Category Archives: ARTIKEL

Pelunakan Logam Paduan AlMgSi Melalui Annealing

Hadijaya
Bidang Pengembangan Teknologi IKAUT PUSAT

ABSTRAK
Telah dilakukan pelunakan AlMgSi melalui proses perlakuan panas atau Annealing (anil) dengan maksud agar AlMgSi dapat dimanfaatkan sebagai pengganti AlMg2. Penelitian dilakukan dengan batasan pengujian kekerasan mikro terhadap AlMgSi sebelum anil maupun setelah anil. Kekerasan mikro AlMg2 adalah 46,36 HVN atau lebih lunak dari pada AlMgSi sebelum mendapat perlakuan (80,98 HVN). AlMgSi hasil anil dikomparasi terhadap kekerasan AlMg2. Parameter anil adalah pemanasan pada suhu 400C, 500C, dan 600C dengan waktu 60 menit, 180 menit, dan 300 menit serta diikuti dengan solidifikasi secara atmosferik maupun solidifikasi di dalam tungku. Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa anil selama 60 menit pada suhu 500C diikuti pendinginan atmosferik ternyata menghasilkan pelunakan mencapai 43,06 HVN atau setara dengan 46,82% softening dan merupakan parameter yang paling sesuai untuk pelunakan AlMgSi agar mendekati kekerasan AlMg2. Parameter lain yang memungkinkan agar AlMgSi dapat dilunakkan sehingga kekerasannya setara dengan AlMg2 adalah jika anil dilakukan selama 60 menit pada suhu 525C; atau selama 180 menit pada suhu 547C; atau selama 300 menit pada suhu 536C.
Kata kunci : Paduan AlMgSi dan AlMg2, Anil, Pelunakan, Kekerasan mikro

PENDAHULUAN
Kelongsong bahan bakar nuklir harus memenuhi persyaratan khusus seperti sifat mekanik yang baik, ketahanan korosi sifat fisis dan kimia yang memadai serta mempunyai sifat penyerap neutron yang rendah[1]. Sifat thermal kapasitas panas merupakan parameter penting sebagai persyaratan untuk bahan kelongsong.
Paduan AlMg memiliki ketahanan korosi yang sangat baik, dan sejak dulu dikenal dengan sebutan Hidronalium. Adanya Cu dan Fe memberi dampak negatif pada ketahanan korosi sehingga perlu pencegahan terhadap tercampurnya unsur pengotor pada saat proses pembuatan. Paduan dengan 2-3% Mg memiliki sifat mudah ditempa, dirol dan ekstruksi. Paduan AlMg yang dikenal misalnya paduan 5052, paduan 5056 dan paduan 5083.
Paduan Al-Mg-Si dikenal sebagai paduan 5053, paduan 6063 dan paduan 6061. Kelebihan dari paduan ini yaitu: sangat liat, mampu dibentuk dengan penempaan pada temperatur biasa, mampu dibentuk dengan baik melalui ekstrusi serta tahan terhadap korosi. Paduan dalam sistem ini mempunyai kekuatan yang baik namun tanpa hantaran listrik, maka cocok pula digunakan sebagai bahan kabel rumah tangga. Oleh karena itu pada saat proses pembuatan AlMgSi perlu dihindari tercampurnya unsur Cu, Fe dan Mn karena unsure-unsur ini menyebabkan tahanan listrik menjadi tinggi.
Paduan aluminium merupakan logam ringan yang umum digunakan dalam bidang konstruksi dan trasnportasi. Paduan aluminium juga digunakan dalam industri nuklir sebagai bahan komponen struktur dan kelongsong elemen bakar nuklir. Kelongsong berfungsi sebagai pembungkus bahan bakar yang harus memiliki kekuatan dan ketahanan yang memadai untuk mengungkung bahan bakar dan produk fisi. Penggunaan paduan alumunium didasari pada sifat-sifat yang dimilikinya memenuhi persyaratan sebagai bahan kelongsong, seperti sifat neutronik, sifat fisik, sifat termal, sifat mekanik dan densitas yang relative tinggi akan meningkatkan burn-up yang tinggi pula[2].
Saat ini sebagai bahan kelongsong yang digunakan dalam industri nuklir di Indonesia untuk elemen bahar di RSG-GA Siwabessy adalah AlMg2 dan AlMgSi1 dengan angka muat uranium 2,96 mg/cm3, sedangkan dalam perkembangannya diperlukan penelitian bahan kelongsong untuk bahan bakar dengan tingkat muat tinggi. Kelongsong elemen bakar nuklir berfungsi untuk mengungkung keluarnya bahan nuklir dan hasil fisi ke pendingin primer yang terjadi saat reaksi nuklir di reaktor.
Pembentukan Kristal logam agar sel satuan memiliki orientasi yang mendekati arah tertentu dapat dilakukan dengan cara deformasi, misalnya paduan AlMgSi dianil pada waktu dan suhu tertentu. Sebagai bahan struktur yang memiliki kekuatan mekanik lebih tinggi dari AlMg2 maka pada percobaan ini AlMgSi dikenai proses anil guna menurunkan kekerasannya hingga menyamai kekerasan AlMg2. Inisiatif dilakukan guna dapat memanfaatkan AlMgSi yang cadangannya masih sangat banyak sebagai pengganti AlMg2 yang semakin berkurang agar kelangkaan tersebut teratasi.
Penelitian ini dilakukan dengan batasan pengujian kekerasan mikro terhadap AlMgSi dan AlMg2 sebelum perlakuan maupun setelah perlakuan. Percobaan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kemungkinan softening (pelunakan) melalui proses anil sehingga AlMgSi dapat dimanfaatkan sebagai pengganti AlMg2.

TINJAUAN TEORI
Aluminium adalah logam lunak dan ulet dengan struktur kubus pusat muka (FCC) yang mempunyai sifat tahan korosi, sifat penghantar listrik dan panas yang baik[3]. Paduan aluminium memiliki kekuatan yang memadai dan sifat termal yang baik. Kekuatan tersebut merupakan hasil pembentukan larutan padat substitusional yang menggantikan kedudukan atom Al oleh atom Mg dan Si. Pembentukan larutan padat menimbulkan medan tegangan di sekitar atom yang tersubstitusi[4].
Orientasi setiap butir berbeda dengan yang lain, orientasi bidang slip pada butir-butir juga akan berbeda-beda. Sebagai akibatnya pergerakan dislokasi akan terhambat. Gerakan dislokasi yang akan menyebrangi batas butir memerlukan tegangan yang lebih besar sehingga dengan dmeikian batas butir akan menjadi penghalang dan penghambat gerakan dislokasi. Butir yang semakin cenderung akan semakin memperbanyak batas butir. Batas butir yang banyak akan mengakibatkan gerakan dislokasi semakin sukar karena semakin banyak rintangan.
Pengerasan presipitasi ini akan menurun kekuatannya bila mengalami suhu overaging. Penguatan logam tanpa pengaruh suhu overaging dapat dilakukan dengan metode dispersi. Distribusi presipitat dalam bentuk partikel endapan fasa kedua ini menimbulkan tegangan Dalam (internal Stress). Tegangan yang ditimbulkan semakin besar sehingga mengakibatkan semakin meningkatnya kekuatan atau kekerasan.
Penguatan dan pengerasan paduan aluminium dapat pula diperoleh dengan cara strain hardening (pengerasan akibat regangan) melalui perolan. Perolan panas yang dilakukan pada suhu diatas level rekristalisasi akan menyebabkan deformasi yang disertai dengan peristiwa pelunakan dalam mekanisme recovery, rekristalisasi dan pertumbuhan butir[5]. Besarnya pelunakan dari masing-masing mekanisme itu tergantung pada jenis paduan aluminium, suhu dan laju peregangan.
Aluminium mempunyai stacking fault energy (energi salah tumpuk), dila di-deformasi pada suhu tinggi akan mengalami rekristalisasi dinamik. Energi salah tumpuk pada aluminium cukup tinggi yaitu sekitar 200 erg/cm2 sedangkan pada SS-304 sebesar 20 erg/cm2. Meskipun demikian sifat aluminium cukup lunak karena peningkatan kekerasannya relatif kecil. Mekanisme recovery dinamik cukup berperan pada proses pelunakan aluminium.

TATA KERJA
1. Bahan yang digunakan meliputi :
a. AlMgSi dan AlMg2 masing-masing dalam bentuk pelat. AlMg2 digunakan sebagai pembanding sedangkan AlMgSi adalah material yang akan diturunkan kekerasannya.
b. Bahan kimia untuk preparasi sampel analisis metalografi terdiri dari :
1. Resin, adalah suatu polimer yang agak kental digunakan untuk mengungkung potongan sampel agar mudah dipegang saat di-grinding dan di-polishing.
2. Cairan acrylic, adalah bahan peroksida yang berfungsi sebagai pengeras (hardener)
3. Pasta dengan merk AP-D suspension 1 µm alumina, deagglomerated yang digunakan untuk melumas permukaan sampel agar mengkilap dengan baik saat di-polishing.
2. Alat yang digunakan antara lain :
1. Neraca analitis jenis Mettler Toledo Al 204, adalah alat untuk menimbang bahan baku serbuk logam.
2. Heat treatment furnace Tmax 1200C N41/H Naberterm, adalah alat untuk memanaskan logam.
3. Accutom kecepatan 600 rpm, adalah alat atau mesin potong logam.
4. Grinder/polisher jenis Struers kecepatan putar 1000 rpm, adalah alat untuk menghaluskan/memoles permukaan
sampel.
5. Dryer box Tmax 300C jenis Struers, adalah alat pengering untuk sampel.
6. Micro hardness tester Leitz Jenis Vicker’s magnifikasi 50x, adalah alat untuk menguji kekerasan mikro logam.
3. Langkah kerja
Paduan AlMg2 dan AlMgSi masing-masing dipreparasi dengan cara dipotong dengan ukuran 1×1 cm untuk sampel uji keras. Khusus paduan AlMgSi diberikan perlakuan anil :
1. Selama 300 menit pada suhu 400C, 500C dan 600C dilanjutkan dengan solidifikasi (pendinginan) dalam tungku.
2. Selama 60-300 menit pada suhu 400C, 500C dan 600C dilanjutkan dengan solidifikasi atmosferik (pendinginan di udara terbuka).
Spesimen AlMgSi dari hasil proses anil yang akan diuji kekerasan mikronya terlebih dahulu dipotong, digerinda dan dipoles sampai diperoleh permukaan yang rata, halus dan mengkilap. Selanjutnya spesimen di-indentasi menggunakan alat Microhardness tester guna memperoleh diagonal jejakan d1 dan d2 yang kemudian dihitung d rata-ratanya. Nilai diagonal rata tersebut diproyeksikan pada tabel standar Microhardness Vicker’s dari pabrikan alat sehingga kekerasan mikro dalam satuan HVN (Hardness Vicker’s Number) dapat diketahui.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Data hasil uji kekerasan AlMg2 maupun AlMgSi sebelum dianil seperti pada Tabel 1 dimana menunjukan bahwa kekerasan AlMg2 adalah 46,36 HVN atau lebih lunak dari pada AlMgSi (80,98 HVN). Perbedaan kekerasan kedua jenis paduan aluminium tersebut adalah merupakan hasil perolan saat difabrikasi. Perolan merupakan proses deformasi yang menyebabkan aluminium mengalami pengerasan akibat regangan (strain hardening). Peningkatan kekerasan paduan AlMg2 memang berbeda dengan peningkatan kekerasan AlMgSi karena adanya perbedaan komposisi unsur paduan. Perolan yang dilakukan pada saat pabrikasi mengakibatkan terjadinya peningkatan energi salah tumpuk (stacking fault energy). Pada kondisi tersebut paduan aluminium mengalami rekristalisasi. Adanya unsur Si dalam paduan menyebabkan AlMgSi lebih keras dibandingkan dengan paduan AlMg2. Oleh sebab itu agar cadangan AlMgSi memiliki daya guna sebagaimana AlMg2 bagi keperluan pembuatan elemen bakar nuklir maka paduan AlMgSi perlu dilunakkan melalui perlakuan panas (dianil).
Pada penelitian ini dilakukan suatu trial and error yaitu AlMgSi dianil selama 300 menit pada suhu 400C, 500C dan 600C dilanjutkan solidifikasi dalam tungku. Data pengaruh anil dengan solidifikasi dalam tungku terhadap kekerasan mikro AlMgSi seperti pada tabel 2a. Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa anil dengan waktu yang sama maka paduan AlMgSi akan semakin lunak jika suhu anil relatif lebih tinggi. Efek anil pada suhu rendah (400C) menyebabkan kekerasan mikro yang semula 80,98 HVN turun menjadi 29,52 HVN (=68,21% softening) sedangkan anil pada suhu yang lebih tinggi (600C) menghasilkan kekerasan yang lebih rendah lagi yaitu 25,74 HVN (=63,47% softening). Anil selama 300 menit tersebut menghasilkan efek pelunakan diluar target yang diharapkan atau dengan kata lain bahwa proses anil selama 300 menit pada suhu 400C, 500C dan 600C mengalami error. Efek anil menghasilkan pelunakan dalam range : 68.21% – 63,47% (Gambar 1). Sedangkan reduksi kekerasan mikro AlMgSi yang diharapkan adalah dalam kisaran 42,75% softening atau setara kekerasan sampel acuan (AlMg2) yaitu 46,36 HVN.
agb1
Gambar 1. Hubungan suhu anil selama 300 menit terhadap kekerasan mikro
AlMgSi berdasarkan perbedaan kondisi solidifikasi

