Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1437H

 

Beasiswa IKA-UT Bagi Mahasiswa Terbaik Peserta Disporseni UT 2016

Menyambut Dies Natalis Universitas Terbuka September 2016 yang akan datang, diselenggarakan rangkaian kegiatan pembuka, salah satunya Diskusi Ilmiah, Pekan Olah Raga, dan Pentas Seni (Disporseni) yang diselenggarakan di Asrama Haji Donoduhan Surakarta.

 

Tahun ini, Ikatan Alumni Universitas Terbuka turut memeriahkan dengan memberikan beasiswa bagi 3 orang mahasiswa peserta Disporseni UT yang memiliki IPK terbaik. Ketiga mahasiswa UT penerima beasiswa IKA-UT tersebut, yaitu :

  1. FAUZANI, mahasiswa program studi Sosiologi dari UPBJJ Pontianak
  2. TEDY YUSWANDI, mahasiswa program studi PGSD dari UPBJJ Bogor
  3. SYAIFUL WACHID HASIM, mahasiswa program studi Ilmu Perpustakaan dari UPBJJ Palangkaraya

Selesai acara penutupan Disporseni UT, Pengurus Pusat IKA-UT mengadakan pertemuan dan ramah tamah dengan Pengurus Wilayah IKA-UT Surakarta, Bogor, Malang yang turut hadir dalam acara tersebut. Pertemuan ini dimanfaatkan untuk membahas mengenai perkembangan IKA-UT serta program-program di wilayah masing-masing. (YV/HMS)

 

 

 

 

 

Syawal, Sebuah Awal Di Tahun Baru

Bulan Ramadhan sudah berlalu, berganti bulan Syawal sebuah awal di tahun baru Hijriah.

Masih dengan semangat Hari Raya Idul Fitri, Pengurus Pusat maupun Pengurus Wilayah IKA-UT di berbagai daerah mengadakan acara Halal Bihalal sederhana namun hangat. Padatnya aktifitas masing-masing membuat pengurus tidak memiliki banyak waktu untuk dapat berkumpul bersama. Halal Bihalal ini juga menjadi momentum untuk sharing seputar UT dan IKA-UT. Berikut ini adalah foto-foto kebersamaan Pengurus Pusat IKA-UT dan Pengurus Wilayah Palembang dalam acara Halal Bihalal yang diadakan di Jakarta dan Palembang.

 

Halal Bihalal Pengurus Pusat IKA-UT

 

 

 

Halal Bihalal Pengurus Wilayah IKA UT Palembang

 

Kepala UPBJJ UT Palembang & Ketua Pengurus Wilayah IKA UT Palembang

 

Pelantikan Pengurus Wilayah IKA-UT Jambi

Ikatan Alumni Universitas Terbuka adalah organisasi yang menaungi alumni Universitas Terbuka seluruh nusantara bahkan sampai mancanegara dalam melakukan managemen organisasi melibatkan jenjang kepengurusan dari tingkat pusat wilayah dan cabang.

Bertepatan dengan diselenggarakannya Upacara Penyerahan Ijasah (UPI) UPBJJ-UT Jambi, Senin 23 Maret 2016, Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni UT (IKA-UT), Drs. H. Leles Sudarmanto, MM melantik pengurus wilayah IKA-UT Jambi periode 2016-2021. Pelantikan yang diadakan di GOR Kota Jambi ini dihadiri oleh Walikota Jambi, Kepala Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) Jambi dan para wisudawan-wisudawati Universitas Terbuka. (Hms/YV)

Selamat mengemban amanat baru Pengurus Wilayah IKA UT Jambi!

