ALUMNI ADBI

PENGUMUMAN

 

Untuk alumni prodi Administrasi Niaga/ Administrasi Bisnis, mohon kiranya dapat mengisi survey berikut ini :

https://drive.google.com/…/0BycABP8VB-KXaERBcjN0RloxS…/view…

Hasil survey dapat dikirim ke email :
Humas.ikaut.pusat@gmail.com
firmank@ecampus.ut.ac.id
muhdfk@gmail.com

Mohon bantuan teman-teman sekalian agar dapat menshare survey ini kepada teman-teman alumni Administrasi Bisnis atau Niaga. Terima kasih.

Kunjungan Kasih untuk Ibu Ruri Wahyuni (Alumni PGSD UT)

20638261_1516271221765365_1568565437609349230_n

 

Sabtu, 5 Agustus 2017 beredar kabar di WA Group mengenai Alumni UT yang dikabarkan meninggal dunia dalam musibah kebakaran di Jati Pulo-Jakarta Pusat pada Jumat, 4 Agustus 2017.

Mendengar kabar tersebut Pengurus Pusat IKA UT melakukan pencarian informasi mengenai kebenaran berita tersebut. Berbekal alamat dari Media Online Nasional, IKA UT mendatangi TKP.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari tetangga dan anak pemilik rumah diketahui bahwa yang menjadi korban meninggal adalah pemilik rumah dan ketiga anaknya dimana Ibu Ruri (Alumni UT) mengontrak. Beliau bukanlah korban meninggal sebagaimana pemberitaan salah satu stasiun TV Nasional. Dari mereka juga diketahui bahwa Ibu Ruri adalah Guru di SDN 09 Pagi Cideng.

Selasa, 8 Agustus 2017 salah satu pengurus IKA UT berkunjung ke SD tempat Ibu Ruri mengajar untuk mengkonfirmasi informasi yang diterima. Dan akhirnya hari ini 9 Agustus 2017, IKA UT menyerahkan sejumlah donasi hasil ‘urunan’ pengurus.

Donasi diserahkan kepada Ibu Ruri oleh Bapak Purnomo selaku bidang Pengabdian Masyarakat IKA UT Pusat di dampingi Ibu Herawati dan Saudari Yohana sebagai perwakilan IKA UT Pusat. Penyerahan donasi disaksikan oleh Wakil Kepala Sekolah dan para Guru SDN 09 Pagi Cideng.

Setelah penyerahan donasi, Pengurus mengunjungi tempat tinggal baru Ibu Ruri tidak jauh dari Sekolah Beliau mengajar.

Semoga Ibu Ruri dan keluarga cepat pulih dari trauma, sehat dan dalam perlindunganNya selalu. Amin.

 

20663771_1516271481765339_4946215829501413419_n 20638912_1516272878431866_5878777079486956812_n

Rapat Pengurus Pusat IKA-UT & Silaturahim Bersama Pimpinan UT

juli1

 

Pada hari Minggu, 30 Juli 2017 bertempat di Kasmaran Guest House, Condet-Jakarta Timur, Pengurus Pusat IKA-UT menyelenggarakan rapat pengurus guna koordinasi, evaluasi dan persiapan pelaksanaan program kerja yang segera akan digulirkan dalam tahun 2017 ini.

Beberapa topik yang dibahas antara lain laporan Sekjen IKA-UT terkait pelantikan IKA-UT Bengkulu, Beasiswa IKA UT,  masalah teknis Seminar Nasional kerja sama FE UT-IKA UT, Rapat Koordinasi Nasional IKA UT, serta rencana Seminar Bela Negara.

 

20431760_794903514021132_4453669079316124241_n

 

 

Usai rapat pengurus dilanjutkan Halal Bihalal IKA-UT yang dihadiri oleh Dewan Pembina IKA-UT, yaitu Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D  (Rektor UT Periode 2013-2017), Prof. Drs. Odjat Darojat, M.Bus., PhD (Rektor UT Periode 2017-2021) dan Dr. Aminudin Zuhairi, M.Ed. (Purek III UT). Halal Bihalal juga dimeriahkan oleh perwakilan pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), yakni Manika UT dan Menwa UT.
Dalam sambutannya Prof. Tian menyatakan kegembiraannya atas partisipasi pemberian beasiswa bagi mahasiswa UT dari IKA-UT yang mulai dilaksanakan selama periode kepemimpinan beliau sebagai Rektor UT. “Mudah-mudahan bantuan beasiswa bagi mahasiswa UT potensial yang kekurangan secara finansial dapat terus berlangsung dan akan terus didukung Rektor Ojat dan Purek III agar IKA-UT dapat terus berdaya hingga masa yang akan datang baik kepada UT maupun kepada bangsa dan Negara kita tercinta ini.”
juli2

juli4

 

Terkait dengan eksistensi para alumni UT yang tersebar diseluruh penjuru tanah air, Prof. Ojat mengharapkan para mahasiswa terutama yang tinggal di wilayah perbatasan RI-Malaysia dan pulau-pulau terdepan agar kehadiran alumni UT di wilayah tersebut mampu berperan sebagai pendidik maupun sebagai kaum intelektual dan diharapkan agar mahasiswa yang menetap di daerah perbatasan serta pulau terpencil mampu menyelesaikan pendidikan di UT tepat waktu dengan hasil yang baik.

 

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan hiburan yang diawali Shalat Magrib berjamaah yang dipimpin oleh Rektor UT.


juli3

20431714_794902290687921_1825599975066041054_n

20476529_1405971672830239_904421972662062399_n

Pengurus Pusat IKAUT Bersama Wisudawan UT Periode II Tahun 2017 Di Pondok Cabe

Informasi yang kami peroleh dari rektorat bahwa jumlah wisudawan UT periode II tahun 2017 adalah 20.506 orang. Pelaksanaan wisuda dibagi menjadi dua wilayah yaitu ;
a.Periode II Wilayah 1 pelaksanaan wisuda di UT Pusat tanggal 09 Mei 2017 (panitia Pelaksana FKIP) terdiri atas UPBJJ-UT Sorong, Banda Aceh, Medan, Batam, Padang, Pangkal Pinang, Pekan Baru, Jambi, Palembang, Bengkulu, Bandar Lampung, Jakarta, Bogor, Serang, Bandung dan Purwokerto.
b.Periode II Wilayah 2 pelaksanaan wisuda di UT Pusat tanggal 16 Mei 2017 (panitia Pelaksana FISIP) terdiri atas UPBJJ-UT Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Pontianak. Banjarmasin, Samarinda, Surabaya, Malang, Jember, Denpasar, Mataram, Kupang, Makasar, Palangkaraya, Majene, Palu, Kendari, Manado, Gorontalo, Ambon, Tarakan, Jayapura ,Ternate dan UPBJJ Luar Negeri.
Dari jumlah tersebut peserta yang mendapat kuota untuk wisuda di UTCC Pondok Cabe pada 9 Mei 2017 kurang lebih 10%, selebihnya mengikuti UPI (Upacara Penyerahan Ijazah) di UPBJJ wilayah masing-masing.
Sejak hari Jum’at 5 Mei 2017 calon wisudawan sudah mulai berdatangan ke Pondok Cabe mencari tempat menginap terdekat dengan tempat pelaksanaan wisuda.
wis_sri