Oleh sebab itu dilakukan pula penelitian lanjut yaitu AlMgSi dianil selama 300 menit pada suhu 400C, 500C dan 600C tetapi solidifikasi dilakukan secara atmosferik. Data pengaruh anil dengan solidifikasi secara atmosferik terhadap kekerasan mikro AlMgSi seperti pada Tabel 2b. Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa anil dengan waktu yang sama (300 menit) maka paduan AlMgSi akan melunak jika suhu anil relatif lebih rendah (Gambar 1). Anil pada suhu 4000C menghasilkan pelunakan 31,74 HVN (=39,19% softening) sedangkan anil pada suhu yang lebih tinggi (600C) menghasilkan pelunakkan 66,5 HVN (=82,11% softening). Anil selama 300 menit yang dilanjutkan dengan pendinginan secara atmosferik dapat menghasilkan pelunakan dengan kekerasan akhir yang mendekati nilai 46,36 HVN dan hasil pelunakan berada dalam range : 39,19% – 82,11%.
Pada Gambar 1, tampak bahwa pengaruh anil selama 300 menit yang dilakukan dalam range suhu 400-600C menunjukan perbedaan karena pengaruh pendinginan (solidifikasi). Solidifikasi dalam tungku dilakukan dengan cara mendiamkan spesimen setelah dipanaskan pada suhu tertentu agar kembali ke suhu kamar seiring dengan turunnya suhu tungku, sehingga laju pendinginan berjalan lebih lambat ketimbang pendinginan pada udara terbuka atau solidifikasi atmosferik. Oleh sebab itu pelunakan dengan metode solidifikasi dalam tungku menghasilkan kekerasan yang makin rendah. Laju pendinginan yang lambat mengakibatkan mekanisme recovery berperan sangat dominan dalam pelunakan sehingga menyebabkan paduan AlMgSi mengalami deformasi sehingga menjadi sangat lunak dibandingkan dengan anil pada suhu yang sama namun dilanjutkan dengan pendinginan secara atmosferik.
Penelitian dilakukan berdasarkan range waktu 60 sampai 300 menit pada suhu 400C, 500C dan 600C dengan solidifikasi atmosferik. Data pengaruh anil selama 60 sampai 300 menit pada suhu 400C, 500C dan 600C terhadap kekerasan mikro AlMgSi pada Tabel 3.
agb2a
Gambar 2a. Hubungan suhu anil terhadap kekerasan mikro AlMgSi
diikuti solidifikasi atmosferik.

Berdasarkan penelitian anil dengan solidifikasi atmosferik yang dilakukan pada parameter tersebut seperti Gambar 2a dimana dapat diketahui bahwa akibat pemanasan selama 60 menit pada suhu relatif rendah (400C) dari suhu rekristalisasi maka AlMgSi dapat dilunakkan kekerasannya yang semula 80,98 HVN menjadi 32,3 HVN (60,11%). Hasil pemanasan selama 60 menit pada suhu lebih tinggi yaitu 500C maka kekerasan AlMgSi menjadi 43,06 HVN (46,82%) atau hampir mendekati kekerasan AlMg2 original. Sedangkan hasil pemanasan selama 60 menit pada suhu tertinggi yaitu 600C maka kekerasan AlMgSi menjadi 63,48 HVN (21,61%).
Anil dengan solidifikasi atmosferik yang dilakukan dengan masa 180 menit pada suhu relatif rendah (400C) dari suhu rekristalisasi maka AlMgSi dapat dilunakkan kekerasannya yang semula 80,98 HVN menjadi 37,16 HVN (54,11%). Pada pemanasan selama 180 menit dengan suhu yang lenih tinggi yaitu 500C maka AlMgSi dapat dilunakkan kekerasannya yang semula 80,98 HVN menjadi 39,46 HVN (51,27%). Sedangkan hasil pemanasan selama 180 menit pada suhu 600C menyebabkan kekerasan AlMgSi menjadi 58,37 HVN (27,92%).
Selanjutnya, eksperimen anil dengan solidifikasi atmosferik yang dilakukan dengan masa lebih lama yaitu 300 menit pada suhu relatif rendah (400C) dari suhu rekristalisasi maka AlMgSi dapat dilunakkan kekerasannya yang semula 80,98 HVN menjadi 31,74 HVN (60,80%). Pada pemanasan selama 300 menit dengan yang suhu lebih tinggi yaitu 500C maka AlMgSi dapat dilunakkan kekerasannya yang semula 80,98 HVN menjadi 38,68 HVN (52,23%). Sedangkan hasil pemanasan selama 300 menit pada suhu 600C menyebabkan kekerasan AlMgSi yang semula 80,98 HVN turun mnenjadi 66,5 HVN (17,88%).
Proses anil dengan solidifikasi atmosferik menunjukkan bahwa prosentase pelunakan makin rendah dengan makin tingginya suhu anil. Peran pelunakan oleh mekanisme recovery masih dominan khususnya recovery dynamic. Pada deformasi yang lebih tinggi yaitu pada suhu 600C selama 300 menit kekerasan paduan AlMg2 terlihat mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan karena pada deformasi yang lebih besar butir-butir hasil deformasi memiliki energi dalam yang tinggi disebabkan oleh tingginya kerapatan dislokasi itu. Kerapatan dislokasi pada tingkat deformasi menyebabkan makin banyak batas butir yang merupakan rintangan terhadap gerakan dislokasi. Disamping itu pembentukan fasa kedua menjadi dipercepat dengan makin besarnya derajad deformasi sebagai efek dari solidifikasi atmosferik. Hal ini berarti ikut menghambat gerakan dislokasi sehingga memberikan kontribusi pada pelunakan sehingga sifat kekerasan AlMgSi cenderung lebih tinggi pada anil 600C dibandingkan dengan anil 400C.
Grafik pada Gambar 2a menunjukan bahwa anil AlMgSi diatas suhu 400C sampai 600C dalam solidifikasi atmosferik memiliki kecenderungan peningkatan kekerasan, sehingga dapat diketahui hasil pelunakan terendah dan tertinggi. Parameter anil selama 60 menit pada suhu 500C ternyata menghasilkan pelunakan mencapai 43,06 HVN atau setara dengan 46,82% softening dan merupakan parameter yang paling sesuai untuk pelunakan agar kekerasan AlMgSi yang dihasilkan sesuai dengan kekerasan AlMg2.
Guna mengetahui parameter anil secara solidifikasi atmosferik yang sesuai range pelunakan AlMgSi yang diharapkan (46,36 HVN) maka dengan menggunakan cartesien graph Gambar 2a ditarik garis sejajar sumbu absis (kekerasan mikro 46,36 HVN) hingga memotong garis hubungan waktu anil lalu diproyeksikan sejajar sumbu ordinat sehingga suhu anil dapat terbaca seperti ditunjukan pada gambar 2b.
agb2b
Gambar 2b. Prediksi suhu anil AlMgSi diikuti solidifikasi atmosferik yang dapat
diterapkan jika target kekerasan mikro AlMg2 = 46,36 HVN.

Untuk melunakkan AlMgSi agar mencapai kekerasan setara AlMg2 original maka anil dapat dilakukan selama 60 menit pada suhu 525C ; atau selama 180 menit pada suhu 547C; atau selama 300 menit pada suhu 536C.

KESIMPULAN
Kekerasan mikro AlMg2 adalah 46,36 HVN atau lebih lunak dari pada AlMgSi sebelum mendapat perlakuan (80,98 HVN). Setelah AlMgSi hasil anil dikomparasi terhadap kekerasan AlMg2 disimpulkan bahwa anil selama 60 menit pada suhu 500C diikuti pendinginan secara atmosferik ternyata menghasilkan pelunakan mencapai 43,06 HVN atau setara dengan 46,82% softening dan merupakan parameter yang paling sesuai untuk pelunakan AlMgSi agar mendekati kekerasan AlMg2.
SARAN-SARAN
Disarankan agar dapat melanjutkan ke eksperimen lanjut dengan mengaplikasikan anil dengan parameter lain yang memungkinkan agar AlMgSi dapat dilunakkan sehingga kekerasannya setara dengan AlMg2. Parameter lain adalah anil dilakukan selama 60 menit pada suhu 525C; atau selama 180 menit pada suhu 547C; atau selama 300 menit pada suhu 536C pada solidifikasi secara atmosferik serta dilengkapi dengan analisis struktur mikro.

pns1

labmetal

Teknologi Pembuatan Mie Berbahan Dasar Pisang

Masyarakat Indonesia sudah banyak mengolah buah pisang menjadi kripik pisang, sale pisang, pisang molen. Mengingat bahwa pengolahan pisang menjadi mie masih belum dikenal luas oleh masyarakat dan terbilang baru, maka perlu kiranya diperkenalkan pula.

punti6 Gambar 1. Percobaan Pembuatan Mie Pisang

Penelitian dan percobaan pengolahan pisang ini dilakukan untuk memanfaatkan buah pisang menjadi mie yang bercita rasa sehingga dapat menyumbangkan perbendaharaan pangan yang bermanfaat bagi masyarakat. Penelitian dilakukan untuk menambah pengetahuan pengolahan sehingga menjadi lebih berguna bagi masyarakat dan dapat juga menambah perekonomian bila hasilnya dapat diperdagangkan.

Pisang merupakan tanaman yang dikenal oleh semua lapisan masyarakat Indonesia. Di dunia internasional pun telah menjadi komoditas ekspor dalam bentuk buah-buah segar, keripik pisang maupun tepung pisang. Selain mengandung karbohidrat pisang juga banyak mengandung nutrisi yang diperlukan tubuh kita, seperti vitamin A dan B serta mengandung nilai energi yang tinggi. Pisang adalah tanaman yang peyebarannya sangat luas di dunia. Penyebaran pisang meluas dari dataran rendah sampai dataran tinggi, baik yang di budidayakan maupun yang di tanam sembarang di kebun atau di halaman. Komering Ulu Palembang hingga daerah Lampung merupakan penghasil pisang cukup banyak diwilayah Sumatera bagian Selatan.