 

 

PENGURUS WILAYAH IKATAN ALUMNI UNIVERSITAS TERBUKA JAMBI

SUSUNAN PERSONALIA

Masa Bhakti 2016-2021

Dewan Pembina

Ketua : Dra. HARTINAWATI

Sekretaris : Drs. JON RIZAL

Anggota : Drs. ANDRIANTY AMIR; Ir. MAHA PUTRA

 

Pengurus Harian

Ketua : A. HOLIDI, SIP, M.AP

Wakil Ketua : SETIA WAHYUNI, S.IP, M.Pd

Sekretaris : ROBIATUL ADAWIYAH, S.PKP

Wakil Sekretaris : YUSMALIDA, S.IP, MM

Bendahara : SUWARNO, S.Pd

Wakil Bendahara : ABDUL SOMAD, S.AP

Koord. Seksi Organisasi dan Kelembagaan : SYAHRUL, S.Pd, MM

Koord. Seksi Humas, Informasi dan Publikasi : DIWARNI, S.Pd

Koord. Seksi Advokasi dan Sosialisasi : ROZALI, SE

Koord. Seksi Pengembangan SDM : ZAINUDDIN, S.Pd, MM

Koord. Seksi Teknologi Informasi : WAGIMIN , S.Pd., MM

Koord. Seksi Pengabdian Masyarakat : ROSMALINA, S.KM

 

 

 

Video dapat di lihat di sini

Protein Hidrolisat dan Taurin: Bahan Alternatif untuk Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya

Sektor perikanan budidaya tidak bisa dipungkiri telah menjadi salah satu sektor dengan kenaikan tingkat produksi yang cukup signifikan. Data FAO (2014) menunjukkan bahwa rata-rata kenaikan produksi yang dimiliki dari tahun 1980 hingga 2012 sekitar 8.6% per tahun dengan jumlah produksi sebanyak 90.4 juta ton, terdiri atas 66.6 juta ton ikan konsumsi dan 23.8 juta ton produksi alga akuatik. Saat ini dari sekitar 600 spesies yang menjadi komoditas budidaya, lebih dari 60% diantaranya didominasi oleh komoditas ikan dan krustasea yang sebahagian besar bergantung kepada input pakan untuk memenuhi kebutuhan gizi selama masa produksi.Kondisi ini tentu menjadi sangat kontradiktif bila dikaitkan dengan isusustainability, karna pakan yang digunakan pada umumnya masih menggunakan ikan pelagis dan demersal sebagai bahan utama pembuatan tepung ataupun minyak ikan yang sejatinya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk ketahanan pangan (food security).

 

Selain faktor sustainabilitydan food security, peningkatan harga tepung ikan juga menjadi salah satu faktor pendorong bagi para pelaku usaha untuk mencari bahan alternatif yang dapat menjamin keberlanjutan usaha, seperti halnya penggunaan tepung kedelai, bungkil biji kapuk, atau bahan nabati lainnya. Namun, keterbatasan yang ada seperti rendahnya konsentrasi asam amino esensial dan keberadaan zat anti nutrisi serta dampak yang ditimbulkan seperti rendahnya tingkat performa pertumbuhan dan buruknya rasio konversi pakan menjadi tantangan tersendiri dalam pengggunaan bahan-bahan alternatif tersebut. Oleh karena itu, penggunaan bahan suplemen yang bertujuan untuk melengkapi kekurangan bahan alternatif dimaksud menjadi fokus perhatian dalam mendukung keberlanjutan aktivitas produksi. Diantara bahan suplementasi tersebut, penggunaan protein hidrolisat dan taurine dinilai memiliki efektivitas yang baik dalam mendukung performa pertumbuhan dan sistem imun ikan.

 