wis_tin

Pengurus IKAUTPUS juga telah berkemas-kemas menyambut kedatangan calon wisudawan lalu menyiapkan semua berkas registrasi keanggotaan dalam organisasi Ikatan Alumni Universitas Terbuka.
Pengurus pusat yang hadir di tenda pendaftaran yaitu di halaman Gedung BAAPM pada Sabtu dan Minggu antara lain ibu Dra. Sri Sumiati, MM (Ketua I), Ibu Dra. Ajeng Sundari (Bendahara) dan bapak Purnomo, SE (Kabid Pelayanan Keanggotaan). Pengurus pusat menberikan KTA setelah anggota baru memberikan iuran keanggotaan.
Pada acara seminar 8 Mei 2017 pengurus yang bertindak selaku penyaji Sosialisasi keorganisasian adalah bapak Drs. Leles Sudarmanto, MM (Sekjen). Dalam orasinya Sekjen menyampaikan mengenai pentingnya peran pendidik dalam menanamkan pemahaman kepada siswa mengenai makna keberagaman universal mulai diruang kelas. Hal tersebut dipandang penting mengingat Indonesia sangat beragam dan berwarna dalam agama, suku bangsa, bahasa, pilihan politik, dan kelas sosial. Mengingkari keberagaman berarti mengingkari keindonesiaan itu sendiri. Keragaman Indonesia mulai dari Suku, Agama, Status Sosial, Bahasa dan sebagainya.
wis_leleslindaGambaran dari hal tersebut sudah cukup menampilkan keberagaman yang ada di Indonesia. Jika kita saling mengasihi dan menguatkan maka kebhinekaan negeri ini akan lestari. Indonesia akan jadi bangsa yang besar jika saling bersatu. Beberapa kasus yang terjadi yaitu masih ada beberapa pihak yang tak sepakat dengan Indonesia yang beragam. Persatuan bangsa seolah terus diuji. Hanya karena berbeda pilihan politik atau pemahaman keagamaan orang dengan mudah bertengkar dan saling membenci. Kita mudah sekali marah dan terprovokasi karena perbedaan pendapat. Saat ini sedang banyak terjadi pertempuran virtual di media sosial. Beragam ujaran tentang kebencian, hasutan, dan fitnah/ hoax menyebar viral setiap saat di gawai dan membuat pusing. Perhatian terhadap keadaan tersebut yang cukup efektif adalah melalui dunia pendidikan. Dunia pendidikan merupakan salah satu pihak yang bertanggungjawab dalam mengkonstruksi pemahaman siswa mengenai keberagaman dan kebangsaan. Hal ini perlu digaris bawahi mengingat lembaga pendidikan bisa lalai dalam menguatkan pemahaman tentang kedua hal tersebut. Para alumni UT yang tersebar dalam berbagai karier khususnya para tenaga pendidik (guru) diharapkan ikut berperan dalam penyadaran akan keberagaman tersebut yaitu menyadarkan peserta didik dan lingkungan masyarakat sekitar melalui pembiasaan bermusyawarah, berlapang-dada/ legowo dan saling menghargai pendapat orang. Pembiasaan berdialog di ruang kelas misalnya belum menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Guru harus memberikan ruang yang leluasa terhadap beragam diskursus yang terjadi selama proses pembelajaran. Hal yang juga penting adalah mengenalkan siswa dengan realitas sosial yang ada di masyarakat. Mereka harus dikenalkan secara langsung dengan masyarakat Indonesia yang beragam. Dengan begitu mereka dapat mempelajari secara langsung beragam corak kehidupan di masyarakat. Jangan sampai dunia pendidikan asik dengan beragam pembelajaran yang canggih dan lupa mengenalkan mereka pada realitas keseharian
wis_tian
wis_aminKeesokan harinya yaitu Selasa, 9 Mei 2017 Rektor Universitas Terbuka Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D membuka acara Wisuda Periode II Wilayah 1 Tahun 2017. Acara yang penuh hidmat tersebut berlangsung sejak jam 8 pagi hingga jam 11.45 wib. Setelah ditutup dengan doa bersama lalu diakhiri dengan penyerahan alumni baru oleh Rektor UT kepada IKAUTPUS yang diwakili oleh Hadijaya, MPd (Ketua II). Pada wisuda 16 Mei 2017 penerimaan alumni baru langsung disampaikan rektor UT kepada ibu Linda Agum Gumelar, S.Mn (Ketua Umum).
wsd15no16
wis_pur

Usai mengikuti prosesi wisuda, Ketua II IKAUTPUS segera keluar gedung UTCC dan disambut oleh bapak Drs. H.Syaiful Sedung, MM yang notabene adalah Ketua Pokjar Baturaja Timur Kabupaten OKU UPBJJ Palembang. Syaiful adalah Pengawas SMP Dikbud OKU. Ketua pokjar ini ingin mengemukakan sesuatu. Menurut penuturan Syaiful, pokjar BTA Timur berdiri sejak tahun 2001. Sampai kini telah menghasilkan lulusan : 61 orang S1 PAUD + 140 orang S1 PGSD + 52 orang D-II Perpustakaan dan yang saat ini datang ke Pondok Cabe 19 orang lagi wisudawan dari pokjar yang dipimpinnya.
bta4Hadijaya menyarankan agar alumni UT di Baturaja Timur segera membentuk IKAUT Daerah. Kumpulkan mereka, beri arahan untuk membentuk kepengurusan lalu susunan pengurus terpilih segera disampaikan ke IKAUT Wilayah Palembang dengan memberi salinan tembusan kepada Kepala UPBJJ UT Palembang. Pengurus IKAUT Wilayah Palembang akan melakukan acara pelantikan.
Pada bincang-bincang dibawah terik matahari tersebut, Syaiful sempat pula memperkenalkan seorang anggota rombongan wisudawan BTA Timur yang menjadi kebanggaannya, yaitu Mita Selviana, SPd. Mita adalah peserta termuda dari pokjar tersebut yang memperoleh IPK 3,54 dari FKIP PGPAUD dan telah menyelesaikan masa kuliah sekitar 4,5 tahun. Mita bekerja sebagai Guru PAUD di Taman Kanak-kanak ABA Gunung Liwat Baturaja. Berikut ini sedikit bincang-bincang kami.
Hadijaya: Apa kesan-kesan Mita sejak mendapat kabar akan wisuda di Pondok Cabe dan apa saja yang menarik hatimu setelah tiba disini ?
bta1Mita Selviana : Mita nggak bisa berkata-kata pak, sangat tidak menyangka saya bisa ikut andil untuk mengikuti wisuda di Pondok Cabe, saking hikmatnya acara upacara wisuda tangis haru mengiringi selama acara berlangsung, acara belum mulai tapi make-up saya sudah luntur duluan kena air mata saking harunya. Awalnya mita minder, malu, karena tiap kali mita bilang mita kuliah di UT semua orang meremehkan, bahkan ada yang bilang kalau mita nggak akan maju kalau kuliah disana, pergaulannya sama emak-emak sedangkan mita otaknya masih fresh sayang kalau harus kuliah di UT. Mental Mita pernah down, semester ke 4 pengen berhenti saja tapi berkat support orang tua, mita sampai hari ini bisa bertahan.
bta3Pertama kali liat kampus UT dipondok cabe mita nggak nyangka, mita bangga kuliah di UT, mita bakal ceritain kesemua orang kalau UT itu nggak kalah bersaing sama Universitas lain bahkan lebih baik dari Universitas yang mereka sarankan. Mita sudah fotoin semua gedung-gedung di UT Pondok Cabe buat kasih liat ke mereka yang dulu meremehkan mita. Sekali lagi mita mau bilang kalau mita bangga pernah kuliah di UT, insyaallah kalo ada rezeki mita mau lanjut ambil S2 di UT juga. UT sukseeeeeesssssss…
Hadijaya: UT itu Universitas Negeri yang terbesar dan terbanyak lulusannya yang ada di Indonesia. Dalam wisuda bulan Mei 2017 ini saja lulusannya 20.506 orang.
Mita Selviana: Terharu pak, Alhamdulilah meskipun wisudanya nggak dihadiri keluarga besar karena jarak, tapi support mereka luar biasa, bahkan tante mita mau ngundang orang buat marawisan buat menyambut mita pak.
bta2Hadijaya: waaahh… sesampai di Baturaja nanti rumahmu bakal meriah ya hehehe. Apa cita-citamu setelah berhasil S1
Mita Selviana: Iya pak..saya bangga pak, sangat bangga, bahkan temen mita yang kuliah di Unsri takjub dengar kalau UT juga ada diluar negeri. Mita mau cari uang dulu pak, mita mau kuliah ambil S2, Mita mau jadi dosen pak. Mau ambil di UT juga, tolong infonya ya pak kalau ada beasiswa S2 di UT. Mita mau mengabdikan diri di UT, sebagai bentuk terima kasih mita untuk UT. Kalau S1 nggak mungkin bisa jadi dosen tapi untuk khusus PGPAUD belum ada yang S2 jadi sembari menabung mita mau mantapin dulu mau ambil jurusan apa.
Hadijaya: Mita pilih saja program S2 yang sudah tersedia di UT saat ini. Oke ya selamat dan sukses untukmu,  untuk pak Syaiful dan untuk ayahmu juga (sambil berjabat-tangan).

