Protein Hidrolisat dan Taurin: Bahan Alternatif untuk Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya

Sektor perikanan budidaya tidak bisa dipungkiri telah menjadi salah satu sektor dengan kenaikan tingkat produksi yang cukup signifikan. Data FAO (2014) menunjukkan bahwa rata-rata kenaikan produksi yang dimiliki dari tahun 1980 hingga 2012 sekitar 8.6% per tahun dengan jumlah produksi sebanyak 90.4 juta ton, terdiri atas 66.6 juta ton ikan konsumsi dan 23.8 juta ton produksi alga akuatik. Saat ini dari sekitar 600 spesies yang menjadi komoditas budidaya, lebih dari 60% diantaranya didominasi oleh komoditas ikan dan krustasea yang sebahagian besar bergantung kepada input pakan untuk memenuhi kebutuhan gizi selama masa produksi.Kondisi ini tentu menjadi sangat kontradiktif bila dikaitkan dengan isusustainability, karna pakan yang digunakan pada umumnya masih menggunakan ikan pelagis dan demersal sebagai bahan utama pembuatan tepung ataupun minyak ikan yang sejatinya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk ketahanan pangan (food security).

 

Selain faktor sustainabilitydan food security, peningkatan harga tepung ikan juga menjadi salah satu faktor pendorong bagi para pelaku usaha untuk mencari bahan alternatif yang dapat menjamin keberlanjutan usaha, seperti halnya penggunaan tepung kedelai, bungkil biji kapuk, atau bahan nabati lainnya. Namun, keterbatasan yang ada seperti rendahnya konsentrasi asam amino esensial dan keberadaan zat anti nutrisi serta dampak yang ditimbulkan seperti rendahnya tingkat performa pertumbuhan dan buruknya rasio konversi pakan menjadi tantangan tersendiri dalam pengggunaan bahan-bahan alternatif tersebut. Oleh karena itu, penggunaan bahan suplemen yang bertujuan untuk melengkapi kekurangan bahan alternatif dimaksud menjadi fokus perhatian dalam mendukung keberlanjutan aktivitas produksi. Diantara bahan suplementasi tersebut, penggunaan protein hidrolisat dan taurine dinilai memiliki efektivitas yang baik dalam mendukung performa pertumbuhan dan sistem imun ikan.

 

Protein hidrolisat

           Produk komersial dari protein hidrolisat saat ini sudah dapat diperoleh di pasaran. Secara ilmiah, produk ini diperoleh melalui proses hidrolisis berbagai sisa pengolahan ikan (kususnya ikan laut) yang tidak termanfaatkan seperti kepala, ekor, tulang atau organ internal lainnya dengan menggunakan enzim pada kondisi pH (derajat keasaman) tertentu. Berbagai kajian menunjukkan bahwa produk hidrolisis ini secara alamiah kaya akan nutrisi dan bahan bioaktif peptida, seperti hormonpertumbuhan, antioksidan, anti-stress dan antimikrobial peptida.Berdasarkan kajian lapangan yang dilakukan padaikan Kakap putih Lates calcarifer, mulai fase pendederan (bobot awal 2,53±0,35 g dan panjang awal 4,1±0,56 cm) hingga fase pembesaran (bobot akhir ditentukan hingga 50 – 60 g), suplementasi protein hidrolisat dengan dosis 2% dan 3%pada pakan dengan kandungan protein rendah mampu memberikan tingkat kelulushidupan dan performa pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan ikan tanpa perlakuan (kontrol).

 

 

Gambar. Histogram rata-rata tingkat kelulushidupan (A) ikan kakap putih Lates calcarifer selama masa percobaan di fase pendederan, dan (B) fase perbesaran. Perbedaan yang nyata di antara perlakuan dan kontrol diindikasikan dengan huruf yang berbeda (p<0.05).