Protein hidrolisat

           Produk komersial dari protein hidrolisat saat ini sudah dapat diperoleh di pasaran. Secara ilmiah, produk ini diperoleh melalui proses hidrolisis berbagai sisa pengolahan ikan (kususnya ikan laut) yang tidak termanfaatkan seperti kepala, ekor, tulang atau organ internal lainnya dengan menggunakan enzim pada kondisi pH (derajat keasaman) tertentu. Berbagai kajian menunjukkan bahwa produk hidrolisis ini secara alamiah kaya akan nutrisi dan bahan bioaktif peptida, seperti hormonpertumbuhan, antioksidan, anti-stress dan antimikrobial peptida.Berdasarkan kajian lapangan yang dilakukan padaikan Kakap putih Lates calcarifer, mulai fase pendederan (bobot awal 2,53±0,35 g dan panjang awal 4,1±0,56 cm) hingga fase pembesaran (bobot akhir ditentukan hingga 50 – 60 g), suplementasi protein hidrolisat dengan dosis 2% dan 3%pada pakan dengan kandungan protein rendah mampu memberikan tingkat kelulushidupan dan performa pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan ikan tanpa perlakuan (kontrol).

 

 

Gambar. Histogram rata-rata tingkat kelulushidupan (A) ikan kakap putih Lates calcarifer selama masa percobaan di fase pendederan, dan (B) fase perbesaran. Perbedaan yang nyata di antara perlakuan dan kontrol diindikasikan dengan huruf yang berbeda (p<0.05).

 

 

Lebih lanjut, hasil kajian juga menunjukkan bahwa antimikrobial peptida yang terkandung di dalam protein hidrolisat mampu menginduksi sistem imun pada ikan Kakap putih Lates calcarifer selama masa pengamatan. Hal ini terbukti dengan profil Neutrofil, Leukosit, Limfosit dan Monosit yang lebih baik jika dibandingkan dengan ikan tanpa perlakuan. Peningkatan sistem imun ini mampu melindungi ikan dari infeksi mikroorganisme patogen dan dampak degradasi kualitas lingkungan dengan memberikan tingkat kelulushidupan yang lebih baik jika dibandingkan dengan ikan tanpa perlakuan.

 

Taurin

            Taurin atau secara kimiawi sering disebut dengan 2-aminoethanesulfonic acid, juga menjadi salah satu suplemen yang memiliki tingkat efisiensi dan efektifitas yang cukup baik untuk meningkatkan performa pertumbuhan ikan budidaya. Taurin merupakan salah satu molekul organik yang kaya akan asam amino untuk membentuk protein dan secara alamiah dapat ditemui di jaringan hewan, termasuk: mamalia, burung, ikan dan hewan akuatik invertebrata seperti kerang dan oyster. Walaupun beberapa spesies mampu mensintesa taurin, namun sebahagian besar hewan akuatik masih membutuhkan input taurin melalui pakan untuk optimalisasi proses fisiologis.Keberadaan taurin memiliki beberapa fungsi, diantaranya dapat berperan sebagai anti-oksidan, osmoregulasi, optimalisasi fungsi empedu, stabilisasi sel membran, sertamelindungi fungsi mata dan jaringan saraf. Pada organisme akuatik, kekurangan asupan taurin menyebabkan buruknya performa pertumbuhan, rendahnya tingkat kelulushidupan akibat menurunnya sistem fungsi imun, sindrom pada hati, dan mengurangi level hematokrit(Salze dan Davis, 2015).

 

Aplikasi taurin pada industri budidaya perikanan sudah dilakukan pada beberapa spesies ikan, khususnya jenis ikan laut karnivora, dan berbagai tahapan produksi mulai dari perbenihan hingga perbesaran. Kajian yang dilakukan di Auburn University menunjukkan bahwa suplementasi taurin dengan konsentrasi berkisar antara 0.54 – 0.65% pada pakan yang diproduksi dengan menggunakan protein berbahan dasar nabati mampu memberikan pertumbuhan dan tingkat kelulushidupan yang lebih baik pada ikan bawal floridaTrachinotus carolinus (Salze et al. 2014a). Berbagai kajian lainnya pada jenis ikan yang berbeda seperti pada ikan yellowtail Seriola lalandi, cobia, red seabream, Japanese flounder, dan white seabass Atractoscion nobilisjuga memberikan dampak positif yang sama. Hasil ini menunjukkan bahwa taurin memiliki potensi yang baik untuk dapat digunakan sebagai bahan suplemen pada pakan, khususnya untuk produksi ikan laut karnivora. Sementara untuk komoditas ikan air tawar berbagai kajian masih perlu dilakukan utamanya dari sisi ekonomi dan efektivitas yang diberikan.