Ayahnya Mita yang turut hadir mengantar ke UTCC Pondok Cabe tampak haru mendengar penuturan putrinya sehingga tak berkata sepatahpun saat kusalami.

Halo Sahabat Hutan Indonesia

Pada mulanya, saya mendapat kiriman email dari pencinta hutan Indonesia yang bercerita tentang pengalaman mereka saat masuk rimba. Semua yang dikisahkan itu sangat menarik sehingga saya pikir alangkah baiknya jika pengalaman masuk rimba Indonesia dapat dibaca oleh berbagai kalangan terutama anak dan remaja baik di desa maupun perkotaan. Tujuannya tentu saja agar kita semua memiliki kepedulian akan pelestarian hutan Indonesia termasuk ekosistim yang terkait dengannya.
Website ini cukup efektif karena merupakan media pemberitaan kegiatan alumni Universitas Terbuka (UT) yang notabene alumni UT tersebar dimana-mana mulai dari perkotaan hingga daerah terpencil di seantero Indonesia bahkan hingga manca negara. Saya yakin sepenuhnya bahwa rekan rekan alumni UT akan terpanggil untuk turut menjadi sahabat hutan Indonesia.
hutan_gwyEmail pertama via Change.org yang saya terima isinya begini :
“Hadijaya, terus terang ya, waktu aku diajak masuk hutan Maret kemarin, aku takut! Bisa dibilang aku anak kota seutuhnya. Lahir, besar di Surabaya, berkarir di Jakarta. Tapi apapun rasa takut yang ada, menghilang saat aku dan suamiku Arlan, berada di dalam hutan. Perjalanan ke Sungai Buluh, Sumatera Barat yang panjang, sulit, dan melelahkan, akhirnya terbayar. Kesegaran udara yang kuhirup, Kejernihan air sungai yang mengalir, dan juga keramahan masyarakat sekitar hutan. Aku betul-betul terpesona! Pengalaman habiskan beberapa hari di hutan membuka mataku betapa pentingnya hutan untuk kita….dst”.
Pada respon tanggal 21 April 2017 tersebut Astrid Sartiasari minta kesediaan saya mengisi sebuah angket survey mengenai hutan dan pelestariannya.
hutan_astridRupanya ada lagi kiriman cerita dari sahabat hutan Indonesia pada tanggal 5 Mei 2017, dia adalah Glenn Fredly, begini sapanya : “Hadijaya, kemarin kamu diajak Astrid ikutan isi survey ya? Makasih banyak, hampir 25 ribu orang yang ikutan! Ini luar biasa. Semoga dengan masukan darimu, kita bisa ajak lebih banyak orang lindungi hutan. Kalau kamu belum ikutan surveinya, Hadijaya bisa isi di sini : change.org/10menituntukhutan.
Seperti Astrid, belum lama ini aku juga masuk hutan; Hutan Manusela di Maluku. Meski perjalanan kesana cukup melelahkan, aku rasakan pengalaman yang sangat berharga. Saat haus tinggal tarik akar pohon, dan minum air yang seger banget! ….dst”.
hutan_glennSaya memutar kembali memori masa lalu saat ikut kerja bakti membangun irigasi sepanjang 400 meter yang melintas di perkebunan salak Desa Turi Sleman Jateng, ketika itu Menwa bersama TNI bergabung dalam kegiatan AMD Manunggal III (1980). Irigasi ini sangat penting untuk mengairi areal hutan yang merupakan lahan perkebunan rakyat. Pernah pula kerja bakti menanam bakau di pantai Probolinggo Jatim (1981) yang merupakan bagian acara dari Latihan Peningkatan Mutu Kepemimpinan Menwa (LATPENMUPIN- MENWA). Hutan bakau ternyata penting untuk menahan erosi air laut serta memberi ruang bagi perkembang-biakan biota laut seperti udang, ikan dan sebagainya.

