Bekam Sriwijaya

bkmm

Diawal ramadhan1434H lalu, datang tawaran pengobatan dari seorang pakar bekam bernama Andi Sriwijaya, SE. Beliau telah lama menyelenggarakan praktek bekam di wilayah Rimbo Kemuning Palembang. Sebelum saya dibekam, terlebih dahulu beliau menjelaskan berbagai hal mengenai apa itu “bekam”.
Bapak Sriwijaya menuturkan bahwa sebagian orang belum puas dengan pengobatan modern sehingga masyarakat kembali kepada metode jaman dulu dan menjadikan bekam sebagai rujukan pengobatan efektif dalam hal mencegah dan menghilangkan penyakit pada tubuh. Padahal bekam bukanlah alternative pengobatan seperti yang disalah-tafsirkan masyarakat selama ini.
Bekam dianjurkan agar dilakukan pada tanggal 17,19 dan 21 setiap pertengahan bulan karena dipercaya bahwa pada tanggal-tanggal tersebut intensitas pancaran matahari cendrung tinggi, sehingga berpengaruh pada aliran darah dalam tubuh untuk siap dilakukan pembekaman sehingga hasilnya akan lebih maksimal.

Bekam dilakukan untuk menyeimbangkan kondisi tubuh dari kelebihan energi karena faktor makanan, kurang olahraga atau adanya abses penyakit tertentu. Setelah dilakukan proses bekam maka tubuh akan menjadi normal kembali. Bekam dianjurkan dilakukan siang hari atau kondisi cuaca tidak sedang dingin. Sebaiknya dalam kurun 1 bulan dilakukan bekam 1 sampai 2 kali.

Ada beberapa jenis bekam yang dilakukan masyarakat pada zaman dahulu yaitu; Bekam kering, bekam basah, dan bekam api. Bekam api kurang baik dilakukan karena dari segi kesehatan kurang steril sehingga tidak dianjurkan.

Bekam kering dilakukan bila tensi darah si pasien rendah (Sistole dan diastole menunjukkan dibawah 120/60 mmHg). Pada kondisi pasien seperti itu sebaiknya bekam kering dilakukan tanpa sayatan atau tusukan jarum. Sebaliknya bekam basah dilakukan ketika kondisi tubuh dalam keadaan normal atau systole dan diastole diatas 120/80 mmHg.

Alat-alat yang digunakan saat pembekaman antara lain :
1.Cupping/ kop gelas bekam
2.Tensimeter
3.Stateskop
4.Penyedot (yang dihubungkan ke cupping gelas)
5.Lanset/ Jarum/ pisau kecil untuk menyayat
6.Handscoon (sarung tangan plastik)
7.Pena tempat melekatkan jarum
8.Masker
9.Alcohol 70%
10.Kasa steril
11.Cairan pembunuh kuman
12.Tissue
13.Minyak untuk pelumas bekam

Prasyarat (SOP) bagi Pembekam :
1.Kondisi tubuh pembekam dalam keaadaan fit atau sehat
2.Mengambil air wudhu
3.Berdo’a mohon kelancaran dan kesehatan
4.Menggunakan masker untuk menghindari terhirupnya udara secara langsung dari tubuh pasien yang dibekam
5.Menggunakan handscoon untuk menghindari kontak langsung dengan darah pasien
6.Tidak makan/minum selama proses pembekaman
7.Melakukan diagnose atau komunikasi kepada pasien untuk menggali keluhan atau penyakit yang mungkin dirasa dianggota tubuh tertentu dan untuk memastikan jenis pembekaman yang akan dilakukan.

Prasyarat (SOP) bagi Pasien :
1.Sebaiknya pasien berwudhu terlebih dulu dan berdo’a mohon kesehatan dan penyembuhan.
2.Sebaiknya diukur dulu tensi darahnya dengan tensimeter dan stateskop guna menentukan jenis bekam yang akan diberi (Bekam kering/basah).
3.Pasien 1 jam sebelumnya tidak melakukan makan/ minum untuk menghindari mual/ muntah saat dilakukan pembekaman.
4.Pasien dalam kondisi tidak terlalu lelah karena habis bekerja berat, atau selepas melakukan hubungan suami istri mengingat bahwa Bekam basah mengeluarkan banyak energy.

Tata cara praktek Bekam Kering:
1.Pasien didudukan pada kursi dan tidak menelungkup untuk menghindari pasien tertidur saat dibekam dan supaya ceceran darah bekam tidak tumpah kemana-mana.
2.Melakukan sedotan pada titik-titik bekam dan melakukan tarikan-tarikan halus pada permukaan kulit dengan kop yang sudah disedot agar pasien merasakan nyaman tidak kesakitan atau merasa perih.
3.Bekam kering dilakukan dengan alur tarikan secara vertical dan horizontal (Bekam luncur) dibagian punggung pasien secara berulang-ulang dan dirasa cukup apabila permukaan kulit pasien benar-benar memerah dan kondisi pasien banyak berkeringat.

Tata cara praktek bekam basah :
1.Dilakukan praktek seperti bekam kering (tata cara seperti di atas).
2.Pasien sesekali diajak komunikasi sambil terus dipantau kondisinya.
3.Melakukan pembekaman pada titik-titik sunnah bekam dengan mengkop bagian tertentu (dipembuluh kaviler) dengan tusukan jarum/ sayatan pisau.
4.Apabila kondisi pasien yang dibekam lemah/pingsan/mual/muntah sebaiknya hentikan bekam dan pasien diberikan minuman hangat atau obat herba tertentu
5.Setelah dibekam pasien diistirahatkan dari meminum minuman yang hangat dan manis

Demikian penjelasan singkat mengenai bekam ini semoga bermanfaat. Bagi yang berminat mempelajari dan membutuhkan bantuan dapat menghubungi Bapak Andi Sriwijaya, SE di E-mail : Sriwijayaa@yahoo.co.id atau nope 081373008589 untuk pelayanan wilayah Palembang.

Adapun untuk penanganan khusus bagi orang yang sering mengalami gangguan “kram kaki” bukan melalui bekam tapi dengan cara terapi sangkal putung menggunakan minyak urut paduan atsiri tertentu. Silahkan kontak melalui : 08128727937.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *