

Hadijaya : ya sama-sama mas, silahkan membantu kami… alumni UT tentu dengan senang hati.
Yayat Panca Putra : semoga bermanfaat dan bisa mempererat hubungan antara mahasiswa dan alumni UT…. siiip, nanti kalo ada apa-apa, saya hubungi bapa, bisa curhat….hehehe

Hadijaya : oke mangga… ngga usah sungkan-sungkan.
Yayat Panca Putra : oooh…. makasih pa.

5. Muhammad Asbulloh, (Mahasiswa UT di Kuala Lumpur Malaysia)
=============================================================
Muhammad A : selamat pagi, terimakasih sebab pak Hadijaya sudah approve.
Hadijaya : ya… sama sama
Muhammad A: pak Hadi saya mau tanya untuk lulusan master yang bukan MPd, apakah bisa mengajar.
Hadijaya : bisa dong…
Muhammad A : kalo time S1 tidak disiplin ilmu / di luar SPd, kalo ingin mengajar bermakna dianjurkan sambung master ?, ada tantangan tersendiri dalam gabung kuliah di UT tapi yang sangat mendasar yaitu susah mengontrol nilai.
Hadijaya : saat ini pengajar (guru) banyak yang bertitel MSi, MT, MHum, Ir, ST, SSi, BSc, BA dll… memang itu ngga pas tapi kenyataannya ada, mungkin kedepan akan makin disempurnakan oleh pemerintah bahwa guru harus SPd atau MPd. Nilai UAS bisa dikontrol via UT Online, tapi anda harus login dulu.
Bagaimana, siapkah wawancara online sekarang?
Muhammad A : saya baru balik kerja, ok insya Allah siap, sekarang ini saya lagi menyusun proposal untuk kegiatan donor darah.
Hadijaya : kerja ship malam ya ?
Muhammad A : iya masuk ship malam..
Hadijaya : kerja diperusahaan apa dik ?
Muhammad A : spare parts motor

Hadijaya : ohh… sudah kerja berapa tahun di perusahaan spare parts tsb ?
Muhammad A : first datang saya tahun 2010 bermakan sekarang menginjak tahun ke 4 bulan 3 saya genap 4 th.

Hadijaya : dalam masa tersebut sudah berapa kali ganti perusahaan ?
Muhammad A : masa kontrak kerja di Malaysia sendiri 3 th, dalam perusahaan yang sama, namun saya menambah kontrak kerja 1 tahun di perusahaan yang sama dengan beberapa alasan.

Hadijaya : bagus ya, job/ keahlian dik Muh dalam bidang apa ?
Muhammad A : quality qontrol

Hadijaya : wah… spesifik sekali dan memegang peranan penting, emang kuliah di UT sesuai gak dengan job tersebut ?
Muhammad A : secara langsung pasti ada, apa lagi di UT sendiri lebih mengandalkan IT dalam pembelajaran, jadi untuk para mahasiswa yang kuliah di UT sudah tidak gagap lagi dengan namanya IT… hehhehe

Hadijaya : dik Muh di UT ambil program study apa ?
Muhammad A : saya ambil prodi ILMU ADMINISTRASI NEGARA.

Hadijaya : wah mantap sekali, di UT-KLsudah semester berapa ?
Muhammad A : saya baru menginjak semester 5
Hadijaya : apakah mahasiswa UT di Kuala Lumpur itu banyak ?, kira-kira semua berapa orang ?
Muhammad A : berkisar kurang lebih 200 mahasiswa, namun antusias kawan-kawan join UT-KL cukup tinggi terbukti dari tiap kali pendaftaran mahasiswa baru mengalami peningkatan yang significan, tahun 2014.1 jumlah mahasiswa “baru” yang mendaftar kurang lebih 100, itu karena sosialisasinya makin mantap, disini mahasiswa cukup aktif dalam kegiatan UT.

Hadijaya : dik Muh menetap di wilayah mana ?, lalu kalau ke kampus naik apa ?
Muhammad A : saya sekarang ni tinggal di Nilai, masuk dalam kawasan negeri Sembilan, sedangkan tempat kuliah di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, masuk negeri Selangor (negeri = kurang lebih seperti Provinsi). Time pergi kuliah saya naik Kereta Api dengan jarak 15 station.

Hadijaya : berapa jam perjalanan naik kereta itu ?
Muhammad A : bisa mencapai satu setengah jam.
Hadijaya : apakah kereta api disana penumpangnya berjubel dan ada yang berdiri ?
Muhammad A : infrastructure di Malaysia cukup baik, jadual keberangkatan kerata api di Malaysia cukup consistent sehingga kesesakan penumpang relatif sedikit, mengenai berjubel-jubel penumpang terkadang ada namun tidak selalu, hanya pada waktu- waktu tertentu seperti saat hari libur misalnya.

