Category Archives: BERITA SEPUTAR ALUMNI

Teknologi Pembuatan Mie Berbahan Dasar Pisang

Masyarakat Indonesia sudah banyak mengolah buah pisang menjadi kripik pisang, sale pisang, pisang molen. Mengingat bahwa pengolahan pisang menjadi mie masih belum dikenal luas oleh masyarakat dan terbilang baru, maka perlu kiranya diperkenalkan pula.

punti6 Gambar 1. Percobaan Pembuatan Mie Pisang

Penelitian dan percobaan pengolahan pisang ini dilakukan untuk memanfaatkan buah pisang menjadi mie yang bercita rasa sehingga dapat menyumbangkan perbendaharaan pangan yang bermanfaat bagi masyarakat. Penelitian dilakukan untuk menambah pengetahuan pengolahan sehingga menjadi lebih berguna bagi masyarakat dan dapat juga menambah perekonomian bila hasilnya dapat diperdagangkan.

Pisang merupakan tanaman yang dikenal oleh semua lapisan masyarakat Indonesia. Di dunia internasional pun telah menjadi komoditas ekspor dalam bentuk buah-buah segar, keripik pisang maupun tepung pisang. Selain mengandung karbohidrat pisang juga banyak mengandung nutrisi yang diperlukan tubuh kita, seperti vitamin A dan B serta mengandung nilai energi yang tinggi. Pisang adalah tanaman yang peyebarannya sangat luas di dunia. Penyebaran pisang meluas dari dataran rendah sampai dataran tinggi, baik yang di budidayakan maupun yang di tanam sembarang di kebun atau di halaman. Komering Ulu Palembang hingga daerah Lampung merupakan penghasil pisang cukup banyak diwilayah Sumatera bagian Selatan.

Di daerah dengan hujan merata setiap tahun, produksi pisang dapat berlangsung tanpa mengenal musim.Indonesia, Kepulauan Pasifik, negara-negara Amerika Tengah dan Brasil dikenal sebagai negara utama pengekspor pisang. Masyarakat di negara-negara Afrika dan Amerika Latin dikenal sangat tinggi mengonsumsi pisang setiap tahunnya. Pisang juga menjadi komoditas ekspor terutama untuk golongan Cavendish dalam bentuk buah-buah segar, keripik pisang atau juga tepung pisang. Golongan plantain group yang beberapa jenisnya terdapat di Indonesia juga di jadikan komoditas ekspor tetapi bukan dalam bentuk olahan tepung pisang. Untuk menjadi bahan komoditas ekspor, selain jumlah hasil cukup besar, juga harus memenuhi standar yang di tentukan.

punti1

Gambar 2. Pisang Kepok

Berdasarkan cara konsumsi buahnya, pisang dikelompokkan dalam dua golongan, yaitu pisang meja (Dessert Banana) dan pisang olah (plantain, Cooking Banana). Pisang meja dikomsumsi dalam bentuk segar setelah buah matang, sepeti pisang ambon, susu, raja, seribu dan sunripe. Pisang olahan dikomsumsi setelah digoreng, direbus, dibakar atau dikolak, seperti pisang kepok, siam, kapas, tanduk dan uli. Buah pisang diolah menjadi berbagai produk, seperti sale, kue. Selain memberikan kontrribusi gizi lebih tinggi tinggi dari pada apel, pisang juga dapat menyediakan cadangan energi dengan cepat bila dibutuhkan. Termasuk ketika otak mengalami keletihan.

Nilai energi pisang sekitar 136 kalori untuk setiap 100 gram, yang secara keseluruhan berasal dari karbohidrat. Nilai energi pisang dua kali lipat lebih tinggi dari pada apel. Apel dengan sama (100 gram) hanya mengandung 54 kalor. Karbohidrat pisang merupakan energi sedikit lebih lambat dibandingkan dengan gula pasir dan sirup, tetapi lebih cepat dari nasi, biscuit dan sejenis roti.

Kandungan energi pisang merupakan energi instan, yang mudah tersedia dalam waktu singkat, sehingga bermanfaat dalam menyediakan kebutuhan kalori sesaat. Karbohidrat pisang merupakan karbohidrat kompleks tingkat sedang dan tersedia secara bertahap, sehingga dapat menyediakan energi dalam waktu tidak terlalu cepat. Karbohidrat pisang merupakan cadangan energi yang sangat baik digunakan bagi tubuh.

Gula pisang merupakan gula buah, yaitu terdiri dari fruktosa yang mempunyai indek glikemic lebih rendah dibandingkan dengan glukosa, sehingga cukup baik sebagai penyimpanan energi karena sedikit lebih lambat dimetabolisme. Sehabis bekerja keras atau berpikir, selalu timbul kantuk. Keadaan ini merupakan tanda-tanda otak kekurangan energi, sehingga aktivitas secara biologis juga menurun. Glukosa tersebut terutama diperoleh dari sirkulasi darah otak karena glikogen sebagai cadangan glukosa sangat terbatas keberadaannya. Glukosa darah terutama didapat dari asupan makanan sumber korbohidrat. Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, kalsium dan besi. Bila dibandingkan dengan jenis makanan nabati lain, mineral pisangf, khususnya besi, hampir seluruhnya (100 persen) dapat diserap tubuh.

Berdasarkan berat kering, kadar besi pisang mencapai 2 miligram per 100 gram dan seng 0,8 mg. bandingkan dengan apel, yang hanya mengandung 0,2 mg besi dan 0,1 mg seng untuk berat 100 gram. Kandungan vitaminnya sangat tinggi, terutama provitamin A, yaitu betakaroten, sebesar 45 mg per 100 gram berat kering, sedangkan pada apel hanya 15 mg. pisang juga mengandung vitamin B, yaitu tiamin, riboflavin, niasin dan vitamin B6 (piridoxin). Kandungan vitamin B6 pisang cukup tinggi, yaitu 8 seesar 0,5 mg per 100 gram. Selain berfungsi sebagai koenzim untuk beberapa reaksi dalam metabolisme protein, khususnya serotonin. Serotonin diyakini berperan aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak. Vitamin B6 juga berperan dalam metabolisme energi yang berasal dari karbohidrat. Peran vitamin B6 ini mendukung ketersediaan energi bagi otak untuk aktivitas sehari-hari. Namun, kandungan protein dan lemak pisang kurang bagus dan sangat rendah, yaitu hanya 2,3 persen. Meski demikian, kandungan lemak dan pisang masih lebih tinggi dari apel, yang hanya 0,3 persen.