 

Regulasi

 

            Penggunaan protein hidrolisat dan taurin serta bahan suplementasi selain memiliki potensi yang baik untuk meningkatkan performa pertumbuhan dan daya tahan tubuh ikan terhadap infeksi penyakit, juga diharapkan mampu mengurangi tekanan terhadap penggunaan tepung dan minyak ikan pada industri budidaya. Pengurangan ini tentu akan berdampak positif terhadap ketersediaan ikan sebagai sumber nutrisi untuk memenuhi kebutuhan pangan (food security) masyarakat global yang terus meningkat. Walaupun begitu, penggunaan suplemen juga harus melalui berbagai kajian ilmiah sertaassesment yang baik dan dipastikan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kualitas lingkungan produksi.Hasil penilaian dengan kategori layak untuk dipergunakan dapat dimasukkan kedalam peraturan khusus untuk memenuhi tujuan peningkatan produksi budidaya perikanan yang sehat, bermutu, aman dikonsumsi dan memiliki daya saing tinggi.

 

Referensi

Salze, G.P and Davis, D.A. 2015. Taurine: A critical nutrient for future fish feeds. Aquaculture 437: 215-229

Salze, G.P., Davis, A.D. and Rhodes, M.A. 2014a. Quantitative requirement of dietary taurine in Florida pompano Trachinotus carolinus. Aquaculture America 2014. Seattle. WA

 

 

Tentang Penulis :

Nama       : ROMI NOVRIADI

UPBJJ     : Batam

Prodi       : Alumni Pendidikan Kimia

Saat ini sedang menempuh pendidikan S3 di Auburn University – Alabama, Amerika Serikat.

Sekilas Kabar dari Banjarmasin

Gubernur Kalsel dalam UT banjarmasin hari ini…berkenan memberikan sambutan dan memberikan dana kepada 3 lulusan terbaik @ Rp. 5 juta.

Sang Istri Diplomat yang Penuh Semangat

Terlahir sebagai putri Minang membuat Surmaini Mansoer Mauna memiliki paras yang cantik dan ayu.

Ia lahir dan dibesarkan di Pariaman Sumatra Barat tepatnya pada tanggal 17 Mei 1947 yang silam. Wanita ayu ini adalah istri dari seorang diplomat, Prof. Dr. Boer Mauna dan di karuniai 4 orang putera. Ia adalah lulusan Sarjana Sosial Ilmu Politik dari Universitas Terbuka (UT) tahun 2014.

Aktif menjadi salah satu pengurus Kongres Wanita Indonesia membuatnya selalu terlihat awet muda dan bersemangat. Ingin menambah ilmu pengetahuan di bidang komunikasi adalah alasannya memilih kuliah di UT, karena perannya di Kowani cukup penting yaitu sebagi salah satu Koordinator Hubungan Luar Negeri dan Hubungan Masyarakat.

Ibu Mei begitu kerap ia dipanggil, senyum manis tak pernah hilang dari bibirnya ketika ia berkomunikasi, baik dengan rekan sejawatnya maupun dengan masyarakat luas. Dituturkannya dengan lembut bahwa selama menjadi mahasiswa UT banyak manfaat dan dampak langsung yang diperolehnya dalam aktifitasnya di Kowani, diantaranya kepercayaan diri yang semakin meningkat ketika berhubungan dengan banyak orang di Kowani.

Diusia yang tak lagi muda ini ia tak pernah kehilangan semangat untuk terus belajar menuntut ilmu dengan menjadi mahasiswa UT, dan pancaran kebahagiaan serta rasa bangga di wajah cantiknya terlihat jelas ketika ia menerima ucapan selamat dari Rektor UT di acara Wisuda UT.

Ibu Mei, semangat dan jiwa mudamu sungguh sangat menginspirasi.