 

 

Lebih lanjut, hasil kajian juga menunjukkan bahwa antimikrobial peptida yang terkandung di dalam protein hidrolisat mampu menginduksi sistem imun pada ikan Kakap putih Lates calcarifer selama masa pengamatan. Hal ini terbukti dengan profil Neutrofil, Leukosit, Limfosit dan Monosit yang lebih baik jika dibandingkan dengan ikan tanpa perlakuan. Peningkatan sistem imun ini mampu melindungi ikan dari infeksi mikroorganisme patogen dan dampak degradasi kualitas lingkungan dengan memberikan tingkat kelulushidupan yang lebih baik jika dibandingkan dengan ikan tanpa perlakuan.

 

Taurin

            Taurin atau secara kimiawi sering disebut dengan 2-aminoethanesulfonic acid, juga menjadi salah satu suplemen yang memiliki tingkat efisiensi dan efektifitas yang cukup baik untuk meningkatkan performa pertumbuhan ikan budidaya. Taurin merupakan salah satu molekul organik yang kaya akan asam amino untuk membentuk protein dan secara alamiah dapat ditemui di jaringan hewan, termasuk: mamalia, burung, ikan dan hewan akuatik invertebrata seperti kerang dan oyster. Walaupun beberapa spesies mampu mensintesa taurin, namun sebahagian besar hewan akuatik masih membutuhkan input taurin melalui pakan untuk optimalisasi proses fisiologis.Keberadaan taurin memiliki beberapa fungsi, diantaranya dapat berperan sebagai anti-oksidan, osmoregulasi, optimalisasi fungsi empedu, stabilisasi sel membran, sertamelindungi fungsi mata dan jaringan saraf. Pada organisme akuatik, kekurangan asupan taurin menyebabkan buruknya performa pertumbuhan, rendahnya tingkat kelulushidupan akibat menurunnya sistem fungsi imun, sindrom pada hati, dan mengurangi level hematokrit(Salze dan Davis, 2015).

 

Aplikasi taurin pada industri budidaya perikanan sudah dilakukan pada beberapa spesies ikan, khususnya jenis ikan laut karnivora, dan berbagai tahapan produksi mulai dari perbenihan hingga perbesaran. Kajian yang dilakukan di Auburn University menunjukkan bahwa suplementasi taurin dengan konsentrasi berkisar antara 0.54 – 0.65% pada pakan yang diproduksi dengan menggunakan protein berbahan dasar nabati mampu memberikan pertumbuhan dan tingkat kelulushidupan yang lebih baik pada ikan bawal floridaTrachinotus carolinus (Salze et al. 2014a). Berbagai kajian lainnya pada jenis ikan yang berbeda seperti pada ikan yellowtail Seriola lalandi, cobia, red seabream, Japanese flounder, dan white seabass Atractoscion nobilisjuga memberikan dampak positif yang sama. Hasil ini menunjukkan bahwa taurin memiliki potensi yang baik untuk dapat digunakan sebagai bahan suplemen pada pakan, khususnya untuk produksi ikan laut karnivora. Sementara untuk komoditas ikan air tawar berbagai kajian masih perlu dilakukan utamanya dari sisi ekonomi dan efektivitas yang diberikan.

 

Regulasi

 

            Penggunaan protein hidrolisat dan taurin serta bahan suplementasi selain memiliki potensi yang baik untuk meningkatkan performa pertumbuhan dan daya tahan tubuh ikan terhadap infeksi penyakit, juga diharapkan mampu mengurangi tekanan terhadap penggunaan tepung dan minyak ikan pada industri budidaya. Pengurangan ini tentu akan berdampak positif terhadap ketersediaan ikan sebagai sumber nutrisi untuk memenuhi kebutuhan pangan (food security) masyarakat global yang terus meningkat. Walaupun begitu, penggunaan suplemen juga harus melalui berbagai kajian ilmiah sertaassesment yang baik dan dipastikan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kualitas lingkungan produksi.Hasil penilaian dengan kategori layak untuk dipergunakan dapat dimasukkan kedalam peraturan khusus untuk memenuhi tujuan peningkatan produksi budidaya perikanan yang sehat, bermutu, aman dikonsumsi dan memiliki daya saing tinggi.