Dalam pembuatan panganan atau makanan dari pisang, jenis pisang perlu diperhatikan karena setiap jenis pisang memiliki rasa, aroma dan kadar air yang berbeda. Contoh pada pembuatan keripik pisang, pisang yang digunakan pisang Ambon, dan pisang jenis Plantain, seperti pisang tanduk dan kepok. Pisang jenis ini lebih dipilih untuk digunakan karena kadar air yang dikandungnya lebih sedikit yakni 66,4% per 10 gram sedangkan pisang-pisang golongan Acuminata mengandung air 75,7% per 100 gram.
Membuat mie dengan memanfaatkan pisang sebagai bahan baku. Perbandingan terigu dengan pisang yang optimal adalah 2:1. Rasa mie cukup gurih, jika pisang kepok yang digunakan cukup masak dan masa garam yang ditambahkan dalam adonan proporsional. Mie pisang yang dimasak (rebus) akan memiliki tekstur kenyal. Mie pisang dikeringkan dalam microwave sebagai mie instan. Mie yang dikeringkan dapat disimpan sampai 2 pekan. Pisang memang dapat diolah menjadi mie dan baik untuk dikomsumsi.

punti8

Gambar 3. Praktek Memasak Mie goreng

Bahan, terdiri dari :
Pisang kepok; Tepung terigu; Minyak goreng; Telur ayam; Garam dapur; Kunyit; Jahe, Serai, Ketumbar dan Air secukupnya
Alat, terdiri dari :
Blender; Penggiling mie;
Pisau; Oven/microwave; Timbangan; Panci; Wadah/ Baskom; Peralatan memasak, dll.

punti2

Gambar 4. Adonan mie pisang yang sudah kalis (homogen)

Cara kerja
Pembuatan mie pisang ini menggunakan bahan dasar tepung terigu dan pisang kepok masak dengan perbandingan 2:1. Pisang yang digunakan terlebih dahulu direbus hingga lunak dan dapat dihaluskan atau dapat pula dilakukan dengan cara menghaluskan buah pisang menjadi bubur dengan menggunakan blender. Bubur pisang dimasukkan kedalam baskom kemudian dicampur dengan terigu, telur dan kunyit. Terus diaduk hingga tercampur rata dan menjadi adonan yang kenyal dan tidak lengket, selanjutnya lakukan penggilingan secara bertahap hingga adonan berbentuk mie. Jika minyak goreng dalam komposisi tersebut tidak optimal maka adonan mie yang dihasilkan sangat lengket, permukaannya tidak licin dan sulit digiling atau dicetak. Hanya dengan minyak yang cukup akan diperoleh hasil lebih baik.
punti3

Gambar 5. Menggiling Mie basah

punti4Gambar 6. Mie pisang yang masih basah baru selesai digiling

Mie basah tersebut boleh dikeringkan dalam oven jika menginginkan untuk disimpan beberapa hari atau langsung direbus jika ingin segera dikonsumsi. Setelah direbus lalu ditiriskan dan tempatkan dalam mangkuk.
Selanjutnya sediakan bumbu-bumbu untuk menambah citarasa. Bumbu terdiri dari minyak sayur, jahe, serai, merica, ketumbar dan garam yang kesemuanya itu dihaluskan dulu.
punti5

Gambar 7. Mie Pisang (ditumis) siap disantap

Untuk membuat mie goreng maka bumbu bersama minyak sayur tersebut dipanaskan diatas wajan hingga terasa aromanya lalu masukkan mie pisang sambil diaduk beberapa lama sampai bumbu benar-benar meresap. Jika menginginkan mie kuah dapat menambahkan air secukupnya. Mie pisang nikmatnya begitu terasa.
punti9

Gambar 8. Memblender pisang untuk menyiapkan adonan

Catatan :
Untuk mengikuti Pelatihan silahkan menghubungi Hadijaya melalui HP/ WA : 08128727937

Teknologi Pembuatan Saos Durian

saus2durenGambar 1. Kegiatan Pelatihan Program Bidang Pengembangan Teknologi Ikatan Alumni UT Pusat di Cilangkap Jakarta.

Saos durian adalah saos yang dibuat dari buah durian, merupakan salah satu penyedap masakan atau bumbu pelengkap campuran sambal, bumbu pepes ikan atau bumbu gulai ikan yang memiliki cita rasa yang lezat yang disukai masyarakat. Produk saos durian belum dikenal secara luas, sehingga diharapkan hasil penelitian ini menjadikan saos durian lebih dikenal masyarakat. Rasa asam pada produk saos durian menjadi ciri khas yang dikendalikan oleh jumlah garam yang diberikan serta masa inkubasi yang optimum. Dalam percobaan ini metode yang digunakan adalah hidrolisis garam, yaitu penambahan garam pada durian dan inkubasi selama 7 hari. Garam yang digunakan adalah garam halus yang masanya bervariasi yaitu 25 gram, 30 gram, dan 35 gram untuk 1000 gram daging buah durian . Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan masa garam yang menghasilkan saos durian dengan cita rasa yang baik adalah 30 gram garam dengan inkubasi selama 5 hari.

Durian adalah nama tumbuhan tropic yang berasal dari Asia Tenggara, nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Varian namanya yang juga popular adalah duren. Orang sunda menyebutnya dengan kadu. Tanaman durian termasuk marga (genus) durio, dari species durio zibethinus. Warna buahnya berbeda-beda dari hijau kekuning-kuningan, dan mempunyai bentuk dari bujur hingga bundar. Kulit buahnya berserabut dan permukaannya dipenuhi sudut tajam (duri). Buah durian memiliki rasa yang lezat dan baunya yang khas. Buah durian memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi karena harganya tidak pernah terpengaruh dengan jenis buah yang lainnya. Setiap panen tiba harga buah durian selalu naik, pemasaran buah durian umumnya sudah melalui mata rantai yang agak panjang sehingga mengakibatkan harga durian ditingkat konsumen menjadi sangat tinggi.

saus4durensaus5durenGambar 2. Buah Durian lokal

Di Indonesia, tanaman durian terdapat diseluruh pelosok Jawa dan Sumatra sedangkan di Kalimantan dan di Irian Jaya umumnya hanya terdapat dihutan, disepanjang aliran sungai. Di dunia tanaman durian tersebar keseluruh Asia Tenggara dan Sri Langka, India Selatan hingga New Guenea. Khusus di Asia Tenggara, durian diusahakan dalam bentuk pohon yang dipelihara intensif oleh Negara. Jumlah produksi durian di Filipina adalah 16.700 ton (2.030 ha), di Malaysia 262.000 (42.000 ha) dan di Thailand 444.500 ton (84.700 ha) pada tahun 1987 – 1988. Di Indonesia pada tahun yang sama mengahasilkan 199.361 ton (41.284 ha) dan pada tahun 1990 menghasilkan 275.717 ton (45.327 ha).
Tanaman durian termasuk family Bombaceae sebangsa pohon kapuk – kapukan dan yang lazim disebut durian adalah tumbuhan dari marga (genus) Durio, Nesia, Boschia, Coelostegia. Macam Variates durian yang tersebar di Nusantara antara lain adalah : Duren Sukun (Jawa Tengah), Petruk (Jawa Tengah), Sitokong (Betawi), Simas (Bogor) Sunan (Jepara), Kani (Thailand), Sidodol (Kalimantan Selatan), Tembaga (Komering Palembang) dan Sihijau (Kalimantan Selatan).