 

 

(Sumber)

Disiplin, Kerja Keras, dan Motivasi Tinggi sebagai Kunci Meraih Cumlaude

Bagi Suranto, alumni Program Studi Magister Manajemen (PS MM) Program Pascasarjana Universitas Terbuka (PPs-UT) angkatan 2012.2 ini, berhasil menyelesaikan kuliah dengan dengan hasil sangat baik (IPK 4 dan predikat cum laude) merupakan anugerah dari Allah SWT yang sangat disyukuri. ”Saya bahagia dan bersyukur saat dinyatakan sebagai wisudawan terbaik pada masa wisuda periode III 2014 sehingga bisa berjabat tangan dengan Rektor dan Pembantu Rektor 1 di acara wisuda hari ini”, katanya.

Suranto memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah ke pasca sarjana dari mulai tahun 2011. Namun demikian keinginan pengajar di KPPN Bangko Merangin, Jambi pada seksi Verifikasi dan Akuntansi tersebut akhirnya baru terwujud pada tahun 2012 dengan mendaftar kuliah pada PS MM UT. Ia menjelaskan bahwa Program MM Reguler UT memang sangat tepat dipilih karena sistem pembelajarannya yang fleksibel, hanya ada 4 (empat) kali tutorial tatap muka (TTM) per semester, sedangkan sisanya, mahasiswa dapat belajar secara mandiri dengan waktu yang fleksibel melalui tutorial online (Tuton). Motivasi dari pengajar satker yang mulai tanggal 15 Februari 2014 telah pindah di seksi Manajemen Satker dan Kepatuhan Internal (MSKI) dari divisi Treasury Learning Center (TLC) KPPN Depkeu Semarang ini untuk kuliah di PS MM PPs-UT yaitu selain untuk menambah ilmu yang berguna bagi kedinasan dan masyarakat, juga dapat memotivasi anak tentang pentingnya menuntut jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Belajar di Universitas Terbuka menurut Suranto sangat menantang, penuh suka dan duka. ”Sukanya yaitu teman-teman seangkatan sangat kompak dan saling menyemangati. Begitu juga dengan pengelola PPs di UPBJJ-UT Jambi yang selalu memberikan motivasi dan informasi administrasi akademik yang dibutuhkan dengan baik”, katanya. “Dukanya, jarak tempuh untuk mengikuti TTM di UPBJJ-UT Jambi yang membutuhkan waktu sekitar 5-6 jam dari lokasi tempat tinggal ”, imbuhnya.

Mengenai kiat mendapatkan predikat cum laude dan IPK 4, Suranto menjelaskan bahwa kriteria keberhasilan studi di UT yaitu harus mempunyai sikap disiplin, kerja keras, dan motivasi yang tinggi untuk belajar dengan tekun dan menyelesaikan setiap tugas matakuliah dengan baik dan tepat waktu. Ia menambahkan, setiap mahasiswa MM UT harus mengalokasikan waktu untuk belajar mandiri melalui Tuton dengan intensif, bahkan sampai larut malam. Di samping itu, harus berpartisipasi aktif baik pada Tuton maupun TTM. Sedangkan hal-hal yang harus diperhatikan saat penulisan Tesis/Tugas Akhir Program Magister (TAPM) yaitu harus banyak belajar, membaca referensi, mengikuti kaidah penulisan sesuai pedoman yang ada, dan rajin berkonsultasi dengan para pembimbing. Yang tidak kalah penting, menurutnya, yaitu harus berusaha menjalin komunikasi dengan pihak universitas, baik dengan pengelola PPs di UPBJJ-UT maupun dengan Prodi MM di UT Pusat. ’Saya sangat bangga dan berterima kasih terhadap Bapak/Ibu di UPBJJ-UT Jambi, pejabat dan staf di lingkungan PPs-UT, para dosen TTM, tutor Tuton, dan para pembimbing yang sangat banyak berperan bagi keberhasilan saya’.

