Category Archives: PENDIDIKAN TERKINI

Long Life Learning

guru kir [Tulisan dikirim oleh : Made Mariana S.Mn – Alumni UT- S-1 Manajemen; Photo by Admin2].


There is no need to education. It is not that you read a book, pass an examination, and finish with education. The whole of life, from the moment you are born to the moment you die, is a process of learning. Jiddu Krishnamurti

Membaca berita di Koran baik di dari dalam negeri atau luar negeri, selalu saja ada berita tentang pencurian harta. Mulai dari harta yang paling sederhana seperti sandal jepit, hingga harta yang bernilai triliunan. Pencurinya juga beragam, mulai dari orang kampung hingga pencuri berdasi (baca:korupsi). Muncul pertanyaan, adakah harta yang tidak bisa dicuri? Ada! Yaitu ilmu pengetahuan, gumamku dalam hati. Kalau ada bagaimana mendapatkannya?. Untuk mendapatkannya kita harus belajar!. Ajaibnya, kehadiran harta ini, bisa mendatangkan harta-harta yang lainnya, yang dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Mungkin ini alasan kenapa Alfred Marshall (1890) mengatakan: “Knowledge is our most powerful engine of production” Pengetahuan adalah mesin produksi yang paling hebat. Bila kita ingin memilikinya selama hidup kita, maka kita mesti belajar sepanjang hayat. Seperti yang dikatakan oleh Jiddu Krishnamurti pada awal tulisan ini.

Mengelola Perubahan.
Tiada satupun zat yang lepas dari hukum alam yang bernama perubahan. Segala sesuatu mengalami perubahan. Perubahan bisa menuju kemajuan, bisa juga menuju kemunduran. Dia datang pada siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Dia tidak peduli pada usia, jenis kelamin, atau status sosial. Dia berada dimana saja, di kota, di desa, di gunung, di lembah, di laut, di daratan. Dia datang setiap saat. Pergerakan waktu itu sendiri adalah sebuah bentuk perubahan, Ada masa lalu, masa kini dan masa datang.
Bisa dikatakan perubahan merupakan bagian dari kehidupan kita. Bila boleh memilih aku ingin perubahan pada diriku menuju pada kemajuan bukan kemunduran. Aku ingin selalu bertumbuh, agar aku tidak ketinggalan kereta kehidupan. Aku harus mampu bertahan hidup dengan segala macam perubahan yang ada. Bagaimana caranya? Belajar! Karena perubahan akan datang padaku sepanjang hayatku, maka bila aku ingin bertahan hidup tidak punya pilihan lain selain belajar sepanjang hajat.

Kebutuhan setiap orang
“Bila Anda hanya memprihatinkan keadaan setahun ke depan, cukuplah Anda taburkan benih. Jika Anda memprihatinkan keadaan sepuluh tahun mendatang, tanamlah sebatang pohon. Namun jika Anda memprihatinkan keadaan seratus tahun mendatang, berikanlah pendidikan yang benar kepada rakyat.” Kuan Chung Tzu (abad ke-7 sebelum masehi).
Bila kita amati satu aktivitas, selalu diawali dengan perencanaan, entah perencaan itu hanya di dalam pikiran saja, atau dituangkan dalam sebuah tulisan. Rencana sangat penting untuk meraih hasil yang optimal. Bila kita gagal dalam membuat perencanaan, maka kita sedang merencanakan diri kita untuk gagal. Untuk bisa membuat perencanaaan yang baik kita perlu belajar.
Rencana yang sudah matang kemudian diaplikasikan, untuk memastikan aplikasinya sesuai yang direncanakan perlu ada audit, sebelum, saat dan setelah aktivitas itu usai dilakukan. Untuk bisa melakukan audit yang tepat kita perlu belajar.
Kenyataan dalam praktik, seringkali ada penyimpangan dari rencana. Kadangkala penyimpangan ini bisa membaca insiden atau malah kecelakaan. Untuk itu kita perlu mengadakan evaluasi dan investigasi, mengambil pelajaran penting dari kejadian-kejadian itu.
Konrad Adenauer berkata, ”Kita semua hidup di bawah langit yang sama, tetapi tidak semua orang punya cakrawala yang sama.” Belajar sangat dibutuhkan pada setiap sisi hidup kita. Dia akan membantu kita untuk mampu bertahan dalam segala situasi, membantu kita untuk mengembangkan kualitas dan kapasitas pribadi kita, mengajak kita bekerja lebih efektif dan efisien, mengambil keputusan dengan baik. Belajar dibutuhkan oleh siapa saja.