Di daerah dengan hujan merata setiap tahun, produksi pisang dapat berlangsung tanpa mengenal musim.Indonesia, Kepulauan Pasifik, negara-negara Amerika Tengah dan Brasil dikenal sebagai negara utama pengekspor pisang. Masyarakat di negara-negara Afrika dan Amerika Latin dikenal sangat tinggi mengonsumsi pisang setiap tahunnya. Pisang juga menjadi komoditas ekspor terutama untuk golongan Cavendish dalam bentuk buah-buah segar, keripik pisang atau juga tepung pisang. Golongan plantain group yang beberapa jenisnya terdapat di Indonesia juga di jadikan komoditas ekspor tetapi bukan dalam bentuk olahan tepung pisang. Untuk menjadi bahan komoditas ekspor, selain jumlah hasil cukup besar, juga harus memenuhi standar yang di tentukan.

punti1

Gambar 2. Pisang Kepok

Berdasarkan cara konsumsi buahnya, pisang dikelompokkan dalam dua golongan, yaitu pisang meja (Dessert Banana) dan pisang olah (plantain, Cooking Banana). Pisang meja dikomsumsi dalam bentuk segar setelah buah matang, sepeti pisang ambon, susu, raja, seribu dan sunripe. Pisang olahan dikomsumsi setelah digoreng, direbus, dibakar atau dikolak, seperti pisang kepok, siam, kapas, tanduk dan uli. Buah pisang diolah menjadi berbagai produk, seperti sale, kue. Selain memberikan kontrribusi gizi lebih tinggi tinggi dari pada apel, pisang juga dapat menyediakan cadangan energi dengan cepat bila dibutuhkan. Termasuk ketika otak mengalami keletihan.

Nilai energi pisang sekitar 136 kalori untuk setiap 100 gram, yang secara keseluruhan berasal dari karbohidrat. Nilai energi pisang dua kali lipat lebih tinggi dari pada apel. Apel dengan sama (100 gram) hanya mengandung 54 kalor. Karbohidrat pisang merupakan energi sedikit lebih lambat dibandingkan dengan gula pasir dan sirup, tetapi lebih cepat dari nasi, biscuit dan sejenis roti.

Kandungan energi pisang merupakan energi instan, yang mudah tersedia dalam waktu singkat, sehingga bermanfaat dalam menyediakan kebutuhan kalori sesaat. Karbohidrat pisang merupakan karbohidrat kompleks tingkat sedang dan tersedia secara bertahap, sehingga dapat menyediakan energi dalam waktu tidak terlalu cepat. Karbohidrat pisang merupakan cadangan energi yang sangat baik digunakan bagi tubuh.

Gula pisang merupakan gula buah, yaitu terdiri dari fruktosa yang mempunyai indek glikemic lebih rendah dibandingkan dengan glukosa, sehingga cukup baik sebagai penyimpanan energi karena sedikit lebih lambat dimetabolisme. Sehabis bekerja keras atau berpikir, selalu timbul kantuk. Keadaan ini merupakan tanda-tanda otak kekurangan energi, sehingga aktivitas secara biologis juga menurun. Glukosa tersebut terutama diperoleh dari sirkulasi darah otak karena glikogen sebagai cadangan glukosa sangat terbatas keberadaannya. Glukosa darah terutama didapat dari asupan makanan sumber korbohidrat. Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, kalsium dan besi. Bila dibandingkan dengan jenis makanan nabati lain, mineral pisangf, khususnya besi, hampir seluruhnya (100 persen) dapat diserap tubuh.

Berdasarkan berat kering, kadar besi pisang mencapai 2 miligram per 100 gram dan seng 0,8 mg. bandingkan dengan apel, yang hanya mengandung 0,2 mg besi dan 0,1 mg seng untuk berat 100 gram. Kandungan vitaminnya sangat tinggi, terutama provitamin A, yaitu betakaroten, sebesar 45 mg per 100 gram berat kering, sedangkan pada apel hanya 15 mg. pisang juga mengandung vitamin B, yaitu tiamin, riboflavin, niasin dan vitamin B6 (piridoxin). Kandungan vitamin B6 pisang cukup tinggi, yaitu 8 seesar 0,5 mg per 100 gram. Selain berfungsi sebagai koenzim untuk beberapa reaksi dalam metabolisme protein, khususnya serotonin. Serotonin diyakini berperan aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak. Vitamin B6 juga berperan dalam metabolisme energi yang berasal dari karbohidrat. Peran vitamin B6 ini mendukung ketersediaan energi bagi otak untuk aktivitas sehari-hari. Namun, kandungan protein dan lemak pisang kurang bagus dan sangat rendah, yaitu hanya 2,3 persen. Meski demikian, kandungan lemak dan pisang masih lebih tinggi dari apel, yang hanya 0,3 persen.

Dalam pembuatan panganan atau makanan dari pisang, jenis pisang perlu diperhatikan karena setiap jenis pisang memiliki rasa, aroma dan kadar air yang berbeda. Contoh pada pembuatan keripik pisang, pisang yang digunakan pisang Ambon, dan pisang jenis Plantain, seperti pisang tanduk dan kepok. Pisang jenis ini lebih dipilih untuk digunakan karena kadar air yang dikandungnya lebih sedikit yakni 66,4% per 10 gram sedangkan pisang-pisang golongan Acuminata mengandung air 75,7% per 100 gram.
Membuat mie dengan memanfaatkan pisang sebagai bahan baku. Perbandingan terigu dengan pisang yang optimal adalah 2:1. Rasa mie cukup gurih, jika pisang kepok yang digunakan cukup masak dan masa garam yang ditambahkan dalam adonan proporsional. Mie pisang yang dimasak (rebus) akan memiliki tekstur kenyal. Mie pisang dikeringkan dalam microwave sebagai mie instan. Mie yang dikeringkan dapat disimpan sampai 2 pekan. Pisang memang dapat diolah menjadi mie dan baik untuk dikomsumsi.

punti8

Gambar 3. Praktek Memasak Mie goreng

Bahan, terdiri dari :
Pisang kepok; Tepung terigu; Minyak goreng; Telur ayam; Garam dapur; Kunyit; Jahe, Serai, Ketumbar dan Air secukupnya
Alat, terdiri dari :
Blender; Penggiling mie;
Pisau; Oven/microwave; Timbangan; Panci; Wadah/ Baskom; Peralatan memasak, dll.

punti2

Gambar 4. Adonan mie pisang yang sudah kalis (homogen)

Cara kerja
Pembuatan mie pisang ini menggunakan bahan dasar tepung terigu dan pisang kepok masak dengan perbandingan 2:1. Pisang yang digunakan terlebih dahulu direbus hingga lunak dan dapat dihaluskan atau dapat pula dilakukan dengan cara menghaluskan buah pisang menjadi bubur dengan menggunakan blender. Bubur pisang dimasukkan kedalam baskom kemudian dicampur dengan terigu, telur dan kunyit. Terus diaduk hingga tercampur rata dan menjadi adonan yang kenyal dan tidak lengket, selanjutnya lakukan penggilingan secara bertahap hingga adonan berbentuk mie. Jika minyak goreng dalam komposisi tersebut tidak optimal maka adonan mie yang dihasilkan sangat lengket, permukaannya tidak licin dan sulit digiling atau dicetak. Hanya dengan minyak yang cukup akan diperoleh hasil lebih baik.
punti3

Gambar 5. Menggiling Mie basah

punti4Gambar 6. Mie pisang yang masih basah baru selesai digiling

Mie basah tersebut boleh dikeringkan dalam oven jika menginginkan untuk disimpan beberapa hari atau langsung direbus jika ingin segera dikonsumsi. Setelah direbus lalu ditiriskan dan tempatkan dalam mangkuk.
Selanjutnya sediakan bumbu-bumbu untuk menambah citarasa. Bumbu terdiri dari minyak sayur, jahe, serai, merica, ketumbar dan garam yang kesemuanya itu dihaluskan dulu.
punti5

Gambar 7. Mie Pisang (ditumis) siap disantap

Untuk membuat mie goreng maka bumbu bersama minyak sayur tersebut dipanaskan diatas wajan hingga terasa aromanya lalu masukkan mie pisang sambil diaduk beberapa lama sampai bumbu benar-benar meresap. Jika menginginkan mie kuah dapat menambahkan air secukupnya. Mie pisang nikmatnya begitu terasa.
punti9

Gambar 8. Memblender pisang untuk menyiapkan adonan

Catatan :
Untuk mengikuti Pelatihan silahkan menghubungi Hadijaya melalui HP/ WA : 08128727937

Teknologi Pembuatan Saos Durian

saus2durenGambar 1. Kegiatan Pelatihan Program Bidang Pengembangan Teknologi Ikatan Alumni UT Pusat di Cilangkap Jakarta.

Saos durian adalah saos yang dibuat dari buah durian, merupakan salah satu penyedap masakan atau bumbu pelengkap campuran sambal, bumbu pepes ikan atau bumbu gulai ikan yang memiliki cita rasa yang lezat yang disukai masyarakat. Produk saos durian belum dikenal secara luas, sehingga diharapkan hasil penelitian ini menjadikan saos durian lebih dikenal masyarakat. Rasa asam pada produk saos durian menjadi ciri khas yang dikendalikan oleh jumlah garam yang diberikan serta masa inkubasi yang optimum. Dalam percobaan ini metode yang digunakan adalah hidrolisis garam, yaitu penambahan garam pada durian dan inkubasi selama 7 hari. Garam yang digunakan adalah garam halus yang masanya bervariasi yaitu 25 gram, 30 gram, dan 35 gram untuk 1000 gram daging buah durian . Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan masa garam yang menghasilkan saos durian dengan cita rasa yang baik adalah 30 gram garam dengan inkubasi selama 5 hari.

Durian adalah nama tumbuhan tropic yang berasal dari Asia Tenggara, nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Varian namanya yang juga popular adalah duren. Orang sunda menyebutnya dengan kadu. Tanaman durian termasuk marga (genus) durio, dari species durio zibethinus. Warna buahnya berbeda-beda dari hijau kekuning-kuningan, dan mempunyai bentuk dari bujur hingga bundar. Kulit buahnya berserabut dan permukaannya dipenuhi sudut tajam (duri). Buah durian memiliki rasa yang lezat dan baunya yang khas. Buah durian memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi karena harganya tidak pernah terpengaruh dengan jenis buah yang lainnya. Setiap panen tiba harga buah durian selalu naik, pemasaran buah durian umumnya sudah melalui mata rantai yang agak panjang sehingga mengakibatkan harga durian ditingkat konsumen menjadi sangat tinggi.

saus4durensaus5durenGambar 2. Buah Durian lokal

Di Indonesia, tanaman durian terdapat diseluruh pelosok Jawa dan Sumatra sedangkan di Kalimantan dan di Irian Jaya umumnya hanya terdapat dihutan, disepanjang aliran sungai. Di dunia tanaman durian tersebar keseluruh Asia Tenggara dan Sri Langka, India Selatan hingga New Guenea. Khusus di Asia Tenggara, durian diusahakan dalam bentuk pohon yang dipelihara intensif oleh Negara. Jumlah produksi durian di Filipina adalah 16.700 ton (2.030 ha), di Malaysia 262.000 (42.000 ha) dan di Thailand 444.500 ton (84.700 ha) pada tahun 1987 – 1988. Di Indonesia pada tahun yang sama mengahasilkan 199.361 ton (41.284 ha) dan pada tahun 1990 menghasilkan 275.717 ton (45.327 ha).
Tanaman durian termasuk family Bombaceae sebangsa pohon kapuk – kapukan dan yang lazim disebut durian adalah tumbuhan dari marga (genus) Durio, Nesia, Boschia, Coelostegia. Macam Variates durian yang tersebar di Nusantara antara lain adalah : Duren Sukun (Jawa Tengah), Petruk (Jawa Tengah), Sitokong (Betawi), Simas (Bogor) Sunan (Jepara), Kani (Thailand), Sidodol (Kalimantan Selatan), Tembaga (Komering Palembang) dan Sihijau (Kalimantan Selatan).