Kemudian Glenn berkata pula : “Perjalanan ke hutan itu akhirnya aku tuangkan dalam lagu bersama Astrid, Alam Urbach, dan Achi Hardjakusumah, kami buat MUSIKA FORESTA. Sebuah acara musik sekaligus aksi nyata lindungi hutan. Acaranya di Balai Sarbini, Sabtu 13 Mei 2017, jam 19.30. Hadijaya beli tiketnya dengan harga mulai 100 ribu. Semua hasil penjualan tiket akan digunakan untuk adopsi pohon di hutan. Jadi, semoga kita ketemu di sana ya! Sampai jumpa, salam hutan”.
hutan_gway5Email dia saya balas : “terimakasih Glenn, saya jadi terharu karena masa kecilku dulu pernah bertualang masuk hutan dengan teman-teman di Hutan Talang Kelapo Palembang”.
Jika Astrid dan Glenn punya pengalaman masuk hutan ketika sudah dewasa, saya bahkan mau cerita pengalaman masuk hutan ketika masih kelas 3 SD, begini ceritanya :
Saat libur sekolah, anak-anak kampung selalu bikin acara, entah main layangan, main klereng (ekar), adu biji karet, pantak-lele, main sludur di lapangan badminton, mancing dan sebagainya. Namun kali itu tak seperti biasa, teman-teman yang usianya relatif jauh lebih tua antara lain : Krisna, Wiwit, Kikit, Totok, mengajak saya, Gatot, Encap dan beberapa teman lain dalam suatu petualangan mencari tau lingkungan diluar kampung Sukabangun Palembang (Km 6), yaitu masuk hutan Talang Kelapo.
hutan_gway9hutangwayKami sepakat berangkat berjalan kaki dari Sukabangun mulai jam 7 pagi menuju Hutan Talang Kelapo (Km 9), suatu perjalanan yang cukup jauh dan beresiko untuk ukuran anak usia kelas 3-6 SD. Lepas dari kontrol orang tua dan berhadapan dengan alam rimba Talang Kelapo yang kala itu masih banyak babi hutan, bermacam ular (sanca, cobra dll).
Sesampai di areal Talang Kelapo, kami belok kiri menapaki jalan tikus terus menuju arah barat. Jalan kecil itu rupanya membelah kebun luas tak terawat dan penuh semak belukar yang merupakan bagian tepi hutan berbatasan dengan jalan raya. Tanaman tumbuh tak tertata baik, ada pepohonan karet, rambutan hutan, manggis dan yang paling banyak adalah pepohonan cempedak dengan diameter batang seukuran derum. Suara riang-riang mendenging merdu seolah menyambut gembira kehadiran kami, petualang cilik.
Tidak diketahui secara pasti apakah hutan itu milik Ulayat Marga Talang Kelapo ataukah milik perorangan. Setelah dua jam menyusuri hutan, hidungku dan juga teman teman mulai tergoda bau aroma cempedak yang jatuh dari pohon karena sudah matang dan mengundang selera untuk segera disantap.
cmpdk

Sambil uluk salam kami meminta kerelaan kepada “mbau rekso” (mahluk ghoib) disitu dengan maksud agar menyantap cempedaknya tidak ragu-ragu dan tidak takut kuwalat : … “wak ! kami minta cempedaknya ya wak !”, kata seorang teman yang paling dewasa memecah keheningan hutan. Lalu teman yang lain spontan menyahut : “silahkan nak…. silahkan diambil yang banyak !” Kami semua lalu tertawa terbahak-bahak sambil membelah itu buah cempedak yang besarnya seperti nangka.
Satu buah cempedak jadi rebutan sepuluh anak, semua kebagian walau belum mengenyangkan. Kami malah jadi ketagihan dan terus menyeruak masuk hutan lebih dalam lagi untuk mencari cempedak atau buah manggis yang jatuh dari pohon. Hingga akhirnya kami semua merasa kenyang bahkan mulai merasakan mabuk cempedak.

cmpedk
Kami terus berjalan dan tanpa sadar sudah menerobos hutan Talang Kelapo itu cukup jauh hingga sampai dipadang ilalang yang tanpa pepohonan. Tak lama kemudian kami berjumpa dengan 3 orang bapak-bapak pemburu hewan lengkap dengan bedil masing-masing, mereka berpenampilan mirip cowboy . Mereka berdiri ditepi sebuah sungai kecil, agaknya sedang menanti saat yang tepat untuk menyergap hewan buruan. Raut wajah mereka terlihat cukup tegang. Mereka agak terkesiap saat melihat kehadiran kami 11 orang yang secara tiba-tiba.
Kehadiran kami disitu tentu saja tidak disukai karena mengganggu aktifitas perburuan mereka. Seseorang dari mereka yang berkumis tebal dan wajahnya agak beringas, menghardik kami : “ngapo kamu maen kesini heh !!… disini banyak babi hutan, banyak ulo sawo, ado harimau …. ayo balek !!!” sergahnya sambil mengokang bedil.
Melihat gelagat yang kurang bersahabat itu kami buru-buru berbalik arah dan berniat pulang kerumah. Matahari sudah condong kearah barat, kira-kira saat itu sudah jam 2 siang. Kami mulai kembali balik arah melewati jalan-jalan tikus yang semula kami lalui.
hutan_gway7hutan_gway8Namun tiba-tiba terjadi kegelisahan dan stress berat karena kami baru saja kehilangan arah balik, … kami nyasar dan saat itu rasanya ingin sekali menangis. Untung teman-teman yang usianya relatif lebih dewasa berlagak tenang menghadapi situasi yang mulai gelap karena cahaya matahari tertutup pohon-pohon besar.
Kemudian kami sepakat untuk secara bersama melakukan shalat sunnat isticharoh 2 rakaat memohon diberi Allah petunjuk arah jalan pulang. Selesai shalat, kami masing-masing berdo’a, pikiran kembali jernih dan kami segera berkemas-kemas untuk melanjutkan perjalanan.
Alhamdulillah…. berkat petunjuk Allah Swt, tiba-tiba seorang teman berteriak kegirangan sambil berkata : “hei… jingok tuh ! itu khan kulit-kulit cempedak bekas kito makan tadi, berarti kito ni tadi lewat situ !” katanya sambil menunjuk arah timur. Kami mulai agak sedikit lega dan terus melangkah sehingga berhasil keluar dari hutan rimba Talang Kelapo. Kami akhirnya sampai dirumah masing-masing Desa Sukabangun menjelang maghrib, dalam keadaan selamat semuanya… alhamdulillah ! Demikian secuplik pengalamanku bersama teman-teman sepermainan masuk hutan Talang Kelapo.
hutan_gway4Masih tersimpan dalam ingatan saya bahwa pada tahun 1960-an mulai dari batas kota Palembang (Km.5 = Pasar Palimo) sampai lapangan terbang Talang Betutu (jalan Kolonel H. Berlian) terdapat Hutan Pinus (Taman Saelendra), Talang Kelapo, Talang Betutu, Talang Buruk dan Alang-alang Lebar. 4 kampung ditepi hutan yang kala itu masih sepi penghuni masuk dalam wilayah Kabupaten Muba (Musi Banyuasin) yang berbatasan dengan wilayah kota Palembang.
Di Talang Betutu ketika itu terdapat lapangan terbang yaitu Lanuma Talang Betutu, kini namanya menjadi Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.
Sebagian wilayah hutan yang luas dan penuh pepohonan serta semak belukar itu secara lambat laun makin mengecil dan menyempit karena pertumbuhan penduduk yang terus meningkat. Untunglah pemerintah kota madya Palembang masih dapat mempertahankan sebagian hutan Taman Saelendra dan sebagian hutan Talang Kelapo menjadi paru-paru kota yaitu dengan dibangunnya Taman Punti Kayu.
hutan_gway1Punti Kayu artinya pepaya atau kates, berasal dari bahasa daerah Komering Ulu. Sebuah nama yang agak sedikit nyeleneh, kenapa hutan yang banyak ditumbuhi pinus, karet, cempedak serta pepohonan kayu tembesu itu malah mengambil nama punti kayu ?, tentu ada asal-muasalnya.
Di tepi hutan Taman Saelendra Km 8 pada era 60-an berdiri pos pemeliharaan hutan. Nampaknya ketika itu mulai dibudidayakan tanaman pepaya (punti kayu). Tanah sekitar hutan Saelendra yang penuh dengan humus itu sangat baik untuk mengembangkan berbagai jenis tanaman yang dapat dikonsumsi masyarakat terutama untuk mensuplay kebutuhan Pasar Palimo. Sebelumnya pepaya, buah-buahan dan sayur-mayur disuplay oleh warga yang bermukim di Soak Bato berbatasan dengan Kenten Laut yang jaraknya relatif jauh dengan Pasar Palimo.
hutan_grbkKendaraan pengangkut hasil pertanian ketika itu adalah gerobak sapi atau pedati yang berjalan sangat lamban terutama jika melalui daerah tanjakan Pal 7. Sekalipun sudah ada mobil oplet namun oplet lebih mengutamakan mengangkut orang bukan sayur mayur. Sebuah pilihan yang cukup baik dan relatif dekat Pasar Palimo jika sayur mayur ditanam dihutan Saelendra saja. Tanaman yang paling banyak ditanam memang punti kayu (papaya), namun ada pula cabe, kacang panjang, ubi dan sebagainya. Areal bekas kebun pepaya ditepi hutan itu kini telah disulap menjadi bagian depan atau pintu masuk kawasan wisata yang diberi nama Taman Punti Kayu.
Semoga sekelumit cerita ini dapat membangkitkan gairah bertualang dalam rimba khususnya bagi alumni UT dan mereka yang menjadi sahabat hutan Indonesia. Salam untuk semua.