Tak terbatas Ruang dan waktu
Seperti halnya perubahan, belajar juga tidak bisa dibatasi oleh ruang dan waktu, kita bisa belajar kapan saja, dimana saja, dan dalam situasi apapun. Tidak heran bila banyak para bijak menasehatkan bahwa setiap sisi kehidupan ini adalah pembelajaran. Hendry Ford mengatakan belajar sangat penting untuk tetap menjaga keremajaan pikiran kita.” Anyone who stops learning is old, whether at twenty or eighty. Anyone who keeps learning stays young. The greatest thing in life is to keep your mind young.
Di kehidupan yang penuh dengan kompetisi, untuk bisa bertahan kita mesti professional dibidang yang kita geluti. Untuk menjadi professional, belajar adalah kuncinya. B.J. Habibie (2010) dalam buku Jejak Pemikiran B.J. Habibie: Peradaban Teknologi Untuk Kemandirian Bangsa, proses membangun profesionalisme ini dimulai sejak seseorang dilahirkan dan berhenti pada saat seseorang secara mental dan fisik tidak sanggup lagi belajar atau meniadakan hal-hal yang telah pernah dipelajaraninya. Hal 73
Menurut kisah Mahabharata, belajar bahkan sudah dimulai sejak di dalam kandungan. Dalam kisah itu diceritakan, Rsi Drona memiliki taktik perang Cakra Wahyu yang tidak bisa dipecahkan oleh siapapun selain oleh Drona sendiri dan Arjuna murid kesayangannya. Suatu hari ketika perang Beratha Yuda berlangsung, Drona menjadi panglima, dia menggunakan taktik itu. Banyak sekali korban di pihak Pandawa. Tiba-tiba dia dikejutkan oleh seorang kesatria muda yang gerakannya sangat gesit, setiap kibasan pedang dan panahnya selalu memakan korban di pihak Korawa. Dia bahkan mampu menembus Cakra Wahyu yang menjadi strategi andalan Rsi Drona. Dengan cepat dipacunya kuda hitam tunggangannya menuju Arah sang ksatria muda, sebelum memakan lebih banyak korban. Ternyata ksatria itu adalah Abimanyu, Putra Arjuna. Sayangnya Abimanyu hanya mampu masuk ke dalam lingkaran Cakra Wahyu namun tidak mampu melepaskan diri dari jebakan-jebakan Cakra Wahyu hingga akhirnya gugur di medan perang.

Drona tidak habis pikir, kenapa Abimanyu bisa paham dengan taktik ini, seingatnya hanya Arjuna yang diajarkan taktik ini. Kenapa dia tidak mampu keluar dari jebakan itu? Selidik punya selidik ternyata Arjuna menceritakan kisah Cakra Wahyu ini pada Dewi Subadra yang sedang mengandung. Tiba-tiba rasa ngantuk tak tertahankan, sehingga ceritanya hanya sepotong, itulah sebabnya anaknya Abibanyu dalam Brata Yudha hanya mampu membuka pertahanan cakrawahyu, tetapi tidak mampu lepas dari jebakan Cakra wahyu.

Apa sih yang perlu dipelajari ?
Menurut Benjamin Bloom (1956) ada 3 domain dari aktivitas pendidikan yaitu:
1. Kognitif : Ketrampilan mental (Pengetahuan)
2. Psikomotor: Keterampilan fisik (Keterampilan)
3. Afektif: Perasaan atau pertumbuhan emosional (Sikap)