Durian merupakan buah yang mengandung berbagai protein, zat pati atau karbohidrat, zat gula buah dan lain – lain dimana pada proses pembusukan atau penguraian menimbulkan alkohol dan saos – saos amino misalnya aminomium asetat [CH3COONH] yang kurang disukai sebagian orang karena baunya sangat menyengat. Durian mengandung sejumlah karbohidrat dan juga banyak protein. Hal ini berarti buah durian mengandung banyak enzim dan komponen tambahan yang non protein sebagai aktivitas katalis, enzim semacam ini disebut Holoenzim. Bagian protein dari enzim disebut Apoenzim dan bagian nonprotein disebut Koenzim. Adanya aktivitas enzim pada buah durian menyebabkan proses pembusukan durian menimbulkan gas, daging buah menjadi saos dan timbul bau yang menyengat, aktivitas enzim dapat dihambat dengan menambahkan garam pada arilus atau daging buah durian sekaligus memberinya citarasa asam dan asin.

Pada bagian buah yang berwarna kekuning-kuningan terdapat senyawa dengan aroma paling tajam yaitu propanthiol defuthioter serta senyawa-senyawa lain yang menentukan rasa enak daging buahnya. Buah durian yang matang pada umumnya dikonsumsi dalam keadaan segar. Selain dapat diolah menjadi kue durian, es krim durian, atau di olah menjadi dodol durian, buah durian juga dapat dijadikan sebagai campuran sambal, bumbu pepes ikan ataupun bumbu gulai ikan dengan terlebih dulu mengolahnya menjadi saos durian.
Dari hasil percobaan ini diharapkan masyarakat luas dapat lebih mengenal pemanfaatan durian sebagai penyedap masakan atau saos durian sehingga menambah khasanah masakan asli Indonesia. Penelitian dan percobaan pembuatan saos durian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari pengaruh garam pada daging buah agar dapat dihasilkan saos durian yang mempunyai cita rasa sedap.

Manfaat dari penelitian adalah untuk menambah pengetahuan dibidang pangan khususnya pembuatan saos durian, dengan harapan dapat ikut dinikmati dan dikembangkan oleh masyarakat luas.

Dalam percobaan ini, dihipotesakan bahwa : keasaman pada arilus (daging buah durian) dipengaruhi oleh sedikit atau banyaknya massa garam yang ditambahkan serta lamanya masa penyimpanan (inkubasi).

Pada percobaan ini pengolahan saos durian menggunakan garam yang berfungsi untuk menghambat penguraian protein menjadi senyawa amino sehingga menjadi rasa saos. Pengamatan fenomena perubahan keasaman saos durian adalah bedasarkan variabel masa garam yang ditambahkan. Pengambilan data dilakukan melalui pengukuran pH (derajat keasaman) dan uji organoleptik (uji cita rasa)

1.Bahan bahan
-Buah Durian : 388,12 Kg
-Garam : 30 gram
-Bawang merah : 12,14 gr
-Cabe merah : 30.3 gr
-Kunyit : 8 gr

2.Alat – alat
Pisau, Toples, Timbangan, Blender, Sendok dan Kantong plastik

3. Cara kerja
1. Buah durian dibelah dengan pisau dan diambil isinya.
2. Dipisahkan daging dari bijinya dengan sendok , bijinya dibuang dan daging buah diambil.
3. Dibuat 3 (tiga) sample penelitian dengan massa garam yang bervariasi, yaitu 25 gram; 30 gram dan 35 gram.
4. Ketiga sample tersebut kemudian dicampur dengan cabe dan kunyit yang telah dihaluskan serta dibungkus dengan plastic lalu dimasukan ke dalam toples dan ditutup rapat. Kemudian di inkubasi (simpan) sampai 1 minggu.
5. Setelah pengingkubasian selesai, kemudian dilakukan uji organoleptik.
6. Saos durian yang sudah jadi dapat dibuat sambal atau sebagai campuran masakan lainnya yang sesuai selera.

Diagram_DurianGambar 3. Diagram alir percobaan

Pada percobaan ini, daging buah durian yang telah dipisahkan dari bijinya dibagi menjadi 3 variabel dengan jumlah yang sama banyaknya. Ketiga variabel tersebut kemudian diberi bumbu masing-masing dengan cabe dan kunyit yang telah dihancurkan dengan ukuran yang sama akan tetapi dengan jumlah garam yang berbeda. Setelah ketiga variabel dibungkus dengan plastik dengan rapat kemudian diinkubasi selama 1 minggu (7 hari). Pembungkusan ini dimaksudkan agar sample tidak terkontaminasi dengan udara luar yang memungkinkan masuknya bakteri atau jamur yang akan mempengaruhi hasil inkubasi.

saus durenGambar 4. Produk akhir percobaan yaitu Saos Durian

Hasil inkubasi selama 7 hari tersebut dapat dilihat pada Tabel 1, bahwa semakin banyak garam yang diberikan maka tingkat keasaman (pH) saos durian semakin tinggi. Apabila diuji secara organoleptik (cita rasa) ternyata cita rasa dan aroma yang cukup baik ketika diberikan garam dengan massa 30 gram. Pengaruh banyak atau sedikitnya garam dapat dilhat pada Grafik 1, jika semakin banyak garam diberikan maka tingkat keasaman semakin rendah.

Tabel -1. Cita Rasa Saos Durian setelah 7 hari

MassaGaram_pH

pH_Massa_garam_KIR_IKAUT

Gambar 5. Hubungan Lama Inkubasi terhadap tingkat keasaman (pH)

Setelah diperoleh sampel saos yang cukup baik yaitu dengan massa garam 30 gram maka dilanjutkan dengan pengujian masa inkubasi terhadap cita rasa saos durian. Berdasarkan Tabel 2, dapat dilihat bahwa pada masa inkubasi selama 5 hari memberikan hasil yang cukup baik yang ditandai dengan aroma yang harum sekali.

Tabel-2. Pengaruh lamanya inkubasi terhadap keasaman saos durian untuk 30 gr garam dalam 388,12 gr arilus

Inkubasi_pH

 

pH_Inkubasi_KIR_IKAUT

Gambar 6. Hubungan massa (jumlah) garam yang ditambahkan terhadap perubahan keasaman (pH).

Untuk mengetahui hasil yang baik atau tidaknya dapat kita amati selama inkubasi melalui aroma tingkat keasamannya. Penambahan jumlah garam yang banyak pada arilus dapat menghambat terjadinya pembusukan akan tetapi berakibat saos durian kurang enak karena terlalu asin. Sebaliknya sedikit garam berakibat saos durian sangat asam karena aktivitas enzim tidak sepenuhnya dapat dihambat bedasarkan percobaan maka saos durian yang memiliki cita rasa terbaik adalah variabel 2 dengan masa inkubasi 5 hari.

Dalam penelitian pengolahan pengolahan saos sambal durian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa :
-Banyak sedikitnya garam memberikan pengaruh terhadap tingkat keasaman saos durian. Semakin banyak garam yang diberikan semakin tinggi tingkat keasaman saos durian. Sedangkan dilihat dari segi cita rasa, pada percobaan ini saos durian yang memiliki cita rasa yang baik/ harum sekali adalah dengan penambahan garam sebanyak 30 gram.
-Keasaman saos durian juga dipengaruhi oleh lamanya massa penyimpanan (inkubasi). Semakin lama masa inkubasi semakin rendah tingkat keasaman saos durian. Pada percobaan ini masa inkubasi yang optimal diperoleh pada hari kelima dengan cita rasa yang baik/harum sekali.
-Saos durian dapat menjadi ramuan sambal atau bumbu pepes ikan yang lezat cita rasanya sehingga menambah khazanah perbendaharaan masakan tradisional Indonesia.

saus1durenGambar 7. Kegiatan Pelatihan Di Cilangkap Jakarta

Catatan :
Untuk kegiatan Pelatihan silahkan hubungi Hadijaya via HP/ WA : 08128727937

Halo Sahabat Hutan Indonesia

Pada mulanya, saya mendapat kiriman email dari pencinta hutan Indonesia yang bercerita tentang pengalaman mereka saat masuk rimba. Semua yang dikisahkan itu sangat menarik sehingga saya pikir alangkah baiknya jika pengalaman masuk rimba Indonesia dapat dibaca oleh berbagai kalangan terutama anak dan remaja baik di desa maupun perkotaan. Tujuannya tentu saja agar kita semua memiliki kepedulian akan pelestarian hutan Indonesia termasuk ekosistim yang terkait dengannya.
Website ini cukup efektif karena merupakan media pemberitaan kegiatan alumni Universitas Terbuka (UT) yang notabene alumni UT tersebar dimana-mana mulai dari perkotaan hingga daerah terpencil di seantero Indonesia bahkan hingga manca negara. Saya yakin sepenuhnya bahwa rekan rekan alumni UT akan terpanggil untuk turut menjadi sahabat hutan Indonesia.
hutan_gwyEmail pertama via Change.org yang saya terima isinya begini :
“Hadijaya, terus terang ya, waktu aku diajak masuk hutan Maret kemarin, aku takut! Bisa dibilang aku anak kota seutuhnya. Lahir, besar di Surabaya, berkarir di Jakarta. Tapi apapun rasa takut yang ada, menghilang saat aku dan suamiku Arlan, berada di dalam hutan. Perjalanan ke Sungai Buluh, Sumatera Barat yang panjang, sulit, dan melelahkan, akhirnya terbayar. Kesegaran udara yang kuhirup, Kejernihan air sungai yang mengalir, dan juga keramahan masyarakat sekitar hutan. Aku betul-betul terpesona! Pengalaman habiskan beberapa hari di hutan membuka mataku betapa pentingnya hutan untuk kita….dst”.
Pada respon tanggal 21 April 2017 tersebut Astrid Sartiasari minta kesediaan saya mengisi sebuah angket survey mengenai hutan dan pelestariannya.
hutan_astridRupanya ada lagi kiriman cerita dari sahabat hutan Indonesia pada tanggal 5 Mei 2017, dia adalah Glenn Fredly, begini sapanya : “Hadijaya, kemarin kamu diajak Astrid ikutan isi survey ya? Makasih banyak, hampir 25 ribu orang yang ikutan! Ini luar biasa. Semoga dengan masukan darimu, kita bisa ajak lebih banyak orang lindungi hutan. Kalau kamu belum ikutan surveinya, Hadijaya bisa isi di sini : change.org/10menituntukhutan.
Seperti Astrid, belum lama ini aku juga masuk hutan; Hutan Manusela di Maluku. Meski perjalanan kesana cukup melelahkan, aku rasakan pengalaman yang sangat berharga. Saat haus tinggal tarik akar pohon, dan minum air yang seger banget! ….dst”.
hutan_glennSaya memutar kembali memori masa lalu saat ikut kerja bakti membangun irigasi sepanjang 400 meter yang melintas di perkebunan salak Desa Turi Sleman Jateng, ketika itu Menwa bersama TNI bergabung dalam kegiatan AMD Manunggal III (1980). Irigasi ini sangat penting untuk mengairi areal hutan yang merupakan lahan perkebunan rakyat. Pernah pula kerja bakti menanam bakau di pantai Probolinggo Jatim (1981) yang merupakan bagian acara dari Latihan Peningkatan Mutu Kepemimpinan Menwa (LATPENMUPIN- MENWA). Hutan bakau ternyata penting untuk menahan erosi air laut serta memberi ruang bagi perkembang-biakan biota laut seperti udang, ikan dan sebagainya.