——————————————————–

Video kisah tentang Onso dari pedalaman hutan yang terpisah dari komunitas suku Lingon di pedalaman Halmahera :https://youtu.be/XNUkZI8cAeA

 

 

Bakti Sosial Untuk Korban Longsor Ponorogo

BAKTI SOSIAL

IKATAN ALUMNI UNIVERSITAS TERBUKA (IKA-UT) PUSAT & WILAYAH SURABAYA, KELUARGA BESAR UPBJJ UT SURABAYA DAN MAHASISWA

 

Untuk Korban Longsor Ponorogo

 09 April 2017

 

Oleh : Drs.H.Fatchur Rachman MS (Sekretaris IKA-UT Wilayah Surabaya)

 

Baksos IKA UT Surabaya

Baksos IKA UT Surabaya

 

Peristiwa longsornya Bukit Gede Desa Banaran, Pulung Ponorogo pada tanggal 01 April 2017 menyebabkan banyak korban tertimbun longsoran tanah. Warga Dusun Tangkil, Dusun Krajan, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo yang tertimbun hidup-hidup sebanyak 28 (dua puluh delapan) jiwa, disamping itu longsoran juga menyebabkan banyak rumah warga yang rusak. Warga yang terdampak di himbau untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

 

Peristiwa longsoran Bukit Gede ini menggerakkan hati para Pengurus Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA-UT) Wilayah Surabaya untuk mengadakan Bakti Sosial. Kegiatan ini pun disambut baik oleh Bapak Teguh Prakoso S.Pd.,M.Hum. selaku Kepala UPBJJ-UT Surabaya, anggota IKA-UT Wilayah Surabaya beserta Mahasiswa, sampai hari  minggu  09 April 2017  bantuan yang terkumpul selain berupa barang juga berupa uang tunai lebih dari Rp.10 juta. Bapak Drs.H.Fatchur Rachman MS selaku Sekretaris IKA-UT Wilayah Surabaya ditunjuk sebagai Koordinator & Pelaksana penyaluran bantuan tersebut ke derah yang membutuhkan, beserta para Pengurus IKA-UT Wilayah Surabaya secepatnya menyiapkan bantuan berupa SEMBAKO seperti beras, gula, mie instan, air mineral, kopi, snack, bubur bayi dan susu untuk anak-anak. Selain itu bantuan juga berupa OBAT-OBATAN dan berupa BARANG seperti pakaian dewasa & anak-anak, perlengkapan mandi & mencuci, celana dalam dewasa & anak-anak, jarit, mukena, jilbab, handuk, baju koko, daster wanita & anak-anak, sajadah, sarung, handuk, pembalut wanita, popok bayi, selimut dan sandal jepit. Karena di pengungsian juga terdapat anak-anak, pengurus pun memberikan bingkisan,  2 Karton Susu, 2 karton Snack, buku cerita, buku mewarnai, pensil warna, krayon, tas anak-anak. Sedangkan untuk pengungsi dewasa tidak lupa dibawakan Buku Yasin & Tahlil.

 

 

Pada hari Minggu, tanggal 09 April 2017 rombongan (Ketua, Sekretaris dan Pengurus lainnya) didampingi Ibu Dra.Titik Setyowati M.Pd, selaku PW UT Kabupaten Ponorogo berangkat dari Surabaya pukul 05.00 WIB menuju Ponorogo. Dalam perjalanan rombongan berkoordinasi dengan Pejabat Diknas Kab.Ponorogo & Tutor UT Pokjar Ponorogo (Bapak Bambang dkk) yang akan memandu rombongan menuju Posko Bencana di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo yang daerahnya  tersebut memerlukan banyak bantuan. Rombongan tidak lupa  mampir di Madiun untuk menjemput Bpk.Drs.H.Agus Prasetyo M.Si selaku PW UT Kota Madiun yang juga ikut mendampingi rombongan sekaligus makan pagi pukul 11.00 WIB. Selanjutnya rombongan meneruskan perjalanan ke Ponorogo  menuju SMP Negeri 5 Ponorogo dan tiba  pukul 12.00 WIB untuk bertemu Bapak Bambang Dkk sekaligus menjalankan Sholat Dhuhur dijamak dengan Ashar.

 

Perjalanan dilanjutkan dengan dipandu  3 orang dari Kantor Diknas Ponorogo/Tutor UT Surabaya. Selama perjalanan menuju lokasi bencana terlihat bukit-bukit yang menghijau dengan tanaman perdu, kebun jagung  dan tanaman penduduk yang sangat subur namun tidak terlihat pohon-pohon besar layaknya hutan yang berfungsi menahan tanah perbukitan dari bahaya longsor. Tampak pula posko-posko yang didirikan di sepanjang jalur menuju tempat bencana, para sukarelawan beserta tentara dan Polisi yang mengarahkan rombongan yang akan menyerahkan bantuan. Sesampai di lokasi rombongan disarankan ke Posko Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo yang berada di Balai  Desa Banaran yang dekat dengan tempat Pengungsian. Para Pengungsi ini  ditempatkan di dekat balai desa Banaran, sambil menunggu relokasi permanen. Posko Dinas Sosial ini merupakan pusat penampungan bantuan terdekat dengan daerah bencana, di kanan kiri jalan juga masih terlihat sepanduk larangan memasuki area bencana.