 

Referensi

Salze, G.P and Davis, D.A. 2015. Taurine: A critical nutrient for future fish feeds. Aquaculture 437: 215-229

Salze, G.P., Davis, A.D. and Rhodes, M.A. 2014a. Quantitative requirement of dietary taurine in Florida pompano Trachinotus carolinus. Aquaculture America 2014. Seattle. WA

 

 

Tentang Penulis :

Nama       : ROMI NOVRIADI

UPBJJ     : Batam

Prodi       : Alumni Pendidikan Kimia

Saat ini sedang menempuh pendidikan S3 di Auburn University – Alabama, Amerika Serikat.

Sekilas Kabar dari Banjarmasin

Gubernur Kalsel dalam UT banjarmasin hari ini…berkenan memberikan sambutan dan memberikan dana kepada 3 lulusan terbaik @ Rp. 5 juta.

Sang Istri Diplomat yang Penuh Semangat

Terlahir sebagai putri Minang membuat Surmaini Mansoer Mauna memiliki paras yang cantik dan ayu.

Ia lahir dan dibesarkan di Pariaman Sumatra Barat tepatnya pada tanggal 17 Mei 1947 yang silam. Wanita ayu ini adalah istri dari seorang diplomat, Prof. Dr. Boer Mauna dan di karuniai 4 orang putera. Ia adalah lulusan Sarjana Sosial Ilmu Politik dari Universitas Terbuka (UT) tahun 2014.

Aktif menjadi salah satu pengurus Kongres Wanita Indonesia membuatnya selalu terlihat awet muda dan bersemangat. Ingin menambah ilmu pengetahuan di bidang komunikasi adalah alasannya memilih kuliah di UT, karena perannya di Kowani cukup penting yaitu sebagi salah satu Koordinator Hubungan Luar Negeri dan Hubungan Masyarakat.

Ibu Mei begitu kerap ia dipanggil, senyum manis tak pernah hilang dari bibirnya ketika ia berkomunikasi, baik dengan rekan sejawatnya maupun dengan masyarakat luas. Dituturkannya dengan lembut bahwa selama menjadi mahasiswa UT banyak manfaat dan dampak langsung yang diperolehnya dalam aktifitasnya di Kowani, diantaranya kepercayaan diri yang semakin meningkat ketika berhubungan dengan banyak orang di Kowani.

Diusia yang tak lagi muda ini ia tak pernah kehilangan semangat untuk terus belajar menuntut ilmu dengan menjadi mahasiswa UT, dan pancaran kebahagiaan serta rasa bangga di wajah cantiknya terlihat jelas ketika ia menerima ucapan selamat dari Rektor UT di acara Wisuda UT.

Ibu Mei, semangat dan jiwa mudamu sungguh sangat menginspirasi.

 

 

(Sumber)

Disiplin, Kerja Keras, dan Motivasi Tinggi sebagai Kunci Meraih Cumlaude

Bagi Suranto, alumni Program Studi Magister Manajemen (PS MM) Program Pascasarjana Universitas Terbuka (PPs-UT) angkatan 2012.2 ini, berhasil menyelesaikan kuliah dengan dengan hasil sangat baik (IPK 4 dan predikat cum laude) merupakan anugerah dari Allah SWT yang sangat disyukuri. ”Saya bahagia dan bersyukur saat dinyatakan sebagai wisudawan terbaik pada masa wisuda periode III 2014 sehingga bisa berjabat tangan dengan Rektor dan Pembantu Rektor 1 di acara wisuda hari ini”, katanya.