Kemudian Glenn berkata pula : “Perjalanan ke hutan itu akhirnya aku tuangkan dalam lagu bersama Astrid, Alam Urbach, dan Achi Hardjakusumah, kami buat MUSIKA FORESTA. Sebuah acara musik sekaligus aksi nyata lindungi hutan. Acaranya di Balai Sarbini, Sabtu 13 Mei 2017, jam 19.30. Hadijaya beli tiketnya dengan harga mulai 100 ribu. Semua hasil penjualan tiket akan digunakan untuk adopsi pohon di hutan. Jadi, semoga kita ketemu di sana ya! Sampai jumpa, salam hutan”.
hutan_gway5Email dia saya balas : “terimakasih Glenn, saya jadi terharu karena masa kecilku dulu pernah bertualang masuk hutan dengan teman-teman di Hutan Talang Kelapo Palembang”.
Jika Astrid dan Glenn punya pengalaman masuk hutan ketika sudah dewasa, saya bahkan mau cerita pengalaman masuk hutan ketika masih kelas 3 SD, begini ceritanya :
Saat libur sekolah, anak-anak kampung selalu bikin acara, entah main layangan, main klereng (ekar), adu biji karet, pantak-lele, main sludur di lapangan badminton, mancing dan sebagainya. Namun kali itu tak seperti biasa, teman-teman yang usianya relatif jauh lebih tua antara lain : Krisna, Wiwit, Kikit, Totok, mengajak saya, Gatot, Encap dan beberapa teman lain dalam suatu petualangan mencari tau lingkungan diluar kampung Sukabangun Palembang (Km 6), yaitu masuk hutan Talang Kelapo.
hutan_gway9hutangwayKami sepakat berangkat berjalan kaki dari Sukabangun mulai jam 7 pagi menuju Hutan Talang Kelapo (Km 9), suatu perjalanan yang cukup jauh dan beresiko untuk ukuran anak usia kelas 3-6 SD. Lepas dari kontrol orang tua dan berhadapan dengan alam rimba Talang Kelapo yang kala itu masih banyak babi hutan, bermacam ular (sanca, cobra dll).
Sesampai di areal Talang Kelapo, kami belok kiri menapaki jalan tikus terus menuju arah barat. Jalan kecil itu rupanya membelah kebun luas tak terawat dan penuh semak belukar yang merupakan bagian tepi hutan berbatasan dengan jalan raya. Tanaman tumbuh tak tertata baik, ada pepohonan karet, rambutan hutan, manggis dan yang paling banyak adalah pepohonan cempedak dengan diameter batang seukuran derum. Suara riang-riang mendenging merdu seolah menyambut gembira kehadiran kami, petualang cilik.
Tidak diketahui secara pasti apakah hutan itu milik Ulayat Marga Talang Kelapo ataukah milik perorangan. Setelah dua jam menyusuri hutan, hidungku dan juga teman teman mulai tergoda bau aroma cempedak yang jatuh dari pohon karena sudah matang dan mengundang selera untuk segera disantap.
cmpdk

Sambil uluk salam kami meminta kerelaan kepada “mbau rekso” (mahluk ghoib) disitu dengan maksud agar menyantap cempedaknya tidak ragu-ragu dan tidak takut kuwalat : … “wak ! kami minta cempedaknya ya wak !”, kata seorang teman yang paling dewasa memecah keheningan hutan. Lalu teman yang lain spontan menyahut : “silahkan nak…. silahkan diambil yang banyak !” Kami semua lalu tertawa terbahak-bahak sambil membelah itu buah cempedak yang besarnya seperti nangka.
Satu buah cempedak jadi rebutan sepuluh anak, semua kebagian walau belum mengenyangkan. Kami malah jadi ketagihan dan terus menyeruak masuk hutan lebih dalam lagi untuk mencari cempedak atau buah manggis yang jatuh dari pohon. Hingga akhirnya kami semua merasa kenyang bahkan mulai merasakan mabuk cempedak.

cmpedk
Kami terus berjalan dan tanpa sadar sudah menerobos hutan Talang Kelapo itu cukup jauh hingga sampai dipadang ilalang yang tanpa pepohonan. Tak lama kemudian kami berjumpa dengan 3 orang bapak-bapak pemburu hewan lengkap dengan bedil masing-masing, mereka berpenampilan mirip cowboy . Mereka berdiri ditepi sebuah sungai kecil, agaknya sedang menanti saat yang tepat untuk menyergap hewan buruan. Raut wajah mereka terlihat cukup tegang. Mereka agak terkesiap saat melihat kehadiran kami 11 orang yang secara tiba-tiba.
Kehadiran kami disitu tentu saja tidak disukai karena mengganggu aktifitas perburuan mereka. Seseorang dari mereka yang berkumis tebal dan wajahnya agak beringas, menghardik kami : “ngapo kamu maen kesini heh !!… disini banyak babi hutan, banyak ulo sawo, ado harimau …. ayo balek !!!” sergahnya sambil mengokang bedil.
Melihat gelagat yang kurang bersahabat itu kami buru-buru berbalik arah dan berniat pulang kerumah. Matahari sudah condong kearah barat, kira-kira saat itu sudah jam 2 siang. Kami mulai kembali balik arah melewati jalan-jalan tikus yang semula kami lalui.
hutan_gway7hutan_gway8Namun tiba-tiba terjadi kegelisahan dan stress berat karena kami baru saja kehilangan arah balik, … kami nyasar dan saat itu rasanya ingin sekali menangis. Untung teman-teman yang usianya relatif lebih dewasa berlagak tenang menghadapi situasi yang mulai gelap karena cahaya matahari tertutup pohon-pohon besar.
Kemudian kami sepakat untuk secara bersama melakukan shalat sunnat isticharoh 2 rakaat memohon diberi Allah petunjuk arah jalan pulang. Selesai shalat, kami masing-masing berdo’a, pikiran kembali jernih dan kami segera berkemas-kemas untuk melanjutkan perjalanan.
Alhamdulillah…. berkat petunjuk Allah Swt, tiba-tiba seorang teman berteriak kegirangan sambil berkata : “hei… jingok tuh ! itu khan kulit-kulit cempedak bekas kito makan tadi, berarti kito ni tadi lewat situ !” katanya sambil menunjuk arah timur. Kami mulai agak sedikit lega dan terus melangkah sehingga berhasil keluar dari hutan rimba Talang Kelapo. Kami akhirnya sampai dirumah masing-masing Desa Sukabangun menjelang maghrib, dalam keadaan selamat semuanya… alhamdulillah ! Demikian secuplik pengalamanku bersama teman-teman sepermainan masuk hutan Talang Kelapo.
hutan_gway4Masih tersimpan dalam ingatan saya bahwa pada tahun 1960-an mulai dari batas kota Palembang (Km.5 = Pasar Palimo) sampai lapangan terbang Talang Betutu (jalan Kolonel H. Berlian) terdapat Hutan Pinus (Taman Saelendra), Talang Kelapo, Talang Betutu, Talang Buruk dan Alang-alang Lebar. 4 kampung ditepi hutan yang kala itu masih sepi penghuni masuk dalam wilayah Kabupaten Muba (Musi Banyuasin) yang berbatasan dengan wilayah kota Palembang.
Di Talang Betutu ketika itu terdapat lapangan terbang yaitu Lanuma Talang Betutu, kini namanya menjadi Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.
Sebagian wilayah hutan yang luas dan penuh pepohonan serta semak belukar itu secara lambat laun makin mengecil dan menyempit karena pertumbuhan penduduk yang terus meningkat. Untunglah pemerintah kota madya Palembang masih dapat mempertahankan sebagian hutan Taman Saelendra dan sebagian hutan Talang Kelapo menjadi paru-paru kota yaitu dengan dibangunnya Taman Punti Kayu.
hutan_gway1Punti Kayu artinya pepaya atau kates, berasal dari bahasa daerah Komering Ulu. Sebuah nama yang agak sedikit nyeleneh, kenapa hutan yang banyak ditumbuhi pinus, karet, cempedak serta pepohonan kayu tembesu itu malah mengambil nama punti kayu ?, tentu ada asal-muasalnya.
Di tepi hutan Taman Saelendra Km 8 pada era 60-an berdiri pos pemeliharaan hutan. Nampaknya ketika itu mulai dibudidayakan tanaman pepaya (punti kayu). Tanah sekitar hutan Saelendra yang penuh dengan humus itu sangat baik untuk mengembangkan berbagai jenis tanaman yang dapat dikonsumsi masyarakat terutama untuk mensuplay kebutuhan Pasar Palimo. Sebelumnya pepaya, buah-buahan dan sayur-mayur disuplay oleh warga yang bermukim di Soak Bato berbatasan dengan Kenten Laut yang jaraknya relatif jauh dengan Pasar Palimo.
hutan_grbkKendaraan pengangkut hasil pertanian ketika itu adalah gerobak sapi atau pedati yang berjalan sangat lamban terutama jika melalui daerah tanjakan Pal 7. Sekalipun sudah ada mobil oplet namun oplet lebih mengutamakan mengangkut orang bukan sayur mayur. Sebuah pilihan yang cukup baik dan relatif dekat Pasar Palimo jika sayur mayur ditanam dihutan Saelendra saja. Tanaman yang paling banyak ditanam memang punti kayu (papaya), namun ada pula cabe, kacang panjang, ubi dan sebagainya. Areal bekas kebun pepaya ditepi hutan itu kini telah disulap menjadi bagian depan atau pintu masuk kawasan wisata yang diberi nama Taman Punti Kayu.
Semoga sekelumit cerita ini dapat membangkitkan gairah bertualang dalam rimba khususnya bagi alumni UT dan mereka yang menjadi sahabat hutan Indonesia. Salam untuk semua.

——————————————————–

Video kisah tentang Onso dari pedalaman hutan yang terpisah dari komunitas suku Lingon di pedalaman Halmahera :https://youtu.be/XNUkZI8cAeA

 

 

Bakti Sosial Untuk Korban Longsor Ponorogo

BAKTI SOSIAL

IKATAN ALUMNI UNIVERSITAS TERBUKA (IKA-UT) PUSAT & WILAYAH SURABAYA, KELUARGA BESAR UPBJJ UT SURABAYA DAN MAHASISWA

 

Untuk Korban Longsor Ponorogo

 09 April 2017

 

Oleh : Drs.H.Fatchur Rachman MS (Sekretaris IKA-UT Wilayah Surabaya)

 

Baksos IKA UT Surabaya

Baksos IKA UT Surabaya

 

Peristiwa longsornya Bukit Gede Desa Banaran, Pulung Ponorogo pada tanggal 01 April 2017 menyebabkan banyak korban tertimbun longsoran tanah. Warga Dusun Tangkil, Dusun Krajan, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo yang tertimbun hidup-hidup sebanyak 28 (dua puluh delapan) jiwa, disamping itu longsoran juga menyebabkan banyak rumah warga yang rusak. Warga yang terdampak di himbau untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

 

Peristiwa longsoran Bukit Gede ini menggerakkan hati para Pengurus Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA-UT) Wilayah Surabaya untuk mengadakan Bakti Sosial. Kegiatan ini pun disambut baik oleh Bapak Teguh Prakoso S.Pd.,M.Hum. selaku Kepala UPBJJ-UT Surabaya, anggota IKA-UT Wilayah Surabaya beserta Mahasiswa, sampai hari  minggu  09 April 2017  bantuan yang terkumpul selain berupa barang juga berupa uang tunai lebih dari Rp.10 juta. Bapak Drs.H.Fatchur Rachman MS selaku Sekretaris IKA-UT Wilayah Surabaya ditunjuk sebagai Koordinator & Pelaksana penyaluran bantuan tersebut ke derah yang membutuhkan, beserta para Pengurus IKA-UT Wilayah Surabaya secepatnya menyiapkan bantuan berupa SEMBAKO seperti beras, gula, mie instan, air mineral, kopi, snack, bubur bayi dan susu untuk anak-anak. Selain itu bantuan juga berupa OBAT-OBATAN dan berupa BARANG seperti pakaian dewasa & anak-anak, perlengkapan mandi & mencuci, celana dalam dewasa & anak-anak, jarit, mukena, jilbab, handuk, baju koko, daster wanita & anak-anak, sajadah, sarung, handuk, pembalut wanita, popok bayi, selimut dan sandal jepit. Karena di pengungsian juga terdapat anak-anak, pengurus pun memberikan bingkisan,  2 Karton Susu, 2 karton Snack, buku cerita, buku mewarnai, pensil warna, krayon, tas anak-anak. Sedangkan untuk pengungsi dewasa tidak lupa dibawakan Buku Yasin & Tahlil.