 

Rombongan tiba di daerah bencana pukul 13.30 WIB, disana rombongan juga bertemu dengan rombongan penyumbang dari marinir surabaya, dari berbagai instansi dan LSM lainnya. Di posko yang terletak di Balai Desa Banaran tersebut, bantuan berupa sembako dan barang-barang oleh Bapak Drs.H.Fatchur Rachman MS beserta perwakilan Pengurus IKA-UT Surabaya, perwakilan keluarga besar UPBJJ UT Surabaya diserahkan kepada Pejabat dan Staf Dinas Sosial Kabupten Ponorogo Ibu Dyah Fitria selaku Koordinator Penampungan bantuan. Bantuan tersebut rencananya  akan disalurkan  langsung kepada para pengungsi yang daerahnya masih terisoler karena pemukiman nya tidak aman untuk ditempati. ”Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh Pengurus IKA-UT Pusat & Wilayah Surabaya serta keluarga besar UPBJJ UT Surabaya atas bantuan yang telah diberikan, Insya Allah amanah ini akan  langsung kami salurkan kepada warga”, demikian ungkapan terima kasih Bapak Pejabat dari  Dinas Sosial Kabupten Ponorogo.

 

Selain itu bantuan berupa 80 bingkisan untuk anak-anak berupa buku-buku, tas sekolah, pensil warna, crayon, snack dan susu siap saji diserahkan oleh Bapak Drs.H.Fatchur Rachman MS beserta perwakilan Pengurus IKA-UT Wilayah Surabaya kepada Ibu Dyah Fitria Staf Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo. ”Kami sangat bersyukur & berterima kasih sekali kepada seluruh donatur karena disaat bencana seperti ini, anak-anak masih mendapatkan perhatian, terima kasih atas bingkisan yang telah  diberikan”, tutur Ibu Dyah Fitria. Begitu juga dengan Bapak Pejabat dari Dinas Sosial “Semoga segala amal donatur di balas oleh Allah SWT”.

 

Setelah menyerahkan seluruh bantuan, pukul 15.00 WIB rombongan  turun ke Kecamatan Pulung, dengan tambahan informasi bahwa pada hari itu  jenazah korban longsor ke 4 telah diketemukan oleh Tim SAR menyusul 3 jenazah yang telah diketemukan dan dikubur di makam desa sebelumnya. Setelah dijamu makan siang oleh Bapak Bambang dkk rombongan berpamitan dan bergegas kembali ke Surabaya pukul 16.00 diiringi cuaca mendung menandakan akan turun hujan dan muncul  kejadian  yang memilukan yaitu adanya  longsor susulan yang sangat membahayakan  sehingga seluruh Tim SAR  menghentikan proses pencarian korban yang tersisa (24 orang) serta harus meninggalkan lokasi bencana dengan segenap peralatannya seperti eskavator, mobil bego, mobil penyemprot air, mobil pengangkut anjing (K9 Polda Jatim) dan sebagainya, kecuali Relawan yang bertugas di Pos Pengungsian dan dapur umum.

 

Demikian kisah perjalanan rombongan Pengurus Ikatan Alumni Universitas Terbuka  (IKA-UT) Wilayah Surabaya menuju ke Posko Longsor Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupten Ponorogo.

 

Langkah Awal Budi Daya Ayam Kate

katenekate5
Dinamakan ayam Kate karena perawakannya kerdil atau cebol atau kecil. Di kampung saya Komering Sumatera Selatan lebih dikenal dengan nama Ayam Beruga. Belum diketahui secara pasti mengapa orang cenderung menyebutnya Ayam Kate bukan Ayam Beruga, mungkin sebutan beruga lebih mengena untuk ayam kate yang hidup di hutan.
Ketika masih remaja usia belasan tahun (1975), saya sering mudik ke Komering menjenguk kakek-nenek serta segenap famili di desa. Menginap di ladang bersama paman bibi dan kakek nenek di saat menjelang panen padi sungguh mengasyikkan.
tiyuh4tiyuh3
Suara kicau burung-burung dan lambaian nyiur kelapa yang tertiup angin sukar dihapuskan dari ingatan. Selain itu berburu hewan dihutan menjadi kegembiraan tersendiri karena bagi remaja yang rasa ingin tahunya besar, masuk hutan dengan mengendap-endap dan penuh tantangan menjadi pembelajaran yang sarat makna. Saya pertama kali mengenal ayam beruga adalah pada saat perburuan tersebut. Ayam beruga yang demikian liar itu hanya dapat ditangkap dengan cara ditembak atau dijerat memakai ranjau atau jebakan. Jebakan itu dibuat dari bilah-bilah bambu yang terdiri dari sebuah satang lentur yang ujungnya dipasang tali senar panjangnya sekitar 1 meter. Satang ditancapkan tak jauh dari jebakan yang tersusun dari lidi-lidi.
width="253"tiyuh5a
Tali senar dibentangkan dibawah lidi-lidi yang diberi pemicu untuk menahannya. Ketika kaki ayam menginjak lidi-lidi maka pemicu itu akan terlepas dan satang bambu akan menarik tali senar keatas sehingga kaki ayam akan terjerat. Diujung satang diikatkan pula secarik kain kecil yang akan berkibar ditiup angin ketika satang berdiri tegak, tujuannya adalah untuk memudahkan pemantauan dari kejauhan. Sebelum memasang jebakan, kami melakukan identifikasi jejak-jejak kaki ayam di hutan rimba yang demikian luas itu.
tiyuh6tiyuh8
Setelah menemukan lokasi yang terdapat banyak jejak kaki ayam barulah jebakan dipasang. Jebakan yang dipasang tak hanya satu tapi bisa dua atau tiga sekaligus dalam jarak berdekatan. Dibawah jebakan ditaburkan segenggam padi. Jebakan itu dipasang pagi hari saat matahari muncul di ufuk timur, setelah matahari melintas diatas kepala barulah jebakan itu ditengok. Ayam beruga yang terjerat itu dipelihara dan dijinakkan. Ayam beruga yang masih relatif muda biasanya mudah dijinakkan ketimbang yang tua.
kate3
kate7
Ayam Kate yang diperjual-belikan para pedagang hewan piaraan saat ini kemungkinan adalah anak turunan ayam beruga yang sudah berhasil dijinakkan. Tiga bulan lalu saya membeli sepasang ayam kate. Ayam dimasukkan kedalam kandang besi hanya semalam, esok paginya dibiarkan keluar kandang dan bermain di halaman rumah. Demikian jinaknya maka kami tak khawatir ayam tersebut kabur atau menghilang. Sore menjelang maghrib mereka sudah masuk kandang lagi. Ayam kate diberi makan campuran terdiri dari dedak 2 Kg + pur 1 Kg + Jawawut 0,5 Kg pakan tersebut cukup untuk menghidupi sepasang ayam kate selama 10 hari.
kate6
kate2
Baru saja dipelihara seminggu, ayam sudah mulai bertelur. Ayam kate betina bertelur sampai 11 butir lalu pada hari ke dua belas berhenti bertelur dan mulai mengeram. Lama mengeram 21 hari, 9 butir telur yang dieram berhasil menetas dengan baik menjadi bayi-bayi ayam kate, hanya 2 butir telur gagal menetas.
Anak ayam yang baru menetas sebaiknya tidak dibiarkan dibawa induknya keluar kandang. Banyak hal yang dapat membahayakan keselamatan anak ayam kate, misalnya :
1. Basah terkena embun rerumputan atau kehujanan,
2. Masuk selokan dan tak dapat naik,
3. Diserang / disantap tikus got atau kucing
4. Tersangkut tali/ benang sehingga tak dapat jalan
5. Terlindas kendaraan di jalanan dll
katee
Rawat anak anak ayam itu dalam kandang tertutup sebagian agar induknya dapat keluar masuk kandang tanpa dapat diikuti anak anaknya. Setelah berumur 2 minggu dan bulu-bulu halusnya berganti menjadi makin tebal barulah anak ayam itu dibolehkan keluar bersama induknya. Anak ayam kate itu bersama induknya hanya sekitar 2 bulan saja. Setelah masa tersebut sang pejantan akan merayunya kembali agar dia kembali bertelur. Siklus [bertelur-menetas-membesarkan anak-kembali bertelur] ini berlangsung sekali 3 bulan.
kate4
Kini ayam kate yang kami pelihara mulai mengeram lagi untuk yang kedua kalinya sementara anak anaknya sudah mulai mandiri dan makin beranjak remaja. Pada usia 6 bulan anak-anak kate itu mulai menyukai pasangannya dan kita harus menyediakan beberapa baskom rumput untuk tempat mereka bertelur.