Suranto memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah ke pasca sarjana dari mulai tahun 2011. Namun demikian keinginan pengajar di KPPN Bangko Merangin, Jambi pada seksi Verifikasi dan Akuntansi tersebut akhirnya baru terwujud pada tahun 2012 dengan mendaftar kuliah pada PS MM UT. Ia menjelaskan bahwa Program MM Reguler UT memang sangat tepat dipilih karena sistem pembelajarannya yang fleksibel, hanya ada 4 (empat) kali tutorial tatap muka (TTM) per semester, sedangkan sisanya, mahasiswa dapat belajar secara mandiri dengan waktu yang fleksibel melalui tutorial online (Tuton). Motivasi dari pengajar satker yang mulai tanggal 15 Februari 2014 telah pindah di seksi Manajemen Satker dan Kepatuhan Internal (MSKI) dari divisi Treasury Learning Center (TLC) KPPN Depkeu Semarang ini untuk kuliah di PS MM PPs-UT yaitu selain untuk menambah ilmu yang berguna bagi kedinasan dan masyarakat, juga dapat memotivasi anak tentang pentingnya menuntut jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Belajar di Universitas Terbuka menurut Suranto sangat menantang, penuh suka dan duka. ”Sukanya yaitu teman-teman seangkatan sangat kompak dan saling menyemangati. Begitu juga dengan pengelola PPs di UPBJJ-UT Jambi yang selalu memberikan motivasi dan informasi administrasi akademik yang dibutuhkan dengan baik”, katanya. “Dukanya, jarak tempuh untuk mengikuti TTM di UPBJJ-UT Jambi yang membutuhkan waktu sekitar 5-6 jam dari lokasi tempat tinggal ”, imbuhnya.

Mengenai kiat mendapatkan predikat cum laude dan IPK 4, Suranto menjelaskan bahwa kriteria keberhasilan studi di UT yaitu harus mempunyai sikap disiplin, kerja keras, dan motivasi yang tinggi untuk belajar dengan tekun dan menyelesaikan setiap tugas matakuliah dengan baik dan tepat waktu. Ia menambahkan, setiap mahasiswa MM UT harus mengalokasikan waktu untuk belajar mandiri melalui Tuton dengan intensif, bahkan sampai larut malam. Di samping itu, harus berpartisipasi aktif baik pada Tuton maupun TTM. Sedangkan hal-hal yang harus diperhatikan saat penulisan Tesis/Tugas Akhir Program Magister (TAPM) yaitu harus banyak belajar, membaca referensi, mengikuti kaidah penulisan sesuai pedoman yang ada, dan rajin berkonsultasi dengan para pembimbing. Yang tidak kalah penting, menurutnya, yaitu harus berusaha menjalin komunikasi dengan pihak universitas, baik dengan pengelola PPs di UPBJJ-UT maupun dengan Prodi MM di UT Pusat. ’Saya sangat bangga dan berterima kasih terhadap Bapak/Ibu di UPBJJ-UT Jambi, pejabat dan staf di lingkungan PPs-UT, para dosen TTM, tutor Tuton, dan para pembimbing yang sangat banyak berperan bagi keberhasilan saya’.

Mengenai harapannya terhadap UT kedepan, Suranto menyatakan semoga UT ke depan semakin jaya, semakin luas berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa, dan semoga UT dapat segera membuka program S3.

 

(Sumber)

IKA UT Pekanbaru Berpartisipasi Dalam Rakorda UPBJJ Pekanbaru

Rapat Koordinasi Daerah UPBJJ UT Pekanbaru dilaksanakan pada 22-24 April 2016. Tema Rakorda kali ini adalah “Menyonsong Visi Universitas Terbuka 2021 Melalui Kemandirian Siswa.” Dalam kesempatan ini, Pengurus Wilayah IKA-UT Pekanbaru pada tanggal 23 April 2016 turut diundang bersama dengan 98 peserta terdiri dari 49 pokjar yg ada di Riau.

Dalam sambutannya Kepala UPBJJ UT Pekanbaru, Drs. Djahruddin, M.Si, mengajak agar civitas akademi UT untuk dapat merubah image di luar yang mengatakan UT hanya untuk guru. “UT mempunyai fakultas yang bisa dimasuki oleh tamatan SMA dan SMK. Kuliah di UT adalah mendapatkan ilmu mandiri.” tutur Djahruddin.

Pada acara ini di perkenalkan cara merekrut mahasiswa melalui sosprom (sosialisasi promosi), pembinaan mahasiswa melalui pokjar dan peran serta IKA-UT. Acara berlansung dengan lancar dan penuh kekeluargaan.