Durian merupakan buah yang mengandung berbagai protein, zat pati atau karbohidrat, zat gula buah dan lain – lain dimana pada proses pembusukan atau penguraian menimbulkan alkohol dan saos – saos amino misalnya aminomium asetat [CH3COONH] yang kurang disukai sebagian orang karena baunya sangat menyengat. Durian mengandung sejumlah karbohidrat dan juga banyak protein. Hal ini berarti buah durian mengandung banyak enzim dan komponen tambahan yang non protein sebagai aktivitas katalis, enzim semacam ini disebut Holoenzim. Bagian protein dari enzim disebut Apoenzim dan bagian nonprotein disebut Koenzim. Adanya aktivitas enzim pada buah durian menyebabkan proses pembusukan durian menimbulkan gas, daging buah menjadi saos dan timbul bau yang menyengat, aktivitas enzim dapat dihambat dengan menambahkan garam pada arilus atau daging buah durian sekaligus memberinya citarasa asam dan asin.

Pada bagian buah yang berwarna kekuning-kuningan terdapat senyawa dengan aroma paling tajam yaitu propanthiol defuthioter serta senyawa-senyawa lain yang menentukan rasa enak daging buahnya. Buah durian yang matang pada umumnya dikonsumsi dalam keadaan segar. Selain dapat diolah menjadi kue durian, es krim durian, atau di olah menjadi dodol durian, buah durian juga dapat dijadikan sebagai campuran sambal, bumbu pepes ikan ataupun bumbu gulai ikan dengan terlebih dulu mengolahnya menjadi saos durian.
Dari hasil percobaan ini diharapkan masyarakat luas dapat lebih mengenal pemanfaatan durian sebagai penyedap masakan atau saos durian sehingga menambah khasanah masakan asli Indonesia. Penelitian dan percobaan pembuatan saos durian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari pengaruh garam pada daging buah agar dapat dihasilkan saos durian yang mempunyai cita rasa sedap.

Manfaat dari penelitian adalah untuk menambah pengetahuan dibidang pangan khususnya pembuatan saos durian, dengan harapan dapat ikut dinikmati dan dikembangkan oleh masyarakat luas.

Dalam percobaan ini, dihipotesakan bahwa : keasaman pada arilus (daging buah durian) dipengaruhi oleh sedikit atau banyaknya massa garam yang ditambahkan serta lamanya masa penyimpanan (inkubasi).

Pada percobaan ini pengolahan saos durian menggunakan garam yang berfungsi untuk menghambat penguraian protein menjadi senyawa amino sehingga menjadi rasa saos. Pengamatan fenomena perubahan keasaman saos durian adalah bedasarkan variabel masa garam yang ditambahkan. Pengambilan data dilakukan melalui pengukuran pH (derajat keasaman) dan uji organoleptik (uji cita rasa)

1.Bahan bahan
-Buah Durian : 388,12 Kg
-Garam : 30 gram
-Bawang merah : 12,14 gr
-Cabe merah : 30.3 gr
-Kunyit : 8 gr

2.Alat – alat
Pisau, Toples, Timbangan, Blender, Sendok dan Kantong plastik

3. Cara kerja
1. Buah durian dibelah dengan pisau dan diambil isinya.
2. Dipisahkan daging dari bijinya dengan sendok , bijinya dibuang dan daging buah diambil.
3. Dibuat 3 (tiga) sample penelitian dengan massa garam yang bervariasi, yaitu 25 gram; 30 gram dan 35 gram.
4. Ketiga sample tersebut kemudian dicampur dengan cabe dan kunyit yang telah dihaluskan serta dibungkus dengan plastic lalu dimasukan ke dalam toples dan ditutup rapat. Kemudian di inkubasi (simpan) sampai 1 minggu.
5. Setelah pengingkubasian selesai, kemudian dilakukan uji organoleptik.
6. Saos durian yang sudah jadi dapat dibuat sambal atau sebagai campuran masakan lainnya yang sesuai selera.

Diagram_DurianGambar 3. Diagram alir percobaan

Pada percobaan ini, daging buah durian yang telah dipisahkan dari bijinya dibagi menjadi 3 variabel dengan jumlah yang sama banyaknya. Ketiga variabel tersebut kemudian diberi bumbu masing-masing dengan cabe dan kunyit yang telah dihancurkan dengan ukuran yang sama akan tetapi dengan jumlah garam yang berbeda. Setelah ketiga variabel dibungkus dengan plastik dengan rapat kemudian diinkubasi selama 1 minggu (7 hari). Pembungkusan ini dimaksudkan agar sample tidak terkontaminasi dengan udara luar yang memungkinkan masuknya bakteri atau jamur yang akan mempengaruhi hasil inkubasi.

saus durenGambar 4. Produk akhir percobaan yaitu Saos Durian

Hasil inkubasi selama 7 hari tersebut dapat dilihat pada Tabel 1, bahwa semakin banyak garam yang diberikan maka tingkat keasaman (pH) saos durian semakin tinggi. Apabila diuji secara organoleptik (cita rasa) ternyata cita rasa dan aroma yang cukup baik ketika diberikan garam dengan massa 30 gram. Pengaruh banyak atau sedikitnya garam dapat dilhat pada Grafik 1, jika semakin banyak garam diberikan maka tingkat keasaman semakin rendah.

Tabel -1. Cita Rasa Saos Durian setelah 7 hari

MassaGaram_pH

pH_Massa_garam_KIR_IKAUT

Gambar 5. Hubungan Lama Inkubasi terhadap tingkat keasaman (pH)

Setelah diperoleh sampel saos yang cukup baik yaitu dengan massa garam 30 gram maka dilanjutkan dengan pengujian masa inkubasi terhadap cita rasa saos durian. Berdasarkan Tabel 2, dapat dilihat bahwa pada masa inkubasi selama 5 hari memberikan hasil yang cukup baik yang ditandai dengan aroma yang harum sekali.