Untuk memahami ketiga domain ini, mari kita lihat aktivitas belajar bermain badminton. Pertama-tama seseorang yang ingin belajar main badminton harus belajar aturan permainan (kognitif domain). Kemudian, ia juga harus belajar cara memukul shuttle cock, cara smash, drive, drop shoot, foot walk, belajar cara menempatkan shuttlecock dengan tepat (psikomotor). Selanjutnya, dalam permainan, ia belajar menikmatinya, ia belajar mencintai permainan itu, ada kepuasan dari pencapaian itu, dan ada penghargaan pada historinya (domain afektif).
Selain tiga domain diatas pembelajaran juga ditujukan pada ranah spiritual. Bila diaplikasikan pada contoh diatas, maka ranah spiritual akan ada pada nilai kejujuran saat bermain badminton, tidak main curang dalam permainan.
Pembelajaran juga ditujukan untuk memahami kelemahan (weakness) dan kelebihan (strength) kita. Kemudian mengambil langkah yang tepat untuk melejitkan kelebihan, dan merubah kelemahan menjadi kelebihan sehingga mampu berprestasi di bidang masing-masing.
Pembelajaran yang terbaik ada pada kehidupan sehari-hari. Kita bisa praktik langsung dengan masalah-masalah kehidupan. Hal ini ditegaskan pula oleh Charles Handy:” The best learning happens in real life with real problem and real problem and not in classroom.”Pembelajaran terbaik terjadi pada kehidupan real dengan masalah yang real dan masalah real tidak di dalam kelas.
Hidup kita terlalu singkat untuk mengalami segala peristiwa, untuk itu kita bisa belajar dari pengalaman orang lain. Pengalaman ini bisa kita dapatkan dengan membaca bukunya, dengan bertanya kepadanya. Sesungguhnya dengan bertanya pada orang lain, kita memberi manfaat pada dua orang, pada si penanya dan si penjawab.
Learning from failure, belajar dari kesalahan di masa lalu, juga merupakan sumber pembelajaran yang tidak kalah pentingya. Ibarat pepatah, keledai tidak pernah jatuh pada lubang yang sama, jangan sampai kita mengulangi kesalahan di masa lampau. Artis Lindsay Lohan, Bintang Mean Girls dalam sebuah wawancara mengatakan:” “Selama lima tahun terakhir, aku telah belajar bahwa waktu berlalu lebih cepat daripada yang kau kira, dan karena kau hanya hidup satu kali, kau tahu belajar dari semua kesalahanmu, mewujudkan impianmu dan bertanggung-jawab.”(Antaranews)
Bung Karno, terkenal dengan jargon “JAS MERAH”, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah, diucapkan dalam pidatonya yang terakhir pada HUT RI tanggal 17 Agustus 1966. Mengajarkan kita untuk selalu mengambil pelajaran dari sejarah masa lalu.
Untuk menutup karya kecil ini perkenankan saya mengutip tembang macapat pupuh Ginada dari Bali, “De ngaden awak bisa, Depang anake ngadanin, Geginane buka nyampat, Awak sai tumbuh luhu, hilang luhu ebuk katah, yadih ririh enu liu pelajahan”.Artinya: Janganlah merasa bisa, biarkan orang lain yang memberikan predikat, hidup ini ibarat orang menyapu, sampah bersih, debu datang, walaupun seseorang telah dikatakan pandai masih banyak yang perlu dipelajari. Belajar sepanjang hayat (Long Life Learning).
by De Van Diva.

Alumni UT Ikut Berperan Dalam Melatih Peneliti Remaja (Ekskul KIR)

lestari kir1

Kelompok Ilmiah Remaja ( KIR) adalah kelompok remaja yang melakukan serangkaian kegiatan yang menghasilkan karya ilmiah. KIR merupakan kegiatan ekstrakurikuler di SMP, SMA, SMK, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah maupun pondok pesantren. Ekstrakurikuler ini merupakan organisasi yang sifatnya terbuka bagi para remaja yang ingin mengembangkan kreativitas, ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa kini maupun masa yang akan datang.

Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) atau Youth Science Club (YSC) awalnya dibentuk untuk remaja yang berusia sekitar 12-18 tahun oleh UNESCO pada tahun 1963, tetapi pada tahun 1970 batasan umur tersebut dirubah menjadi 12-21 tahun. Youth Science Club (YSC) di Indonesia dikenal dengan nama Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) yang terbentuk atas inisiatif remaja Indonesia sendiri. Diawali pada tahun 1969, Koran Harian Berita Yudha membentuk Remaja Yudha Club (RYC). Selanjutnya setelah difasilitasi oleh LIPI dan mengalami berbagai perkembangan, Remaja Yudha Club berubah menjadi Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).

Tujuan yang harus dicapai oleh anggota KIR secara individual adalah pengembangan sikap ilmiah, kejujuran dalam memecahkan gejala alam yang ditemui dengan kepekaan yang tinggi dengan metode yang sistematis, objektif, rasional dan berprosedur sehingga akan didapatkan kompetensi untuk mengembangkan diri dalam kehidupan.