Langkah awal percobaan budi daya ayam kate ini masih menempati halaman perumahan Batan Indah Serpong. Agaknya akan lebih layak jika tersedia lahan 500 M2 yang jauh dari pemukiman penduduk sebagai tempat perkembang-biakan ayam-ayam kate kita.
Ayo siapa yang punya lahan dan mau kerjasama dengan IKAUTPUS dalam budidaya ayam kate. Jika memungkinkan dimasa yang akan datang akan kita budidayakan juga jenis jenis unggas lainnya seperti ayam kalkun, ayam pelung, ayam cemani, ayam bekisar, ayam ketawa, berbagai jenis bebek dan angsa.
katenye
Jika saja masing-masing alumni didaerah juga membudi-dayakan ayam khas daerah masing-masing betapa hebatnya usaha peternakan IKAUT, pertukaran ayam atau telur antar alumni tentu memiliki keunikan tersendiri.

Seminar Sehari Pemanfaatan IT Bagi Pemuda Pelajar

it1c
Sabtu, 31 Desember 2016 dipenghujung tahun IKAUT Pusat menyelenggarakan seminar sehari bertajuk Pemanfaatan IT dalam menunjang kapabilitas sumber daya manusia. Seminar dilaksanakan di Bilberry Resto Jl. Mabes Hankam 101 Cilangkap Jakarta Timur.
Dra. Herawaty Sampurna selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan realisasi program kerja IKAUT Pusat yang baru sempat terlaksana dipenghujung tahun karena berbagai kesibukan pengurus. Seminar ini terlaksana dengan didukung beberapa personal pengurus dalam sebuah tim seperti Agung Suyono SE sebagai MC, dan Purnomo SE yang melayani registrasi peserta sejak pukul 09.00 Wib.
it3b
Acara dibuka oleh Sekjen IKAUTPUS Drs. Leles Sudarmanto, MM selaku yang mewakili Ketua Umum. Dalam sambutannya Leles mengatakan bahwa Seminar Pemanfaat IT ini penting untuk diikuti kalangan muda mengingat bahwa kemajuan jaman terus berkembang jika tidak disikapi dengan cermat maka akan tertinggal. Oleh sebab itu seminar semacam ini akan terus digulirkan oleh pengurus Ikatan Alumni Universitas Terbuka Pusat (IKAUTPUS) dan menjadi agenda tetap organisasi agar masyarakat dapat dibantu ditingkatkan kecerdasannya melalui kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan IKAUTPUS.
it3a
Selanjutnya Hadijaya, BSc, SPd, MPd sebagai nara sumber menerangkan bahwa di era globalisasi ini, jika generasi mudanya tidak menguasai IT maka itu identik dengan buta huruf. Padahal perkembangan di bidang IT berpengaruh terhadap kemajuan negara. Oleh karena itu, pemanfaatan IT harus diperkenalkan kepada generasi muda agar mereka mempunyai bekal pengetahuan dan pengalaman yang memadai untuk bisa menerapkan dan menggunakannya dalam kegiatan belajar, bekerja serta berbagai aspek kehidupan sehari-hari dan juga bersaing dalam lingkup global. Sumber  Daya Manusia yang handal ditunjang dengan penggunaan teknologi informasi, maka efektivitas dapat dicapai dalam waktu yang relatif singkat.
it2ait3
Hadijaya menjelaskan lebih jauh mengenai makna Informasi Teknologi atau IT yaitu seperangkat alat yang membantu kita bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi, merupakan teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi kecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video.
Informasi Teknologi (IT) tidak hanya pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan mencakup teknologi komunikasi untuk mengirim atau menyebarluaskan informasi.
Dalam seminar tersebut Hadijaya menguraikan materi IT secara panjang lebar serta menyajikan praktik budidaya jamur kombucha untuk suplemen kesehatan pencernaan dan praktik pengolahan saus durian untuk bumbu masakan.
kommb
Pengambilan gambar kegiatan praktik serta rekaman video merupakan teknis pengumpulan materi untuk memuat informasi pada blogger peserta, hal ini dimaksudkan sebagai metode penampilan sebuah blogger yang menawarkan produk home industry yang bermanfaat jika ingin mengembangkan usaha jamur kombucha maupun usaha penjualan produk bumbu masak berbahan dasar durian.
it6it8
Hadijaya lebih lanjut mengatakan bahwa Sumber Daya Manusia yang handal ditunjang dengan penggunaan teknologi informasi, maka efektivitas dapat dicapai dalam waktu yang relatif singkat. Kemajuan teknologi komunikasi yang cepat dapat mempermudah komunikasi antara suatu tempat dan tempat yang lain. Semakin maraknya penggunaan Teknologi Informasi akan semakin membuka lapangan pekerjaan. Bisnis yang berbasis Teknologi Informasi atau yang biasa disebut e-commerce dapat mempermudah transaksi-traansaksi bisnis suatu perusahaan atau perorangan. Dengan memanfaatkan teknologi informasi di bidang bisnis akan memberikan dampak positif yang besar untuk jalannya bisnis yang kita bangun. Munculnya peluang bisnis baru (E-business), dengan semakin majunya teknologi dan informasi maka akan mendorong orang untuk menciptakan beberapa peluang yang sangat menguntungkan dan sebagai modal dasar bisnis yang sangat menguntungkan.