Pada acara ramah tamah, Ketua 1 Pengurus Wilayah IKA-UT, Bapak Nazaruddin Margolang, MM,  diberi kesempatan untuk presentasi mengenai IKA UT. Bapak Nazaruddin memohon bantuan pengurus pokjar untuk mengarahkan peserta UPI agar melakukan aktifasi keanggotaan IKA-UT. Beliau juga menghimbau para alumni UT untuk membentuk IKA-UT cabang di kabupaten tempat tinggalnya.

Acara di tutup dengan hiburan organ tunggal panitia dan peserta menampilkan suara merdu mereka, penuh ceria dan keakraban. (DM/HMS)

 

 

Makan Kacang Mengurangi Resiko Kanker Usus

kcgn4
Minggu pagi, 24 April 2016 saya jalan-jalan ke Desa Kranggan Kecamatan Cisauk Tangerang Banten. Ada sebuah tempat yang menarik disana untuk saya kunjungi yaitu unit pengolahan kacang garing. Sebetulnya di Desa Kranggan banyak terdapat usaha sejenis dan konon Kranggan menjadi daerah pensuplay kacang garing bagi wilayah Jabodetabek.
kcngj
kcngn6
Ketertarikan saya pada tempat tsb setelah mengetahui informasi bahwa kacang-kacangan dapat menurunkan risiko terkena kanker usus. Penelitian telah dilakukan oleh Aesun Shin, dari Seoul National University College of Medicine. Shin menemukan bahwa mengkonsumsi kacang selain bermanfaat untuk menurunkan risiko kegemukan, diabetes, dan penyakit jantung, ternyata juga dapat menurunkan risiko kanker usus baik pada pria maupun wanita. Shin dan kawan-kawan menemukan bahwa pria yang mengonsumsi kacang tiga porsi atau lebih dalam sepekan, mempunyai 69% risiko lebih rendah terkena kanker usus, dibandingkan yang tidak mengonsumsi kacang.
kcgn8
kcgn9
Sementara wanita yang mengonsumsi kacang tiga porsi atau lebih, punya 81% peluang lebih rendah terkena kanker usus, dibandingkan yang tak makan kacang. Porsi kacang yang berpengaruh adalah 15 gram per porsi. Para peneliti beranggapan, kandungan yang dimiliki oleh kacang-kacangan, seperti serat dan antioksidan dapat membantu mengurangi risiko terjadinya kanker, … sebuah sumber menyebutkan demikian.
kcng2

rotaktanoh

Sosialisasi Teknologi Tepatguna Budidaya Jamur Kombucha Di Cilebut Bogor

kokomim
Pada hari Sabtu, 16 April 2016 Hadijaya, MPd Ketua II IKAUT Pusat melakukan anjangsana ke komunitas Bela Negara didaerah Cilebut Bogor yang dihadiri sekitar 30 orang pemuda aktifis Resimen Mahakarta. Dalam anjangsana tersebut dilakukan sosialisasi atau pengenalan Jamur Kombucha, yaitu suatu jamur teh yang dapat diminum, bercita-rasa nikmat serta penting untuk menjaga kesehatan.
kombc4
kombc4a
Hadijaya menceritakan bahwa nama kombucha sebetulnya berasal dari dua kata, yaitu kata kombu dan cha. Kombu adalah nama seorang shinse yang hidup pada abad ke-5 Masehi. Sementara itu kata Cha diambil dari bahasa Cina yang artinya teh. Menurut cerita, pada sekitar tahun 414 SM, seorang kaisar Jepang yang bernama Inkyo suatu waktu menderita penyakit pencernaan kronis, penyebabnya adalah sembelit yang berkepanjangan. Kemudian atas saran shinse  tersebut, Sang Kaisar agar mengkonsumsi ramuan teh hasil fermentasi oleh sejenis jamur  racikannya. Setelah mengkonsumsi jamur teh itu, penyakit yang diderita kaisar bisa disembuhkan. Atas jasa shinse, Sang Kaisar memberi nama racikan air teh dan jamur tersebut sebagai : KOMBUCHA, yang berarti TEH RAMUAN SHINSE KOMBU…. Wallohu’alam bishawab.
kombc9a
kombc8
Lebih lanjut Hadijaya menceritakan sejumlah manfaat mengkonsumsi Kombucha antara lain : pencegah kanker, memperbaiki fungsi hati; membantu mengobati tekanan darah tinggi; pencegah stroke; pereda nyeri tenggorok; pengikis lemak dan kolesterol; penangkal racun (detoksifikasi); penjaga stamina tubuh; mengatasi keluhan persendian; memperbaiki sistem pencernaan; membantu mengatasi keluhan alergi; meringankan premenstrual pain; membantu mennenangkan jiwa; menjaga kebersihan kulit wajah; membantu mengatasi kemandulan etc.
Koloni kombucha sebagai pelaku fermentasi pada kombucha menyerupai lembaran gelatin (gel) yang berwarna putih dan terbungkus selaput liat. Para ahli menamai koloni jamur bakteri ini dengan sebutan koloni scoby. SCOBY adalah singkatan dari Symbiosis Colony of Bactery Yeast. Sifatnya yang seperti gel membuat koloni scoby mengikuti bentuk wadah (tempat pembiakan). Tumbuh pada lingkungan yang mengandung glukosa, misalnya larutan teh manis membuat koloni ini membentuk susunan yang berlapis-lapis. Lapisan koloni pertama akan tumbuh di posisi paling atas dan ukurannya akan memenuhi atau menutupi lapisan tesebut. Kemudian disusul oleh pertumbuhan berikutnya yang semakin lama semakin tebal hingga memenuhi media tumbuh.
kommb