Ketua Bidang Pengembangan IT IKA-UT Pusat, Hadijaya MPd sejak tahun 2005 telah melakukan turba (turun kebawah) diwilayah Tangerang Selatan dan Bogor  guna melatih siswa SMA agar menggemari kegiatan penelitian. Kelompok Ilmiah Remaja yang dikembangkan tersebut mempunyai beberapa manfaat antara lain adalah sebagai berikut:

1.Membangkitkan rasa keingintahuan terhadap fenomena alam yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.
2.Meningkatkan kemampuan berpikir terhadap fenomena-fenomena alam.
3.Meningkatkan kreativitas yang menumbuhkan kemampuan berkreasi dan daya kritis.
4.Menambah wawasan mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi.
5.Meningkatkan keterampilan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
6.Meningkatkan minat membaca tentang hal-hal yang berkaitan dengan pengetahuan dan teknologi.
7.Memperluas wawasan dan kemampuan komunikasi melalui pengalaman diskusi, debat, dan presentasi ilmiah.
8.Memperkenalkan cara-cara berorganisasi secara formal.
9.Sebagai wahana untuk menempa kedewasaan sikap dan kepribadian.
10.Mengenal sifat-sifat ilmiah, jujur, optimis, terbuka, percaya diri, toleransi, kreatif, dan kritis.
11.Sebagai ajang uji coba prestasi dan prestise.
12.Membuka kesempatan untuk mendapat prioritas melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan berkualitas.

Jika alumni UT didaerah tertarik untuk ikut mengembangkan KIR, silahkan menghubungi kami melalui email : ikaut.alumni.ut@gmail.com
http://kusuka-iptek.blogspot.com/

Note :

Bidang Pengembangan Teknologi IKAUT Pusat juga melayani konsultasi usaha :

1. Pengujian material (logam dan non logam)

2. Daur ulang limbah plastik beraluminum foil,

3. Pembuatan starter pupuk organik cair

4. Pelatihan Karya Ilmiah Remaja

Hubungi kami di Email : ikaut.alumni.ut@gmail.com

PALANG MERAH REMAJA

Palang Merah Remaja Se Jabodetabek

Palang Merah Remaja (PMR) merupakan bagian dari relawan Palang Merah Indonesia (PMI) yang memerlukan pembinaan, bimbingan dan pelatihan agar berdayaguna dan memiliki kemampuan prima dalam menjalankan kiprahnya. Lomba Cerdas Tangkas ke 3 tahun 2011 yang diselenggarakan Kelompok Relawan PMI Unit Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi alternatif kegiatan bagi para anggota PMR tingkat SMP/ MTs/ MA/ SMA/ SMK se Jabodetabek untuk menyalurkan bakat dan kreativitas mereka. Kegiatan tersebut mengusung tema : “Dengan Karya, Aku Bisa !!! – Bersama Berkreasi Membangun Prestasi”.
Lingkup lomba yang dilakukan meliputi kategori : Pertolongan Pertama, Tandu Darurat, Cerdas Cermat Kepalangmerahan serta Hasta Karya Daur Ulang. Acara tersebut berlangsung pada hari Minggu, 16 Oktober 2011 dan dihadiri Hadijaya, MPd (Kabid Teknologi Informasi IKAUT) yang dalam hal ini bertindak selaku Dewan Juri.(gway)Palang Merah Remaja Se Jabodetabek

NB :
LOMBA CERDAS TANGKAS III TAHUN 2011
A. LOMBA PERTOLONGAN PERTAMA TINGKAT MADYA
JUARA I : NO. REGU : 11 A ( TOTAL NILAI: 87,00): SMPN 2 TANGERANG
JUARA II: NO. REGU : 18 B ( TOTAL NILAI : 82,45): MTsN 4 JAKARTA
JUARA III: NO. REGU : 21 B ( TOTAL NILAI : 82,38): MTsN 2 PAMULANG

B. LOMBA PERTOLONGAN PERTAMA TINGKAT WIRA
JUARA I : NO. REGU : 05 A ( TOTAL NILAI: 85,41): SMAN 6 BEKASI
JUARA II: NO. REGU : 03 C ( TOTAL NILAI : 82,19): SMAN 7 TANGSEL
JUARA III: NO. REGU : 15 A ( TOTAL NILAI : 82,06): SMAN 7 TANGSEL

C. LOMBA TANDU CEPAT TINGKAT MADYA PUTRA
JUARA I : NO. REGU : 003 ( TOTAL NILAI : 3526) : SMPN 9 BEKASI
JUARA II: NO. REGU : 009 ( TOTAL NILAI : 3520) : SMPN 66 JAKARTA
JUARA III: NO. REGU : 007 ( TOTAL NILAI : 3489) : SMPN 9 BEKASI

D. LOMBA TANDU CEPAT TINGKAT MADYA PUTRI
JUARA I : NO. REGU : 048 ( TOTAL NILAI : 3541) :SMPN 142 JAKARTA
JUARA II: NO. REGU : 008 ( TOTAL NILAI : 3467) : SMPN 66 JAKARTA
JUARA III: NO. REGU : 002 ( TOTAL NILAI : 3460) : SMPN 9 BEKASI