 

 

Pada hari Minggu, tanggal 09 April 2017 rombongan (Ketua, Sekretaris dan Pengurus lainnya) didampingi Ibu Dra.Titik Setyowati M.Pd, selaku PW UT Kabupaten Ponorogo berangkat dari Surabaya pukul 05.00 WIB menuju Ponorogo. Dalam perjalanan rombongan berkoordinasi dengan Pejabat Diknas Kab.Ponorogo & Tutor UT Pokjar Ponorogo (Bapak Bambang dkk) yang akan memandu rombongan menuju Posko Bencana di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo yang daerahnya  tersebut memerlukan banyak bantuan. Rombongan tidak lupa  mampir di Madiun untuk menjemput Bpk.Drs.H.Agus Prasetyo M.Si selaku PW UT Kota Madiun yang juga ikut mendampingi rombongan sekaligus makan pagi pukul 11.00 WIB. Selanjutnya rombongan meneruskan perjalanan ke Ponorogo  menuju SMP Negeri 5 Ponorogo dan tiba  pukul 12.00 WIB untuk bertemu Bapak Bambang Dkk sekaligus menjalankan Sholat Dhuhur dijamak dengan Ashar.

 

Perjalanan dilanjutkan dengan dipandu  3 orang dari Kantor Diknas Ponorogo/Tutor UT Surabaya. Selama perjalanan menuju lokasi bencana terlihat bukit-bukit yang menghijau dengan tanaman perdu, kebun jagung  dan tanaman penduduk yang sangat subur namun tidak terlihat pohon-pohon besar layaknya hutan yang berfungsi menahan tanah perbukitan dari bahaya longsor. Tampak pula posko-posko yang didirikan di sepanjang jalur menuju tempat bencana, para sukarelawan beserta tentara dan Polisi yang mengarahkan rombongan yang akan menyerahkan bantuan. Sesampai di lokasi rombongan disarankan ke Posko Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo yang berada di Balai  Desa Banaran yang dekat dengan tempat Pengungsian. Para Pengungsi ini  ditempatkan di dekat balai desa Banaran, sambil menunggu relokasi permanen. Posko Dinas Sosial ini merupakan pusat penampungan bantuan terdekat dengan daerah bencana, di kanan kiri jalan juga masih terlihat sepanduk larangan memasuki area bencana.

 

Rombongan tiba di daerah bencana pukul 13.30 WIB, disana rombongan juga bertemu dengan rombongan penyumbang dari marinir surabaya, dari berbagai instansi dan LSM lainnya. Di posko yang terletak di Balai Desa Banaran tersebut, bantuan berupa sembako dan barang-barang oleh Bapak Drs.H.Fatchur Rachman MS beserta perwakilan Pengurus IKA-UT Surabaya, perwakilan keluarga besar UPBJJ UT Surabaya diserahkan kepada Pejabat dan Staf Dinas Sosial Kabupten Ponorogo Ibu Dyah Fitria selaku Koordinator Penampungan bantuan. Bantuan tersebut rencananya  akan disalurkan  langsung kepada para pengungsi yang daerahnya masih terisoler karena pemukiman nya tidak aman untuk ditempati. ”Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh Pengurus IKA-UT Pusat & Wilayah Surabaya serta keluarga besar UPBJJ UT Surabaya atas bantuan yang telah diberikan, Insya Allah amanah ini akan  langsung kami salurkan kepada warga”, demikian ungkapan terima kasih Bapak Pejabat dari  Dinas Sosial Kabupten Ponorogo.

 

Selain itu bantuan berupa 80 bingkisan untuk anak-anak berupa buku-buku, tas sekolah, pensil warna, crayon, snack dan susu siap saji diserahkan oleh Bapak Drs.H.Fatchur Rachman MS beserta perwakilan Pengurus IKA-UT Wilayah Surabaya kepada Ibu Dyah Fitria Staf Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo. ”Kami sangat bersyukur & berterima kasih sekali kepada seluruh donatur karena disaat bencana seperti ini, anak-anak masih mendapatkan perhatian, terima kasih atas bingkisan yang telah  diberikan”, tutur Ibu Dyah Fitria. Begitu juga dengan Bapak Pejabat dari Dinas Sosial “Semoga segala amal donatur di balas oleh Allah SWT”.

 

Setelah menyerahkan seluruh bantuan, pukul 15.00 WIB rombongan  turun ke Kecamatan Pulung, dengan tambahan informasi bahwa pada hari itu  jenazah korban longsor ke 4 telah diketemukan oleh Tim SAR menyusul 3 jenazah yang telah diketemukan dan dikubur di makam desa sebelumnya. Setelah dijamu makan siang oleh Bapak Bambang dkk rombongan berpamitan dan bergegas kembali ke Surabaya pukul 16.00 diiringi cuaca mendung menandakan akan turun hujan dan muncul  kejadian  yang memilukan yaitu adanya  longsor susulan yang sangat membahayakan  sehingga seluruh Tim SAR  menghentikan proses pencarian korban yang tersisa (24 orang) serta harus meninggalkan lokasi bencana dengan segenap peralatannya seperti eskavator, mobil bego, mobil penyemprot air, mobil pengangkut anjing (K9 Polda Jatim) dan sebagainya, kecuali Relawan yang bertugas di Pos Pengungsian dan dapur umum.

 

Demikian kisah perjalanan rombongan Pengurus Ikatan Alumni Universitas Terbuka  (IKA-UT) Wilayah Surabaya menuju ke Posko Longsor Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupten Ponorogo.

 

Langkah Awal Budi Daya Ayam Kate

katenekate5
Dinamakan ayam Kate karena perawakannya kerdil atau cebol atau kecil. Di kampung saya Komering Sumatera Selatan lebih dikenal dengan nama Ayam Beruga. Belum diketahui secara pasti mengapa orang cenderung menyebutnya Ayam Kate bukan Ayam Beruga, mungkin sebutan beruga lebih mengena untuk ayam kate yang hidup di hutan.
Ketika masih remaja usia belasan tahun (1975), saya sering mudik ke Komering menjenguk kakek-nenek serta segenap famili di desa. Menginap di ladang bersama paman bibi dan kakek nenek di saat menjelang panen padi sungguh mengasyikkan.
tiyuh4tiyuh3
Suara kicau burung-burung dan lambaian nyiur kelapa yang tertiup angin sukar dihapuskan dari ingatan. Selain itu berburu hewan dihutan menjadi kegembiraan tersendiri karena bagi remaja yang rasa ingin tahunya besar, masuk hutan dengan mengendap-endap dan penuh tantangan menjadi pembelajaran yang sarat makna. Saya pertama kali mengenal ayam beruga adalah pada saat perburuan tersebut. Ayam beruga yang demikian liar itu hanya dapat ditangkap dengan cara ditembak atau dijerat memakai ranjau atau jebakan. Jebakan itu dibuat dari bilah-bilah bambu yang terdiri dari sebuah satang lentur yang ujungnya dipasang tali senar panjangnya sekitar 1 meter. Satang ditancapkan tak jauh dari jebakan yang tersusun dari lidi-lidi.
width="253"tiyuh5a
Tali senar dibentangkan dibawah lidi-lidi yang diberi pemicu untuk menahannya. Ketika kaki ayam menginjak lidi-lidi maka pemicu itu akan terlepas dan satang bambu akan menarik tali senar keatas sehingga kaki ayam akan terjerat. Diujung satang diikatkan pula secarik kain kecil yang akan berkibar ditiup angin ketika satang berdiri tegak, tujuannya adalah untuk memudahkan pemantauan dari kejauhan. Sebelum memasang jebakan, kami melakukan identifikasi jejak-jejak kaki ayam di hutan rimba yang demikian luas itu.
tiyuh6tiyuh8
Setelah menemukan lokasi yang terdapat banyak jejak kaki ayam barulah jebakan dipasang. Jebakan yang dipasang tak hanya satu tapi bisa dua atau tiga sekaligus dalam jarak berdekatan. Dibawah jebakan ditaburkan segenggam padi. Jebakan itu dipasang pagi hari saat matahari muncul di ufuk timur, setelah matahari melintas diatas kepala barulah jebakan itu ditengok. Ayam beruga yang terjerat itu dipelihara dan dijinakkan. Ayam beruga yang masih relatif muda biasanya mudah dijinakkan ketimbang yang tua.
kate3
kate7
Ayam Kate yang diperjual-belikan para pedagang hewan piaraan saat ini kemungkinan adalah anak turunan ayam beruga yang sudah berhasil dijinakkan. Tiga bulan lalu saya membeli sepasang ayam kate. Ayam dimasukkan kedalam kandang besi hanya semalam, esok paginya dibiarkan keluar kandang dan bermain di halaman rumah. Demikian jinaknya maka kami tak khawatir ayam tersebut kabur atau menghilang. Sore menjelang maghrib mereka sudah masuk kandang lagi. Ayam kate diberi makan campuran terdiri dari dedak 2 Kg + pur 1 Kg + Jawawut 0,5 Kg pakan tersebut cukup untuk menghidupi sepasang ayam kate selama 10 hari.
kate6
kate2
Baru saja dipelihara seminggu, ayam sudah mulai bertelur. Ayam kate betina bertelur sampai 11 butir lalu pada hari ke dua belas berhenti bertelur dan mulai mengeram. Lama mengeram 21 hari, 9 butir telur yang dieram berhasil menetas dengan baik menjadi bayi-bayi ayam kate, hanya 2 butir telur gagal menetas.
Anak ayam yang baru menetas sebaiknya tidak dibiarkan dibawa induknya keluar kandang. Banyak hal yang dapat membahayakan keselamatan anak ayam kate, misalnya :
1. Basah terkena embun rerumputan atau kehujanan,
2. Masuk selokan dan tak dapat naik,
3. Diserang / disantap tikus got atau kucing
4. Tersangkut tali/ benang sehingga tak dapat jalan
5. Terlindas kendaraan di jalanan dll
katee
Rawat anak anak ayam itu dalam kandang tertutup sebagian agar induknya dapat keluar masuk kandang tanpa dapat diikuti anak anaknya. Setelah berumur 2 minggu dan bulu-bulu halusnya berganti menjadi makin tebal barulah anak ayam itu dibolehkan keluar bersama induknya. Anak ayam kate itu bersama induknya hanya sekitar 2 bulan saja. Setelah masa tersebut sang pejantan akan merayunya kembali agar dia kembali bertelur. Siklus [bertelur-menetas-membesarkan anak-kembali bertelur] ini berlangsung sekali 3 bulan.
kate4
Kini ayam kate yang kami pelihara mulai mengeram lagi untuk yang kedua kalinya sementara anak anaknya sudah mulai mandiri dan makin beranjak remaja. Pada usia 6 bulan anak-anak kate itu mulai menyukai pasangannya dan kita harus menyediakan beberapa baskom rumput untuk tempat mereka bertelur.