Seminar diselingi dengan diskusi (tanya-jawab) dan berakhir pukul 14.30 Wib. Semua peserta diberikan Sertifikat yang ditandatangani oleh Ketua Umum IKAUTPUS, yaitu Linda Agum Gumelar, S.IP. (info gway)

Silaturahim Mahasiswa UT Singapura

Kerinduan akan tanah air dan kecintaan pada almamater, meneguhkan keinginan sekelompok mahasiswa dan alumni UT, yang berdomisili di Singapura, untuk study tour ke Jakarta dan Kantor Pusat Universitas Terbuka.

Study tour yang diadakan 3 hari mulai dari 25 -27 November 2016 diawali dengan berdialog dengan Bapak Gorky Sembiring, Kepala UPBJJ UT Layanan Luar Negeri, bertempat di Wisma 3 Universitas Terbuka Pondok Cabe. Dalam sambutannya Pak Gorky menyatakan apresiasinya atas kegigihan teman-teman mahasiswa UT Singapura yang bertekad untuk melanjutkan pendidikan sambil bekerja di negeri orang. “Pulang bawa uang itu sudah biasa, pulang bawa uang dan ijazah itu baru luar biasa.” pesannya.

Kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi Pusat Komputer (Puskom), Danau UT, Pusat Layanan Bahan Ajar (Puslaba), dan koperasi Karunika untuk membeli souvenir.

Study tour hari pertama ditutup dengan makan malam dan ramah tamah di kediaman Ketua Umum IKA-UT, Linda Agum Gumelar.

 

Bersama Kepala UPBJJ Layanan Luar Negeri

 

 

 

 

 

Tungku Pemanas Untuk Laboratorium IPA Karya Alumni UT

bpmsoh
Penelitian material atau penelitian logam pada umumnya membahas mengenai sifat fisik dan mekanik seperti perubahan strukturmikro, komposisi, kekuatan tarik, kekerasan, ketahanan korosi dan sebagainya yang banyak berhubungan dengan kondisi perlakuan panas.
Perubahan strukturmikro dan komposisi terutama setelah logam mengalami perlakuan panas (annealing) akan mempengaruhi sifat mekanik. Percobaan melalui proses perlakuan panas memberikan data/ informasi tentang karakteristik yang cukup penting untuk pengembangan suatu material logam.
htfur2
Penelitian bidang pangan, bidang sipil, bidang korosi, bidang material roket, bidang obat-obatan, bidang nuklir membutuhkan alat pemanas atau tungku atau oven atau furnace.
tungkuht

Untuk keperluan tersebut, Bidang Teknologi IKAUT Pusat dapat membuat tungku listrik (heat treatment furnace) yang memadai yaitu dengan jangkauan suhu 750 oC. Dimensi chamber dalam bentuk kubus 36x36x36 Cm3. Tungku dilengkapi elemen pemanas jenis Kanthal yang terbentang dengan formasi seri disepanjang 3(tiga) bidang ruang chamber.
Ruang pemanas atau chamber dirancang sedemikian rupa terdiri dari 4 (empat) lapis penyekat meliputi batu tahan api jenis Brick C setebal 6,5 Cm, Unifiber rockwool tipe R850 (Kao wool) setebal 2,25 Cm, Unifiber rockwool tipe M450 (Glass wool) setebal 2,25 Cm dan plat steel (dinding luar) setebal 3 mm sehingga mampu menahan kehilangan panas sekecil mungkin. Di ruang pemanas terpasang heating element atau heater dan ujung termokopel.
Pada ruang elektrikal terdapat sebuah terminal yang menghubungkan power supply dengan contactor, MCB, control temperature, termokopel dan heating element. Luas ruang elektrikal adalah separuh dari luas ruang chamber.
Seluruh komponen elektrikal yang terpasang ditest satu persatu dengan avometer dan hubungan antar komponen dipastikan sudah sesuai. Selanjutnya dilakukan test run atau uji fungsi untuk memastikan bahwa furnace dapat bekerja dengan baik.
Tungku dioperasikan pada suhu setting sampai 750 oC selama 3 (tiga) jam. Setiap terjadi kenaikan suhu dilakukan pencatatan waktu dan pengukuran suhu ruang chamber menggunakan Kalibrator Digital Pyrometer.
Pelaksanaan kalibrasi dilakukan untuk mengetahui perubahan suhu yang sebenarnya terjadi pada chamber yaitu dengan memasukkan ujung probe termokopel. Data pengukuran yang terbaca pada display monitor digital atau control temperature dicatat pada setiap pertambahan suhu 100 oC dan dalam waktu yang bersamaan. Uji fungsi tungku pada suhu tertinggi yaitu 750 oC memerlukan total waktu 3 jam. Kenaikan suhu ruang pemanas membedakan pembacaan suhu tungku dengan pembacaan suhu termokopel kalibrator dengan kisaran 10 oC sampai 24 oC atau atau kurang dari 3%. Jika kurva kalibrasi yang merupakan hubungan antara suhu furnace dengan waktu menunjukkan garis yang hampir berimpit berarti furnace memiliki deviasi suhu operasi relatif rendah dengan kecepatan rambat panas rata-rata sebesar 15,25 oC/menit.
hjayacarblte
htfur
Untuk membantu operator, maka spesifikasi alat dilengkapi pula dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengoperasian, SOP Perawatan Tungku dan SOP Kalibrasi.
Dirancang-bangun tungku atau oven tersebut adalah dalam rangka penguasaan teknologi pembuatan tungku lokal yang diharapkan dapat mendukung kebutuhan peralatan litbang teknik material baik untuk keperluan lembaga penelitian, untuk laboratorium kendali mutu di pabrik/ industry maupun untuk laboratorium IPA di Perguruan Tinggi.
Ketergantungan alat yang semula impor dan mahal dapat diatasi dengan membuat sendiri, hal tersebut sangat memungkinkan mengingat bahwa suku cadang yang diperlukan mudah didapat. Suku cadang dapat kita temukan dibilangan Glodok Jakarta.
htfur4
Bidang Teknologi IKAUT Pusat tidak atau belum memiliki bengkel las atau bengkel mekanik sendiri, apa mungkin rancang bangun dapat dilakukan ? Jawabnya adalah sangat mungkin. Untuk memproduksi sebuah tungku kami bekerjasama dengan bengkel mekanik dan bengkel las dalam hal membentuk casing atau body furnace. Namun satu hal penting yang harus dimiliki adalah pengetahuan praktis mengenai disain dan instalasi. Teknisi bengkel mekanik dan bengkel las melakukan tugasnya berdasarkan arahan kami. Dengan demikian pekerjaan pembuatan tungku dapat diselesaikan.
htfur1
Jika harga sebuah tungku pemanas impor berkisar antara 100 sampai 150 Juta rupiah tergantung kapasitas panas serta buatan negara mana, maka tungku lokal yang kita buat hanya berkisar antara 50 sampai 75 Juta atau 50% lebih murah.
Anda pilih mana bikin sendiri atau kami bikinkan ? Kalau mau dibikinkan, silahkan kontak kami di HP/WA : 08128727937. Demikian sekilas informasi teknologi terkini dari Bidang Teknologi IKAUT Pusat. [Gway] htfur6
gwy
htfurn