E. LOMBA TANDU CEPAT TINGKAT WIRA PUTRA
JUARA I : NO. REGU : 013 ( TOTAL NILAI : 3676) : SMKN 30 JAKSEL
JUARA II: NO. REGU : 015 ( TOTAL NILAI : 3610) : SMKN 30 JAKSEL
JUARA III: NO. REGU : 003 ( TOTAL NILAI : 3608) : SMAN 14 BEKASI

F. LOMBA TANDU CEPAT TINGKAT WIRA PUTRI
JUARA I : NO. REGU : 022 ( TOTAL NILAI : 3555) : SMKN 6 JAKSEL
JUARA II: NO. REGU : 026 ( TOTAL NILAI : 3541) : SMKN 6 JAKSEL
JUARA III: NO. REGU : 028 ( TOTAL NILAI : 3533) : SMKN 6 JAKSEL

G. LOMBA HASTA KARYA DAUR ULANG TINGKAT MADYA
JUARA I : NO. REGU : 020 ( TOTAL NILAI : 146,2) : SMPN 1 SEPATAN
JUARA II: NO. REGU : 005 ( TOTAL NILAI : 139) : SMPN 1 CIBINONG
JUARA III: NO. REGU : 006 ( TOTAL NILAI : 138,8): SMPN 1 CIBINONG

H. LOMBA HASTA KARYA DAUR ULANG TINGKAT WIRA
JUARA I : NO. REGU : 007 ( TOTAL NILAI : 143,8) : SMAN 8 TANGSEL
JUARA II: NO. REGU : 012 ( TOTAL NILAI : 141,4) : SMAN 28 JAKARTA
JUARA III: NO. REGU : 023 ( TOTAL NILAI : 141,2):SMAN11 KAB. TNG

I. LOMBA CERDAS CERMAT KEPALANGMERAHAN TINGKAT MADYA
JUARA: NO. REGU: 002 (MAULINDA FANI RAMLAN): SMPN 132 JAKARTA

J. LOMBA CERDAS CERMAT KEPALANGMERAHAN TINGKAT WIRA
JUARA: NO. REGU : 105 (JESI IRMAWATI): SMKN 25 JAKARTA

K. JUARA UMUM MADYA : SMPN 9 BEKASI
L. JUARA UMUM WIRA : SMKN 30 JAKARTA SELATAN

Partisipasi Pemuda Dalam Pengembangan IPTEK di Indonesia

pemuda dan iptek

Pembinaan kepemudaan yang dilaksanakan selama ini telah mengena pada beberapa sasaran. Hanya saja masih banyak pemuda yang belum dapat melihat berbagai bentuk partisifasi IPTEK yang dapat dikembangkan sebagai sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

Seluruh elemen kepemudaan perlu menyadari dirinya sebagai sesuatu yang bisa menghitam-putihkan bangsa ini di masa depan. Jika para pemuda mempunyai komitmen untuk berada dalam koridor yang positif, maka akan ada harapan untuk kebangkitan yang lebih signifikan di masa depan.

Bersamaan dengan itu pula, pemuda merupakan bagian dari sosok yang masih mencari bentuk dan format ideal untuk menjadi manusia paripurna. Hal ini memerlukan dukungan yang maksimal dari lingkungan. Sebab, pemuda yang berpikiran cerdas adalah mereka yang ditempa untuk menuju arah yang positif. Para pemuda harus mendapat kesempatan seluas-luasnya untuk berkembang secara optimal untuk itu diperlukan sarana dan prasarana yang diharapkan dapat membimbing ke arah yang positif tersebut. Iklim yang kondusif untuk perkembangan secara mentalitas menjadi prasyarat agar pemuda menjadi lebih optimal dalam peran sertanya mengembangkan IPTEK di tanah air. Kita dapat mengetahui beberapa penemuan bangsa Indonesia yang cukup berdaya-guna dan memiliki nilai ekonomis, misalnya :

Penemuan GARBEX oleh Sdr. Leonardo Bayu Adi Prasetya berguna untuk menggantikan plastik polibag dan dapat digunakan berkali-kali. Cara kerjanya sama seperti pot tanaman, tetapi GARBEX dapat dibuka tutup (belah) ketika akan memindahkan benih ke media lain, sehingga alat ini masih bisa digunakan berkali-kali untuk benih yang lain.