Langkah awal percobaan budi daya ayam kate ini masih menempati halaman perumahan Batan Indah Serpong. Agaknya akan lebih layak jika tersedia lahan 500 M2 yang jauh dari pemukiman penduduk sebagai tempat perkembang-biakan ayam-ayam kate kita.
Ayo siapa yang punya lahan dan mau kerjasama dengan IKAUTPUS dalam budidaya ayam kate. Jika memungkinkan dimasa yang akan datang akan kita budidayakan juga jenis jenis unggas lainnya seperti ayam kalkun, ayam pelung, ayam cemani, ayam bekisar, ayam ketawa, berbagai jenis bebek dan angsa.
katenye
Jika saja masing-masing alumni didaerah juga membudi-dayakan ayam khas daerah masing-masing betapa hebatnya usaha peternakan IKAUT, pertukaran ayam atau telur antar alumni tentu memiliki keunikan tersendiri.

Tungku Pemanas Untuk Laboratorium IPA Karya Alumni UT

bpmsoh
Penelitian material atau penelitian logam pada umumnya membahas mengenai sifat fisik dan mekanik seperti perubahan strukturmikro, komposisi, kekuatan tarik, kekerasan, ketahanan korosi dan sebagainya yang banyak berhubungan dengan kondisi perlakuan panas.
Perubahan strukturmikro dan komposisi terutama setelah logam mengalami perlakuan panas (annealing) akan mempengaruhi sifat mekanik. Percobaan melalui proses perlakuan panas memberikan data/ informasi tentang karakteristik yang cukup penting untuk pengembangan suatu material logam.
htfur2
Penelitian bidang pangan, bidang sipil, bidang korosi, bidang material roket, bidang obat-obatan, bidang nuklir membutuhkan alat pemanas atau tungku atau oven atau furnace.
tungkuht

Untuk keperluan tersebut, Bidang Teknologi IKAUT Pusat dapat membuat tungku listrik (heat treatment furnace) yang memadai yaitu dengan jangkauan suhu 750 oC. Dimensi chamber dalam bentuk kubus 36x36x36 Cm3. Tungku dilengkapi elemen pemanas jenis Kanthal yang terbentang dengan formasi seri disepanjang 3(tiga) bidang ruang chamber.
Ruang pemanas atau chamber dirancang sedemikian rupa terdiri dari 4 (empat) lapis penyekat meliputi batu tahan api jenis Brick C setebal 6,5 Cm, Unifiber rockwool tipe R850 (Kao wool) setebal 2,25 Cm, Unifiber rockwool tipe M450 (Glass wool) setebal 2,25 Cm dan plat steel (dinding luar) setebal 3 mm sehingga mampu menahan kehilangan panas sekecil mungkin. Di ruang pemanas terpasang heating element atau heater dan ujung termokopel.
Pada ruang elektrikal terdapat sebuah terminal yang menghubungkan power supply dengan contactor, MCB, control temperature, termokopel dan heating element. Luas ruang elektrikal adalah separuh dari luas ruang chamber.
Seluruh komponen elektrikal yang terpasang ditest satu persatu dengan avometer dan hubungan antar komponen dipastikan sudah sesuai. Selanjutnya dilakukan test run atau uji fungsi untuk memastikan bahwa furnace dapat bekerja dengan baik.
Tungku dioperasikan pada suhu setting sampai 750 oC selama 3 (tiga) jam. Setiap terjadi kenaikan suhu dilakukan pencatatan waktu dan pengukuran suhu ruang chamber menggunakan Kalibrator Digital Pyrometer.
Pelaksanaan kalibrasi dilakukan untuk mengetahui perubahan suhu yang sebenarnya terjadi pada chamber yaitu dengan memasukkan ujung probe termokopel. Data pengukuran yang terbaca pada display monitor digital atau control temperature dicatat pada setiap pertambahan suhu 100 oC dan dalam waktu yang bersamaan. Uji fungsi tungku pada suhu tertinggi yaitu 750 oC memerlukan total waktu 3 jam. Kenaikan suhu ruang pemanas membedakan pembacaan suhu tungku dengan pembacaan suhu termokopel kalibrator dengan kisaran 10 oC sampai 24 oC atau atau kurang dari 3%. Jika kurva kalibrasi yang merupakan hubungan antara suhu furnace dengan waktu menunjukkan garis yang hampir berimpit berarti furnace memiliki deviasi suhu operasi relatif rendah dengan kecepatan rambat panas rata-rata sebesar 15,25 oC/menit.
hjayacarblte
htfur
Untuk membantu operator, maka spesifikasi alat dilengkapi pula dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengoperasian, SOP Perawatan Tungku dan SOP Kalibrasi.
Dirancang-bangun tungku atau oven tersebut adalah dalam rangka penguasaan teknologi pembuatan tungku lokal yang diharapkan dapat mendukung kebutuhan peralatan litbang teknik material baik untuk keperluan lembaga penelitian, untuk laboratorium kendali mutu di pabrik/ industry maupun untuk laboratorium IPA di Perguruan Tinggi.
Ketergantungan alat yang semula impor dan mahal dapat diatasi dengan membuat sendiri, hal tersebut sangat memungkinkan mengingat bahwa suku cadang yang diperlukan mudah didapat. Suku cadang dapat kita temukan dibilangan Glodok Jakarta.
htfur4
Bidang Teknologi IKAUT Pusat tidak atau belum memiliki bengkel las atau bengkel mekanik sendiri, apa mungkin rancang bangun dapat dilakukan ? Jawabnya adalah sangat mungkin. Untuk memproduksi sebuah tungku kami bekerjasama dengan bengkel mekanik dan bengkel las dalam hal membentuk casing atau body furnace. Namun satu hal penting yang harus dimiliki adalah pengetahuan praktis mengenai disain dan instalasi. Teknisi bengkel mekanik dan bengkel las melakukan tugasnya berdasarkan arahan kami. Dengan demikian pekerjaan pembuatan tungku dapat diselesaikan.
htfur1
Jika harga sebuah tungku pemanas impor berkisar antara 100 sampai 150 Juta rupiah tergantung kapasitas panas serta buatan negara mana, maka tungku lokal yang kita buat hanya berkisar antara 50 sampai 75 Juta atau 50% lebih murah.
Anda pilih mana bikin sendiri atau kami bikinkan ? Kalau mau dibikinkan, silahkan kontak kami di HP/WA : 08128727937. Demikian sekilas informasi teknologi terkini dari Bidang Teknologi IKAUT Pusat. [Gway] htfur6
gwy
htfurn

Protein Hidrolisat dan Taurin: Bahan Alternatif untuk Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya

Sektor perikanan budidaya tidak bisa dipungkiri telah menjadi salah satu sektor dengan kenaikan tingkat produksi yang cukup signifikan. Data FAO (2014) menunjukkan bahwa rata-rata kenaikan produksi yang dimiliki dari tahun 1980 hingga 2012 sekitar 8.6% per tahun dengan jumlah produksi sebanyak 90.4 juta ton, terdiri atas 66.6 juta ton ikan konsumsi dan 23.8 juta ton produksi alga akuatik. Saat ini dari sekitar 600 spesies yang menjadi komoditas budidaya, lebih dari 60% diantaranya didominasi oleh komoditas ikan dan krustasea yang sebahagian besar bergantung kepada input pakan untuk memenuhi kebutuhan gizi selama masa produksi.Kondisi ini tentu menjadi sangat kontradiktif bila dikaitkan dengan isusustainability, karna pakan yang digunakan pada umumnya masih menggunakan ikan pelagis dan demersal sebagai bahan utama pembuatan tepung ataupun minyak ikan yang sejatinya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk ketahanan pangan (food security).

 

Selain faktor sustainabilitydan food security, peningkatan harga tepung ikan juga menjadi salah satu faktor pendorong bagi para pelaku usaha untuk mencari bahan alternatif yang dapat menjamin keberlanjutan usaha, seperti halnya penggunaan tepung kedelai, bungkil biji kapuk, atau bahan nabati lainnya. Namun, keterbatasan yang ada seperti rendahnya konsentrasi asam amino esensial dan keberadaan zat anti nutrisi serta dampak yang ditimbulkan seperti rendahnya tingkat performa pertumbuhan dan buruknya rasio konversi pakan menjadi tantangan tersendiri dalam pengggunaan bahan-bahan alternatif tersebut. Oleh karena itu, penggunaan bahan suplemen yang bertujuan untuk melengkapi kekurangan bahan alternatif dimaksud menjadi fokus perhatian dalam mendukung keberlanjutan aktivitas produksi. Diantara bahan suplementasi tersebut, penggunaan protein hidrolisat dan taurine dinilai memiliki efektivitas yang baik dalam mendukung performa pertumbuhan dan sistem imun ikan.

 

Protein hidrolisat

           Produk komersial dari protein hidrolisat saat ini sudah dapat diperoleh di pasaran. Secara ilmiah, produk ini diperoleh melalui proses hidrolisis berbagai sisa pengolahan ikan (kususnya ikan laut) yang tidak termanfaatkan seperti kepala, ekor, tulang atau organ internal lainnya dengan menggunakan enzim pada kondisi pH (derajat keasaman) tertentu. Berbagai kajian menunjukkan bahwa produk hidrolisis ini secara alamiah kaya akan nutrisi dan bahan bioaktif peptida, seperti hormonpertumbuhan, antioksidan, anti-stress dan antimikrobial peptida.Berdasarkan kajian lapangan yang dilakukan padaikan Kakap putih Lates calcarifer, mulai fase pendederan (bobot awal 2,53±0,35 g dan panjang awal 4,1±0,56 cm) hingga fase pembesaran (bobot akhir ditentukan hingga 50 – 60 g), suplementasi protein hidrolisat dengan dosis 2% dan 3%pada pakan dengan kandungan protein rendah mampu memberikan tingkat kelulushidupan dan performa pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan ikan tanpa perlakuan (kontrol).

 

 

Gambar. Histogram rata-rata tingkat kelulushidupan (A) ikan kakap putih Lates calcarifer selama masa percobaan di fase pendederan, dan (B) fase perbesaran. Perbedaan yang nyata di antara perlakuan dan kontrol diindikasikan dengan huruf yang berbeda (p<0.05).

 

 

Lebih lanjut, hasil kajian juga menunjukkan bahwa antimikrobial peptida yang terkandung di dalam protein hidrolisat mampu menginduksi sistem imun pada ikan Kakap putih Lates calcarifer selama masa pengamatan. Hal ini terbukti dengan profil Neutrofil, Leukosit, Limfosit dan Monosit yang lebih baik jika dibandingkan dengan ikan tanpa perlakuan. Peningkatan sistem imun ini mampu melindungi ikan dari infeksi mikroorganisme patogen dan dampak degradasi kualitas lingkungan dengan memberikan tingkat kelulushidupan yang lebih baik jika dibandingkan dengan ikan tanpa perlakuan.