kombb

kombu
Kombucha kaya kandungan zat-zat yang bermanfaat bagi tubuh manusia, diantaranya yaitu : Vitamin B1 (Tiamin), berperan dalam metabolisme karbohidrat untuk pembentukan energi, memelihara fungsi jaringan saraf, dan fungsi hati.
Vitamin C, berperan dalam pembentukan substansi antarsel dan berbagai jaringan, serta meningkatkan daya tahan tubuh.
Asam Folat (Citroforum Factor atau Leucovorin), berfungsi membantu produksi sel-sel
darah, menyembuhkan luka, membentuk otot, serta membantu proses pembelahan sel.
Asam Glukoronat, berfungsi untuk mengikat atau mengonjungasi toksin atau racun, logam logam berat, dan lemak sehingga mudah larut dalam air dan kemudian dikeluarkan melalui air kemih.
Asam Asetat, merupakan bagian terbesar dari asam yang dihasilkan oleh proses fermentasi kombucha. Asam inilah yang memberikan rasa asam pada teh kombucha. Peran utama asam asetat adalah mengikat toksin dan bisa menjadi bentuk ester yang mudah larut dalam air sehingga mudah dikeluarkan oleh tubuh.
Asam Hyaluronic (Asam Hyaluronidase) dan Asam Chondroitin Sulfat, membantu
meringankan keluhan pada penderita rematik. Asam hyaluronic merupakan cairan pelumas persendian, sedangkan asam chondroitin sulfat merupakan bagian dari tulang rawan yang melapisi permukaan sendi, dan berperan menjaga keutuhan serta kesehatan persendian.
Asam Laktat (Asam 2-Hidroksipropanoat), dikenal sebagai asam susu yang berada di dalam tubuh manusia sehat. Perannya adalah membantu metabolisme sel di dalam tubuh
Acetaminophen, sebagai analgetik (penghilang rasa nyeri).
Asam Amino Esensial , berperan sebagai bahan untuk membangun protein yang bermanfaat mengganti bagian-bagian sel tubuh yang rusak.
Enzim, merupakan senyawa organik tertentu yang berperan memperlancar metabolisme zat-zat di dalam tubuh.
Antibiotik, berfungsi untuk membatasi pertumbuhan bakteri lain, terutama bakteri merugikan (patogen) yang dapat mencemari koloni kombucha.