Hadijaya : ok… dik Muh tinggal di mess perusahaan atau kontrak rumah ?
Muhammad A : saya tinggal di hostel / facilities perusahan jadi free.
Hadijaya : di hostel ada berapa orang yang mahasiswa UT juga ?
Muhammad A : ada 2 org

Hadijaya : kapasitas hostel untuk berapa orang ?, lalu apakah pekerja Indonesia diberikan hostel yang terpisah dengan pekerja dari negara lain ?
Muhammad A : hostel disini cukup besar jadi kapasitasnya sampai 10 orang, tiap tiap pekerja ditempatkan dirumah yang sama sesuai dengan kewarganegaraan masing masing.

Hadijaya : warga negara mana saja yang bekerja disana ?
Muhammad A : kewarganegaraan yang bekerja disini antara lain, Myanmar, Vietnam, Kamboja, Thailand, Nepal, Pakistan, Banglades, India, Philipina, dari sekian negara itu yang dominan adalah warga negara Indonesia.

Hadijaya : mayoritas pekerja adalah orang Indonesia, begitu ya ?, lalu ketika ngobrol dengan orang Pakistan misalnya, pakai bahasa Melayu atau Inggris ?
Muhammad A : ya benar sekali, dalam berkomunikasi dengan warga negara lain kita dituntut mengunakan bahasa Inggris, namun warga asing demikian lambat menyesuaikan dengan bahasa Melayu, mengingat orang Melayu sendiri tidak semuanya faseh dalam berbahasa inggris.

Hadijaya : kira-kira adakah orang pribumi Malaysia yang juga kuliah di UT Kuala Lumpur ?
Muhammad A : pada pendaftaran mahasiswa baru tahun 2014.1 ada satu mahasiswa dengan kewarganegaran Malaysia join Kuliah di UT.

Hadijaya : wahh… itu baru kejutan hehehe. Dik Muh sering pulang ke Jawa, asalnya Pekalongan ya ?
Muhammad A : sama sekali belum pulang kampung, bila rindu famili cuma memanfaatkan fasilitas technology yang ada seperti webcam.. ya saya asal kota Pekalongan, kota yang sejuk dan tenang.

Hadijaya : wis duwe bojo dik Muh ??
Muhammad A : dereng gadah, sekarang ni saya sedang focus kerja sambil kuliah.
Hadijaya : oh ya… harus sukses dulu kuliahnya ya tapi gak ada salah bersiap-siap mulai sekarang supaya punya calon isteri. Dik Muh ni jadi panitia donor darah ya ?
Muhammad A : untuk calon Alhamdulillah sudah ada, ya memang semua itu harus jalan beriringan biar tidak menyesal kemudian hari. Kebetulan kawan-kawan tahun ini mempercayakan saya sebagai Ketua panitia donor darah.

Hadijaya : ok… para donor itu diberi konpensasi nggak ?, misalnya dapat piagam, dapat makan, minum susu, dapat emas bagi yang sudah ikut 50x. ?
Muhammad Muh : untuk panitia sendiri menyediakan konsumsi snack berupa minuman, dan makanan ringan juga cindera mata dan untuk Pusat Darah Negara Malaysia (PMI istilah indonesia) mereka menyediakan konsumsi, certificate, sama buku kecil yang fungsinya untuk record beberapa kali peserta donor.

Hadijaya : dana kegiatan didapat dari mana dik ?
Muhammad A : sumber dana kegiatan kita dapat sebagian dari pemberian pengurus UT KL dan sebagian lagi usaha kami mencari sponsor yang pastinya bermodalkan proposal.

Hadijaya : dik Muh apakah di UT-KL juga sudah banyak alumninya ?
Muhammad A : ya pak.. saya tengah menyusun proposal alhamdulillah dah selesai, untuk di Malaysia sendiri sebetulnya ada tiga pokjar, yaitu, UT pokjar JOHOR, UT pokjar PENANG dan UT pokjar KUALA LUMPUR. UT pokjar JOHOR itu sudah lebih lama berdiri dan mungkin tahun ini ada yang ikut TAP, sedangkan UT pokjar Kuala Lumpur dalam naungan KBRI angkatan pertama baru menginjak semester lima, adapun mahasiswa yang ikut TAP itupun pindahan dari UT pokjar JOHOR.