Tabel-2. Pengaruh lamanya inkubasi terhadap keasaman saos durian untuk 30 gr garam dalam 388,12 gr arilus

Inkubasi_pH

 

pH_Inkubasi_KIR_IKAUT

Gambar 6. Hubungan massa (jumlah) garam yang ditambahkan terhadap perubahan keasaman (pH).

Untuk mengetahui hasil yang baik atau tidaknya dapat kita amati selama inkubasi melalui aroma tingkat keasamannya. Penambahan jumlah garam yang banyak pada arilus dapat menghambat terjadinya pembusukan akan tetapi berakibat saos durian kurang enak karena terlalu asin. Sebaliknya sedikit garam berakibat saos durian sangat asam karena aktivitas enzim tidak sepenuhnya dapat dihambat bedasarkan percobaan maka saos durian yang memiliki cita rasa terbaik adalah variabel 2 dengan masa inkubasi 5 hari.

Dalam penelitian pengolahan pengolahan saos sambal durian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa :
-Banyak sedikitnya garam memberikan pengaruh terhadap tingkat keasaman saos durian. Semakin banyak garam yang diberikan semakin tinggi tingkat keasaman saos durian. Sedangkan dilihat dari segi cita rasa, pada percobaan ini saos durian yang memiliki cita rasa yang baik/ harum sekali adalah dengan penambahan garam sebanyak 30 gram.
-Keasaman saos durian juga dipengaruhi oleh lamanya massa penyimpanan (inkubasi). Semakin lama masa inkubasi semakin rendah tingkat keasaman saos durian. Pada percobaan ini masa inkubasi yang optimal diperoleh pada hari kelima dengan cita rasa yang baik/harum sekali.
-Saos durian dapat menjadi ramuan sambal atau bumbu pepes ikan yang lezat cita rasanya sehingga menambah khazanah perbendaharaan masakan tradisional Indonesia.

saus1durenGambar 7. Kegiatan Pelatihan Di Cilangkap Jakarta

Catatan :
Untuk kegiatan Pelatihan silahkan hubungi Hadijaya via HP/ WA : 08128727937

Kunjungan Kasih untuk Ibu Ruri Wahyuni (Alumni PGSD UT)

20638261_1516271221765365_1568565437609349230_n

 

Sabtu, 5 Agustus 2017 beredar kabar di WA Group mengenai Alumni UT yang dikabarkan meninggal dunia dalam musibah kebakaran di Jati Pulo-Jakarta Pusat pada Jumat, 4 Agustus 2017.

Mendengar kabar tersebut Pengurus Pusat IKA UT melakukan pencarian informasi mengenai kebenaran berita tersebut. Berbekal alamat dari Media Online Nasional, IKA UT mendatangi TKP.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari tetangga dan anak pemilik rumah diketahui bahwa yang menjadi korban meninggal adalah pemilik rumah dan ketiga anaknya dimana Ibu Ruri (Alumni UT) mengontrak. Beliau bukanlah korban meninggal sebagaimana pemberitaan salah satu stasiun TV Nasional. Dari mereka juga diketahui bahwa Ibu Ruri adalah Guru di SDN 09 Pagi Cideng.

Selasa, 8 Agustus 2017 salah satu pengurus IKA UT berkunjung ke SD tempat Ibu Ruri mengajar untuk mengkonfirmasi informasi yang diterima. Dan akhirnya hari ini 9 Agustus 2017, IKA UT menyerahkan sejumlah donasi hasil ‘urunan’ pengurus.

Donasi diserahkan kepada Ibu Ruri oleh Bapak Purnomo selaku bidang Pengabdian Masyarakat IKA UT Pusat di dampingi Ibu Herawati dan Saudari Yohana sebagai perwakilan IKA UT Pusat. Penyerahan donasi disaksikan oleh Wakil Kepala Sekolah dan para Guru SDN 09 Pagi Cideng.

Setelah penyerahan donasi, Pengurus mengunjungi tempat tinggal baru Ibu Ruri tidak jauh dari Sekolah Beliau mengajar.

Semoga Ibu Ruri dan keluarga cepat pulih dari trauma, sehat dan dalam perlindunganNya selalu. Amin.

 

20663771_1516271481765339_4946215829501413419_n 20638912_1516272878431866_5878777079486956812_n

Rapat Pengurus Pusat IKA-UT & Silaturahim Bersama Pimpinan UT

juli1

 

Pada hari Minggu, 30 Juli 2017 bertempat di Kasmaran Guest House, Condet-Jakarta Timur, Pengurus Pusat IKA-UT menyelenggarakan rapat pengurus guna koordinasi, evaluasi dan persiapan pelaksanaan program kerja yang segera akan digulirkan dalam tahun 2017 ini.

Beberapa topik yang dibahas antara lain laporan Sekjen IKA-UT terkait pelantikan IKA-UT Bengkulu, Beasiswa IKA UT,  masalah teknis Seminar Nasional kerja sama FE UT-IKA UT, Rapat Koordinasi Nasional IKA UT, serta rencana Seminar Bela Negara.

 

20431760_794903514021132_4453669079316124241_n

 

 

Usai rapat pengurus dilanjutkan Halal Bihalal IKA-UT yang dihadiri oleh Dewan Pembina IKA-UT, yaitu Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D  (Rektor UT Periode 2013-2017), Prof. Drs. Odjat Darojat, M.Bus., PhD (Rektor UT Periode 2017-2021) dan Dr. Aminudin Zuhairi, M.Ed. (Purek III UT). Halal Bihalal juga dimeriahkan oleh perwakilan pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), yakni Manika UT dan Menwa UT.
Dalam sambutannya Prof. Tian menyatakan kegembiraannya atas partisipasi pemberian beasiswa bagi mahasiswa UT dari IKA-UT yang mulai dilaksanakan selama periode kepemimpinan beliau sebagai Rektor UT. “Mudah-mudahan bantuan beasiswa bagi mahasiswa UT potensial yang kekurangan secara finansial dapat terus berlangsung dan akan terus didukung Rektor Ojat dan Purek III agar IKA-UT dapat terus berdaya hingga masa yang akan datang baik kepada UT maupun kepada bangsa dan Negara kita tercinta ini.”
juli2

juli4

 

Terkait dengan eksistensi para alumni UT yang tersebar diseluruh penjuru tanah air, Prof. Ojat mengharapkan para mahasiswa terutama yang tinggal di wilayah perbatasan RI-Malaysia dan pulau-pulau terdepan agar kehadiran alumni UT di wilayah tersebut mampu berperan sebagai pendidik maupun sebagai kaum intelektual dan diharapkan agar mahasiswa yang menetap di daerah perbatasan serta pulau terpencil mampu menyelesaikan pendidikan di UT tepat waktu dengan hasil yang baik.