kokomm
kombc3
Diakhir acara sosialisasi tersebut, Hadijaya menjelaskan cara melakukan budidaya yang sangat praktis. Sediakan teh manis dingin dalam sebuah toples gelas dengan perbandingan air teh 1 liter dan gula pasir 8 sendok. Tambahkan kombucha biang lalu simpan ditempat aman selama 10-15 hari. Selanjutnya akan terjadi pertumbuhan jamur yang mengapung diatas permukaan cairan. Untuk mengkonsumsinya adalah dengan cara memisahkan gel jamur dengan cairan. Cairan boleh diminum sedangkan gel jamur untuk pembiakan berikutnya.
kombc7
Pada pertemuan tersebut dilakukan pula acara mencicipi minuman kombucha yang diracik bersama jus buah dan ternyata sangat disukai hadirin. Selain itu juga telah dibagikan sekitar 30 kantong kemasan biang kombucha kepada peserta agar nantinya dapat dibudidayakan dirumah masing-masing.
kombc6a

kombc5a

Paket Wisuda IKA-UT

Anda diundang untuk Wisuda di UT Pusat?
Bingung dengan akomodasi selama Wisuda?

GAK USAH BINGUNG!!

IKA-UT kini memiliki jasa antar-jemput, penginapan dan wisata
yang dapat membantu anda selama Wisuda di UT Pusat sampai kembali ke daerah masing-masing.

kami memiliki 3 paket yang dapat anda pilih sesuai dengan keperluan dan budget mulai dari Rp. 1,4 jutaan saja!!

Untuk informasi dan penjelasan lebih lanjut dapat menghubungi :
Ibu Herawati : 0816845833
Yohana : humas.ikaut.pusat@gmail.com

 

 

Daftar Wisudawan Undangan Periode 1 Wilayah 1

Daftar Wisudawan Undangan Periode 1 Wilayah 2

Lulusan UT Dikukuhkan Jadi Guru Besar

Prof. Hanif saat memberikan Orasi Ilmiah

 

BERTEPATAN dengan wisuda Universitas Terbuka (UT) periode I/2016, Selasa (5/4), dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang juga merupakan alumni UT Chanif Nurkholis dikukuhkan menjadi guru besar di kampus tersebut.

Dedikasi dan kecintaannya terhadap dunia pendidikan memang sudah tidak diragukan lagi. Sebelum menempuh pendidikan strata 1 (S1) FISIP UT 1984, Chanif telah lebih dulu mengabdi sebagai guru SD.

“Saya yang tadinya hanya guru, tapi dengan kerja keras dan kemauan yang kuat siapapun bisa mewujudkan harapan. Apalagi sekarang orang bisa belajar dengan media apapun,” ucapnya.

Dalam orasi ilmiah pengukuhan guru besarnya, doktor di bidang pemerintahan daerah itu pun mengusulkan agar sistem pemerintahan daerah di Indonesia berjalan sesuai otonomi yang diatur dalam UUD 1945.

Menurut dia, sistem pemerintahan yang ada saat ini belum mampu meningkatkan kapasitas sumber daya daerah. Padahal, di era masyarakat ekonomi Asean (MEA) mestinya sudah menerapkan sistem pemerintahan daerah berbasis kota.

“Kuncinya ada pada pelayanan publik. Di sektor pendidikan misalnya, kurikulum saja sampai sekarang belum jelas maunya bagaimana,” cetusnya.

Melihat rumitnya birokrasi yang hampir terjadi di semua sektor, menurut Chanif, pemerintah baik di pusat maupun daerah harus berbenah. Untuk itu, pengawasan terhadap kinerja dinas kabupaten/kota sangat penting dilakukan oleh aparatur kementerian terkait.

Rektor UT Tian Belawati menilai usulan tersebut sangat relevan dengan kondisi di Tanah Air. Tidak hanya bermanfaat untuk mengoreksi sistem pemerintahan yang ada, tetapi sekaligus menunjukkan kualitas lulusan UT.

“Kami juga ingin buktikan kalau lulusan UT bisa memberikan kontribusi bagi negeri ini. Anggapan kalau sekolah di UT itu sulit jadi guru besar terbukti bisa,” ucapnya.