Sdr Feri Wibawa, menemukan ide dasar pembuatan alat baru yang bernama TRACK, dengan desain unik dan memiliki 3 posisi pengaturan ketinggian mulai dari 30cm, 35cm, dan 40cm membuat lebih fungsional, kemudian dengan kemiringan maksimum 30 derajat membuat lebih aman saat digunakan, dan yg paling praktis adalah sistem lipat track ketika tidak digunakan, artinya tidak membutuhkan banyak ruang saat disimpan, sehingga membuat suasana tetap nyaman.

Sdr. Arie Kurniawan, membuat model tas yang dia beri nama : TRAVELIA
TRAVELIA, merupakan inovasi desain gantungan baju yang sengaja dibuat compact dan dapat ditempatkan dimana saja saat penggunaannya. TRAVELIA memiliki ujung yang berbahan maghnet yang dapat ditempel pada benda berbahan metal.

Beberapa produk peneliti dari Perguruan tinggi misalnya, Robot Pendeteksi dan Pemusnah Asap sebagai solusi penanggulangan bencana kebakaran hutan tersebut melalui karya Robot ODOR (ASAP). Robot ini didesain untuk menemukan sumber kebakaran di tengah – tengah hutan. Robot ini akan mampu melewati berbagai rintangan di hutan. Selain itu, robot juga mampu membawa amunisi air untuk memadamkan api.

Produk Matematika Jawaban Atasi Kemacetan Lalu Lintas yang menghasilkan suatu metode yang mampu mengoptimalkan pengaturan lampu lalu lintas, sehingga kemacetan dapat dikurangi. Selama ini, lampu lalu lintas yang ada bekerja belum optimal. Ada pula penemuan teknologi yang memungkinkan pengguna komputer dapat menghasilkan karya tulisan tanpa mengetik. Pengguna komputer cukup menyuarakan bahan yang ingin ditulis, dan komputer menjalankan perintah suara tersebut lalu menuliskannya untuk pengguna.

Sdr. Tjokorda Raka Sukawati, beliau adalah penemu metode Sosrobahu, sistem pembuatan penyangga jalan layang secara sejajar dengan jalan yang akan dibuat, dan dapat diputar dengan mudah bila akan digunakan. Sistem ini menghemat tempat, sehingga tidak memacetkan lalu lintas di bawahnya bila sebuah jalan layang dibuat di atas jalan lain.

Sdr. R.M. Sedyatmo, beliau berhasil menemukan pondasi cakar ayam pada tahun 1962. Sistem pondasi ini memungkinkan pembangunan di atas lahan yang labil, seperti landasan pacu pelabuhan udara Soekarno Hatta, Jakarta, dan banyak bangunan lain di seluruh dunia.

Beberapa penemu seperti yang ditayangkan pada power point tersebut merupakan contoh hasil penemuan diantara sekian banyak penemuan bangsa Indonesia yang tak perlu disebutkan satu persatu disini. Indonesia sebagai satu negara berkembang diantara Negara maju lainnya masih harus mengejar ketertinggalan mengingat bahwa jumlah peneliti dan hasil-hasil penelitian dinegara-negara maju seperti Amerika, Eropa dan Jepang jauh lebih banyak dan bahkan sudah merambah pada high technologi seperti penelitian ruang angkasa serta penelitian berskala nano technologi.

Indonesia masih kekurangan tenaga peneliti. Sebagai lembaga penelitian jumlah tenaga Peneliti harus lebih banyak, tapi saat ini Indonesia kekurangan jumlah tenaga peneliti hampir disemua bidang ilmu. Kekurangan tersebut menyebabkan Indonesia tertinggal dalam program-program besar dunia. Indonesia kekurangan program-program besar, terutama program pengembangan SDM agar jumlah peneliti di Indonesia tidak terus kekurangan dan mampu mendapatkan program-program besar dunia. Jumlah peneliti yang ada saat ini masih sedikit mengingat banyaknya bidang ilmu yang ada di Indonesia. Jumlah keseluruhan peneliti LIPI di Indonesia kurang lebih 1200 orang. Selayaknya peneliti harus ada di semua bidang ilmu. Bidang Ilmu yang ada dimaksud itu meliputi Hayati, Kebumian, Teknik, Sosial Politik Ekonomi, Jasa, Manajemen Instansi, bidang konservasi, domestikasi dan pemuliaan (bidang briding atau mengawinkan tumbuhan dan menciptakan jenis tumbuhan baru), Material dan Lingkungan. Keberadaan peneliti sangat penting untuk menciptakan dan merumuskan berbagai permasalahan, khususnya persoalan lingkungan yang saat ini sangat membutuhkan perhatian.