 

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan hiburan yang diawali Shalat Magrib berjamaah yang dipimpin oleh Rektor UT.


juli3

20431714_794902290687921_1825599975066041054_n

20476529_1405971672830239_904421972662062399_n

Bakti Sosial Untuk Korban Longsor Ponorogo

BAKTI SOSIAL

IKATAN ALUMNI UNIVERSITAS TERBUKA (IKA-UT) PUSAT & WILAYAH SURABAYA, KELUARGA BESAR UPBJJ UT SURABAYA DAN MAHASISWA

 

Untuk Korban Longsor Ponorogo

 09 April 2017

 

Oleh : Drs.H.Fatchur Rachman MS (Sekretaris IKA-UT Wilayah Surabaya)

 

Baksos IKA UT Surabaya

Baksos IKA UT Surabaya

 

Peristiwa longsornya Bukit Gede Desa Banaran, Pulung Ponorogo pada tanggal 01 April 2017 menyebabkan banyak korban tertimbun longsoran tanah. Warga Dusun Tangkil, Dusun Krajan, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo yang tertimbun hidup-hidup sebanyak 28 (dua puluh delapan) jiwa, disamping itu longsoran juga menyebabkan banyak rumah warga yang rusak. Warga yang terdampak di himbau untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

 

Peristiwa longsoran Bukit Gede ini menggerakkan hati para Pengurus Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA-UT) Wilayah Surabaya untuk mengadakan Bakti Sosial. Kegiatan ini pun disambut baik oleh Bapak Teguh Prakoso S.Pd.,M.Hum. selaku Kepala UPBJJ-UT Surabaya, anggota IKA-UT Wilayah Surabaya beserta Mahasiswa, sampai hari  minggu  09 April 2017  bantuan yang terkumpul selain berupa barang juga berupa uang tunai lebih dari Rp.10 juta. Bapak Drs.H.Fatchur Rachman MS selaku Sekretaris IKA-UT Wilayah Surabaya ditunjuk sebagai Koordinator & Pelaksana penyaluran bantuan tersebut ke derah yang membutuhkan, beserta para Pengurus IKA-UT Wilayah Surabaya secepatnya menyiapkan bantuan berupa SEMBAKO seperti beras, gula, mie instan, air mineral, kopi, snack, bubur bayi dan susu untuk anak-anak. Selain itu bantuan juga berupa OBAT-OBATAN dan berupa BARANG seperti pakaian dewasa & anak-anak, perlengkapan mandi & mencuci, celana dalam dewasa & anak-anak, jarit, mukena, jilbab, handuk, baju koko, daster wanita & anak-anak, sajadah, sarung, handuk, pembalut wanita, popok bayi, selimut dan sandal jepit. Karena di pengungsian juga terdapat anak-anak, pengurus pun memberikan bingkisan,  2 Karton Susu, 2 karton Snack, buku cerita, buku mewarnai, pensil warna, krayon, tas anak-anak. Sedangkan untuk pengungsi dewasa tidak lupa dibawakan Buku Yasin & Tahlil.

 

 

Pada hari Minggu, tanggal 09 April 2017 rombongan (Ketua, Sekretaris dan Pengurus lainnya) didampingi Ibu Dra.Titik Setyowati M.Pd, selaku PW UT Kabupaten Ponorogo berangkat dari Surabaya pukul 05.00 WIB menuju Ponorogo. Dalam perjalanan rombongan berkoordinasi dengan Pejabat Diknas Kab.Ponorogo & Tutor UT Pokjar Ponorogo (Bapak Bambang dkk) yang akan memandu rombongan menuju Posko Bencana di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo yang daerahnya  tersebut memerlukan banyak bantuan. Rombongan tidak lupa  mampir di Madiun untuk menjemput Bpk.Drs.H.Agus Prasetyo M.Si selaku PW UT Kota Madiun yang juga ikut mendampingi rombongan sekaligus makan pagi pukul 11.00 WIB. Selanjutnya rombongan meneruskan perjalanan ke Ponorogo  menuju SMP Negeri 5 Ponorogo dan tiba  pukul 12.00 WIB untuk bertemu Bapak Bambang Dkk sekaligus menjalankan Sholat Dhuhur dijamak dengan Ashar.

 

Perjalanan dilanjutkan dengan dipandu  3 orang dari Kantor Diknas Ponorogo/Tutor UT Surabaya. Selama perjalanan menuju lokasi bencana terlihat bukit-bukit yang menghijau dengan tanaman perdu, kebun jagung  dan tanaman penduduk yang sangat subur namun tidak terlihat pohon-pohon besar layaknya hutan yang berfungsi menahan tanah perbukitan dari bahaya longsor. Tampak pula posko-posko yang didirikan di sepanjang jalur menuju tempat bencana, para sukarelawan beserta tentara dan Polisi yang mengarahkan rombongan yang akan menyerahkan bantuan. Sesampai di lokasi rombongan disarankan ke Posko Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo yang berada di Balai  Desa Banaran yang dekat dengan tempat Pengungsian. Para Pengungsi ini  ditempatkan di dekat balai desa Banaran, sambil menunggu relokasi permanen. Posko Dinas Sosial ini merupakan pusat penampungan bantuan terdekat dengan daerah bencana, di kanan kiri jalan juga masih terlihat sepanduk larangan memasuki area bencana.

 

Rombongan tiba di daerah bencana pukul 13.30 WIB, disana rombongan juga bertemu dengan rombongan penyumbang dari marinir surabaya, dari berbagai instansi dan LSM lainnya. Di posko yang terletak di Balai Desa Banaran tersebut, bantuan berupa sembako dan barang-barang oleh Bapak Drs.H.Fatchur Rachman MS beserta perwakilan Pengurus IKA-UT Surabaya, perwakilan keluarga besar UPBJJ UT Surabaya diserahkan kepada Pejabat dan Staf Dinas Sosial Kabupten Ponorogo Ibu Dyah Fitria selaku Koordinator Penampungan bantuan. Bantuan tersebut rencananya  akan disalurkan  langsung kepada para pengungsi yang daerahnya masih terisoler karena pemukiman nya tidak aman untuk ditempati. ”Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh Pengurus IKA-UT Pusat & Wilayah Surabaya serta keluarga besar UPBJJ UT Surabaya atas bantuan yang telah diberikan, Insya Allah amanah ini akan  langsung kami salurkan kepada warga”, demikian ungkapan terima kasih Bapak Pejabat dari  Dinas Sosial Kabupten Ponorogo.