 

Taurin

            Taurin atau secara kimiawi sering disebut dengan 2-aminoethanesulfonic acid, juga menjadi salah satu suplemen yang memiliki tingkat efisiensi dan efektifitas yang cukup baik untuk meningkatkan performa pertumbuhan ikan budidaya. Taurin merupakan salah satu molekul organik yang kaya akan asam amino untuk membentuk protein dan secara alamiah dapat ditemui di jaringan hewan, termasuk: mamalia, burung, ikan dan hewan akuatik invertebrata seperti kerang dan oyster. Walaupun beberapa spesies mampu mensintesa taurin, namun sebahagian besar hewan akuatik masih membutuhkan input taurin melalui pakan untuk optimalisasi proses fisiologis.Keberadaan taurin memiliki beberapa fungsi, diantaranya dapat berperan sebagai anti-oksidan, osmoregulasi, optimalisasi fungsi empedu, stabilisasi sel membran, sertamelindungi fungsi mata dan jaringan saraf. Pada organisme akuatik, kekurangan asupan taurin menyebabkan buruknya performa pertumbuhan, rendahnya tingkat kelulushidupan akibat menurunnya sistem fungsi imun, sindrom pada hati, dan mengurangi level hematokrit(Salze dan Davis, 2015).

 

Aplikasi taurin pada industri budidaya perikanan sudah dilakukan pada beberapa spesies ikan, khususnya jenis ikan laut karnivora, dan berbagai tahapan produksi mulai dari perbenihan hingga perbesaran. Kajian yang dilakukan di Auburn University menunjukkan bahwa suplementasi taurin dengan konsentrasi berkisar antara 0.54 – 0.65% pada pakan yang diproduksi dengan menggunakan protein berbahan dasar nabati mampu memberikan pertumbuhan dan tingkat kelulushidupan yang lebih baik pada ikan bawal floridaTrachinotus carolinus (Salze et al. 2014a). Berbagai kajian lainnya pada jenis ikan yang berbeda seperti pada ikan yellowtail Seriola lalandi, cobia, red seabream, Japanese flounder, dan white seabass Atractoscion nobilisjuga memberikan dampak positif yang sama. Hasil ini menunjukkan bahwa taurin memiliki potensi yang baik untuk dapat digunakan sebagai bahan suplemen pada pakan, khususnya untuk produksi ikan laut karnivora. Sementara untuk komoditas ikan air tawar berbagai kajian masih perlu dilakukan utamanya dari sisi ekonomi dan efektivitas yang diberikan.

 

Regulasi

 

            Penggunaan protein hidrolisat dan taurin serta bahan suplementasi selain memiliki potensi yang baik untuk meningkatkan performa pertumbuhan dan daya tahan tubuh ikan terhadap infeksi penyakit, juga diharapkan mampu mengurangi tekanan terhadap penggunaan tepung dan minyak ikan pada industri budidaya. Pengurangan ini tentu akan berdampak positif terhadap ketersediaan ikan sebagai sumber nutrisi untuk memenuhi kebutuhan pangan (food security) masyarakat global yang terus meningkat. Walaupun begitu, penggunaan suplemen juga harus melalui berbagai kajian ilmiah sertaassesment yang baik dan dipastikan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kualitas lingkungan produksi.Hasil penilaian dengan kategori layak untuk dipergunakan dapat dimasukkan kedalam peraturan khusus untuk memenuhi tujuan peningkatan produksi budidaya perikanan yang sehat, bermutu, aman dikonsumsi dan memiliki daya saing tinggi.

 

Referensi

Salze, G.P and Davis, D.A. 2015. Taurine: A critical nutrient for future fish feeds. Aquaculture 437: 215-229

Salze, G.P., Davis, A.D. and Rhodes, M.A. 2014a. Quantitative requirement of dietary taurine in Florida pompano Trachinotus carolinus. Aquaculture America 2014. Seattle. WA

 

 

Tentang Penulis :

Nama       : ROMI NOVRIADI

UPBJJ     : Batam

Prodi       : Alumni Pendidikan Kimia

Saat ini sedang menempuh pendidikan S3 di Auburn University – Alabama, Amerika Serikat.

Makan Kacang Mengurangi Resiko Kanker Usus

kcgn4
Minggu pagi, 24 April 2016 saya jalan-jalan ke Desa Kranggan Kecamatan Cisauk Tangerang Banten. Ada sebuah tempat yang menarik disana untuk saya kunjungi yaitu unit pengolahan kacang garing. Sebetulnya di Desa Kranggan banyak terdapat usaha sejenis dan konon Kranggan menjadi daerah pensuplay kacang garing bagi wilayah Jabodetabek.
kcngj
kcngn6
Ketertarikan saya pada tempat tsb setelah mengetahui informasi bahwa kacang-kacangan dapat menurunkan risiko terkena kanker usus. Penelitian telah dilakukan oleh Aesun Shin, dari Seoul National University College of Medicine. Shin menemukan bahwa mengkonsumsi kacang selain bermanfaat untuk menurunkan risiko kegemukan, diabetes, dan penyakit jantung, ternyata juga dapat menurunkan risiko kanker usus baik pada pria maupun wanita. Shin dan kawan-kawan menemukan bahwa pria yang mengonsumsi kacang tiga porsi atau lebih dalam sepekan, mempunyai 69% risiko lebih rendah terkena kanker usus, dibandingkan yang tidak mengonsumsi kacang.
kcgn8
kcgn9
Sementara wanita yang mengonsumsi kacang tiga porsi atau lebih, punya 81% peluang lebih rendah terkena kanker usus, dibandingkan yang tak makan kacang. Porsi kacang yang berpengaruh adalah 15 gram per porsi. Para peneliti beranggapan, kandungan yang dimiliki oleh kacang-kacangan, seperti serat dan antioksidan dapat membantu mengurangi risiko terjadinya kanker, … sebuah sumber menyebutkan demikian.
kcng2

rotaktanoh

Sosialisasi Teknologi Tepatguna Budidaya Jamur Kombucha Di Cilebut Bogor

kokomim
Pada hari Sabtu, 16 April 2016 Hadijaya, MPd Ketua II IKAUT Pusat melakukan anjangsana ke komunitas Bela Negara didaerah Cilebut Bogor yang dihadiri sekitar 30 orang pemuda aktifis Resimen Mahakarta. Dalam anjangsana tersebut dilakukan sosialisasi atau pengenalan Jamur Kombucha, yaitu suatu jamur teh yang dapat diminum, bercita-rasa nikmat serta penting untuk menjaga kesehatan.
kombc4
kombc4a
Hadijaya menceritakan bahwa nama kombucha sebetulnya berasal dari dua kata, yaitu kata kombu dan cha. Kombu adalah nama seorang shinse yang hidup pada abad ke-5 Masehi. Sementara itu kata Cha diambil dari bahasa Cina yang artinya teh. Menurut cerita, pada sekitar tahun 414 SM, seorang kaisar Jepang yang bernama Inkyo suatu waktu menderita penyakit pencernaan kronis, penyebabnya adalah sembelit yang berkepanjangan. Kemudian atas saran shinse  tersebut, Sang Kaisar agar mengkonsumsi ramuan teh hasil fermentasi oleh sejenis jamur  racikannya. Setelah mengkonsumsi jamur teh itu, penyakit yang diderita kaisar bisa disembuhkan. Atas jasa shinse, Sang Kaisar memberi nama racikan air teh dan jamur tersebut sebagai : KOMBUCHA, yang berarti TEH RAMUAN SHINSE KOMBU…. Wallohu’alam bishawab.
kombc9a
kombc8
Lebih lanjut Hadijaya menceritakan sejumlah manfaat mengkonsumsi Kombucha antara lain : pencegah kanker, memperbaiki fungsi hati; membantu mengobati tekanan darah tinggi; pencegah stroke; pereda nyeri tenggorok; pengikis lemak dan kolesterol; penangkal racun (detoksifikasi); penjaga stamina tubuh; mengatasi keluhan persendian; memperbaiki sistem pencernaan; membantu mengatasi keluhan alergi; meringankan premenstrual pain; membantu mennenangkan jiwa; menjaga kebersihan kulit wajah; membantu mengatasi kemandulan etc.
Koloni kombucha sebagai pelaku fermentasi pada kombucha menyerupai lembaran gelatin (gel) yang berwarna putih dan terbungkus selaput liat. Para ahli menamai koloni jamur bakteri ini dengan sebutan koloni scoby. SCOBY adalah singkatan dari Symbiosis Colony of Bactery Yeast. Sifatnya yang seperti gel membuat koloni scoby mengikuti bentuk wadah (tempat pembiakan). Tumbuh pada lingkungan yang mengandung glukosa, misalnya larutan teh manis membuat koloni ini membentuk susunan yang berlapis-lapis. Lapisan koloni pertama akan tumbuh di posisi paling atas dan ukurannya akan memenuhi atau menutupi lapisan tesebut. Kemudian disusul oleh pertumbuhan berikutnya yang semakin lama semakin tebal hingga memenuhi media tumbuh.
kommb

kombb

kombu
Kombucha kaya kandungan zat-zat yang bermanfaat bagi tubuh manusia, diantaranya yaitu : Vitamin B1 (Tiamin), berperan dalam metabolisme karbohidrat untuk pembentukan energi, memelihara fungsi jaringan saraf, dan fungsi hati.
Vitamin C, berperan dalam pembentukan substansi antarsel dan berbagai jaringan, serta meningkatkan daya tahan tubuh.
Asam Folat (Citroforum Factor atau Leucovorin), berfungsi membantu produksi sel-sel
darah, menyembuhkan luka, membentuk otot, serta membantu proses pembelahan sel.
Asam Glukoronat, berfungsi untuk mengikat atau mengonjungasi toksin atau racun, logam logam berat, dan lemak sehingga mudah larut dalam air dan kemudian dikeluarkan melalui air kemih.
Asam Asetat, merupakan bagian terbesar dari asam yang dihasilkan oleh proses fermentasi kombucha. Asam inilah yang memberikan rasa asam pada teh kombucha. Peran utama asam asetat adalah mengikat toksin dan bisa menjadi bentuk ester yang mudah larut dalam air sehingga mudah dikeluarkan oleh tubuh.
Asam Hyaluronic (Asam Hyaluronidase) dan Asam Chondroitin Sulfat, membantu
meringankan keluhan pada penderita rematik. Asam hyaluronic merupakan cairan pelumas persendian, sedangkan asam chondroitin sulfat merupakan bagian dari tulang rawan yang melapisi permukaan sendi, dan berperan menjaga keutuhan serta kesehatan persendian.
Asam Laktat (Asam 2-Hidroksipropanoat), dikenal sebagai asam susu yang berada di dalam tubuh manusia sehat. Perannya adalah membantu metabolisme sel di dalam tubuh
Acetaminophen, sebagai analgetik (penghilang rasa nyeri).
Asam Amino Esensial , berperan sebagai bahan untuk membangun protein yang bermanfaat mengganti bagian-bagian sel tubuh yang rusak.
Enzim, merupakan senyawa organik tertentu yang berperan memperlancar metabolisme zat-zat di dalam tubuh.
Antibiotik, berfungsi untuk membatasi pertumbuhan bakteri lain, terutama bakteri merugikan (patogen) yang dapat mencemari koloni kombucha.

kokomm
kombc3
Diakhir acara sosialisasi tersebut, Hadijaya menjelaskan cara melakukan budidaya yang sangat praktis. Sediakan teh manis dingin dalam sebuah toples gelas dengan perbandingan air teh 1 liter dan gula pasir 8 sendok. Tambahkan kombucha biang lalu simpan ditempat aman selama 10-15 hari. Selanjutnya akan terjadi pertumbuhan jamur yang mengapung diatas permukaan cairan. Untuk mengkonsumsinya adalah dengan cara memisahkan gel jamur dengan cairan. Cairan boleh diminum sedangkan gel jamur untuk pembiakan berikutnya.
kombc7
Pada pertemuan tersebut dilakukan pula acara mencicipi minuman kombucha yang diracik bersama jus buah dan ternyata sangat disukai hadirin. Selain itu juga telah dibagikan sekitar 30 kantong kemasan biang kombucha kepada peserta agar nantinya dapat dibudidayakan dirumah masing-masing.
kombc6a

kombc5a