Pelatihan bagi Kelompok Ilmiah Pemuda Pelajar (KIPP) perlu diberikan agar pemuda pelajar mampu menyajikan informasi hasil pengembangan IPTEK yang berbobot serta memenuhi 5 (lima) standar antara lain :

1. Renewable (terbarukan) adalah aspek penilaian alat yang akan di daur ulang dan dimanfaatkan kembali belum pernah ditampilkan ke masyarakat umum atau dipublikasikan oleh badan penelitian/ instansi pemerintahan. Sehingga alat yang diciptakan merupakan alat yang benar – benar baru dikenal masyarakat.

2. Utilitas (kegunaan) adalah aspek penilaian yang menitikberatkan pada fungsi bagi masyarakat luas sehingga masyarakat luas merasa terbantu dengan munculnya alat tersebut serta kegunannya.

3. Kreativitas adalah aspek penilaian yang memperhatikan sisi kreativitas pemuda dalam menciptakan sebuah alat yang baru.

4. Originalitas (keabsahan) adalah aspek penilaian yang memperhatikan alat daur ulang dan dimanfaatkan kembali bagi masyarakat luas tidak dimiliki oleh suatu badan peneliti ataupun instansi pemerintahan (independen).

5. Legitimate (mengikuti persyaratan) adalah aspek penilaian yang memperhatikan hasil alat yang diciptakan telah mengikuti syarat yang dicantumkan sehingga nantinya dapat menghasilkan alat yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Peneliti memiliki posisi penting agar pemanfaatan SDA dapat terkendali apalagi dengan perubahan iklim, sehingga peneliti sangat dibutuhkan terutama dalam bekerjasama dengan dunia luar.

Partisipasi perempuan khususnya dalam pengembangan penelitian di tanah air juga masih memprihatinkan karena jumlah perempuan peneliti di lembaga-lembaga penelitian dan perguruan tinggi sangat sedikit. Untuk itu, pemerintah dan organisasi kepemudaan perlu menumbuhkan minat dan kesempatan bagi kaum perempuan dalam mengembangkan riset.

Program Pembinaan Kelompok Pemuda Pelajar kiranya perlu digulirkan untuk mendukung pemuda dan pemudi (perempuan) peneliti mengawali peran-serta mereka sebagai pemuda pelopor dalam bidang pengembangan IPTEK. Jumlah perempuan peneliti di Indonesia yang aktif dalam bidang riset diperkirakan hanya sekitar 20 persen dari total peneliti yang ada. Untuk meningkatkan kesetaraan perempuan dalam dunia penelitian, perempuan harus mendapat kesempatan luas dalam berkarier ilmiah.

Penumbuhan wawasan iptek pemuda pelajar dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, pemanfaatan, penguasaan dan pengembangan iptek sesuai dengan usia dan tahap perkembangannya. Hal ini dilaksanakan dengan memberikan kesempatan bereksperimen bersama yang menumbuhkan daya cipta, analisis, prakarsa dan kreasi bagi para pemuda. Upaya menumbuhkan wawasan iptek bagi pemuda perlu diawali dengan pengenalan makna penting dari iptek itu sendiri misalnya melalui kunjungan ke lembaga riset dan disertai pula dengan  pelatihan kegiatan ilmiah.

Peningkatan peran-serta pemuda dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, meningkatkan dan memperluas dukungan lembaga ristek, meningkatkan partisipasi masyarakat serta mendorong dunia usaha dalam pembinaan/ pelatihan pemuda pecinta iptek. Pendalaman pengetahuan dan peningkatan keterampilan bagi pemuda yang baik dan benar dilaksanakan melalui kelompok-kelompok penelitian pemuda pelajar semacam Kelompok Penelitian Ilmiah Remaja (PIR). Dengan bertambahnya jumlah pemuda yang memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan tersebut, diharapkan secara merata, pemuda dan keluarganya mampu berpartisipasi dibidang IPTEK serta dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berkualitas.

Walaupun secara umum peran pemuda dalam pembangunan menunjukkan peningkatan, sejalan dengan makin tingginya  derajat pendidikan pemuda, namun menghadapi era modernisasi yang permasalahannya akan makin berat dan kompleks, maka banyak tantangan yang akan kita hadapi. Tantangan yang paling utama adalah memperluas kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan serta peluang usaha. Di tahun-tahun yang akan datang, persoalan yang makin besar akan dihadapi dalam pengangguran pemuda terdidik. Pengangguran pemuda terdidik, selain dikhawatirkan dapat menjadi potensi bagi timbulnya berbagai masalah sosial baik di pedesaan maupun di perkotaan, juga merupakan penghamburan sumber daya yang tercurahkan bagi pendidikan mereka, baik sumber daya keluarga, masyarakat maupun negara. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan keterampilan teknis dibidang pengembangan IPTEK serta kewira-usahaan dikalangan pemuda perlu terus ditingkatkan. Melalui upaya tersebut, para pemuda diharapkan menjadi kader yang mandiri dan handal bagi pembangunan masa depan bangsa dan negara.