 

Selain itu bantuan berupa 80 bingkisan untuk anak-anak berupa buku-buku, tas sekolah, pensil warna, crayon, snack dan susu siap saji diserahkan oleh Bapak Drs.H.Fatchur Rachman MS beserta perwakilan Pengurus IKA-UT Wilayah Surabaya kepada Ibu Dyah Fitria Staf Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo. ”Kami sangat bersyukur & berterima kasih sekali kepada seluruh donatur karena disaat bencana seperti ini, anak-anak masih mendapatkan perhatian, terima kasih atas bingkisan yang telah  diberikan”, tutur Ibu Dyah Fitria. Begitu juga dengan Bapak Pejabat dari Dinas Sosial “Semoga segala amal donatur di balas oleh Allah SWT”.

 

Setelah menyerahkan seluruh bantuan, pukul 15.00 WIB rombongan  turun ke Kecamatan Pulung, dengan tambahan informasi bahwa pada hari itu  jenazah korban longsor ke 4 telah diketemukan oleh Tim SAR menyusul 3 jenazah yang telah diketemukan dan dikubur di makam desa sebelumnya. Setelah dijamu makan siang oleh Bapak Bambang dkk rombongan berpamitan dan bergegas kembali ke Surabaya pukul 16.00 diiringi cuaca mendung menandakan akan turun hujan dan muncul  kejadian  yang memilukan yaitu adanya  longsor susulan yang sangat membahayakan  sehingga seluruh Tim SAR  menghentikan proses pencarian korban yang tersisa (24 orang) serta harus meninggalkan lokasi bencana dengan segenap peralatannya seperti eskavator, mobil bego, mobil penyemprot air, mobil pengangkut anjing (K9 Polda Jatim) dan sebagainya, kecuali Relawan yang bertugas di Pos Pengungsian dan dapur umum.

 

Demikian kisah perjalanan rombongan Pengurus Ikatan Alumni Universitas Terbuka  (IKA-UT) Wilayah Surabaya menuju ke Posko Longsor Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupten Ponorogo.

 

Seminar Sehari Pemanfaatan IT Bagi Pemuda Pelajar

it1c
Sabtu, 31 Desember 2016 dipenghujung tahun IKAUT Pusat menyelenggarakan seminar sehari bertajuk Pemanfaatan IT dalam menunjang kapabilitas sumber daya manusia. Seminar dilaksanakan di Bilberry Resto Jl. Mabes Hankam 101 Cilangkap Jakarta Timur.
Dra. Herawaty Sampurna selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan realisasi program kerja IKAUT Pusat yang baru sempat terlaksana dipenghujung tahun karena berbagai kesibukan pengurus. Seminar ini terlaksana dengan didukung beberapa personal pengurus dalam sebuah tim seperti Agung Suyono SE sebagai MC, dan Purnomo SE yang melayani registrasi peserta sejak pukul 09.00 Wib.
it3b
Acara dibuka oleh Sekjen IKAUTPUS Drs. Leles Sudarmanto, MM selaku yang mewakili Ketua Umum. Dalam sambutannya Leles mengatakan bahwa Seminar Pemanfaat IT ini penting untuk diikuti kalangan muda mengingat bahwa kemajuan jaman terus berkembang jika tidak disikapi dengan cermat maka akan tertinggal. Oleh sebab itu seminar semacam ini akan terus digulirkan oleh pengurus Ikatan Alumni Universitas Terbuka Pusat (IKAUTPUS) dan menjadi agenda tetap organisasi agar masyarakat dapat dibantu ditingkatkan kecerdasannya melalui kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan IKAUTPUS.
it3a
Selanjutnya Hadijaya, BSc, SPd, MPd sebagai nara sumber menerangkan bahwa di era globalisasi ini, jika generasi mudanya tidak menguasai IT maka itu identik dengan buta huruf. Padahal perkembangan di bidang IT berpengaruh terhadap kemajuan negara. Oleh karena itu, pemanfaatan IT harus diperkenalkan kepada generasi muda agar mereka mempunyai bekal pengetahuan dan pengalaman yang memadai untuk bisa menerapkan dan menggunakannya dalam kegiatan belajar, bekerja serta berbagai aspek kehidupan sehari-hari dan juga bersaing dalam lingkup global. Sumber  Daya Manusia yang handal ditunjang dengan penggunaan teknologi informasi, maka efektivitas dapat dicapai dalam waktu yang relatif singkat.
it2ait3
Hadijaya menjelaskan lebih jauh mengenai makna Informasi Teknologi atau IT yaitu seperangkat alat yang membantu kita bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi, merupakan teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi kecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video.
Informasi Teknologi (IT) tidak hanya pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan mencakup teknologi komunikasi untuk mengirim atau menyebarluaskan informasi.
Dalam seminar tersebut Hadijaya menguraikan materi IT secara panjang lebar serta menyajikan praktik budidaya jamur kombucha untuk suplemen kesehatan pencernaan dan praktik pengolahan saus durian untuk bumbu masakan.
kommb
Pengambilan gambar kegiatan praktik serta rekaman video merupakan teknis pengumpulan materi untuk memuat informasi pada blogger peserta, hal ini dimaksudkan sebagai metode penampilan sebuah blogger yang menawarkan produk home industry yang bermanfaat jika ingin mengembangkan usaha jamur kombucha maupun usaha penjualan produk bumbu masak berbahan dasar durian.
it6it8
Hadijaya lebih lanjut mengatakan bahwa Sumber Daya Manusia yang handal ditunjang dengan penggunaan teknologi informasi, maka efektivitas dapat dicapai dalam waktu yang relatif singkat. Kemajuan teknologi komunikasi yang cepat dapat mempermudah komunikasi antara suatu tempat dan tempat yang lain. Semakin maraknya penggunaan Teknologi Informasi akan semakin membuka lapangan pekerjaan. Bisnis yang berbasis Teknologi Informasi atau yang biasa disebut e-commerce dapat mempermudah transaksi-traansaksi bisnis suatu perusahaan atau perorangan. Dengan memanfaatkan teknologi informasi di bidang bisnis akan memberikan dampak positif yang besar untuk jalannya bisnis yang kita bangun. Munculnya peluang bisnis baru (E-business), dengan semakin majunya teknologi dan informasi maka akan mendorong orang untuk menciptakan beberapa peluang yang sangat menguntungkan dan sebagai modal dasar bisnis yang sangat menguntungkan.