Ke depan, lanjut Tian, tidak menutup kemungkinan UT akan membuka program doktor. Saat ini pihaknya masih mengupayakan proses peningkatan status akreditasi untuk program S2 agar kelak bisa menghasilkan doktor sendiri. (MI)

 

Pesan Prof. Chanif Nurcholis untuk para alumni UT, mahasiswa UT dan masyarakat.

Setamat sekolah pendidikan guru (SPG), Beliau mengabdi menjadi guru. Lokasi rumah yang jauh dari perguruan tinggi membuatnya tidak langsung melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana.

Kesempatan melanjutkan pendidikan baru terbuka ketika Universitas Terbuka berdiri. Beliau adalah salah satu diantara mahasiswa angkatan pertama di Universitas Terbuka.

2 tahun setelah lulus dari UT, Beliau diangkat menjadi dosen tetap di FISIP UT. September 2015 Menristekdikti mengangkat Beliau sebagai Professor/Guru Besar tetap pada FISIP UT bidang ilmu Administrasi Pemerintah Daerah. Pada 5 April 2016 bertepatan dengan Wisuda Periode 1 yang lalu Beliau di kukuhkan menjadi Guru Besar. Dengan demikian Beliau adalah Guru Besar pertama di UT yang merupakan alumni UT.

Beliau berpesan, “jika sudah Diploma, S1 jangan berhenti di situ dan cepat puas. Karrna kalau berhenti kita tidak berkembang. Kita harus berpikir bahwa lulus S1 adalah langkah awal, lulus S2 adalah langkah awal, lulus S3 adalah langkah awal untuk mengembangkan diri menjadi profesional competence. Dengan begitu, Belajar sepanjang hayat adalah praktek bukan jargon. Dengan begitu orang akan semakin maju dan pasti akan bisa mencapai puncak karir tertingginya.” (YV)

Perwakilan Pengurus Pusat & Wilayah Bersama Prof. Hanif

UPI UPBJJ Pekanbaru Periode 1

UPBJJ-UT Pekanbaru melaksanakan Upacara Penyerahan Ijasah (UPI) periode 1 untuk program diploma, sarjana dan pasca sarjana pada tanggal 2 April yang lalu. Jumlah wisudawan sebesa 933 orang yang terdiri dari : 67 orang program studi Non Pendidikan Dasar (Non Pendas) dan 866 orang dari program studi Pendidikan Dasar (Pendas).

Wisudawan terbaik dengan IPK tertinggi diperoleh oleh Verawati dengan IPK 3,72 dari program studi S1 PGSD,  Ledya Aprelita dengan IPK 3,42 dari program studi S1 Ilmu Pemerintahan, dan Suningsih dengan IPK 3,35 dari program studi S1 PGPAUD.

IKA UT Foto Bersama Purek I & Kepala UPBJJ Pekanbaru

 

UPI tersebut  dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan  Propinsi Riau yang sekaligus mewakili PLT Gubernur Riau, Pembatu Rektor 1 Universitas Terbuka, Ibu Dr. Yuni Tri Hewindati, serta Pembantu Rektor 1 Universitas Riau. Pada kesempatan tersebut Pengurus Wilayah IKA-UT Pekanbaru dan Pengurus Cabang IKA-UT Bengkalis turut hadir sebagai undangan di Gedung Gelanggang Remaja tempat acara berlangsung.

Dalam sambutannya Purek 1 UT menyampaikan kepada lulusan UT bahwa jangan terhenti sampai di sini. Melainkan terus meningkatkan profesionalitas melalui wadah-wadah yang tersedia di lingkungan kita. Para wisudawan juga di himbau agar dapat mengharumkan nama Universitas Terbuka.

 

Aktifasi Alumni

 

Sehari sebelum UPI, pada saat seminar, Pengurus IKA-UT Pekanbaru melakukan aktivasi keanggotaan IKA-UT. Jumlah alumni yang teraktivasi sebesar 343 alumni atau hanya sebesar 30% dari keseluruhan peserta UPI. Diharapkan kedepannya kegiatan aktifasi akan semakin meningkat sehingga dapat lebih bermanfaat untuk civitas academia Universitas Terbuka. (DM/YV)