Mengenai harapannya terhadap UT kedepan, Suranto menyatakan semoga UT ke depan semakin jaya, semakin luas berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa, dan semoga UT dapat segera membuka program S3.

 

(Sumber)

IKA UT Pekanbaru Berpartisipasi Dalam Rakorda UPBJJ Pekanbaru

Rapat Koordinasi Daerah UPBJJ UT Pekanbaru dilaksanakan pada 22-24 April 2016. Tema Rakorda kali ini adalah “Menyonsong Visi Universitas Terbuka 2021 Melalui Kemandirian Siswa.” Dalam kesempatan ini, Pengurus Wilayah IKA-UT Pekanbaru pada tanggal 23 April 2016 turut diundang bersama dengan 98 peserta terdiri dari 49 pokjar yg ada di Riau.

Dalam sambutannya Kepala UPBJJ UT Pekanbaru, Drs. Djahruddin, M.Si, mengajak agar civitas akademi UT untuk dapat merubah image di luar yang mengatakan UT hanya untuk guru. “UT mempunyai fakultas yang bisa dimasuki oleh tamatan SMA dan SMK. Kuliah di UT adalah mendapatkan ilmu mandiri.” tutur Djahruddin.

Pada acara ini di perkenalkan cara merekrut mahasiswa melalui sosprom (sosialisasi promosi), pembinaan mahasiswa melalui pokjar dan peran serta IKA-UT. Acara berlansung dengan lancar dan penuh kekeluargaan.

Pada acara ramah tamah, Ketua 1 Pengurus Wilayah IKA-UT, Bapak Nazaruddin Margolang, MM,  diberi kesempatan untuk presentasi mengenai IKA UT. Bapak Nazaruddin memohon bantuan pengurus pokjar untuk mengarahkan peserta UPI agar melakukan aktifasi keanggotaan IKA-UT. Beliau juga menghimbau para alumni UT untuk membentuk IKA-UT cabang di kabupaten tempat tinggalnya.

Acara di tutup dengan hiburan organ tunggal panitia dan peserta menampilkan suara merdu mereka, penuh ceria dan keakraban. (DM/HMS)

 

 

Makan Kacang Mengurangi Resiko Kanker Usus

kcgn4
Minggu pagi, 24 April 2016 saya jalan-jalan ke Desa Kranggan Kecamatan Cisauk Tangerang Banten. Ada sebuah tempat yang menarik disana untuk saya kunjungi yaitu unit pengolahan kacang garing. Sebetulnya di Desa Kranggan banyak terdapat usaha sejenis dan konon Kranggan menjadi daerah pensuplay kacang garing bagi wilayah Jabodetabek.
kcngj
kcngn6
Ketertarikan saya pada tempat tsb setelah mengetahui informasi bahwa kacang-kacangan dapat menurunkan risiko terkena kanker usus. Penelitian telah dilakukan oleh Aesun Shin, dari Seoul National University College of Medicine. Shin menemukan bahwa mengkonsumsi kacang selain bermanfaat untuk menurunkan risiko kegemukan, diabetes, dan penyakit jantung, ternyata juga dapat menurunkan risiko kanker usus baik pada pria maupun wanita. Shin dan kawan-kawan menemukan bahwa pria yang mengonsumsi kacang tiga porsi atau lebih dalam sepekan, mempunyai 69% risiko lebih rendah terkena kanker usus, dibandingkan yang tidak mengonsumsi kacang.
kcgn8
kcgn9
Sementara wanita yang mengonsumsi kacang tiga porsi atau lebih, punya 81% peluang lebih rendah terkena kanker usus, dibandingkan yang tak makan kacang. Porsi kacang yang berpengaruh adalah 15 gram per porsi. Para peneliti beranggapan, kandungan yang dimiliki oleh kacang-kacangan, seperti serat dan antioksidan dapat membantu mengurangi risiko terjadinya kanker, … sebuah sumber menyebutkan demikian.
kcng2

rotaktanoh