Seminar diselingi dengan diskusi (tanya-jawab) dan berakhir pukul 14.30 Wib. Semua peserta diberikan Sertifikat yang ditandatangani oleh Ketua Umum IKAUTPUS, yaitu Linda Agum Gumelar, S.IP. (info gway)

Pelantikan Pengurus Wilayah IKA-UT Jambi

Ikatan Alumni Universitas Terbuka adalah organisasi yang menaungi alumni Universitas Terbuka seluruh nusantara bahkan sampai mancanegara dalam melakukan managemen organisasi melibatkan jenjang kepengurusan dari tingkat pusat wilayah dan cabang.

Bertepatan dengan diselenggarakannya Upacara Penyerahan Ijasah (UPI) UPBJJ-UT Jambi, Senin 23 Maret 2016, Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni UT (IKA-UT), Drs. H. Leles Sudarmanto, MM melantik pengurus wilayah IKA-UT Jambi periode 2016-2021. Pelantikan yang diadakan di GOR Kota Jambi ini dihadiri oleh Walikota Jambi, Kepala Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) Jambi dan para wisudawan-wisudawati Universitas Terbuka. (Hms/YV)

Selamat mengemban amanat baru Pengurus Wilayah IKA UT Jambi!

 

 

PENGURUS WILAYAH IKATAN ALUMNI UNIVERSITAS TERBUKA JAMBI

SUSUNAN PERSONALIA

Masa Bhakti 2016-2021

Dewan Pembina

Ketua : Dra. HARTINAWATI

Sekretaris : Drs. JON RIZAL

Anggota : Drs. ANDRIANTY AMIR; Ir. MAHA PUTRA

 

Pengurus Harian

Ketua : A. HOLIDI, SIP, M.AP

Wakil Ketua : SETIA WAHYUNI, S.IP, M.Pd

Sekretaris : ROBIATUL ADAWIYAH, S.PKP

Wakil Sekretaris : YUSMALIDA, S.IP, MM

Bendahara : SUWARNO, S.Pd

Wakil Bendahara : ABDUL SOMAD, S.AP

Koord. Seksi Organisasi dan Kelembagaan : SYAHRUL, S.Pd, MM

Koord. Seksi Humas, Informasi dan Publikasi : DIWARNI, S.Pd

Koord. Seksi Advokasi dan Sosialisasi : ROZALI, SE

Koord. Seksi Pengembangan SDM : ZAINUDDIN, S.Pd, MM

Koord. Seksi Teknologi Informasi : WAGIMIN , S.Pd., MM

Koord. Seksi Pengabdian Masyarakat : ROSMALINA, S.KM

 

 

 

Video dapat di lihat di sini

Sang Istri Diplomat yang Penuh Semangat

Terlahir sebagai putri Minang membuat Surmaini Mansoer Mauna memiliki paras yang cantik dan ayu.

Ia lahir dan dibesarkan di Pariaman Sumatra Barat tepatnya pada tanggal 17 Mei 1947 yang silam. Wanita ayu ini adalah istri dari seorang diplomat, Prof. Dr. Boer Mauna dan di karuniai 4 orang putera. Ia adalah lulusan Sarjana Sosial Ilmu Politik dari Universitas Terbuka (UT) tahun 2014.

Aktif menjadi salah satu pengurus Kongres Wanita Indonesia membuatnya selalu terlihat awet muda dan bersemangat. Ingin menambah ilmu pengetahuan di bidang komunikasi adalah alasannya memilih kuliah di UT, karena perannya di Kowani cukup penting yaitu sebagi salah satu Koordinator Hubungan Luar Negeri dan Hubungan Masyarakat.

Ibu Mei begitu kerap ia dipanggil, senyum manis tak pernah hilang dari bibirnya ketika ia berkomunikasi, baik dengan rekan sejawatnya maupun dengan masyarakat luas. Dituturkannya dengan lembut bahwa selama menjadi mahasiswa UT banyak manfaat dan dampak langsung yang diperolehnya dalam aktifitasnya di Kowani, diantaranya kepercayaan diri yang semakin meningkat ketika berhubungan dengan banyak orang di Kowani.

Diusia yang tak lagi muda ini ia tak pernah kehilangan semangat untuk terus belajar menuntut ilmu dengan menjadi mahasiswa UT, dan pancaran kebahagiaan serta rasa bangga di wajah cantiknya terlihat jelas ketika ia menerima ucapan selamat dari Rektor UT di acara Wisuda UT.

Ibu Mei, semangat dan jiwa mudamu sungguh sangat menginspirasi.

 

 

(Sumber)

Disiplin, Kerja Keras, dan Motivasi Tinggi sebagai Kunci Meraih Cumlaude

Bagi Suranto, alumni Program Studi Magister Manajemen (PS MM) Program Pascasarjana Universitas Terbuka (PPs-UT) angkatan 2012.2 ini, berhasil menyelesaikan kuliah dengan dengan hasil sangat baik (IPK 4 dan predikat cum laude) merupakan anugerah dari Allah SWT yang sangat disyukuri. ”Saya bahagia dan bersyukur saat dinyatakan sebagai wisudawan terbaik pada masa wisuda periode III 2014 sehingga bisa berjabat tangan dengan Rektor dan Pembantu Rektor 1 di acara wisuda hari ini”, katanya.

Suranto memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah ke pasca sarjana dari mulai tahun 2011. Namun demikian keinginan pengajar di KPPN Bangko Merangin, Jambi pada seksi Verifikasi dan Akuntansi tersebut akhirnya baru terwujud pada tahun 2012 dengan mendaftar kuliah pada PS MM UT. Ia menjelaskan bahwa Program MM Reguler UT memang sangat tepat dipilih karena sistem pembelajarannya yang fleksibel, hanya ada 4 (empat) kali tutorial tatap muka (TTM) per semester, sedangkan sisanya, mahasiswa dapat belajar secara mandiri dengan waktu yang fleksibel melalui tutorial online (Tuton). Motivasi dari pengajar satker yang mulai tanggal 15 Februari 2014 telah pindah di seksi Manajemen Satker dan Kepatuhan Internal (MSKI) dari divisi Treasury Learning Center (TLC) KPPN Depkeu Semarang ini untuk kuliah di PS MM PPs-UT yaitu selain untuk menambah ilmu yang berguna bagi kedinasan dan masyarakat, juga dapat memotivasi anak tentang pentingnya menuntut jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Belajar di Universitas Terbuka menurut Suranto sangat menantang, penuh suka dan duka. ”Sukanya yaitu teman-teman seangkatan sangat kompak dan saling menyemangati. Begitu juga dengan pengelola PPs di UPBJJ-UT Jambi yang selalu memberikan motivasi dan informasi administrasi akademik yang dibutuhkan dengan baik”, katanya. “Dukanya, jarak tempuh untuk mengikuti TTM di UPBJJ-UT Jambi yang membutuhkan waktu sekitar 5-6 jam dari lokasi tempat tinggal ”, imbuhnya.