Hadijaya : tolong rekomendasikan 1 orang dari pokjar Johor dan 1 dari pokjar Penang buat saya wawancarai juga untuk meramaikan.
Muhammad A : sebentar saya masukan akun anda dalam group UT-POKJAR PENANG

Hadijaya : iya makasih, yang Johor juga dong
Muhammad A : sebentar saya cari, ukhti.zahra2, salah satu mahasiswa UT-PENANG yg aktif FB, lalu ini link kegiatan donor darah UT-KL yang pertama, untuk bulan februari nanti berati yang kegiatan donor darah yang kedua dan insya Allah kegiatan donor darah akan menjadi kegiatan wajib tahunan untuk UT-KL, info lengkap bisa dikunjungi di www.ppi-utkl.org
Hadijaya : baik dik Muh, terimakasih ya atas berbagai infonya.

6. Muhamnad Mahfud Arifin (Mahasiswa UT di Kuala Lumpur Malaysia)
=================================================================
Mahfudz : Assalamu’alaikum….
Hadijaya : Wa’alaikum salam, halo Mahfudz anda rupanya bersedia ngobrol dengan saya, Pengurus Ikatan Alumni UT Pusat di Jakarta.
Mahfudz : Siap pak

Hadijaya : bagus, apakah anda mahasiswa atau sudah alumni ?
Mahfudz : Mahasiswa, lagi menginjak Semester 5
Hadijaya : apa program studynya ?
Mahfudz : Ilmu Komunikasi Fisip

Hadijaya : nama anda yg terdaftar di UT ?
Mahfudz : Muhamnad Mahfud Arifin

Hadijaya : asal daerahnya mana ?
Mahfudz : Pamekasan Jawa Timur

Hadijaya : ohh… orang Madura ya, sama seperti mantan Rektor UT Prof. Dr. M. Atwi Suparman… hehehe
Mahfudz : Ya betul MA = Madura Asli

Hadijaya : satenya terkenal, adakah yang jual sate Madura di Kuala Lumpur sana ?
Mahfudz : Banyak pak Hehehe…

Hadijaya : di Jakarta 1 porsi sate Madura 25 rb, disana berapa ringgit ?
Mahfudz : RM9 untuk sepuluh tusuk sate.
Hadijaya : Mahfudz bekerja diperusahaan apa ?
Mahfudz : Kuli batu pak, Bangunan !

Hadijaya : ohh… kerja kontrak atau mingguan ?
Mahfudz : Kerja kontrak dengan gaji per hari, tapi diberikan per bulan

Hadijaya : sejak tahun berapa kerja disana ?
Mahfudz : 1998, 4 bulan setelah pak Harto lengser, jadi diperpanjang kontraknya terus oleh pemborong, langsung oleh perusahaan.
Hadijaya : wow… sudah lama ya, berapa banyak tenaga buruh bangunan yang berteman dengan Mahfudz ?
Mahfudz : Maksudnya di dumay apa realitanya ?

Hadijaya : realita dilapangan, kira-kira saja berapa orang semuanya yang satu perusahaan ?
Mahfudz : Ada sekitar 100-an pekerja. Campur-campur ada yang dari Bangladesh dan Nepal, dari Indonesia 23 orang.

Hadijaya : ohh.. begitu, dapat tempat tinggal atau tempat menginap yang disediakan perusahaan ya ? atau Mahfudz nyewa rumah ?
Mahfudz : Sebagian ada yang tinggal di rumah yang disewa perusahaan, sebahagian lagi ada yang sewa rumah sendiri.

Hadijaya : Mahfudz domisili dikota apa ?
Mahfudz : Kuala Lumpur
Hadijaya : kampus UT Kuala Lumpur terletak di jalan apa ya.. ?
Mahfudz : No 1 lorong Tun Ismail KL Sebelah stesen KTM

Hadijaya : ke kampus naik bus atau sepeda motor ?
Mahfudz : Sepeda motor

Hadijaya : Mahfudz sebagai panitia donor darah ya ?, bagaimana persiapan yang sudah dilakukan untuk kegiatan donor darah yad ?
Mahfudz : Persiapan sudah disusun, kegiatan dan buat proposal, perizinan dari KBRI dan PDN sudah siap.

Hadijaya : sudah sering mengadakan acara seperti ini ya ?
Mahfudz : Untuk donor darah memasuki tahun ke 2
Hadijaya : saat tahun 1 ada berapa peserta yg ikut ?
Mahfudz : Sekitar 150-an termasuk mahasiswa UT dan para WNI sekitar KL

Hadijaya : oke terimakasih, malam besok kita sambung lagi ya
Mahfudz : oke pak