PELATIHAN TTG BAGI GURU PELATIH KIR SE-TANGSEL

TTG guru

Kelompok Ilmiah Remaja (disingkat KIR) adalah kelompok remaja yang melakukan serangkaian kegiatan yang menghasilkan karya ilmiah. KIR merupakan kegiatan ekstrakurikuler di SMP, SMA, SMK, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah maupun pondok pesantren. Ekstrakurikuler ini merupakan organisasi yang sifatnya terbuka bagi para remaja yang ingin mengembangkan kreativitas, ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa kini maupun masa yang akan datang.
Tujuan yang harus dicapai oleh anggota KIR secara individual adalah pengembangan sikap ilmiah, kejujuran dalam memecahkan gejala alam yang ditemui dengan kepekaan yang tinggi dengan metode yang sistematis, objektif, rasional dan berprosedur sehingga akan didapatkan kompetensi untuk mengembangkan diri dalam kehidupan.
Eksperimen di laboratorium sekolah atau dirumah dapat dilakukan dengan arahan dari guru pelatih KIR. Pelatih KIR juga memberikan arahan mengenai metode penulisan karya ilmiah atau makalah baik yang bersifat studi pustaka, hasil survey, hasil eksperimen maupun rancang bangun peralatan teknologi tepat guna (TTG).
Kegiatan ilmiah remaja akan sulit berkembang tanpa perhatian sungguh-sungguh dari pihak sekolah. Eksperimen KIR membutuhkan biaya untuk mengadakan bahan dan alat percobaan, membutuhkan biaya analisis produk percobaan, biaya kunjungan ke industri atau study lingkungan dan lain-lain. Tidak heran jika ekskul KIR di beberapa sekolah kurang terdengar gaungnya, hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh masalah biaya yang tak mampu dipikul.
Guna menyelami problematika perkembangan KIR diwilayah Tangsel dan dengan harapan agar mengalami peningkatan produk TTG dimasa yang akan datang, pihak pemkot Tangsel pada hari Senin, 12 Desember 2011 telah menyelenggarakan suatu kegiatan Pelatihan Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) yang bertempat di Graha Widya Bhakti Kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK) Serpong Tangerang Selatan.
Penyelenggara pelatihan mengundang sejumlah guru-guru pembina dan pelatih KIR sewilayah Tangerang Selatan. Acara tersebut dihadiri pula Hadijaya, MPd (Kabid IT IKAUT) yang notabene mengabdikan diri sebagai Pelatih Ekskul KIR di SMAN 3, SMAN 6 dan SMAN 9 Tangerang Selatan. Demikian sekilas info.

PENGENALAN TEKNOLOGI INFORMASI KEPADA PARA GURU KEPULAUAN SERIBU

Hadijaya

Penggunaan internet dan web tidak hanya dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap kegiatan akademik siswa tapi juga bagi guru. Internet dan web dapat memberi kemungkinan bagi guru untuk menggali informasi dan ilmu pengetahuan dalam mata pelajaran yang menjadi bidang ampuannya. Melalui penggunaan internet dan web, guru akan selalu siap mengajarkan ilmu pengetahuan yang mutakhir kepada siswa. Hal ini tentu saja menuntut kemampuan guru itu sendiri untuk selalu giat mengakses website dalam bidang yang menjadi keahliannya sehingga guru dapat memperkaya pengalaman belajar siswa.
Mengingat betapa pentingnya pengetahuan tersebut, Dewan Pendidikan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu bekerjasama dengan CNOOC SES Ltd. telah menyelenggarakan kegiatan Training Motivasi Pembelajaran dan Pelatihan Teknologi Informasi bagi para guru SMP-SMA/ Sederajat pada hari Rabu, 27 Juli 2011 bertempat di Hotel Mega Matra Matraman, Jakarta Timur.
Diantara nara sumber adalah Hadijaya, MPd Kepala Bidang IT IKAUT ikut serta menyajikan materi berjudul : PENGENALAN MEDIA TEKNOLOGI INFORMASI SEBAGAI SUMBER BELAJAR. (Gway)