Mengenai kiat mendapatkan predikat cum laude dan IPK 4, Suranto menjelaskan bahwa kriteria keberhasilan studi di UT yaitu harus mempunyai sikap disiplin, kerja keras, dan motivasi yang tinggi untuk belajar dengan tekun dan menyelesaikan setiap tugas matakuliah dengan baik dan tepat waktu. Ia menambahkan, setiap mahasiswa MM UT harus mengalokasikan waktu untuk belajar mandiri melalui Tuton dengan intensif, bahkan sampai larut malam. Di samping itu, harus berpartisipasi aktif baik pada Tuton maupun TTM. Sedangkan hal-hal yang harus diperhatikan saat penulisan Tesis/Tugas Akhir Program Magister (TAPM) yaitu harus banyak belajar, membaca referensi, mengikuti kaidah penulisan sesuai pedoman yang ada, dan rajin berkonsultasi dengan para pembimbing. Yang tidak kalah penting, menurutnya, yaitu harus berusaha menjalin komunikasi dengan pihak universitas, baik dengan pengelola PPs di UPBJJ-UT maupun dengan Prodi MM di UT Pusat. ’Saya sangat bangga dan berterima kasih terhadap Bapak/Ibu di UPBJJ-UT Jambi, pejabat dan staf di lingkungan PPs-UT, para dosen TTM, tutor Tuton, dan para pembimbing yang sangat banyak berperan bagi keberhasilan saya’.

Mengenai harapannya terhadap UT kedepan, Suranto menyatakan semoga UT ke depan semakin jaya, semakin luas berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa, dan semoga UT dapat segera membuka program S3.

 

(Sumber)

Lulusan UT Dikukuhkan Jadi Guru Besar

Prof. Hanif saat memberikan Orasi Ilmiah

 

BERTEPATAN dengan wisuda Universitas Terbuka (UT) periode I/2016, Selasa (5/4), dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang juga merupakan alumni UT Chanif Nurkholis dikukuhkan menjadi guru besar di kampus tersebut.

Dedikasi dan kecintaannya terhadap dunia pendidikan memang sudah tidak diragukan lagi. Sebelum menempuh pendidikan strata 1 (S1) FISIP UT 1984, Chanif telah lebih dulu mengabdi sebagai guru SD.

“Saya yang tadinya hanya guru, tapi dengan kerja keras dan kemauan yang kuat siapapun bisa mewujudkan harapan. Apalagi sekarang orang bisa belajar dengan media apapun,” ucapnya.

Dalam orasi ilmiah pengukuhan guru besarnya, doktor di bidang pemerintahan daerah itu pun mengusulkan agar sistem pemerintahan daerah di Indonesia berjalan sesuai otonomi yang diatur dalam UUD 1945.

Menurut dia, sistem pemerintahan yang ada saat ini belum mampu meningkatkan kapasitas sumber daya daerah. Padahal, di era masyarakat ekonomi Asean (MEA) mestinya sudah menerapkan sistem pemerintahan daerah berbasis kota.

“Kuncinya ada pada pelayanan publik. Di sektor pendidikan misalnya, kurikulum saja sampai sekarang belum jelas maunya bagaimana,” cetusnya.

Melihat rumitnya birokrasi yang hampir terjadi di semua sektor, menurut Chanif, pemerintah baik di pusat maupun daerah harus berbenah. Untuk itu, pengawasan terhadap kinerja dinas kabupaten/kota sangat penting dilakukan oleh aparatur kementerian terkait.

Rektor UT Tian Belawati menilai usulan tersebut sangat relevan dengan kondisi di Tanah Air. Tidak hanya bermanfaat untuk mengoreksi sistem pemerintahan yang ada, tetapi sekaligus menunjukkan kualitas lulusan UT.

“Kami juga ingin buktikan kalau lulusan UT bisa memberikan kontribusi bagi negeri ini. Anggapan kalau sekolah di UT itu sulit jadi guru besar terbukti bisa,” ucapnya.

Ke depan, lanjut Tian, tidak menutup kemungkinan UT akan membuka program doktor. Saat ini pihaknya masih mengupayakan proses peningkatan status akreditasi untuk program S2 agar kelak bisa menghasilkan doktor sendiri. (MI)

 

Pesan Prof. Chanif Nurcholis untuk para alumni UT, mahasiswa UT dan masyarakat.

Setamat sekolah pendidikan guru (SPG), Beliau mengabdi menjadi guru. Lokasi rumah yang jauh dari perguruan tinggi membuatnya tidak langsung melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana.

Kesempatan melanjutkan pendidikan baru terbuka ketika Universitas Terbuka berdiri. Beliau adalah salah satu diantara mahasiswa angkatan pertama di Universitas Terbuka.

2 tahun setelah lulus dari UT, Beliau diangkat menjadi dosen tetap di FISIP UT. September 2015 Menristekdikti mengangkat Beliau sebagai Professor/Guru Besar tetap pada FISIP UT bidang ilmu Administrasi Pemerintah Daerah. Pada 5 April 2016 bertepatan dengan Wisuda Periode 1 yang lalu Beliau di kukuhkan menjadi Guru Besar. Dengan demikian Beliau adalah Guru Besar pertama di UT yang merupakan alumni UT.

Beliau berpesan, “jika sudah Diploma, S1 jangan berhenti di situ dan cepat puas. Karrna kalau berhenti kita tidak berkembang. Kita harus berpikir bahwa lulus S1 adalah langkah awal, lulus S2 adalah langkah awal, lulus S3 adalah langkah awal untuk mengembangkan diri menjadi profesional competence. Dengan begitu, Belajar sepanjang hayat adalah praktek bukan jargon. Dengan begitu orang akan semakin maju dan pasti akan bisa mencapai puncak karir tertingginya.” (YV)

Perwakilan Pengurus Pusat & Wilayah Bersama Prof. Hanif